Anda di halaman 1dari 41

CEREBRAL PALSY

dr.Chyntia M Sahetapi Sp.S

Suatu kelainan gerak dan sikap tubuh (postur) yang tidak progresif akibat suatu kerusakan atau

gangguan pada otak yang sedang tumbuh / belum matang (matur).

Otak dianggap matang 4 tahun.

PERKEMBANGAN MOTORIK PERKEMBANGAN SENSORIK

PERKEMBANGAN BERBAHASA

Diangkat pada posisi telungkup Dibiarkan pada posisi telungkup

Posisi duduk
Posisi duduk dan berjalan

UMUR 2-4 bulan 5-6 bulan 7-8 bulan

FUNGSI MOTORIK Mengangkat kepala Tengkurap, berguling Duduk dengan dibantu

BICARA Senyum, tertawa Ngoceh Da-da, ba-ba

9-10 bulan
11-12 bulan 13-15 bulan 18 bulan 24 bulan

Duduk tanpa dibantu


Merangkak. Ditatah Berjalan sendiri Naik tangga pegangan Naik tangga tidak pegangan

Da-da, ba-ba
Tahu perintah sederhana Bicara 2-8 kata Bicara 2-3 kata besar Bicara 2-3 kata. Pakai kata ganti

1. Refleks oral - Refleks Rooting - Refleks Bibir - Refleks mengisap 2. Refleks Okulomotor 3. Refleks Postural 4. Refleks Moro 5. Refleks Landau

6. Refleks Parasut 7. Refleks Leher Tonik 8. Refleks Tendo 9. Refleks Genggam Tangan (Graps Reflex) 10. Refleks Plantar Kaki

Saat Lahir, Alat-alat Indera Telah Terbentuk Sempurna (Tetapi Tidak Terlalu Bereaksi Terhadap
Rangsang dari Luar)

Indera yang mendekati sempurna pada bayi baru lahir : Rasa Raba dan Nyeri. Beberapa Hari Pendengaran berfungsi 50 Hari Dapat Mengikuti Benda Bergerak Secara Horizontal 55 Hari Dapat Mengikuti Benda Bergerak Secara Vertikal 2,5 Bulan Terhadap Benda Yang Bergerak Melingkar 6 Bulan Membedakan Warna

MENURUT WAKTU INSULTNYA dibagi menjadi: 1. PRENATAL 2. PERINATAL 3. POSTNATAL Faktor Prenatal& Perinatal dijumpai pada 2/3 Kasus CEREBRAL PALSY. Penelitian oleh HENDARTO dkk, Penyebab terbanyak CEREBRAL PALSY FAKTOR POSTNATAL. Penelitian oleh Studi Saraf ANAK di YPAC, Surabaya (1985), faktor POSTNATAL karena INFEKSI Merupakan Penyebab CEREBRAL PALSY terbanyak.

1. 2.

3. 4.

5.
6. 7.

Infeksi INTRA UTERINE : TOKSOPLASMOSIS, CMV,RUBELLA, SYPHILIS, HERPES SIMPLEKS. Anoksia Fetus karena HIPERTENSI, INSUFISIENSI PLASENTA, PENYAKIT KARDIOVASKULAR, PENYAKIT PARUPARU. Toksin-toksin, Kontaminasi air raksa pada makanan, Rokok dan alkohol. Radiasi SINAR-X Faktor Genetik, Kelainan Kromosom Obat-Obatan : MARIYUANA, HEROIN, COCAIN,MORPHINE Faktor Metabolik : TOKSEMIA GRAVIDARUM, D.M

1. Kelainan Metabolik : ENSEFALOPATI METABOLIK ,(BILIRUBIN ENSEFALOPATI, HIPOGLIKEMIK ENSEFALOPATI) 2. Kelainan Proses Kelahiran : PARTUS LAMA, PLASENTA PREVIA,KOMPRESI TALI PUSAT, LETAK SUNGSANG, PERDARAHAN INTRAKRANIAL. 3. Prematuritas 4. BBLR (<2500 GR) 5. Gangguan Elektrolit : HIPERNATREMIA 6. Hipermaturasi

1. TRAUMA KEPALA: HEMATOM SUBDURAL 2. INFEKSI: MENINGITIS, ENSEFALITIS

3. PERDARAHAN OTAK: AVM, ANEURISMA


4. KERACUNAN: TIMAH 5. ANOKSIA OTAK: TENGGELAM, TERCEKIK

Selama dalam Kandungan perkembangan otak terdiri dari 2 tahap : EMBRIOGENESIS

dan FETOGENESIS.

Secara umum terdapat 2 tahap perkembangan cepat / Growth Spurth pada otak manusia : 1. Antara bulan ke 2- ke 4 Kehamilan karena pembelahan sel (Proliferasi Neuron) 2. Antara bulan ke 5 ke 18 POSTNATAL karena perbanyakan OLIGODENDROGLIA

1. Tergantung Berat/ Ringannya serta topografi

kerusakan. Prinsipnya tergantung pada distribusi VASKULER DAN MASA GESTASI terjadinya gangguan.

