Anda di halaman 1dari 19

FAIZATUL ULFA I 0211025

KLINIK ESTETIKA SEBAGAI TEMPAT PERAWATAN KECANTIKAN DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR BERKELANJUTAN DI KOTA SOLO

1. Klinik estetika sebagai objek rancang bangun Definisi umum KLINIK Klinik adalah suatu fasilitas kesehatan publik kecil yang didirikan untuk memberikan perawatan kepada pasien luar. http://id.wikipedia.org/wiki/Klinik Klinik adalah fasilitas medis yang lebih kecil dari rumah sakit yang hanya melayani keluhan tertentu. Klinik, menurut Pasal 1 angka 1 Permenkes 28 Tahun 2011 tentang Klinik, adalah fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan yang menyediakan pelayanan medis dasar dan/atau spesialis diselenggarakan lebih dari satu jenis tenaga kesehatan dan dipimpin oleh seorang tenaga medis. http://www.luwuraya.net/2013/03/klinik-kesehatan/

ESTETIKA Estetika adalah salah satu cabang filsafat. Secara sederhana, estetika adalah ilmu yang membahas keindahan, bagaimana ia bisa terbentuk, dan bagaimana seseorang bisa merasakannya. Pembahasan lebih lanjut mengenai estetika adalah sebuah filosofi yang mempelajari nilai-nilai sensoris, yang kadang dianggap sebagai penilaian terhadap sentimen dan rasa. Estetika merupakan cabang yang sangat dekat dengan filosofi seni. http://id.wikipedia.org/wiki/Estetika Estetika adalah ilmu pengenalan sensitif dan teori seni (Baumgarten). Estetika adalah ilmu sebagai aktivita ekspresif baik yang representatif maupun yang imajinatif (Benedetto Croce). Estetika adalah suatu ilmu yang mempelajari segala sesuatu yang berkaitan dengan keindahan, mempelajari semua aspek dari apa yang kita sebut keindahan (Djelantik).

FAIZATUL ULFA I 0211025

Estetika adalah filsafat seni yang berisi segala macam pemikiran dan pembahasan mendalam (filosofis) tentang seni dan keindahan.

Definisi khusus Klinik adalah suatu tempat atau wadah untuk menampung salah satu fasilitas pelayanan kesehatan yang hanya meneripa keluhan tertentu yang dimiliki oleh perorangan dengan satu atau beberapa tenaga medis yang dimiliki. Estetika adalah suatu pemahaman tentang seni, rasa, dan keindahan, dimana di dalam lingkup ini merupakan tentang keindahan tubuh atau kecantikan.

Pemahaman tentang klinik estetika Klinik estetika dalah suatu wadah atau tempat dimana merupakan salah satu fasilitas pelayanan kesehatan yang bergerak dibidang perawatan kulit dan memiliki ahli medis khusus perawtan kulit. Klinik ini hanya memberikan pelayanan seputar kesehatan kulit dimana dimasa yang modern ini manusia, khususnya para wanita, sangat memperhatikan keindahan dan kecantikan yang tidak hanya dari dalam, tapi juga kecantikan luar. Keindahan dan kecantikan dari luar yang mereka inginkan dapat mereka dapatkan dengan melakukan perawatan tubuh secara rutin. Sehingga klinik estetika ini mencoba mewadahi kebutuhan mereka dalam melakukan perawatan tubuh di tengah kesibukan aktivitas mereka, sehingga mereka dapat melakukan perawatan tubuh sekaligus refreshing untuk melepas penat aktivitas yang telah mereka lakukan. Beberapa fasilitas kecantikan yang dilayani antara lain ada facial treatment, hair treatment, body treatment, therapy, massage, spa, yoga, dan lain sebagainya. Sebagai suatu wadah pelayanan kecantikan, klinik ini didesain dengan susasana yang tenang dan menyenangkan sebagai usaha agar pengunjung dapat merasa rileks dan mendapatkan hasil perawatan yang lebih cantik, menarik, dan tetap sehat. Ketika sudah mendapatkan perawatan dari luar yang maksimal dan badan juga menjadi rileks, maka segenap raga, jiwa, dan pikiran juga akan menangkap energy posotif dan menghilangkan energy negatifnya, sehingga keseimbangan di dalam tubuh tetap terjaga.

