Anda di halaman 1dari 199

BAB I PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG Kegiatan pemerintahan adalah kegiatan yang berkesinambungan governmental suatusuasana saatitulah yang kegiatan activity). tertib, Sejak sebagai terjadinya untuk jawaban telah

(suistanable menciptakan maka pada Kegiatan evaluatif,

kesepakatan antara anggota

kelompok

masyarakat,

suasana tidak tertib (inorder society) pada masa sebelumnya, pemerintahan dimaksud, dan berlangsung. pemerintahan berlangsung secara perkembangan sesuaidengan tuntutan

keadaan. Pemangku jabatan pemerintahan yang pada dasarnya memiliki pelayanan terlaksana. danya priodisasi kegiatan pemerintahan pada intinya priodisasimasa jabatan. Namun, esensi kegiatan ketertiban (public dan memberikan terus-menerus kepada masyarakat service) pemerintahan untukmenjaga

dimaksudkan untuk memberikan batasan jangka waktu pelaksanaan kegiatan pemerintahan. Priodisasi kegiatan pemerintahan masa kini adalah lanjutan masa sebelumnya, dan dasar bagi kegiatan pemerintahan pada masa mendatang. !engan berdasar pada kerangka fikir tersebut di atas, masa jabatan "upati "one #$$%-#$$&, yang akan berakhir pada '( pril #$$&, kembali memasuki fase)proses pencalonan "upati "one untuk masa jabatan #$$&-#$'%.

Sesuai dengan *encana Strategis Pemerintah Kabupaten "one #$$%-#$$&, yang menetapkan '' +sebelas, bidang prioritas menjadi dasar untuk menentukan prioritas pemerintahan lima tahun ke depan. !engan tetap menyikapi lingkungan strategis dan kecenderungan

fenomena ke depan, serta upaya eliminasi persoalan substansional yang mengambat pelaksanaan program periode #$$%-#$$&. Pada lima tahun ke depan, isu-isu strategis masih pada aspek demokratisasi, perlindungan hak-hak asasi manusia, pengentasan kemiskinan, pemerataan dan peningkatan kualitas pendidikan, peningkatan derajat kesehatan, serta kelestarian lingkungan hidup dan perwujudan pemerintahan yang bersih. Pada lima tahun ke depan, penanganan isu-isu strategis dimaksud sangat relevan dengan isu-isu aktual di daerah yang sejalan dengan tujuan pembangunan millennium +millennium development goals--!.s, yang harus diwujudkan hingga #$'/ yaitu 0 1. -emberantas kemiskinan dan kelaparan 2. -ewujudkan pendidikan dasar untuk semua 3. -endorong kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan 4. -enurunkan angka kematian anak 5. -eningkatkan kesehatan ibu 6. -emerangi 123) 2!S, malaria dan penyakit menular lain, 7. -enjamin kelestarian lingkungan hidup dan 8. -engembangkan kemitraan global untuk pembangunan 4ujuan dan harapan dimaksud pada dasarnya relevan dengan hakekat pembangunan itu sendiri, termasuk pembangunan daerah. 1akekat atau tujuan dasar pembangunan suatu daerah adalah menjaga keberlangsungan dan keberadaan tatanan yaitu interkoneksitas antar berbagai komponen yang saling berhubungan dalam suatu batas +daerah, yang jelas. Pembangunan seyogyanya dilihat sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas tatanan dalam arti peningkatan kapasitas diri agar senantiasa mampu beradaptasi secara kreatif terhadap perubahan lingkungan, sehingga dapat menciptakan peluang dari proses perubahan itu. !engan kata lain pembangunan adalah upaya untuk mempertahankan keberadaan +eksistensi, atau keberlangsungan

tatanan yang dilakukan dengan reorganisasi diri secara kontinyu agar senantiasa dapat menjaga interkoneksitas dengan lingkungannya. Kualitas tatanan dapat dilihat berdasarkan % +tiga, kriteria5 Pertama, adalah tatanan yang mampu memberikan keadilan kepada semua komponen pembentuknya. Keadilan diwujudkan dalam bentuk penyediaan berbagai pilihan kepada masyarakat di bidang sosial, ekonomi dan budaya. Selain itu, masyarakat memiliki kemandirian untuk melakukan pilihan termasuk penyaluran aspirasinya. !alam tatanan kehidupan yang demikian semua kelompok masyarakat berperan serta dalam pembangunan, sehingga dapat menikmati keberadaannya dalam tatanan tersebut. Kedua, adalah tatanan yang mampu meningkatkan

interkoneksitas baru yang dapat menciptakan sumber daya baru. Ketiga, tatanan memiliki self-organizing capacity yang besar sehingga mampu menyesuaikan diri, beradaptasi secara kreatif dengan tuntutan baru akibat adanya perubahan lingkungan. Namun perubahan yang terjadi harus tetap mengacu pada identitas tatanan itu sendiri. !alam paradigma pembangunan yang demikian, pelaku pembangunan adalah tatanan itu sendiri dalam hal ini masyarakatnya. -asyarakatlah yang membangun tatanannya atau membangun dirinya sendiri. !emikian pula esensi yang terkandung dalam 6ndang-6ndang Nomor %# 4ahun #$$7 tentang Pemerintahan !aerah, menegaskan perlunya demokratisasi, pemberdayaan masyarakat (empowering people), pelayanan prima dan hubungan eksekutif-legislatif yang didasarkan sinergisme. 1al ini tentu sangat berpengaruh kepada proses manajemen pembangunan di daerah, mulai dari aspek perencanaan, pelaksanaan, sampai kepada pengendalian dan pengawasannya yang kesemuanya bermuara kepada terwujudnya 4ata Pemerintahan yang "aik (good governance). Perwujudan tersebut tentunya memerlukan

harmonisasi tiga domain yakni unsur pemerintah, swasta, dan masyarakat (civil society) dalam suatu komitmen yang kuat atas dasar transparansi, akuntabilitas dan partisipasi dari semua stakeholder dalam setiap proses manajemen pemerintahan dan pembangunan. Penyelenggaraan kewenangan daerah yang implementasinya secara nyata telah memasuki tahun kelima, berbagai aktivitas penyelenggaraan pemerintahan maupun pengelolaan pembangunan di Kabupaten "one, telah cukup banyak hasil dapat diperoleh dalam berbagai skala yang cukup variatif. Keberadaan berbagai aktivitas tersebut, pada hakekatnya untuk makin meningkatkan manfaat otonomi daerah bagi kesejahteraan masyarakat, sebagai komponen terpenting bagi keberadaan pemerintah daerah. 8alaupun masyarakat disadari bahwa aktivitas meningkatkan yang kesejahteraan serta merupakan multidimensional

memerlukan kurun waktu yang harus berkesinambungan, karena di dalamnya terkait dengan akumulasi yang saling berkepentingan antara kebijakan pada tataran struktural, kondisi kultur masyarakat terhadap konsep dan prasyarat perubahan itu sendiri. Serta faktor eksternal pemerintahan dan kemasyarakatan yang tumbuh dari pengaruh dan interaksi dengan masyarakat global dengan penuh persaingan dan makin terbukanya peluang dalam berbagai aspek. Salah satu perubahan yang akan berpengaruh terhadap

manajemen pemerintahan dalam mengelola pembangunan di daerah, khususnya dalam perspektif teknik akselerasi fungsi manajemen dan pemanfaatan kapasitas sumberdaya di daerah. 9aitu adanya design sistem perencanaan strategis daerah secara tepat dari Pemerintah Kabupaten "one yang dikenal dengan *encana Strategis +*:NS4* , !aerah. Pada dasarnya penyusunan *enstra Pemerintah Kabupaten "one, tidak saja akan menjadi pedoman kerja Pemerintah Kabupaten

"one selama kurun waktu / +lima, tahun ke depan. -elainkan juga menjadi kerangka acuan bagi masyarakat Kabupaten "one untuk mengetahui arah pembangunan yang ingin diwujudkan Pemerintah !aerah bersama seluruh komponen masyarakat melalui pemanfaatan sumberdaya daerah selama kurun waktu yang sama. gar rencana strategis dimaksud dapat menjadi pedoman kerja dan kerangka acuan bagi biduk pemerintahan, maka pemahaman tentang aspek kekuatan dan kelemahan serta peluang dan ancaman yang timbul dari lingkungan internal dan eksternal pemerintahan, dideskripsikan dalam *enstra ini. -elalui deskripsi yang akurat disertai asumsi serta nilai-nilai yang melekat dalam budaya Pemerintah !aerah Kabupaten "one, maka 3isi !aerah akan dapat terurai daya capaiannya secara optimal. !alam kaitan itu, dalam penyusunan *encana Pembangunan ;angka -enengah !aerah +*P;-!, Kabupaten "one #$$&-#$'% dibutuhkan integrasi muatan kondisi yang ada pada saat ini serta prediksi peluang dan tantangan yang ingin dikelola secara efektip oleh Pemerintah !aerah beserta stakeholdernya. Sehingga diharapkan dapat berimplikasi kepada capaian kesejahteraan masyarakat yang semakin membaik. Sesuai dengan 6ndang-6ndang Nomor #/ 4ahun #$$7 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional +SPPN,, 6ndang-undang Nomor %# 4ahun #$$7 tentang Pemerintahan !aerah, 6ndang-6ndang Nomor '< 4ahun #$$< tentang *encana Pembangunan ;angka Panjang #$$/-#$#/ dan Peraturan !aerah Kabupaten "one Nomor < 4ahun #$$& tentang *P;P !aerah. 6ntuk rencana pembangunan jangka menengah dimuat dalam !okumen Perencanaan Pembangunan -enengah !aerah +*P;-!,, sebagai penjabaran dari visi, misi dan program kepala daerah ke dalam strategi pembangunan daerah, kebijakan umum, program prioritas kepala daerah dan arah kebijakan keuangan daerah.

Sesuai 6ndang-6ndang Nomor #/ tahun #$$7 pasal '= ayat +%, *encana Pembangunan ;angka -enengah !aerah ditetapkan paling lambat setelah Kepala !aerah dilantik. Pelantikan "upati dan 8akil "upati "one 1. . -uh 2dris .aligo, S1. !an 1. . -uh. Said Pabokori, pada '( april #$$&. Selain itu, sebagai bagian dari elemen pemerintah yang bertautan dalam fungsi pemerintahan dalam kerangka Negara Kesatuan *epublik 2ndonesia, capaian tujuan dan sasaran pembangunan yang dilakukan Pemerintah Kabupaten "one, tidak hanya mempertimbangkan 3isi dan -isi !aerah. -elainkan koneksitasnya dengan tujuan dan sasaran yang ingin dicapai pada lingkup pemerintahan Propinsi Sulawesi Selatan dan Nasional. !emikian pula pada tatanan yang sedang berkembang, pemerintah daerah memiliki tanggung jawab formal yang lebih besar dibandingkan masyarakat. Pemerintah harus mampu menjadi dirigen pembangunan tatanannya, antara lain dengan merumuskan visi dan misi daerah sebagai acuan pembangunan, di samping itu pemerintah daerah juga harus berupaya mengembangkan aspirasi masyarakat disemua bidang kehidupan. !alam hal ini, pembangunan harus dilihat sebagai proses alamiah dan bukan kegiatan mekanis yang didisain dan dilaksanakan sekelompok orang secara elitis, pembangunan harus dilihat sebagai upaya untuk menciptakan dan memanfatkan peluang-peluang yang ditimbulkan proses yang berlangsung secara alamiah. Sebagai suatu proses pembangunan senantiasa dapat dinikmati setiap saat masyarakat itu sendiri. Pembangunan yang dilaksanakan di Kabupaten "one dalam kurun waktu lima tahun terakhir #$$%-#$$& telah menunjukkan adanya perubahan dan peningkatan kualitas tatanan secara signifikan dalam seluruh aspek pembangunan. Kondisi tatanan yang telah dicapai

tersebut harus dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan dalam rangka mewujudkan tatanan kehidupan masyarakat yang lebih baik. Perubahan paradigma pembangunan sebagaimana yang telah dikemukakan di atas, di satu sisi mengisyaratkan semakin besarnya peran masyarakat dalam proses pembangunan, namun di sisi lain menuntut adanya kapasitas dan keseriusan aparatur dalam menjalankan roda pemerintahan di daerah. 4ugas dan tanggung jawab utama yang diemban Pemerintah Kabupaten "one lima tahun ke depan adalah bagaimana mengantarkan !aerah "one dan masyarakatnya kedalam suatu tatanan yang lebih baik dari apa yang telah dicapai selama ini. 6ntuk itu diperlukan perencanaan yang komprehensif dan strategis yang berisi 3isi, -isi, 4ujuan dan Sasaran serta kebijakan dan program yang berfungsi sebagai pedoman pelaksanaan pembangunan dalam mewujudkan tatanan yang sesuai dengan apa yang diharapkan seluruh masyarakat Kabupaten "one. B. PENGERTIAN *encana Pembangunan ;angka -enengah !aerah Kabupaten "one #$$&-#$'% adalah dokumen Perencanaan Pembangunan daerah untuk periode / +lima, tahunan yang merupakan penjabaran dari visi, misi dan program kepala daerah yang berpedoman pada *encana Pembangunan ;angka Panjang !aerah C. MAKSUD DAN TUJUAN '. -aksud -enyediakan dokumen perencanaan yang dapat menjadi acuan dalam pelaksanaan pembangunan dan menjadi tolok ukur keberhasilan serta acuan penyusunan >aporan Pemerintah !aerah. kuntabilitas Kinerja

2. 4ujuan 1 -enjadi pedoman dalam upaya pencapaian kondisi masa depan Kabupaten "one, juga untuk memahami arah dan tujuan yang akan dicapai dalam rangka mewujudkan visi dan misi Kabupaten "one. 2 6paya memusatkan perhatian pada penanganan permasalahan pembangunan terbatas. 3 6paya sehingga pembangunan melalui hasil pemberdayaan peningkatan dan masyarakat yang budaya dalam tinggi, yang sifatnya strategis, sehingga akan meningkatkan efektivitas dan efesiensi penggunaan sumber daya

pembangunan

partisipasi

pembangunan

membangun

berdasarkan keberdayaan masyarakat. 4 6paya untuk mewujudkan penyelenggaraan kepemerintahan yang baik dan upaya menerapkan sendi-sendi pelayanan.

BAB II KONDISI UMUM DAERAH


1. KONDISI SAAT INI . K!"di#i Ge!gra$i# Secara geografis, Kabupaten "one terletak dalam posisi koordinat 7 '%?-% $(? >S dan antara ''= 7#?-'#$ %$? "4, berbatasan dengan 0 sebelah 6tara, Kabupaten 8ajo dan Soppeng5 4eluk "one5 dan Sebelah "arat berbatasan dengan Kabupaten -aros, Pangkep dan "arru. Kabupaten "one merupakan salah satu kabupaten di pesisir 4imur Propinsi Sulawesi Selatan dengan jarak tempuh '<7 Km dari 2bukota Propinsi Sulawesi Selatan +-akassar, yang dapat dilalui dengan menggunakan angkutan darat. >uas wilayah pada Kabupaten "one adalah 7.//= Km# atau <,%$@ dari wilayah Propinsi Sulawesi Selatan. Secara administratif, Kabupaten "one terbagi dalam #< Kecamatan dengan jumlah !esa)Kelurahan sebanyak %<# buah. %. S!#ia& Buda'a Perkembangan penduduk Kabupaten "one selama kurun waktu #$$%-#$$< memperlihatkan kecenderungan semakin meningkat dengan laju pertumbuhan rata-rata mencapai ',7@ pertahun, yaitu dari (&/./=$ jiwa pada 4ahun #$$% menjadi (==.='$ jiwa pada 4ahun #$$<, serta tingkat kepadatan penduduk # jiwa per hektar. Penduduk Kabupaten "one yang termasuk kategori penduduk usia kerja +usia '$ tahun ke atas, tercatat sebanyak /($./#(orang pada 4ahun #$$<, mengalami peningkatan dibandingkan dengan 4ahun #$$% sebanyak /7&.%=< orang atau bertumbuh sebesar
o o o o

#.'(@. !ari sebanyak /($./#( penduduk usia kerja pada 4ahun #$$<, sekitar %'=.(#$ jiwa diantaranya merupakan angkatan kerja atau 4ingkat Partisipasi ngkatan Kerja +4P K, sebesar /&,%<@. !ari 4P K %$%.((7 jiwa, yang bekerja mencapai #(%.(7( jiwa +&#,7=@, dan sisanya 7$.$'& jiwa +'%,'=@, adalah pengangguran. Pengangguran yang terjadi, tidak hanya disebabkan faktor dari sisi permintaan tenaga kerja yang menurun, tetapi pada sisi penawaran tenaga kerja yang tersedia belum sepadan dengan permintaan tenaga kerja. -enurut lapangan usaha, penduduk Kabupaten "one

menggantungkan mata pencahariannya pada sektor pertanian yang tercatat sekitar '(&.$%$ orang dari #(%.(7( penduduk yang bekerja. !engan demikian, sektor pertanian menyerap tenaga kerja sekitar (%,<% @ pada 4ahun #$$<. Namun mata pencarian tersebut dalam / tahun terakhir ke sektor perdagangan, jasa dan industri. -asih tingginya penduduk yang berusaha di sektor pertanian secara langsung dapat digambarkan bahwa pengembangan ekonomi Kabupaten "one masih berorientasi kuat pada sektor pertanian. !i samping itu, tuntutan keterampilan yang tidak begitu tinggi di sektor ini, menjadikan sektor pertanian merupakan tempat berusaha bagi tenaga kerja yang tidak tertampung pada sektor lainnya. 1al ini dapat mendorong produktivitas pekerja di sektor pertanian lebih rendah dibandingkan dengan sektor lainnya. !engan demikian, ke depan diperlukan program pertanian berbasis industri +agro industri, dan kualitas pekerja. !ari aspek kesehatan memperlihatkan tingkat kesehatan masyarakat yang makin baik. 4ercermin dari indikator kesehatan seperti 6sia 1arapan 1idup 4ahun #$$% mencapai (<,' tahun. Pada tahun #$$7, meningkat menjadi (<,# tahun. ngka Kematian 2bu dan ngkatan kematian "ayi dapat ditekan secara signifikan. 4ahun #$$/

10

angka kematian ibu '%)'$$.$$$ kelahiran hidup, tahun #$$( '$)'$$.$$$ kelahiran hidup. !engan demikian agar lebih optimal tersedianya sarana dan prasarana kesehatan yang lebih memadai sangat diperlukan. Pada aspek pendidikan, pada 4ahun #$$< indeks melek huruf baru mencapai =/,(%@. ngka Partisipasi -urni Sekolah !asar, tas masingngka Partipasi Kasar Sekolah -enengah Pertama dan Sekolah menengah masing ==,<$@, (','#@, dan 7/,($@ dan

pada jenjang pendidikan yang sama diperoleh angka masing-masing ''/,''@, &7,($@ dan /#,#'@. Keadaan ini lebih diperparah lagi oleh kondisi ruang kelas S!)-2 yang berjumlah 7.7%< buah, pada umumnya mengalami kerusakan +(#,'/@,. Pemberdayaan perempuan dan anak, pelaksanaannya cukup memadai sejalan dengan meningkatnya aksesibilitas dan kontrol untuk mencegah terjadinya diskriminasi terhadap perempuan. Sehingga mampu berperan sejajar dengan laki-laki dalam pembangunan sesuai dengan kodrat dan martabatnya tanpa mengabaikan tugas keluarga. Kerukunan dan peran serta ummat beragama dalam pembangunan semakin memperlihatkan kecenderungan peningkatan yang cukup membaik. 4erlihat pembangunan sarana dan prasarana kehidupan beragama telah mendapat perhatian yang cukup dengan bertambahnya jumlah mesjid, gereja dan tempat peribadatan lainnya secara proporsional. Pembangunan di bidang pemuda dan olahraga mengalami kemajuan melalui berbagai pembinaan mental spiritual, menanamkan minat belajar, berlatih dan semangat untuk menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi dan kemampuan manajemen serta etos kerja yang tinggi, tersedianya sarana dan prasarana olahraga yang refresentatif, seperti stadion, .A* dan kolam renang.

11

Pembangunan dengan mengacu

sosial-budaya pada nilai-nilai

senatiasa budaya lokal

dikembangkan (indigenous

knowledge) dan kesenian sesuai dengan revitalisasi nilai budaya lokal yang dianut. !an dikembangkan oleh masyarakat dalam bertingkah laku untuk membentuk jati diri dalam menunjang keberhasilan pembangunan daerah. (. E)!"!mi Kondisi perekonomian Kabupaten "one terlihat dari gambaran P!*" #$$( +1arga atau terjadi Konstan, 4ahun #$$/ sebesar /,=/@. *p. #.%$/.'/&.=7$.$$$,- menjadi *p. #.77#.7'%.##$.$$$,- pada 4ahun pertumbuhan sebesar 8alaupun pertumbuhan ekonomi Kabupaten "one agak lamban dibanding Propinsi Sulawesi Selatan yakni (,<#@, akan tetapi pertumbuhan tersebut memberikan pengaruh positif terhadap peningkatan pendapatan perkapita selama kurun waktu yang sama, yaitu dari *p. 7.<=#.&%#,- pada tahun #$$/ menjadi *p. /./7'./$#,#.- pada tahun #$$( Pertumbuhan ekonomi Kabupaten "one tersebut, disamping memberikan implikasi positif terhadap pembukaan lapangan kerja, juga masih menyisahkan pengangguran. !alam 4ahun #$$7, jumlah angkatan kerja sebanyak #/&.=#( orang dan yang mampu diserap berjumlah #7=.'#' orang. !emikian halnya pada 4ahun #$$/, angkatan kerja tersedia sejumlah #='.(%% orang yang terserap sekitar #<7.</& orang, sehingga pada tahun yang sama masih terdapat pengangguran sekitar '(.&</ orang. a. Pertum*u+a" E)!"!mi !alam kurun waktu lima tahun terakhir yakni tahun #$$##$$( pertumbuhan ekonomi Kabupaten "one sangat positif dan signifikan dengan rata-rata pertumbuhan 7,7$ @. >aju

12

pertumbuhan relatif stabil yaitu pada tahun #$$# tumbuh /,$< @ , #$$% tumbuh 7,/( @, #$$7 tumbuh #,'', #$$/ tumbuh 7,%'@, #$$( tumbuh /,/= @. Pada periode yang sama terjadi peningkatan P!*" tahun #$$# pendapata n perkapi ta

perkapita yaitu pada

*p. %.&$$.&$%, meningkat menjadi

*p. /./7'./$#, tahun #$$(

atau rata-rata tumbuh sebesar =,&&@ per tahun. 4ingkat inflasi Kabupat "o cenderu fluktuat di en ne ng if yang dipengaruhi faktor ekonomi dan non ekonomi. Pada tahun #$$# inflasi mencapai '$,$7 @ , kemudian menurun drastis menjadi /,<& @ pada tahun #$$% dan /,&$ pada tahun #$$7 karena pengaruh membaiknya kondisi perekonomian, akan tetapi tahun #$$/ meningkat lagi menjadi <,''@. Peningkatan ini terjadi, lebih dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah pusat dalam menaikkan harga bahan bakar minyak dan tarif dasar listrik yang menyebabkan terjadinya kenaikan harga barang. 4ahun #$$( inflasi di Kabupaten "one menurun menjadi (,=# @, yang menunjukkan adanya perbaikan kondisi perekonomian. Sisi pemerataan pendapatan yg ditunjukkan dengan *asio .ini menunjukkan kecenderungan positif yaitu sebesar $,#/, indikator ini menunjukkan bahwa, rata-rata distribusi pendapatan masyarakat cukup merata. !ari sisi investasi juga menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan dari tahun ke tahun, meskipun masih didominasi oleh investasi domestik. Kinerja perbankan swasta dan pemerintah mengalami peningkatan yang cukup pesat sehingga dapat mendukung pertumbuhan ekonomi Kabupaten "one.

13

2. Perta"ia", Ke+uta"a" da" Per)e*u"a", Peri)a"a" da" Ke&auta" 1) Perta"ia" "ila dilihat dari kontribusinya terhadap P!*", bidang pertanian menyumbang sebesar /(,'< @ , hingga saat ini pertanian memang masih paling besar andilnya terhadap pendapatan daerah. !ata lima tahun terakhir menunjukkan bahwa luas panen tanaman pangan dan hortikultura tetap didominasi oleh padi, pada tahun #$$< seluas ''<.<&< ha dengan produksi sebesar (=<.#== 4on, sedangkan yang lainnya antara lain jagung %&.&<# ha dengan produksi sebesar '7=.(/< ton, kedelai 7.7&7 ha dengan produksi mencapai &.$#( ton , ubi kayu ((% ha produksinya <.<$7 ton,ubi jalar %#' ha dengan produksi #.<'( ton, kacang tanah '#.&7( ha dengan produksi #7.$## ton. Produktivitas perkomoditasnya masih belum mencapai hasil yang optimal, oleh sebab itu,masih perlu didukung adanya pembinaan dan penyuluhan di tingkat petani serta usaha perkuatan kelembagaan dalam menghasilkan benih bermutu, institusi pengendali hama)penyakit, dukungan alat mesin pertanian dan distribusi pupuk memadai. %, Peter"a)a" Pembangunan peternakan merupakan bagian dari pembangunan pertanian, yang peranannya dalam penyediaan pangan khususnya protein hewani terus ditingkatkan untuk mewujudkan swasembada ternak dan peningkatan pendapatan masyarakat. !alam kurun waktu #$$# -#$$/ populasi ternak mengalami peningkatan yang cukup besar terutama Sapi

14

"ali, kemudian kambing, kuda dan kerbau. Sedangkan yang mengalami penurunan populasi adalah ayam terutama ayam ras petelur. 1al ini disebabkan karena menurunnya minat masyarakat untuk beternak ayam karena wabah flu burung. 6ntuk mendukung kesehatan produk peternakan terutama agar kesehatan masyarakat menjadi semakin baik sehingga penyediaan produk aman, sehat, utuh dan halal maka didukung adanya fasilitas lokasi pemotongan berupa *umah Potong 1ewan +*P1,, pembinaan terhadap peternak, pemberian vaksin ternak dan unggas. (, Ke+uta"a" da" Per)e*u"a" ;enis tanaman perkebunan di Kabupaten "one antara lain 0 kelapa seluas '7.<($ ha dengan produksi ''.(</ ton, coklat seluas %<.'<& ha dengan produksi '#.&<$ ton, cengkeh %.'$( ha dengan produksi #.$&< ton, jambu mente (.#7# ha dengan produksi #.&(%, kopi =%7 ha dengan produksi #7< to, tembakau =7' ha dengan produksi &(% ton. Secara kuantitas produksi perkebunan memang telah mengalami peningkatan tapi belum mencapai hasil yang optimal, demikian pula halnya dengan kualitas produksi masih perlu terus ditingkatkan agar dapat mencapai standar kualitas ekspor. Sejalan pelaksanaan otonomi daerah dengan aBas desentralisasi, Kabupaten paradigma adalah pembangunan domestic kehutanan di "one resources based

+community and resource based development,, yaitu +', menetapkan sumber daya hutan dalam tiga sisi manfaat yang seimbang yakni ekonomi, ekologi dan sosial5 dan +#, memfasilitasi dan mendorong terciptanya pemberdayaan ekonomi kerakyatan dengan memberi peluang yang luas

15

kepada lembaga usaha masyarakat kecil dan menengah yang berbasis hutan dalam menuju pengelolaan hutan yang lestari, demokratis dan berkeadilan. Pembangunan usaha perkebunan rakyat dilakukan dengan cara memfasilitasi dan mendorong berkembangnya agribisnis perkebunan yang berdayasaing melalui pemberdayaan masyarakat. -, Peri)a"a" da" Ke&auta" Sumber daya perikanan di Kabupaten "one cukup besar karena wilayah pesisir yang membentang dari utara ke selatan sepanjang '#< km, sangat potensial untuk pengembangan tambak dan rumput laut. Potensi luas areal pemeliharaan '<.#'7 ha dan ''.$$' ha diantaranya telah dikelola yaitu tambak seluas '$.<=$ ha dan kolam #'' ha. Komoditi ekspor perikanan yang menjadi unggulan adalah kepiting dan udang, namun beberapa tahun terakhir mengalami penurunan produksi yang cukup signifikan hingga mencapai 7# @, penyebab menurunnya produksi yaitu pemanfaatan sumber daya ikan tidak rasional, penerapan teknik produksi belum maksimal, kegiatan produksi dilakukan dalam skala kecil dan sifatnya perorangan, selain itu pembinaan dari petugas kurang. Produksi perikanan laut mengalami peningkatan ratarata sebesar '(,& @, tuna, ikan kerapu, lobster, komoditi ekspor yang pasarnya masih cukup bagus. .. I"du#tri da" Perdaga"ga" Perkembangan nilai investasi sektor tahun menunjukkan perkembangan tah #/.(=/.$=&.$$$,pada un industri yang positif #$$# selam a dari menj adi jen is komoditi seperti rumput laut, ikan kepiting merupaka rajungan, n

sangat menjanjikan karena pangsa

/ *p.

