Anda di halaman 1dari 22

KINGDOM FUNGI

Badan Buah

Hifa

Sel Penghasil Spora

Miselium

Pada umumnya jamur dibagi menjadi 2 yaitu: khamir (Yeast) dan kapang (Mold)
1). Khamir Murni Dapat berkembang biak dengan cara seksual dengan pembentukan askospora. Khamir ini diklasifikasikan sebagai Ascomycetes (Saccharomyces cerevisae, Saccharomyces carlbergesis, Hansenula anomala, Nadsonia sp). 2).Khamir Liar Khamir murni yang biasanya terdapat pada kulitanggur. Khamir ini mungkin digunakan dalam proses fermentasi, meskipun galur yang diperbaiki telah dikembangkan yang menghasilkan anggur dengan rasa yang lebih enak dengan bau yang lebih menyenangkan. Khamir liar yang ada dikulit anggur dimatikan dengan penambahan dioksida belerang pada buah anggur yang telah dihancurkan. Inokulum galur khamir yang dikehendaki ditambahkan kemudian untuk memfermentasi air perasan anggur.

3). Khamir Atas Khamir murni yang cenderung memproduksi gas sangat cepat sewaktu fermentasi,sehingga khamir itu dibawa kepermukaan. Khamir atas mencakup khamir yang digunakan dalam pembuatan roti,untuk kebanyakan anggur minuman dan bir inggris (Saccharomyces cereviceae). 4). Khamir Dasar khamir murni yang memproduksi gas secara lebih lamban pada bagian awal fermentasi. Jadi sel khamir cenderung untuk menetap pada dasar. Galur terpilih digunakan dalam industri bir lager (Saccharomyces carlsbergensis). 5). Khamir Palsu atau Torulae khamir yang didalamnya tidak terdapat atau dikenal tahap pembentukan spora seksual. Banyak diantaranya yang penting dari segi medis (Cryptococcus neoformans, Pityrosporum ovale, Candida albicans).

Kapang
Kapang lendir merupakan sekumpulan mikroorganisme yang heterogen. Pada kapang lendir terdapar ciri-ciri hewan dan tumbuhan. Fase vegetatif atau somatic yang aselular dan merayap jelas mempunyai struktur dan fisiologi seperti binatang, struktur reproduktifnya seperti tumbuhan,yaitu menghasilkan spora yang terbungkus dinding yang nyata. Ada 4 tipe kapang lendir yang berbeda dalam struktur dan fisiologi serta masing-masing mempunyai daur hidup yang khas yaitu: 1. kapang lendir sejati (Myxomycetes), 2. kapang lendir endoparasit (Plasmodiophoromycetes) 3. kapang lendir jaring (Labyrinthulales) 4. kapang lendir selular (Acraciales).

Fungi dibagi menjadi 4 Kingdom:


1. Zygomicotina Heterotrof saprofit Tubuh disusun oleh hifa dan miselium. Hifa tidak bersekat. Spora dihasilkan oleh sporangium.

Reproduksi menghasilkan spora dilakukan melalui 2 cara: 1. Aseksual : dengan spora. 2. Seksual : dengan konjugasi hifa (+) dengan hifa (-) akan menghasilkan zigospora yang nantinya akan tumbuh menjadi individu baru. Zigospora adalah spora besar berdinding besar yang terbentuk apabila ujung-ujung dua hifa yang secara seksual serasi,disebut juga gametangia,pada beberapa cendawan melebur. Contohnya : Jamur tempe / Rhizopus orizae.

Siklus Hidup Jamur Rhizopus


1 2

Melakukan Konjugasi

Hasil konjugasi menghasilkan


Zigospora

Key Haploid (n) Heterokaryotic (n + n)

Zigospora tumbuh menjadi Zigospora dewasa

KONJUGASI Hifa (+) Hifa ()

Rhizopus
8

Spora berkecambah menjadi hifa REPRODUCTION SEKSUAL

Sporangium

Sporangium memancarkan spora.

Zygosporangium Dewasa

REPRODUKSI ASEKSUAL Penyebaran Spora


50 m

MEIOSIS

Hifa
5

Tumbuh dan berkecambah Membentuk sporangium seksual

2. Ascomicotina
Heterotrof saprofit Ada yang uniseluler (mis : Saccharomyces) dan multiseluler. Tubuh disusun oleh hifa dan miselium, dan ada yang memiliki tubuh buah. Hifa bersekat. Reproduksi menghasilkan spora dilakukan melalui 2 cara : 1. Aseksual : pada jamur uniseluler membentuk tunastunas, spora dihasilkan oleh konidiospora. pada yang multiseluler membentuk spora dari konidia. 2. Seksual: Membentuk askus yang menghasilkan askospora.
Contohnya : Jamur oncom / Neurospora crassa.

Anggota Jamur Ascomicotina.

(a) Ascomicotina dengan tubuh buah of Aleuria aurantia. (b) Tubuh buah Morchella esculenta, biasanya tumbuh dekat dengan anggrek.
10 m

(c) Tuber melanosporum

(d) Neurospora crassa atau jamur oncom (SEM).