FAIZATUL ULFA I 0211025

Alasan pemilihan objek rancang bangun Kemajuan dan berkembangnya kota-kota besar seperti Surakarta sebagai salah kota besar di Jawa Tengah sangat berpengaruh bagi perkembangan budaya serta pola hidup masyarakatnya. Pola hidup masyarakat yang semakin meningkat, mengakibatkan kebutuhan masyarakat yang semakin meningkat pula. Pola hidup yang tak teratur serta tekanan kerja yang besar di kota besar terkadang menjadi penyebab stress dan timbulnya gangguan kesehatan. Kepadatan yang mencirikan kota-kota besar serta polusi udara juga turut menyumbang andil dalam kesehatan masyarakat kota. Fenomena yang terjadi tersebut membutuhkan adanya suatu penetralisir yang dapat mengatasi segala permasalahan. Salah satu kebutuhan masyarakat dalam mengatur gaya hidup adalah keinginan untuk tampil menarik baik dari dalam maupun dari luar. Tampilan menarik dari luar dicapai dengan berpenampilan semenarik mungkin, sedangkan dari dalam dapat dicapai dengan selalu mempunyai pikiran positif. Maka dibutuhkanlah suatu wadah untuk memberikan pelayanan bagi masyarakat kota dan sekitarnya, pria dan wanita, agar dapat mengatasi permasalahan tersebut, terutama masalah kecantikan dan perawatan tubuh yang dilengkapi oleh fasilitas lainnya yang bersifat menyenangkan dan rekreatif mengingat masyarakat yang menikmati fasilitas ini merupakan orang-orang yang membutuhkan ketenangan dan kesenangan. Dengan demikian, bukanlah suatu hal yang mustahil bagi mereka untuk mendapatkan fasilitas yang dapat menunjang penampilan serta pikiran yang positif. Klinik estetika inilah yang kemudian menjadi salah satu wadah untuk menyelesaikan masalah masyarakat perkotaan yang memberikan segala macam pelayanan kesehatan kulit, khususnya perawatan kecantikan untuk menunjang penampilan mereka. Klinik estetika atau sering disebut dengan skin care menjadi salah satu tren bisnis yang cukup menjamur di masa ini. Hal ini dikarenakan kebutuhan manusia khususnya wanita yang selalu ingin tampil cantik, menarik, dan energik ditengah kesibukan yang mereka jalani. Selain dengan adanya aktivitas yang padat, polusi yang semakin parah karena semua hasil buangan transportasi dan industri semakin bertambah membuat kulit menjadi rusak dan tidak terawatt. Sehingga para wanita modern kini semakin menyadari akan

pentingnya melakukan perawatan kulit di berbagai klinik estetika agar tetap tampil cantik

FAIZATUL ULFA I 0211025

dan fresh. Karena permintaan pengunjung yang meningkat, klinik estetika ini kemudian menjadi ladang bisnis yang menjamur di wilayah perkotaan dan tetap diminati oleh sebagian besar wanita, khususnya wanita pekerja yang tidak sempat untuk merawat dirinya sendiri dan memilih untuk datang ke klinik estetika tersebut. Namun, sayangnya klinik estetika yang sudah ada, khususnya di kota solo, banyak yang memiliki fasilitas yang kurang maksimal untuk menunjang kenyamanan pengunjungnya. klinik estetika ini beberapa ada yang hanya menempati ruko-ruko kecil dan sempit, sehingga penghawaan dan pencahayaan hanya menggunakan penghawaan dan pencahayaan buatan yang tidak ramah lingkungan. Selain itu beberapa juga tidak memiliki fasilitas parkir yang memadahai karena pengguna yang sebagian besar menggunakan alat transportasi roda empat sering memenudi badan-badan jalan dan menyebabkan kemacetan.

Salah satu contoh klinik estetika di Solo, Elena skin care clinic dengan fasilitas parkir yang kurang memadai.