16

*p.&$.7='.(&#.$$$,- di tahun #$$( atau rata-rata tumbeh sebesar '#,%/@ per tahun. Peningkatan nilai investasi terbesar pada industri kecil dan menengah, sedangkan investasi industri besar masih belum menunjukkan peningkatan yang cukup berarti. ;umlah tenaga kerja yang terserap pada industri pada tahun #$$# sebesar '/.=$( orang dan tahun #$$( meningkat menjadi '<.'/< orang. ktivitas perdagangan di Kabupaten "one menunjukkan peningkatan terlihat dari jumlah perusahaan yang terdaftar, pada tahun #$$# sebanyak #%/ dan tahun #$$( meningkat menjadi 7=$ perusahaan. !engan bertambahnya fasilitas perdagangan dan meningkatnya aksesibilitas maka Kabupaten "one sangat berpotensi menjadi pusat perdagangan di kawasan timur Sulawesi Selatan. d. Pari/i#ata Keindahan alam dan kekayaan budaya Kabupaten "one merupakan potensi pariwisata yang pengembangannya diarahkan pada upaya menyiapkan Kab."one sebagai daerah tujuan wisata . Salah satu Abj wisat ek a Palett deng e, an arus kunjungan ya tela ng h adan obj ya ek wisatawan ke

dikembangkan yaitu 4anjung terseb wisata ut diharapkan

Kabupaten "one mengalami pertumbuhan yang cukup bagus dengan meningkatnya jumlah wisatawan yang berkunjung. >angkah-langkah untuk memperbaiki kondisi yang ada terus dilakukan melalui pembinaan usaha jasa pariwisata, peningkatan S!- pelaku pariwisata dan promosi pariwisata dengan harapan Kabupaten "one akan lebih siap sebagai daerah tujuan wisata.

17

2. SOSIAL . K!"di#i S!#ia& Se.ara Umum -asyarakat "one mempuyai beberapa karakteristik, di

antaranya yang paling menonjol adalah sikap toleransi yang tinggi, menjunjung nilai-nilai budaya dan tradisi kerakyatan, kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan perubahan sosial tanpa harus terpengaruh terhadap intervensi eksternal dan sebagainya. !engan sikap toleran yang tinggi, keberagaman penduduk tidak menjadi permasalahan, namun justru memperkuat ketahanan sosial. Keberadaan penduduk di dalam suatu daerah merupakan sumber daya pembangunan karena penduduk berperan sebagai penggerak aktivitas pembangunan yang menentukan keberhasilan pembangunan daerah dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Selain itu pertumbuhan ekonomi daerah juga dipengaruhi oleh penduduk sebagai potensi pasar + konsumen , dan modal dasar pembangunan yang menjalankan roda perekonomian. Aleh karena upaya-upaya perbaikan kondisi kependudukan terus dilakukan di Kabupaten "one, terutama yang berkaitan dengan peningkatan kualitas S!agar memiliki kemampuan untuk

meningkatkan produktivitas dan kompetensinya. pendud Kabupaten "one tahunn Pertumbuhan uk setiap ya ',7 sehingga kuru wak tahun #$$#berkisar @, dalam n tu #$$( pendudu bertamba (/=.&#$ menjad jumlah k h dari jiwa i (=(.<'# jiwa. Salah satu indikator yang menunjukkan masih rendahnya kualitas sumberdaya manusia di Kabupaten "one dapat dilihat dari aspek pendidikan yaitu masih adanya angka buta aksara. Sementara itu permasalahan lainnya yang terus mendapat perhatian adalah angka partisipasi pendidikan serta pendidikan. kualitas dan relevansi

18

Permasalahan

lain

yang

tidak

kalah

penting

adalah

manajemen pendidikan. 1al ini berkaitan dengan pelaksanaan desentralisasi pembangunan pendidikan dan otonomi di bidang pendidikan sampai unit pendidikan terendah yang masih belum optimal. Standar pelayanan minimal yang ditetapkan sebagai acuan masing-masing kabupaten)kota untuk mengelola pembangunan pendidikan dan menjaga kualitas pelayanan pendidikan belum dapat diterapkan secara baik. %. I"de)# Pem*a"gu"a" Ma"u#ia 2ndeks Pembangunan -anusia +2P-, telah menunjukkan adanya peningkatan walaupun belum mencapai angka 2P- Nasional. "elum optimalnya 2P- dimaksud diakibatkan karena adanya krisis ekonomi yang menyebabkan menurunnya tingkat daya beli masyarakat. 1al ini menunjukkan bahwa krisis ekonomi yang melanda negeri ini tidak sampai merusak kapasitas fisik +kesehatan, dan kapasitas intelektual penduduk di Kabupaten "one, tetapi telah menurunkan daya beli penduduk. 3. Pe"didi)a" a. Ke*i0a)a" Pe"didi)a" Kebijakan pemerintah untuk meningkatkan kualitas S!didasarkan kepada pemikiran bahwa pendidikan tidak sekedar menyiapkan peserta didik agar mampu masuk dalam pasaran kerja, namun lebih daripada itu, pendidikan merupakan salah satu upaya pembangunan watak bangsa +national character building, seperti kejujuran, keadilan, keikhlasan, kesederhanaan dan keteladanan. rah kebijakan peningkatan, perluasan dan pemerataan pendidikan dilaksanakan melalui antara lain5 penyediaan fasilitas layanan pendidikan berupa pembangunan unit sekolah baru, penambahan ruang kelas dan penyediaan fasilitas

19

pendukungnya, serta penyediaan berbagai beasiswa dan bantuan dana operasional sekolah yang dalam pelaksanaannya dilakukan dengan melibatkan peran aktif masyarakat. Kebijakan strategi pembangunan pendidikan di Kabupaten "one difokuskan pada dua hal lain yaitu peningkatan mutu dan relevansi pendidikan dan pemerataan dan perluasan jangkauan pendidikan. Pertama, Pe"i"g)ata" Mutu da" Re&e1a"#i Pe"didi)a"2 adalah tantangan terpenting dalam pembangunan pendidikan baik skala naional maupun daerah. Pencapaian beberapa indikator mutu dan relevansi pendidikan di Kabupaten "one kurun waktu #$$%-#$$< dapat dilihat pada uraian tabel di bawah ini. 4abel '. ngka -engulang, ngka Putus Sekolah, Kelayakan .uru -engajar dan ngka >ulusan S!, S-P dan S- 4ahun #$$%-#$$<. N !
' . -

Ta+u" I"di)at!r %33( %33%334 %335 %336

ngka -engulang S!)-2 S-P)-4s S-)- )S-K (.$'% org +/,=/@, =7 org +$,%(@, // org +$,7#@, /.=&< org +/,&=@, =$ org +$,(/@, /' org +$,%<@, 7.<<' org +7,<<@, /' org +$,%%@, 7# org +$,#<@, %.==/ org +7.#'@, 7# org +$,'=@, %/ org +$,'<@, 7.'$7 org +7,#'@, 7= org +$,#$@, 7% org +$,'7@,

ngka Putus # Sekolah S!)-2 S-P)-4s S-)- )S-K '.7'= org +',7'@, 7=% org +#,%&@, '&7 org +',%=@, '.'// org +','%@, /%< org +(,&&@, '$# org +$,<7@, <=( org +$,<=@, #=( org +',$&@, =7 org +$,($@, (<& org +$,%&@, '&= org +$,==@, <' org +$,7%@, +$,7'@, %/< org +$,%(@, #$% org +$,(/@,

20

Kelayakan guru mengajar S!)-2 %.'$/ org +<',$$@, S-P)-4s '.#$& org +/<,<$@, S-)- )S-K =%$ org +&=,/'@, %.%(= org +<#,<%@, '.#<= org +(%,#=@, =(/ org +=$,=/@, 7.%/( org +</,#'@, '.<=% org +<<,<&@, '$7( org +=7,%$@, 7.&&% org +&$,$'@, '.='/ org +&#,'%@, '.$== org +=(,<#@, =#,#/@

&<,<$@

=&,='@

7 -

ngka >ulusan S!)-2 S-P)-4s S-)- )S-K =&,7/@ =','7@ =&,%$@ =/,'7@ =%,'(@ =<,/&@ =/,//@ =<,//@ =&,#&@ =&,$#@ =&,==@ ==,$7@ =<,$%@ =<,(%@ &=,&%@

Kedua,

Pemerataa"

da"

7er&ua#a"

0a"g)aua"

7e"didi)a" atau biasa disebut perluasan kesempatan besar merupakan salah satu sasaran dalam pembangunan pendidikan. Pemerataan dan perluasan pendidikan dimaksudkan agar setiap orang mempunyai kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan tidak dibedakan menurut jenis kelamin, status sosial, agama dan lokasi geografis Kebijakan ini menekankan bahwa setiap orang tanpa memandang asal-usulnya mempunyai kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan pada semua jenis, jenjang, maupun jalur pendidikan. Pemerataan ini dimaksudkan untuk mencapai keadilan dan kesejahteraan yang merata 2ndikator pemerataan dan perluasan jangkauan pendidikan yang telah tercapai di Kabupaten "one tahun #$$%-#$$< sebagai berikut 0

21

4abel #. ngka Partisipasi Kasar + PK,, ngka Partisipasi -inum + P-,, ngka Penyerapan Kasar + SK, dan ngka -elanjutkan S!, S-P dan S4ahun #$$%-#$$<. N !
'. # % 7 -

Ta+u" I"di)at!r
ngka Partisipasi Kasar + PK, S!)-2 S-P)-4s S-)- )S-K ngka Partisipasi -urni + P-, S!)-2 S-P)-4s S-)- )S-K ngka Penyerapan Kasar + SK, S!)-2 S-P)-4s S-)- )S-K ngka melanjutkan Ketingkat S-P Ketingkat S<$,/#@ (#,&7@ <$,<7@ <%,(/@ <',77@ <<,$/@ <7,$%@ <=,#7@ &',77@ <=,&7@ 7$,(/@ /',<%@ 7,%#@ 7',<%@ /',&%@ 7,7/@ //,==@ /%,#'@ /,$=@ /&,%%@ //,'<@ (,#%@ /&,/&@ /(,#%@ <,&%@ =%,&7@ 7=,7<@ %%,%<@ =&,(/@ 7=,=(@ 7$,=#@ ==,%(@ /<,#=@ 7',($@ ==,(<@ /=,&&@ 7/,7(@ ==,<$@ (','#@ 7/,($@ '$&,(<@ (',=#@ %=,/$@ ''7,#(@ (<,/%@ 7$,7%@ ''7,=$@ <&,(<@ 7<,(/@ ''/,$'@ <=,''@ /$,$#@ ''/.''@ &7,($@ /#,#'@

%333(

%33-

%334

%335

%336

Keberhasilan lain yang dicapai di daerah ini pada tahun #$$( adalah mampu mereplikasi program manajemen "erbasis Sekolah +-"S, di #/ Kecamatan, dengan harapan agar semua sekolah +</' S!)-2, yang ada di Kabupaten "one menerapkan prinsip-prinsip -"S dalam mengelola masing-masing sekolahnya. Partisipasi masyarakat akan lebih nyata masing-masng sekolah, karena program tersebut mendorong dan menumbuhkan

22

partisipasi masyarakat dalam setiap kegiatan di masing-masing sekolah, sehingga masyarakat menyadari bahwa pendidikan bukan hanya tanggung jawab pemerintah tetapi merupakan tanggung jawab kita bersama termasuk masyarakat dan pemerintah. Program Pendidikan nak 6sia !ini +P 6!, pada tahun

#$$(, Kabupaten "one merintis program tersebut di # +dua, kecamatan yaitu kecamatan !ua "occoe dan Kecamatan Ponre kerjasama 6N2C:D dengan Pemda "one. Program ini di kenal dengan taman pendidikan 4umbuh Kembang terintegrasi antara Posyandu, "ina nak 6sia !ini "alita dan +4 - N P !246N.K ,. Program ini sifatnya holistik yaitu Keluarga Pendidikan, serta program ini berbasis masyarakat +dari, oleh dan untuk masyarakat,. *. Parti#i7a#i Se)!&a+ Partisipasi penduduk Kab."one dalam bidang pendidikan pada setiap jenjang pendidikan mulai dari S!,S-P hingga Sdan S-K, diharapkan dapat memberikan gambaran kualitas sumber daya manusia yang potensial dimasa yang akan datang. ngka partisipasi S! lebih tinggi dibandingkan angka partisipasi S-P dan S- . "esarnya partisipasi S! menunjukkan keberhasilan pemerintah dalam mengimplementasikan program wajib belajar pendidikan dasar = tahun yang dimulai sejak tahun '==7 dan telah memberikan hasil yang cukup baik. .. Ti"g)at Pe"didi)a" 4ingkat pendidikan yang diraih penduduk akan berdampak pada tinggi rendahnya S!- yang ada dan pada akhirnya akan mempengaruhi tingkat kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan perekonomian daerah.

23

4ingkat pendidikan penduduk Kabupaten "one relatif bervariasi mulai dari yang tidak memiliki ijasah %<,#$ @ dari jumlah penduduk usia '$ tahun ke atas, tingkat pendidikan S!) -2 sebesar %#, &= @, S-6)- sebesar '',$= @, !iploma ',(=@, S' sebesar ',=/ @ dan S#)S% $,'# @. Kondisi di atas menunjukkan bahwa tingkat pendidikan yang diraih oleh sebagian besar penduduk Kabupaten "one masih rendah dan tidak memiliki kemampuan untuk bersaing dalam meraih pekerjaan yang lebih baik. Aleh sebab itu, bidang pendidik an menjadi di Kabupaten "one. -. Ke#e+ata" !eraj at mengalami peningkatan terakhir, hal sala h sat u prioritas dalam pembangunan

kesehatan tersebu t

masyarak at

di Kabupaten

yang berarti dalam periode waktu disebabk ole an h meningkatnya

"one 7 tahun kualit as

pelayanan kesehatan, bertambahnya tenaga medis dan fasilitas kesehatan sehingga berbagai permasalahan kesehatan masyarakat seperti wabah penyakit menular, kekurangan giBi pada balita dan ibu hamil dapat ditekan seminimal mungkin. !alam rangka mencapai tujuan pembangunan kesehatan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, telah dilakukan berbagai upaya pelayanan kesehatan masyarakat khususnya kurun waktu #$$%-#$$(. 1. Pe&a'a"a" Ke#e+ata" Da#ar 1. Pelayanan Kesehatan 2bu dan nak 6paya pelayanan kesehatan dasar merupakan langkah awal yang sangat penting dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. !engan pemberian kesehatan dasar secara tepat dan cepat. !iharapkan sebagian besar

24

masalah

kesehatan

masyarakat.

Salah

satu

indikator

kesehatan adalah pelayanan antenatal K.' dan K7. pelayanan K' dan K7 merupakan pelayanan ibu hamil yang telah melakukan kunjungan pertama untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Sedangkan cakupan K7 adalah gambaran besar ibu hamil yang telah mendapatkan pelayanan ibu hamil sesuai dengan standar yang paling sedikit 7 kali kunjungan. dapun presentase kunjungan ibu hamil K' adalah sebagai berikut 0 Pemeriksaan 2bu 1amil pertama +K', masih di bawah target +=$@, bila dilihat dari cakupan tahun #$$% sebesar &#,#<@, tahun #$$7 sebesar <=,==@, tahun #$$/ sebesar <=,7(@. Pada tahun #$$( sebanyak ''.<7& orang +(%,#7@,. Penurunan cakupan K' pada tahun #$$( ini karena kunjungan sasaran baru dilaporkan sampai bulan oktober #$$( dan #$$< K' E &7,/%@ 6ntuk pemeriksaan ibu hamil lengkap +K7, terlihat dari tahun ketahun belum mengalami peningkatan secara signifikan, dimana tahun #$$% sebesar ($,==@, tahun #$$7 sebesar (',##@ tahun #$$/ sebesar <=,/@. Pada tahun #$$( cakupan masih (<,/7@ sampai dengan bulan oktober #$$( dan #$$< E <&,&&@ 1al ini disebabkan karena kesadaran masyarakat khususnya yang terdapat di Kabupaten "one telah memahami pentingnya memeriksakan kandungan pada saat hamil. #. Pertolongan persalinan 4enaga Kesehatan Kamatian bagi ibu hamil dan bayi baru lahir sebagian besar terjadi pada masa persalinan. 1al ini disebabkan karena pertolongan tidak dilakukan tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi. dapun presentase cakupan persalinan dengan

25

pertolongan oleh dan melalui tenaga persalinan atau bidan dapat di lihat pada tabel di bawah ini 0 4abel %. Prosentase 4enaga Persalinan atau "idan Kabupaten "one 4ahun #$$%-#$$< %33( Ka*u7ate" ($,('@ %33($,($@ %334 (',#$@ %335 (',/7@ %336 (#,%& @

!ari tabel tersebut di atas menunjukkan bahwa pada tahun #$$% hingga tahun #$$/ jumlah ibu hamil yang melahirkan ditolong oleh tenaga kesehatan terus mengalami peningkatan yaitu <<,#'@ hingga &%,==@ pada tahun #$$/. 1al ini disebabkan karena masyarakat khususnya ibu hamil telah memahami pentingnya persalinan yang dilakukan tenaga kesehatan dan dapat mengurangi angka kematian ibu dan anak pada saat melahirkan. *. Per*ai)a" Gi8i Pada Ma#'ara)at 6paya perbaikan giBi pada masyarakat pada hakekatnya dimaksudkan untuk menangani permasalahan giBi yang dihadapi oleh masyarakat. "eberapa permasalahan giBi yang sering dijumpai pada masyarakat adalah kekurangan kalor protein, kekurangan 3itamin dan kekurangan 9odium. '. Penanggulangan K>" .iBi).iBi "uruk 6paya-upaya yang telah dilakukan Pemerintah !aerah Kabupaten "one dalam hal penanggulangan K>" giBi) giBi buruk telah menunjukkan keberhasilan yang cukup signifikan. Penanggulangan .iBi buruk telah dilakukan secara intensif melalui pelacakan ' F #7 jam serta melakukan investasi dan

26

intervensi ke sasaran dengan melibatkan berbagai stake holders antara lain, Pers, >S-, PKK 4oma dan 4oga. Pada tahun #$$% sebesar '' orang, tahun #$$7 sebanyak (( orang, dan pada tahun #$$/ sebanyak ''& orang, sedangkan pada tahun #$$( sampai dengan bulan september sebesar ''= orang. .ambaran kondisi K>" giBi)giBi buruk di Kabupaten "one tahun #$$% s)d #$$< dapat di lihat pada tabel di bawah ini 0
4abel 7. Kondisi K>" .iBi)giBi "uruk di Kabupaten "one #$$%-#$$<

Ka*u7ate "

%33( $,'/@

%33$,'<@

%334 $,'=

%335 $,'&

%336 $,#7

Kondisi

K>"

giBi)giBi

buruk

di

Kabupaten

"one

menunjukkan penurunan yang cukup signifikan dari tahun ke tahun, hal ini disebabkan karena aktifnya kader melakukan pelacakan kepada masyarakat sehingga apabila terdapat kondisi K>" giBi)giBi buruk dapat diatasi dengan pembinaan yang baik dengan melakukan atau memberikan makanan tambahan bagi anak yang mengalami kekurangan giBi, selain itu upaya pemerintah dalam penanggulangan . K9 meliputi upaya jangka pendek melalui pemberian kapsul minyak beryodium dan upaya jangka panjang. #. Konsumsi .aram "eryodium Peningkatan pemakaian konsumsi .aram "eryodium di masyarakat, hal ini sejalan dengan dikeluarkannya Peraturan !aerah +P:*! , Nomor < tahun #$$% tentang Pelarangan dan pengendalian garam Non 9odium. 2ni merupakan salah satu upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan konsumsi

27

garam beryodium pada masyarakat. Selain itu pemerintah daerah khususnya dinas kesehatan aktif melakukan sosialisasi tentang pentingnya mengkonsumsi garam beryodium dan melakukan sweeping pada daerah yang endemik garam non yodium. .ambaran cakupan konsumsi garam beryodium di Kabupaten "one tahun #$$% s)d #$$< dapat dilihat pada tabel dibawah ini 0 4abel /. Cakupan Konsumsi .aram"eryodium di Kabupaten "one #$$%-#$$< Ka*u7ate " %33( 7(,<@ %33<<,%/@ %334 &7,7%@ %335 =$,$$@ %336 =/,&$@

%. Pemberian 3itamin 6paya penanggulangan Kurang 3itamin dengan pendistribusian Kapsul 3itamin pada bulan Debruari dan dilakukan

kepada anak balita

gustus. Cakupan distribusi dari

tahun #$$% sampai dengan #$$( mengalami peningkatan dan telah mencapai target +=(@,, di mana pada tahun #$$% sebesar =$ @, tahun #$$7 sebesar =&,/@ tahun #$$/ sebesar =$,'@, tahun #$$( sebesar =(@ dan tahun #$$< sebesar =/,$=@. 6ntuk cakupan tingkat partisipasi masyarakat +!)S, terhadap pemanfaatan posyandu belum memadai, di mana cakupan !)S untuk tahun #$$% sebesar 77,<'@, tahun #$$7 sebear 7=,$%@, tahun #$$/ sebesar (=,=7@ dan tahun #$$( sebesar (=,=&@.

