Anda di halaman 1dari 16

MODUL 1 REVIEW 1 STRUKTUR BAJA 1 PROFIL BAJA STANDAR dan METODE DESAIN Secara umum, sistem struktur baja

dapat dibagi atas tiga kategori, yaitu: struktur rangka, struktur angkang!s"#a$ut dan struktur t%$" sus$"ns%!gantung& Struktur rangka' merupakan sistem struktur berbentuk rangka, banyak digunakan dalam sistem struktur bangunan gedung, biasanya terdiri rangka batang, balok dan kolom. Struktur angkang!s"#a$ut' merupakan sistem struktur berbentuk kombinasi rangka dan selaput, banyak digunakan dalam industri tangki, kapal, misalnya: struktur tangki air dan badan kapal. Pada sistem struktur ini biasanya cangkang tersebut berfungsi sebagai pendukung beban, dengan elemen tarik dominan. Struktur t%$" sus$"ns%!gantung' merupakan sistem struktur berbentuk rangka dan tergantung pada kabel tarik sebagai komponen pendukung utama untuk memikul beban, misalnya jembatan gantung. Pada sistem struktur ini biasanya elemen tarik dominan. Adapun yang akan dibahas secara umum adalah berkaitan dengan kategori pertama yakni struktur rangka bangunan gedung, meliputi: rangka batang atap, balok dan kolom, keseluruhannya menggunakan profil baja standar. Didalam modul ini terdapat dua sub topik yang akan dibahas secara berturut-turut dalam setiap kegiatan belajar, yaitu: 1& Pr()%# Ba*a Standar dan +& M"t(d" D"sa%n 1& Pr()%# Ba*a Standar Profil baja merupakan bentuk penampang yang paling banyak digunakan di dalam sistem struktur bangunan gedung dengan menggunakan material baja. Sebagaimana telah dijelaskan di atas, sistem struktur bangunan gedung menggunakan profil baja pada bagian atap yang disebut rangka atap baja dan pada bagian lantai yang disebut balok dan kolom profil baja. Rangka atap baja, meliputi batang yang berfungsi sebagai gording dan elemen-elemen batang pembentuk rangkap batang, yakni, batang-batang ba ah dan atas, batang !ertikal dan diagonal.

/11

Struktur Ba*a II Dr. Ir. Djamal Muhammad Abdat, MT.

Pusat P"ng",-angan Ba.an A*ar Universitas Mercu Buana

"ang menjadi pokok penting adalah bagaimana memilih profil baja yang sesuai dengan suatu sistem struktur rangka, misalnya dalam sistem struktur rangka yang dilengkapi dengan rangka batang atap kuda-kuda bangunan gedung. #entuk dan dimensi profil baja merupakan hal penting yang perlu difahami dalam mendesain sistem struktur rangka. Profil baja apa saja yang akan digunakan untuk gording dan rangka batang atap, untuk balok dan kolom $tiang%. Secara umum jenis-jenis profil baja yang la&im digunakan untuk struktur rangka adalah profil baja standar. Dalam kegiatan belajar pertama ini akan dipelajari lebih dalam lagi mengenai profil baja standar, khususnya: ' Pr()%# -a*a standar J"r,an A,"r%ka Secara umum profil baja standar dikenal dalam empat golongan yaitu: (' Pr()%# -a*a $r(duk Er($a.0Barat' #elgia, )uksemburg, J"r,an, Perancis, dan *ederland. (' Pr()%# -a*a $r(duk Er($a.0T"nga.' Austria, +ongaria, dan ,eko-Slo akia. (' Pr()%# -a*a $r(duk Inggr%s& (' Pr()%# -a*a $r(duk A,"r%ka' A,"r%ka S"r%kat dan -anada. -arena profil-profil baja tersebut diproduksi diberbagai negara, maka akan terjadi perbedaan dalam sistem dimensi.ukuran. /ntuk negara 0ndonesia: biasanya digunakan profil-profil 1erman dan profil-profil Amerika, karena itu pula modul ini hanya menjelaskan $r()%# -a*a standar J"r,an dan A,"r%ka& 1&1 Pr()%# Ba*a Standar J"r,an Profil baja standar 1erman yang akan dijelaskan adalah: ' Profil balok 0 dengan flens sempit dan flens lebar ' #aja kanal ' #aja siku sama kaki dan tidak sama kaki ' #aja 2. Pr()%# Ba#(k D"ngan F#"ns S",$%t dan F#"ns L"-ar dan ' Pr()%# -a*a standar

/11

Struktur Ba*a II Dr. Ir. Djamal Muhammad Abdat, MT.

