Anda di halaman 1dari 5

Refluks Gastroesofagus ( Kalasia)

Definisi Kalasia adalah refluks bebas melalui sfingter yang dilatasi Etiologi Faktor-faktor yang mempengaruhi kompetensi sfingter esophagus bawah (SEB) adalah posisi sfingter dalam abdomen, sudut insersi esophagus ke dalam lambung dan tekanan sfingter. ekanisme refluks yang utama ialah seringnya tekanan sfingter turun se!ara spontan. "efluks melalui sfingter yang lemah kronis sering ter#adi pada esofagitis, sedangkan refluks dengan tekanan normal bisa ter#adi apabila tekanan perut meningkat (batuk, menangis, buang air besar). $emasangan pipa gastrotomi #uga dapat menyebabkan ter#adinya refluks, mungkin karena mengubah sudut masuknya esophagus ke dalam lambung. Manifestasi klinis $engosongan lambung yang lambat dan muntah kadang kala mungkin sangat kuat karena tekanan spasme pylorus. $neumonia aspirasi ter#adi pada sekitar sepertiga penderita pada masa bayi,dan pada mereka yang ge#alanya menetap sampai akhir masa anak, sering ter#adi batuk kronik, mengi dan pneumonia berulang. ungkin #uga ter#adi ruminasi. $ertumbuhan dan penambahan berat badan buruk pada dua pertiga penderita. Diagnosis $ada kasus ringan, penilaian klinis yang !ermat mungkin !ukup untuk diagnosis, yang diperkuat dengan menilai respon terhadap terapi. $ada kasus yang berat, diagnosis dapat dikonfirmasi dengan esofagografi barium dengan bimbingan fluoroskopi. S!intis!ans lambung bisa digunakan untuk memperagakan aspirasi isi lambung dan dapat memperlihatkan refluks, tetapi sensiti%itas terhadap aspirasi dan spesifisitas terhadap refluks tidak tinggi. Esofagoskopi dapat menge%aluasi refluks dan striktur berat, dan biopsy esophagus merupakan u#i yang sensiti%e untuk membuktikan adanya refluks.

Pengobatan Bayi muda sebaiknya diletakkan pada posisi tengkurap. $ada bayi yang lebih tua dan anak-anak, menegakkan bagian kepala tempat tidur dan menegakkan posisi anak terindikasi. $emekatan susu formula dengan tepung (sereal) tangisan dan %olume muntah etoklopramid akan mema!u pengosongan lambung dan motilitas esophagus, serta mengurangi refluks. &omperidone hanya beker#a di perifer. 'isapride akan mema!u motilitas gastrointestinum melalui resptor serotonin. (ika ter#adi esofagitis, antasida, penyekat reseptor )* atau omepra+ole terindikasi karena obat-obat ini akan memperbaiki ge#ala-ge#ala serta motilitas esophagus. (ika ge#ala tidak membaik dengan per!obaan terapi medik intensif yang lama, terapi operasi mungkin terindikasi. $embentukan striktur karena esofagitis dengan refluks biasanya memerlukan terapi antirefluks ditambah pemasangan busi. Fundoplikasi ,issen atau %ariasinya digunakan pada anak-anak, gastro#e#unostomi perkutan adalah kurang in%asi%e dan merupakan alternatif yang se!ara potensial berguna. akan mengurangi

Esofagitis
Esofagitis peptic &isebabkan karena refluks asam lambung dengan nyeri, kehilangan darah dan kadang-kadang pembentukan striktur. merupakan bentuk esofagitis yang paling umum. Abses retroesofagus ungkin disebabkan oleh perforasi esophagus, perluasan abses retrofaring, osteomielitis spinal, pleuritis, pernanahan kelen#ar limfe mediastinum, perikarditis atau difteri faring. -bses terbentuk di belakang dan sekitar esophagus, sering menggesernya ke satu sisi, sambil menekan trakea yang lebih terfiksasi. .e#alanya berupa dispnea, batuk berbunyi, disfagi, nyeri, bengkak dan memerah di daerah leher dan kadang-kadang ada emfisema ser%ikal. /erapi dilakukan dengan pemberian antibiotik yang tepat dan operasi drainase