28

3. U7a'a

'a"g

di&a)u)a"

u"tu)

me"i"g)at)a"

dera0at

)e#e+ata" ma#'ara)at di Ka*u7ate" B!"e. 1. -emberikan pelayanan kesehatan sebaik mungkin dengan biaya yang dapat dijangkau oleh masyarakat serta pemberian pengobatan gratis 2. 4erbentuknya desa sehat dan kecamatan sehat 3. -eningkatkan mutu kesehatan dan giBi masyarakat yang ditandai dengan peningkatan harapan hidup, menurunkan tingkat kesakitan dan kematian khususnya bayi dan ibu melahirkan 4. meningkatkan profesionalisme tenaga kesehatan 5. meningkatkan cakupan pelayanan puskesmas 6. mewujudkan perilaku sehat bersih bagi masyarakat 7. mengembangkan sistem informasi dan pelayanan kesehatan 5. Kete"aga)er0aa" "esarnya jumlah pengangguran di Kabupaten "one yang mencapai 7$,'& @ merupakan permasalahan yang cukup krusial dan perlu mendapat perhatian dan penanganan yang serius dari pemerintah. "erbagai upaya yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas tenaga kerja telah dilakukan dalam rangka mewujudkan tenaga kerja yang profesional dan berdaya saing tinggi, yang mampu membuka dan memberikan peluang kerja yang luas baik ditingkat lokal maupun regional. Pembinaan hubungan industri, kewirausahaan para pekerja formal)informal diupayakan secara maksimal. Pembinaan pemasaran kepada para kelompok usaha mandiri juga dilaksanakan, disamping tetap memperhatikan norma keselamatan kerja berdasarkan 6ndang-undang Ketenagakerjaan. Peningkatan sumberdaya

29

manusia dilaksanakan melalui !2K> 4 serta menjalin kerjasama dengan semua pihak dan daerah dalam rangka pengerahan mobilitas penduduk. 5. Ke#e0a+teraa" S!#ia& Kemiskinan merupakan salah satu permasalahan yang dapat berimplikasi terhadap perkembangan masalah lainnya. 6paya penanggulangan kemiskinan di Kabupaten "one dilakukan melalui kegiatan pemberdayaan keluarga miskin antara lain 0 P#--P, P#KP, dan sebagainya. Selain itu, melalui pembentukan 4im Penanggulangan Kemiskinan !aerah dan Penyusunan Strategi Penanggulangan Kemiskinan !aerah, diharapkan jumlah penduduk miskin angka semakin berkurang di Kabupaten "one. C. BUDA9A "udaya sebagai tata nilai, simbol-simbol dan produk dari prikehidupan manusia di Kabupaten "one berkembang dengan baik tanpa melepaskan diri dari akarnya. Namun demikian dengan karakter manusia Kabupaten "one yang toleran terhadap adanya perbedaan, budaya dari daerah luar pun juga dapat diterima dan memperkaya khasanah budaya nusantara. D. PEMERINTAHAN 4erjadinya perubahan yang fundamental dalam penyelenggaraan pemerintahan, pegawai. Secara kuantitatif penataan pegawai telah mulai dilakukan, namun dalam hal penempatannya masih dijumpai ketidaksesuaian pelaksanaan pembangunan dengan pelayanan masyarakat menuntut adanya restrukturisasi organisasi dan penataan

30

antara latar belakang pendidikan pejabat dengan 4ugas Pokok dan Dungsi +46PAKS2, yang harus diemban. Namun demikian kondisi ini diharapkan akan diantisipasi pada evalusi struktur organisasi yang disesuaikan dengan kebutuhan daerah. 6ntuk mewujudkan pemerintahan yang bersih, perlu optimalisasi fungsi pengawasan dan perangkat hukum yang sesuai dengan tata pemerintahan yang baru. Dungsi pengawasan dilakukan dalam upaya menjadi pendorong menuju pengawasan penyelenggaraan Pemerintahan !aerah yang profesional, transparan dan akuntabel. Dungsi pengawasan ini selain dilakukan oleh lembaga pemerintahan +termasuk !P*!, juga dilakukan oleh lembaga-lembaga nonpemerintahan sebagai salah satu bentuk kontrol sosial +social controll, melalui media yang tersedia. E. ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI Kemampuan daerah dalam penguasaan dan pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi masih belum memadai, khususnya bagi peningkatan daya saing komoditas unggulan. 1al ini ditunjukkan antara lain masih rendahnya sumbangan iptek di sektor produksi, belum efektifnya mekanisme pasar, belum berkembangnya budaya iptek di tengah masyarakat, dan terbatasnya sumberdaya iptek. :. SARANA DAN PRASARANA Penyediaan sarana wilayah di Kabupaten "one dilaksanakan guna menunjang pelaksanaan pembangunan bidang-bidang lainnya. Pembangunan jaringan ruas-ruas jalan, sebagian telah dilaksanakan guna menghubungkan fungsi dari masing-masing kawasan pengembangan. Kegiatan peningkatan dan pemeliharaan jalan pada sebagian ruas jalan ditujukan untuk kemudahan dan kelancaran mobilitas serta jangkauan pemasaran hasil-hasil produksi. Selama

31

beberapa tahun terakhir, Pemerintah Kabupaten "one berupaya seoptimal mungkin menanggapi permasalahan prasarana jalan dan jembatan sesuai sumberdaya yang tersedia. Pada tahun #$$<, panjang jaringan ruas-ruas jalan Kabupaten dalam mendukung pengembangan wilayah berjumlah #.7&%,#$$ Km. "erdasarkan jenis permukaan, jalan aspal =#%,7$$ Km, jalan kerikil <&#,&7$ Km, dan jalan tanah <<(,&<$ Km. Keseluruhan permukaan jalan tersebut berkondisi baik, baru mencapai %',$'@, kondisi sedang '(,#%@, kondisi rusak #$,/$@ dan kondisi rusak berat %#,#/@. Pembangunan pengairan di Kabupaten "one diperuntukkan sebagai penunjang pembangunan pertanian. Pada 4ahun #$$<, jumlah pengairan yang ada dicakup ke dalam '$& !aerah 2rigasi yang terdiri dengan luas sawah beririgasi 7'.&&% 1a. yang terdiri dari #=.=$< 1a irigasi teknis)semi teknis dan ''.=<( 1a merupakan irigasi desa. "erdasarkan 66 No. < tahun #$$7 tentang Sumber !aya ir +pasal 7' ayat # c,, maka tanggungjawab pengelolaan irigasi di Kabupaten "one ditinjau dari strata luasannya, dikelompokkan menjadi % +tiga, kewenangan yaitu 0 1. 2. Kewenangan pusat +G%$$$ 1a, meliputi !2 Palakka 7.(%% 1a, !2 Pattiro 7.=<$ 1a, !i sanrego (,('& 1a. Kewenangan Propinsi +'$$$ H %$$$ 1a, meliputi !2 6nyi '.%'$ 1a, !2 ;aling '.#<7 1a, !2 Salomekko '.<#% 1a, dan !2 Selli Coppo "ulu '.$$$ 1a. 3. Kewenangan Kabupaten +I'$$$ 1a, meliputi 0 '$' !aeah 2rigasi dengan >uas #$.%// 1a, Saluran '7=,$%# m dengan kondisi baik rata-rata /(,<@, kondisi sedang '(,<@, kondisi rusak #%@ dan rusak berat %,(@. Kewenangan Propinsi dengan panjang saluran &.$$&,&# m, kondisi baik (/@, sedang #%@, rusak '$@ dan rusak berat #@. !an daerah irigasi yang menjadi kewenangan Kabupaten

32

memiliki panjang saluran =/,77' m dengan kondisi baik rata-rata /(@, sedang #$@, rusak '/@, dan rusak berat =@. Pemenuhan air bersih bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, relatif masih rendah. Pada 4ahun #$$/, cakupan air bersih bagi masyarakat perdesaan baru mencapai /&,(=@ atau masih rendah bila dibandingkan target nasional pada tahun yang sama sebesar ($@. !emikian halnya bagi masyarakat perkotaan, cakupan air bersih baru mencapai ($,(7@ relatif masih rendah dibandingkan target nasional sebesar &$@ pada tahun yang sama. Ketersediaan sumberdaya air yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan sehari-hari penduduk Kabupaten "one bersumber dari air tanah dangkal dan dalam. ir tanah dangkal)permukaan berupa air sumur, air sungai, rawa-rawa, waduk bendungan, mata air. Sedangkan pemanfaatan air dalam, menggunakan air sumur bor dalam. G. POLITIK Kemajuan demokrasi terlihat dengan telah berkembangnya hak masyarakat dalam kehidupan politik, terutama dalam pelaksanaan pemilihan langsung Presiden dan 8akil Presiden yang terlaksana secara aman pada tahun #$$7 lalu. !alam jangka panjang diharapkan akan mampu menstimulasi masyarakat untuk makin aktif berpartisipasi dalam mengambil inisiatif bagi pengelolaan urusan politik. Perkembangan ini tidak terlepas dari berkembangnya peran partai politik dan masyarakat. !i samping itu, kebebasan pers dan media telah berkembang yang antara lain ditandai dengan adanya peran aktif dalam menyuarakan aspirasi masyarakat dan melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan pemerintahan.

33

H. KETERTIBAN UMUM DAN KETENTRAMAN MAS9ARAKAT Ketertiban umum dan ketentraman masyarakat telah

menunjukkan kemajuan, diantaranya tindakan kriminal dan kekerasan dirasakan intensitasnya semakin berkurang. -eskipun demikian disadari juga seringnya terjadi tindakan pencurian, hal ini akan menjadi perhatian bagi aparat penegak hukum dalam rangka penanggulangannya.

9. HUKUM, APARATUR MAS9ARAKAT

PEMERINTAH

DAN

KELEMBAGAAN

Pembangunan di bidang hukum terutama untuk mendukung terlaksananya tugas pemerintahan, telah memperlihatkan hasil yang memadai. "eberapa Peraturan !aerah +P:*! , telah ditetapkan guna memberikan pelayanan dan kepastian hukum kepada masyarakat, sesuai kebutuhan. Pemerintah !aerah dalam melaksanakan tugas pelayanan kepada masyarakat senantiasa berpegang teguh pada komitmen +kesepakatan politik para pelaku pembangunan, dan keseriusan terhadap setiap program)kegiatan yang dilaksanakan sesuai prosedur dan tujuan yang ingin dicapai. Namun demikian upaya untuk lebih meningkatkan pelayanan, Pemerintah !aerah masih diperhadapkan kepada masalah supra dan infrastruktur yang kurang memadai dalam mengelola masalah-masalah pembangunan secara transparan, akuntabel, efesien dan efektif. !i samping itu, kelembagaan masyarakat dalam mengelola pembangunan, pemberdayaan belum berjalan secara optimal. Penguatan dan masyarakat masih terus diupayakan menuju

kemandiriannya dalam meningkatkan kesejahteraan mereka. 6ntuk itu, pemberian, pemahaman dan kelancaran informasi serta pelibatan

34

masyarakat terhadap pentingnya pembangunan yang diprakarsai oleh pemerintah daerah, menjadi sangat penting dan prioritas. J. ;ILA9AH DAN TATA RUANG -asyarakat di wilayah tertinggal dan terisolir khususnya yang berada di daerah perbatasan, masih memiliki keterbatasan akses terhadap pelayanan sosial dan ekonomi. Alehnya itu, kesejahteraan kelompok masyarakat yang hidup di wilayah tersebut memerlukan perhatian dan keberpihakan pembangunan yang proporsinya lebih besar dari pemerintah. Permasalahan yang dihadapai dalam pengembangannya antara lain 0 terbatasnya akses transportasi, kepadatan penduduk yang relatif rendah serta menyebar, dan kualitas S!-nya masih rendah. -asih terdapat wilayah yang memiliki produk unggulan dan strategis, belum berkembang secara optimal, antara lain disebabkan0 adanya keterbatasan informasi pasar dan teknologi untuk pengembangan produk unggulan tersebut5 belum adanya sikap profesionalisme dan kewirausahaan dari para pelaku yang terlibat5 belum berkembangnya infrastruktur kelembagaan yang berorientasi pada pengembangan usaha yang berkelanjutan dalam perekonomian daerah5 masih lemahnya koordinasi, sinergi, kerjasama diantara pelaku pengembangan kawasan, baik pemerintah, swasta, lembaga non pemerintah lainnya, dan masyarakat5 masih terbatasnya akses petani dan pelaku usaha skala kecil terhadap modal pengembangan usaha, input produksi, dukungan teknologi, dan jaringan pemasaran5 keterbatasan jaringan prasarana dan sarana fisik ekonomi. Pembangunan perkotaan telah memperlihatkan kecenderungan yang semakin membaik. Pembangunan sarana dan prasarana kota telah dilaksanakan secara optimal seperti peningkatan jalan hot miF dalam kota yang dapat menjangkau seluruh wilayah kota 8atampone.

35

Pembangunan infrastruktur lainnya juga dilaksanakan secara bertahap dalam rangka memenuhi tuntutan masyarakat Kota 8atampone. Pembangunan pengembangannya. perdesaan Penyediaan juga semakin jalan diintensifkan desa terus

infranstruktur

diupayakan oleh pemerintah daerah dalam membuka akses bagi masyarakat. Namun demikian, kondisi sosial ekonomi masyarakat relatif masih rendah dibandingkan dengan masyakat perkotaan. 1al ini merupakan konsekuensi perubahan struktur ekonomi, dimana investasi ekonomi oleh swasta maupun pemerintah +infrastruktur dan kelembagaan, cenderung terkonsentrasi di perkotaan. Selain itu, masih terdapat kegiatan ekonomi perkotaan yang kurang sinergis dengan kegiatan ekonomi yang dikembangkan di perdesaan. *encana 4ata *uang sebagai pedoman dalam perencanaan pembangunan pemanfaatannya belum terlaksana optimal. 1al ini terlihat kurang dijadikannya *encana 4ata *uang tersebut sebagai acuan dalam pengambilan keputusan, disebabkan antara lain kurangnya informasi bagi masyarakat dan belum adanya mekanisme yang efektif dalam memberikan sanksi terhadap pelanggaran yang terjadi. K. PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN Pembangunan perumahan dan permukiman belum memadai baik jumlah, kualitas maupun sarana dan prasarana. 6paya memenuhi kebutuhan masyarakat, masih diperlukan ketersediaan hunian permukiman diperkotaan dan di perdesaan, sarana pendukung, dan belum optimalnya sistem penggalangan dana masyarakat sebagai sumber pembiayaan. L. SUMBERDA9A ALAM DAN LINGKUNGAN HIDUP Pengelolaan sumberdaya alam dan lingkungan hidup selama ini dilaksanakan secara tidak efisien dan berorientasi pada kepentingan

36

jangka pendek, sehingga mengakibatkan terjadinya pengrusakan sumberdaya alam yang tak terkendali. :kosistem laut dan terumbu karang mengalami kerusakan yang tidak dapat diperbaharui seketika, tetapi memerlukan waktu yang cukup lama. 1al ini disebabkan oleh rendahnya pemanfaatan teknologi pengelolaan dan aturan pengendaliannya. Selain itu, terjadinya penurunan kualitas lingkungan dapat di lihat dari kerusakan beberapa ekosistem seperti mangrove +hutan bakau, di beberapa wilayah Kecamatan +pesisir, dan pemanfaatan sumberdaya lahan yang melebihi kapasitas dan daya dukungnya yang telah menyebabkan jumlah lahan kritis sekitar #7.7'= 1a pada tahun #$$<, diantaranya '%.7$$ 1a dalam kawasan, '$.#<= 1a yang berada di luar kawasan, dan <7/ 1a -angrove.

37

BAB III ARAH KEBIJAKAN KEUANGAN DAERAH

A. ARAH PENGELOLAAN PENDAPATAN DAERAH !alam pengelolaan pendapatan daerah, sumber pendapatan yang berasal dari pemerintah melalui desentralisasi fiskal dalam bentuk !ana lokasi 6mum +! 6, saat ini menempati proporsi yang paling besar terhadap daerah, yakni sekitar <#,%<@ pada tahun #$$&. Sedangkan sumber pendapatan asli daerah yang berasal dari pajak dan retribusi perlu ditingkatkan, namun tetap mempertimbangkan kemampuan masyarakat serta tidak membebani perkembangan dunia usaha. !emikian pula dengan sumber-sumber pendapatan lainnya juga perlu ditingkatkan, antara lain bagian laba Perusahaan -ilik !aerah, lain-lain pendapatan yang sah, dan perimbangan, bagi hasil pajak dan bagi hasil bukan pajak, sehingga dalam kurun waktu lima tahun mendatang, porsi !ana oleh daerah. !alam P"! Kabupaten "one mulai tahun #$$% sampai lokasi 6mum +! 6, secara bertahap dapat dimulai dan digantikan oleh sumber pendapatan yang dapat diupayakan

sekarang yang disusun dengan menganut anggaran berbasis Kinerja yang diatur Peraturan Perundang-6ndangan yang belaku mulai Kepmendagri No. #= tahun #$$#, Permendagri No. '% 4ahun #$$( dan diubah Permendagri No. /= 4ahun #$$<. nggaran Pendapatan Kabupaten "one tahun #$$% dan #$$7 masing-masing ditargetkan sebesar *p %#(,# - dan *p %7/,( -. Sementara realisasi pendapatan masing-masing sebesar *p %#&,' - dan *p %7=,& - atau secara berturut-turut mencapai '$$,/= @ dan '$',##@. tahun #$$/ dan tahun #$$(, pendapatan daerah berturut-turut sebesar *p %<(,' - dan *p./&#,=. *ealisasi pendapatan daerah masing-masing sebesar

38

*p.%(#,/ - dan *p /</,/ - atau masing-masing mencapai =(,%=@ dan =&,<%@. Sedangkan tahun #$$< pendapatan ditargetkan *p.<%',' dan realisasinya sebesar *p. ((/,/ - atau sekitar =',$%@. 6ntuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel ( berikut 0
Ta*e& 5 < Target da" Rea&i#a#i Pe"da7ata" da" Be&a"0a Pemeri"ta+ Ka*u7ate" B!"e Ta+u" %33( = %336

Sumber : APBD Kabupaten Bone

.una keperluan analisis atas perkembangan pendapatan daerah maka unsur pendapatan daerah pada sisi bagian sisa lebih perhitungan anggaran tahun lalu dan 6KP dalam sistem anggaran berbasis kinerja yang diterapkan mulai tahun #$$% sampai sekarang, sisa lebih perhitungan anggaran tahun lalu termasuk dalam struktur pembiayaan. Pendapatan daerah terdiri dari P ! +pajak daerah, retribusi daerah, bagian laba usaha perusahaan milik daerah dan lain-lain P ! yang sah,, dana perimbangan dan lain-lain pendapatan daerah yang sah. . Pe"da7ata" A#&i Daera+ Sumber Pendapatan sli !aerah +P !, berasal dari0 pajak daerah, retribusi daerah, hasil perusahaan milik daerah dan hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, dan lain-lain pendapatan asli daerah yang sah.

Pendapatan

sli !aerah +P !, memberikan kontribusi dalam

pendapatan daerah. Pada tahun #$$%, P ! memberikan kontribusi sebesar *p '<,/ - +/,%<@, terhadap pendapatan daerah. Pada tahun #$$7 memberikan kontribusi sebesar *p ##,/ - atau (,/'@.

39

4ahun #$$/ sebesar *p #$,( - atau /.(%@ dan tahun #$$( memberikan kontribusi sebesar *p #/,= - +7,7/@,. Sedangkan tahun #$$< meberikan kontribusi sebesar *p. <&,# - +'$,<$@,. Perkembangan target dan realisasi P ! Kabupaten "one 4ahun nggaran #$$% sampai dengan #$$< dapat dilihat pada 4abel < berikut ini0
Ta*e& 6 < Per)em*a"ga" Target da" Rea&i#a#i PAD Ka*u7ate" B!"e Ta+u" %33( = %336 N o. ' # % 7 / 4arget 4ahun #$$% #$$7 #$$/ #$$( #$$< + -ilyar , '<./ ##./ #$.( #/.= <&.# *ealisasi + -ilyar , '/.= '<.< '&.$ #'.' %7./ Persentase @ =$.= <&.< &<.7 &'./ 77.'

Sumber : APBD Kabupaten Bone

Kontribusi realisasi masing-masing komponen P ! Kabupaten "one 4ahun nggaran #$$% sampai dengan #$$< dapat digambarkan pada 4abel & berikut ini0 Ta*e& > < K!"tri*u#i Rea&i#a#i Ter+ada7 PAD Ka*u7ate" B!"e Ta+u" %33(?%336 @Mi&'ar,
N o. ' # % 6raian Pajak !aerah *etribusi !aerah 1asil Perusahaan -ilik !aerah dan 1asil Pengelolaan kekayaan !aerah yang !ipisahkan >ain-lain Pendapatn sli !aerah 9ang Sah TOTAL REALISASI Sumber : APBD Kabupaten Bone #$$% %.< (.$ $.% #$$7 %.< ''. $ $./ #$$/ 7.( &.< $.& #$$( 7.# ''. < '.$ #$$< /.' '/. 7 '.#

/.= 4. A

#./ 6.6

%.= >. 3

7.# % .

'#.& (-.4

"erdasarkan tabel di atas, P ! Kabupaten "one bersumber dari0 pajak daerah, retribusi daerah, hasil perusahaan milik daerah

40

dan hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, serta lainlain pendapatan asli daerah yang sah. a. Pa0a) Daera+ Pajak daerah memberikan kontribusi ketiga yaitu pada tahun #$$% ditargetkan sebesar *p %,( - dan terealisasi sebesar *p.%,< - atau '$#,<@, tahun #$$7 ditargetkan sebesar *p 7,/ dan terealisasi sebesar *p %,< - atau &#,#@. Selanjutnya, tahun #$$/ pajak daerah ditargetkan sebesar *p 7,( - dan terealisasi sebesar *p 7,( - atau '$$ @. Sedangkan tahun #$$( ditargetkan sebesar *p /,' - terealisasi sebesar *p 7,# - atau &#,%@. Pajak daerah tahun #$$< ditargetkan sebesar *p /,% dan terealisasi sebesar *p. /,' - atau =(,#@. Abyek-obyek pajak daerah adalah pajak hotel, restoran, hiburan, reklame, penerangan jalan, pengambilan bahan galian golongan C. *. Retri*u#i Daera+
*etribusi daerah memberikan kontribusi terbesar dalam P ! Kabupaten "one. Sedangkan obyek-obyek retribusi adalah pelayanan kesehatan, persampahan, pergantian biaya cetak K4P dan akta catatan sipil, pelayanan parkir)pasar, pengujian kendaraan bermotor, jasa ketatausahaan, pemakaian kekayaan, jasa usaha tempat pelelangan ikan, terminal, jasa khusus parkir, rumah potong hewan, pelayanan pelabuhan kapal, tempat rekreasi, 2-", iBin gangguan, iBin trayek, hasil bumi dan laut, jasa konstruksi, jasa ketenagakerjaan, iBin usaha perindustrian, perdagangan, pertambangan, iBin pemeriksaan alat pemadam kebakaran, hasil pengadaan kekayaan daerah dari bagian laba Perusahaan -ilik !aerah dan "ank Pembangunan !aerah +"P!,.

Pada tahun #$$% terealisasi *p. (,$ -, tahun #$$7 terealisasi *p. '',$ -, pada tahun #$$/ terealisasi *p. &,< -,

41

tahun #$$( sebesar *p. '',< - sedangkan tahun #$$< terealisasi *p. '/,7 -. 3. Ha#i& Peru#a+aa" Mi&i) Daera+ da" Ha#i& 7e"ge&!&aa" )e)a'aa" daera+ 'a"g di7i#a+)a" Selanjutnya "agian 1asil Perusahaan -ilik !aerah dan 1asil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan memberikan kontribusi terkecil dalam P !. Pada tahun #$$% sebesar *p. $,% - atau ',&@, 4ahun #$$7 sebesar *p. $,/ - atau #,&@, 4ahun #$$/ sebesar *p. $,& - atau 7,7@, tahun #$$( sebesar *p. ',$ - atau /,(@, sedangkan pada 4ahun #$$< sebesar *p ',# yaitu %,/@. 4. Lai"?&ai" Pe"da7ata" Daera+ 9a"g Sa+ Sedangkan yang memberikan kontribusi kedua terhadap P ! adalah lain-lain pendapatan daerah yang sah. Pada tahun #$$%, telah memberikan kontribusi terhadap P ! sebesar *p /,= - atau %<,' @, pada tahun #$$7 memberikan kontribusi sebesar *p. #,/ - atau '7,' @. Kontribusi pada tahun #$$/ sebesar *p.%,= - atau #',(@, tahun #$$( sebesar *p 7,# - atau '=,= @, sedangkan 4ahun #$$< sebesar *p '#,& - atau %<,' @. Abyekobyek >ain-lain P ! 9ang sah diperoleh dari5 hasil penjualan aset daerah, penerimaan jasa giro, tuntutan ganti rugi, sumbangan pihak ketiga dan pendapatan dari pengembalian. %. Da"a Perim*a"ga" Keua"ga" !ana perimbangan keuangan berasal dari5 bagi hasil pajak, bagi hasil bukan pajak, !ana lokasi 6mum +! 6, dan !ana lokasi Khusus +! K,. "agi hasil pajak meliputi0 pajak bumi dan bangunan, bea perolehan hak atas tanah dan bangunan, bagi hasil pajak penghasilan pasal #', bagi hasil pajak penghasilan pasal #/)#=,

42

sedangkan bagi hasil bukan pajak terdiri dari5 "agi hasil dari iuran hak pengusaha hutan, land-ret, iuran eksploitasi dan iuran eksplotasi +*oyalti,, dan "agi 1asil dari Pungutan 1asil Perikanan. !ana perimbangan tahun #$$% ditargetkan sebesar *p #&',' - dan terealisasi sebesar *p #&/,& - +'$',(@,. tahun #$$7 ditargetkan sebesar *p %$',< - dan terealisasi sebesar *p.%'$,$ +'$#,<@,. Selanjutnya, tahun #$$/ ditargetkan perolehan dana perimbangan adalah sebesar *p %#/,= - dan terealisasi sebesar *p.%#$,' - +=&,#@,. !ana perimbangan tahun #$$( ditargetkan sebesar *p /'(,= - dan terealisasi sebesar *p /'7,7 - +==,/@, dan dana perimbangan tahun #$$< ditargetkan sebesar *p. /=/,( - dan terealisasi *p. /=(,( +'$$,'@,. Perkembangan anggaran dan realisasi dana perimbangan Kabupaten "one 4ahun nggaran #$$% sampai dengan #$$< dapat digambarkan pada 4abel = berikut ini 0 Ta*e& A < Target da" Rea&i#a#i Da"a Perim*a"ga" Ka*u7ate" B!"e Ta+u" %33(?%336
No. ' # % 7 / 4ahun #$$% #$$7 #$$/ #$$( #$$< 4arget + -ilyar , #&'.' %$'.< %#/.= /'(.= /=/.( *ealisasi + -ilyar , #&/.& %'$.$ %#$.' /'7.7 /=(.( Persentase @ '$'.< '$#.& =&.# ==./ '$$.#

Sumber: APBD Kabupaten Bone

*ealisasi dana perimbangan Kabupaten "one tiap tahunnya lebih besar jika dibandingkan dengan anggaran dana perimbangan. *ealisasi dana perimbangan dari tahun #$$% sampai dengan tahun #$$< jumlahnya semakin meningkat. Pada tahun #$$% realisasi dana perimbangan sebesar *p #&/,& - menjadi *p %'$,$ - pada tahun

43

#$$7 atau mengalami kenaikan sebesar &,7@. Pada tahun #$$/ sebesar *p %#$,' -. ;ika dibandingkan dengan tahun #$$7 terjadi kenaikan sebesar %,#@. Pada "one tahun sebesar #$$(, *p realisasi /'7,7 -. dana ;ika perimbangan Kabupaten

dibandingkan dengan tahun sebelumnya terjadi kenaikan sebesar ($,<@, sedangkan pada tahun #$$< sebesar *p. /=(,( -, jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya terjadi peningkatan sebesar '/,=@. *ealisasi dana perimbangan dari tahun ke tahun relatif tidak tetap atau bervariasi. Selanjutnya kontribusi uraian dana perimbangan Kabupaten "one dapat dilihat pada tabel '$ berikut0 Ta*e& 3 < K!"tri*u#i Rea&i#a#i Ter+ada7 Da"a Perim*a"ga" Ka*u7ate" B!"e Ta+u" %33(?%336 @Mi&'ar,
N o. ' 6* 2 N #$$% #$.< #/<.$ &.' %>4.> #$$7 %7.' #(/.< '$.# ( 3.3 #$$/ #=.' #<(.< '7.% (%3. #$$( %/.< 77(.7 %#.% 4 -.#$$< 77./ 7=7.# /<.= 4A5.5

"agi 1asil Pajak) "agi 1asil "ukan Pajak # !ana lokasi 6mum +! 6, % !ana lokasi Khusus +! K, T!ta& Rea&i#a#i Sumber : APBD Kabupaten Bone

*ealisasi kontribusi dana perimbangan Kabupaten "one secara berurut dari yang paling besar yaitu0 !ana Khusus +! K,. a. Da"a A&!)a#i Umum 6ntuk !ana lokasi 6mum +! 6,, pada tahun #$$% lokasi 6mum lokasi +! 6,, bagi hasil pajak) bagi hasil bukan pajak, dan !ana

memberikan kontribusi terhadap dana perimbangan sebesar *p.#/<,$ - +&=,=@,. Pada tahun #$$7, memberikan kontribusi sebesar *p.#(/,< - +&/,<<@,. Kontribusi pada tahun #$$/ sebesar *p. #<(,< - +&(,7@,. Pada tahun #$$(, memberikan