Pusat P"ng",-angan Ba.an A*ar Universitas Mercu Buana

t h

t h

b
3ambar 4. Profil balok 0 dengan flens sempit ' Pr()%# Ba#(k I F#"ns S",$%t

b
3ambar 5. Profil balok 0 dengan flens lebar

Profil balok 0 dengan flens sempit dinyatakan dengan tanda profil 0 ditambahkan huruf *P dan disertai sebuah bilangan yang menunjukkan tinggi profil dalam cm. 1(nt(.' 0 *P 46 artinya profil balok 0 dengan flens sempit, tinggi profil 466 mm 7 46 cm. #iasanya profil 0 *P ini digunakan untuk balok dan kolom struktur baja dalam ukuran panjang normal dari 8-45 meter. #ila ingin mengetahui ukuran selengkapnya dari profil tersebut, anda dapat melihat 2abel Profil #aja Standar 1erman. Dari tabel profil baja diperoleh ukuran berikut untuk 0 *P 46, yaitu:

t h

d b

Tinggi profil (h) = 100 mm Lebar flens (b) = 50 mm Tebal badan (d) = 4,5 mm Tebal flens (t) = 6,8 mm Lereng pinggir dalam dari flens biasanya 1 !

3ambar 4. Profil balok 0 dengan flens sempit ' Pr()%# Ba#(k I D"ngan F#"ns L"-ar Profil balok 0 dengan flens lebar juga dinyatakan dengan tanda profil 0, ditambahkan dengan huruf yang berbeda-beda yaitu: huruf D09: D0*: D0R atau D0) dan disertai sebuah bilangan yang menunjukkan tinggi profil $cm%, misalnya: 0 D09 56: 0 D0* 56: 0 D0R 56: dan 0 D0) 56. D09 singkatan dari Differdange Economique $ekonomis%, D0* singkatan dari Differdange Normal, D0R singkatan dari Differdange Renforce $diperkuat%, dan D0) singkatan dari Differdange Leger $badan tipis%.

/11

Struktur Ba*a II Dr. Ir. Djamal Muhammad Abdat, MT.

Pusat P"ng",-angan Ba.an A*ar Universitas Mercu Buana

2etapi harus diingat, bah a untuk D09 dan D0R nomor-nomor itu tidak persis sesuai dengan ukuran tingginya profil dalam cm, demikian pula lebar flensnya berlainan ukurannya. /ntuk lebih jelasnya perhatikan 3ambar 5 berikut ini:

t h

b
3ambar 5. Profil 0 dengan flens lebar Supaya lebih cepat mengerti tentang perbedaaan profil 0 D09, 0 D0*, dan 0 D0R, anda dapat mengikuti contoh berikut. ;isalkan 0 D09 46, 0 D0* 46, 0 D0R 46, dan 0 D0) 46. Dari tabel profil baja dapat dilihat ukurannya sebagai berikut: /raian 2inggi profil $h% )ebar flens $b% 2ebal badan $d% 2ebal flens $t%
I DIE 12 3,,4 I DIN 12 3,,4 I DIR 12 3,,4 I DIL 12 3,,4

<8 << = ?

466 466 >,= 44

445 468 46 4@

466 466 = 46

Dari contoh di atas jelas terlihat bah a 0 D09 jauh lebih ekonomis bila dibandingkan dengan 0 D0*, 0 D0R, dan 0 D0). Di dalam struktur rangka biasanya 0 D09, 0 D0*, 0 D0R, dan 0 D0) digunakan untuk balok dan kolom dalam ukuran panjang normal dari 8 A 45 meter. Pr()%# Ba*a kana# Profil baja kanal dinyatakan dengan tanda B ditambahkan dengan huruf *P dan diikuti dengan sebuah bilangan yang menunjukkan tinggi profil dalam cm. ,ontoh: B *P 45 artinya tinggi profil adalah 45 cm. #aja kanal ini dijual dalam panjang normal dari 8-45 meter. #aja kanal ini sering dipakai untuk gording pada struktur rangka. 2etapi banyak juga dipakai untuk kolom yang terdiri atas dua buah profil yang dijadikan satu dengan pelat-pelat kopel.