Salah satu contoh klinik estetika di Solo, Natasha skin care clinic.

FAIZATUL ULFA I 0211025

Salah satu contoh klinik estetika di Solo, London Beauty Center, yang menempati sebuah ruko dengan fasilitaas parkir yang kurang memadai.

2. Tempat perawatan kecantikan sebagai fungsi dari objek rancang bangun Definisi umum Tempat adalah sesuatu yang dipakai untuk meletakkan, wadah. Perawatan adalah suatu usaha yang dilakukan secara sengaja dan sistematis terhadap peralatan hingga mencapai hasil/kondisi yang dapat diterima dan diinginkan. Definisi khusus Tempat adalah suatu wadah untuk menampung segala aktivitas manusia. Perawatan adalah suatu proses yang berhubungan dengan pencegahan, perawatan, dan manajemen penyakit atau keluhan yang diderita pasien yang dilakukan secara rutin dan berkala untuk memperoleh hasil atau kondisi yang dapat diterima dan diinginkan. Kecantikan adalah keindahan raga, yakni menyangkut keindahan seluruh tubuh manusia. Kecantikan adalah keindahan raga.

FAIZATUL ULFA I 0211025

Pemahaman tentang tempat perawatan kecantikan Tempat perawatan kecantikan adalah suatu wadah untuk menampung kegiatan manusia, dalam hal ini kegiatan yang termasuk didalam aktivitas perawatan kecantikan. Segala aktivitas perawatan kecantikan sangat beraneka ragam, misalnya facial, spa, massage, dan masih banyak yang lainnya, dimana perawatan ini dilakukan oleh pengunjung untuk memperoleh keindahan raga sesuai dengan yang mereka harapkan. Selain untuk memperoleh kecantikan, perawatan kecantikan biasanya juga menjadi suatu wadah untuk refreshing, karena menawarkan tempat yang syarat akan kenyamananan dan ketenangan, sehingga pengunjung juga merasakan kesegaran dan kebugaran setelah berkunjung di tempat perawatan tersebut. Sebagai upaya untuk memaksimalkan fungsi bangunan seebagai suatu tempat perawatan kecantikan, ada beberapa poin yang menjadi suatu poin turunan dari fungsi bangunan ini, yakni: a. Sebagai suatu pusat dari berbagai pelayanan di di bidang kecantikan dan kesehatan tubuh yang diserta fasilitas pendukug untuk memberikan pelayanan secara total. b. Sebagai suatu wadah untuk memberikan segala macam informasi tentang dunia kecantikan dan kesehatan.

Contoh-contoh tempat perawatan kecantikan 1. Salute Beauty Center di Surakarta Salute Beauty Center yang bertempat di Ruko Kondang Murah 2B, Jalan Yos sudarso no 387 Surakarta merupakan pusat rujukan untuk berbagai macam hal yang berhubungan ddengan masalah kesehatan dan kecantikan tubuh.

Gambar 1. Caf Salute Beauty Center Surakarta

Gambar 2. Tempat penerimaan barang Salute Beauty Center


Gambar 1. Caf Salute Beauty Center Surakarta

FAIZATUL ULFA I 0211025

Gambar 3. Gallery produk

Salute Beauty Center selain menyediakan berbagai macam produk untuk perawatan kesehatan dan kecantikan, juga menyediakan fasilitas diagnose ringan melalui Biophotonic scanner yakni merupakan sebuah alat untuk mendeteksi tingkat anti oksidan dalam darah melalui lapisan kulit.

Gambar 4. Klinik scan

Gambar 5. Ruang konsultasi

Selain beberapa fasilitas utama sebagai pusat perawatan, Salute Beauty center juga menyediakan fasilitas tambahan berupa ruang tunggu yang di desain menyatu dengan caf, terdapat pada lantai 1 bnagunan, ruang tunggu di lantai 2yang dilengkapi dengan fasilitas hotspot, serta ruang seminar yang menempati lantai 3.