44

kontribusi sebesar *p. 77(,7 - +&(,<@,, sedangkan pada tahun #$$<, memberikan kontribusi sebesar *p. 7=7,# - +&#,&7@,. *. Bagi Ha#i& Pa0a)B Bagi Ha#i& Bu)a" Pa0a) "agi 1asil Pajak) "agi 1asil "ukan Pajak memberikan kontribusi terbesar kedua dalam dana perimbangan. Pada tahun #$$%, memberikan kontribusi terhadap dana perimbangan sebesar *p#$,< - +<,#@,. Pada tahun #$$7 memberikan kontribusi sebesar *p %7,' - +'',$@,. Kontribusi pada tahun #$$/ sebesar *p.#=,' - +=,'@,. Pada tahun #$$(, memberikan kontribusi sebesar *p.%/,< - +(,=@,, sedangkan pada tahun #$$< memberikan kontribusi sebesar *p 77,/ - +<,7(@,. .. Da"a A&!)a#i K+u#u# @DAK, !ana lokasi Khusus +! K, memberikan kontribusi ketiga dalam dana perimbangan. Pada tahun #$$% memberikan kontribusi terhadap dana perimbangan sebesar *p. &,' - +#,&@,. Kontribusi pada tahun #$$7 sebesar *p '$,# - +%,%@,, pada tahun #$$/ memberikan kontribusi sebesar *p. '7,% - +7,/@,, pada tahun #$$( memberikan kontribusi sebesar *p. %#,% +(,%@,, sedangkan pada tahun #$$< memberikan kontribusi sebesar *p. /<,= - +=,<'@,. d. Da"a Perim*a"ga" Pr!1i"#i Sedangkan yang memberikan kontribusi keempat terhadap dana perimbangan adalah dana perimbangan provinsi. Pada tahun #$$%, dana perimbangan provinsi memberikan kontribusi terhadap dana perimbangan sebesar *p (,$ - +#,'@,. Pada tahun #$$7 memberikan kontribusi sebesar *p (,# - +#,$@,. Kontribusi pada tahun #$$/ sebesar *p =,= - +%,'@,. Pada tahun #$$(, memberikan kontribusi sebesar *p '<,$ - +%,%@,,

45

sedangkan pada tahun #$$< mengalami perubahan dengan berlakunya Permendagri No. '% 4ahun #$$( tidak dialokasikan pada dana perimbangan dan dialokasikan pada lain-lain pendapatan daerah yang sah. (. Lai"?&ai" Pe"da7ata" Daera+ 9a"g Sa+ >ain-lain pendapatan daerah yang sah memberikan kontribusi dalam pendapatan daerah. Pada tahun #$$% ditargetkan sebesar *p.#<,( - dan terealisasi sebesar *p #(,# - +=7,=@,. Selanjutnya, tahun #$$7 ditargetkan perolehan sebesar *p #',% - dan terealisasi sebesar *p. ##,$ - +'$%,#@,. 4ahun #$$/ ditargetkan sebesar *p.#=,/ - dan terealisasi sebesar *p #7,# - +&#,$@,. 4ahun #$$( ditargetkan sebesar *p 7$,$ - dan terealisasi sebesar *p. %=,= +==,<@,. Sedangkan pada tahun #$$< ditargetkan sebesar *p./<,# - dan realisasi sebesar *p. %7,# - +/=,&@,. !ari target dan realisasi lain-lain pendapatan daerah yang sah Kabupaten "one 4ahun nggaran #$$% sampai dengan #$$< dapat digambarkan pada 4abel '' berikut ini0 Ta*e& < Target da" Rea&i#a#i Lai"?&ai" Pe"da7ata" Daera+ 9a"g Sa+ Ka*u7ate" B!"e Ta+u" %33(?%336
4ahun #$$% #$$7 #$$/ #$$( #$$< 4arget + -ilyar , #<.( #'.% #=./ 7$.$ /<.# *ealisasi + -ilyar , #(.# ##.$ #7.# %=.= %7.# Persentase @ =7.= '$%.% &#.$ ==.& /=.&

No. ' # % 7 /

Sumber : APBD Kabupaten Bone

nggaran dan realisasi lain-lain pendapatan daerah yang sah Kabupaten "one dari tahun #$$% ke tahun #$$7 menurun '(,$ @, sedangkan dari tahun #$$/ sampai dengan tahun #$$< mengalami

46

kenaikan. ;umlah setiap tahunnya antara target dan realisasi, namun pada tahun #$$< terjadi perbedaan tetapi tidak terlalu signifikan. Selain dari empat sumber pendapatan yang telah diuraikan di atas, pendapatan daerah juga didorong oleh kontribusi sektor produk domestik regional bruto dalam perekonomian dan keuangan daerah. Peran sektor tersebut dikelompokkan menjadi % sektor pokok, yaitu kelompok sektor primer, sekunder dan tersier. Sektor primer yang mencakup sektor pertanian, sektor pertambangan dan .alian. Peranan kelompok sektor primer sangat memberikan kontribusi didaerah, peran kelompok sektor ini didominasi sektor pertanian yang memberikan kontribusi. Sektor Sekunder mencakup sektor industri pengolahan, sektor >istrik dan ir "ersih, dan sektor "angunan. Kelompok sektor ini memberikan kontribusi terendah terhadap P!*" Kabupaten "one. Peran kelompok sektor ini didominasi sektor industri pengolahan yang memberikan kontribusi daerah. Sektor tersier yang terdiri dari dari sektor Perdagangan, 1otel, dan *estoran5 Sektor Pengangkutan dan Komunikasi, Sektor Keuangan, Persewaan "angunan dan ;asa Perusahaan, dan Sektor ;asa-;asa. Kelompok sektor ini memberikan kontribusi terbesar terhadap P!*" Kabupaten "one yaitu. Peran sektor ini didominasi sektor Perdagangan, 1otel J *estoran yang memberikan kontribusi daerah. -. Pe"gem*a"ga" Sum*er Pe"da7ata" Daera+ 6ntuk mendukung pembelanjaan daerah dalam rangka pelaksanaan berbagai program dan kegiatan strategik, berbagai upaya telah dan akan terus diupayakan. 4idak saja untuk meningkatkan jumlah penerimaan dari berbagai sumber pendapatan yang selama ini menyumbangkan nilai yang tidak sedikit bagi P"!,

47

juga berbagai upaya dilakukan untuk mendapatkan sumber-sumber pendapatan baru. Secara umum, upaya peningkatan pendapatan daerah, lebih khusus diupayakan pada sumber P !, mengingat controllability-nya yang tinggi dibanding sumber-sumber pendapatan yang lain. 6paya yang akan dilakukan meliputi sebagai berikut 0 a. Pr!gram i"te"#i$i)a#i da" e)#te"#i$i)a#i Program ini dimaksudkan untuk memecahkan

permasalahan rendahnya tingkat kesadaran dan kepatuhan wajib pajak yang berada di wilayah Kabupaten "one. 2ndikator keberhasilan program ini adalah berupa peningkatan pendapatan daerah dari sektor Pajak !aerah dan P"", untuk mendukung program tersebut akan dialokasikan dana dari tahun #$$= sampai dengan #$'% dalam P"! Kabupaten "one. *. Pr!gram K!!rdi"a#iBSi")r!"i#a#i Li"ta# Se)t!ra& Program ini dimaksudkan untuk mendukung program pertama dalam mendukung peningkatan pendapatan pajak daerah dari aspek pembangunan ekonomi. Program ini juga dimaksudkan untuk memecahkan permasalahan atas rendahnya rasio elastisitas pertumbuhan ekonomi terhadap pertumbuhan pajak daerah. 2ndikator keberhasilan program ini adalah berupa peningkatan kegiatan pembangunan yang mendukung potensi pajak daerah. .. Pr!gram Pe"i"g)ata" Kua&ita# SDM A7aratur Program ini dimaksudkan untuk memecahkan

permasalahan atas keterbatasan kualitas sumber daya aparatur yang berhubungan dengan upaya penggalian dan pelayanan penerimaan pendapatan daerah. 2ndikator keberhasilan program ini adalah peningkatan kualitas S!- aparat dalam jangka

48

pengelolaan pajak daerah melalui penyelenggaraan pelatihan yang relevan. B. ARAH PENGELOLAAN BELANJA DAERAH 6nsur belanja daerah terdiri dari belanja tidak langsung dan belanja langsung. Pada tahun #$$% sampai dengan tahun #$$( masih menggunakan istilah belanja aparatur dan belanja pelayanan publik, pada tahun #$$< sampai sekarang menggunakan istilah belanja langsung dan belanja tidak langsung. Kontribusi realisasi belanja daerah untuk belanja aparatur) belanja tidak langsung dan belanja pelayanan publik) belanja langsung dapat digambarkan 4abel '# sebagai berikut 0
Ta*e& % < Target da" Rea&i#a#i Be&a"0a Daera+ Ka*u7ate" B!"e Ta+u" %33(?%336
paratur) "elanja 4idak >angsu No. 4ahun ng *ealisa 4arget si @ #$$ =<. ' % ##/.7 #'=.% % #$$ =%. # 7 #<<.& #/&.= # #$$ =/. % / '/7.( '7<.7 % #$$ =#. 7 ( #$(.% '='.7 & #$$ =/. / < %<'.# %/%.7 # :APBD Kabupaten Sumber Bone Pelayanan Publik) "elanja >angsu ng *ealisa 4arget si @ '%&.# '$7.# #7=.< 7%#.= 7%<.' '$<.< &=.' ##'.' %/<./ %//.% <<.= &/./ &&./ &#.( &'.% ;umlah +-ilyar, 4arge t %(%.< %&#.$ 7$7.7 (%=.% &$&.7 *ealisa si %#<.' %7&.$ %(&.( /7&.= <$&.<

@ &=.= ='.' ='.' &/.= &<.<

"erdasarkan tabel di atas, realisasi belanja daerah Kabupaten "one pada tahun #$$% dan #$$7 lebih banyak dikontribusikan untuk belanja aparatur) belanja tidak langsung sedangkan pada tahun #$$/ sampai dengan #$$< lebih banyak dikontribusikan untuk belanja pelayanan publik) belanja langsung. "elanja aparatur)belanja tidak langsung mendapat kontribusi dari belanja daerah, pada tahun #$$% sebesar *p ##/,7 - +(',=@,. Pada tahun #$$7, mendapat kontribusi sebesar *p #<<,& - +<#,<@,. Selanjutnya pada tahun #$$/, belanja

daerah memberikan kontribusi kepada belanja aparatur)belanja tidak

49

langsung sebesar *p '/7,( - +%&,#@,. Pada tahun #$$(, memberikan kontribusi sebesar *p #$(,% - +%#,#@,. Sedangkan tahun #$$< memberikan kontribusi sebesar *p. %<',# - +7/,=#@,. Sedangkan belanja pelayanan publik) belanja langsung dari tahun #$$% sampai dengan tahun #$$7 mendapat kontribusi yang menurun dari belanja daerah '%&,# - +%&,$@, dan '$7,# - +#<,#@,. Pada tahun #$$/, belanja pelayanan publik)belanja langsung mendapat kontribusi sebesar *p #7=,< - atau (',<@ dari belanja daerah +(<,<@,. Pada tahun #$$( mendapat kontribusi sebesar *p. 7%#,= -. Selanjutnya pada tahun #$$<, belanja daerah memberikan kontribusi kepada belanja publik sebesar *p 7%<,' - +/7,$<@,. . Be&a"0a A7aratur B Be&a"0a Tida) La"g#u"g "elanja aparatur dapat diuraikan0 belanja administrasi umum, belanja operasional dan pemeliharaan, belanja modal. "elanja administrasi umum terdiri dari0 belanja pegawai)personalia perawatan dan +pembayaran gaji, tunjangan-tunjangan, biaya

pengobatan, pengembangan S!-,, belanja barang dan jasa +pembayaran pokok hutang dan bunga)jasa bank, rekening listrik, air, telepon dan ongkos kantor lainnya,, belanja perjalanan dinas +biaya dalam rangka melaksanakan tugas ke luar daerah,, belanja pemeliharaan +membiayai pemeliharaan gedung dan kantor serta inventaris kantor,. Pos-pos belanja operasi dan pemeliharaan sama dengan belanja administrasi umum, yaitu meliputi0 belanja pegawai)personalia +pembayaran honorarium)upah, uang lembur dan insentif,, belanja barang dan jasa+belanja bahan)material, biaya jasa pihak ke tiga, biaya cetak dan penggandaan, biaya sewa, biaya makan dan minum, dan biaya pakaian kerja,, belanja perjalanan dinas +biaya perjalanan dalam rangka pelaksanaan program,, belanja

50

pemeliharaan +membiayai peningkatan masa manfaat sarana dan prasarana dalam rangka pelayanan kepada masyarakat,. "elanja tidak langsung)belanja aparatur daerah tahun #$$% ditargetkan sebesar *p. ##/,7 - dan terealisasi *p. #'=,% - +=<,%,, tahun #$$7 ditargetkan *p #<<,& - dan terealisasi sebesar *p #/&,= +=%,#@,. Selanjutnya, tahun #$$/ ditargetkan belanja aparatur)belanja langsung adalah *p. '/7,( - dan terealisasi sebesar *p. '7<,7 - +=/,%@,. "elanja aparatur)belanja tidak langsung tahun #$$( ditargetkan sebesar *p. #$(,% - dan terealisasi sebesar *p '=',7 - +=#,<@,. "elanja aparatur)belanja tidak langsung daerah tahun #$$< ditargetkan *p %<',# - dan terealisasi sebesar *p. %/%,7 - +=/,#@,. Perkembangan realisasi "elanja paratur) "elanja 4idak >angsung Kabupaten "one 4ahun #$$%-#$$< dapat digambarkan pada 4abel '% berikut ini 0 Ta*e& ( < K!"tri*u#i Rea&i#a#i Be&a"0a Tida) La"g#u"g Ka*u7ate" B!"e %33(?%336 @Mi&'ar, N A.

6* 2 N Be&a"0a Tida) La"g#u"g "elanja dministrasi 6mum "elanja "agi 1asil dan "antuan Keuangan "elanja 4idak 4ersangka

#$$% % A,( #$7,% '7,& $,#

#$$7 %4>,A #7$,# '(,# #,/

#$$/ -6,'#%,( #',$ #,&

#$$( A ,'7$,% 7=,= ',#

#$$< (4(,-

' # %

Sumber : APBD Kabupaten Bone

"erdasarkan tabel di atas, realisasi belanja aparatur) belanja tidak langsung Kabupaten "one dikontribusikan secara berurut dari yang paling besar yaitu0 belanja administrasi umum, "elanja "agi 1asil dan "antuan Keuangan dan "elanja 4idak 4ersangka.

51

a. Be&a"0a Admi"i#tra#i Umum "elanja administrasi umum, pada tahun #$$%

dikontribusikan sebesar *p. #$7,% - +=%,'(@, tahun #$$7 dikontribusikan sebesar *p. #7$,# - +=#,<&@,, tahun #$$/ dikontribusikan sebesar *p. '#%,( - +&%,&(@,, tahun #$$( sebesar *p. '7$,% +<%,%'@, sedangkan tahun #$$< dikontribusikan sebesar *p. %/%,7 - dirubah istilah belanja tidak langsung yaitu penggabungan belanja administrasi umum, belanja operasi dan pemeliharaan serta belanja modal. *. Be&a"0a Bagi Ha#i& da" Ba"tua" Keua"ga" "elanja bagi hasil dan bantuan keuangan, pada tahun #$$% dikontribusikan sebesar *p '7,& - +(,</@,. Sedangkan pada tahun #$$7, dikontribusikan sebesar *p '(,# - +(,#(@,. !i tahun #$$/, dikontribusikan sebesar *p #',$ - +'7,#@,, tahun #$$( di kontribusikan *p. 7=,= - +#(,$@, sedangkan tahun #$$< digabung pada belanja tidak langsung. .. Be&a"0a Tida) Ter#a"g)a "elanja tidak tersangka pada tahun #$$% mendapat kontribusi sebesar *p $,# - +$,'$@,. Pada tahun #$$7, mendapat kontribusi sebesar *p #,/ +$,=<@,. !i tahun #$$/, mendapatkan kontribusi sebesar *p #,& - +',=@,, tahun #$$( mendapat kontribusi sebesar *p.',# - +$,(@, sedangkan pada tahun #$$< digabung pada belanja tidak langsung. %. Be&a"0a Pe&a'a"a" Pu*&i)B Be&a"0a La"g#u"g "elanja modal. Pelayanan Publik yang umum diuraikan terdiri ke belanja belanja administrasi umum, belanja operasi dan pemeliharaan, serta belanja "elanja administrasi dari0 pegawai)personalia +pembayaran gaji, tunjangan-tunjangan, biaya

52

perawatan dan pengobatan, pengembangan S!-,, belanja barang dan jasa +pembayaran rekening listrik, air, telepon dan ongkos kantor lainnya,, belanja perjalanan dinas +biaya dalam rangka melaksanakan tugas dalam daerah ke luar daerah,, belanja pemeliharaan +membiayai pemeliharaan sarana dan prasarana gedung dan kantor serta inventaris kantor,. Pos-pos belanja operasi dan pemeliharaan sama dengan belanja administrasi umum, yaitu meliputi0 belanja pegawai)personalia +pembayaran honorarium)upah, uang lembur dan insentif,, belanja barang dan jasa +belanja bahan)material, biaya jasa pihak 222, biaya cetak dan penggandaan, biaya sewa, biaya makan dan minum, dan biaya pakaian kerja,, belanja perjalanan dinas +biaya perjalanan dalam rangka pelaksanaan program,, belanja pemeliharaan +membiayai peningkatan masa manfaat sarana dan prasarana dalam rangka pelayanan kepada masyarakat,. "elanja bagi hasil berupa bagi hasil retribusi kepada pemerintah desa. Sedangkan bantuan keuangan digunakan untuk bantuan keuangan kepada pemerintah desa, organisasi kemasyarakatan dan organisasi profesi. "elanja tidak tersangka digunakan untuk penanganan bencana alam, bencana sosial dan pengeluaran lainnya yang sangat diperlukan dalam rangka penyelenggaraan kewenangan pemerintah daerah, yaitu penyediaan sarana prasarana yang berhubungan langsung dengan pelayanan masyarakat yang anggarannya tidak tersedia dalam tahun anggaran yang bersangkutan. "elanja pelayanan publik)belanja tidak langsung tahun #$$% ditargetkan sebesar *p. '%&,# - dan terealisasi sebesar *p '$<,< +<<,=@,. 4ahun #$$7 ditargetkan sebesar *p '$7,# - dan terealisasi sebesar *p &=,' - +&/,/@,. Selanjutnya, tahun #$$/ ditargetkan pengeluaran belanja publik daerah adalah sebesar *p #7=,< - dan terealisasi sebesar *p. ##',' - +&&,/@,. "elanja publik daerah tahun

53

#$$( ditargetkan sebesar *p 7%#,= - dan terealisasi sebesar *p.%/<,/ - +&#,/@,. "elanja publik tahun #$$< ditargetkan sebesar *p 7%<,' - dan terealisir sebesar *p %//,% - +&',#@, yang sebutannya dirubah menjadi belanja langsung. Sedangkan perkembangan realisasi belanja pelayanan publik pada tahun #$$% sampai dengan #$$( diuraikan belanja administrasi, belanja operasi dan pemeliharaan, serta belanja modal, sedangkan pada tahun #$$< diganti istilah belanja langsung, dan kontribusi realisasi belanja pelayanan publik dapat diuraikan pada tabel '7 berikut ini 0 Ta*e& - < K!"tri*u#i Rea&i#a#i Be&a"0a Pe&a'a"a" Pu*&i) Ka*u7ate" B!"e Ta+u" %33(?%336 @Mi&'ar,
N A. ' # % 6* 2 N Be&a"0a La"g#u"g "elanja dministrasi 6mum "elanja Aperasional dan Pemeliharaan "elanja -odal #$$% 36,6 (,% #=,/ <',= #$$7 >A, #&,< ($,7 #$$/ %% , '#$,= %<,& (#,7 #$$( (46,4 '/&,( =%,& '$/,' #$$< (44,( -

Sumber : APBD Kabupaten Bone

"erdasarkan tabel di atas realisasi belanja pelayanan publik) belanja langsung Kabupaten "one dikontribusikan secara berurut dari yang paling besar yaitu0 belanja administrasi umum, belanja modal, belanja operasi dan pemeliharaan, belanja bagi hasil dan bantuan keuangan, serta belanja tidak tersangka. Namun pada tahun #$$< dirubah istilah belanja pelayanan publik menjadi belanja langsung yang diuraikan belanja pegawai, belanja barang dan jasa serta belanja modal. a. Be&a"0a Admi"i#tra#i Umum "elanja administrasi umum, pada tahun #$$% dikontribusikan sebesar *p (,% - +/,&@, dari belanja publik.

54

Sedangkan pada tahun #$$7 tidak dialokasikan, pada tahun #$$/ dikontribusikan *p. '#$,= - +/7,(@, dari belanja publik. !i tahun #$$( dikontribusikan sebesar *p.'/&,( - +77,%@,, sedangkan tahun #$$< dikontribusikan sebesar *p. %//,% - yang sekaligus dirubah menjadi belanja langsung. *. Be&a"0a M!da& "elanja modal pada tahun #$$% mendapat kontribusi dari belanja publik sebesar *p <',= - +((,<@, dari belanja publik, pada tahun #$$7, mendapat kontribusi sebesar *p ($,7 +(<,<@,. !i tahun #$$/, belanja modal ini mendapat kontribusi sebesar *p (#,7 - +#&,#@,. Pada tahun #$$( mendapat kontribusi sebesar *p. '$/,' - +#=,7@, sedangkan tahun #$$< mendapat kontribusi sebesar *p.%//,% - dirubah istilah belanja langsung. .. Be&a"0a O7era#i da" Peme&i+araa" Pada tahun #$$%, belanja operasi dan pemeliharaan mendapat kontribusi dari belanja publik sebesar *p #=,/ +#<,%@,. Sedangkan pada tahun #$$7, mendapat kontribusi *p.#&,< - +%#,#@,. !i tahun #$$/, mendapat kontribusi sebesar *p.%<,& - +'<,'@,, tahun #$$( mendapat kontribusi sebesar *p.=%,& - +#(,#@, sedangkan tahun #$$< mendapat kontribusi %//,% - dan dirubah istilah belanja langsung.

C. ARAH PEMBIA9AAN Pembiayaan + inancing, adalah seluruh transaksi keuangan pemerintah, baik penerimaan maupun pengeluaran, yang perlu dibayar atau akan diterima kembali, yang dalam penganggaran pemerintah terutama dimaksudkan untuk menutup defisit dan atau memanfaatkan

55

surplus anggaran. Penerimaan pembiayaan antara lain dapat berasal dari pinjaman, dan hasil divestasi. Sementara, pengeluaran pembiayaan antara lain digunakan untuk pembayaran kembali pokok pinjaman, pemberian pinjaman kepada entitas lain, dan penyertaan modal oleh pemerintah dan sisa lebih perhitungan anggaran tahun lalu termasuk dalam struktur pembiayaan.

D. KEBIJAKAN UMUM ANGGARAN . Pe"da7ata" Daera+

Pendapatan daerah tahun #$$=-#$'% diperkirakan akan mengalami pertumbuhan rata-rata sekitar '(,%#@. Pertumbuhan tersebut didorong oleh pertumbuhan pada komponen P ! dan komponen !ana Perimbangan dan lain-lain pendapatan yang sah. Pertumbuhan Pajak !aerah, *etribusi !aerah dan 1asil Perusahaan !aerah akan menjadi faktor yang penting dalam mendorong pertumbuhan P ! lima tahun mendatang. Sedangkan pertumbuhan ekonomi adalah unsur yang cukup penting dalam mendorong pertumbuhan !ana Perimbangan yang akan diperoleh. Khusus untuk lain-lain pendapatan yang sah, bagi hasil dari Pemerintah Provinsi berperan penting sebagai salah satu sumber pendapatan daerah dalam mendukung pendanaan berbagai program dan kegiatan. "agi hasil dari Pemerintah Provinsi ini antara lain Pajak Kendaraan "ermotor) "ea "alik Nama Kendaraan "ermotor +PK")""NK",, Pajak "ahan "akar Kendaraan "ermotor +P""K", dan lain-lain. Pendapatan dari "agi 1asil dengan Pemerintah Provinsi ini sangat terkait dengan aktifitas ekonomi daerah. 6ntuk itu Pemerintah !aerah dapat berperan dalam memberikan insentif dan dorongan aktifitas perekonomian daerah. Proyeksi pendapatan Kabupaten "one dari tahun #$$= sampai dengan tahun #$'% dapat dijabarkan pada tabel '/ berikut 0

56

Ta*e& 4 < Pr!'e)#i Pe"da7ata" Ka*u7ate" B!"e Ta+u" %33A?%3 ( @Mi&'ar,


N o. ' # % 6raian Pendapatan sli !aerah !ana Perimbangan >ain-lain Pendapatan 9ang Sah 4otal #$$= <<,$ &$&,% %(,# =#',/ #$'$ ==,& =<#,/ %=,= '.''#,# #$'' '##,( '.'%(, < 7%,( '.%$#, = #$'# '7/,7 '.%$$, = 7<,% '.7=%, ( #$'% '(&,# '.7(/, ' /',$ '.(&7, %

Pe"da7ata" A#&i Daera+ @PAD, *ealisasi P ! dari tahun #$$% sampai dengan tahun #$$< dapat dilihat pada 4abel '( seperti berikut0
Ta*e& 5 < Rea&i#a#i PAD Ka*ua7te" B!"e Ta+u" %33(?%336 @Mi&'ar,
4ah un
6raian

N o.

