Anda di halaman 1dari 53

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Dahulunya platina yang ditemukan pada tahun 1924 di Afrika Selatan oleh seorang geologist Jerman baru. Beberapa puluh tahun kemudian mulai digemari masyarakat elite (Barat tentunya) dan sejak tahun 1990 harga Platina melampaui harga Emas. Platina terjadi secara alami dalam pasir aluvial berbagai sungai, meskipun ada sedikit bukti dari penggunaan oleh orang-orang kuno. Platina dalah suatu unsur kimia dengan simbol kimia Pt dan nomor atom 78. Kobalt ditemukan oleh Brandt pada tahun 1735. Kobalt adalah suatu unsur kimia yang memiliki lambang Co dan nomor atom 27. Kobalt merupakan logam yang jarang ditemukan, diperkirakan hanya 20 PPm dalam kerak bumi. kobalt ditemukan dalam cadangan Logam kobalt baru dimuali pada abad 20, namun biji kobalt sesungguhnya telah ditemukan sejak ribuan tahun sebelumnya sebagai pewarna biru pada gelas maupun berbagai perkakas dapur. Sumber warna biru pada kobalt dikenal pertama kali oleh G. Brandt (ahli kimia swedia) pada tahun 1735 yang mengisolasi logam tak murni yang diberi nama cobalt rex. Pada tahun 1750, T.O.Bergman menunjukkan bahwa cobalt rex adalah unsur baru yang kemudian diberi nama turunan dari kata kobold (bahasa Jerman) yang artinya globin atau roh hantu. Pada tahun 1803 Rodium dan Iridium ditemukan dalam residu-hitam yang tertinggal ketika bijih platina kasar dilarutkan dalam air raja. W.H. Wollaston menemukan rodium dan memberi nama dari turunan kata yunani podov (rodon) yang artinya mawar (rose) oleh karna warna merah mawar/pink garamnya yang umumnya dihasilkan dalam larutan air. S.Tenant menemukan rodium bersamaan dengan osmium dan memberi nama dari nama dewi Yunani Iris yang memilliki tanda pelangi, oleh karena berbagi warna senyawanya.yang mengumpul sehingga produksi tahunannya mencapai jutaan pon.

1.2 Rumusan Masalah

Bagaimana sejarah platina dan cobalt? Apa pengertian dar unsur platina dan kobalt? Apa saja bentuk kompleks senyawa platina dan kobalt? Apa kegunaan unsur platina dan kobalt? Bagaimana pembuatan platina dan kobalt? Apa saja bahaya dari kobalt dan platina dan bagaimana cara menanggulanginya? PLATINA DAN COBALT

1.3 Batasan Masalah Pembahasan platina dan kobalt mempunyai cakupan yang sangat luas. Adapun batasan masalah dalam makalah ini adalah merujuk pada rumusan masalah di atas.

1.4 Tujuan Setelah mempelajari makalah ini dapat mengetahui dan menjelaskan:

Mengetahui sejarah unsur platina dan kobalt Mengetahui pengertian unsur platina dan kobalt Mengetahui sifat fisik dan kimia platina dan kobalt Mengetahui bentuk kompleks senyawa platina dan kobalt Mengetahui kegunaan platina dan kobalt Mengetahui cara pembuatan platina dan kobalt Mengetahui bahaya dari platina dan kobalt dan bagaimana cara

menanggulanginya

PLATINA DAN COBALT

BAB II PEMBAHASAN
2.1 PLATINA A. Sejarah Platina Platina yang ditemukan pada tahun 1924 di Afrika Selatan oleh seorang geologist Jerman baru. Beberapa puluh tahun kemudian mulai digemari masyarakat elite (Barat tentunya) dan sejak tahun 1990 harga Platina melampaui harga Emas. Platina terjadi secara alami dalam pasir aluvial berbagai sungai, meskipun ada sedikit bukti dari penggunaan oleh orang-orang kuno. Namun, logam digunakan oleh pra-Columbus Amerika dekat hari modern Esmeraldas, Ekuador untuk menghasilkan artifak dari emas putih-platinum paduan. Eropa pertama mengacu pada platina muncul pada 1557 dalam tulisan-tulisan para humanis Italia Julius Caesar Scaliger sebagai suatu deskripsi dari logam mulia yang tidak diketahui ditemukan antara Darien dan Meksiko, "yang tidak ada kebakaran ataupun buatan Spanyol belum bisa mencairkan." Pada tahun 1750, setelah mempelajari platinum dikirim kepadanya oleh Wood, Brownrigg disajikan rinci tentang logam ke Royal Society, menyebutkan bahwa ia telah melihat tidak menyebutkan dalam rekening sebelumnya dikenal mineral. Brownrigg juga membuat catatan dari platinum's sangat tinggi titik lebur dan Ketahanan api ke boraks. Kimia lain di seluruh Eropa segera mulai mempelajari platinum, termasuk Torbern Bergman, Jns Jakob Berzelius, William Lewis, dan Pierre Macquer. Pada tahun 1752, Henrik Scheffer menerbitkan sebuah deskripsi ilmiah detail logam, yang disebut sebagai "emas putih", termasuk tentang bagaimana ia berhasil bijih platina sekering dengan bantuan arsenik. Scheffer platinum digambarkan sebagai kurang lentur daripada emas, tapi dengan ketahanan terhadap korosi yang serupa. Carl von platina Sickingen diteliti secara ekstensif pada tahun 1772. Dia berhasil membuat platinum dengan paduan lentur dengan emas, larut dalam paduan aqua regia, menimbulkan platinum dengan amonium klorida, memicu para chloroplatinate amonium, dan memukul-mukul halus yang dihasilkan dibagi platina untuk membuatnya berpadu. Franz Karl Sindrom Achard membuat wadah platinum pertama pada tahun 1784. Dia bekerja dengan platinum oleh sekering dengan arsenik, kemudian volatilizing arsenik. Pada tahun 1786, Charles III dari Spanyol menyediakan sebuah perpustakaan dan laboratorium untuk Pierre-Franois Chabaneau untuk membantu dalam penelitiannya dari platinum. Chabaneau berhasil mengeluarkan berbagai kotoran dari bijih, termasuk emas, merkuri, timah, tembaga, dan besi. Ini membuatnya percaya bahwa ia sedang bekerja dengan satu logam, tetapi sebenarnya masih berisi bijih besi yang belum-belum ditemukan kelompok platinum logam. Hal ini menyebabkan hasil yang tidak konsisten dalam percobaan. Pada kali platinum tampak patuh, tetapi

PLATINA DAN COBALT

ketika paduan dengan iridium, itu akan jauh lebih rapuh. Kadang-kadang logam sepenuhnya tahan api, tapi ketika paduan dengan osmium, itu akan menguap. Setelah beberapa bulan, Chabaneau berhasil memproduksi 23 kilogram murni, lentur platinum oleh memalu dan menekan bentuk spons sedangkan putih-panas. Chabeneau menyadari bahwa infusibility dari platinum akan nilai meminjamkan benda-benda yang terbuat dari itu, dan begitu memulai bisnis dengan memproduksi Cabezas Joaqun platinum ingot dan peralatan. Ini mulai apa yang dikenal sebagai "zaman platinum" di Spanyol.

B. Sifat sifat Platina 1. Sifat fisik platina


78 Pd Pt Ds Tabel periodik Keterangan Umum Unsur Nama, Lambang, Nomor atom Deret kimia Golongan, Periode, Blok platina, Pt, 78 transition metals 10, 6, d grayish Penampilan white iridium platina emas

Massa atom Konfigurasi elektron Jumlah elektron tiap kulit

195.084(9) g/mol [Xe] 4f14 5d9 6s1 2, 8, 18, 32, 17, 1

PLATINA DAN COBALT

Ciri-ciri fisik Fase solid

Massa jenis (sekitar suhu kamar) 21.45 g/cm Massa jenis cair pada titik lebur 19.77 g/cm 2041.4 (1768.3 C, 3214.9 F) 4098 (3825 C, 6917 F) 22.17 kJ/mol 469 kJ/mol (25 C) 25.86 J/(molK) K K

Titik lebur

Titik didih

Kalor peleburan Kalor penguapan Kapasitas kalor Tekanan uap P/Pa pada T/K Ciri-ciri atom Struktur kristal 1 2330 10 (2550)

100 2815

1k 3143

10 k 3556

100 k 4094

cubic face centered 2,4 (mildly basic oxide) 2.28 (skala Pauling)

Bilangan oksidasi

Elektronegativitas

PLATINA DAN COBALT

Energi ionisasi

pertama: 870 kJ/mol ke-2: 1791 kJ/mol

Jari-jari atom Jari-jari atom (terhitung) Jari-jari kovalen Jari-jari Van der Waals Lain-lain Sifat magnetik Resistivitas listrik Konduktivitas termal Ekspansi termal Kecepatan (pada wujud kawat) Modulus Young Modulus geser Modulus ruah Nisbah Poisson Skala kekerasan Mohs Kekerasan Vickers Kekerasan Brinell suara

135 pm 177 pm 128 pm 175 pm

paramagnetic (20 C) 105 nm (300 K) 71.6 W/(mK) (25 C) 8.8 m/(mK)

(suhu kamar) 2800 m/s

168 Gpa 61 Gpa 230 Gpa 0.38 3.5 549 Mpa 392 Mpa

PLATINA DAN COBALT

Nomor CAS Isotop iso


190

7440-06-4

NA 0.01% syn 0.79% syn syn 32.9% syn 33.8% 25.3% syn syn 7.2%

waktu paruh 6.5 E11 y 2.96 d

DM

DE (MeV) 3.18 ?

DP
186

Pt Pt Pt Pt

Os Ir

191

191

192

Pt stabil dengan 114 neutron 4.33 d 50 y IT 0.1355e ?


193

193m

Pt Ir

193

Pt Pt Pt

193

194

Pt stabil dengan 116 neutron 4.02 d IT 0.1297e


195

195m

Pt

195

Pt Pt Pt

Pt stabil dengan 117 neutron Pt stabil dengan 118 neutron 1.59 h 19.8913 h IT 0.3465 0.719
197

196

197m

Pt Au

197

Pt Pt

197

198

Pt stabil dengan 120 neutron

2. Sifat kimia platina Sebagai logam murni, platina berwarna putih keperakan yang terlihat berkilau, ulet, dan lentur. Platinum mudah ditempa delam keadaan murni. Platinum memiliki koefisien muai yang hampir sama dengan kaca silika-natrium karbonat, oleh karena itu dapat digunakan untuk membuat elektroda bersegel dalam sistem kaca. Platina tidak teroksidasi pada suhu beraapapun, meskipun berkarat oleh halogen, sianida, belerang, dan alkali kaustik. Platinum tidak larut dalam asam klorida dan nitrat, tetapi melarut dalam aqua regia dan membentuk asam chloroplatinic (H2PtCl6).

PLATINA DAN COBALT

Platinum yang lebih berharga dari emas atau perak. Platinum memiliki resistansi tinggi terhadap serangan kimia, baik karakteristik temperatur tinggi, dan stabil sifat listrik. Semua sifat ini telah dimanfaatkan untuk aplikasi industri.

Platinum biasanya tidak bereaksi dengan udara atau air. Reaksi platinum dengan halogen

kontrol Mencermati reaksi antara logam platina dan gas fluorin memberikan baik platinum volatile (VI) fluorida, PTF 6 atau platinum tetrameric (V) fluoride, (PTF5) 4. Produk terakhir disproportionates ke platinum (VI) fluorida dan platinum (IV) fluoride, PTF 4.

Pt (s) + 3F 2 (g) 4Pt (s) + 10F 2 (g) (PTF 5) 4 (s)

PTF 6 (s) [merah gelap] (PTF 5) 4 (s) [merah tua] PTF 6 (s) + PTF 4 (s) [coklat kuning]

PtCl 4, PtBr 4 dan PTI 4 terbentuk dalam reaksi logam platinum dan klorin, Cl 2,bromin, Br 2, atau yodium, I 2.