FAIZATUL ULFA I 0211025

Gambar 6. Caf

Gambar 7. Cashier

Gambar 8. Ruang tunggu area hotspot

Gambar 9. Credenza ruang spa

Gambar 10. Therapy ruang spa

Gambar 11. Shower ruang spa

FAIZATUL ULFA I 0211025

Gambar 12. Ruang tunggu spa

Gambar 13. Ruang facial

c. Arsitektur berkelanjutan sebagai metode desain Definisi Arsitektur berkelanjutan atau sustainable architecture merupakan pendekatan desain arsitektur yang bertujuan untuk menjawab masalah pemanasan global yang timbul di era moderen ini, sebagai salah satu dampak yang timbul dari rusaknya lingkungan hidup, serta menjaga keberlanjutan lingkungan tempat tinggal manusia, termasuk sumber daya alam. Arsitektur berkelanjutan memiliki banyak pengertian dari berbagai pihak. Beberapa diantaranya adalah pengertian yang dikutip dari buku James Steele, Suistainable Architecture adalah, Arsitektur yang memenuhi kebutuhan saat ini, tanpa

membahayakan kemampuan generasi mendatang, dalam memenuhi kebutuhan mereka sendiri. Kebutuhan itu berbeda dari satu masyarakat ke masyarakat lain, dari satu kawasan ke kawasan lain dan paling baik bila ditentukan oleh masyarakat terkait. Secara umum, pengertian dari arsitektur berkelanjutan adalah sebuah konsep terapan dalam bidang arsitektur untuk mendukung konsep berkelanjutan, yaitu konsep mempertahankan sumber daya alam agar bertahan lebih lama, yang dikaitkan dengan umur potensi vital sumber daya alam dan lingkungan ekologis manusia, seperti sistem iklim planet, sistem pertanian, industri, kehutanan, dan tentu saja arsitektur. Kerusakan alam akibat eksploitasi sumber daya alam telah mencapai taraf pengrusakan secara

FAIZATUL ULFA I 0211025

global, sehingga lambat tetapi pasti, bumi akan semakin kehilangan potensinya untuk mendukung kehidupan manusia, akibat dari berbagai eksploitasi terhadap alam tersebut.

Pemahaman tentang Arsitektur berkelanjutan Arsitektur berkelanjutan atau yang lebih dikenal dengan suistanable architecture adalah suatu tren arsitektur yang lebih menekankan kepada pengolahan sumber daya alam mengingat kondisi bumi yang semakin menurun dengan adanya degradasi kualitas atmosfer bumi yang memberi dampak pada pemanasan global. Arsitektur berkelanjutan memiliki suatu tugas utama untuk menjaga kelestarian alam demi mengurangi dampak lingkungan yang terjadi akibat bertambah banyaknya pembangunan yang dilakukan oleh developer-developer yang kurang memperhatikan lingkungan dan lebih banyak mengeksploitasi alam. Proses keberlanjutan arsitektur meliputi keseluruhan siklus masa suatu bangunan, mulai dari proses pembangunan, pemanfaatan, pelestarian dan pembongkaran bangunan. Visi arsitektur berkelanjutan tidak saja dipacu untuk mengurangi emisi gas rumah kaca (greenhouses effect), juga mengandung maksud untuk lebih menekankan pentingnya sisi kualitas dibanding kuantitas ditinjau dari aspek fungsional, lingkungan, kesehatan, kenyamanan, estetika dan nilai tambah. Berbagai konsep dalam arsitektur yang mendukung arsitektur berkelanjutan, antara lain dalam efisiensi penggunaan energi, efisiensi penggunaan lahan, efisisensi penggunaan material, penggunaan teknologi dan material baru, dan manajemen limbah.