#$$% ' # % 7 Pajak !aerah *etribusi !aerah 1asil Perusahaan -ilik !aerah >ain-lain P ! yang Sah %,< (,$ $,% /,= 4, A

#$$7 %,< '',$ $,/ #,/ 6,6

#$$/ 7,( &,< $,& %,= >,3

#$$( 7,# '',< ',$ 7,# % ,

#$$< /,' '/,7 ',# '#,& (-, 4

T!ta& Sumber : APBD Kabupaten Bone

tas dasar realisasi di atas, maka proyeksi anggaran P ! Kabupaten "one tahun #$$= sampai dengan tahun #$'% dapat dilihat pada tabel '< sebagai berikut 0
Ta*e& 6 < Pr!'e)#i Pe"da7ata" A#&i Daera+ @PAD, Ta+u" %33A = %3 ( @mi&i'ar,
No . ' # % 7 6raian Pajak !aerah *etribusi !aerah 1asil Perusahaan -ilik !aerah >ain-lain P ! yang Sah #$$= /,& ##,$ #,% 7(,= #$'$ (,% #<,7 %,$ (%,' #$'' (,& %#,& %,< <=,% #$'# <,% %&,# 7,7 =/,/ #$'% <,& 7%,( /,' ''',<

T!ta&

66,3

AA,>

%%,5

-4,-

5>,%

57

"erdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa rata-rata pertumbuhan P ! per tahun sebesar #7@. Perkiraan pertumbuhan P ! setiap tahun tersebut diperoleh dari perkiraan pertumbuhan masing-masing bagian dari P !, yaitu0 Pajak daerah, *etribusi daerah, 1asil "6-! dan Kekayaan !aerah yang dipisahkan, dan >ain-lain P !. !alam upaya peningkatan Pendapatan seringkali menimbulkan permasalahan sli !aerah +P !, masyarakat dengan

khususnya para pengusaha. Kebijakan ekstensifikasi pajak dan retribusi atau penetapan tarif yang terlalu tinggi seringkali dikeluhkan menghambat pertumbuhan sektor rill. 6ntuk itu perlu dikembangkan terobosan baru untuk meningkatkan P !, yaitu dengan 0 1. Perbaikan -anajemen !engan perbaikan manajemen diharapkan mampu merealisasikan setiap potensi menjadi pendapatan daerah. -anajemen yang profesional dapat dicapai dengan meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan perbaikan serta penyederhaan system dan prosedur. 2. Peningkatan 2nvestasi Peningkatan investasi dapat didorong dengan membangun iklim usaha kondusif. 1al ini dapat dicapai dengan menjaga stabilitas ekonomi daerah, menyederhanakan prosedur perijinan, mempertegas peraturan-kebijakan agar tidak tumpang tindih baik antara pemerintah pusat, provinsi, dan kota maupun antar sektor, meningkatkan kepastian hukum terhadap usaha, menyehatkan iklim ketenagakerjaan sekaligus meningkatkan kualitas tenaga kerja, meningkatkan keamanan dan ketertiban, meniadakan tumpang tindih pemungutan dan menyederhanakan prosedurnya.

58

3. Aptimalisasi set !aerah Peningkatan P ! juga dapat diraih dengan meningkatkan penggunaan aset daerah. Aptimalisasi aset dapat dicapai dengan perbaikan administrasi aset. Aptimalisasi aset juga dapat dilaksanakan bekerjasama dengan swasta. Selain itu hal diperlukan juga perbaikan manajemen "6-!, selain itu upaya tersebut perlu didukung rencana untuk membentuk badan usaha baru. Da"a Perim*a"ga" *ealisasi dana perimbangan dari tahun #$$% sampai dengan tahun #$$< dapat dilihat pada 4abel '& berikut0
Ta*e& > < Rea&i#a#i Da"a Perim*a"ga" Ka*u7ate" B!"e Ta+u" %33( ? %336 @Mi&'ar, N o. ' 4 16 N 6* 2 N "agi 1asil Pajak) "agi 1asil "ukan Pajak !ana lokasi 6mum +! 6, !ana lokasi Khusus +! K, #$$% #$,< #$$7 %7,' #$$/ #=,$ #$$( %/,< #$$< 77,/

# %

#/<,$ &,'

#(/,< '$,#

#<(,< '7,%

77(,7 %#,%

7=7,# /<,=

tas dasar realisasi di atas, maka proyeksi dana perimbangan tahun #$$= sampai dengan tahun #$'% terlihat pada 4abel '= berikut
Ta*e& A < Pr!'e)#i Da"a Perim*a"ga" Ka*u7ate" B!"e Ta+u" %33A ? %3 ( @Mi&'ar, N o. ' # 4 16 N 6* 2 N "agi 1asil Pajak) "agi 1asil "ukan Pajak !ana lokasi 6mum +! 6, #$$= //,$ (%7,% #$'$ (/,& <%=,( #$'' <(,( &77,= #$'# &<,7 =/$,# #$'% =&,# '.$//, /

!ana lokasi Khusus +! K, TOTAL

''=,$ >3>,(

'(<,' A6%,4

#'/,# . (5, 6

#(%,% .(33, A

%'',7 .-54,

59

"erdasarkan tabel '= di atas dapat diketahui bahwa rata-rata pertumbuhan dana pembangunan setiap tahun tersebut diperoleh dari perkiraan pertumbuhan masing-masing bagian dari dana perimbangan yaitu0 "agi 1asil Pajak ) "agi 1asil "ukan Pajak, !ana lokasi 6mum +! 6,, dan !ana lokasi Khusus +! K,. !ana Perimbangan dan "agi 1asil yang berasal dari ! 6 perlu dikelola dengan sebaik-baiknya, meskipun relatif sulit untuk memperkirakan juga dapat jumlah realisasinya karena tergantung pada pemerintah pusat. Sumber dana dari !ana diupayakan peningkatannya lokasi Khusus +! K, melalui penyusunan

program-program unggulan yang dapat diajukan untuk dibiayai dengan dana ! K. "agi hasil pajak propinsi dan pusat dapat diupayakan melalui intensifikasi dan ekstensifikasi. Pendapatan bagi hasil sangat terkait dengan aktifitas perekonomian daerah. !engan semakin meningkatnya aktifitas ekonomi akan berkorelasi dengan naiknya pendapatan yang berasal dari bagi hasil. Pemerintah !aerah harus mendorong meningkatnya aktifitas perekonomian. Lai"?&ai" Pe"da7ata" Daera+ 9a"g Sa+ *ealisasi >ain-lain Pendapatan !aerah 9ang Sah dari tahun #$$% sampai dengan tahun #$$< dapat dilihat pada tabel #$ berikut 0
Ta*e& %3 < Rea&i#a#i Lai"?&ai" Pe"da7ata" Daera+ 9a"g Sa+ Ka*u7ate" B!"e Ta+u" %33( ? %336 @Mi&'ar,
4 16 N 6* 2 N #$$% >ain-lain Pendapatan !aerah 9ang Sah #(,# #$$7 ##,$ #$$/ #7,# #$$ ( %=, = #$$< %7,#

60

tas dasar realisasi di atas, maka proyeksi >ain-lain Pendapatan !aerah 9ang Sah tahun #$$= sampai dengan #$'% terlihat pada tabel #' berikut 0
Ta*e& % < Pr!'e)#i Lai"?&ai" Pe"da7ata" Daera+ 9a"g Sa+ Ka*u7ate" B!"e Ta+u" %33( ? %336 @Mi&'ar,
4 16 N 6* 2 N #$$= >ain-lain Pendapatan !aerah 9ang Sah %(,# #$'$ %=,= #$'' 7%,( #$' # 7<, % #$'% /',$

%. Be&a"0a Daera+ Kebijakan umum belanja daerah diarahkan pada peningkatan efesiensi, efektifitas, transparansi, akuntabilitas dan pendapatan prioritas alokasi anggaran. Selain itu, kebijakan belanja daerah juga diarahkan untuk mencapai visi dan misi yang tetapkan dalam rangka memperbaiki kualitas dan kuantitas pelayana publik. Secara spesifik, efesiensi dan efektifitas belanja harus meliputi pos-pos belanja. "elanja daerah dikelompokkan ke dalam "elanja >angsung dan "elanja 4idak >angsung yang masing-masing kelompok dirinci ke dalam jenis belanja. 6ntuk "elanja 4idak >angsung, jenis belanjanya terdiri atas "elanja Pegawai, "elanja "unga, "elanja Subsidi, "elanja 1ibah, "elanja "antuan Keuangan, "elanja "antuan Sosial, "elanja "agi 1asil, dan "elanja 4idak 4erduga. Sementara itu, untuk "elanja >angsung, jenis belanjanya terdiri atas "elanja Pegawai, "elanja "arang dan ;asa, serta "elanja -odal. a. Be&a"0a Tida) La"g#u"g 6ntuk tahun anggaran #$$<, pemerintah menetapkan menaikkan gaji PNS sebesar '/@. Kemungkinan dalam lima

61

tahun ke depan pemerintah akan menaikkan gaji pegawai negeri sipil, sehingga selama lima tahun mendatang diperkirakan "elanja 4idak >angsung akan mengalami kenaikan yang cukup signifikan terutama untuk biaya gaji tetap. Kenaikan gaji pegawai negeri sipil tersebut dibiayai oleh sumber pendapatan ! 6. !engan demikian kenaikan gaji pegawai diharapkan dapat diikuti oleh kenaikan ! 6. "elanja yang signifikan pada kelompok belanja tidak langsung adalah belanja bantuan sosial. lokasi bantuan sosial diarahkan kepada masyarakat dan berbagai organisasi baik profesi maupun kemasyarakatan. 4ujuan alokasi belanja bantuan sosial adalah sebagai manifestasi pemerintah dalam memberdayakan masyarakat. -ekanisme anggaran yang dilaksanakan adalah bersifat block grant, artinya masyarakat dapat merencanakan sendiri sesuai dengan kebutuhan, dengan tidak keluar dari koridor peraturan yang belaku. Selain itu, komitmen Pemerintah Kabupaten "one untuk memperbaiki kualitas pendidikan dan kesehatan juga berimplikasi pada meningkatnya belanja subsidi pendidikan dan kesehatan yang juga akan berpengaruh pada peningkatan "elanja 4idak >angsung dalam lima tahun ke depan. *. Be&a"0a La"g#u"g "elanja >ansung adalah belanja pemerintah daerah yang berhubungan langsung dengan program dan kegiatan. Program dan kegiatan yang diusulkan pada belanja lansung disesuaikan dengan Kebijkaan 6mum P"!, Prioritas dan Plafon nggaran, dan *encana Strategis Satuan Perangkat Kerja !aerah. "elanja >angsung terdiri atas "elanja Pegawai, "elanja "arang dan ;asa, serta "elanja -odal. "elanja Pegawai dalam "elanja >angsung ini berbeda dengan "elanja Pegawai pada "elanja 4idak

62

>angsung, "elanja Pegawai pada "elanja >angsung antara lain untuk 1onorarium, 6ang >embur, "elanja "easiswa Pendidikan, dan "elanja Kursus. Smentara itu, "elanja >angsung untuk jangka waktu lima tahun ke depan diarahkan pada pencapaian visi dan misi Kabupaten "one, antara lain untuk peningkatan kualitas S!- melalui pendidikan, kesehatan, pengurangan kemiskinan, eksplorasi potensi pariwisata serta perbaikan infrastruktur untuk peningkatan pelayanan jasa. "esarnya dana yang dikelarkan untuk masing-masing kegiatan juga diperkirakan akan meningkat. Sementara itu, khusus untuk "elanja -odal, pengeluaran mendukung prasarana belanja modal pada lima tahun mendatang yaitu yang diprioritaskan untuk membangun sarana dan prasarana yang tercapainya pariwisata visi Kabupaten "one, pembangunan di bidang pendidikan, kesehatan, sarana dan serta perbaikan infrastruktur mendorong pertumbuhan pelayanan jasa. Kebijakan belanja daerah sampai dengan #$'% diperkirakan akan didominasi oleh "elanja 4idak >angsung sekitar /<@, sedangkan untuk "elanja >angsung diperkirakan berkisar 7%@. !ilihat dari sisi pertumbuhannya, komponen belanja daerah tahun #$$=-#$'% +"elanja 4idak >angsung dan "elanja >angsung, diperkirakan akan mengalami pertumbuhan rata-rata sebesar '7,% @. Secara lengkap gambaran tentang proyeksi belanja daerah Kabupaten "one tahun #$$=-#$'% sebagaimana ditunjukkan pada diagram berikut0

63

PRO9EKSI BELANJA DAERAH KABUPATEN BONE TAHUN %33A?%3 (


@Mi&'ar Ru7ia+,

#$$= "elanja 4idak >angsung "elanja >angsung "elanja !aerah /##,= 7'$,< =%%,(

#$'$ ('&,/ 7<=,# '.$=<,<

#$'' <'7,' /7<,< '.#(',&

#$'# &$=,< ('(,# '.7#/,=

#$'% =$/,% (&7,< './=$ ,$

(. Pem*ia'aa" Daera+ !engan diberlakukannya anggaran kinerja, maka dalam penyusunan P"! dimung kinkan adanya defisit maupun surplus. !efisit terjadi ketika pendapatan lebih kecil dibandingkan dengan belanja, sedangkan surplus terjadi ketika pendapatan lebih besar

dibandingkan belanja. 6ntuk menutup defisit dan surplus diperlukan pembiayaan daerah. "erdasarkan proyeksi P"! 4ahun #$$=-#$'%. Pembiayaan defisit anggaran antara lain bersumber dari pinjaman daerah, Sisa >ebih Perhitungan nggaran, dana cadangan dan penjualan aset. Kemampuan pinjaman daerah dapat diperoleh dengan menghitung nilai !SC* dengan cara membandingkan antara jumlah pendapatan daerah terhadap seluruh besaran kewajiban pinjaman dan pendapatan daerah terhadap seluruh besaran kewajiban pinjaman dan biaya lainnya setiap tahun anggaran.

64

6ntuk meningkatkan efektifitas pinjaman daerah, pinjaman harus direncanakan secara hati-hati. Selain disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah pinjaman yang dibuat harus tetap sasaran. kepada dan jasa. Selanjutnya untuk pengeluaran pembiayaan diprioritaskan pada pengeluaran yang bersifat wajib, antara lain untuk pembayaran hutang pokok yang telah jatuh tempo. Setelah pengeluaran wajib terpenuhi, maka pengeluaran pembiayaan diarahkan untuk penyataan modal kepada "6-! yang berorientasi keuntungan dan bertujuan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. !engan penyertaan modal yang dilakukan diharapkan dapat mengasilkan bagi hasil laba yang dapat meningkatkan pendapatan daerah sekaligus kinerja lembaga yang mendapat tambahan modal dalam melayani masyarakat dapat meningkat. 6ntuk lebih memperjelas proyeksi dapat dilihat pada tabel berikut 0 P"! tahun #$$=-#$'% lokasi pinjaman daerah selain memberikan pemasukan P ! juga diharapkan mampu meningkatkan laju

pertumbuhan ekonomi dengan berkembangnya sektor perdagangan

65

Ta*e& %%. Pr!'e)#i A"ggara" Pe"da7ata" da" Be&a"0a Daera+ Pemeri"ta+ Ka*u7ate" B!"e Ta+u" %33A?%3 ( @ Mi&'ar Ru7ia+ ,
URAIAN PENDAPATAN DAERAH P:N! P 4 N S>2 ! :* 1 ! N P:*2-" N. N > 2N-> 2N P:N! P 4 N ! :* 1 9 N. S 1 BELANJA DAERAH ":> N; 42! K > N.S6N. ":> N; > N.S6N. SURPLUS B @DE:ISIT, PEMBIA9AAN DAERAH P:N:*2N P:-"2 9 N P:N.:>6 * N P:-"2 9 N Si#a Le*i+ Pem*ia'aa" A"ggara" Ta+u" Ber)e"aa" @SILPA, %33 A >>A,> (<,$ <&(,( %(,# A((,5 /##,= 7'$,< @-(,>, ? @-(,>, %3 3 .3->, 6 <=,& =#=,$ %=,= .3A6, 6 ('&,/ 7<=,# @-A,3, ? @-A,3, %3 %3 .%36, 5 =#,( '.$<', 7 7%,( .%5 , > <'7,' /7<,< @4-,%, ? @4-,%, % .(55, 4 '$/,7 '.#'%, & 7<,% .-%4, A &$=,< ('(,# @4A,-, ? @4A,-, %3 ( .4%4, ''&,# '.%/(, # /',$ .4A3, 3 =$/,% (&7,< @5-,5, ? @5-,5,

66

BAB IC ANALISIS LINGKUNGAN STRATEGIS

!alam

penyelenggaraan

pembangunan

daerah,

pemerintah

senantiasa diperhadapkan dengan permasalahan utama yaitu keterbatasan dana pembangunan. Aleh karena itu, diperlukan suatu perencanaan yang terfokus pada bidang-bidang pembangunan yang bersifat strategis yaitu membangun sebagian dari seluruh bidang yang ada, tetapi benar-benar dapat memberikan manfaat yang meluas bagi kemajuan daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh. 6ntuk itu pengelola pemerintahan seharusnya memiliki kompetensi analisis yaitu kemampuan menganalisa kebenaran dari berbagai kondisi dan multi faktor yang berpengaruh dalam daerah, untuk menentukan alternatif pilihan dan faktor kunci yang dapat memunculkan strategi unggulan, dalam upaya mewujudkan 3isi dan -isi pembangunan daerah yang telah ditetapkan. nalisis >ingkungan Strategis merupakan suatu pendekatan ilmiah yang berdasarkan fakta dan data untuk menganalisa keadaan atau kondisi yang ada dan terjadi dalam daerah yang berpengaruh terhadap pencapaian tujuan dan sasaran pemerintah. A. :AKTOR LINGKUNGAN INTERNAL 2dentifikasi Kabupaten "one. Daktor kekuatan adalah situasi dan kondisi internal yang bersifat positif, yang memungkinkan organisasi pemerintah Kabupaten "one memiliki kemampuan dan keunggulan strategis dalam mencapai tujuannya, sedangkan kelemahan merupakan situasi dan kondisi faktor lingkungan internal dilakukan untuk menguraikan faktor faktor yang menjadi kekuatan dan kelemahan

67

ketidakmampuan internal yang mengakibatkan kegagalan dalam pencapaian tujuan dan sasaran. 1. Ke)uata" 1. >etak geografis Kabupaten "one yang strategis sebagai jalur penghubung Propinsi Sulsel dengan Sultra b. Potensi perangkat daerah Kabupaten "one yang dapat mendukung kelancaran penyelenggaraan pemerintahan 3. 1ubungan baik antar Pemerintah +Pusat, Propinsi, kabupaten dan kota, yang memungkinkan terciptanya jejaring +network, yang kuat. 4. 4ersedianya pranata +hukum dan peraturan, yang menjamin dan mengatur berbagai aktivitas pembangunan. 5. 4ersedianya Potensi sumberdaya +manusia, metode, alam dan buatan, yang memadai 6. 4ersedianya infrastruktur yang relatif memadai 7. Potensi lembaga kemasyarakatan yang solid dan partisipatif 8. 4ersedia beberapa potensi komoditas unggulan 9. 4ersedianya prasarana, sarana sosial, budaya dan ekonomi yang memadai 10. 4ransparansi dan akuntabilitas publik mulai terimplementasi dengan baik 2. Ke&ema+a" 1. 4erbatasnya pembangunan. 2. Pranata hukum dan peraturan yang ada belum terimplentasi dengan baik. 3. "elum optimalnya koordinasi lintas sektoral 4. *endahnya kemampuan masyarakat dalam berwirausaha dan melihat peluang yang tersedia. 5. "elum optimalnya pendayagunaan potensi ekonomi lokal kemampuan daerah untuk mendanai

68

6. >emahnya penguasaan pasar lokal, regional dan internasional 7. Kurangnya kesempatan dan peluang kerja 8. Kurangnya profesionalisme dan proporsi aparatur Pemerintah !aerah 9. "elum diterapkannya e-government 10. Kurangnya penelitian tentang pengembangan potensi daerah. 11. -asih kurangnya data dan informasi tentang potensi investasi. B. :AKTOR LINGKUNGAN EKSTERNAL Daktor lingkungan eksternal menggambarkan peluang dan tantangan. Peluang merupakan faktor yang menyatakan situasi dan kondisi positif yang berada di luar kendali oraganisasi pemerintah daerah yang dapat mendukung tercapainya tujuan dan sasaran, sedangkan faktor tantangan adalah situasi dan kondisi yang dapat menyebabkan kegagalan. 3. Pe&ua"g 1. Peluang Kabupaten "one untuk menjadi Pusat Pelayanan ;asa dan Perdagangan di Kawasan 4imur Sulsel . 2. -eningkatnya peran aktif masyarakat. 3. ;ejaring +network, yang cukup solid antara lembaga pemerintah, dan stakeholder. 4. 1ubungan yang harmonis antara legislatif dan eksekutif . 5. 4erbukanya peran aktif swasta +dunia usaha, 6. 4erbukanya peran aktif lembaga pendidikan 7. -eningkatnya kerjasama regional 8. 4erwujudnya etika dan moralitas baru yang positif 9. Kemajuan teknologi dan komunikasi. 10. Kondisi politik, keamanan, ketertiban daerah yang relatif stabil.

69

4. Ta"ta"ga" 1. Potensi dan daya saing daerah tetangga. 2. Perubahan geopolitik 3. Krisis ekonomi daya yang beli berkelanjutan masyarakat dan dan menyebabkan meningkatnya rendahnya

pengangguran 4. *endahnya supremasi hukum 5. Semakin tingginya biaya pendidikan dan kesehatan 6. -erebaknya N PK dan penyakit masyarakat lainnya.

70

K:K6 4 N
. Leta) ge!gra$i# Ka*u7ate" B!"e 'a"g #trategi# #e*agai 0a&ur 7e"g+u*u"g Pr!7i"#i Su&#e& de"ga" Su&tra % . P!te"#i a7aratur 7emeri"ta+ Ka*u7ate" B!"e da7 me"du)u )e&a".ara 'a"g at "g " 7e"'e&e"ggaraa" 7emeri"ta+a" Hu*u"ga *a a"ta Pemeri"t @Pu#a " i) r a+ t, )a*u7ate )!ta Pr!7i"#i, " da" , 'a"g memu"g)i")a" 0e0ari ter.i7ta"'a "g @"et/!r), 'a"g )uat. Ter#edia"'a 7ra"ata @+u)um, 'a"g me"0ami" da" me"gatur *er*agai a)ti1ita# 7em*a"gu"a". Ter#edia" #um*erda @ma"u#ia 'a P!te"#i 'a , met!de, a&am da" *uata", 'a"g memadai Ter#edia"'a 'a"g re&ati$ i"$ra#tru)tur memadai P!te"#i )ema#'ara)ata 'a"g &em*aga " #!&id da" 7arti#i7ati$ > . A . Ter#edia *e*era7a 7!te"#i )!m!dita# u"ggu&a" Ter#edia"'a 7ra#ara"a, #ara" #!#ia&, *uda'a da" e)!"!mi 'a"g memadai Tra"#7ara"#i a)u"ta*i&ita da" # terim7&eme"ta#i de"ga" *ai) 7u*& i) mu&ai % . ( . . . Ter*ata#" 'a

K:>:- 1 N
)emam7ua" daer a+ u"tu)

me"da"ai 7em*a"gu"a". Pra"ata +u)um 'a"g ada *e&um terim7&e"ta#i da" ter#!#ia&i#ai de"ga" *ai). Be&um !7tima&"'a )!!rdi"a#i &i"ta# #e)t!ra& Re"da+"' a )emam7ua" ma#'ara)at da&am *er/irau#a+a da" me&i+at 7e&ua"g 'a"g ter#edia. 4 . 5 . 6 . > . Be&um !7tima&"'a 7e"da'agu"a a" 7!te"# i

( .

N >2S2S D K4A* :KS4:*N >


. 4 . 5 . 6 .

e)!"!mi &!)a& Lema+"'a 7e"gua#aa" 7a#ar &!)a&, regi!"a& da" i"ter"a#i!"a& Kura"g"'a )e#em7ata" da" 7e&ua"g )er0a *agi ma#'ara) at. Kura"g"' 7r!$e#i!"a&i#m da 7r!7!r a e " #i

a7aratur Pemeri"ta+ Daera+ A Be&um e? . ditera7)a""'a g!1er"me"t 3.Kura"g"'a te"ta 7e"gem*a"ga 7e"e&itia" "g " 7!te"#i daera+. . Ma#i+ )ura"g"'a data da" i"$!rma#i te"ta"g 7!te"#i i"1e#ta#i

3 .

P:>6 N.
. Pe&ua"g me"0a di Ka*u7ate " B! "e u"tu)
.

Strategi Peluang LKekuatan


Ti"g)at)a" #ara"a da" 7ra#ara"a 'a"g ada #erta .i7ta)a" i)&im 'a"g )!"du#i$ agar Ka*u7ate" B!"e da7at me"0adi Pu#at Pe&a'a"a" Ja#a da" 7erdaga"ga" di Ka/a#a" Timur Su&#e&. .

Strategi Pelu LKelemaha

Pu#at Pe&a'a"a" Ja#a d i )a/a#a "

da" Perdaga"ga" Timur Su&#e& . %. Me"i"g)at"'a ma#'ara)at . (. Je0ari"g "et/!r ),

Ti"g)at)a 0e0ari"g@"et/!r) " , 7emeri"ta+, &em*aga ma#'ar me&a&ui &i" 7e"i"g)a ta ta" )!!rdi"a#i # !7tima&.

7er a"

% .

Ti"g)at)a" )er0a#ama 'a"g +arm!"i#

a"tara &egi#&ati$

% .

O7tima&) a" me"du)u "g

)!!rdi" a#i )er0a#ama

& #

a)ti$

da" e)#e)uti$ de"ga" du)u"ga" +u*u"ga" *ai) a"tara 7emeri"ta+ @ 7u#at da" 7r!7i"#i ,.

re "a

i"ter"a#i!"a&. de"g a" du)u"ga " ( .

'a "g

.u)u 7

( .

Ci7ta)a "

)er0a#a ma

regi!"a&

Ma"$aat)a" eti)a m!ra& 'a me"i"g)at)a")emam7ua" ma#'ara) at.

#!&id a"tara &em*aga 7emeri"ta+, da" #ta)e+!&der. -. Ter0a&i""'a Hu*u"ga" )er0a#ama


.

+u*u"ga" *ai) 7emeri"ta+ @ 7u#at, 7r!7i"#i , )a*u7ate" da" )!ta ,. :a#i&ita#i 7era" a)ti$ ma#'ara)at da" #/a#ta da&am 7em*a"gu"a" me&a&ui 7era" a7aratur 7emeri"ta+ 'a"g 7r!$e#i! "a&. 4 . ;u0ud) a" a7arat ur 7emeri"t a+ 'a"g 7r!$e#i!" a& .

Ti"g)at)a" )emam7ua" da" d me&a&ui 0a&i"a" )er0a#ama regi "a#i!"a&.

a"tara &egi#&ati$ da" e)#e)uti$ . 4. Ter*u)a"'a @du"ia u#a+a, 7era" a)t i$ #/a# ta
4 .