Pt (s) + 2Cl 2 (g) Pt (s) + 2Br 2 (g) Pt (s) + 2I 2 (g)

PtCl 4 (s) [coklat merah] PtBr 4 (s) [hitam coklat] PTI 4 (s) [hitam coklat]

PtCl 2 ini juga terbentuk dalam reaksi dikendalikan dari logam platinum dan klorin. Tergantung pada conditio9ns reaksi, salah satu dari dua bentuk yang berbeda dari PtCl 2 terbentuk. Pt (s) + Cl 2 (g) PtCl 2 (s) [gelap atau zaitun hijau merah]

Platinum memiliki sifat mekanik, fisik dan elektrik yang sangat menarik. Platinum lebih keras namun juga lebih mudah untuk ditempa.

a) Platinum dapat ditempa seperti layaknya aluminum foil, namun lebih tipis dengan ketebalan hanya 100 atom platinum. b) Titik leleh platinum, 1768,3 OC, jauh lebih tinggi dibanding emas, hampir dua kalinya. Ini yang membuat platinum merupakan bahan favorit di laboratorium untuk studi temperatur dan tekanan tinggi. Berbeda dengan emas, Platinum pada suhu tinggi bersifat stabil.

PLATINA DAN COBALT

c) Campuran platinum dan cobalt akan menghasilkan salah satu magnet terkuat yang kita kenal.

C. Pengertian Platina Platina dalah suatu unsur kimia dengan simbol kimia Pt dan nomor atom 78. Namanya berasal dari istilah Spanyol platina del Pinto, yang secara harfiah diterjemahkan ke dalam "kecil perak dari Sungai Pinto. Sebuah padat, patuh, ulet, berharga, abu-abu-putih logam transisi, platinum adalah resisten terhadap korosi dan terjadi dalam beberapa bijih nikel dan tembaga bersama dengan beberapa deposito asli. Platinum digunakan dalam perhiasan, peralatan laboratorium, kontak listrik dan elektroda, termometer hambatan platina, peralatan kedokteran gigi, dan catalytic converters. Platinum bullion memiliki kode mata uang ISO XPT. Platinum adalah komoditas dengan nilai yang berfluktuasi sesuai kekuatan pasar.

D. Karakteristik Secara garis besar deskripsi Platina adalah sebagai berikut : Warna Kilap Cerat Kekerasan Bentuk Struktur Belahan Pecahan Kemagnetan Sifat dalam Sifat lain : abu-abu keperakan : metalik : abu-abu gelap : 4 4,5 : amorf : granular : tidak ada : runcing (hackly) : diamagnetik : ductile, malleable : opaque

Platina merupakan bahan yang tidak berkarat, dapat ditempa, regang, tetapi sukar dicairkan dan tahan dari sebagian besar bahan-bahan kimia, merupakan logam terberat dengan berat jenis 21,45g/cm3. Titik cairnya mencapai 1774C, sedang tahanan jenisnya

PLATINA DAN COBALT

0,42 ohm.mm^2/m. Warnanya putih keabu-abuan. Pemurnian platina dilakukan secara kimia. Platina dapat ditarik menjadi kawat halus dan filamen yang tipis. Platina dipakai untuk unsur pemanas tungku-tungku listrik bila membutuhkan panas yang tinggi, suhunya dapat mencapai diatas 1300 C. Pemakaian platina dalam teknik listrik antara lain untuk peralatan laboratorium yang tahan karat, kisi tabung radio yang khusus dan sebagainya. Hampir kesemuanya itu untuk kepentingan dalam laboratorium yang sangat membutuhkan kecermatan kerja. Untuk dipakai secara umum platina terlalu mahal dan bahan lain sebagai penggantinya cukup banyak.

E. Sumber Platina
Platinum adalah logam yang sangat langka, terjadi hanya 0,003 ppb dalam kerak bumi. Platinum sering ditemukan oleh penduduk asli bercampur dengan iridium sebagai platiniridium. Platinum sering ditemukan dalam bagian sekunder, dan berkombinasi dengan logam grup platina lain dalam tanah alluvial. Platinum banyak ditemukan di Pegunungan Ural, Rusia. Dalam nikel dan tembaga, logam grup platina terjadi sebagai sulfida (yaitu (Pt, Pd) S)), tellurides (yaitu PtBiTe), antimonides (PdSb), dan arsenides (yaitu PtAs2) dan juga sebagai paduan akhir nikel atau tembaga. Platinum arsenide, sperrylite (PtAs2), adalah sumber utama dari platinum terkait dengan bijih nikel di Sudbury Basin di Ontario, Kanada. Mineral sulfida yang langka cooperite, (Pt, Pd, Ni) S, mengandung platinum bersama dengan paladium dan nikel. Cooperite terjadi di dalam Merensky Reef Bushveld kompleks, Gauteng, Afrika Selatan. Cadangan utama tembaga terbesar yang diketahui berada di kompleks Bushveld di Afrika Selatan. Selain itu Norilsk di Rusia dan Sudbury Basin, Kanada, adalah dua deposito besar lainnya. Di Sudbury Basin, bijih nikel yang banyak itu setelah diolah hanya mendapatkan platinum 0,5 ppm dalam bijih. Cadangan yang lebih kecil juga ditemukan di Amerika Serikat, yaitu di Range Absaroka di Montana. Hal ini menunjukan bahwa dalam produksi nikel besar-besaran hanya satu bagian logam platinum yang ditemukan dalam dua juta bagian bijih mineral. Pada tahun 2005, Afrika Selatan adalah produsen platina dengan hampir 80% saham diikuti oleh Rusia dan Kanada. Platinum ada kelimpahan yang lebih tinggi di Bulan dan di meteorit. Sejalan dengan itu, platinum ditemukan dalam kelimpahan sedikit lebih tinggi pada situs-situs dari bolide impact pada Bumi yang berkaitan dengan dampak yang

10

PLATINA DAN COBALT

dihasilkan pasca vulkanisme, dan dapat ditambang secara ekonomis; salah satu contohnya ada di Sudbury Basin. Platina banyak ditemukan pada batuan beku basa dan ultrabasa (khususnya dunit dan serpentinit), berasosiasi dengan olivin, piroksen, kromit dan magnetit. Hal tersebut dikarenakan asal mula primer mineral ini dari tahap segregasi awal pada pembentukan batuan beku basa. Biasa ditemukan sebagai butiran pada sungai yang berasal dari tepat yang mengandung batuan ultrabasa. Selain sebagai konduktor panas yang baik, platina juga dikenal resisten terhadap korosi dari hampir semua jenis bahan kimia. Hal itu yang menyebabkan platina banyak dipakai pada industri kimia, sebagai katalis pada proses kimia organik maupun anorganik. Pada industri yang lain pun platina sangat dibutuhkan terutama untuk pembuatan peralatan elektronik karena sifat konduktornya dan titik lelehnya yang tinggi

F. Logam Platina
Ruthenium, Osmium, Rhodium, dan Platina adalah enam anggota terberat golongan VIII. Platina adalah yang paling umum kelimpahan sekitar 10-6 %
-7

dimana yang lainnya memiliki

kelimpahan dengan order 10 % . Platina atau aliasinya digunakan dalam kontak listrik . Pd dan Pt keduanya mampu menyerap sejumlah besar volume molekul hidrogen, dan Pd digunakan untuk pemurnian H2 dengan difusi karena logam Pt adalah permiabel terhadap hidrogen secara unik. kelompok platina Unsur-Unsur meliputi: ruthenium ( 44), rhodium ( 45), palladium (46), osmium ( 76), iridium ( 77) dan platina ( 78). Tentang unsur-unsur ini, [yang] hanya platina dan palladium ditemukan di (dalam) suatu format murni secara alami. Yang lainnya terjadi secara alami [sebagai/ketika] campuran logam alami dengan emas dan platina, sebagai contoh. Sebagai mineral, platina terjadi di (dalam) silikat gelap mengayun-ayun dengan mineral yang berisi besi dan magnesium. Itu pada umumnya ditemukan ketika butir halus atau lapisan atas menyebar sepanjang, seluruh batu karang dan jarang sebagai bongkah emas besar. Itu mengeristal di dalam hablur kubus sistem, tetapi jarang membentuk kristal nyata. Kristal Pekerjaan menggambar di sini [menjadi/dari] paduan platina kristal sangat jarang dari Rusia. Platina adalah metalik dan, seperti perak dan emas, lunak itu dapat dicamkan lembar, seprai dan dapat dibentuk ( itu dapat digambar/ditarik ke dalam kawat). Paling secara alami platina terjadi benar-benar suatu campuran iridium dan platina. Yang menurut geologis, platina ditemukan di (dalam) lapisan yang tipis dari bijih metal. Sulfida Bijih ini

11

PLATINA DAN COBALT

ditemukan di (dalam) batuan beku gunung berapi mafic ( itu adalah, batuan beku gunung berapi gelap dengan besi/ setrika dan magnesium isi tinggi).

G. Mineral Platina
Sebagai mineral, platina terjadi di (dalam) silikat gelap mengayun-ayun dengan mineral yang berisi besi dan magnesium. Itu pada umumnya ditemukan ketika butir halus atau lapisan atas menyebar sepanjang, seluruh batu karang dan jarang sebagai bongkah emas besar. Itu mengeristal di dalam hablur kubus sistem, tetapi jarang membentuk kristal nyata. Kristal Pekerjaan menggambar di sini [menjadi/dari] paduan platina kristal sangat jarang dari Rusia. Platina adalah metalik dan, seperti perak dan emas, lunak itu dapat dicamkan lembar, seprai dan dapat dibentuk ( itu dapat digambar/ditarik ke dalam kawat). Paling secara alami platina terjadi benar-benar suatu campuran iridium dan platina. Yang menurut geologis, platina ditemukan di (dalam) lapisan yang tipis dari bijih metal. Sulfida Bijih ini ditemukan di (dalam) batuan beku gunung berapi mafic ( itu adalah, batuan beku gunung berapi gelap dengan besi/ setrika dan magnesium isi tinggi).

H. Perbedaan Emas Putih dan Platina


Untuk memahami perbedaan antara kedua jenis logam tersebut, anda perlu memahami kedua jenis logam tersebut. Emas putih merupakan campuran logam emas dan logam putih seperti perak, nikel, paladium dan platinum yang mengubah warna kuning emas menjadi putih. Komposisi emas putih bervariasi tergantung logam apa yang digunakan sebagai campuran dan berapa persen perbandingan komposisinya. Karenanya, emas putih dapat digunakan untuk tujuan khusus, contoh, logam campuran yang menggunakan nikel akan keras dan kuat dan dapat digunakan untuk membuat cincin. Alloy putih yang menggunakan paladium lebih lunak dan elastis dan dapat digunakan untuk meletakkan batu permata. Emas putih tidak selalu bersinar putih, dia berwarna seperti baja keabu-abuan yang diolah sehingga menjadi nampak putih bersinar. Perlakuan tersebut menggunakan sebuah electroplate rhodium. Rhodium menjadikan emas putih nampak putih namun lapisan tersebut dapat luntur dan perlu diganti setahun sekali. Platinum merupakan logam putih. Platinum merupakan logam murni, kira-kira kermurnian 95%, sedangkan emas putih kemurniannya hanya 75% untuk emas putih 18% dan hanya 58,5% untuk 14 karat. Karena merupakan logam putih, platinum tidak memerlukan perlakuan rhodium, karena putihnya akan abadi. Plantinum memiliki masa jenis lebih berat daripada emas. Anda akan merasakan perbedaan untuk item yang sama yang terbuat dari platinum dan emas. Keunggulan platinum

12

PLATINA DAN COBALT

dibandingkan logam lainnya adalah ketahanannya terhadap abrasif. Cincin platinum akan tetap dalam kondisi yang baik setelah bertahun-tahun. Cukup mengherankan padahal platinum relatif lebih lunak dan dapat mudah dibentuk dari pada emas.

I. Kompleks Platina
Terdapat beberapa kompleks Pt, suatu komplek nirayo yang terbentuk bilaman Pt dilarutkan dalam HNO3 pekat. Meskipun demikian, platina membentuk banyak kompleks oktahedral yang inert secara termal dan kinetik, berarah dari yang kationik seperti [ Pt(NH3)6 Cl4 sampai yang anionik seperti K2[PtCl6], yang terpenting adalah natrium atau kalium heksakloroplatina yang merupakan bahan awal bagi sintesis senyawa lain. Asam yang disebut asam kloroplatina adalah suatu garam oksonium (H3O)2 Pt Cl6, ia dibentuk sebagai kristal jingga bilamana Pt dalam air raja atau dalam HCl jenuh dengan klor diuapkan.