Prinsip dasar arsitektur berkelanjutan Sustainable Architecture is responce and an expression of celebration of our existence and respect for the world arround us. (Jack. A. Kramers). Arsitektur Berkelanjutan merupakan suatu respon dan ekspresi keberadaan kita serta rasa peduli terhadap dunia sekitar kita. Adapun konsep dalam arsitektur yang mendukung Arsitektur Berkelanjutan, antara lain: a) Bangunan Hemat Energi Hemat energi dalam arsitektur adalah meninimalkan penggunaan energi tanpa membatasi atau merubah fungsi bangunan, kenyamanan, maupun produktivitas

FAIZATUL ULFA I 0211025

penghuninya. Hemat Energi adalah suatu kondisi dimana energi dikonsumsi secara hemat atau minimal tanpa harus mengorbankan kenyamanan fisik manusia. Konsep Bangunan Hemat Energi: Meminimalkan perolehan panas matahari Orientasi bangunan utara-selatan Organisasi Ruang : Aktivitas/ruang utama diletakkan di tengah bangunan, diapit oleh ruang-ruang penunjang/service di sisi Timur-Barat. Memaksimalkan pelepasan panas bangunan kemudian menghindari radiasi matahari masuk ke dalam bangunan Memanfaatkan radiasi matahari secara tidak langsung untuk menerangi ruang dalam bangunan Mengoptimalkan ventilasi silang untuk bangunan non-AC. Hindari pemanasan permukaan tanah sekitar bangunan.

b) Efisiensi Penggunaan Lahan Lahan yang semakin sempit, mahal dan berharga tidak harus digunakan seluruhnya untuk bangunan, karena sebaiknya selalu ada lahan hijau dan penunjang keberlanjutan potensi lahan. Menggunakan seperlunya lahan yang ada, tidak semua lahan harus dijadikan bangunan, atau ditutupi dengan bangunan, karena dengan demikian lahan yang ada tidak memiliki cukup lahan hijau dan taman. Menggunakan lahan secara efisien, kompak dan terpadu. Potensi hijau tumbuhan dalam lahan dapat digantikan atau dimaksimalkan dengan berbagai inovasi, misalnya pembuatan atap diatas bangunan (taman atap), taman gantung (dengan menggantung pot-pot tanaman pada sekitar bangunan), pagar tanaman atau yang dapat diisi dengan tanaman, dinding dengan taman pada dinding dan sebagainya. Menghargai kehadiran tanaman yang ada di lahan, dengan tidak mudah menebang pohon-pohon, sehingga tumbuhan yang ada dapat menjadi bagian untuk berbagi dengan bangunan.

FAIZATUL ULFA I 0211025

Desain terbuka dengan ruang-ruang yang terbuka ke taman (sesuai dengan fleksibilitas buka-tutup yang direncanakan sebelumnya) dapat menjadi inovasi untuk mengintegrasikan luar dan dalam bangunan, memberikan fleksibilitas ruang yang lebih besar.

Dalam perencanaan desain, pertimbangkan berbagai hal yang dapat menjadi tolak ukur dalam menggunakan berbagai potensi lahan, misalnya; berapa luas dan banyak ruang yang diperlukan.

Dimana letak lahan (dikota atau didesa) dan bagaimana konsekuensinya terhadap desain, bentuk site dan pengaruhnya terhadap desain ruang-ruang, berapa banyak potensi cahaya dan penghawaan alami yang dapat digunakan.

c) Desain Bangunan yang Kontekstual dengan Lingkungan sekitar. d) Efisiensi Penggunaan Material Memanfaatkan material sisa untuk digunakan juga dalam pembangunan, sehingga tidak membuang material, misalnya kayu sisa bekisting dapat digunakan untuk bagian lain bangunan. Memanfaatkan material bekas untuk bangunan, komponen lama yang masih bisa digunakan, misalnya sisa bongkaran bangunan lama. Menggunakan material yang masih berlimpah maupun yang jarang ditemui dengan sebaik-baiknya, terutama untuk material yang semakin jarang seperti kayu. e) Penggunaan Teknologi dan Material Baru Memanfaatkan potensi energy terbarukan seperti energi angin, cahaya matahari dan air untuk menghasilkan energi listrik domestic untuk rumah tangga dan bangunan lain secara independen. Memanfaatkan material baru melalui penemuan baru yang secara global dapat membuka kesempatan menggunakan material terbarukan yang cepat diproduksi, murah dan terbuka terhadap inovasi, misalnya bambu.