Kem*a"g)a" e)!"!mi &!)a& # 7e"i"g)a ta" &em*aga 7e"didi)a". 7er a" #e rta

m at

da&am 7em*eria" 7e&a'a"a" )e7ada ma#'ara)at da"

5. Ter*u)a"'a 7e"didi) a" 6. Me"i"g)at"'a da" "a#i!"a& >. Ter/u0ud"'a *aru 'a"g 7!#iti$ A. Kema0ua" )!mu"i)a#i . 3.K!"di #i )eterti*a " #ta*i&

7era "

a)ti $

a)u"ta*i&ita#

7emeri"ta+ mi"at i"1e#t!r B!" ag e ar daer da a+ " ma#'ara)at .

daera+ me"u0u tata )e7emeri"ta+a" 'a"g *ai) da&am ra"g)a me"um*u+)a" )e7er.a'aa" da" me"da7at)a" du)u"ga" dari ma#'ara)at da" #/a#ta. Ti"g)at)a" da" #ta*i&i 7!&iti), 7e&i+ara ta# )eama"a" da" )eterti*a" daera gu"a da&am + me"du)u"g ter&a)#a"a"'a 7emeri"ta+a", a)ti1ita# 7em*a"gu"a" da" )ema#'ara)ata". -. Ma"$aat)a" )ema0ua" te)"!&!gi da" i"$!rma#i gu"a me"du)u"g 7em*erda'aa" ma#'ara)at da" u7a'a 7e"i"g)ata" 7e"da7ata" ma#'ara)at.

me&a)u)a" i" da7at me"i"g)at)

mem*u)a 7e&

)er0a#a ma eti )a

(.

da"

te)"!&!g i

7!&iti ), daer a+

TANTANGAN

Strategi Ke)uata" D Ta"ta"ga"

Strategi Ke&ema+a"

72

. % .

Ter0adi"'a Per#ai"ga" regi!"a&. Peru*a+a" ge!7!&iti) da" )!"di#i di"ami) a #!#ia& 7!&iti)

5 .

Mere*a)"'a NAPEA da" 7e"'a)it

5 .

Ti"g)at)a" )i"er0a &em*aga ma#'ara)at 7em*i"aa" !&e+ a7aratur 7emeri"ta+ da&am

me&a& ui ra"g) a

#u7rema#i +u)um. ( .

S!#ia&i#a#i)a" da" tega))a"

*er7e"garu+ ter+ada7 #ta*i&ita# )eama"a" daera+. ( . Kri#i# e)!"!mi 'a"g *er)e&a"0uta" da" me"'e*a*)a" re"da+"'a da'a *e&i ma#'ara)at da" me"i"g)at"'a 7e"ga"ggura" . 4 . Re"da+"'a #u7rema#i +u)um Sema)i " ti"ggi"'a 7e"didi)a" da" )e#e+ata"
3 .

ma#'ara)at &ai""'a.
6 . > . A .

7e"guata" da" 7e"gem*a"ga" e)!"!mi &!)a&. Ma"$aat)a" #um*erda'a 'a"g ada gu"a me"g+ada7i 7er#ai"ga" regi!"a& da" 7eru*a+a" ge!7!&iti). Ti"g)at)a" 7era" a7aratur 7emeri"ta+ da&am me"gata#i ti"ggi"'a *ia'a 7e"didi)a" da" )e#e+ata". Ma"$aat)a" du)u"ga" 7i+a) #/a#ta da" &em*aga ma#'ara)at da&am me"gata#i ti"ggi"'a *ia'a 7e"didi)a" da" )e#e+ata". Ma"$aat)a" du)u"ga" 7i+a) #/a#ta u"tu) me"g+ada7i 7er#ai"ga" regi!"a&.

Ma"$aat)a" #um*erda'a 'a"g ada da&am me".i7ta)a" #u7rema#i +u)um.

% .

Ti"g)at)a" 7era" a7aratur 7emeri"ta+ daera+ da&am ra"g)a 7er/u0uda" #u7rema#i +u)um.

( .

Ma"$aat) a" &ai""'a.

7ra"ata +u)um

'a"g ada

da& am

me"a"ggu&a"gi NAPEA da" 7e"'a)it ma#'ara)at

Ma"$aat)a" 7era" #erta ma#'ara)at da" #/a#ta da&am ra"g)a 7e"ega)a" #u7rema#i +u)um.

4 .

Ma"$aat) a"

)e&em*agaa "

ma#'ara)a t

da& am

me"du)u"g ter/u0ud"'a #u7rema#i +u)um. 5. Ti"g)at)a" a)u"ta*i&ita# da" tra"#7ara"#i da&am me"g+ada7i 7er#ai"ga"

regi!"a& me"a"ggu&a"gi *er*agai

da" ma.am

da" 7e"'a)it ma#'ara)at &ai""'a.

7. 8. 9.

Ma"$aat)a" 7!te"#i e)!"!mi &!)a& #e.ara !7tima& u"tu) me"g+ada7i 7er#ai"ga" regi!"a&. Ti"g)at)a" )emam7ua" 7e"gua#aa" 7a#ar da&am me"g+ada7i 7er#ai"ga" g&!*a&. Ti"g)at)a" 7era" 7emeri"ta+ da" #/a#ta da&am me".i7ta)a" 0e0ari"g *i#"i# 'a"g )uat da" &ua#. Ti"g)at)a" )emam7ua" ma"a0eria& a7aratur 7emeri"ta+ da&am me"g+ada7i tra"#$!rma#i

7e"'a)it ma#'ara)at.

10.

*ir!)ra#i. ''. A7&i)a#i)a" e? g!1er"me"t da&am me"g+ada7i 7er#ai"ga" regi!"a&.

74

C. ASUMSI ANALISIS DAN PILIHAN STRATEGI sumsi analisis adalah kesimpulan yang dihasilkan dalam analisis S8A4 tentang faktor-faktor lingkungan serta dampaknya terhadap masa depan organisasi pemerintah dan dapat berpengaruh terhadap hubungan internal dalam pemerintahan di Kabupaten "one. sumsi-asumsi tersebut merupakan dasar dalam menetapkan dan menyusun perencanaan strategis, dengan menggunakan visi dan misi sebagai kriteria seleksi maka didapatkan pilihan strategis + strategic chioces, sebagai berikut 1. 4ingkatkan sarana dan prasarana yang ada serta ciptakan iklim yang kondusif agar Kabupaten "one dapat menjadi Pusat Pelayanan ;asa dan perdagangan di Kawasan 4imur Sulsel. 2. 4ingkatkan kerjasama yang harmonis antara legislatif dan eksekutif dengan dukungan hubungan baik antara pemerintah +pusat dan propinsi,. 3. 8ujudkan aparatur pemerintah yang profesional dalam pemberian pelayanan kepada masyarakat dan menjalin kerjasama regional, dan global. 7. 4ingkatkan peran aparatur pemerintah pemerintah dalam mewujudkan etika dan moralitas baru. 5. 4ingkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat agar memiliki kemampuan untuk berwirausaha dalam rangka menghadapi krisis ekonomi, meningkatkan daya beli dan mengurangi pengangguran. 6. 4ingkatkan kinerja lembaga masyarakat melalui pembinaan oleh aparatur pemerintah dalam rangka penguatan dan pengembangan ekonomi lokal. 7. 4ingkatkan peran aparatur pemerintahdan dukungan pihak swasta dan lembaga masyarakat dalam mengatasi tingginya biaya pendidikan dan kesehatan.

75

8. 4ingkatkan peran aparatur pemerintah daerah dan peran serta masyarakat dan swasta dalam rangka perwujudan supremasi hukum. 9. -anfaatkan pranata hukum yang ada dalam menanggulangi N PK dan penyakit masyarakat lainnya. 10. Aptimalkan potensi penggalian sumber pendapatan daerah dalam rangka meningkatkan dana pembangunan daerah. 11. 4ingkatkan profesionalisme aparatur pemerintah untuk menghadapi perubahan geopolitik dan dinamika sosial politik serat transformasi birokrasi. 4. ANALISIS LINGKUNGAN STRATEGIS !alam suatu organisasi selalu menghadapi masalah internal dan eksternal dalam lingkungannya. !engan adanya permasalahan tersebut maka pimpinan organisasi harus mencari jalan keluar terhadap masalah yang terjadi antara lingkungan internalnya +Kekuatan dan Kelemahan, dengan lingkungan eksternalnya +Peluang dan organisasi tersebut. !ari proses pemecahan masalah tersebut pemerintah dapat menemukan dan mengembangkan strategi untuk mengatasi ancaman dan memanfaatkan peluang yang ada dengan tetap memperhatikan kekuatan dan kelemahan kinerja yang ada dalam organisasi tersebut, sehingga organisasi dapat melihat secara obyektif kondisi internal dan eksternal untuk dapat mengantisipasi perubahan yang terjadi pada lingkungan eksternalnya. 1. nalisis >ingkungan 2nternal 1. :konomi a. Kekuatan 1. Secara makro, Pertumbuhan :konomi selama kurun waktu #$$' - #$$/ cenderung mengalami peningkatan yaitu *p. '.=(=.==7.<$$.$$$,- pada tahun #$$' menjadi *p. ncaman, dari luar

76

#.%$/.'/&.=7$.$$$,-

pada

tahun

#$$/

atau

terjadi

peningkatan rata-rata 7,$'@ per tahun. Pendapatan percapita dalam kurun waktu yang sama juga mengalami perkembangan yaitu *p. %.%$(.%(=,- pada tahun #$$' menjadi *p. 7.<=#.&%#,- pada tahun #$$/ atau terjadi peningkatan rata-rata =,<% @ per tahun. 2. 4ersedianya berbagai komoditi unggulan yang siap untuk dikelola dan dikembangkan. 4abel #% 0 Komoditi 6nggulan Pertanian 4anaman Pangan 4ahun #$$/ H #$$(
>uas Panen No Komoditi 4ahun #$$/ 4ahun #$$( 4ahun #$$/ 4ahun #$$( Produksi

' # %

Padi ;agung Kedelai

''7.'&< 7$.<<% (.##7

'$=.=/# %%.7(< 7.%($

/%<.#(( ''/.'%$ =.=#%

/7&.<=< =/.%(# <.(#7

4abel #7 0 Komoditi 6nggulan Perkebunan 4ahun #$$/ H #$$(


>uas 4anam No Komoditi 4ahun #$$/ %$.'7/ '<.'$# &.7'$ 4ahun #$$( %$.$$< '<.<'/ (.#7# 4ahun #$$/ '/.&<< '%.<&7 #.=7& Produksi 4ahun #$$( '/.7/& '$./=< #.&(%

' # %

Kakao Kelapa ;ambu -ete

77

4abel #/ 0 Komoditi 6nggulan Peternakan 4ahun #$$/ H #$$(


Populasi +:kor, No Komoditi 4ahun #$$/ '#$.(&& =.7<( '.%7<.%/& 4ahun #$$( '%/.7&# &.$'# '.%%(.#%% Produksi !aging 4ahun #$$/ /=$.<// '$.'<< '77.&& 7 4ahun #$$( ($<./%$ '$./## '7(.%<&

' # %

Sapi Kambing yam "uras

4abel #( 0 Komoditi 6nggulan Perikanan +4ambak, 4ahun #$$/ H #$$(


>uas real 4ambak No Komoditi 4ahun #$$/ 6dang Kepiting *umput >aut %.##$ '.&&# '.#7/ 4ahun #$$( %.##$ '.&&# '.#7/ 4ahun #$$/ #./%7 '.<'<,'$ /.=%#,($ 4ahun #$$( #.%%#./$ './#(,/$ /.(#7,#$ Produksi

' # %

4abel #< 0 Komoditi 6nggulan Perikanan +Penangkapan, 4ahun #$$/ - #$$(


>uas real No Komoditi 4ahun #$$/ #'' '.</= =%.=#= +1a, 4ahun #$$( #.#$% =%.=# = Produksi +4on, 4ahun #$$/ #$( #.#7<,/$ &<.$/#,%$ 4ahun #$$( #$( #.#7<,/$ &<.$/#,%$

' # %

Kolam Perairan 6mum >aut

78

4abel #& 0 Potensi 4ambang di Kabupaten "one 4ahun #$$(


Penyebar a M1aN '$ <(#,/ '(&,</ '(.#$$ #/ %7#,/ %#/ Ponr e, 7&$ #/ (#/ #($ %#/ #'.%/$.$$$ %&.'#/.$$$ #.$<=./7%.#/$ 7.(<(.%$$ ''7.$</.$$$ /.$$$.$$$ %$.$$$.$$$ #$.&$$.$$$ %<7.$$$.$$$ Cadangan % M- N

N o ' # % 7 / ( < & = '$ '' '# '% '7

"ahan) Pasir Silika) Pasir Kuarsa "asal "atu .amping Kalsit "atubara *hiolit 4embaga :mas -angan -armer "iji "esi "atu Sabak Propilit

>oka si) >amuru Kahu, Kajuara. >ibureng, 4onra. "onto Ponr Cani, e, >ibureng, 4onra. "onto Cani. >amuru, >appariaja. 4onra. >ibureng, Patimpeng. Patimpeng. Ponre, "onto Cani "onto Cani, Kahu "onto Cani. Kahu Kahu

79

3. 2nfrastruktur yang cukup memadai bagi perkembangan perekonomian. 4abel #= 0 Panjang ;alan Kabupaten "one 4ahun #$$( - #$$<
Panjang ;alan +Km, No ' 6raian ;:N2S P:*-6K spal Kerikil 4anah Jum&a+ # KAN!2S2 ; > N "aik Sedang *usak *usak "erat Jum&a+ /$',(7$ 7&/,#/$ (%7,&#/ &(',7&/ %.->(,%33 #$,#$ '=,/7 #/,/( %7,(= 33,33 /=',(7$ 7&/,#/$ /&7,&#/ &#',7&/ %.->(,%33 #%,&% '=,/7 #%,// %%,$& 33,33 N &7%,<%( =$',%=7 <%&,$<$ %.->(,%33 %%,=& %(,%$ #=,<# 33,33 &=%,<%( &=',%=7 (=&,$<$ %.->(,%33 %/,== %/,=$ #&,'' 33,33 4ahun #$$( @ 4ahun #$$< @

6ntuk transportasi laut memiliki +/, dermaga yaitu0 dermaga Pelabuhan "ajo: 4anete *iattang 4imur, Pelabuhan Pallime Cenrana, Pelabuhan Kading "arebbo, Pelabuhan 6jung Pattiro Sibulu: dan Pelabuhan 6lo: !ua "occo: sedang karakteristik pergerakan modanya kebanyakan merupakan kapal barang antar pulau yang umumnya memuat hasil bumi dan olahan dari dan ke Kabupaten "one. ;aringan 4elekomunikasi juga telah menjangkau hampir semua kecamatan khususnya untuk untuk jaringan nirkabel. 6ntuk kapasitas kelistrikan telah tersedia 7 +empat, unit yaitu 6nit Pelayanan 1asanuddin L "ajo:, *anting 6lo:, 6nit Pelayanan 4ellu "occo: dan 6nit Pelayanan Patangkai dengan total produksi mencapai /(./<= Kwh.

80

"eberapa "ank dan >embaga Keuangan lainnya yang dapat dimanfaatkan untuk mengadakan transaksi jual beli. "ank yang ada di Kabupaten "one terdiri dari ( +enam, buah bank konvensional dan % +tiga, buah lainnya dengan fungsi tertentu serta # +dua, buah pegadaian. 4. Secara geografis luas Kabupaten "one sangat menunjang untuk perkembangan ekonomi baik dilihat dari luasnya maupun jumlah penduduk. 5. danya otonomi daerah yang memberi kewenangan kepada pemerintah daerah untuk mengatur urusan rumah tangganya. suransi "esar dan ' +satu, buah

2. Kelemahan 1. Pendapatan percapita belum merata dalam masyarakat sehingga terjadi ketimpangan antara yang berpendapatan rendah dan yang berpendapatan tinggi. 2. Potensi yang dimiliki belum terkelola dengan baik dan memadai. 3. -asih banyaknya tenaga kerja mendapatkan lapangan pekerjaan. produktif yang tidak

4. Keahlian Sumber !aya -anusia sektor-sektor lapangan usaha belum memadai. 6. Sarana dan teknologi industri untuk mengelola hasil pertanian maupun industri itu sendiri masih kurang sehingga untuk mendapatkan nilai tambah hasil pertanian maupun industri itu sendiri masih kurang. 7. >uas dan besarnya jumlah penduduk di Kabupaten "one mengakibatkan pemerintah daerah tidak dapat memenuhi semua keinginan wilayah sehingga sering terjadi ketimpangan pembangunan antar wilayah.

81

8. Kemampuan

dan

usaha

pemerintah

daerah

untuk

peningkatan pendapatan daerah masih minim. 2. Sosial "udaya 1. Kekuatan 1. 4ersedianya gedung sekolah yang cukup memadai untuk perkembangan pendidikan kedepan. 2. 4ersedianya tenaga pengajar terdidik disegala tingkatan sekolah. 3. ;umlah penduduk yang mengenyam pendidikan cukup banyak terutama usia sekolah dasar yang ditunjukkan dengan #$$( menjadi ''/,(%@ pada tahun #$$<. 4. 4ersedianya *umah Sakit 6mum, Puskesmas dan Pustu yang menyebar di setiap wilayah Kabupaten "one. 5. 4ersedianya tenaga dokter dan paramedis. 6. Seni budaya yang ada di dalam masyarakat cukup beragam dan unik. 2. Kelema!an 1. Penyebaran gedung yang tidak disesuaikan dengan jumlah penduduk yang bersekolah di masing-masing kecamatan. 2. Kuantitas jumlah gedung sekolah khususnya Sekolah !asar tidak dibarengi dengan peningkatan kualitas fisik gedung sekolah tersebut. 3. 4enaga pengajar terdidik yang ada hanya yang berfungsi sebagai guru umum, guru spesialisasi dan wali kelas masih kurang. 4. ;umlah anak usia sekolah yang tidak bersekolah bertambah akibat terpuruknya perekonomian negara yang beimbas pada ngka Partisipasi Sekolah + PS,nya sebesar ''/,7@ pada tahun

82

tingkat pendapatan masyarakat yang kurang sehingga tidak mampu menyekolahkan anaknya. 5. Ketersediaan tenaga dokter dan paramedis tidak dibarengi dengan pemenuhan standar kualifikasi pelayanan kesehatan sehingga tenaga dokter dan paramedis yang ada belum mampu memberikan andil yang besar bagi perkembangan kesehatan di Kabupaten "one. 6. Ketersediaan peralatan kesehatan yang dimiliki belum memadai untuk melakukan tindakan-tindakan pengobatan pada pasien tertentu. 7. Kekayaan seni budaya yang ada belum dikemas dalam bentuk yang dapat menarik minat wisatawan domestik maupun mancanegara untuk berkunjung ke Kabupaten "one. 3. Sumber !aya -anusia a. Kekuatan 1. ;umlah 4enaga Kerja yang memadai yaitu sebesar <=,<$@ dari jumlah penduduk Kabupaten "one pada 4ahun #$$% meningkat menjadi &$,<%@ pada 4ahun #$$<. 2. 4ersedianya 4enaga kerja yang bekerja diberbagai sektor lapangan usaha perekonomian. 3. 4enaga kerja yang bekerja di sektor Pertanian sebanyak (%,<%@5 Sektor Perdagangan, 1otel dan restoran '%,($@5 Sektor jasa-jasa '$,<%@5 Sektor ngkutan dan Komunikasi 7,&$@5 Sektor 2ndustri (,'=@, selebihnya bekerja di sektor lainnya dari keseluruhan jumlah tenaga kerja pada tahun #$$< sebanyak /($./#( ;iwa. 4. ;umlah aparatur cukup memadai untuk pelaksanaan tugas dan fungsi organisasi pemerintah daerah.

83

5. Kualitas aparatur cukup memadai baik dari segi pendidikan formal maupun pendidikan non formal seperti pendidikan struktural, teknis dan fungsional. 2. Kelema!an 1. 4enaga Kerja yang ada tidak semua terakomodasi dalam lapangan pekerjaan, masih banyak yang menganggur baik terbuka maupun terselubung. 2. 4enaga Kerja yang bekerja belum sesuai dengan keahlian masing-masing dan masih terkonsentrasi pada lapangan usaha primer. 3. paratur yang ada dalam pelaksanaan tugas dan fungsinya tidak sesuai dengan pendidikan formal yang dimilikinya sehingga tidak tercipta aparatur yang spesialis dibidangnya. 2. nalisis >ingkungan :ksternal 1. :konomi a. Peluang 1. .lobalisasi ekonomi dengan persaingan bebasnya memberi)membuka peluang kepada Kabupaten "one untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas komoditi ekspornya. 2. Semakin berkembangnya dunia usaha baik nasional maupun internasional. 3. Kemudahan melakukan kerjasama dibidang ekonomi dengan negara lain dapat menambah pangsa pasar bagi hasil pertanian maupun industri Kabupaten "one. 4. "erkembangnya "one. teknologi informasi yang dapat memudahkan berkembangnya perekonomian Kabupaten

84

5. "erkembangnya dihasilkan. 2. "antangan

teknologi

industri

yang

dapat

dimanfaatkan guna nilai tambah bagi produk komoditi yang

1. .lobalisasi ekonomi akan membuat setiap negara maupun daerah untuk melakukan kegiatan yang dapat membuatnya bertahan dengan meningkatkan perekonomiannya. 2. 4eknologi yang berkembang pesat saat ini juga diikuti dengan harga yang masih mahal bagi negara berkembang. 3. Pelaku pembangunan yaitu pemerintah daerah, swasta dan masyarakat belum bersinergi untuk pengembangan perekonomian kedepan. 4. Peluang usaha yang ada kalau tidak dicermati akan menjadi bumerang bagi daerah itu sendiri. 2. Sosial "udaya 1. Peluang 1. Komitmen pemerintah untuk meningkatkan pendidikan dan kesehatan masyarakat. 2. 4erbukanya peluang untuk mendapatkan beasiswa baik di luar negeri maupun di dalam negeri yang disediakan oleh lembaga dalam negeri maupun luar negeri. 3. Kemajuan tehnologi komunikasi dapat dimanfaatkan untuk menyebarkan informasi-informasi kebudayaan sehingga memudahkan untuk pertukaran kebudayaan antar negara yang 2. "antangan 1. Pemanfaatan tehnologi yang mudah diakses tapi tidak merusak genarasi muda maupun adat budaya yang ada di Kabupaten "one. pada akhirnya akan mengembangkan sektor pariwisata di Kabupaten "one.

85

2. Peningkatan pendidikan dan derajat kesehatan harus dibarengi dengan peningkatan anggaran di sektor tersebut. 3. -eningkatkan kesadaran masyarakat untuk meningkatkan pendidikan perempuan. 3. Sumber !aya -anusia a. Peluang 1. 4erbukanya wiraswasta. peluang untuk berusaha dan menjadi dan derajat kesehatannya terutama

2. 4erbukanya peluang kerja pada sektor-sektor sekunder dan tertier. 3. "erkembangnya pendidikan dan pelatihan struktural, teknis dan fungsional bagi aparatur daerah yang dilakukan oleh lembaga pemerintah maupun lembaga independent. 3. "antangan 1. Pola pikir tenaga kerja yang ada lebih cenderung untuk menjadi pegawai negeri dari pada berwiraswasta. 2. -eningkatkan kesadaran Penduduk Kabupaten "one yang memiliki tingkat pendidikan tinggi untuk bersama-sama membangun Kabupaten "one dan lebih memilih untuk mengabdi di daerah sendiri dari pada di daerah lain. 3. -embuka dan menambah peluang kerja bagi tenaga kerja yang masih menganggur. 4. -engubah pola pikir aparatur pemerintah untuk melakukan pelayanan yang prima kepada masyarakat yang bertugas sebagai abdi negara.

86

C. D K4A*-D K4A* K6NC2 K:":*1 S2> N 1. Komitmen yang kuat dari pemerintah bekerjasama dengan dunia usaha dan masyarakat untuk mewujudkan visi dan misi yang telah ditetapkan. 2. Penciptaan suasana yang kondusif bagi pengembangan dunia usaha dan investasi. 3. Ketersediaan anggaran untuk peningkatan sektor-sektor yang menjadi tujuan utama pemerintah daerah. 4. Ketersediaan Sumber !aya -anusia yang profesional pada setiap sektor lapangan usaha. 5. Perubahan pola pikir aparatur pemerintah dari yang dilayani menjadi yang melayani masyarakat untuk menciptakan pelayanan prima. 6. Ketersediaan sarana informasi dan telekomunikasi serta jaringannya yang dapat dimanfaatkan oleh aparatur dan dapat diakses oleh masyarakat. 4. S6-S2 1. Pemerintah melaksanakan pembangunan sesuai komitmen yang telah ditetapkan. 2. Pemerintah, dunia usaha dan masyarakat bersinergi untuk pengembangan dunia usaha. 3. nggaran yang ada memang tersedia untuk merealisasikan peningkatan sektor-sektor yang memang menjadi prioritas utama pemerintah daerah. 4. 4erbuka peluang kerja pada setiap sektor lapangan usaha. 5. paratur pemerintah memang berkeinginan untuk merubah dirinya.

87

6. Sarana dan informasi yang tersedia memang dimanfaatkan untuk hal-hal yang menuju kepada pencapaian visi dan misi guna peningkatan pembangunan di Kabupaten "one.

