Anda di halaman 1dari 47

Siswanti, STP.

, MSc

Jay

Heizer dan Barry Rendeer, Production and Operations Management : Strategies and Tactics. Allyn and Bacon, Boston 1993. Yamit, manajemen Produksi dan Operasi, Ekonesia, Yogyakarta, 2002. tentang MPO yang lain.

Zulian

Buku

PENDAHULUAN
TUJUAN FUNGSI APLIKASI

JIT

Usaha-usaha untuk meniadakan pemborosan dalam segala bidang produksi, sehingga dapat menghasilkan dan mengirimkan produk akhir tepat waktu untuk dijual

Berusaha

untuk mendapatkan kesempurnaan dengan berusaha melakukan perbaikan terusmenerus untuk mendapatkan yang terbaik

Menghilangkan Pemborosan Menghilangkan Ketidakpastian

Fujio Cho dari Toyota mendefinisikan pemborosan (waste) sebagai segala sesuatu yang berlebih, di luar kebutuhan minimum atas peralatan, bahan, komponen, tempat, dan waktu kerja yang mutlak diperlukan untuk proses nilai tambah suatu produk.
Rumusan yang lebih sederhana pengertian pemborosan kalau sesuatu tidak memberi nilai tambah itulah pemborosan.

Over

produksi Waktu menunggu Transportasi Pemrosesan Tingkat persediaan barang Gerak Cacat produksi

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11.

Beberapa kesalahan dapat diterima Lot besar lebih efisien Produksi cepat lebih efisien Persediaan memberikan rasa aman Persediaan memperlancar produksi Persediaan adalah kekayaaan Antrian sangat penting Suplier adalah lawan Cukup memperbaiki kerusakan Lead time panjang lebih penting Pasti ada setup time

Tanpa cacat dan pasti 2. Idealnya lot adalah satu 3. Keseimbangan produksi lebih efisien 4. Persediaan adalah pemborosan 5. Persediaan tidak diinginkan 6. Persediaan adalah hutang 7. Antrian akan dihilangkan 8. Suplier adalah partner 9. Mencegah kerusakan adalah penting 10. Lead time pendek lebih penting 11. Setup akan menjadi nol
1.

Industriawan

Jepang : tidak perlu menimbun bahan maupun komponen di pabrik dalam jumlah besar

Penuhi

kebutuhan mereka secara : TEPAT WAKTU TEPAT JUMLAH TEPAT HARGA

LOGIKA DASAR pemikiran JIT adalah


Tidak ada yang akan diproduksi sampai ia dibutuhkan Memproduksi satu unit ekstra sama buruknya dengan memproduksi kurang satu unit Menyelesaikan produksi sehari lebih cepat juga sama buruknya dengan memproduksi sehari lebih lambat

Jangan membuang-buang waktu dengan menyortir bagian-bagian yang baik dari yang jelek, atau bagian-bagian yang memenuhi syarat dari yang tidak memenuhi syarat, tetapi pergunakanlah waktu itu untuk mencegah memproduksi bagianagain yang jelek atau tidak memenuhi syarat tersebut. Dengan kata lain ; Kerjakanlah Secara Benar Sejak Awal (Do It Right The First Time)

Meningkatkan

laba dan Return On Invesment

(ROI) Meningkatkan produktivitas total industri secara keseluruhan, melalui pengurangan biaya, pengurangan persediaan dan peningkatan kualitas.
Cara

untuk mencapai pengurangan biaya dan perbaikan produktivitas adalah dengan menghilangkan semua pemborosan secara terus menerus dan melibatkan para pekerja dalam melakukannya

1.

2.

3.

4.

Produksi Just In Time (JIT), adalah memproduksi apa yang dibutuhkan hanya pada saat dibutuhkan dan dalam jumlah yang diperlukan. Autonomasi merupakan suatu unit pengendalian cacat secara otomatis yang tidak memungkinkan unit cacat mengalir ke proses berikutnya. Tenaga kerja fleksibel, maksudnya adalah mengubah-ubah jumlah pekerja sesuai dengan fluktuasi permintaan. Berpikir kreatif dan menampung saran-saran karyawan

memproduksi produk yang diperlukan;


pada

waktu dibutuhkan oleh pelanggan, dalam jumlah sesuai kebutuhan pelanggan, pada setiap tahap proses dalam sistem produksi dengan cara yang paling ekonomis, atau paling efisien melalui eliminasi pemborosan (waste elimination), dan perbaikan terus menerus (contionous process improvement).

Pengurangan waktu set up Aliran produksi lancar (layout) Produksi tanpa kerusakan mesin Produksi tanpa cacat Peranan operator Hubungan yang harmonis dengan pemasok Penjadwalan produksi stabil dan terkendali Sistem Kanban

Kegiatan set up bisa dipilah menjadi: 1) Kegiatan eksternal set up: persiapan cetakan & alat bantu, pemindahan cetakan, dan lain-lain. 2) Kegiatan internal set up: bongkar pasang pada mesin, penyetelan mesin, dan lain-lain.

Memisahkan pekerjaan set up yang harus diselesaikan selagi mesin berhenti (internal set up) terhadap pekerjaan yang dapat dikerjakan selagi mesin beroperasi (eksternal set up).

Mengurangi internal set up dengan mengerjakan lebih banyak eksternal set up, contohnya: persiapan cetakan, pemindahan cetakan, peralatan, dan lainlain.