J. Metode Pemisahan Platina


Platinum bersama-sama dengan sisa logam platinum diperoleh secara komersial sebagai produk dari nikel dan tembaga penambangan dan pengolahan. Selama electrorefining tembaga, logam mulia seperti perak, emas dan kelompok platinum logam serta selenium dan telurium mengendap di bagian bawah sebagai anoda sel lumpur, yang merupakan titik awal untuk ekstraksi logam kelompok platinum. Jika platinum murni ditemukan dalam placer deposito atau bijih lainnya, dapat terisolasi dengan berbagai metode mengurangkan kotoran. Karena platinum secara signifikan lebih padat daripada banyak dari kotoran, kotoran yang lebih ringan dapat dihilangkan dengan hanya melayangkanya. Platinum juga non-magnetik, sedangkan nikel dan besi keduanya magnetis. Kedua zat pengotor sehingga dihapus dengan menjalankan elektromagnet atas campuran. Karena platinum memiliki titik lebur yang lebih tinggi daripada kebanyakan zat lain, banyak pengotor dapat dibakar atau meleleh tanpa melelehkan platinum. Akhirnya, platinum yang tahan terhadap klorida dan asam sulfat, sedangkan senyawa lain mudah diserang. Kotoran logam dapat dihilangkan dengan mengaduk campuran dalam salah satu dari dua asam dan memulihkan platinum yang tersisa. Salah satu metode yang cocok untuk pemurnian untuk platinum mentah, yang mengandung platinum, emas, dan logam grup platina lain, adalah proses itu dengan aqua regia, di mana paladium, emas dan platinum yang dibubarkan, sementara osmium, iridium, rhodium dan ruthenium tinggal tidak bereaksi. Emas ini dipicu oleh penambahan besi (III) klorida dan setelah penyaringan dari emas,

13

PLATINA DAN COBALT

platinum ini dipicu oleh penambahan amonium amonium klorida sebagai chloroplatinate. Chloroplatinate amonium dapat diubah menjadi logam dengan pemanasan. Fire assay adalah suatu cara atau metode kuantitatif dalam kimia analitik untuk menentukan kadar logam mulia seperti emas, perak, dan golongan platina dalam suatu batuan atau produk metalurgis yang ditentukan melalui ekstraksi dengan cara peleburan (fusi, fusion) dan menggunakan pereaksi kimia kering (flux). Hasil akhir metode ini dilakukan dengan cara penimbangan logamnya atau dengan alat instrumentasi seperti spektroskopi absorpsi atom (atomic absorption spectroscopy, AAS).

K. Produksi Platina
Platinum bersama-sama dengan sisa logam platinum diperoleh secara komersial sebagai produk dari nikel dan tembaga penambangan. Selama electrorefining tembaga, logam mulia seperti perak, emas dan kelompok platinum logam serta selenium dan telurium mengendap di bagian bawah sebagai anoda sel lumpur, yang merupakan titik awal untuk ekstraksi logam kelompok platinum. Jika platinum murni ditemukan dalam placer deposito atau bijih lainnya, platinum dapat terisolasi dari mereka dengan berbagai metode mengurangkan kotoran. Karena platinum secara signifikan lebih padat daripada banyak kotoran lain, kotoran yang lebih ringan dapat dihilangkan dengan hanya mencucinya. Platinum bersifat non-magnetik, sedangkan nikel dan besi keduanya magnetis. Kedua zat pengotor dapat dihilangkan dengan menjalankan elektromagnet atas campuran. Karena platinum memiliki titik lebur yang lebih tinggi daripada kebanyakan zat lain, maka banyak pengotor dapat dihilangkan dengan membakar sehingga kotoran tersebuit akan meleleh tanpa melelehkan platinum. Platinum juga tahan terhadap klorida dan asam sulfat, sedangkan senyawa lain mudah diserang oleh mereka. Sehingga kita dapat mengurangi kotoran logam dengan mengaduk campuran dalam salah satu dari dua asam dan memulihkan platinum yang tersisa. Salah satu metode yang cocok untuk pemurnian untuk platinum mentah, yang mengandung platinum, emas, dan logam grup platina lain adalah proses dengan aqua regia. Di mana paladium, emas dan platinum yang dipisahkan, sementara osmium, iridium, rhodium dan ruthenium tidak bereaksi. Emas ini dapat dipicu dengan penambahan besi (III) klorida dan setelah penyaringan dari emas. Sedangkan platinum dapat dipicu dengan penambahan ammonium. Ammonium klorida sebagai chloroplatinate. Chloroplatinate amonium dapat diubah menjadi logam dengan pemanasan.

L. Penambangan Platina

14

PLATINA DAN COBALT

Dalam proses penambangan, ada tiga hal utama yang dilakukan yaitu: eksplorasi, eksploitasi, dan pemrosesan. Eksplorasi merupakan proses pencarian mineral berharga. Eksploitasi adalah proses penambangan mineral tersebut. Sedangkan pemrosesan adalah kegiatan memisahkan mineral berharga dari partikel-partikel lain yang menyatu dengan mineral tersebut. Pada dasarnya, penambangan bijih platina sama halnya dengan penambangan logam lain seperti penambangan emas. Penambangan dilakukan dengan cara: Penambangan terbuka (open pit) Penambanngan tertutup

M. Reaksi-reaksi Platina

Platinum biasanya tidak bereaksi dengan udara atau air.

Reaksi platinum dengan halogen

Mencermati reaksi antara logam platina dan gas fluorin memberikan baik platinum volatile (VI) fluorida, PTF 6 atau platinum tetrameric (V) fluoride, (PTF5) 4. Produk terakhir disproportionates ke platinum (VI) fluorida dan platinum (IV) fluoride, PTF 4.

Pt (s) + 3F 2 (g) 4Pt (s) + 10F 2 (g) (PTF 5) 4 (s)

PTF 6 (s) [merah gelap] (PTF 5) 4 (s) [merah tua] PTF 6 (s) + PTF 4 (s) [coklat kuning]

PtCl 4, PtBr 4 dan PTI 4 terbentuk dalam reaksi logam platinum dan klorin, Cl 2,bromin, Br 2, atau yodium, I 2.

Pt (s) + 2Cl 2 (g) Pt (s) + 2Br 2 (g) Pt (s) + 2I 2 (g)

PtCl 4 (s) [coklat merah] PtBr 4 (s) [hitam coklat] PTI 4 (s) [hitam coklat]

PtCl 2 ini juga terbentuk dalam reaksi dikendalikan dari logam platinum dan klorin. Tergantung pada conditio9ns reaksi, salah satu dari dua bentuk yang berbeda dari PtCl 2 terbentuk. Pt (s) + Cl 2 (g) PtCl 2 (s) [gelap atau zaitun hijau merah]

15

PLATINA DAN COBALT

N. Ekstraksi platina Untuk memisahkan konsentrasi PGM harus melalui proses pembentukan aqueos solution. Ada beberapa metode : a. Disolution dengan aquo regia 8HCL = 2HNO3 = Pt H2PtCL6 = 2NOCL Laju dissolusi tertingi pada saat boiling point aquo regia. Metode aqua regia ini lebih banyak digunakan pada compact metallic platina.

b. Reduksi dengan besi ( II ) Setelah proses dissolution diatas, dihasilkansolution yang mengandung unsur Au, Pt dan Pt. Unsur Au dapat dipisahkan dengan cara mereduksinya dengan FeSo4 dan menghasilkan endapan Au. Reduction agent lain yang ditambahkandalamprosesreduksiiniantaralain:oxaliacid, sulfur dioxide dan ascorbic acid. c. Pengendapan dengan NH4Cl Padaproses reduksidenganFe(II),menghasilkan larutan Pt(IV) dan Pd(II) Sebelum diendapkan dengan NH4 unsur Pt harus dalam keadaan Pt IV Unsur Pt(II) harus dioksidasi denganmenggunakan klorin yang didihkan Hasil dari proses ini adalah endapan(NH4)2[PtCl6] d. Purification of platinum Unsur Pt dalam bentuk (NH4)2 [PtCl6] Purifikasi bentuk tersebut dapat dilakukan dengan pengkristalan pada air. Tetapi metode tersebut akan menghasilkan kadar logam yang rendah sehingga harus menggunakan volume (NH4)2 [PtCl6] yang besar Endapan (NH4)2 [PtCl6] dipanaskan hingga mencapai temperatur diatas 100 c pada presure yang tinggi Tetapi semakin tinggi dan semakin lama waktu pemanasan akan menurunkan solubilitas.

16

PLATINA DAN COBALT

BAGAN EKSTRAKSI UNSUR PLATINA

-Ektraksi unsur Platina ini biasanya merupakan ekstraksi lanjutan dari bijih nikel. -Bijih nikel di ore dressing, seperti crushing ,grinding dan classification untuk meningkatkan kadar. -Melalui proses reductive smelting dan oksidasiakan memisahkan PGM dengan unsur Fe-Cu-Ni. -Melalui proses dissolution akan menghasilkankonsentrat PGM 30%. -Proses terakhir adalah proses pemisahanplatina dari PGM.

17

PLATINA DAN COBALT

18

PLATINA DAN COBALT

ORE DRESSING Feed merupakan bijih nikel (laterit) sebelum diekstraksi, mineral tersebut direduksi ukurannya dengan metode ore dressing. Tahapan-tahapannya sebagai berikut: Crushing Grinding Classification (flotation) Setelah ore dressing dihasilkan kadarPGM 2000 gr/L

EKSTRAKSI UNSUR PLATINA

19

PLATINA DAN COBALT

Ekstrasksi unsur Platina merupakan lanjutan pengolahan bijih nikel,biasanya mineral nikel sulfida. Bijih nikel yang memilki nilai komersil untuk diolah unsur platinanya adalah bijih nikel yang mengandung kadar PGM sekitar 20gr/ton PEROSES DISSOLUTION Untuk memisahkan konsentrat PGM harus melalui proses pembentukkan aqueous solution. Ada beberapa metode dissolusi konsentrat PGM yang dikenal, yaitu: 1.Dissolution in aqua regia 2.Dissolution in HydrchloricAcid-Chlorine 3.Dissolution I Hydrochloric Acid-Bromine 4.Other Dissolution Method 5.Salt Fusion

DISSOLUTION DENGAN AQUA REGIA Reaksi yang terbentuk:

Laju dissolution tertinggi pada saat boiling point aqua regia. Metode aqua regia ini lebihbanyak digunakan pada compact metallic platina.

20

PLATINA DAN COBALT

REDUKSI DENGAN BESI (II) Setelah proses dissolution diatas, dihasilkansolution yang mengandung unsur Au, Pt danPd. Unsur Au dapat dipisahkan dengan cara mereduksinya dengan FeSO4 ,dan menghasilkan endapan Au. Reduction agent lain yang ditambahkan dalam proses reduksi ini antara lain: oxalicacid, sulfur dioxide dan ascorbic acid. PENGENDAPAN DENGAN NH4Cl Pada proses reduksi dengan Fe(II),menghasilkan larutan Pt(IV) dan Pd(II) Sebelum diendapkan dengan NH4Cl, unsurPt harus ada dalam keadaan PtIV. Unsur Pt(II) harus dioksidasi denganmenggunakan klorin yang didihkan. Hasil dari proses ini adalah endapan(NH4)2[PtCl6]

21

PLATINA DAN COBALT

PURIFICATION OF PLATINUM Unsur Platina dalam bentuk (NH4)2[PtCl6] Purifikasi bentuk tersebut dapat dilakukan dengan pengkristalan pada air. Tetapi metode tersebut akan menghasilkan kadar logam yang rendah sehingga harus menggunakan volume (NH4)2[PtCl6] yangbesar. Endapan (NH4)2[PtCl6] dipanaskan hingga temperature diatas100 0C pada pressure yang tinggi Tetapi,semakin tinggi suhu dan semakin lama waktu pemanasan akan menurunkan solubilitas.