2. Kemungkinan: Nekrosis neuron selektif, Statsus

Marmuratus, Iskemik ujung-ujung arteri / gangguan perfusi, Leukomalasia Periventrikuler, Nekrosis Fokal/Multifokal, Warna kuning menyeluruh pada ganglia basalis sampai batang otak akibat KERN IKTERUS. Penebalan jaringan Piamater karena infeksi otak.

3. Pada anak cacat yang berat cenderung, mengalami atrofi yang luas termasuk rongga pada subkortikal, mungkin ditemukan atrofi ganglia basalis, atrofi dan gliosis hemisferium serebri atau porensefali.

1. SPASTIK :

Peninggian Tonus Otot Refleks tendo meningkat Klonus sering ditemukan

2. ATETOSIS:

Gerakan involunter lambat Tidak terkontrol, pada leher Wajah dan ekstremitas Gangguan keseimbangan, dismetri, sering disertai tremor pada ekstremitas superior, Hipermobilitas persendian

3. ATAXIA:

3. TREMOR:
4. RIGID:

Gerakan-gerakan halus pada Otot seperti Parkinson


Kontraksi yang lambat dan kaku, Terdapat tahanan pada saat Melakukan gerakan pasif Seluruh otot mengalami, Penurunan tonus, Hiperelastisitas persendian

5. HIPOTONI:

SPASTIK:

HIPERTONI,HIPERREFLEKS,

KLONUS, REFLEKS BABINSKY +

Secara topografi terdiri atas :


- DIPLEGIA : Spastis pada ke 2 ektremitas inferior, secara nyata ekstremitas inferior > buruk dibanding ke2 ektremitas superior - QUADRIPLEGIA: Ke 4 ekstremitas terkena dengan manifestasi ke 2 ekstremitas superior > buruk dibanding ekstremitas inferior

HEMIPLEGIA : Mengenai salah satu sisi anggota tubuh yang sama, ekstremitas superior > buruk dibanding ekstremitas

inferior.

DOUBLE HEMIPLEGIA : Ke 2 ekstremitas

superior lebih berat dan tidak berfungsi jika dibanding ekstremitas inferior, namun ke 4 anggota tubuh abnormal.

DISKINETIK: KELAINAN BERUPA GERAKAN

INVOLUNTER SPONTAN. TERJADI KRN TIDAK CUKUPNYA REGULASI DAN KOORDINASI TONUS OTOT.

DIBEDAKAN 2 KELOMPOK YAITU : KELOMPOK HIPERKINETIK GERAKAN KOREOATETOID BERUPA GERAKAN INVOLUNTER EKSTR. YANG HEBAT SEPERTI JARI-JARI MENARI. KELOMPOK DISTONIK POSTUR YANG ABN

ATAXIA: TIDAK SELARASNYA KOORDINASI GERAKAN KARENA GANGGUAN KESEIMBANGAN, UMUMNYA DITANDAI DENGAN PENURUNAN TONUS OTOT.
TIPE CAMPURAN: SPASTISITAS RINGAN DISERTAI DENGAN DISTONIA. KADANG

DISERTAI ATAXIA.

RINGAN: PENDERITA DPT BERJALAN TANPA ALAT

BANTU, FUNGSI MOTORIK HALUS TIDAK TERGANGGU, DPT MELAKUKAN AKTIVITAS SEHARIHARI, TIDAK BERGANTUNG ORG LAIN, DPT BERBAHASA CUKUP BAIK, IQ>70.

SEDANG: PENDERITA BERJALAN MENGGUNAKAN


ALAT BANTU ATAU DPT MERANGKAK, FUNGSI MOTORIK HALUS TERBATAS, AKTIVITAS BERGANTUNG ORG LAIN, BAHASA SEPATAH-PATAH KATA YANG JELAS, IQ 50-70.

BERAT:
PENDERITA TIDAK DAPAT BERJALAN SAMA SEKALI, FUNGSI MOTORIK HALUS TIDAK ADA SAMA SEKALI, BICARA TIDAK JELAS, AKTIVITAS BERGANTUNG SEPENUHNYA PADA ORANG LAIN, IQ<50.

RETARDASI MENTAL
KARENA DEFEK NEUROLOGIS SEJAK AWAL KELAHIRAN ANAK PADA POLA BENTUK YANG ABNORMAL.

KEJANG
MANIFESTASI PADA HEMIPLEGIA SPASTIKA. KEJANG DIMULAI SEJAK BAYI DEWASA, TERUTAMA USIA 2-6 TAHUN.