/11

Struktur Ba*a II Dr. Ir. Djamal Muhammad Abdat, MT.

Pusat P"ng",-angan Ba.an A*ar Universitas Mercu Buana

/ntuk mengetahui ukuran selengkapnya, silahkan dilihat dalam tabel profil baja. /ntuk lebih jelasnya dapat anda lihat 3ambar C berikut.

3ambar C. Profil #aja -anal Ba*a S%ku Sa,a Kak% Dan T%dak Sa,a Kak% Profil ini dinyatakan dengan tanda ) dengan tiga buah bilangan yang menunjukkan tinggi, lebar, dan tebal profil dalam mm. #aja siku ini dijual dalam panjang normal dari C A > meter. #aja siku sama kaki menunjukkan tinggi profil sama dengan lebar profil. Sedangkan baja siku tidak sama kaki tentu tinggi profil tidak sama dengan lebar profil. 1(nt(. Ba*a S%ku Sa,a Kak%' )466.466.46. )466.466.46. artinya tinggi profil 466 mm, lebar profil 466 mm, dan tebal profil 46 mm. 1(nt(. Ba*a S%ku Sa,a Kak%' )466.4=6.46. )466.4=6.46. artinya lebar profil 466 mm, tinggi profil 4=6 dan tebal profil 46 mm. /ntuk lebih jelas anda melihat 3ambar 8. dan 3ambar =. berikut ini:

3ambar 8. #aja Siku Sama -aki

3ambar =. #aja Siku 2idak Sama -aki

Dalam struktur rangka, baja siku ini dipakai untuk menghubungkan elemen-elemnen struktur yang dikeling, dan juga dipakai untuk batang-batang rangka kuda-kuda, yakni untuk batang !ertikal, batang diagonal, dan batang horisontal.

/11

Struktur Ba*a II Dr. Ir. Djamal Muhammad Abdat, MT.

Pusat P"ng",-angan Ba.an A*ar Universitas Mercu Buana

Pr()%# Ba*a T Profil ini dinyatakan dengan tanda 2 dengan sebuah bilangan yang menunjukkan tinggi profil dan lebar profil dalam cm. 1(nt(.' 2 56 artinya tinggi profil 56 cm dan lebar profil 56 cm, sedangkan ukuran tebalnya dapat dilihat di tabel profil baja. Dan profil ini dinamakan baja 2 sama sisi. Sedangkan baja 2 tidak sama sisi adalah b 7 5h, ini artinya lebar profil sama dengan 5 kali tinggi profil $rusuk%. /kuran panjang normal profil ini dari C-45 meter. Profil baja 2 tidak banyak dipakai dalam sistem struktur baja, umumnya dapat dipakai sebagai batang-batang pekerjaan rangka batang kuda-kuda dalam struktur-struktur menggunakan sambungan las. /ntuk lebih jelasnya profil baja 2 dapat anda lihat pada 3ambar >. dan 3ambar @. berikut:

3ambar >. #aja 2 Sama Sisi 1&+ Pr()%# Ba*a Standar A,"r%ka

3ambar @. #aja 2 2idak Sama Sisi

Profil #aja Standar Amerika yang dijelaskan di dalam modul ini adalah: ' W%d" F#ang" S.a$"s ' Stru tura# T""s #erikut ini akan dijelaskan secara berurutan: ' W%d" F#ang" S.a$"s W%d" F#ang" S.a$"s adalah profil balok dengan flens lebar. Dide flange ditemukan oleh +enry 3rey sehingga profil ini sering disebut balok-balok 3rey. Dide Elange Shapes dinyatakan dengan tanda DE dan dengan dua bilangan. 1(nt(.' DE 4? F <> artinya tinggi profil 4? inchi dan berat profil <> lbs.ft. 2etapi ada juga Dide Elange dinyatakan dengan tanda DE dan empat buah bilangan untuk menunjukkan ukuran. 1(nt(.' DE 566 F 566 F ? F 45 artinya tinggi profil 566 mm, lebar flens 566 mm, tebal badan ? mm, dan tebal flens 45 mm.