22

PLATINA DAN COBALT

ANALISIS EKONOMI Pada tahun 1974, dengan peraturan baru pada kualitas udara, Amerika Serikat meresmikan era autocatalyst, sebuah teknologi yang menggunakan logam platina untuk mengkonversi gas beracun di knalpot kendaraan menjadi zat tidak berbahaya Selama 1980-an peningkatan pesat dalam nilai dari logam mulia, termasuk platina, memunculkan produksi berbagaibar dan koin, barang-barang koleksi banyak dari mereka,untuk memenuhi permintaan untuk platina sebagai produk investasi fisik Pada tahun 1990-an, platina tumbuh digunakan sebagai pengobatan medis terhadap bentukbentuk tertentu dari kanker Grafik Kenaikan Harga Platina

23

PLATINA DAN COBALT

Kebutuhan dunia akan kehadiran platina semakin terasa, karena,semakin naik nilai demand mulai tahun 2000, karena, mulaibanyaknya pengaplikasian di sektor otomotif.

24

PLATINA DAN COBALT

O. Pemanfaatan Platina Sebagai Catalytic Converter Peran platinum sebagai catalytic converter pada kendaraan adalah adalah untuk

mengoksidasi karbon monoksida (CO) dan hidrokarbon. Platinum sangat efektif untuk kondisi di bawah oksigen berlebih, sehingga sering dimanfaatkan sebagai logam pilihan untuk aplikasi diesel. Untuk petrolpowered kendaraan (di mana ada keseimbangan antara Reduktor dan oksidan di knalpot gas. Katalis yang digunakan untuk kendaraan bensin juga harus mampu mengurangi NOx ke nitrogen serta mengoksidasi CO dan hidrokarbon (Golunski, 2007). Banyak elemen transisi lainnya yang juga mampu dimanfaatkan untuk reaksi catalysing oxidation. Namun, platinum memiliki beberapa keuntungan (Golunski, 2007): - Memiliki titik lebur tinggi; -interaksi dengan racun (seperti belerang senyawa) yang terbatas pada permukaan logam; - Efisien, dapat didaur ulang. Logam seperti emas dan perak memiliki temperatur Tammann (lihat Tabel 2) yang jauh di bawah rata-rata gas buangan Suhu (600-700 C) untuk mobil bensin yang di jalan bebas hambatan, dan hal ini yang membuat emas dan perak tidak digunakan sebagai catalytic converter. Selain itu, logam seperti perak dan tembaga memiliki afinitas tinggi untuk molekul yang mengandung sulfur, dan akan bereaksi membentuk senyawa (seperti sulfat logam atau sulfida). Sehingga menyebabkan logam semakin kurang. Platinum berbeda karena cenderung tidak bereaksi total atau reaski ireversibel, yaitu molekul sulfurcontaining sebagai katalis (Golunski, 2007). Senyawa dari platinum adalah (Freedman,2003): Fluorida PTF4: platinum (IV)fluoride,tetrafluoridaplatinum

PTF 6: platinum (VI) fluoride, heksafluorida platinum PLATINA DAN COBALT

25

[PTF 5] 4: platinum (V) fluoride, pentafluoride platinum

Klorida

PtCl 3: platinum (II, IV) klorida, triklorida platinum PtCl 4 .5 H 2 O: platinum (IV) klorida 5-air, platinum tetraklorida 5-air PtCl 4: platinum (IV) klorida, platinum tetraklorida Pt 6 Cl 12: platinum (II) klorida, platinum diklorida

Bromida

PtBr 2: platinum (II) bromida, dibromida platinum PtBr 3: platinum (II, IV) bromida, tribromida platinum PtBr 4: platinum (IV) bromida, platinum tetrabromide

Iodida

PTI 2: platinum (II) iodida, iodida platinum PTI 3: platinum (II, IV) iodida, triiodida platinum PTI 4: platinum (IV) iodida, platinum tetraiodida

Oksida

PTO: platinum (II) oksida PTO 2: dioksida platinum, platinum (IV) oksida PTO 3: platinum (IV) oksida peroksida, trioksida platinum

Sulfida

PTS: platinum (II) sulfida PTS 2: platinum (IV) sulfida, platinum disulfida

Penambangan bijih platinum mirip dengan penambangan emas karena badan bijih adalah karang, tipis tabular seluas luas. Hal ini memungkinkan metode progresif pertambangan karang yang dibor dan mengecam untuk memajukan wajah, dukungan yang dipasang untuk kontrol lokal dari hiasan dinding. Seperti di tambang emas, tambang platinum

26

PLATINA DAN COBALT

menggabungkan peningkatan penggunaan mekanisasi dan rel-metode penambangan di Stopes sedikit lebih dari satu meter. Pertambangan platinum, Namun, berbeda dari pertambangan emas dalam beberapa cara. Tidak seperti terumbu emas, yang merupakan deposit sedimen yang dihasilkan dari pengendapan partikel granular di atas tempat tidur sebuah danau pedalaman dan mengalami tekanan besar, terumbu platinum adalah batuan beku. Mereka menerobos ke daerah Bushveld sebagai magmata vulkanik cair naik dari bawah kerak bumi, kemudian pendinginan dan memperkuat. Fenomena ini menciptakan lingkungan strata kontrol berbeda nyata dari yang tambang emas.

P. Kegunaan Platina
Batang-batang rel platina digunakan seperti bedak atau spons, dan digabungkan kedalam objek padat dengan sintering. Seperti Pt kasar, digunakan dibarang permata, sepertiga dikereta, mobil dan sepertiga untuk investasi dan industri. Pt telah digunakan dibarang permata sejak berabad-abad SM. Para pemakai yang paling awal adalah orang mesir dan orang Indian di Negara Peru serta Ekuador. Sekarang Pt ini sering dibuat untuk membuat alat Bantu intan untuk dipakai di cincin dan di permata lainnya. Hal tersebut menyerupai perak dan disebut emas putih. Nama ini digunakan untuk semua campuran logam Pd/Au. Suatu yang baru dan meningkatkan Pt adalah didalam there way catalytic comventor ini dicoba untuk banyak mobil baru untuk mengurangi polusi gas beracun, adalah penting bahwa leadfree gasoline digunakan oleh mobil. Komponen yang utama komventor adalah suatu barang keramik yang dilapisi dengan Pt, Pd dan Rh. Gas beracun yang dibentuk mesin motor ditampung disarang pasa suhu sekitar 3000C. Logam mulia tersebut mengkomversi bahan bakar, CO dan Nitrogen kedalam CO2 dan N2 yang tak berbahaya. Dilaboratorium Pt kadang-kadang digunakan juga untuk membuat piranti ke handie HF, juga digunakan sebagai segel kedalam gelas air soda untuk jalan elektrik menerobos gelas itu. Selain itu platinum digunakan besar-besaran sebagai perhiasan wanita, kawat, dan bejana untuk aplikasi laboratorium dan banyak instrumen berharga lainnya termasuk termokopel. Platinum juga digunakan untuk bahan kontak listrik, peralatan tahan korosi dan kedokteran gigi. Alloy platinum-kobal memiliki sifat magnetis. Salah satunya terdiri dari 76.7% berat Pt dan

27

PLATINA DAN COBALT

23.3% berat Co, merupakan magnet yang sangat kuat hampir dua kali lipat dari Alnico V. Ketahanan kawat platinum digunakan untuk membuat tungku listrik bersuhu tinggi. Platinum digunakan untuk melapisi kerucut misil, kerucut bensin mesin jet dan lain-lain, yang mengandalkan ketahanan pada suhu tinggi untuk waktu yang sangat lama. Logam ini, seperti palladium, menyerap sejumlah besar hidrogen, menahannya pada suhu biasa dan melepaskannya ketika dipanaskan. Dalam kondisi yang sangat halus, platinum merupakan katalis yang sempurna, yang banyak digunakan untuk menghasilkan asam sulfat. Juga digunakan sebagai katalis dalam pemecahan produk minyak bumi. Platinum juga banyak diminati untuk dimanfaatkan sebagai katalis dalam sel bahan bakar dan peralatan anti polusi untuk mobil. Anoda platinum digunakan secara ekstensif dalam sistem perlindungan katoda untuk kapal besar dan bejana yang melewati lautan, pipa, baja dermaga dan lain-lain. Kawat platinum yang sangat halus akan berkilau merah terang bila ditempatkan dalam uap metil alkohol, di mana platinum berperan sebagai katalis, untuk mengubah alkohol menjadi formaldehida. Fenomena ini digunakan secara komersial untuk memproduksi pemantik api rokok dan penghangat tangan. Hidrogen dan oksigen dapat meledak dengan adanya platinum. Platina Plantinized atau platina elektrode hitam sering digunakan untuk daya konduksi pengukuran dan ini dibuat oleh elektrolising hexakhloroplatina [PtCl6]2. platina membentuk alkil yang diturunkan oleh suatu reaksi grignard. Platinum digunakan besar-besaran sebagai perhiasan wanita, kawat, dan bejana untuk aplikasi laboratorium dan banyak instrumen berharga lainnya termasuk termokopel. Platinum juga digunakan untuk bahan kontak listrik, peralatan tahan korosi dan kedokteran gigi.

Alloy platinum-kobal memiliki sifat magnetis. Salah satunya terdiri dari 76.7% berat Pt dan 23.3% berat Co, merupakan magnet yang sangat kuat hampir dua kali lipat dari Alnico V. Ketahanan kawat platinum digunakan untuk membuat tungku listrik bersuhu tinggi.

Platinum digunakan untuk melapisi kerucut misil, kerucut bensin mesin jet dan lain-lain, yang mengandalkan ketahanan pada suhu tinggi untuk waktu yang sangat lama. Logam ini, seperti palladium, menyerap sejumlah besar hidrogen, menahannya pada suhu biasa dan melepaskannya ketika dipanaskan. Dalam kondisi yang sangat halus, platinum merupakan katalis yang sempurna, yang banyak digunakan untuk menghasilkan asam sulfat. Juga digunakan sebagai katalis dalam pemecahan produk minyak bumi. Platinum juga banyak diminati untuk dimanfaatkan sebagai katalis dalam sel bahan

28

PLATINA DAN COBALT

bakar

dan

peralatan

anti

polusi

untuk

mobil.

Anoda platinum digunakan secara ekstensif dalam sistem perlindungan katoda untuk kapal besar dan bejana yang melewati lautan, pipa, baja dermaga dan lain-lain. Kawat platinum yang sangat halus akan berkilau merah terang bila ditempatkan dalam uap metil alkohol, di mana platinum berperan sebagai katalis, untuk mengubah alkohol menjadi formaldehida. Fenomena ini digunakan secara komersial untuk memproduksi pemantik api rokok dan penghangat tangan.

Kegunaan lain dari platinum terdapat pada : Di bidang surface-science, untuk mengamati singe atom, lebih sering digunakan jarum yang terbuat dari platinum. Akan lebih mudah membuat jarum platinum yang diujungnya cuma ada satu atom dibanding menggunakan jarum jenis lain. Dengan ini, resolusi data anda akan jauh lebih tinggi. Sayangnya, jarum platinum sangat lah mahal. Platinum bersifat hypoallergic. Platinum merupakan satu-satunya logam yang cocok sebagai elektroda untuk alat pemicu jantung (heart pacemakers). Selain itu, banyak dalam kasus patah tulang, tulang disambung menggunakan platinum . Coba lihat hard disk anda, platinum banyak digunakan dalam pembuatan hard disk saat ini, karena hard disk akan lebih tahan lama. Platinum merupakan bahan non-organik yang dapat digunakan untuk terapi kanker. Cisplatin atau cisplatinum (cis-diamminedichloridoplatinum(II),

CDDP) merupakan kemoterapi yang berbasiskan platinum. Biasanya, Cisplatin digunakan dalam terapi kanker seperti , sarcoma, carcinoma (misalnya, kanker paru-paru dan kanker ovarium), lymphoma dan sel tumor.

