Anda di halaman 1dari 9

TUGAS MATERNITAS KELAINAN KONGENITAL THT (LARINGOMALASIA)

Dosen Pembimbing : Leny indriyo !"i N!m! Anggo"! Ke#om$o% &' Ab( mo)')!m!m *' Adi"y! r!)m!n +' Ag(s riy!n"o ,' A)m!d m(%#is -' Anis! rom!doni

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN HUTAMA AD.I HUSADA TULUNGAGUNG TAHUN A/ARAN *0&01*0&&

KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Tuhan yang telah menolong hamba-Nya menyelesaikan makalah ini dengan penuh kemudahan. Tanpa pertolongan Dia mungkin penyusun tidak bisa menyelesaikannya dengan baik. Makalah ini disusun agar pembaca dapat mengerti tentang 2%ode e"i% %e$er! !"!n yang kami sajikan berdasarkan pengamatan dari berbagai sumber. Makalah ini disusun oleh penyusun dengan berbagai rintangan. Baik itu datang dari dalam diri penyusun maupun dari luar. Namun dengan penuh kesabaran dan terutama pertolongan dari Tuhan akhirnya makalah ini dapat terselesaikan. Penyusun juga mengucapkan terima kasih kepada dosen mata kuliah yang telah membimbing penyusun agar dapat mengerti tentang bagaimana cara kami menyusun makalah ini. Semoga makalah ini dapat memberikan a asan yang lebih luas kepada

pembaca. !alaupun makalah ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Penyusun mohon saran dan kritiknya. Terima kasih.

"#$%&N%N "'N(#N&T%$ T)T *$%+&N('M%$%S&%,


Laringomalasia atau laring flaksid kongenital merupakan penyebab tersering dari kelainan laring kongenital, berupa stridor inspiratoris kronik pada anak. Keadaan ini merupakan akibat dari flaksiditas dan inkoordinasi kartilago supraglotik dan mukosa aritenoid, plika ariepiglotik dan epiglotis. Biasanya, pasien dengan keadaan ini menunjukkan gejala pada saat baru dilahirkan, dan setelah beberapa minggu pertama kehidupan secara bertahap berkembang stridor inspiratoris dengan nada tinggi dan kadang kesulitan dalam pemberian makanan. Laringomalasia merupakan penyakit yang dapat sembuh sendiri, yang mula-mula terjadi segera setelah kelahiran, dan memberat pada bulan keenam, serta membaik pada umur 12-18 bulan. erkadang kelainan kongenital ini dapat menjadi cukup berat sehingga membutuhan penanganan bedah. !enyebab pasti laringomalasia masih belum diketahui. !enegakan diagnosis didapatkan melalui pemeriksaan menggunakan endoskopi fleksibel selama respirasi spontan.
ETIOLOGI

Kelainan kongenital laring pada laringomalasia kemungkinan merupakan akibat dari kelainan genetik atau kelainan embriologik. "alaupun dapat terlihat pada saat kelahiran, beberapa kelainan baru nampak secara klinis setelah beberapa bulan atau tahun. #ua teori besar mengenai penyebab kelainan ini adalah bah$a kartilago imatur kekurangan struktur kaku dari kartilago matur, sedangkan yang kedua mengajukan teori iner%asi saraf imatur yang menyebabkan hipotoni. &indrom ini banyak terjadi pada golongan sosio ekonomi rendah, sehingga kekurangan gi'i mungkin merupakan salah satu faktor etiologinya.

PATOFISIOLOGI

Laringomalasia dapat terjadi di epiglotis, kartilago aritenoid, maupun pada keduanya. (ika mengenai epiglotis, biasanya terjadi elongasi dan bagian dindingnya terlipat. )piglotis yang bersilangan membentuk omega, dan lesi ini dikenal sebagai epiglotis omega *omega-shaped epiglottis). (ika mengenai kartilago aritenoid, tampak terjadi pembesaran. !ada kedua kasus, kartilago tampak terkulai dan pada pemeriksaan endoskopi tampak terjadi prolaps di atas laring selama inspirasi. +bstruksi inspiratoris ini menyebabkan stridor inspiratoris, yang terdengar sebagai suara dengan nada yang tinggi. ,atriks tulang ra$an terdiri atas dua fase, yaitu fase cair dan fase padat dari jaringan fibrosa dan proteoglikan yang dibentuk dari rangkaian mukopolisakarida. !enelitian terhadap perkembangan tulang ra$an laring menunjukkan perubahan yang pematangan. konsisten pada isi proteoglikan dengan ulang ra$an orang ulang ra$an neonatus terdiri dari kondroitin---sulfat dengan

sedikit kondroitin-.-sulfat dan hampir tanpa keratin sulfat.

