Anda di halaman 1dari 6

Hukum Kirchoff I

03:58 alljabbar Komentar (3) Di pertengahan abad 19 Gustav obert Kir!ho"" (18#$ % 188&) menemu'an !ara untu' menentu'an arus listri' pada rang'aian ber!abang (ang 'emudian di 'enal dengan )u'um Kir!ho""* )u'um ini berbun(i + ,umlah 'uat arus (ang masu' dalam titi' per!abangan sama dengan jumlah 'uat arus (ang 'eluar dari titi' per!abangan-* .ang 'emudian di 'enal sebagai hukum Kirchoff I* /e!ara matematis din(ata'an :

0ila digambar'an dalam bentu' rang'aian ber!abang ma'a a'an diperoleh sebagai beri'ut:

Latihan Soal 1erhati'an gambar beri'ut2 )itunglah besar 332

Hukum Kirchoff 2
05:0# alljabbar Komentar (8) Hukum Kirchoff secara keseluruhan ada 2, dalam sub ini akan dibahas tentang hukum kirchoff 2. Hukum Kirchoff 2 dipakai untuk menentukan kuat arus yang mengalir pada rangkaian bercabang dalam keadaan tertutup (saklar dalam keadaan tertutup). Perhatikan gambar berikut!

Hukum Kirchoff 2 berbunyi : Dalam rangkaian tertutup, Jumlah aljabbar GGL (E) dan jumlah penurunan potensial sama dengan nol" . !aksud dari "umlah penurunan potensial sama dengan nol adalah tidak ada energi listrik yang hilang dalam rangkaian tersebut, atau dalam arti semua energi listrik bisa digunakan atau diserap. #ari gambar diatas kuat arus yang mengalir dapat ditentukan dengan menggunakan beberapa aturan sebagai berikut :

$entukan arah putaran arusnya untuk masing%masing loop. &rus yang searah dengan arah perumpamaan dianggap positif. &rus yang mengalir dari kutub negatif ke kutup positif di dalam elemen dianggap positif. Pada loop dari satu titik cabang ke titik cabang berikutnya kuat arusnya sama. 'ika hasil perhitungan kuat arus positif maka arah perumpamaannya benar, bila negatif berarti arah arus berla(anan dengan arah pada perumpamaan.

Latihan soal : !asih dari gambar di atas bila diketahui : )* + *, - dan r* + ,,2 ohm )2 + *2 - dan r2 + ,,2. ohm /* + ,,0 ohm /2 + *,. ohm

/0 + ,,. ohm maka tentukan besar dan arah kuat arus yang mengalir melalui tiap cabang (tentukanah 1*, 12 dan 10) Kirim 'e teman
HUKUM KIRCHOFF I : jumlah arus menuju suatu titik cabang sama dengan jumlah arus yang meninggalkannya.

Iin = Iout HUKUM KIRCHOFF II : dalam rangkaian tertutup, jumlah aljabar GGL () dan jumlah penurunan potensial sama dengan nol.

= IR = 0 ALAT UKUR LISTRIK TERDIRI DARI 1 !EM"ATA# $HEATSTO#E digunakan untuk mengukur nilai suatu hambatan dengan cara mengusahakan arus yang mengalir pada galvanometer = nol (karena potensial di ujung-ujung galvanometer sama besar). Jadi berlaku rumus perkalian silang hambatan : R1 R% = R& R'

& AM(ERMETER

untuk memperbesar batas ukur ampermeter dapat digunakan )am*atan S)unt ( s) yang dipasang sejajar!paralel pada suatu rangkaian. Rs = +d 1,-n.1/ n " pembesaran pengukuran

% 0OLTMETER

untuk memperbesar batas ukur voltmeter dapat digunakan )am*atan mu1ti21ie+ ( -) yang dipasang seri pada suatu rangkaian. #alam hal ini . harus dipasang di depan voltmeter dipandang dari datangnya arus listrik.
m

" (n-$) rd

n " pembesaran pengukuran TE3A#3A# !E(IT -0 */ : adalah beda potensial antara kutub-kutub sumber atau antara dua titik yang diukur. $. %ila batere mengalirkan arus maka tegangan jepitnya adalah:

0a* = . I +d

&. %ila batere menerima arus maka tegangan jepitnya adalah:

0a* = 4 I +d

'. %ila batere tidak mengalirkan atau tidak menerima arus maka tegangan jepitnya adalah .