Kandidiasis (moniliasis ) esophagus 0nfeksi ini tidak terbatas pada penderita gangguan imun. Esofagoskopi dan biopsy adalah pemeriksaan diagnostik yang paling efektif dan akurat. Sebagai terapi dapat digunakan ketokona+ole dan amfoterisin dan atau flusitosin pada penderita yang terganggu imun dan pada penderita infeksi sistemik. Esofagitis virus Biasanya disebabkan oleh herpes simpleks ()S1), sitomegalo%irus (' 1), dan kadang-kadang %ari!ela +oster. 2dinofagia berat dan disfagia merupakan ge#ala utama. Esofagoskopi dan biopsy adalah !ara diagnosis terbaik. Kebanyakan penderita imunokompeten hanya membutuhkan terapi simptomatik dengan analgetik dan antasid. -siklo%ir efektif untuk )S1 dan %ari!ella +oster, sedangkan gansiklo%ir efektif untuk ' 1. Esofagitis bakteri Kadangkala bisa disebabkan oleh perluasan dari infeksi difteri faring atau perluasan dari tuber!ulosis kelen#ar paru. Esofagitis korosif (e#as ini paling sering ter#adi akibat menelan produk-produk pembersih rumah tangga. -lkali (345), asam (*45), pemutih, deter#en, botol bayi yang terlalu panas dari mi!rowa%e merupakan agen yang la+im men#adi penyebab. -lkali menyebabkan nekrosis yang berat, dalam, basah yang mengenai seluruh lapisan esophagus. Sedangkan semua asam menyebabkan nekrosis koagulatif dan parut yang tebal. Manifestasi klinis 6 mengeluarkan air liur, tidak mau minum, mual, muntah, nyeri epigastrium, luka bakar atau ulserasi mulut, demama, dan leukositosis. Striktur esophagus bisa ter#adi dan menyebabkan disfagi dan penurunan berat badan. $engobatan darurat antara lain adalah pemberian minum banyak (air atau susu) untuk mengen!erkan agen korosif -mpisilin bisa bisa diberikan kalau di!urigai ada infeksi. Stent intralumen dapat menguranngi pembentukan striktur pada luka bakar esophagus berat.

Perforasi Esofagus
$erforasi bisa spontan atau dapat disebabkan oleh trauma, endoskopi, dilatasi, menelan bahan kaustik, erosi akibat pipa trakeostomi atau endotrakea, atau, terutama pada bayi, saat intubasi trakea yang sulit. Banyak perforasi esophagus bersifat iatrogenik. $erforasi yang spontan dapat ter#adi akibat naiknya tekanan esophagus se!ara mendadak. 785 perforasi ter#adi pada sisi kiri esophagus distal pada anak-anak, tetapi pada neonatus lebih sering ter#adi pada sisi kanan. .e#ala-ge#ala yang la+im adalah muntah yang disertai nyeri substernal berat, sianosis dan syok. &iagnosis dapat menggunakan esofagografi dan esofagoskopi. $ada anak, pemberian transfusi darah biasanya !ukup untuk mengatasi penyakit yang sembuh sendiri ini.

Varises Esofagus
$ada anak, %arises esophagus biasanya ter#adi sebagai komplikasi hipertensi portal. /anda-tanda utamanya adalah hematemesis berulang, banyak, berwarna merah menyala, dan tin#a seperti ter, yang disertai dengan tanda-tanda penurunan %olume intra%askuler. -nak dengan %arises esophagus sering mempunyai sumber pendarahan gastrointestinum akut lain. &iagnosis dengan menggunakan esofagoskopi dan pemeriksaan roentgen dengan barium.

Benda Asing di Esofagus


-nak-anak menelan berbagai benda yang dapat menyangkut di esophagus, biasanya di bawah muskulus krikofaringeus, pada batas arkus aorta atau tepat di atas diafragma. 9ang logam adalah benda yang paling sering tertelan. Manifestasi klinis enelan benda asing dapat merangsang serangan batuk, pengeluaran air liur, dan tersedak. Benda asing dalam esophagus biasanya menimbulkan nyeri, disfagia, dan kadang-kadang dispnea karena penekanan laring atau trakea. Setelah masa bebas

ge#ala awal, edema dan radang menimbulkan ge#ala obstruksi esophagus. ,yeri, demam dan syok ter#adi kalau ter#adi perforasi. Diagnosis $enderita berge#ala dengan benda asing di dalam esophagus harus diperiksa dengan endoskopi untuk mengambil benda tersebut dan untuk memeriksa #e#as pada mukosa esophagus. $enderita tanpa ge#ala yang menelan benda asing radiolusen harus diperiksa dengan memakai barium oral. Pengobatan $engobatan yang la+im ialah mengambil benda tersebut dengan esofagoskopi langsung.