Q. Aplikasi Platina Walaupun Emas dan Platinum sama-sama tidak mudah teroksidasi, atom platinum bersifat lebih kalalytic dibanding atom emas. Sebuah lapisan emas, jika tergores (tergores disini dalam arti mikro, bukan goresan yang kasat mata), atom-atom emas ini akan benar-benar hilang, meninggalkan daerah kosong yang tidak ditempati oleh atom emas. Goresan mikro pada emas putih, jika dibiarkan kelamaan, akan

29

PLATINA DAN COBALT

menimbulkan efek kuning kumal yang kasat mata. Beda halnya dengan platinum. Jika sebuah lapisan platinum tergores (secara micro), atom-atom nya tidaklah benar benar hilang, namun cuma bergeser tempat. Artinya, atom platinum masih ada. Inilah alasan, setelah beberapa lama, sebuah perhiasan emas perlu disepuh kembali agar tetap kelihatan mengkilat seperti baru. Untuk menyepuh emas, diperlukan logam tambahan, sesuai dengan jenis emas apa yang anda miliki. Dalam proses penyepuhan ini (dalam kimia disebut elektroplating), kita benar-benar menambahkan atom baru ke emas tersebut. Biasanya, emas putih akan disepuh dengan nikel atau rhodium. Berbeda dengan platinum yang tidak perlu disepuh. Perhiasan platinum yang terlihat tidak kinclong lagi, cukup dibawa ke toko/ahli perhiasan. Disana, si ahli perhiasan cuma akan mem-polish/burnish platinum anda, tanpa menambahkan bahan lain ke perhiasan platinum anda. Karena sifat inilah, platinum menjadi lebih favorit dibanding emas. Perhiasan emas memang lebih murah, namun biaya pemeliharaannya akan jauh lebih besar dibanding perhiasan platinum. Jadi, jika uang anda berlebih, memang lebih baik membeli perhiasan platinum. Platinum memiliki sifat mekanik, fisik dan elektrik yang sangat menarik. Dibanding emas, Platinum lebih keras namun juga lebih mudah untuk ditempa. a). Platinum dapat ditempa seperti layaknya aluminum foil, namun lebih tipis dengan ketebalan hanya 100 atom platinum. b). Titik leleh platinum, 1768,3 OC, jauh lebih tinggi dibanding emas, hampir dua kalinya. Ini yang membuat platinum merupakan bahan favorit di laboratorium untuk studi temperatur dan tekanan tinggi. Berbeda dengan emas, Platinum pada suhu tinggi bersifat stabil. c). Campuran platinum dan cobalt akan menghasilkan salah satu magnet terkuat yang kita kenal. Platinum banyak digunakan dalam pembuatan hard disk saat ini, karena hard disk akan lebih tahan lama.

R. Platina Sebagai Katalis Platina sebagai katalis pada reaksi kimia, hal ini telah digunakan dalam aplikasi ini sejak awal 1800-an. ketika bubuk platina digunakan untuk mengkatalisasi mesin hidrogen. Aplikasi yang paling penting dari platinum ada di mobil sebagai catalytic converter, yang memungkinkan pembakaran yang sempurna konsentrasi rendah terbakar hidrokarbon dari

30

PLATINA DAN COBALT

knalpot ke karbon dioksida dan uap air.

Platinum juga digunakan dalam industri minyak

bumi sebagai katalis dalam sejumlah proses yang terpisah, tetapi khususnya dalam reformasi katalitik lurus menjalankan naphthas ke bensin beroktan lebih tinggi yang menjadi kaya dengan senyawa aromatik. PtO2, juga dikenal sebagai Adams katalis, digunakan sebagai katalis hidrogenasi, khusus untuk minyak sayur. Platinum logam juga sangat mengkatalisis dekomposi hydrogen peroksida menjadi air dan gas oksigen.

S. Dampak Negatif Penggunaan Platina Penggunaan Logam Platina sebagai Cisplatin ini memiliki efek samping. Platina dianggap dapat merusak kesehatan ginjal serta hati pasien

2.2 KOBALT A. Sejarah Kobalt


Ditemukan oleh Brandt pada tahun 1735. kobalt adalah suatu unsur kimia yang memiliki lambang Co dan nomor atom 27. Elemen ini biasanya hanya ditemukan dalam bentuk campuran di alam. Elemen bebasnya, diproduksi dari peleburan reduktif, adalah logam berwarna abu-abu perak yang keras dan berkilau. Ketersediaan: unsur kimia kobal tersedia di dalam banyak formulasi yang mencakup kertas perak, potongan, bedak, tangkai, dan kawat Kobalt merupakan logam yang jarang ditemukan, diperkirakan hanya 20 PPm dalam kerak bumi. kobalt ditemukan dalam cadangan yang mengumpul sehingga produksi tahunannya mencapai jutaan pon. kobalt terdapat dialam sebagai senyawa sulfida, sifat mempunyai kesamaan dengan Besi. Kobal terdapat dalam mineral kobaltit, smaltit dan eritrit. Sering terdapat bersamaan dengan nikel, perak, timbal, tembaga dan bijih besi, yang mana umum didapatkan sebagai hasil samping produksi. Kobal juga terdapat dalam meteorit. Bijih mineral kobal yang penting ditemukan di Zaire, Moroko, dan Kanada. Survei badan geologis Amerika Serikat telah mengumumkan bahwa di dasar bagian tengah ke utara Lautan Pasifik kemungkinan kaya kobal dengan kedalaman yang relatif dangkal, lebih dekat ke arah Kepulauan Hawai dan perbatasan Amerika Serikat lainnya.

31

PLATINA DAN COBALT

Co(Warna: sedikit berkilauan, metalik, keabu-abuan Penggolongan: Metalik Ketersediaan: unsur kimia kobal tersedia di dalam banyak formulasi yang mencakup kertas perak, potongan, bedak, tangkai, dan kawat. contoh besar Dan kecil unsur kimia. Kobal juga merupakan suatu unsur dengan sifat rapuh agak keras dan mengandung metal serta kaya sifat magnetis yang serupa setrika. Unsur kimia kobalt adalah batu bintang. Deposit bijih. Cobalt-60 ( 60Co) adalah suatu isotop yang diproduksi menggunakan suatu sumber sinar ( radiasi energi tinggi). unsur kimia/kobalt mewarnai gelas/kaca serta memiliki suatu keindahan warna kebiruan. Secara umum dapat kita deskripsikan sebagai berikut :

Nama: unsur kimia kobal Lambang: Co Nomor-Atom: 27 Berat atom: 58.933200 ( 9) Golongkan nomor;jumlah: 9 Nomor periode;Jumlah: 4
Banyak bijih berisi unsur kobalt, tetapi tidak memiliki arti penting untuk ekonomi. meliputi

sulfid dan arsenid, linnaite, CO3S4, kobaltit, Cokass, dan smaltite, Cokas2. Digunakan untuk industri, secara normal diproduksi sebagai by product dari produstion tembaga, nikel Bijih yang dibakar Secara normal membentuk suatu campuran oksida metal. Perawatan dengan cuka sulphurik dapat meninggalkan tembaga metalik sebagai residu dan disolves. Besi diperoleh oleh hujan, timbulnya dengan lima kapur perekat ( CaO) sedang unsur kimia/kobalt diproduksi ketika hidroksida hujan hujan akan timbul hipoklorit sodium (NaOCl) 2Co2+(aq) + NaOCl(aq) + 4OH-(aq) + H2OOH)3(s) + NaCl(aq) Trihidroksid CO(OH)3 dipanaskan untuk membentuk oksida dan kemudian dikurangi dengan karbon akan membentuk unsur kimia/kobalt metal. 2Co(OH)3 (heat) Co2O3 + 3H2O 2CO2O3 + 3C Co + 3CO2

32

PLATINA DAN COBALT

B. Pengertian Cobalt Kobalt adalah suatu unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang Co dan nomor atom27.Elemen ini biasanya hanya ditemukan dalam bentuk campuran di alam. Elemen bebasnya, diproduksi dari peleburan reduktif, adalah logam berwarna abu-abu perak yang keras dan berkilau. Ketersediaan: unsur kimia kobal tersedia di dalam banyak formulasi yang mencakup kertas perak, potongan, bedak, tangkai, dan kawat.

C. Sumber Cobalt
Mineral Cobalt terpenting antara lain Smaltite (CoAs2), Cobalttite (CoAsS) dan Lemacite (Co3S4). Sumber utama Cobalt disebut Speisses yang merupakan sisa dalam peleburan bijih arsen dari Ni, Cu, dan Pb.

Cobalt juga terdapat dalam meteorit.Bijih mineral kobal yang penting ditemukan di Zaire, Moroko, dan Kanada. Survei badan geologis Amerika Serikat telah mengumumkan bahwa di dasar bagian tengah ke utara Lautan Pasifik kemungkinan kaya kobal dengan kedalaman yang relatif dangkal, lebih dekat ke arah Kepulauan Hawai dan perbatasan Amerika Serikat lainnya.Unsur Cobalt di alam selalu didapatkan bergabung dengan nikel dan biasanya juga dengan arsenik.

D. Keberadaan di alam
Ketersediaan unsur kimia kobalt tersedia di dalam banyak formulasi yang mencakup kertas perak, potongan, tangkai, dan kawat. Unsur kimia Kobalt juga merupakan suatu unsur dengan sifat rapuh agak keras dan mengandung metal serta kaya sifat magnetis yang serupa setrika. Unsur kimia Kobalt adalah batu bintang. Deposit bijih. Kobalt-60 ( 60Co) adalah suatu isotop yang diproduksi menggunakan suatu sumber sinar ( radiasi energi tinggi). unsur kimia/Kobalt mewarnai gelas/kaca serta memiliki suatu keindahan warna kebiruan. Di alam, kobalt terdapat dalam bentuk senyawa, seperti mineral kobalt glans (CoAsS), linalit (Co3S4), dan smaltit (CoAs2) dan eritrit. Sering terdapat bersamaan dengan nikel, perak, timbal,

33

PLATINA DAN COBALT

tembaga dan bijih besi, yang mana umum didapatkan sebagai hasil samping produksi. Kobal juga terdapat dalam meteorit. Selain itu, di alam kobalt terdapat dilapisan kerak bumi yaitu sekitar 0,004% (Heslop,1961) dari berat kerak bumi atau sekitar 30 ppm (Lee, 1991) dari kerak bumi. Terdapat banyak bijih logam yang mengandung kobalt (mineral kobalt), diantaranya yang dikomersilkan yaitu Kobaltite (CoAsS), Smaltite (CoAs2) dan Linneaite (CO3S2). Persenyawaan kobalt yang terdapat di alam selalu ditemukan dengan bijih logam nikel, terkadang juga bersamaan dengan bijih tembaga serta bijih timbal. Negara negara yang secara komersil memproduksi logam murni kobalt dari mineralnya di alam antara lain : Zaire (32,5%), Zambia(16%), Australia (11%), USSR (10%) dan kanada (9%).

E. Karakteristik cobalt
Cobalt merupakan logam feromagnetik dengan berat jenis sebesar 8,9 (20 C). Murni kobalt tidak ditemukan di alam, tetapi senyawa dari kobalt yang umum. Sejumlah kecil itu ditemukan di batuan paling, tanah, tumbuhan, dan hewan. Ini memiliki nomor atom 27.Suhu Curie adalah 1115 C, dan momen magnetik adalah 1,6-1,7 magnetons per atom Bohr. Di alam, sering dikaitkan dengan nikel, dan keduanya merupakan komponen kecil karakteristik dari besi meteorit. Mamalia memerlukan sejumlah kecil kobalt yang merupakan dasar dari vitamin B12. Cobalt-60, sebuah isotop radioaktif buatan yang dihasilkan dari kobalt, adalah perunut radioaktif penting dan agen kanker pengobatan. Cobalt memiliki permeabilitas relatif dua per tiga yang dari besi. kobalt logam terjadi sebagai dua struktur kristalografi: Hcp dan fcc. Suhu transisi ideal antara Hcp dan struktur fcc adalah 450 C, tetapi dalam prakteknya, perbedaan energi sangat kecil sehingga intergrowth acak dari dua umum.