de$asa sebagian besar terdiri dari keratin sulfat dan kondroitin-.-sulfat. #engan bertambahnya pematangan, matriks tulang ra$an bertambah, akan menjadi kurang air, lebih fibrosis dan kaku. Bentuk omega dari epiglotis yang berlebihan, plika ariepiglotik yang besar, dan perlunakan jaringan yang hebat mungkin ada dalam berbagai tahap pada masing-masing kasus. &upraglotis yang terdiri dari epiglotis, plika ariepiglotis dan kartilago aritenoid ditemukan mengalami prolaps ke dalam jalan napas selama inspirasi. Laringomalasia umumnya dikategorikan ke dalam tiga tipe besar berdasarkan bagian anatomis supraglotis yang mengalami prolaps $alaupun kombinasi apapun dapat terjadi. ipe pertama melibatkan prolapsnya epiglotis di atas glotis. /ang kedua melipatnya tepi lateral epiglotis di atas dirinya sendiri, dan yang ketiga prolapsnya mukosa aritenoid yang berlebihan ke dalam jalan napas selama periode inspirasi. Laringomalasia merupakan penyebab tersering dari stridor inspiratoris kronik pada bayi. Bayi dengan laringomalasia memiliki insidens untuk terkena refluks gastroesophageal, diperkirakan sebagai akibat dari tekanan intratorakal

yang lebih negatif yang dibutuhkan untuk mengatasi obstruksi inspiratoris. #engan demikian, anak-anak dengan masalah refluks seperti ini dapat memiliki perubahan patologis yang sama dengan laringomalasia, terutama pada pembesaran dan pembengkakan dari kartilago aritenoid.

GAMBARAN KLINIS

iga gejala yang terjadi pada berbagai tingkat dan kombinasi pada anak dengan kelainan laring kongenital adalah obstruksi jalan napas, tangis abnormal yang dapat berupa tangis tanpa suara *muffle0 atau disertai stridor inspiratoris serta kesulitan menelan yang merupakan akibat dari anomali laring yang dapat menekan esofagus. Bayi dengan laringomalasia biasanya tidak memiliki kelainan pernapasan pada saat baru dilahirkan. &tridor inspiratoris biasanya baru tampak beberapa hari atau minggu dan a$alnya ringan, tapi semakin lama menjadi lebih jelas dan mencapai puncaknya pada usia . 1 2 bulan. !erbaikan spontan kemudian terjadi dan gejala-gejala biasanya hilang sepenuhnya pada usia 18 bulan atau dua tahun, $alaupun dilaporkan adanya kasus yang persisten di atas lima tahun. &tridor tidak terus-menerus ada3 namun lebih bersifat intermiten dan memiliki intensitas yang ber%ariasi. 4mumnya, gejala menjadi lebih berat pada saat tidur dan beberapa %ariasi posisi dapat terjadi3 stridor lebih keras pada saat pasien dalam posisi supinasi dan berkurang pada saat dalam posisi pronasi. Baik proses menelan maupun akti%itas fisik dapat memperkeras stridor.

DIAGNOSIS

#ari anamnesis dapat kita temukan, - 5i$ayat stridor inspiratoris diketahui mulai 2 bulan a$al kehidupan. &uara biasa muncul pada minggu --. a$al.