KELAINAN MATA
PALING SERING: STRABISMUS

GANGGUAN KOMUNIKASI : DISARTRIA, DISFONIA, AFASIA


GANGGUAN PENDENGARAN MASALAH

PENDENGARAN NADA TINGGI PROBLEM GIGI GANGGUAN PERASAAN/ SENSORIS DEFISIT SENSORIK PADA JARI-JARI TANGAN YANG MENGALAMI ASTREOGNOSIS

KRITERIA: A.PERIODE NENONATUS (0-1 THN) B. PERIODE INFANCY (1-2THN) C.ANAK YG LBH TUA (2THN KEATAS)

DEPRESI/ASIMETRI DARI REFLEKS PRIMITIF


REAKSI BERLEBIHAN TERHADAP

RANGSANGAN KONVULSI NEUROLOGIC SIGN LOKAL

KETERLAMBATAN PERKEMBANGAN MOTORIK


ADANYA PARALISE SPASTIK ADANYA GERAKAN-GERAKAN INVOLUNTER

MENETAPNYA REFLEKS PRIMITIF


TIDAK TIMBUL ATAU KETERLAMBATAN TIMBULNYA

NECK RIGHTING REFLEKS SESUDAH USIA 6 BLN, LANDAU REFLEKS SESUDAH USIA 10 BLN, PARACHUTE REFLEKS SESUDAH USIA 1 THN

Keterlambatan fase perkembangan (DELAYED


DEVELOPMENTAL MILESTONE)

Disfungsi dari tangan Gangguan Gait Adanya Spastisitas Adanya gerakan-gerakan involunter Retardasi Mental Kejang-kejang Gangguan pembicaraan, Penglihatan, atau Pendengaran

Dengan Membagi Kelainan Motorik atas 6 kategori :


1. POSTURES AND MOVEMENT PATTERNS 2. ORAL MOTOR PATTERNS 3. STRABISMUS 4. TONE OF MUSCLES (TONUS OTOT) 5. EVALUATION OF POSTURAL REACTION AND

LANDMARKS 6. DEEPTENDON, INFANTILE AND PLANTAR REFLEKS

Menurut LEVINE, Disimpulkan :


Diagnosa CEREBRAL PALSY Ditegakkan jika minimum terdapat 4 abnormalitas dari 6

kategori diatas.

Dapat dibedakan apakah penderita CEREBRAL PALSY atau bukan, dari kriteria diatas Bila hanya terdapat asatu kategori kelainan motorik, bukan suatu diagnostik, tetapi hanya kecurigaan CEREBRAL PALSY.

PEMERIKSAAN PSIKOLOGI
PEMERIKSAAN MATA PEMERIKSAAN THT PEMERIKSAAN REHABILITASI MEDIK

FOTO KEPALA
EEG CT-SCAN

MEDIKA MENTOSA: - DIAZEPAM oral 2-10 mg, 2-3x/hr Efek mengantuk kadang , kadang hipotoni, hanya bermanfaat pada spastis seluruh tubuh tanpa atetosis. - DANTROLENE SODIUM ORAL 75 mg, 3-4x/hr, Diberikan bila Diazepam idak memberi hasil, efek samping ke hepar

MEDIKAMENTOSA
- BACLOFEN ORAL 3-10 mg/hr, Efektif untuk hemiplegia spastika dan diplegia spastika. -DIPHENYLHIDANTOIN 5-8mg/KgBB/hr Untuk menghilangkan gejala epilepsi -HALOPERIDOL 1-4mh, 3x/hr Untuk mengurangi gerakan involunter

REHABILITASI MEDIK Bermanfaat bila dilakukan sedini mungkin dengan dilakukan stimulasi motorik.
Programnya dibagi menjadi : - FISIOTERAPI - TERAPI OKUPASIONAL - TERAPI WICARA

PEMBEDAHAN TUJUAN UNTUK MENCEGAH PERUBAHAN STRUKTURAL ANGGOTA GERAK PRINSIP: - TIDAK KURATIF - HARUS DIKONTROL BERULANGULANG - IMOBILISASI WAKTU SEPENDEK MUNGKIN

SUBLUKSASI/DISLOKASI
KONTRAKTUR OSTEOPOROSIS SKOLIOSIS,KIFOSIS DAN LORDOSIS GANGGUAN PERTUMBUHAN TULANG MALNUTRISI INFEKSI SAL. NAPAS

PENDERITA CEREBRAL PALSY BERUMUR 1 THN BLM BISA BERJALAN, APABILA DITANYAKAN PROGNOSIS UNTUK BERJALAN, LAKUKAN SCORE SEBAGAI BERIKUT:

1.ASYMETRIC TONIC NECK REFLEX 2.SYMETRIC TONIC NECK REFLEX 3.MORO REFLEX 4.NECK RIGHTING REFLEX 5.EXTENSOR THRUST 6.FOOT PLACEMENT REACTION 7.PARACHUTE REACTION

APABILA: ITEM 1-5 DITEMUKAN, BERI POINT 1 ITEM 6-7 TIDAK DITEMUKAN, BERI POINT 1 TOTAL POINT: 0 = PROGNOSIS BAIK 1 = PROGNOSIS HARUS HATI-HATI 2 = PROGNOSIS JELEK

1. DETEKSI AWAL DARI BAYI-BAYI RESIKO TINGGI 2. KELAHIRAN BAYI DIUSAHAKAN SEOPTIMAL MUNGKIN DAN TRAUMA BAYI DIUSAHAKAN SEMINIMAL MUNGKIN 3. PERAWATAN IBU HAMIL 4. PERAWATAN NEONATUS YANG INTENSIF 5. KESEHATAN ANAK-ANAK USIA PERTUMBUHAN DIUSAHAKAN SEMAKSIMAL MUNGKIN