/11

Struktur Ba*a II Dr. Ir. Djamal Muhammad Abdat, MT.

Pusat P"ng",-angan Ba.an A*ar Universitas Mercu Buana

/ntuk lebih jelasnya perhatikan 3ambar ? berikut ini. Didalam struktrur rangka biasanya profil DE digunakan untuk balok dan kolom.

3ambar ?. Dide Elange Shapes -arena kemajuan teknologi, maka profil DE lebih efisien dan semakin banyak digunakan bila dibandingkan dengan profil D0R, D0*, D09, dan D0). ' Stru tura# T""s Stru tura# T""s adalah baja 2 yang bentuknya mirip dengan baja 2 standar 1erman. Profil 2 struktural dibuat dengan membelah dua profil sayap lebar atau balok 0 DE. Profil 2 struktural dinyatakan dengan tanda G DE ,ontoh: G DE 566 F 566 F ? F 45 artinya tinggi profil 2 struktural 466 mm, lebar flens 566 mm, tinggi badan ? mm, dan tebal flens 45 mm. $,oba bandingkan dengan Dide Elange Shapes DE 566 F 566 F ? F 45 yang di atas, tinggi profil 2 persis dengan profil G DE , bukan H%. /ntuk lebih jelasnya perhatikan 3ambar < berikut dan mengenai ukurannya perhatikan tabel konstruksi baja yang menunjukkan profil ini.

3ambar <. #entuk Penampang Profil 2 -alau baja 2 standar 1erman tidak banyak digunakan dalam sistem struktur baja di 0ndonesia, tetapi profil 2 struktur baja di 0ndonesia sebagai batang pada struktur rangka.

/11

Struktur Ba*a II Dr. Ir. Djamal Muhammad Abdat, MT.

Pusat P"ng",-angan Ba.an A*ar Universitas Mercu Buana

1&5 K"s%,$u#an Profil-profil baja yang digunakan di 0ndonesia adalah profil baja standar 1erman dan profil baja standar Amerika. 2etapi karena kemajuan teknologi selalu menggunakan profil yang lebih efisien, maka penggunaan profil DE semakin digemari, karena lebih efisien bila dibandingkan dengan profil 0 *P, 0 D09, 0 D0R, dan 0 D0), profil 0 *P, 0 D09, 0 D0*, 0 D0R, 0 D0). 0DE biasanya digunakan untuk kolom dan balok pada struktur rangka. #aja kanal B biasanya digunakan untuk gording, tetapi bisa juga digunakan untuk kolom tetapi terdiri dari dua buah profil yang dijadikan satu dengan pelat kopel. Sedangkan baja siku I dan baja 2 biasanya digunakan untuk batang-batang dari pekerjaan rangka batang kuda-kuda.

+& METODE DESAIN STRUKTUR BAJA Perencanaan prinsip-prinsip struktur statika, adalah dinamika, kombinasi mekanika seni dan ilmu dan pengetahuan yang untuk

menggabungkan intuisi para ahli struktur mengenai perilaku struktur dengan pengetahuan bahan, analisis struktur, menghasilkan struktur yang ekonomis dan aman selama masa layannya. ;etode perhitungan yang berdasarkan keilmuan harus menjadi pedoman dalam proses pengambilan keputusan, namun tidak untuk diikuti secara membabi buta. -emampuan intuisi yang dirasionalkan oleh hasil-hasil perhitungan dapat menjadi dasar poses pengambilan keputusan yang baik. Struktur optimum dicirikan sebagai berikut: a. biaya minimum, b. bobot minimum, c. periode konstruksi minimum, d. kebutuhan tenaga kerja minimum, e. biaya manufaktur minimum, f. manfaat maksimum pada saat layan.

-erangka perencanaan struktur adalah proses penentuan jenis struktur dan pendimensian komponen struktur demikian sehingga beban kerja dapat dipikul secara aman, dan perpindahan yang terjadi dapat ditolerir oleh syarat-syarat yang berlaku.

