Anda di halaman 1dari 2

Gnetum gnemon L.

(Melinjo)
Klasifikasi Kingdom Divisi Kelas Ordo Family Genus Species : : : : : : : Plantae Gnetophyta Gnetopsida Gnetales Gnetaceae Gnetum Gnetum gnemon L Nama Daerah : Jawa : Ki tangkil, Maninjo, Tangkil, sake (Sunda), Bagu, eso malinjo, trangkil, witgrintung (JaTim); Melinjo (Jawa Tengah); Blinjo, Melinjo (Banyuwangi) Sumatera : Batang baguak (Minangkabau); Mulieng (Aceh); Manenjo, maninjo (Belitung) Sulawesi : Bagu, Poko sumba (Makasar). Sinonim : Gnetum acutatum Miq. (1860), Gnetum vinosum Elmer (1915)

Deskripsi Pohon : Habitus Melinjo (Gnetum gnemon L.) atau dalam bahasa Sunda disebut Tangkil adalah suatu spesies tanaman tahunan berbiji terbuka (Gymnospermae) berbentuk pohon berumah dua (dioecious, ada individu jantan dan betina) yang selalu hijau dan berbatang lurus, tinggi dapat mencapai 5-10 m. tajuknya membentuk piramid atau kerucut yang langsing.

Akar & Batang Akar Batang : : Akarnya kuat Batang lurus, kokoh, dengan kulit abuabu dan ditandai dengan ruas ruas melingkar seperti cincin pada batangnya,

Daun , Bunga, Buah dan Biji

Daun Bunga Buah

: : :

Biji

Daun tunggal berhadapan, berbentuk jorong sampai oval dengan ujung tumpul, panjang 7.5-20 cm dan lebar 2.5-10 cm; urat daun sekunder saling bersambungan. Perbungaan majemuk soliter dan aksiler, melingkar di tiap nodus, panjang bunga 3-6 cm. Terdapat 5 - 8 bunga betina di tiap nodus, berbentuk bola Buah seperti buah keras (nutlike), berbentuk jorong , panjang buah 1-3.5 cm, bagian ujungnya runcing pendek, ketika masak warna buah berangsur-angsur akan berubah dari kuning, merah hingga keunguan. Satu biji dalam satu buah, buah besar dan kulit tengahnya keras berkayu (horny). Melinjo tidak menghasilkan bunga dan buah sejati karena bukan termasuk tumbuhan berbunga. Yang dianggap sebagai buah sebenarnya adalah biji yang terbungkus oleh selapis aril yang berdaging, berbentuk ellipsoid bujur telur atau biji perbuah,

Sebaran : Dunia Kawasan TNAP

Melinjo ditemukan di seluruh kawasan Asia Tenggara (meskipun merupakan tumbuhan asli dari Jawa dan Sumatra) dan tersebar hingga mencapai sebelah utara Assam dan sebelah timur Fiji. G. Linggamanis, G. Tugu

Manfaat : Melinjo jarang dibudidayakan secara intensif. Kayunya dapat dipakai sebagai bahan papan. Daun mudanya (disebut sebagai so dalam bahasa Jawa) digunakan sebagai bahan sayuran (misalnya pada sayur asem). "Bunga" (jantan maupun betina) dan bijinya yang masih kecil-kecil (pentil) maupun yang sudah masak dijadikan juga sebagai sayuran. Bagian paling penting dari Melinjo adalah biji , Biji Melinjo dapat dimakan kering, dimasak, atau diawetkan menjadi kerupuk (Emping), Emping merupakan panganan hasil industri rumahtangga dan berperan penting bagi perekonomian masyarakat di Jawa. Selain itu, pohon Melinjo yang memiliki perakaran kuat ini juga baik ditanam untuk pemulihan kembali areal kritis. Di Jawa Tengah, Melinjo ditanam untuk merehabilitasi lahan dan konservasi tanah di sepanjang Daerah Aliran Sungai Gobeh. Akhir-akhir ini, ilmuwan Jepang menemukan bahwa ternyata biji melinjo bukanlah penyebab dari penyakit `asam urat` yang selama ini ditakutkan oleh masyarakat luas. Penelitian : Umum

-. CAHYANI, Tetty Dwi, Pengaruh Zat Pengatur Tumbuh Terhadap Pertumbuhan Vegetatif Tanaman Melinjo (Gnetum gnemon L.)Yang Diperbanyak Secara Grafting (Penyambungan) Jakarta:Fakultas Bioligi Universitas Nasional,1990 ix, 74p. tab ; illus ; 28 cm. Lamp -. Hanafi, Hano. Efektivitas dan Efesiensi Alat Pengepres Biji Melinjo Dalam Mendukung Agroindustri di Kawasan Perbukitan Kritis. (Peneliti Pada Instalasi Penelitian dan Pengkajian Teknologi Pertanian (INP2TP)Yogyakarta), Prosiding Temu Ilmiah dan Ekspose Alat dan Mesin Pertanian 1997 p.1-9 -. Darwati, Ireng. Pengaruh Berbagai Zat Pengatur Tumbuh Terhadap Pertumbuhan Setek Melinjo (Gnetum Gnemon L). Pemberitaan Penelitian Tanaman Industri (1992)Vol XVII No. 4, April-Juni p 124-127 -. Sastrowiratmo, Sundoro. Meningkatkan keberhasilan sambung tanam melinjo (Gentum gnemon L.)dengan perlakuan batang bawah dan umur bahan sambung. (Dosen Fakultas Pertanian INSTIPER, Buletin Ilmiah INSTIPER (2000)vol. 7 (no.2)p. 25-31 -. Dian Kurniasari, Ir.Sunaryo, MS , Dr.Ir. Lily Agustina, MS, 2000. STUDI SISTEM BUDIDAYA MELINJO (Gnetum gnemon) DALAM SISTEM AGROFORESTRY DI LAHAN BERKAPUR MALANG SELATAN. The Faculty of Agriculture Brawijaya University -. BUDIANTA, Agustinus. Pengaruh pemberian pupuk daun hyponex hijau dan zat pengatur tumbuh atonik terhadap pertumbuhan bibit melinjo (Gnetum gnemon Linn). Fakultas Pertanian

TNAP