Mengurangi internal set up dengan mengurangi kegiatan penyesuaian (adjustment), menyederhanakan alat bantu dan kegiatan bongkar pasang, menambah personil pembantu, dan lain-lain. Mengurangi total waktu untuk seluruh pekerjaan set up, baik internal maupun eksternal

Pada layout proses ditemukan berbagai pemborosan: 1. Kesulitan koordinasi dan jadwal produksi 2. Pemborosan transportasi dan material handling 3. Akumulasi persediaan dalam proses 4. Penanganan material berganda bahkan beberapa kali 5. Lead time produksi yang sangat panjang 6. Kesulitan mengenali penyebab cacat produksi 7. Arus material dan prosedur kerja sulit dibakukan 8. Sulitnya perbaikan kerja karena tidak ada standardisasi

KERUSAKAN MESIN

Jalur akan berhenti

Terjadi penumpukan barang dalam proses.

1.

2. 3.

Belajar bagaimana melakukan pemeliharaan rutin mesin, misalnya: pelumasan, pengencangan baut, dan sebagainya. Guna mencegah penurunan daya kerja mesin. Melaksanakan petunjuk penggunaan mesin secara wajar. Mengembangkan kesadaran dan kewaspadaan terhadap tanda-tanda awal penurunan kemampuan mesin, dengan melakukan perawatan yang mudah, pembersihan, penyetelan, dan lain-lain.

Masalah

kualitas

Kalau cacat produksi ditemukan, maka proses selanjutnya akan berhenti

Persediaan akan menumpuk

Sinkronkan atau seimbangkan Produksi : 1. Hilangkan antrian dan penumpukan 2. Kurangi frekuensi kedatangan para suplier

Absensi

Jika seorang operator ada yang berhalangan kerja dan penggantinya sulit ditemukan

maka jalur produksi akan terhenti.

Ukuran

lot kecil Konsisten kualitas tinggi Pekerja dapat diandalkan Persediaan menjadi minimum Mesin dapat diandalkan Rencana produksi stabil Kepastian jadwal operasi Keseragaman

1.

2.

Hindari penjadwalan ulang Dibuat jika hanya dibutuhkan

Kanban

merupakan cara untuk memanajemen metode produksi


adalah suatu alat yang digunakan untuk merealisasikan sistem produksi JIT. dalam bahasa Jepang berarti visual record or signal

Kanban

Kanban

Sistem

produksi JIT menggunakan aliran informasi berupa Kanban yang berbentuk kartu atau peralatan lainnya seperti bendera, lampu, dll.
Kanban adalah suatu sistem informasi yang secara harmonis mengendalikan produksi produk yang diperlukan dalam jumlah yang diperlukan pada waktu yang diperlukan dalam tiap proses manufakturing dan juga diantara perusahaan.

Sistem

Bentuk

yang paling sering digunakan adalah selembar kertas yang terdapat di dalam suatu amplop vinil segi empat. Kanban membawa informasi secara vertikal dan horizontal didalam pabrik sendiri maupun antara pabrik dengan perusahaan mitra. Lembaran kertas itu membawa informasi yang terdiri atas 3 kategori, yaitu : 1. Informasi Pengambilan 2. Informasi Pemindahan 3. Informasi Produksi

PERINTAH
Bila

komponen perlu diambil, atau perintah pengangkutan dikeluarkan, suatu alamat dituliskan pada Kanban. itu menginformasikan proses sebelum tempat penyimpanan komponen yang telah diolah, dan menginformasikan proses sesudah tempat komponen yang dibutuhkan.

Alamat

PENGENDALIAN AGAR TIDAK OVERPRODUKSI


Tiap

proses harus dikendalikan secara otonom, untuk memastikan bahwa tiap proses hanya memproduksi produk yang dapat dijual, dalam jumlah yang dapat dijual, pada waktu yang dapat dijual sesuai dengan waktu siklusnya. Pengendalian otonom ini menjamin bahwa produksi tidak berlangsung dalam kecepatan produksi yang berlebihan. Sistem Kanban mekanisme pengendalian diri sendiri sehingga memungkinkan tiap proses melakukan penyesuaian kecil terhadap pasokan untuk jadwal produksi bulanannya karena adanya fluktuasi permintaan bulanan

PENGENDALIAN VISUAL

Sistem

Kanban bukan saja memberikan informasi numerik, tetapi juga informasi fisik dalam bentuk kartu Kanban.
ini memungkinkan tingkat produksi pada tiap proses dapat diinspeksi secara visual

Sistem

Perbaikan Proses dan Operasi Manual

Penggunaan

sistem Kanban untuk membantu perbaikan operasi sangat dibutuhkan karena peningkatan produktivitas mengakibatkan perbaikan keuangan, sehingga memperbaiki perusahaan secara keseluruhan

Pengurangan Biaya Pengelolaan


Sistem

Kanban juga berfungsi mengurangi biaya manajemen dengan membantu mengurangi jumlah perencana menjadi nol.
perencana (ahli peramalan) tidak diperlukan karena sifat tarik sistem Kanban yang dirangkaikan dengan aliran informasi penjualan dari distributor berlaku sebagai petunjuk kapan dan berapa banyak bahan yang dibutuhkan

Para

Proses

berikutnya harus mengambil produksi yang diperlukan dari proses terdahulu dalam jumlah yang diperlukan pada saat diperlukan
terdahulu harus menghasilkan produk sesuai dengan jumlah yang diambil oleh proses berikutnya. cacat tidak boleh diserahkan pada proses berikutnya.

Proses

Produk

Jumlah
Kanban

Kanban harus sedikit mungkin

harus digunakan untuk menyesuaikan diri terhadap fluktuasi kecil dalam permintaan (penyetelan produksi dengan Kanban)

Kanban tunggal (single kanban)

Kanban ganda (dual kanban)

hanya digunakan satu jenis Kanban, yaitu yang berfungsi untuk memberikan otoritas pemindahan material sekaligus otoritas produksi

memberikan otoritas pemindahan material sekaligus otoritas produksi dilakukan oleh dua Kanban yang berbeda

See U Next Week

Anda mungkin juga menyukai