/11

Struktur Ba*a II Dr. Ir. Djamal Muhammad Abdat, MT.

Pusat P"ng",-angan Ba.an A*ar Universitas Mercu Buana

Prosedur perencanaan secara iterasi dilakukan sebagai berikut: 4. Perancangan.penetapan fungsi-fungsi struktur dan kriteria keberhasilan yang optimum. 5. Penetapan konfigurasi struktur preliminari berdasarkan step 4. C. Penetapan beban-beban kerja yang harus dipikul. 8. Pemilihan tipe dan ukuran preliminari komponen struktur berdasarkan step 4, 5, C. =. Analisis struktur untuk menetapkan gaya-gaya-dalam dan perpindahan. >. 9!aluasi perancangan struktur optimum @. Perencanaan ulang dari step 4 s.d >. ?. Perencanaan akhir untuk menguji step 4 s.d @. P",-"-anan B"-an k"r*a pada struktur atau komponen struktur dapat ditetapkan berdasarkan peraturan pembebanan yang berlaku. Pada struktur baja terdapat tiga jenis beban yaitu: -"-an ,at% 3t"ta$4, -"-an .%du$ 3s","ntara4 dan -"-an ta,-a.an& B"-an ,at% 3t"ta$4 adalah beban-beban yang bersifat tetap selama masa layan, antara lain berat sendiri profil baja struktur dan seluruh bahan-bahan bangunan yang lain yang secara tetap akan didukung profil tersebut, misalnya pipa-pipa, saluran-saluran listrik, A,.heater, lampu-lampu, penutup lantai.atap, dan plafon. B"-an .%du$ 3s","ntara4 adalah beban-beban yang berubah besar dan lokasinya selama masa layan, antara lain berat manusia, perabotan, peralatan yang dapat dipindah-pindah, beban-beban lalu lintas kendaraan, dan barang-barang lainnya, termasuk beban dinamis mesin. B"-an ta,-a.an' terdiri dari beban-beban dengan $-"-an g",$a%. B"-an ang%n adalah tekanan-tekanan yang berasal dari gerakan-gerakan angin. aktu pembebanan yang singkat seperti

-"-an ang%n, gaya akibat pengereman kendaraan, gaya akibat goncangan dari gempa bumi

/mumnya perlu diperhitungkan pada luas bidang tangkap angin yang relatif luas pada bangunan dengan beban-beban yang relatif ringan. B"-an g",$a adalah gaya-gaya yang berasal dari gerakan-gerakan tanah

dikombinasi dengan sifat-sifat dinamis struktur. -arena seringkali percepatan horisontal

/11

Struktur Ba*a II Dr. Ir. Djamal Muhammad Abdat, MT.

Pusat P"ng",-angan Ba.an A*ar Universitas Mercu Buana

tanah lebih besar daripada percepatan !ertikal, dan struktur secara umum lebih sensitif terhadap gerakan horisontal daripada gerakan !ertikal, maka pengaruh seringkali lebih menentukan daripada pengaruh gempa !ertikal. Setiap beban yang didukung suatu profil baja akan mengakibatkan tegangan yang berbedabeda pada profil tersebut, karena tergantung dari luas penampang profil tersebut. Dalam kegiatan belajar ini dapat dipelajari lebih dalam tentang metode desain yang berkaitan dengan tegangan yang terjadi pada profil penampang baja. D"sa%n struktur harus memenuhi kr%t"r%a k"kuatan $strength%, k",a,$uan #a6an $serviceability% dan "k(n(,%s $economy%. K"kuatan berkaitan dengan kemampuan umum dan keselamatan struktur pada kondisi pembebanan yang ekstrem. Struktur diharapkan mampu bertahan meskipun terkadang mendapat beban yang berlebihan tanpa mengalami kerusakan dan kondisi yang membahayakan selama aktu pemakaian struktur tersebut. K",a,$uan #a6an mengacu pada fungsi struktur yang sesuai, berhubungan dengan tampilan, stabilitas dan daya tahan, mengatasi pembebanan, defleksi, !ibrasi, deformasi permanen, retakan dan korosi, dan persyaratan-persyaratan desain lainnya. Ek(n(,%s mengutamakan pada keseluruhan persyaratan biaya material, pelaksanaan konstruksi dan tenaga kerja, mulai tahapan perencanaan, pabrikasi, pendirian dan pemeliharaan struktur. S" ara u,u, ada dua )%#(s()% $"r"n anaan yang dipakai de asa ini, yaitu: F%#(s()% $"r"n anaan t"gangan k"r*a0"#ast%s 3working stress design4, elemen struktur harus direncanakan sedemikian rupa hingga tegangan yang terjadi.dihitung akibat beban kerja, atau ser!is, tidak melampaui tegangan i&in yang telah ditetapkan. 2egangan i&in ini ditentukan oleh peraturan bangunan atau spesifikasi untuk mendapatkan faktor keamanan terhadap tercapainya tegangan batas, seperti tegangan leleh minimum atau tegangan tekuk $buckling%. gempa horisontal