FAIZATUL ULFA I 0211025

Aplikasi desain arsitektur berkelanjutan Sistem pencahayaan alami Secara umum perletakan jendela harus memperhatikan garis edar matahari, sisi utara dan selatan adalah tempat potensial untuk perletakan jendela (bukaan), guna mendapatkan cahaya alami. Sedangkan posisi timur dan barat pada jam-jam tertentu diperlukan perlindungan terhadap radiasi matahari langsung. Untuk keperluan tersebut sudah banyak program computer yang dapat membantu simulasi efek chaya matahari terhadap desain selubung bangunan. Konsep desain fasade untuk tujuan efisiensi energy tergantung denngan posisi geografis dan iklim setempat. Permasalahannya banyak bangunan di Indonesia yang meniru bangunan yang ada di Eropa tanpa disesuaikan kondisi geografis dan ilim di Indonesia, misalnya jendeka yang tanpa dilengkapi dengan tabir surya (sunscreen).

Fasade kaca pintar Fasade kaca pintar merupakan suatu konsep teknologi mutakhir dinding tirai kaca yang mempertemukan kepentingan ekologi maupun ekonomi bagi bangunan perkantoran bertingkat tinggi yang dikondisikan sepenuhnya (fully air conditioned). Ia mampu mengurangi pantulan panas sinar matahari dari bangunan kaca tinggi yang menyebabkan meningkatnya temperature lingkungan perkotaan maupun efek rumah kaca pada atmosfer bumi. Fasade kaca pintar pada umumnya adalah konstruksi dinding kaca ganda (double skin construction) dengan rongga udara antara 35cm-50cm antara kaca luar dan kaca dalam. Dinding kaca luar dengan ketebalan 12mm dari jenis kaca dengan transmisi tinggi (umumnya kaca bening), sedangkan kaca dalam ketebalan 6-8mm dari jenis high performance glass. Terdapat rongga udara menerus sehingga

FAIZATUL ULFA I 0211025

merupakan cerobong kaca (glass shaft) dengan ketinggian meliputi beberapa lantai sesuai dengan studi analisis yang dilakukan.

Penghalang sinar matahari (shading device) Pengontrolan terhadap panas karena sinar matahari dapat dilakukan dengan penggunaan solar shading yang akan menghalau sinar matahari langsung masuk ke bangunan serta memberikan pembayangan yang dapat mengurangi panas.

Penerapan pengontrol AC VRV (Variable refrigerant volume) yaitu suatu sistem pengontrolan kapasitas mesin AC dengan cara langsung mengatur laju aliran refrigerantnya, di dalam indoor unit, electronic expansion valve yang dikendalikan oleh computer akan mengubah laju aliran refrigerant secara terus menerus sebagai reaksi atar terjadinya perubahan beban. Komponen dari VRV sama dengan AC split, hanya pengendaliannya saja yang berbeda sehingga VRV lebih presisi dan efisien.

Pemakaian energy matahari (Photovoltaic) Photovoltaic adalah merupakan piranti yang mampu mengubah energy sinar matahari secara langsung menjadi energy listrik. PV (photovoltanic) terdiri dari dua layer semi-konductor yang memiliki karakteristik elekrik yang berbeda, sehingga saat terkena sinar matahari terjadi beda potensial diantara keduanya dan menimbulkan aliran listrik.

FAIZATUL ULFA I 0211025

Penghawaan alami Merupakan sistem pengoptimalisasian penghawaan dengan metode pengaliran udara yang terencana dengan baik. Untuk Indonesia yang terletak di seitar khatulistiwa dengan kondisi iklim tropis lembab. Sistem penghawaan yang baik adalah dengan melalui ventilasi silang baik secara vertical maupun horizontal, sehingga akumulasi panas dan lembab di dalam ruangan dapat dikendalikan. Pada arsitektur tradisional penerapan sistem penghawaan alami sudah sangat baik, sehingga sering diaplikasikan pada bangunan kontemporer.