34

PLATINA DAN COBALT

F. Sifat sifat cobalt

besi kobalt nikel Co Rh

27Co Tabel periodik

Penampilan logam keabu-abuan keras

Ciri-ciri umum kobalt, Co, 27 Nama, lambang, Nomor atom /koblt/ KOH-bolt[1] logam transisi Jenis unsur 9, 4, d Golongan, periode, blok 58.933195(5) Massa atom standar [Ar] 4s2 3d7 Konfigurasi elektron 2, 8, 15, 2 Sifat fisika metallic gray Warna solid Fase Massa jenis (mendekati suhu kamar) 8.90 gcm3 7.75 gcm3 Massa jenis cairan pada t.l. 1768 K2723 F 1495 C, , Titik lebur 5301 F 2927 C, 3200 K, Titik didih 16.06 kJmol1 Kalor peleburan 377 kJmol1 Kalor penguapan 24.81 Jmol1K1 Kapasitas kalor Tekanan uap Dibaca

P (Pa) at T (K)

1 1790

10 1960

100 2165

1k 2423

10 k 2755

100 k 3198

35

PLATINA DAN COBALT

Sifat atom 5, 4, 3, 2, 1, -1[2] Bilangan oksidasi (oksida amfoter) 1.88 (skala Pauling) Elektronegativitas pertama: 760.4 kJmol1 Energi ionisasi (lebih lanjut) ke-2: 1648 kJmol1 ke-3: 3232 kJmol1 125 pm Jari-jari atom 1263 (low spin), 1507 (high spin) Jari-jari kovalen pm Lain-lain hexagonal Struktur kristal feromagnetik Pembenahan magnetik (20 C) 62.4 nm Keterhambatan elektris 100 Wm1K1 Konduktivitas termal (25 C) 13.0 mm1K1 Ekspansi termal 1 Kecepatan suara (batang ringan) (20 C) 4720 ms 209 GPa Modulus Young 75 GPa Modulus Shear 180 GPa Bulk modulus 0.31 Rasio Poisson 5.0 Kekerasan Mohs 1043 MPa Kekerasan Viker 700 MPa Kekerasan Brinell 7440-48-4 Nomor CAS Isotop paling stabil Artikel utama: Isotop dari kobalt

iso Co 57 Co 58 Co 59 Co 60 Co
56

NA syn syn syn 100% syn

Waktu paruh DM DE (MeV) 77.27 d 4.566 271.79 d 0.836 70.86 d 2.307 Co stabil dengan 32 neutron 5.2714 years , , 2.824

DP Fe 57 Fe 58 Fe
56 60

Ni

l b s r

36

PLATINA DAN COBALT

1. Sifat fisis Kobal bersifat rapuh, logam keras, menyerupai penampakan besi dan nikel. Kobal memiliki permeabilitas logam sekitar dua pertiga daripada besi. Kobal cenderung terdapat sebagai campuran dua allotrop pada kisaran suhu yang sangat lebar. Transformasi antara dua bentuk ini bersifat lembam dan ditemukan dengan variasi tinggi sebagaimana dilaporkan pada sifat fisik kobal. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Melebur pada suhu 14900 C dan mendidih pada suhu 35200 C. Memiliki 7 tingkat oksidasi yaitu -1, 0, +1, +2, +3, +4 dan +5. Kobalt relatif tidak reaktif, meskipun ia larut lambat sekali dalam asam mineral encer. Warna: sedikit berkilauan, metalik, keabu-abuan Kobal bersifat logam keras, menyerupai penampakan besi dan nikel. Kobal memiliki permeabilitas logam sekitar dua pertiga daripada besi. Penggolongan: Metalik. Kobalt juga merupakan suatu unsur dengan sifat rapuh agak keras dan mengandung metal serta kaya sifat magnetis.

2. Sifat Kimia Mudah larut dalam asam asam mineral encer Kurang reaktif Dapat membentuk senyawa kompleks Senyawanya umumnya berwarna Dalam larutan air, terdapat sebagai ion Co2+ yang berwarna merah Senyawa senyawa Co(II) yang tak terhidrat atau tak terdisosiasi berwara biru. Ion Co3+ tidak stabil, tetapi kompleks kompleksnya stabil baik dalam bentuk larutan maupun padatan. 8. Kobalt (II) dapat dioksidasi menjadi kobalt(III) 9. Bereaksi dengan hidogen sulfida membentuk endapan hitam 10. Tahan korosi 11. Bereaksi lambat dengan asam encer menghasilkan ion dengan biloks +2. 12. Pelarutan dalam asam nitrat disertai dengan pembentukan nitrogen oksida, reaksi yang terjadi adalah : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Co + 2H+ Co2+ + H2 3Co + 2HNO3 + 6H+ 3Co2+ + 2NO+ 4H2O 3 Sifat Mekanik Kobalt

37

PLATINA DAN COBALT

Penambahan unsur kobalt akan memperbaiki sifat kekerasan baja. Kekerasan meningkat dan tahan aus serta stabil pada suhu yang tinggi.

G. Keberadaan Kobalt dengan Tingkat Oksidasi Rendah ( -1, 0, dan +1 )

Kobalt dengan tingkat oksidasi rendah (-1,0,+1) hanya terdapat sedikit di alam, yaitu pada beberapa senyawa kompleks kobalt yang mengandung ligan dengan ikatan , misalnya CO, NO dan juga CN. Dengan tingkat oksidasi (-1) terdapat pada kompleks tetrahedral [Co(CO)4]- dan [Co(CO)3NO]. Co2(CO)8 merupakan kompleks kobalt dengan tingkat oksidasi 0, K4[Co(CN)4] dan [Co(PMe3)4] juga merupakan kompleks Co dengan tingkat oksidasi nol. Co(CNPh)5ClO4 merupakan kompleks kobalt dengan muatan +1. Kompleks kobalt dengan tingkat oksidasi rendah hanya terjadi dengan ligan ligan yang kuat dan mempunyai ikatan seperti CO, NO dan juga CN, karena ligan ligan tersebut cukup kuat untuk menyebabkan terjadinya pasangan spin pada atom pusat kobalt sehingga tidak terjadi eksitasi elektron keluar orbital yang menyebabkan atom kobalt mempunyai tingkat oksidasi yang lebih tinggi.

H. Pembuatan Kobalt
Unsur kimia/kobalt diproduksi ketika hidroksida hujan hujan akantimbul hipoklorit sodium ( Naocl) 2Co2+(aq) + NaOCl(aq) + 4OH-(aq) + H2O OH)3(s) + NaCl(aq) Trihidroksid Co(OH)3 dipanaskan untuk membentuk oksida dan kemudian dikurangi dengan karbon untuk membentuk unsur kimia/kobalt metal. 2Co(OH)3 (heat) Co2O3 + 3H2O 2Co2O3 + 3C Co + 3CO2. Pada tingkat valensi mol dibentuk oleh tiga logam, (NiCO4)4) di bentuk oleh penggabungan Ni dan CO. Pd susunan dan pycolisis berikutnya sangat penting pada proses moud untuk pemurnian logam. Terlebih dahulu proses asli menjadi mutlak sekitar 1970an. suatu proses pengubahan dipakai di Canada. (Ni(CO)4) mungkin lebih mengenal karbonil tetapi stabilitasnya sangat rendah daripada karbonil-karbonil dalam golongan logam trasisi. bentuk molekul (Ni(CO)4) adalah tetrahedral, mudah menguap, sangat beracun, mudah dioksidasi dan dapat dengan mudah teerbakar. turunan phospin (Ni(PF3)4), dan dicampurkan menjadi (Ni(CO)2 (PF3)2), juga dikenali. reduksi(Ni(CN)4)2- oleh kalium dalam amoniak dalam bentuk cair menghasilkan K 4(Ni(Cn)4). sifat reduksi dengan hidrazin sulfat dalam media air akan menghasilkan (K4(Ni2(CN)6).

38

PLATINA DAN COBALT

Ketersediaan unsur kimia kobalt tersedia di dalam banyak formulasi yang mencakup kertas perak, potongan, tangkai, dan kawat. Unsur kimia Kobalt juga merupakan suatu unsur dengan sifat rapuh agak keras dan mengandung metal serta kaya sifat magnetis yang serupa setrika. Unsur kimia Kobalt adalah batu bintang. Deposit bijih. Kobalt-60 ( 60Co) adalah suatu isotop yang diproduksi menggunakan suatu sumber sinar ( radiasi energi tinggi). unsur kimia/Kobalt mewarnai gelas/kaca serta memiliki suatu keindahan warna kebiruan.

I. Ekstraksi Kobalt
Unsur cobalt di alam selalu didapatkan bergabung dengan nikel dan biasanya juga dengan arsenik. Mineral cobalt terpenting antara lain Smaltite (CoAs2), cobalttite (CoAsS) dan Lemacite ( Co3S4 ). Sumber utama cobalt disebut Speisses yang merupakan sisa dalam peleburan bijih arsen dari Ni, Cu, dan Pb. Unsur cobalt diproduksi ketika hidroksida hujan, akan timbul hipoklorit sodium ( NaOCl) . Berikut reaksinya : 2Co2+(aq) + NaOCl(aq) + 4OH-(aq) + H2O 2Co(OH)3(s) + NaCl(aq)

Trihydroxide Co(OH)3 yang dihasilkan kemudian dipanaskan untuk membentuk oksida dan kemudian ditambah dengan karbon sehingga terbentuklah unsur kobalt metal. Berikut reaksinya : 2Co(OH)3 (heat) Co2O3 + 3H2O 2Co2O3 + 3C 4Co(s) + 3CO2(g)

J. Logam Paduan Kobalt 1. Nikel dan Paduan Kobalt Merupakan rangkaian buat bahan pesawat Tidak mudah korosif Kobal selalu terdapat bergabung dengan Nikel dan biasa juga dengan arsen. Sumber utama kobal adalah speisses , yang merupakan sisa dalam peleburan bijih arsen dari Ni, Cu, Pb. 2. Alloy Alloy adalah paduan kobal-based dengan kekuatan yang sangat baik suhu tinggi dan ketahanan oksidasi yang baik untuk 2000 F (1093 C). Tingkat krom

39

PLATINA DAN COBALT

tinggi ditambah dengan penambahan kecil lantanum menghasilkan skala yang sangat ulet dan protektif. paduan ini juga memiliki ketahanan sulfidasi baik dan stabilitas metalurgi yang sangat baik ditampilkan oleh keuletan baik setelah terlalu lama terkena suhu yang tinggi.

K. Memperoleh Kobalt Murni dari Mineralnya


Secara umum untuk mendapatkan kobalt murni dilakukan reduksi termal terhadap Co3O4 dengan menggunakan logam Aluminium. Namun untuk mendapatkan kobalt oksida itu sendiri sebelumnya dilakukan beberapa tahapan proses, baik untuk memisahkan pengotor pengotornya maupun logam lain yang biasanya terdapat dengan persenyawaan kobalt di alam.

L. Kompleks Cobalt Co3+ Semua senyawa kompleks kobalt (III) mengadopsi geometri oktahedron. Sebagai contoh yaitu ion heksaaminkobaltat(III) [Co(NH3)6]3+ dan ion heksasianokobaltat(III) [Co(CN)6]3+ . ion heksanitrokobaltat(III) [Co(NO2)6]3+, yang berwarna kuning dan biasaanya disintesis sebagai garam natriumnya, menunjukkan sifat tak lazim. Seperti lazimnya garam-garam alkali, Na3[Co(NH3)6] larut dalam air, tetapi garam kaliumnya saangat sukar larut dalam air, begitu juga garam-garam rubidium maupun sesiumnya. Hal ini dikaitkan dengan ukuran ion relatifnya. Ion kalium mempunyai ukuran relatif jauh lebih dekat dengan ukuran anion kompleksnya sehingga kristalnya memiliki energi kisi yang lebih tinggi dan kelarutan lebih rendah. Sifat ini merupakan salah satu reaksi petunjuk kualitatif adanya ion kalium :

3K+(aq) + [Co(NO2)6]3+(aq) K3[Co(NO2)6](s) (kuning)

Co2-

40

PLATINA DAN COBALT

Dalam larutan air garam-garam kobalt(II) berwarna pink CoCl2.6H2O oleh karena ion oktahedral [Co(H2O)6]2+. Tetapi ion tetrahedral kobatl(II) berwarna biru, dan ini dapat terjadi misalnya denganligan Cl-. Jadi penambahan HCl pada (ion Cl-) pada ion [Co(H2O)6]2+ akan menghasilkan larutan biru ion tetrahedral [CoCl4]2- :

[Co(H2O)6]2+(aq) + 4Cl-(aq) [CoCl4]2-(aq) + 6H2O(l) (pink biru) Hasil yang sama juga dapat diperoleh dari proses pelarutan kristal pink CoCl2.6H2O di dalam etanol absolute atau aseton; dalam hal ini, pelarut berfungsi menarik ligan air. Pada kondisi keseimbangan yaitu tepat terjadinya perubahan warna, pergeseran keseimbangan waarna sangat sensitif terhadap temperatur, yaitu biru pada pemanasan tetaspi menjadi pink pada pendinginan (dengan es). pemanasan [Co(H2O)6]2+(aq) + 4Cl-(aq) [CoCl4]2+(aq) + 6H2O(l) pendinginan Penambahan ion hidroksida kedalam larutan ion kobalt (II) dalam air menghasilkan endapan kobalt(II) hidroksida berwarna biru pada awalnya, tetapi menjadi pink setelah dibiarkan beberapa lama :

[Co(H2O)6]2+(aq) + 2OH-(aq) Co(OH)2(s) + 6H2O(l) (pink biru) Secara perlahan, kobalt(II) hidroksida teroksidasi dengan dioksigen udara menjadi kobalt(III)oksida hidroksida CoO(OH).