- &tridor berupa tipe inspiratoris dan terdengar seperti kongesti nasal, yang biasanya membingungkan. 6amun demikian stridornya persisten dan tidak terdapat sekret nasal. - &tridor bertambah jika bayi dalam posisi terlentang, ketika menangis, ketika terjadi infeksi saluran nafas bagian atas, dan pada beberapa kasus, selama dan setelah makan. - angisan bayi biasanya normal - Biasanya tidak terdapat intoleransi ketika diberi makanan, namun bayi kadang tersedak atau batuk ketika diberi makan jika ada refluks pada bayi. - Bayi gembira dan tidak menderita. !ada pemeriksaan fisis ditemukan, - !ada pemeriksaan bayi terlihat gembira dan berinteraksi secara $ajar. - #apat terlihat takipneu ringan - anda-tanda %ital normal, saturasi oksigen juga normal - Biasanya terdengar aliran udara nasal, suara ini meningkat jika posisi bayi terlentang - angisan bayi biasanya normal, penting untuk mendengar tangisan bayi selama pemeriksaan - &tridor murni berupa inspiratoris. &uara terdengar lebih jelas di sekitar angulus sternalis #iagnosis ditegakkan berdasarkan pemeriksaan laring dengan

menggunakan serat fiber fleksibel selama periode pernapasan spontan. !enemuan endoskopik yang paling sering adalah kolapsnya plika ariepiglotik dan kartilago kuneiform ke sebelah dalam. Laringoskopi langsung merupakan cara yang terbaik untuk memastikan diagnosis. Bilah laringoskop dimasukkan ke %alekula dengan tekanan yang minimal pada epiglotis untuk menegakkan diagnosis. !ada inspirasi, struktur sekitar %estibulum, terutama plika ariepiglotik, epiglotis, dan kartilago aritenoid akan tampak turun ke saluran nafas, disertai

stridor yang sinkron. 7isualisasi langsung memperlihatkan epiglotis berbentuk omega selama inspirasi.

DIAGNOSIS BANDING

Laringomalasia didiagnosis banding dengan penyebab stridor inspiratoris lain pada anak-anak. 8ntara lain yaitu, hemangioma supraglotik, massa atau adanya jaringan intraluminal seperti laryngeal web dan kista laring, kelainan akibat trauma seperti edema dan stenosis supraglotik, maupun kelainan pada pita suara.

PENATALAKSANAAN

!ada lebih dari 229 kasus, satu-satunya pengobatan yang dibutuhkan adalah $aktu. Lesi sembuh secara berkala, dan stridor rata-rata hilang setelah dua tahun. &tridor mulanya meningkat pada . bulan pertama, seiring bertambahnya aliran udara pernafasan bersama dengan bertambahnya umur. !ada beberapa kasus, stridor dapat menetap hingga de$asa. #alam hal ini, stridor baru muncul setelah beraktifitas berat atau terkena infeksi. (ika bayi mengeluarkan stridor yang lebih keras dan mengganggu tidur, hal ini dapat diatasi dengan menghindari tempat tidur, bantal atau selimut yang terlalu lembut, sehingga akan memperbaiki posisi bayi sehingga dapat mengurangi bunyi. (ika terjadi hipoksemia berat pada bayi *ditandai dengan saturasi oksigen :2;90 maka sebaiknya diberikan tambahan oksigen. dibutuhkan untuk kelainan ini. &ebagian besar anak dengan kelainan ini dapat ditangani secara konser%atif. (arang terjadi dimana seorang anak memiliki kelainan yang signifikan sehingga memerlukan operasi. kasus yang lebih ringan. rakeotomi merupakan prosedur pilihan untuk laringomalasia berat. &upraglotoplasti dapat dilakukan pada kasusidak ada obat-obatan yang

PROGNOSIS

!rognosis laringomalasia umumnya baik. Biasanya bersifat jinak, dan dapat sembuh sendiri, dan tidak berpengaruh pada tumbuh kembang anak. !ada sebagian besar pasien, gejala menghilang pada usia dua tahun, sebagian lain pada usia satu tahun. !ada beberapa kasus, $alaupun tanda dan gejala menghilang, kelainan tetap ada. !ada keadaan seperti ini, biasanya stridor akan muncul saat beraktifitas ketika de$asa.

DAFTAR PUSTAKA

1. 8dams <L, Boies L5, =igler !8. Boies Buku Ajar THT. !enerbit buku kedokteran )<>.(akarta. 122?. 2. Bailey B(, >alhoun K=. Head and Neck Surgery tolaringology! "olume one! #nd $dition% Lippincott 1 5a%en !ublishers. !hiladelphia, 4&8. -. Ballenger ... Penyakit Telinga/ )idung/ Tenggorok/ "epala dan $eher/ .ilid Satu/ #disi 0-. Binarupa %ksara. .akarta. 0112