FAIZATUL ULFA I 0211025

Relevansi arsitektur berkelanjutan dengan perancangan klinik estetika sebagai tempat perawatan kecantikan Klinik estetika adalah salah satu wadah perawatan wajah dan tubuh yang menyediakan berbagai program perawatan di bawah satu atap, serta dilengkapi dengan fasilitas kesehatan (konsultasi oleh dokter kulit). Fungsi dalam klinik kecantikan terbagi menjadi dua golongan utama, yaitu fasilitas kesehatan serta fasilitas kecantikan. Penggabungan fungsi kecantikan dan kesehatan pada sebuah bangunan, tentunya akan membutuhkan perhatian yang lebih dalam hal organisasi ruang dan fungsi ruangan itu sendiri. Pengguna klinik kecantikan ini terdiri dari konsumen yang didominasi oleh wanita, dokter spesialis kulit, staff klinik, dan beautician, konsumen datang dengan tujuan yang berbeda-beda, ada yang datang untuk berkonsultasi, atau konsumen yang datang untuk melakukan treatment. Oleh karena itu, tren arsitektur dan interiornya harus mampu menarik perhatian konsumen. Dengan perancangan interior yang disesuaikan dengan aktifitas dan fungsi pada tiap ruang diharapkan ruang pelayanan tersebut sesuai dengan tema dan kesan ruang dibutuhkan, sehingga suasana ruang yang hangat dan santai saat melakukan pelayanan dapat sesuai dan tepat yaitu bersifat menerima kepada para pengunjung didalamnya serta tema hangat dan santai dapat mempengaruhi suasana ruang yang diinginkan. Serta menampilkan citra beauty and health, interior klinik estetika ini dapat mempengaruhi dari segi warna, material maupun desain furniturnya. Klinik estetika yang sarat akan ketenangan dan keindahan, menjadi poin dalam pemilihan pendekaan tren arsitejtur yang akan digunakan. Ketenangan dengan alam dan keindahan yang juga bisa ditampilkan dengan pengaturan komposisi yang sesua dengan alam kemudian menjadi pilihan dalam penerapan tren arsitektur yang sesuai. Untuk itulah arsitektur berkelanjutan ini dipilih menjadi tren arsitetur yang akan diangkat dalam pendekatan desain bangunan sebagai suatu upaya menjaga alam di dalam menjaga perawatan dan kesehatan tubuh manusia. Karena alam menjadi tempat manusia berpijak, untuk itu konsep yang dekat alam juga akan menjadi suatu cara untuk memperoleh ketenangan bagi manusia itu sendiri.

FAIZATUL ULFA I 0211025

d. Kota solo sebagai lokasi objek rancang bangun Lokasi site Asumsi lokasi site

Batas-batas Sebelah utara : Kabupaten Karanganyar dan Kabupaten Boyolali Sebelah timur : Kabupaten Karanganyar dan Kabupaten Sukoharjo Sebelah selatan : Kabupaten Sukoharjo Sebelah barat : Kabupaten Sukoharjo dan Kabupaten Karanganyar.

Keadaan site a. Keadaan Geografis di Kota Solo Kota Solo terletak di dataran rendah dengan ketinggian kurang lebih 92 meter diatas permukaan air laut, yang berarti lebih rendah atau hampir sama tingginya dengan permukaan sungai Bengawan Solo. Selain Bengawan Solo dilalui juga beberapa sungai, yaitu Kali Pepe, Kali Anyar dan Kali Jenes yang semuanya bermuara di Bengawan Solo. Kota Surakarta terletak diantara: 110 45 15- 110 4535 Bujur Timur, 70 36 - 70 56 Lintang Selatan.

FAIZATUL ULFA I 0211025

Keadaan Cuaca Kota Solo yakni suhu udara maksimum 32,4 C dan suhu udara minimum 21,6 C sedangkan tekanan udara rata-rata adalah 1008,74 mbs dengan kelembaban udara 79 %. Kecepatan angin berkisar 4 knot dengan arah angin 188 serta beriklim panas. (www.surakarta.go.id)