/11

10

Struktur Ba*a II Dr. Ir. Djamal Muhammad Abdat, MT.

Pusat P"ng",-angan Ba.an A*ar Universitas Mercu Buana

Setiap beban yang didukung suatu profil baja akan mengakibatkan tegangan yang berbedabeda pada profil tersebut, karena tergantung dari luas penampang profil tersebut. ;asih ingatkah hukum +ookeH. 2egangan adalah besarnya gaya dibagi dengan luas penampang suatu profil baja. Dalam kegiatan belajar ini dapat dipelajari lebih dalam tentang metode desain yang berkaitan dengan tegangan yang terjadi pada profil penampang baja. 2egangan dihitung harus berada dalam batas elastis, yaitu tegangan sebanding dengan regangan. F%#(s()% $"r"n anaan k"adaan -atas 3limit state4 Eilosofi ini adalah metode yang umumnya disebut Jperencanaan kekuatan batasK, Jperencanaan kekuatanK, Jperencanaan plastisK, Jperencanaan faktor bebanK, Jperencanaan batasK dan istilah yang terbaru adalah: LRFD Load and Resistance Factor Design& atau JPerencanaan faktor tahanan dan bebanK. -eadaan batas adalah istilah umum yang berarti Jsuatu keadaan pada struktur bangunan di mana bangunan tersebut tidak dapat memenuhi fungsi yang telah direncanakanK. -eadaan batas dapat dibagi atas dua kategori: kekuatan dan kemampuan layan 4% -eadaan batas kekuatan $strength%, dan 5% -emampuan layan $serviceability%. -eadaan batas kekuatan $atau keamanan% adalah kekuatan daktilitas maksimum $biasa disebut kekuatan plastis%, tekuk, lelah $fatigue%, pecah $fracture%, guling, dan geser. -eadaan batas kemampuan layan berhubungan dengan penghunian bangunan, seperti lendutan, getaran, deformasi permanen, dan retak. Dalam perencanaan keadaan batas, keadaan batas kekuatan atau batas yang berhubungan dengan keamanan dicegah dengan mengalikan suatu faktor pada pembebanan. #erbeda dengan perencanaan tegangan kerja yang meninjau keadaan pada beban kerja, peninjauan pada perencanaan keadaan batas ditujukan pada raga, k"runtu.an $fail re mode% atau keadaan batas dengan membandingkan keamanan pada kondisi keadaan batas.

/11

11

Struktur Ba*a II Dr. Ir. Djamal Muhammad Abdat, MT.

Pusat P"ng",-angan Ba.an A*ar Universitas Mercu Buana

+&1 M"t(d" T"gangan I7%n atau ASD 3!llowa"le #tress Design$ ;etode ASD $Allowable Stress Design) merupakan metode kon!ensional dalam perencanaan sistem struktur. ;etode ini menggunakan beban ser!is sebagai beban yang harus dapat ditahan oleh material penampang elemen struktur. Agar struktur aman maka harus direncanakan bentuk dan kekuatan bahan yang mampu menahan beban tersebut. 2egangan maksimum yang dii&inkan terjadi pada suatu struktur saat beban ser!is bekerja harus lebih kecil atau sama dengan tegangan leleh $ %. % maka

/ntuk memastikan bah a tegangan yang terjadi tidak melebihi tegangan leleh $ diberikan faktor keamanan terhadap tegangan i&in yang boleh terjadi.