88

BAB C TANTANGAN
A. SOSIAL BUDA9A Pertumbuhan penduduk yang semakin bertambah. Sejalan dengan itu, berbagai parameter kependudukan diperkirakan akan mengalami perbaikan yang ditunjukkan dengan menurunnya angka kematian bayi, menurunnya angka kematian ibu melahirkan, dan meningkatnya usia harapan hidup. Pengendalian laju pertumbuhan penduduk perlu diperhatikan untuk menciptakan penduduk tumbuh secara proporsional dalam rangka menjamin keseimbangan jumlah penduduk usia produktif dengan jumlah penduduk usia non produktif. Pembangunan kesehatan dan pendidikan memiliki peran penting dalam peningkatan kualitas sumberdaya manusia. "erbagai masalah dan tantangan pembangunan kesehatan yang dihadapi adalah tingginya angka kematian bayi dan ibu melahirkan, masih terdapatnya balita kurang giBi serta akses terhadap pelayanan kesehatan yang belum optimal dan merata. Sementara itu, tantangan pembangunan pendidikan adalah penyediaan pelayanan pendidikan yang berkualitas untuk meningkatkan proporsi penduduk yang menyelesaikan pendidikan dasar ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, menurunnya angka buta aksara, menurunnya kesenjangan pendidikan antara penduduk yang mampu dan kurang mampu, penduduk antar jenis kelamin, penduduk perkotaan dan perdesaan. Peran dan kualitas hidup perempuan serta anak di berbagai bidang, masih perlu ditingkatkan. !i samping itu, kesejahteraan, partisipasi dan perlindungan anak masih kurang memadai. Partisipasi

89

pemuda dalam pembangunan juga masih perlu ditingkatkan seiring dengan upaya memaksimalkan pembinaan prestasi olahraga. rus globalisasi dan industrialisasi akan menjadi tantangan utama pemerintah dan masyarakat Kabupaten "one dua puluh tahun mendatang. !ampak pada munculnya permasalahan sosial seperti 0 menipisnya nilai budaya, kemiskinan, perubahan sikap dan perilaku, kenakalan remaja, kriminalitas, kekerasan dan penyalagunaan N *KA" , 123) 2!S, perlu menjadi perhatian secara intensif melalui pembangunan mental dan spiritual. 1. Tantangan/Permasalahan abupaten !one Pembangunan Pendidikan Di

!engan mencermati hasil yang telah dicapai Pemerintah !aerah Kabupaten "one kurun waktu 7 tahun +#$$%-#$$(, pada sektor pendidikan pada berbagai indikator, baik indikator peningkatan mutu dan relevansi pendidikan, maupun indikator pemerataan dan perluasan jangkauan pendidikan mengalami peningkatan yang cukup signifikan dari tahun ke tahun. Keberhasilan pembangunan pendidikan yang telah dicapai tersebut, masih terdapat beberapa indikator yang memerlukan perhatian khusus bagi Pemerintah !aerah, antara lain tingginya ngka Putus Sekolah + PS, setiap jenjang pendidikan. Kondisi ini disebabkan karena menurunnya kemampuan orang tua siswa untuk membiayai pendidikan anak-anaknya, terutama pada masyarakat lapisan bawah, sehingga berakibat masuknya anak sekolah pada berbagai lapangan pekerjaan. Pemerataan kesempatan pendidikan dasar maupun menengah masih dihadapkan pada berbagai permasalahan efesiensi. Siswa yang terdaftar di sekolah dalam jumlah yang besar belum menjamin seluruhnya bisa belajar sampai tuntas karena sebagian putus sekolah.

90

*endahnya

mutu

dan

relevansi

pendidikan

sangat

dipengaruhi oleh kualitas proses pembelajaran disekolah. Selain dari pada itu, faktor kualitas tenaga pengajar sangatlah mendukung. 4ingkat kelayakan guru yang mengajar disesuiakan dengan kualifikasi pendidikan formalnya. !istribusi guru yang tidak merata serta pendayagunaan yang belum efisien belum menghasilkan kinerja guru yang optimal. -utu profesi +kualifikasi dan kompetensi, guru masih dirasakan rendah, terutama disebabkan oleh penyiapan guru dan pengelolaannya belum profesional. :valuasi kinerja guru belum ditata di dalam suatu sistem akuntabilitas publik, sehingga output pendidikan belum akuntabel dan bermutu. Sistem pembinaan karier guru perlu dibangun. Sentralisasi dalam manajemen pendidikan menyebabkan kurang berkembangnya kemampuan daerah untuk mengatur dan mengelola berbagai urusan pendidikan daerah masing-masing. "erbagai tahap pembinaan bahkan kebijaksanaan operasional pendidikan dilaksanakan dan dikelola oleh pusat, sementara fungsi aparat daerah hanyalah sebagai pelaksana. Sistem pengelolaan seperti ini mungkin ampuh untuk menjawab persoalan makro tetapi kurang peka terhadap persoalan mikro pada masing-maing daerah yang bervariasi satu dengan yang lainnya. 4antangan lain yang dihadapi Pemerintah !aerah Kabupaten "one dalam peningkatan kualitas sumberdaya manusia adalah tingginya angka buta huruf usia '$-7/ tahun. 2. "paya-upaya yang dapat dilakukan 2ntervensi yang dapat dilakukan Pemerintah !aerah ke depan dalam rangka peningkatan kualitas sumberdaya manusia lebih berkualitas dan kompetitif adalah sebagai berikut0

91

1- Perubahan mekanisme rekrutmen kepala sekolah. Ke depan rekrutmen calon kepala sekolah semua jenjang lebih profesional. 2- Pembangunan sekolah unggulan yang refresentatif +tenaga pengajar, siswa dan sarana)prasarana sekolah, 3- Pemberian beasiswa bagi anak yang keluarganya kurang mampu bagi semua jenjang pendidikan, dengan harapan agar mereka dapat bersekolah dan melanjutkan jenjang pendidikannya 4- Peningkatan profesionalisme guru dan penempatan guru yang merata. 5- Perluasan jangkauan pendidikan luar sekolah, terutama pelaksanaan Keaksaraan Dungsional +KD, untuk menuntaskan atau menurunkan angka buta huruf di daerah ini. 6- Peningkatan kesejahteraan tenaga kependidikan 7- Peningkatan angka partisipasi anak usia dini dengan program P 6! terintegrasi yang berbasis masyarakat. 2. EKONOMI Pembangunan ekonomi Kabupaten "one, dewasa ini telah menghasilkan berbagai kemajuan, namun masih diperhadapkan berbagai tantangan dalam mewujudkan perekonomian yang tangguh guna lebih meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Alehnya itu, tantangan ke depan yang perlu mendapat perhatian adalah pertumbuhan ekonomi yang tinggi, berdampak kepada penciptaan lapangan kerja, distribusi pendapatan antara golongan, antar wilayah dan antar sektor secara proporsional. C. ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI 4antangan utama yang dihadapi bidang ilmu pengetahuan dan teknologi ke depan adalah bagaimana menghasilkan lulusan

92

pendidikan)pelatihan yang berkualitas dan mampu bersaing di sekolah unggulan dalam dan luar negeri serta di pasar kerja. Selain itu, kurangnya minat riset dan pengembangan teknologi perlu ditunjang dengan perangkat teknologi dan informasi yang lebih memadai. D. SARANA DAN PRASARANA 4antangan utama yang dihadapi dalam sektor transportasi adalah pemeliharaan, peningkatan, dan penyediaan infrastruktur transportasi yang selama ini telah dikembangkan ke pusat-pusat pertumbuhan dan sentra produksi, masih perlu ditingkatkan dan dikembangkan. Serta pengelolaan sumberdaya air di masa yang akan datang, perlu lebih ditingkatkan pelayanannya kepada masyarakat. E. POLITIK 4antangan utama di bidang politik adalah melaksanakan

reformasi struktur politik, proses dan budaya politik serta kedewasaan berdemokrasi agar berjalan bersamaan dan berkelanjutan. 4erutama dalam kaitanya demokrasi, dengan pelembagaan akuntabilitas dan penerapan serta partisipasi nilai-nilai dalam transparansi,

mewujudkan konsolidasi demokrasi. Konsolidasi demokrasi akan diperhadapkan pada bagaimana melembagakan kebebasan pers)media massa, agar akses masyarakat terhadap informasi yang bebas dan terbuka akan lebih memudahkan kontrol atas pemenuhan kepentingan publik sekaligus sebagai proses menemukan dan mencegah penyelewengan kekuasaan. :. KETERTIBAN UMUM DAN KEAMANAN MAS9ARAKAT Pembangunan di bidang ketertiban umum dan keamanan masyarakat menghadapi tantangan yang antara lain ketersediaan

93

jumlah aparat penegak hukum dengan jumlah penduduk, belum berimbang secara proporsional serta belum ditunjang sarana dan prasarana pengamanan yang lebih memadai, serta euphoria reformasi yang menyebabkan sebagian masyarakat cenderung melawan hukum. G. HUKUM, APARATUR DAN KELEMBAGAAN MAS9ARAKAT 4antangan pembangunan hukum, aparatur dan kelembagaan masyarakat yaitu kompleksitasnya permasalahan akibat desentralisasi, demokratisasi, dan globalisasi. Proses demokrasi yang dijalankan telah membuat masyarakat semakin sadar akan hak dan tangungjawabnya. Partisipasi masyarakat menjadi tema sentral dalam penyelenggaraan pemerintahan dimana tingkat partisipasi masyarakat akan berpengaruh kepada kesiapan secara aparatur tepat. dalam Kesiapan menghasilkan aparatur kebijakan dalam pembangunan daerah

mengantisipasi proses demokrasi tersebut, perlu dicermati agar mampu memberikan pelayanan yang dapat memenuhi aspek transparansi, akuntabilitas, dan kualitas prima dari kinerja pemerintahan. H. ;ILA9AH DAN TATA RUANG 4antangan ke depan dalam mewujudkan keseimbangan

pertumbuhan antara wilayah adalah mengupayakan peningkatan penyediaan jaringan prasarana yang terintegrasi, perbaikan iklim usaha produksi dan pemasaran serta kelancaran investasi. Sehingga tercipta keterkaitan ekonomi antar sektor, antar wilayah dan antar kota)desa. Selain itu tantangan antar yang wilayah dihadapi adalah dalam menyeimbangkan mendorong pertumbuhan bagaimana

perkembangan desa tertinggal dan terisolir dengan memanfaatkan potensi sumberdaya alam serta sumberdaya manusia yang belum tergali dalam rangka menciptakan kawasan-kawasan potensi sosial ekonomi baru.

94

I. PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 4antangan utama pembangunan perumahan dan permukiman dilatarbelakangi oleh adanya pertambahan penduduk yang semakin meningkat yang tentunya membutuhkan tempat permukiman yang layak huni. Alehnya itu, pembangunan perumahan dan permukiman ke depan perlu diperhatikan bagaimana menciptakan tempat hunian yang sehat serta berwawasan lingkungan bagi masyarakat dalam berbagai strata kehidupan sosial ekonomi. J. SUMBERDA9A ALAM DAN LINGKUNGAN HIDUP 4antangan dalam bidang sumberdaya alam dan lingkungan hidup adalah bagaimana menjaga dan melestarikan sumberdaya alam dan lingkungannya dengan daya dukung dan keseimbangan antar fungsifungsi kawasan. Alehnya itu, perlu dilakukan upaya-upaya pendekatan pengelolaan sumberdaya alam dan lingkungan hidup secara multisektor, integratif dan komprehensif dengan tetap menjaga kelestariannya dalam rangka meningkatkan pengawasan serta pengendalian pencemaran dan kerusakan lingkungan melalui prinsip-prinsip pembangunan yang berkelanjutan secara konsisten di segala bidang.

95

BAB CI NILAI, CISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN


A. NILAI?NILAI LANDASAN :ILOSO:IS Nilai merupakan sesuatu yang dianggap berharga, dan biasanya dijadikan pedoman bagi pola sikap dan tindakan masyarakat. Nilai sebagai suatu keyakinan memiliki tiga wujud, pertama keyakinan tentang apa yang benar dan apa yang tidak benar. Kedua, keyakinan yang menilai baik dan buruk. Ketiga, keyakinan tentang suatu cara atau tujuan yang dikehendaki atau tidak dikehendaki. Setiap nilai memiliki fungsi baik sebagai ukuran, pedoman dalam penyelesaian konflik maupun sebagai pendorong motivasi dan pengambilan keputusan. Sistem nilai yang tumbuh dan berkembang akan bermetamorfosa menjadi norma dan peraturan, sehingga nilai yang ada dalam organisasi pemerintah daerah meliputi peraturan +normative,, doktrin +misi dan kinerja organisasi,, dan program +kegiatan, seharusnya menjadi pedoman bagi aparat pemerintah dalam penyelenggaraan aktivitas pemerintahan dan pembangunan di berbagai bidang. !asar filosofi pemerintahan dan pembangunan di Kabupaten "one bersumber dari dari nilai-nilai kearifan budaya lokal. Salah satu nilai dasar yaitu dem!)ra#i merupakan nilai utama yang telah dikenal sejak awal pembentukan daerah "one dan tercantum dalam kontrak sosial yang dilakukan antara *aja "one 2 dengan rakyatnya. !imana rakyat menyatakan bersedia mengabdikan seluruh jiwa raga dan kesetiaannya kepada pemimpin bilamana mereka mendapat perlidungan dan kemakmuran dari sang pemimpin. !engan demikian, merupakan satu hal yang mutlak bagi para pemimpin di Kabupaten "one untuk senantiasa mengutamakan

96

kepentingan masyarakat karena nilai tersebut yang menjadi dasar pembentukan daerah ini. -asalah pemimpin dan kepemimpinan mempunyai tempat utama dalam tradisi masyarakat "ugis "one, karena seorang pemimpin adalah tempat berlindungnya orang lemah dan tempat lemahnya orang kuat. Konsep kepemimpinan berlandaskan demokrasi yang menempatkan posisi manusia sebagai makhluk sosial pada tempat terhormat yang diusahakan selalu untuk dilindungi oleh penguasa atau pemimpin. Sebaliknya juga, rakyat harus senantiasa memberi kepada pemimpin kewenangan bertindak sepanjang sesuai dengan ketentuan 7a"gadere"g. Ketentuan pangadereng yang dipegang teguh oleh rakyat dan pemimpin, ma)a ter.i7ta terti* #!#ia&. Pada hakekatnya, rakyatlah yang menunjukkan adanya negara sebagaimana yang dinyatakan dalam ungkapan 0 1 #usa$ taro arung% tenrusa$ taro ade$ 2 #usa$ taro ade$% tenrusa$ taro anang 3 #usa% taro anang% tenrusa$ taro to maega& 'rtinya ( 4 Bata& )eteta7a" ra0a, tida) *ata& )eteta7a" adat 5 Bata& )eteta7a" adat, tida) *ata& )eteta7a" umum 6 Bata& )eteta7a" )aum, tida) *ata& )eteta7a" ra)'at . 1al ini menggambarkan besarnya peranan dan makna manusia dalam kehidupan bermasyarakat dan kehidupan bernegara. Seorang pemimpin memperoleh kekuasaan, wewenang dan pengakuan atas amanat rakyat, oleh karena itu kepentingan rakyat atau masyarakat lebih diutamakan dari pada kepentingan pribadi. !engan demikian nilai demokrasi akan menjadi pilar yang kuat dalam mendukung keberhasilan pelaksanaan pemerintahan dan pembangunan di Kabupaten "one

97

Selain itu, masyarakat hubungan dalam kehidupan ini,

juga memahami adanya keseimbangan yang dikenal sebagai sistem hubungan

O Sulapa :ppaP atau 7 dimensi hubungan yaitu0 1. 1ubungan manusia dengan sesama warga masyarakat 2. 1ubungan manusia dengan alam sekitarnya 3. 1ubungan manusia dengan Pemerintah 4. 1ubungan manusia dengan 4uhan +dewata, :mpat hubungan ini merupakan komponen-komponen yang diatur oleh pangadereng . !alam sistem hubungan sulapa$ eppa$ +segi empat, tak ada satu diantaranya yang menempati posisi dominan +menentukan,, tetapi hubungannya serba possibility +kemungkinan, dan yang menjadi kunci utama adalah a##eddi"ge"g"ge +persatuan,, yakni yang mengarah pada )e#atua". 1al tersebut yang menciptakan kemakmuran, mengangkat martabat manusia dan menciptakan kekukuhan dan ketangguhan. Ketangguhan dan kekuatan antara empat komponen hubungan tersebut, merupakan kondisi dinamis untuk menahan segala tantangan, baik dari dalam maupun dari luar negeri. A##edi"ge"g"ge harus dilengkapi dengan sistem pelayanan dan sikap-sikap seperti0 1. Pemerintah harus senantiasa memikirkan kepentingan masyarakat secara keseluruhan dan bersikap adil. 2. Pemimpin harus pandai menjawab dan merumuskan solusi terhadap persoalan dan permasalahan yang berkembang dan dihadapi oleh masyarakat. 3. Pemimpin dan rakyat harus berada dalam koridor pangadereng +peraturan dan hukum, yang ada, dan berupaya untuk menegakkan hukum dan aturan baik dalam kalangan masyarakat maupun pemerintahan. 2ndividu adalah elemen-elemen yang membentuk masyarakat dan negara, oleh karena itu individu harus memiliki sikap hidup

98

kepribadian. Pembinaan sikap hidup yang diharapkan menjadi kepribadian setiap Arang "ugis , terutama para penyelenggara negara +pakkatenni? de?, adalah sikap dan kepribadian utama yaitu0 lempu% acca na warani +kejujuran, kepandaian dan keberanian,. 1 Ke0u0ura" @ &em7uF , adalah nilai universal yang sangat strategis bagi pemerintah Kabupaten "one. !engan menjunjung tinggi nilai kejujuran maka akan terwujud kepercayaan masyarakat terhadap aparat pemerintah, sehingga dalam pelaksanaan pembangunan dan pemerintahan selalu mendapat respon positif dari masyarakat. 2 Ke7a"daia" da" )e*era"ia" @ a..a "a /ara"i ,, dalam menghadapi berbagai tantangan dan permasalahan kehidupan masyarakat, diperlukan aparat pemerintah dan pemimpin yang visioner yaitu yang memiliki kecerdasan dan keberanian untuk membawa daerah ini ke arah yang lebih maju. 3 Keadi&a" @ Temma77a#i&ai"ge"g , adalah nilai yang harus diaplikasikan oleh seluruh aparat pemerintah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, tanpa membedakan satu dengan yang lainnya, dengan demikian masyarakat akan bersimpati dan secara tulus memberi dukungannya kepada pemimpin dan aparat pemerintah, sehingga tujuan pembangunan dan penyelenggaraan pemerintahan akan tercapai dengan mudah. 4 Et!# )er0a ma#'ara)at, nilai ini terungkap dalam ungkapan tradisional O resopanamatinulu naletei pammase dewata O yang bermakna hanya dengan usaha dan bekerja keras serta ketekunan akan medapat rahmat tingginya dari etos yang kerja maha kuasa, hal ini mencerminkan masyarakat, meskipun

demikian mereka tetap bersandar kepada 4uhan 9-: sebagai penentu segalanya. !alam kehidupan masyarakat yang sangat kompetitif, nilai etos kerja diperlukan sebagai motivasi dan spirit dalam masyarakat untuk meningkatkan daya saingnya.

99

"erlandaskan

nilai-nilai

kearifan

budaya

tersebut,

yang

dipadukan dengan nilai-nilai penyelenggaraan pemerintahan modern akan dapat mewujudkan tata pemerintahan yang baik dan tata kehidupan masyarakat yang modern dan berbudaya. B. CISI %33> ? %3 ( )!one lebih ma*u dan berdaya saing dalam tatanan masyarakat religius% berbudaya% mandiri dan demokratis+ 6raian tentang 3isi sebagai berikut 0 1. Sebagai daerah yang lebih maju berarti bahwa di masa mendatang Kabupaten "one akan menjadi pusat bagi daerah-daerah di sekelilingnya5 pusat pendidikan, perdagangan, pelayanan kesehatan, pengembangan agribisnis dan pelayanan jasa lainnya. 2. Kehidupan -asyarakat yang religius berarti bahwa masyarakat senantiasa menjadikan menjalank an nilai-nilai ajara n agama agam a sebag ai yang dianutnya dan pedomandalam

penyelenggaraan kegiatan. 3. -asyarakat modern yang berbudaya yaitu masyarakat yang senantiasa berfikir dan bertindak positif, terbuka menerima nilai-nilai baru, berpandangan luas, berorientasi ke masa depan dan toleran terhadap perbedaan serta tidak primordial dengan tetap berdasarkan pada nilai-nilai lokal. 4. -asyarakat mandiri -asyarakat kompetitif yaitu masyarakat yang memiliki kemampuan dasar dalam mengelola sumberdaya dan memenuhi kebutuhan sendiri secara proforsional secara berkelanjutan. 5. !emokratis, diukur dengan 0 +a, semakin mantapnya kelembagaan demokrasi5 +b, meningkatnya peranserta masyarakat5 +c, terjaminnya kebebasan pers dan media massa dalam mengkomunikasikan

100

kepentingan masyarakat5 +d, meningkatnya budaya dan penegakan hukum. 6. "erdayasaing, diukur dengan 0 +a, meningkatnya perekonomian berbasis keunggulan kompetitif5 +b, terbangunnya keterkaitan sistem produksi, distribusi, dan pelayanan5 +c, mengedepankan pembangunan S!- berkualitas dan berdayasaing5 +d, meningkatnya penguasaan, pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi5 dan +e, semakin majunya pembangunan infrastruktur. 7. "erbudaya dan gamais, diukur dengan 0 +a, semakin kuatnya jatidiri dan karakter kedaerahan yang bertaQwa kepada 4uhan 9ang -aha :sa5 +b, semakin terpeliharanya kerukunan internal dan antar umat beragama5 +c, berkembangnya modal sosial5 dan +d, diterapkannya nilai-nilai luhur budaya daerah. 3. MISI gar visi Kabupaten "one dapat diwujudkan, maka ditempuh misi pembangunan sebagai berikut 0 1. -emperkokoh peran otonomi daerah yang luas, nyata, dan bertanggungjawab, didukung oleh aparatur pemerintah yang baik dan terpercaya serta partisipasi masyatakat secara luas dalam pembangunan. 2. -endorong investasi diberbagai bidang usaha melalui peningkatan) penyediaan fasilitas dan jasa pelayanan secara berdayaguna dan berhasilguna serta membentuk sistem)jaringan kerjasama dan assosiasi bisnis. 3. -engembangkan sumberdaya daerah, baik sumberdaya manusia +S!-, melalui pengembangan pendidikan, maupun sumberdaya alam +S! , terutama komoditas unggulan dalam arti luas dengan prioritas pada agrobisnis.

101

4. -eningkatkan tatanan demokrasi dalam segala aspek kehidupan dan menjamin tegaknya supremasi hukum. 5. -eningkatkan kualitas hidup kesejahteraan yang layak, masyarakat melalui serta peningkatan memenuhi bermartabat,

tercukupinya kebutuhan dasar yaitu pangan, sandang, papan, kesehatan, pendidikan, dan lapangan pekerjaan. 6. Pemberdayaan masyarakat dan seluruh kekuatan ekonomi daerah terutama pengusaha kecil, menengah, dan koperasi dengan mengembangkan sistem ekonomi kerakyatan yang bertumpu pada mekanisme pasar yang berkeadilan, berbasis sumberdaya alam dan sumberdaya manusia yang produktif, mandiri, maju, dan berwawasan lingkungan. 7. -eningkatkan kualitas kerukunan beragama, pengembangan seni budaya dan pariwisata, peran perempuan, pemuda dan olah raga. 8. -eningkatkan dan mengembangkan pembangunan yang lebih merata ke seluruh wilayah secara proporsional, termasuk perbatasan, pedalaman, dan terisolir. 9. -engembangkan sistem informasi dan telekomunikasi secara terpadu yang senantiasa dimutakhirkan sesuai dengan perkembangan keadaan dalam upaya mempromosikan daerah. 10. -emantapkan dan meningkatkan ketentraman, keamanan dan ketertiban masyarakat. 4. TUJUAN 1. -ewujudkan Sumber daya manusia Kabupaten "one yang bertakwa kepada 4uhan 9-:, berakhlak mulia, cerdas, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, sehat jasmani dan rohani serta memiliki kemampuan untuk berpartisipasi dalam pembangunan daerah. 2. -eningkatkan kompetensi dan profesionalisme pemerintah daerah dalam melaksanakan tugas dan fungsinya yang diarahkan kepada

102

peningkatan

pelayanan

kepada

masyarakat

dan

mampu

mewujudkan kinerja pemerintah yang memenuhi syarat-syarat penyelenggaraan pemerintahan yang baik +good governance, 3. -ewujudkan masyarakat yang berkemampuan +empowered, dan berdaya saing tinggi guna mencapai kemandirian dan kesejahteraan melalui peran aktif pemerintah, swasta dan masyarakat itu sendiri. 4. -engoptimalkan pemanfaatan sumberdaya alam untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat, namun tetap berdasar pada upaya pemanfaatan yang berkelanjutan. 5. -enumbuh kembangkan potensi ekonomi lokal dalam rangka mendukung pengembangan ekonomi daerah dan meningkatkan minat investasi. 6. -ewujudkan keseimbangan pembangunan infrastruktur dengan tuntutan pertumbuhan ekonomi dan sosial daerah secara bertahap terutama pembangunan prasarana dasar di seluruh wilayah. 7. -eningkatkan pendapatan daerah untuk memenuhi pembiayaan pembangunan dan pelayanan publik. 8. -enciptakan kondisi daerah yang kondusif, tentram, aman dengan meningkat persatuan dan kebersamaan masyarakat dalam memajukan kabupaten "one. 5. SASARAN !engan mengacu pada misi yang telah ditetapkan maka sasaran yang hendak dicapai dalam kurun waktu / tahun mendatang adalah sebagai berikut 0 1. -isi 0 -engembangkan kualitas S!- agar tercipta masyarakat yang religius, handal, tangguh dan memiliki daya saing yang tinggi , dengan sasaran 0

103

1. 4erwujudnya peningkatan kualitas keimanan dan ketakwaan masyarakat yang tercermin pada penerapan akhlak yang baik dan peningkatan aktivitas keagamaan. 2. 4ingkat pendidikan yang dimiliki masyarakat semakin tinggi sehingga memiliki kecerdasan, kemampuan dan daya saing dalam memperoleh pekerjaan dan melakukan kegiatan usaha. 3. 4erwujudnya peningkatan derajat kesehatan masyarakat dan kualitas pelayanan kesehatan fisik dan raga yang sehat sehing ga da n masyarakat memiliki memungkinkan untuk

berpartisipasi dalam pembangunan. 4. 4erciptanya masyarakat modern yang berwawasan luas dan global tapi tetap menjunjung nilai-nilai budaya lokal, sehingga dapat mempertahankan jati diri sebagai masyarakat "ugis dan tidak goyah dalam menghadapi pengaruh budaya asing yang bertentangan dengan sikap dan kepribadian masyarakat 2. -isi 0 -eningkatkan kinerja pemerintah daerah untuk mewujudkan %. pemerintah yang profesional, efektif, efisien, akuntabel dan transparan, melalui pembenahan birokrasi, penguatan kelembagaan pemerintah daerah dan peningkatan S!- aparatur, serta penegakan hukum, dengan sasaran 0 1. 4erwujudnya kelembagaan pemerintah daerah yang sesuai dengan kebutuhan daerah. 2. 4erciptanya instrumen penilaian kinerja dan kompetensi jabatan yang implementatif 3. 4erciptanya sistem kepegawaian yang ideal dan teruji sehingga menjamin pelaksanaan penjenjangan karir pegawai secara sehat. 4. 4ersedianya sarana dan prasarana yang memadai bagi aparatur pemerintah agar dapat melaksanakan tugas-tugas pemerintahan dan pembangunan secara optimal.