M. Kecenderungan golongan
Kobalt lebih reaktif dari pada besi. Tingkat oksidasi yang umum bagi kobalt yaitu +2 dan +3. Dalam larutan air, ion [Co(H2O)6]2+ dan ion [Co(H2O)6]3+ keduanya dikenal, tetapi kobalt(III) bersifat oksidator,dan dalam larutan air kecuali dalam lingkungan asam, terurai dengan cepat karena Co(III) mengoksidasi air dengan membebaskan gas dioksigen.

41

PLATINA DAN COBALT

N. Senyawa oksida kobalt


Beberapa oksida logam golongan ini yang dikenal yaitu kobalt(II)-CoO, campuran Co(II) dan Co(III)-Co3O4, satu-satunya oksida loogam divalen, CoO yang berupa abu-abu atau buah zaitun hijau dapat diperoleh dari pemanasan logamnya dalam udara atau uap air, atau pemanasan hidroksida, karbonat atau nitrat dalam kondisi tanpa udara. kobalt ( II) oksida memiliki Titik-Lebur: 1830C, Kepadatan : 6400 kg m-3

Oksida Cobalt (II) Oksida merupakan senyawa padatan berwarna hijau dibuat melalui pemanasan Cobalt(II) karbonat atau nitrat pada suhu 11000C. Reaksi ini harus dilakukan dalam ruang bebas oksigen, reaksinya sebagai berikut : CoCO3 CoO + CO2 2Co(NO3)2 2CoO + 4NO2 +O2 Cobalt(II) Oksida mempunyai struktur NaCl. Pada pemanasan 4005000C dalam udara dihasilkan senyawa Co3O4. Beberapa oksida lain yang dikenal antara lain Co2O3, CoO2 dan oksoCobalttat (II) merah Na10[Co4O9].
Halida

Halida anhidrat CoX2 dapat dibuat dengan dehidrasi dari hidrat halida dan untuk CoF2 dibuat dengan mereaksikan antara HF dengan CoCl2. Halida klor berwarna biru terang. Reaksi dari flourida atau senyawaan flourinasi lain pada Cobalt halida pada temperatur 300 4000C menghasilkan Cobalt(III) flourida yang merupakan senyawa berwarna coklat gelap yang umumnya digunakan sebagai zat flourinasi. Cobalt(III) flourida dapat direduksi oleh air. Senyawa yang sederhana misalnya CoF3 yang berupa padatan coklat mudah bereaksi dengan air menghasilkan oksigen.
Sulfida

Dibentuk dari larutan Co2+ yang direaksikan dengan H2S membentuk endapan CoS berwarna hitam.

42

PLATINA DAN COBALT

Co2+ + H2S CoS + 2H+

Garam Bentuk garam Cobalt(II) yang paling sederhana dan merupakan garam hidrat. Semua

garam hidrat Cobalt berwarna merah atau pink dari ion [Co(H2O)6]2+ yang merupakan ion terkoordinasi oktahedral. Cobalt(II) hidroksida bersifat amphotir bila dilarutkan dalam hidroksida pekat membentuk larutan berwarna biru yang mengandung ion [Co(OH)4]2-. Bentuk garam Cobalt(III) sangat sedikit, garam flourida hidrat berwarna hijau CoF3.5H2O dan hidrat sulfat berwarna biru Co2(SO4)3.18H2O.

Stabilitas ion cobalt

Stabilitas dari ion Cobalt mempunyai kecenderungan menurun dari bilangan oksidasi tinggi menuju bilangan oksidasi rendah dan terjadi peningkatan stabilitas tingkat oksidasi II relatip lebih tinggi dibandingkan tingkat oksidasi III, sesuai dengan deret unsur periode pertama, Ti, V, Cr, Mn, dan Fe, terakhir Co. Tingkat oksidasi tertinggi dari ion cobalt adalah V dan sangat sedikit senyawaan yang dikenal. Untuk senyawaan ion cobalt (III) banyak dijumpai dengan atom-atom donor (biasanya N) dan untuk ion cobalt (I) biasanya dengan ligan-ligan phi-aseptor.

Isotop cobalt

Cobalt-60 ( 60Co) adalah suatu isotop yang diproduksi menggunakan suatu sumber sinar (radiasi energi tinggi) Kobal-60, adalah isotop buatan, sebagai sumber sinar gamma yang penting dan digunakan secaara luas sebagai zat pencari jejak dan zat radioterapi. Sumber kobal tunggal kobal-60 berharga dari $1 hingga $10 per curie, tergantung pada kuantitas dan aktivitas jenis. Reaksi-reaksi Cobalt

1. Reaksi kobalt dengan udara

43

PLATINA DAN COBALT

Cobalt tidak terlalu reaktif dengan udara. Namun pada pemanasan oksida Co 3 O 4 terbentuk. Jika reaksi dilakukan di atas 900 C, hasilnya adalah kobalt (II) oksida, CoO. Cobalt tidak bereaksi langsung dengan nitrogen, N 2.

3Co (s) + 4o 2 (g) 2CO 3 O 4 (s) 2CO (s) + O 2 (g) 2CoO (s) 2. Reaksi cobalt dengan air
Air memiliki sedikit efek terhadap logam kobalt. Reaksi antara logam kobalt merah panas dan uap menghasilkan kobal (II) oksida, CoO.

2CO (s) + O 2 (g) 2CoO (s)

3. Reaksi cobalt dengan halogen


The dibromida kobalt (II) bromida, CoBr 2, dibuat melalui reaksi langsung antara logam kobalt dan bromin.

Co (s) + Br 2 (l) CoBr 2 (s) [hijau]


Klorida yang sesuai dan iodida dapat dilakukan dengan cara yang sama, tetapi metode lain tampaknya digunakan dalam menggunakan preferensi forsynthetic.

Co (s) + Cl 2 (g) COCl 2 (s) [blue] Co (s) + I 2 (s) COI 2 (s) [biru-hitam]

4. Reaksi cobalt dengan asam


logam Cobalt larut perlahan dalam cairan asam sulfat untuk membentuk solusi berisi Co aquated (II) ion bersama dengan gas hidrogen, H 2. Dalam prakteknya, Co (II) hadir sebagai ion kompleks [Co (OH 2) 6] 2 +.

44

PLATINA DAN COBALT

Co (s) + H 2 SO 4 (aq) Co 2 + (aq) + SO 4 2 - (aq) + H 2 (g)

KOBALT (III)

Semua senyawa kompleks kobalt (III) mengadopsi geometri oktahedron. Sebagai contoh yaitu ion heksaaminkobaltat(III) [Co(NH3)6]3+ dan ion heksasianokobaltat(III)

[Co(CN)6]3+ . ion heksanitrokobaltat(III) [Co(NO2)6]3+, yang berwarna kuning dan biasaanya disintesis sebagai garam natriumnya, menunjukkan sifat tak lazim. Seperti lazimnya garam-garam alkali, Na3[Co(NH3)6] larut dalam air, tetapi garam kaliumnya saangat sukar larut dalam air, begitu juga garam-garam rubidium maupun sesiumnya. Hal ini dikaitkan dengan ukuran ion relatifnya. Ion kalium mempunyai ukuran relatif jauh lebih dekat dengan ukuran anion kompleksnya sehingga kristalnya memiliki energi kisi yang lebih tinggi dan kelarutan lebih rendah. Sifat ini merupakan salah satu reaksi petunjuk kualitatif adanya ion kalium : 3 K+ (aq) + [Co(NO2)6]3+ (aq) K3[Co(NO2)6] (s) kuning KOBALT (II)

Dalam larutan air garam-garam kobalt(II) berwarna pink CoCl2.6H2O oleh karena ion oktahedral [Co(H2O)6]2+. Tetapi ion tetrahedral kobatl(II) berwarna biru, dan ini dapat terjadi misalnya denganligan Cl-. Jadi penambahan HCl pada (ion Cl-) pada ion [Co(H2O)6]2+ akan menghasilkan larutan biru ion tetrahedral [CoCl4]2- : [Co(H2O)6]2+(aq) + 4 Cl-(aq) [CoCl4]2-(aq) + 6 H2O (l) pink biru Hasil yang sama juga dapat diperoleh dari proses pelarutan kristal pink CoCl2.6H2O di dalam etanol absolute atau aseton; dalam hal ini, pelarut berfungsi menarik ligan air. Pada kondisi keseimbangan yaitu tepat terjadinya perubahan warna, pergeseran keseimbangan waarna sangat sensitif terhadap temperatur, yaitu biru pada pemanasan tetapi menjadi pink pada pendinginan (dengan es). pemanasan PLATINA DAN COBALT

45

[Co(H2O)6]2+ (aq) + 4 Cl- (aq) [CoCl4]2+ (aq) + 6 H2O (l) pendinginan Penambahan ion hidroksida kedalam larutan ion kobalt (II) dalam air menghasilkan endapan kobalt(II) hidroksida berwarna biru pada awalnya, tetapi menjadi pink setelah dibiarkan beberapa lama : [Co(H2O)6]2+ (aq) + 2 OH- (aq) Co(OH)2 (s) + 6 H2O (l) pink biru secara perlahan, kobalt(II) hidroksida teroksidasi dengan dioksigen udara menjadi kobalt(III)oksida hidroksida CoO(OH).

O. Skema Proses Electroplating menggunakan unsur Cobalt


Perpindahan ion logam terjadi dengan bantuan arus listrik melalui larutan elektrolit,sehingga ion logam mengendap pada benda padat yang akan dilapisi. Ion logamdiperoleh dari elektrolit maupun berasal dari pelarutan anoda logam di dalam elektrolit. Pengendapan terjadi pada benda kerja yang berlaku sebagai katoda dalam hal ini baja akan dilapisi.

DILAPISIaksi ya Re

Reaksi kimia yang terjadi pada proses electroplating seperti pada gambar dijelaskan sebagai berikut :

Pembentukan pelapis cobalt :


Co2 + (aq) + 2e- Co(s)

Pembentukan gas Hidrogen PLATINA DAN COBALT

46

2H+(aq)+ 2e-H2 (g)

Reduksi oksigen terlarut


O2 (g)+ 2H+H2O(l)

Sedangkan pada anoda Pembentukan gas oksigen H2O(l)4H+(aq)+ O2 (g)+ 4eOksidasi gas Hidrogen H2 (g)2H+(aq)+ 2eMekanisme terjadinya pelapisan logam adalah dimulai dari dikelilinginya ion-ionlogam oleh molekul-molekul pelarut yang mengalami polarisai. Di dekat permukaankatoda, terbentuk daerah Electrical Double Layer (EDL) yang bertindak seperti lapisandielektrik. Adanya lapisan EDL memberi beban tambahan bagi ion-ion untukmenembusnya. Dengan gaya dorong beda potensial listrik dan dibantu oleh reaksi-reaksikimia, ion-ion logam akan menuju permukaan katoda dan menangkap electron darikatoda, sambil mendeposisikan diri di permukaan katoda. Dalam kondisi equilibrium,setelah ion-ion mengalami discharge menjadi atom-atom kemudian akan menempatkandiri pada permukaan katoda dengan mula-mula menyesuaikan mengikuti susunan atom dari material katoda.