7 tegangan yang terjadi $;Pa%. 7 tegangan i&in $;Pa%. 7tegangan leleh baja $;Pa%. 7 safety factor $faktor keamanan% #esaran faktor keamanan yang diberikan umumnya sama dengan 4,=, sehingga boleh dipastikan bah a tegangan maksimum yang dii&inkan terjadi adalah 5.C akan terletak pada daerah elastis. yang berarti juga

/11

12

Struktur Ba*a II Dr. Ir. Djamal Muhammad Abdat, MT.

Pusat P"ng",-angan Ba.an A*ar Universitas Mercu Buana

$aerah %lastis Tegangan i)in

Titi( Leleh

&atas 'roporsional

"
Perencanaan memakai ASD akan memberikan penampang yang lebih kon!ensional. ' T"gangan %7%n untuk -"-an t"ta$ 2egangan normal yang dii&inkan sama dengan tegangan dasar: 2egangan geser yang dii&inkan sama dengan 6,=? kali tegangan dasar: ' T"gangan %7%n untuk -"-an s","ntara 2egangan dasar i&in: atau tegangan normal i&in :

/ntuk elemen baja yang mengalami kombinasi tegangan normal dan tegangan geser, maka tegangan idiil yang terjadi tidak boleh melebihi tegangan dasar #esarnya tegangan idiil digunakan rumus % "er %enk&: +arga 2egangan dasar baja tergantung dari jenis baja, misalnya: #j C8 $EeC46%, #j C@ $Ee C>6%, #j 88 $Ee 8C6%, dan #aja =5 $Ee =46%. /ntuk lebih jelasnya dapat dilihat dalam 2abel 4 mengenai harga tegangan dasar saja. Ta-"# 1& 8arga T"gangan Dasar ;acam #aja 2egangan )eleh -g.cm5 5466 5866 5=66 5?66 5<66 C>66 ;Pa 546 586 5=6 5?6 5<6 C>6 2egangan Dasar -g.cm5 4866 4>66 4>>> 4?>@ 4<CC 5886 ;Pa 486 4>6 4>>,> 4?>,@ 4<C,C 588 .

#j C8 #j C@ #j 84 #j 88 #j =6 #j =5

/11

13

Struktur Ba*a II Dr. Ir. Djamal Muhammad Abdat, MT.

Pusat P"ng",-angan Ba.an A*ar Universitas Mercu Buana

-eterangan: +arga-harga yang tercantum diatas adalah untuk elemen-elemen yang tebalnya 9 86 mm. /ntuk elemen-elemen yang tebalnya $t% lebih dari 86 mm, tetapi kurang dari 466 mm $86 mm L t L 466 mm%, harga-harga diatas harus dikurangi 46M. /ntuk memberikan pemahaman yang lebih jelas, silahkan anda ikuti contoh berikut ini. 1(nt(. 1' Diketahui suatu elemen baja yang terbuat dari jenis baja #j C@. Ditanya: berapakah tegangan normal i&in $ % untuk beban tetapH . 74>66 kg.cm5.

1a ab: /ntuk beban tetap, tegangan normal i&in adalah )ihat tabel 4 untuk #j C@ tegangan dasarnya

7 4>66 kg.cm5, maka

1(nt(. +' Diketahui suatu elemen baja yang terbuat dari jenis #aja #j C@. Ditanya: berapakah tegangan normal i&in $ % untuk beban sementaraH

1a ab: /ntuk beban sementara, tegangan normal i&in adalah: )ihat tabel 4 untuk baja #j C@ 2egangan dasarnya $ % 7 4>66 -g.cm5, maka 7 4,CF4>66 kg.cm5 7 56?6 kg.cm5 1(nt(. 5' Diketahui suatu elemen baja yang terbuat dari jenis baja #j C@ yang tebalnya =6 mm. Ditanya: berapakah harga tegangan dasarH 1a ab: /ntuk elemen baja yang tebalnya lebih dari 86 mm dan kurang dari 466 mm, maka tegangan dasarnya dikurangi 46M. Dari tabel 4 diketahui untuk #j C@ tegangan dasar /ntuk #j tegangan dasar 7 4>66 kg.cm5 7 4>66 kg.cm5.