b. Keadaan Demografi di Kota Solo Kota Solo mempunyai jumlah penduduk pada tahun 2003 adalah 552.542 jiwa terdiri dari 270.721 laki-laki dan 281.821 wanita, tersebar di lima kecamatan yang meliputi 51 kelurahan. Sex ratio nya 96,06% yang berarti setiap 100 orang wanita terdapat 96 orang laki-laki. Angka ketergantungan penduduk sebesar 66%. Jumlah penduduk tahun 2003 jika dibandingkan dengan jumlah penduduk hasil sensus tahun 2000 yang sebesar 488.834 jiwa, berarti dalam 3 tahun mengalami kenaikan sebanyak 83.708 jiwa. Meningkatnya jumlah penduduk ini disebabkan oleh urbanisasi dan pertumbuhan ekonomi. Dalam bidang pendidikan, Kota Solo mempunyai 2 Perguruan Tinggi negeri dan 24 perguruan tinggi swasta. Keberadaan pendidikan tinggi tersebut menunjukkan bahwa Kota Solo telah memiliki lembaga pendidikan tinggi yang relatif lengkap, sehingga cukup layak untuk disebut sebagai kota pendidikan juga. Aset tersebut merupakan sarana dan prasarana yang penting bagi penyediaan sumber daya manusia terdidik di Kota Solo. (www.surakarta.go.id)

Alasan pemilihan site Dalam penentuan lokasi site diperlukan suatu pertimbangan yang matang maupun faktor pendukung bagi terlaksananya kegiatan penyediaan jasa pelayanan perawatan dankesehatan, antara lain yaitu : a. Lokasi tersebut tidak memiliki arus lalu lintas yang macet / sangat padat demi menjaga ketenangan pasien atau pengunjung. b. Lokasi merupakan salah satu konsentrasi public, sehingga berpotensi untuk mudah dijangkau dan merupakan jalur transportasi umum (strategis).

FAIZATUL ULFA I 0211025

c. Lokasi tersebut menurut Rancangan Umum Tata Ruang Kota Surakarta, yaitu daerah bagi perdagangan, bisnis, industry, dan wisata. d. Lokasi mempunyai akses yang tinggi terhadap fasilitas dan sarana penunjang operasional. Dengan beberapa pertimbangan di atas, maka lokasi yang ditentukan yaitu di Jalan Adi Sucipto, Surakarta, yang merupakan kawasan bisnis dan perkantoran sebagai lokasi bangunan yang akan dirancang.

Relevansi kota solo sebagai lokasi perancangan klinik estetika sebagai tempat perawatan kecantikan dengan pendekatan arsitektur berkelanjutan Kenapa perancangan klinik estetika ini dirancang dengan asumsi lokasi di kota Solo? Pertama, karena kota Solo merupakan salah satu kota yang memiliki kepadatan penduduk yang cukup tinggi dan tingkat polusi yang cukup tinggi pula. Sehingga kesadaran akan pentingnya merawat kecantikan khususnya bagi wanita juga tinggi. Kedua, bisnis ini juga cukup memilik banyak peminat. Buktinya banyak klinik estetika yang sudah ada namun tidak begitu mementingkan fasilitas untuk kenyamanan pengunjungnya. Banyak klinik estetika yang sudah ada memiliki lahan parkir yang cukup sempit. Sehingga parkir kendaraan pengunjung sering diletakkan di badan jalan dan mengganggu kenyamanan dan keamanan pengguna jalan lain. Selain itu mereka kebanyakan hanya menawarkan fasilitas yang standart dan membiarkan pegunjung menunggu pelayanan terlalu lama dan akhirnya biasanya berakhir dengan perginya pengunjung yang tidak mau susah-susah menunggu. Ketiga, klinik estetika yang sangat dekat dengan citra kehidupan modern terkadang memiliki kesalahan dalam mewadahi para penggunanya. Desain bangunan biasanya hanya dibuat kotak, atau malah kadang menempati ruko-ruko yang disewakan dan tidak mengalami pengolahan untuk menciptakan kesan klinik estetika yang harusnya memiliki kesan keindahan dan kecantikan dari luar bangunannya. Sehingga dengan penerapan pendekatan bangunan kepada arsitektur berkelanjutan maka diharapkan bangunan yang tercipta menjadi lebih menarik dan tidak hanya menonjolkan kemodernnya saja, tetapi juga unsure alam juga terdapat didalamnya.