P. Kelebihan dan kerugian kobalt

Kelebihan

1.

Cobalt adalah logam yang tidak reaktif atau tidak mudah teroksidasi. Dengan menggunakan cobalt sebagai coating material pada proses electroplating , bajaakan memiliki sifat yang serupa yaitu tahan terhadap karat.

2.

Struktur unsur cobalt pada umumnya keras. Dengan menggunakan cobalt sebagaiunsur pelapis akan diperoleh baja yang lebih kuat dan keras.

3.

Logam cobalt adalah salah satu logam yang bersifat magnetis. Sehingga baja yangtelah dilapisi dengan unsur cobalt banyak digunakan di berbagai sektor industry

4.

Baja yang telah dilapisi dengan cobalt akan memiliki sifat yang tidak mudah aus.Dengan begitu, baja tersebut cocok digunakan sebagai bahan konstruksi bangunanporos

47

PLATINA DAN COBALT

pada bagian yang bergerak. Baja hasil electroplating dengan cobalt akan memiliki sifat yang tetap keras padasuhu yang tinggi.

Kerugian : 1. Logam Cobalt adalah logam yang cukup mahal. Sehingga kurang efisien jikadigunakan sebagai unsur pelapis dalam proses electroplating. 2. Karena sifat cobalt yang keras, baja yang dilapisi dengan logam tersebut rentan patah dan rapuh.

Q. Kegunaan kobalt
Kobal terutama digunakan untuk membuat campuran dengan logam lain, dan juga molekul CO nya berikatan koordinasi dengan atom Fe Pd hemoglobin, menggantikan molekul Oksigen yng dibawa oleh hemoglobin. kobal juga banyak digunakan dalam pembuatan paduan logam yang tahan karat. paduan logamnya yang terkenal antara lain : Kobalt klorida(COCl2), larutannya berwarna merah jambu dan dapat berubah menjadi warna biru karena dehidrasi. oleh karena itu apabila ada kertas yang mengandung ion CO2+ digunakan dalam meramal cuaca, bila keadaan lembab maka kertas berwarna merah jambu dan menandakan hari akan hujan. Salah satu makanan yang kita konsumsi ber sumber vitamin B12 yang merupakan suatu campuran yang berisi unsur kobalt, adalah marmit, tetapi unsur yang dikandung didalamnya tergolong unsur lebih lemah dan lembut. Di Australia dikenal dengan Vegemit, sedangkan di Amerika, Marmit dicampur dengan pindakas Digunakan untuk industri, secara normal diproduksi sebagai biproduct dari produstion tembaga, nikel Bijih yang dibakar Secara normal membentuk suatu campuran oksida metal. Perawatan dengan cuka sulphurik dapat meninggalkan tembaga metalik sebagai residu dan dissolves. Kobal dicampur dengan besi, nikel, dan logam lainnya untuk membuat Alnico, alloy dengan kekuatan magnet luar biasa untuk berbagai keperluan. Alloy stellit, mengandung kobal, khrom, dan wolfram, yang bermanfaat untuk peralatan berat, peralatan yang digunakan pada suhu tinggi, maupun peralatan yang digunakan dengan kecepatan tinggi.

48

PLATINA DAN COBALT

Kobal juga digunakan untuk baja magnet dan tahan karat lainnya. Sebagai alloy, digunakan dalam turbin jet, dan generator turbin gas. Logam digunakan dalam elektroplating karena sifat penampakannya, kekerasannya, dan sifat tahan oksidasinya. Garam kobal telah digunakan selama berabad-abad untuk menghasilkan warna biru brilian yang permanen pada porselen, kaca, pot, keramik dan lapis e-mail gigi. Garam kobal adalah komponen utama dalam membuat biru Sevre dan biru Thenard. Larutan kobal klorida digunakan sebagai pelembut warna tinta. Kobal digunakan secara hati-hati dalam bentuk klorida, sulfat, asetat, nitrat karena telah ditemukan efektif dalam memperbaiki penyakit kekurangan mineral tertentu pada binatang.Tanah yang layak mengandung hanya 0.13 - 0.30 ppm kobal untuk makanan binatang.

Penggunaan untuk unsur kobalt secara lebih terinci: 1. Kobal dicampur dengan besi, nikel, dan logam lainnya untuk membuat Alnico, alloy dengan kekuatan magnet luar biasa untuk berbagai keperluan. Alloy stellit, mengandung kobal, khrom, dan wolfram, yang bermanfaat untuk peralatan berat, peralatan yang digunakan pada suhu tinggi, maupun peralatan yang digunakan dengan kecepatan tinggi. 2. Digunakan sebagai bahan baja tahan-karat dan baja magnit. 3. Digunakan di dalam campuran logam untuk turbin gas generator dan turbin pancaran. 4. Digunakan di dalam menyepuh listrik oleh karena penampilannya, kekerasan, dan perlawanan ke oksidasi. 5. Garam kobal telah digunakan selama berabad-abad untuk menghasilkan warna biru brilian yang permanen pada porselen, kaca, pot, keramik dan lapis e-mail gigi. Garam kobal adalah komponen utama dalam membuat biru Sevre dan biru Thenard. 6. Cobalt-60, merupakan artifical isotop, dimana sebagai suatu sumber sinar penting, dan secara ekstensif digunakan sebagai suatu pengusut serta agen radiotherapeutic. Kobal-60, adalah isotop buatan, sebagai sumber sinar gamma yang penting dan digunakan secaara luas sebagai zat pencari jejak dan zat radioterapi. 7. Digunakan sebagai campuran pigmen cat. 8. Larutan kobal klorida digunakan sebagai pelembut warna tinta. 9. Radioisotop dalam industry. 10. Kobalt-60: Digunakan untuk sterilisasi gamma, radiografi industri, kepadatan dan ketinggian mengisi.

49

PLATINA DAN COBALT

R. Bahaya Cobalt

Toksisitas kobalt cukup rendah dibandingkan dengan logam lain dalam tanah. Hewan diberikan kobalt klorida perorally atau melalui suntikan menunjukkan konsentrasi yang lebih tinggi dalam hati, dengan konsentrasi agak rendah di ginjal dan limpa.

Kobalt garam terhirup menyebabkan iritasi pernafasan mungkin menyebabkan oedema paru (pneumonia kimia) pada hewan. Cobalt (Co) dalam jumlah yang besar yang masuk ke dalam tubuh akan merusak kelenjar gondok, sel darah merah menjadi berubah, tekanan darah menjadi tinggi, pergelangan kaki menjadi bengkak, penyakit gagal jantung, sesak nafas, batuk-batuk dan kondisi badan yang lemah.

S. Pencegahan dan Penanggulangan Pencemaran Kobalt

Wabah keracunan Cobalt pernah terjadi di Amerika tahun 1964-1966 di kota Nebraska dan Ohama. Masyarakat kedua kota tersebut mengalami gagal jantung. Penyebabnya adalah beberapa Industri menggunakan Cobalt (Co) dalam proses produksi misalnya : produksi minuman kaleng.

Cara pencegahannya dan penanggulangan yang dapat dilakukan terhadap pencemaran kobalt adalah: Melakukan pengolahan terhadap air limbah yang mengandung logam Co sehingga aman dibuang ke lingkungan. Menanam tanaman eceng gondok di badan air yang tercemar oleh logam Co. Melakukan pengolaham kembali atau recovery.

50

PLATINA DAN COBALT

BAB III PENUTUP

3.1. Kesimpulan
Platina ditemukan pada tahun 1924 di Afrika Selatan oleh seorang geologist Jerman baru. Platina adalah suatu unsur kimia dengan simbol kimia Pt dan nomor atom 78. Namanya berasal dari istilah Spanyol platina del Pinto, yang secara harfiah diterjemahkan sebagai perak kecil dari Sungai Pinto. Kegunaan platina:

1. Pt kasar, digunakan dibarang permata, sepertiga dikereta, mobil dan sepertiga untuk investasi dan industri. 2. Batang-batang rel platina digunakan seperti bedak atau spons, dan digabungkan kedalam objek padat dengan sintering 3. Platinum juga digunakan untuk bahan kontak listrik, peralatan tahan korosi dan kedokteran gigi. 4. Platinum digunakan untuk melapisi kerucut misil, kerucut bensin mesin jet dan lain-lain, yang mengandalkan ketahanan pada suhu tinggi untuk waktu yang sangat lama. 5. Dalam kondisi yang sangat halus, platinum merupakan katalis yang sempurna, yang banyak digunakan untuk menghasilkan asam sulfat. Pembuatan platina: Platinum bersama-sama dengan sisa logam platinum diperoleh secara komersial sebagai produk dari nikel dan tembaga penambangan. Selama electrorefining tembaga, logam mulia seperti perak, emas dan kelompok platinum logam serta selenium dan telurium mengendap di bagian bawah sebagai anoda sel lumpur, yang merupakan titik awal untuk ekstraksi logam kelompok platinum.

51

PLATINA DAN COBALT

Kompleks platina: platina membentuk banyak kompleks oktahedral yang inert secara termal dan kinetik, berarah dari yang kationik seperti [ Pt(NH3)6 Cl4 sampai yang anionik seperti K2[PtCl6], yang terpenting adalah natrium atau kalium heksakloroplatina. Logam kobalt baru mulai digunakan pada abad 20, namun bijih kobalt sesungguhnya telah digunakan ribuan tahun sebelumnya sebagai pewarna biru pada gelas maupun berbagai perkakas dapur. Kobalt adalah suatu unsur kimia yang memiliki lambang Co dan nomor atom 27. Kegunaan kobalt: 1. Kobal terutama digunakan untuk membuat campuran dengan logam lain 2. Digunakan di dalam menyepuh listrik oleh karena penampilannya, kekerasan, dan perlawanan ke oksidasi. 3. Larutan kobal klorida digunakan sebagai pelembut warna tinta. 4. kobal juga banyak digunakan dalam pembuatan paduan logam yang tahan karat 5. Kobal juga digunakan untuk baja magnet. Unsur kimia/kobalt diproduksi ketika hidroksida hujan akan timbul hipoklorit sodium 2Co2+(aq) + NaOCl(aq) +4OH-(aq) H2O + Co(OH)3(s) + NaCl(aq) Trihidroksid Co(OH)3 dipanaskan untuk membentuk oksida dan kemudian dikurangi dengan karbon untuk membentuk unsur kimia/kobalt metal. 2Co(OH)3 (heat) Co2O3 + 3H2O 2Co2O3 + 3C Co + 3CO2. Kompleks kobalt: 1. Semua senyawa kompleks kobalt (III) mengadopsi geometri oktahedron. 2. Dalam larutan air garam-garam kobalt(II) berwarna pink CoCl2.6H2O oleh karena ion oktahedral [Co(H2O)6]2+.

52

PLATINA DAN COBALT

Bahaya Cobalt

Toksisitas kobalt cukup rendah dibandingkan dengan logam lain dalam tanah. Hewan diberikan kobalt klorida perorally atau melalui suntikan menunjukkan konsentrasi yang lebih tinggi dalam hati, dengan konsentrasi agak rendah di ginjal dan limpa.

Kobalt garam terhirup menyebabkan iritasi pernafasan mungkin menyebabkan oedema paru (pneumonia kimia) pada hewan. Cobalt (Co) dalam jumlah yang besar yang masuk ke dalam tubuh akan merusak kelenjar gondok, sel darah merah menjadi berubah, tekanan darah menjadi tinggi, pergelangan kaki menjadi bengkak, penyakit gagal jantung, sesak nafas, batuk-batuk dan kondisi badan yang lemah.

Cara pencegahan dan penanggulangan yang dapat dilakukan terhadap pencemaran kobalt adalah: 1. Melakukan pengolahan terhadap air limbah yang mengandung logam Co sehingga aman dibuang ke lingkungan. 2. Menanam tanaman eceng gondok di badan air yang tercemar oleh logam Co. 3. Melakukan pengolaham kembali atau recovery. 3.2. Saran Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Apabila ada kritik dan saran yang membangun sangat kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini agar kedepannya lebih baik lagi

53

PLATINA DAN COBALT