;aka #j C@ $t7=6 mm% 7 4>66 kg.cm5 A 46M $4>66% 7 4>66 kg.cm5 A 4>6 kg.cm57 4886 kg.cm5 K"s%,$u#an untuk M"t(d" T"gangan I7%n Di dalam perencanaan struktur baja, tegangan yang timbul tidak boleh melebihi tegangan i&in dari setiap elemen baja yang digunakan, karena tegangan i&in tersebut berkaitan dengan

/11

14

Struktur Ba*a II Dr. Ir. Djamal Muhammad Abdat, MT.

Pusat P"ng",-angan Ba.an A*ar Universitas Mercu Buana

regangan dari suatu jenis baja. ;akanya untuk baja bangunan hendaknya dipakai konstanta modulus elastisitas $9%7 5.466.666 kg.cm5. 2egangan i&in dari bahan baja juga dipengaruhi jenis pembebanan yaitu beban tetap dan beban sementara. /ntuk pembebanan sementara tegangan dasarnya dinaikkan sebesar C6M. +arga-harga tegangan dasar yang tercantum didalam 2abel 4 tersebut diatas adalah untuk elemen-elemen yang tebalnya kurang dari 86 mm, sedangkan untuk elemen-elemen yang tebalnya lebih dari 86 mm, tetapi kurang dari 466 mm, maka harga-harga tersebut harus dikurangi 46M. +&+ M"t(d" LRFD atau Load and Resistance Factor Design ;etode )RED $Load and Resistance actor Design % lebih mementingkan perilaku bahan atau penampang pada saat terjadinya keruntuhan. Seperti diketahui bah a suatu bahan $khususnya baja% tidak akan segera runtuh ketika tegangan yang terjadi melebihi tegangan leleh $ bahan tersebut. %, namun akan terjadi regangan plastis pada

&atas 'roposional

*e(+atan &atas *er+nt+han

Apabila tegangan yang tejadi sudah sangat besar maka akan terjadi strain hardening yang mengakibatkan terjadinya peningkatan tegangan sampai ke tegangan runtuh.tegangan ultimate $ %. Pada saat tegangan ultimate dilampaui maka akan terjadi keruntuhan bahan.

/11

15

Struktur Ba*a II Dr. Ir. Djamal Muhammad Abdat, MT.

Pusat P"ng",-angan Ba.an A*ar Universitas Mercu Buana

;etode )RED umumnya menggunakan perhitungan dengan menggunakan tegangan ultimate $ % menjadi tegangan i&in, namun tidak semua perhitungan metode )RED menggunakan tegangan ultimate $ %, ada juga perhitungan yang menggunakan tegangan leleh $ %, terutama

pada saat menghitung deformasi struktur yang mengakibatkan ketidakstabilan struktur tersebut. ;etode )RED menggunakan beban terfaktor sebagai beban maksimum pada saat terjadi keruntuhan. #eban ser!is akan dikalikan dengan faktor amplikasi yang tentunya lebih besar dari 4 dan selanjutnya akan menjadi beban terfaktor. Selain itu kekuatan nominal $kekuatan yang dapat ditahan bahan% akan diberikan faktor resistensi juga sebagai faktor reduksi akibat dari ketidak sempurnanya pelaksanaan di lapangan.pabrik.

7Eaktor resistansi $Eaktor reduksi kekuatan% atau faktor tahanan 7 -uat nominal material penampang $k*% 7 Eaktor beban $load factor% 7 #eban ser!is $layan% $k*% #esaran faktor resistansi berbedaAbeda untuk setiap perhitungan kekuatan yang ditinjau, misalnya: untuk kekuatan tarik digunakan faktor reduksi 6,< dan untuk kekuatan tekan digunakan faktor reduksi 6,@=. Dapat dilihat bah a untuk penampang yang sama hasil kekuatan nominal yang akan didapat dari metode )RED akan lebih tinggi dari metode ASD. 777777777777777777777777777777777777777777777777777777777777777777777777

/11

16

Struktur Ba*a II Dr. Ir. Djamal Muhammad Abdat, MT.

Pusat P"ng",-angan Ba.an A*ar Universitas Mercu Buana