0a* =

#alam menyelesaian soal rangkaian listrik, perlu diperhatikan : $. (ambatan R yang dialiri arus listrik. (ambatan dilalui arus listrik. diabaikan jika tidak

&. (ambatan umumnya tetap, sehingga lebih cepat menggunakan rumus yang berhubungan dengan hambatan tersebut. '. umus yang sering digunakan: hukum )hm, hukum *ircho++, si+at rangkaian, energi dan daya listrik.

Contoh 1 : ,ntuk rangkaian seperti pada gambar, bila saklar -$ dan -& ditutup maka hitunglah penunjukkan jarum voltmeter . Jawab : *arena saklar -$ dan -& ditutup maka $ p " $ / $ & ' 1,
&,

dan

3 dilalui arus listrik, sehingga :

& ' " & 2/ 1 0"1 "1( 1/ p"

p)

1 " &2!('/&) " 2.3 4 0oltmeter mengukur tegangan di 0 = I& R& = I% R% = I R2 0 = I R2 = 056 0 Contoh 2: 5ada lampu 4 dan % masing-masing tertulis $66 7att, $66 volt. 8ula-mula lampu 4 den % dihubungkan seri dan dipasang pada tegangan $66 volt, kemudian kedua lampu dihubungkan paralel dan dipasang pada tegangan $66 volt. 9entukan perbandingan daya yang dipakai pada hubungan paralel terhadap seri . 2 di 3, dan di gabungkan 2 !! 3, jadi :

(ambatan lampu dapat dihitung dari data yang tertulis dilampu : 4 " % " 0:!5 " $66:!$66 " $66 ,ntuk lampu seri : - " 4 / % " &66 ,ntuk lampu paralel : p " 4 ; % " <6 4/ %

*arena tegangan yang terpasang pada masing-masing rangkaian sama maka gunakan rumus : 5 " 0:! Jadi perbandingan daya paralel terhadap seri adalah : 5p " 0: : 0: " s " 2 5s p s p $ Contoh 3: #ua buah batere ujung-ujungnya yang sejenis dihubungkan, sehingga membentuik hubungan paralel. 8asing-masing batere memiliki GGL $,< 0= 6,' ohm dan $ 0= 6,' ohm.(itunglah tegangan bersama kedua batere tersebut . Jawab : 9entakan arah loop dan arah arus listrik (lihat gambar), dan terapkan hukum *ircho++ 11,

/ 1 " 6 $ / & " 1 (r$ / r&) 1 " ($,< - $) " < 4 6,' / 6,' >

9egangan bersama kedua batere adalah tegangan jepit a - b, jadi : 0ab " $ - 1 r$ " $,< - 6,' $" & / 1 Contoh 4: -ebuah sumber dengan ggl " ? den hambatan dalam r dihubungkan ke sebuah potensiometer yang hambatannya . %uktikan bah7a daya disipasi pada potensiometer mencapai maksimum jika " r. Jawab : #ari (ukum )hm : 1 " 0! " /r " ( /r): :
& <!>

" $,&< 0

" $ / 6,'

<!>

" $,&< 0

#aya disipasi pada

: 5 " 1:

4gar 5 maks maka turunan pertama dari 5 harus nol: d5!d Jadi : ( /r): - ?: .&( /r) " 6 ( /r)2 : ( /r): " : & ( /r) / r " & " r (terbukti)

" 6 (di+erensial parsial)