Siklus Hidup Jamur Ascomicotina


Contohnya : Neurospora
Hifa (-) Key Haploid (1n) Heterokaryotic (1n + 1n) Diploid (2n)

Reproduksi Aseksual Hifa (+)

Konjugasi

Sel Ascus

Inti melebur Reproduksi Seksual

Meiosis Sel Ascus menghasilkan spora

3. Basidiomicotina.
Heterotrof saprofit, multiseluler. Tubuh disusun oleh hifa dan miselium dan tubuh buah. Hifa bersekat. Reproduksi menghasilkan spora dilakukan melalui 2 cara: 1. Aseksual : Konidia. Konidium yang kecil dan bersel satu disebut mikrokonidium. Konidium yang besar lagi bersel banyak dinamakan makrokonidium. Konidium dibentuk diujung atau disisi suatu hifa. 2. Seksual : Spora bersel satu ini terbentuk diantara struktur berbentuk gada yang dinamakan basidium. Contoh : Jamur Merang / Volvariella volvachea

Contoh Anggota Jamur Basidiomicotina.

b. Dictyphora sp

a. Amanita muscaria), jamur yang sangat beracun

c. Jamur kayu, tumbuh pada kayu Yang sudah mati

d. Puffballs memancarkan sporanya

Siklus Hidup Jamur Basidiomicotina


Konjugasi

Basidiocarp Hifa (-)

Hifa (+)

Reproduksi Seksual Sel Basidium dgn basidiospora Peleburan Inti Meiosis

Sel Basidium, penghasil spora

Key Haploid (1n) Heterokaryotic (1n + 1n) Diploid (2n)

Bawah tudung jamur Basidiomicotina inilah spora dihasilkan oleh sel basidium

Sel Basidium

Spora

4. Deuteromicotina
Yaitu kelompok jamur yang belum diketahui cara reproduksi seksualnya. Semua jamur yang belum diketahui cara reproduksi seksualnya dimasukkan ke dalam kelompok ini.

Reproduksi pada jamur (fungi)


Jamur uniseluler
ASEKSUAL membentuk spora askus SEKSUAL tunas

Jamur multiseluler
ASEKSUAL yaitu dengan cara memutuskan benang hifa (fragmentasi), membentuk spora aseksual yaitu zoospora, endospora dan konidia SEKSUAL peleburan antara inti jantan dan inti betina sehingga terbentuk spora askus atau spora basidium.

Zoospora atau spora kembara adalah spora yang dapat bergerak didalam air dengan menggunakan flagella. Jadi jamur penghasil zoospore biasanya hidup dilingkungan yang lembab atau berair. Endospora adalah spora yang dihasilkan oleh sel dan spora tetap tinggal didalam sel tersebut, hingga kondisi memungkinkan untuk tumbuh. Spora askus atau askospora adalah spora yang dihasilkan melalui perkawinan jamur Ascomycota. Askospora terdapat didalam askus, biasanya berjumlah 8 spora. Spora dari perkawinan kelompok jamur Basidiomycota disebut basidiospora. Basidiospora terdapat didalam basidium,dan biasanya bejumlah empat spora. Konidia adalah spora yang dihasilkan dengan jalan membentuk sekat melintang pada ujung hifa atau dengan diferensiasi hingga terbentuk banyak konidia. Jika telah masak konidia paling ujung dapat melepskan diri.

Hifa pada Jamur


Hifa vegetatif atau yang sering disebut hifa substrat, yaitu hifa yang tumbuh di permukaan substrat. Hifa ini menghasilkan enzim ekstraseluler dan berfungsi pada penyerapan nutrien. Hifa generatif atau yang sering disebut hifa udara (aerial hifa), dikarenakan tumbuh tegaknya ke atas. Pada umumnya, pada ujung hifa akan terbentuk struktur yang mempunyai fungsi sebagai alat generatif yaitu spora atau konidia.

Anggota Fungi mendapatkan nutrisi melalui 3 cara :


1. Saprofit.
Menguraikan sisa bagian makhluk hidup yang sudah mati.

2. Parasit.
Mengambil nutrisi dari makhluk yang masih hidup.

3. Simbiosis.
Hidup bersama makhluk hidup lainnya.
Cacing Nematoda Malang Hifa

Lichen, Simbiosis Jamur dengan Algae

Jamur Parasit

Simbiosis Fungi dengan Algae (Lichen) Fungi jenis tertentu dapat bersimbiosis dengan algae uniseluler membentuk lichen (lumut kerak). Simbiosis ini bersifat menguntungkan. 1. Bagi algae : mendapatkan suplai air dan mineral. 2. Bagi Fungi : mendapatkan hasil fotosintesis berupa nutrisi.

Simbiosis Fungi dengan Akar Tanaman (Mikoriza) Mikoriza merupakan simbiosis antara fungi dengan akar tanaman. Simbiosis ini menguntungkan bagi keduanya. 1. Bagi tanaman : meningkatkan penyerapan air dan mineral. 2. Bagi fungi : mendapatkan nutrisi dari tanaman.

1. 2. 3.

Peranan Menguntungkan Sebagai pengurai. 1. Dapat dikonsumsi. 2. Menghasilkan obatobatan. 4. Dapat meningkatkan kesuburan tanaman.

Peran Merugikan Menyebabkan penyakit pada manusia. Menyebabkan kerusakan pada tanaman.