Anda di halaman 1dari 9

RISIKO PENYAKIT DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI KALANGAN PEMINUM KOPI DI KOTAMADYA PALEMBANG TAHUN 2006-2007

ANASTASIA & MARIO SOETOPO 11.2012.018 11.2012.021 KEPANITERAAN KLINIK ILMU KESEHATAN MASYARAKAT

FAKULTAS KEDOKTERAN UKRIDA


2014

MASALAH
What : apakah konsumsi kopi dapat menurunkan resiko kejadian diabetes tipe 2 Who : kalangan peminum kopi kotamadya Palembang kelompok umur 45-59 tahun.

When : tahun 2006-2007


How : Proporsi DM tipe 2 yang tidak minum kopi 25,1% dan proporsi yang minum kopi 24,9% sedangkan kelompok non DM tipe 2 yang tidak minum kopi 15,4% dan proporsi yang minum kopi 34,6%

POPULASI

Kriteria gula darah sewaktu 200 mg% atau gula darah puasa 125 mg% Kelompok kontrol non DM tipe 2 diambil secara acak dengan penyepadanan kelompok umur dengan batasan usia subjek penelitian lebih dari 45 tahun

VARIABEL
Variabel yang diteliti Usia responden , Jenis kelamin Pekerjaan Pendidikan responden, BMI, Konsumsi kopi, Olahraga, Kebiasaan makan Riwayat penyakit diabetes dalam keluarga, Riwayat penyakit kardiovaskuler, Riwayat hipertensi

Y: kejadian DM tipe 2

PENGUMPULAN DATA
Data Primer: wawancara langsung atau tanya jawab kepada responden sesuai dengan daftar pertanyaan (kuesioner) yang sudah disiapkan sebelumnya Data sekunder: diperoleh dari data penduduk di kantor kecamatan seluruh Palembang dan data penderita diabetes tipe 2 di Puskesmas dan Rumah Sakit diseluruh Kota Palembang. Data yang terkumpul dianalisa secara deskriptif dan inferensial terutama dihitung odd ratio masing masing variabel terhadap kejadian DM tipe 2 dengan mengontrol variabel perancu lainnya.

DESAIN PENELITIAN
Studi kasus kontrol

Hasil : Terdapat hubungan penurunan resiko kejadian DM Tipe 2 pada kelompok peminum kopi. Frekuensi, kekentalan kopi, jenis kopi, lamanya minum kopi yang tinggi merupakan faktor protektif terhadap DM tipe 2.

KESIMPULAN DAN SARAN


Kesimpulan

a. Terdapat hubungan penurunan resiko kejadian DM Tipe 2 pada kelompok peminum kopi.
b. Frekuensi, kekentalan kopi, jenis kopi, lamanya minum kopi yang tinggi merupakan faktor protektif terhadap DM tipe 2. c. Peran kafein dalam dalam metabolisme adalah memblock pengaruh adenosin A 1 reseptor pada uptake glucose pada otot skeletal, dilain pihak secara invivo kafein meningkatkan sensifitas insulin dengan dimediasi oleh peningkatan kadar adrenalin. d. Kafein juga meningkat energi basal dan merangsang oxidasi lemak memobilisasi glikogen dalam otot dan meningkatkan lipolisis (pelepasan asam lemak bebas) dari jaringan perifer.

e. Penurun resiko terjadinya diabetes tipe 2 tidak dipangaruhi IMT dan faktor resiko lainnya. Kopi juga mengandung bahan lainnya seperti potassium, niacin, magnesium dan antioxidant seperti alfa tocopherol, asam fenol kolinergik dan bahan ini dapat meningkatkan resiko timbulnya diabetes melalui pengaruh sinergik metabolisme glucose dan resistensi insulin. f. Intake kopi tetap menurunkan resiko diabetes tipe 2 walaupun terdapat bahan tambahan pada kopi. Dalam hal ini intake kopi mungkin berhubungan dengan diet dan gaya hidup yang biasanya peminum kopi mempunyai gaya hidup yang kurang sehat antara lain merokok, peminum alkohol, diet yang kurang baik, akan tetapi setelah dikontrol dengan analisa stratifikasi faktor-faktor tersebut dapat dikontrol dan kopi tetap menurunkan resiko terjadinya diabetes tipe 2.