104

kesejahtera 7. -isi0-eningkatkan an pengembanga n perekonomian lokal pemberdayaa ekono n mi kerakyatan

masyarakat berdasarkan yang bertumpu

melal ui kons ep pada

mekanisme pasar dan pemanfataan sumberdaya alam secara berkelanjutan, dengan sasaran 0 1. Kemudahan dalam pelayanan dan pemberian rekomendasi dan periiBinan bagi pelaku ekonomi sehingga meningkatkan minat masyarakat untuk menggeluti dunia usaha. 2. Semakin menguatnya kelembagaan masyarakat pelaku ekonomi seperti koperasi, PK- dan jenis usaha lainnya sehingga mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. 3. Semakin terbuka dan meluasnya pangsa pasar komoditi-komoditi unggulan dan berdampak terhadap peningkatan pendapatan masyarakat. d. -eningkatnya manajemen kewirausahaan masyarakat dala m namu n sehingga mendukung pengembangan ekonomi lokal. optim e. Pemanfaatan sumber daya alam secara al yang pengembangan berbagai peluang usaha potensial yang mengutamakan unsur keberlanjutan S! tersedia.

5. -isi 0 -embangun kesadaran dan komitmen masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam mendukung pelaksanaan pembangunan dan penyelenggaraan pemerintahan dengan sasaran a. 4ercipta kesadaran dan komitmen masyarakat untuk pro aktif dan tanggap terhadap peluang berpartisipasi dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan. 2. paratur pemerintah mendorong dan membuka peluang bagi masyarakat untuk berpartisipasi secara langsung dalam pembangunan. 3. 4ersedia produk peraturan yang mendukung pemberdayaan masyarakat.

105

4. Pemberian peluang partisipasi harus sesuai dengan kemampuan dan dapat dijangkau oleh masyarakat. 6. -isi 0 -eningkatkan pelayanan, konsultasi dan asistensi dalam rangka mengembangkan kemampuan dan daya saing masyarakat, dengan sasaran 0 1. Pembinaan dan asistensi terhadap masyarakat terlaksana dengan baik sehingga kemampuan dan daya saing masyarakat meningkat. 2. -asyarakat yang responsif terhadap pemberian pelayanan prima. 3. paratur pemerintah yang mampu memberikan pelayan prima kepada masyarakat. 4. 4ersedia Pedoman pelayanan prima dan standar pelayanan minimal 5. yang implementatif dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. 7. -isi 0-embangun jejaring +network, antara lembaga, stakeholder dan dengan daerah lain dalam upaya meningkatkan kerjasama pengembangan daerah, peningkatan daya saing masyarakat dan daerah, dengan sasaran 0 a. ;ejaring)network antara lembaga pemerintah,lembaga masyarakat, dan lembaga swasta terjalin dengan baik dalam hal penciptaan peluang bagi masyarakat untuk bersaing dalam skala regional bahkan global. 2. ;ejaring )network dengan daerah lain semakin baik dalam mendukung terciptanya persaingan regional yang sehat dan peningkatan kerjasama antar daerah yang saling menguntungkan dan menguatkan. 3. 4erciptanya standar prosedur operasional dalam pemanfaatan jejaring)network yang dapat dilakukan oleh masyarakat. 4. 4ersedianya sarana dan prasarana pelaksanaan jejaring)network

106

8. -isi 0 -enciptakan iklim yang kondusif untuk mendorong investasi dan pemanfaatan sumberdaya alam dengan sasaran 0 1. -eningkatnya investasi baik dosmestik maupun dari luar yang berdampak positif terhadap peningkatan kesempatan kerja dan pendapatan masyarakat . 2. 4ersedia data dan informasi yang komperehensif dan akurat tentang potensi investasi, yang berguna bagi investor dalam memutuskan bidang investasi yang akan dipilih 3. Pemberian kemudahan bagi investor dalam hal periBinan dan penyediaan lahan investasi sehingga menjadi suatu nilai tambah bagi Kabupaten "one dibandingkan daerah lainnya. 9. -isi 0 -eningkatan pembangunan sarana dan prasarana secara merata, sebagai upaya untuk memacu percepatan pertumbuhan sentra-sentra ekonomi produktif di seluruh wilayah, dengan sasaran0 1. 4ersedianya sarana dan prasarana perhubungan yang memadai dan merata di seluruh wilayah guna mendukung mobilitas penduduk dan kelancaran distribusi barang dan jasa sehingga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat. 2. -eningkatnya kapasitas ekonomi di wilayah perbatasan antar kabupaten, wilayah terpencil dan tertinggal sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah tersebut. 3. -eningkatnya produktivitas dan daya saing usaha masyarakat pada sentra-sentra produksi ekonomi produktif di seluruh wilayah. 10. -isi 0 -embina dan mengembangkan budaya lokal sebagai alat pemersatu dan peningkatan jati diri sebagai -asyarakat "one yang berbudaya,dengan sasaran 0 1. -eningkatnya pemahaman dan aktualisasi nilai-nilai budaya lokal yang sesuai dengan kekinian dalam tata kehidupan masyarakat, terutama generasi muda.

107

2. 4erjalinnya masyarakat

persatuan untuk

dan

rasa

kebersamaan daerah

dalam dan

bertekad

memajukan

meningkatkan kesejahteraan seluruh masyarakat "one. 3. :ksistensi budaya lokal senantiasa mewarnai dan menjadi spirit dalam berbagai aktivitas pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan.

108

BAB CII STRATEGI, PENCAPAIAN TUJUAN DAN SASARAN


!alam rangka mencapai tujuan yang diharapkan dan sesuai dengan 3isi -isi Kabupaten "one, maka diperlukan cara atau kiat pemerintah dalam bentuk suatu perencanaan strategi. Perencanaan strategi merupakan proses yang berkelanjutan dan sistematis dari pembuatan keputusan yang berisiko, dengan memanfaatkan sebanyak-banyaknya pengetahuan antisipatif dan diorganisasikan secara sistematis dalam upaya melaksanakan keputusan dan mengukur hasil yang dicapai melalui umpan balik yang sistematis. !alam hal ini srategi yang dimaksud berupa kebijakan) kebijaksanaan, program dan kegiatan. Kebijakan pembangunan Kabupaten "one 4ahun #$$& -#$'% difokuskan pada ( bidang pembangunan sebagai berikut 0 A. Ke*i0a)a" Pem*a"gu"a" Pemeri"ta+a" Pembangunan mewujukan Pemerintahan yang diorientasikan dan pada upaya dengan

pemerintahan

baik

akuntabel

mengembangkan sinergitas antara pemerintah, masyarakat dan swasta, penciptaan jalinan kerjasama dan kemitraan antar pemerintah + pusat, propinsi,kabuapten dan kota,, perwujudan supremasi hukum dan pelayanan prima terhadap masyarakat. Kebijakan- kebijakan tersebut kemudian dijabarkan kedalam program H program pembangunan sebagai berikut 0 1. Kebijakan Pembangunan Pemerintahan dengan program 0 1. Peningkatan hak asasi manusia dan tertib hukum. 2. Peningkatan peran dan fungsi legislatif dan eksekutif dalam koridor kesejajaran dan kemitraan dalam hal kewenangan dan tanggung jawab.

109

3. Sosialisasi, evaluasi dan pengembangan peraturan-peraturan daerah yang sesuai dengan kondisi yang dibutuhkan saat ini. 4. *estrukturisasi organisasi dan penataan kembali mekanisme kerja pemerintah daerah sesuai dengan kebutuhan pelayanan terhadap masyarakat. 5. Peningkatan koordinasi antara legislatif dan eksekutif dalam hal kerjasama dengan pihak ke tiga. 6. Peningkatan pelayanan kepada masyarakat melalui peningkatan profesionalisme aparatur pemerintah. 7. Penyelenggaraan pembinaan karir aparatur berdasarkan kesetaraan gender, profesionalisme, prestasi dan pendidikan. 8. Peningkatan kesejahteraan pegawai melalui penciptaan suasana yang kondusif dan pemberian imbalan + reward , yang memadai sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan kemampuan daerah. 9. -enumbuhkembangkan budaya politik yang demokratis dan meningkatkan pendidikan politik dalam masyarakat. 10. Penciptaan pemerintahan yang baik melalui pengawasan internal, fungsional dan masyarakat terhadap setiap kebijakan pemerintah daerah. 11. Peningkatan peran pembangunan serta masyarakat dalam perencanaan kesadaran masyarakat dalm Peningkatan

menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan secara konsisten dan bertanggung jawab. 12. Peningkatan lingkungan. B. Ke*i0a)a" Pem*a"gu"a" Sum*er Da'a Ma"u#ia Pembangunan Sumber daya manusia diorientasikan pada peningkatan kualitas S!- aparatur pemerintah dan masyarakat secara pengendalian terhadap potensi dan kondisi

110

keseluruhan sebgai upaya untuk mewujudkan profesionalisme aparatur pemerintah dan mewujudan kemandirian serta daya saing masyarakat. Kebijakan Pembangunan Sumber !aya -anusia, dengan program sebagai berikut 0 1. Perluasan dan pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan baik formal maupun informal bagi seluruh masyarakat dan penyelenggaraan pendidikan dasar = tahun secara sistematis dan komprehensif. 2. Peningkatan kualitas tenaga pendidik pada seluruh tingkatan pendidikan dan peningkatan kesejahteraan. 3. Pembaharuan sistem pendidikan melalui diversifikasi pendidikan kejuruan, serta memasukkan muatan lokal pada kurikulum yang tersedia sesuai dengan kepentingan daerah dan kebutuhan pasar kerja. 4. Pemberdayaan lembaga-lembaga pendidikan sebagai tempat penyiapan tenaga-tenaga terampil yang berbudaya dan berbudi pekerti luhur. 5. Pengawasan mutu pendidikan baik yang diselenggarakan oleh pemerintah maupun swasta dalam rangka mewujudkan sistem pendidikan berkembang. 6. Peningkatan kualitas pendidikan agama yang didukung ketersediaan sarana dan prasarana pada setiap jenjang pendidikan. 7. Peningkatan peran dan kedudukan agama sebagai landasan moral, spiritual dan etika dalam kehidupan masyarakat. yang efektif dan efisien dalam menghadapi perkembangan 2lmu pengetahuan dan teknologi yang terus

111

C. Ke*i0a)a" Pem*a"gu"a" E)!"!mi Pembangunan ekonomi diorientasikan pada pengembangan ekonomi lokal yang berbasis kerakyatan, peningkatan daya saing dan kualitas produk komoditi unggulan daerah, perluasan jaringan bisnis dan pasar regional maupun global dalam rangka peningkatan kesejahteraan masyarakat. Kebijakan Pembangunan :konomi, dengan program sbb 0 1. Pengembangan sistem ekonomi yang bertumpu pada mekanisme pasar serta jaminan adanya prinsip persaingan usaha yang sehat dan perlindungan konsumen sesuai dengan peraturan yang berlaku. 2. Penciptaan peluang usaha yang seluas-luasnya melalui regulasi perisinan yang bersifat transparan. 3. Pemberdayaan pengusaha kecil, menengah dan koperasi agar efisien, produktif dan berdaya saing. 4. Pengembangan dan penelitian potensi ekonomi daerah yang mengarah pada kemandirian ekonomi lokal. 5. Pelaksanaan pendataan ulang, verifikasi dan pengembangan aset pemerintah daerah agar dapat dikelola dan dimanfaatkan secara optimal bagi kepentingan masyarakat. 6. Pembinaan dan pengembangan semangat dan jiwa kewirausahaan dalam masyarakat agar terwujud masyarakat yang mandiri dan kompetitif. 7. Penataan kinerja "adan 6saha -ilik !aerah agar menjadi "adan 6saha yang profesional, efisien dan transparan. 4. Ke*i0a)a" Pem*a"gu"a" S!#ia& Buda'a Pembangunan Sosial "udaya diorientasikan pada penciptaan tatanan masyarakat yang dinamis, tertib dan berbudaya, serta

112

membangun kekuatan dan kemandirian lokal menuju kehidupan masyarakat madani. Kebijakan Pembangunan Sosial "udaya, dengan sasaran sebagai berikut0 1. Peningkatan mutu pelayanan kesehatan dan kebersihan lingkungan secara optimal melalui penyediaan tenaga terdidik dan terampil dalam menangani kesehatan, penyediaan obat-obat yang berkualitas dan terjangkau oleh masyarakat. 2. Peningkatan mutu pelayanan lembaga - lembaga kesehatan melalui peningkatan sumberdaya manusia, penyediaan sarana dan prasarana. 3. Pembinaan dan peningkatan kerjasama dengan pihak terkait dalam hal penanganan pengawasan makanan dan minuman berbahaya bagi kesehatan, penyalahgunaan narkotika, psikotropika dan Bat aditif lainnya. 4. Pembinaan dan pengembangan kemampuan lembaga tripartit dalam hal keamanan, keselamatan kerja dan jaminan sosial pekerja sesuai dengan peraturan yang berlaku. e. Peningkatan administrasi kependudukan dan manajemen pengelolaan kependudukan. 6. Pengembangan dan pembinaan nilai-nilai seni dan budaya daerah warisan masa lalu sebagai wahana apresiasi kehidupan masyarakat, yang disesuaikan dengan moral etika dan estetika masa kini. 7. Pengembangan dan pemeliharaan seni budaya daerah sebagai daya tarik wisata melalui pembinaan yang komperehensif dan berkesinambungan terhadap lembaga dan organisasi seni budaya.

113

8. Pengembangan pariwisata melalui pendekatan sistem yang utuh dan terpadu secara lintas sektoral, bersifat partisipatoris dan berkelanjutan. 9. Pemberdayaan dan peningkatan peran perempuan dalam semua bidang kehidupan masyarakat dan penyelenggaraan pemerintahan. 10. Penciptaan kualitas generasi muda yang mandiri, berdaya saing dan memiliki keunggulan kompetitif. 11. -enumbuhkembangkan budaya olahraga sejak dini melalui pendidikan olahraga baik di sekolah maupun dalam masyarakat. 12. Pembinaan secara sistematis, komperehensif dan berkesinambungan terhadap organisasi - organisasi olahraga. E. Ke*i0a)a" Pem*a"gu"a" Pe"ataa" ;i&a'a+ Pembangunan peningkatan pemanfaatan sarana Penataan dan alam 8ilayah secara diorientasikan berkelanjutan pada untuk prasarana, peningkatan aksesibilitas

sumberdaya

menciptakan ruang dan lingkungan kehidupan yang lebih layak. Kebijakan Pembangunan Penataan 8ilayah dengan program sebagai berikut 0 1. Peningkatan peran dan fungsi Kabupaten "one sebagai pusat jasa dan perdagangan melalui penataan tata ruang wilayah untuk meningkatkan peran sentra-sentra ekonomi. 2. Peningkatan infrastruktur secara merata dengan penekanan pada peningkatan sarana dan prasarana perhubungan yang efektif dan efisien. 3. Pengembangan kebijakan pemanfaatan lahan yang legal formal berdasarkan pada kepentingan penataan ruang, pelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.

114

4. Peningkatan serta pemeliharaan sarana dan prasarana umum yang ada. 5. Peningkataan pemanfaatan sumberdaya alam dan lingkungan hidup yang sesuai dengan teknologi yang ramah lingkungan. 6. Pengawasan terhadap pemanfaatan potensi dan kerusakan kondisi lingkungan . (. Kebijakan Keuangan !aerah a. Peningkatan prakarsa pembiayaan pembangunan. 2. Penciptaan iklim usaha yang kondusif untuk meningkatkan pembiayaan pembangunan oleh swasta.
Peningkataan P ! melalui optimalisasi sumber pendapatan daerah secara rasional dan memperhatikan kemampuan masyarakat, serta tidak menimbulkan dampak ekonomi biaya tinggi dan kerusakan lingkungan.

dengan program sebagai berikut 0 dan partisipasi masyarakat dalam

115

BAB CIII ARAH DAN KEBIJAKAN PEMBANGUNAN


rah pembangunan Kabupaten "one, memuat kebijakan rencana pembangunan untuk menjadi pedoman pelaksanaan pembangunan di berbagai aspek dalam mendukung terwujudnya visi Kabupaten "one. Selanjutnya arah kebijakan pembangunan daerah dijabarkan sebagai berikut 0 A. PENINGKATAN KUALITAS HIDUP rah peningkatan kualitas hidup, dijabarkan ke dalam 0 1. Peningkatan ualitas Pendidikan. -elakukan reorientasi ntara

kebijaksanaan pendidikan dan pelatihan agar tanggap terhadap dinamika pembangunan dan permintaan pasar tenaga kerja. lain menyempurnakan metode serta kurikulum pada seluruh jalur, jenis, dan jenjang pendidikan yang memuat topik inti, muatan lokal, dan minat pribadi peserta didik, serta pemberian bobot pendidikan sikap hidup yang mampu mengubah nilai dan sikap budaya ke arah kesadaran menjaga harkat dan martabat diri. !emokratisasi pendidikan bagi seluruh warga masyarakat untuk mendapatkan haknya dalam pendidikan, dengan pemberian kemudahan memasuki sekolah dan hak mengembangkan bakan dan kreativitas. Serta perhatian yang lebih besar terhadap peningkatan mutu, nasib, dan kesejahteraan guru serta tenaga pendidikan lainnya, terutama di daerah terpencil dan terisolir. -eningkatkan kemampuan konseptual, teknis, dan manajerial5 meningkatkan daya tampung peserta didik dengan mendayagunakan secara optimal sarana dan prasarana pendidikan sehingga peserta didik dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi5

116

memperluas kesempatan belajar bagi anak usia <-'/ tahun di S! dan S-P5 mengurangi secara bertahap jumlah anak yang putus sekolah dan menuntaskan masalah pendidikan bagi anak usia '$-'7 tahun yang terpaksa bekerja5 serta meningkatkan kepedulian masyarakat akan hak anak. 2. Peningkatan esehatan ,asmani dan -ental . -eningkatkan

cakupan dan mutu pelayanan kesehatan masyarakat terutama penduduk miskin5 mengembangkan cara pelayanan kesehatan yang efektip dan efisien sehingga sesuai dengan keadaan setempat5 mengembangkan cara penyelenggaraan pendidikan dan penyuluhan kesehatan yang sesuai dengan perkembangan teknologi dan informasi yang edukatif5 menanamkan kebiasaan pola hidup bersih dan sehat, pola makan dengan giBi seimbang di lingkungan keluarga5 serta meningkatkan upaya terpadu untuk makin menjamin kecukupan pangan dan perbaikan giBi masyarakat antara lain dengan mengarahkan pembangunan pertanian dan diversifikasi makanan. Kegiatan olahraga ditingkatkan dan dimasyarakatkan sejak dini, melalui pendidikan di sekolah dan di luar sekolah guna meningkatkan kesegaran jasmani. Sejalan dengan itu, ditingkatkan pula fasilitas olahraga yang terjangkau oleh kemampuan ekonomi masyarakat. 3. Peningkatan Pendapatan. "agi penduduk miskin, penanganannya dilakukan melalui pemberian keterampilan praktis5 menumbuhkan sikap produktif dan mandiri melalui pendidikan dan latihan5 memberikan kesempatan kerja dan berusaha5 serta meningkatkan pelayanan sosial dengan mutu yang memadai. 2. PEMBANGUNAN SOSIAL DAN AGAMA

1. Penanganan ependudukan. -enekan laju pertumbuhan penduduk dengan meningkatkan pelaksanaan gerakan keluarga berencana

117

untuk mewujudkan keluarga sejahtera bagi masyarakat5 memupuk kesadaran keluarga berencana sejak dini5 meningkatkan keseimbangan persebaran penduduk melalui penyediaan industri pertanian perdesaan5 meningkatkan keterampilan dan pemberian kesempatan kerja5 serta memasyarakatkan norma keluarga kecil, bahagia, dan sejahtera. 2. Pembangunan etenagaker*aan. Kebijakan pembangunan

ketenagakerjaan terdiri dari upaya-upaya yang terpadu dan saling menunjang antar berbagai aspek pembangunan untuk membina iklim perluasan lapangan kerja5 meningkatkan efisiensi dan produktivitas5 meningkatkan kualitas tenaga kerja5 mendayagunakan tenaga kerja produktif, dan mengembangkan kesejahteraan tenaga kerja. 3. Peningkatan Peranan Perempuan dan Perlindungan 'nak . !iupayakan melalui peningkatan kemampuannya, baik pengetahuan maupun keterampilan melalui pendidikan dan latihan5 meningkatkan aksesibilitas dan kontrol yang memungkinkan perempuan sebagai mitra sejajar dengan laki-laki untuk bersama-sama berperan serta dalam pembangunan sesuai dengan kodrat dan martabatnya tanpa melupakan peran bersama dalam mewujudkan keluarga sejahtera yang beriman, sehat, dan bahagia. 4. Peningkatan kualitas 'paratur. -eningkatkan kualitas aparatur pemerintah secara kontinu dengan melaksanakan pendidikan dan pelatihan, memantapkan peran struktural dan fungsionalnya secara berimbang, melaksanakan penempatan aparat pemerintah secara tepat melalui analisis jabatan untuk mengoptimalkan perannya sebagai pelayan masyarakat. 5. Peningkatan perhatian kepada penduduk "sia .an*ut dan Penyandang /acat& -eningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesejahteraan penduduk usia lanjut dan penyandang cacat melalui pelatihan5 memberikan penyuluhan kepada masyarakat umum

118

terutama kepada anak-anak untuk memiliki jiwa sosial yang tinggi seperti sikap menghargai penderita cacat dan memperlakukannya seperti warga masyarakat lainnya yang tidak cacat5 dan menggerakkan peranserta masyarakat dalam upaya sosial. !i samping itu, perhatian khusus diberikan dengan menyediakan sarana khusus di tempat umum5 memberikan kemudahan dan keringanan pelayanan sosial lainnya5 serta memberikan kesempatan untuk berperanserta dalam kegiatan pembangunan bagi yang mampu bekerja sesuai dengan kondisi dan kemampuannya. 6. Peningkatan pemahaman nilai 'gama dan !udaya . -enanamkan sejak dini nilai-nilai agama, moral, dan nilai budaya daerah, baik melalui jalur pendidikan formal maupun non formal guna mewujudkan masyarakat dengan kualitas yang utuh. 1al tersebut dilakukan melalui pendekatan komprehensif, yaitu memasukkan unsur keimanan dan ketaQwaan pada metode pengajaran, membekali guru dan tenaga kependidikan lainnya dengan nilai-nilai agama dan nilainilai luhur budaya sehingga mempunyai rasa, jiwa, prilaku, budi pekerti yang baik, beriman dan bertaQwa kepada 4uhan 9ang -aha :sa, serta mendorong penyediaan sarana ibadah antara lain di lingkungan keluarga, lembaga pendidikan, tempat bekerja, dan tempat umum. !i samping itu, ditingkatkan pula peran orang tua, pendidikan dalam keluarga dan masyarakat, pendidikan pesantren dan pendidikan keagamaan lainnya. 3. PEMERATAAN KEMISKINAN PEMBANGUNAN DAN PENANGGULANGAN

1. Pemerataan pembangunan dan penanggulangan kemiskinan dalam bidang ekonomi meliputi upaya meningkatkan kegiatan ekonomi rakyat, terutama melalui pengembangan koperasi dan pembinaan pengusaha kecil, memperluas lapangan kerja, memperluas lapangan

119

usaha, serta meningkatkan pendapatan dan taraf kesejahteraan masyarakat pada umumnya serta dukungan dari masyarakat. Kebijaksanaan ekonomi dalam bidang perdagangan, keuangan dan investasi, ketenagakerjaan, industri, pertanian, pengembangan usaha, dan jasa-jasa, diarahkan untuk mewujudkan peningkatan pemerataan dan penanggulangan kemiskinan. 2. Pengembangan sarana dan prasarana baik fisik seperti jalan, jaringan transportasi, listrik, pengairan, air bersih, kesehatan, dan pendidikan, maupun non-fisik seperti kelembagaan ekonomi dan sosial masyarakat ditingkatkan secara lebih merata. Pengembangan sarana dan prasarana tersebut diutamakan yang langsung menyentuh kepentingan golongan masyarakat berpendapatan rendah seperti jalan desa, transportasi perintis, pengairan desa, dan pelabuhan rakyat, yang diupayakan untuk dapat dimanfaatkan secara optimal, berkelanjutan dan merata oleh semua golongan masyarakat. 4. PENINGKATAN KETAHANAN PANGAN DAN GIEI 1. Ketahanan pangan dan giBi dimantapkan dalam arti luas, yaitu tidak hanya terbatas pada peningkatan produksi dan kualitas beras, tetapi juga mencakup pemenuhan kebutuhan bahan pangan lainnya, termasuk hasil hortikultura dan bahan makanan lain yang merupakan sumber karbohidrat, protein, lemak dan Bat giBi mikro. 6ntuk itu, produksi pangan terus ditingkatkan melalui upaya pemanfaatan sumber daya pertanian dengan pola pengusahaan yang berorientasi agrobisnis, keterpaduan, dan dikembangkan sesuai dengan sumber daya setempat, termasuk pemanfaatan lahan pekarangan. #. Sejalan dengan itu diupayakan adanya peningkatan investasi swasta, Perusda, dan koperasi di bidang pertanian pangan. Peningkatan investasi tersebut diarahkan untuk perluasan areal pertanian pangan, yang disesuaikan dengan kondisi tanah, pola tata

120

ruang, dan upaya pelestarian lingkungan hidup. Pengembangan usaha pertanian pangan tersebut dilaksanakan dengan memperhatikan dan mendapat dukungan sepenuhnya dari peran serta aktif petani sehingga menciptakan kemitraan dan kebersamaan antara perusahaan dan petani. Peningkatan produksi pangan memerlukan perluasan areal pertanian pangan, yang didukung oleh pengembangan prasarana irigasi, perhubungan dan kelembagaan petani, serta peningkatan penyediaan teknologi dan dana investasi. 3. Perhatian lebih besar diberikan pada penyuluhan giBi masyarakat yang merupakan kegiatan pokok dalam upaya meningkatkan keadaan giBi penduduk. Pada penyuluhan giBi masyarakat perhatian utama diberikan pada upaya pencegahan dan penanggulangan masalah giBi-salah yang meliputi masalah giBi-kurang dan giBi-lebih antara lain melalui penganekaragaman pola konsumsi pangan. Khusus untuk tujuan penganekaragaman pola konsumsi pangan, kegiatan penyuluhan giBi antara lain ditekankan pada upaya melestarikan dan mengembangkan keanekaragaman makanan trasidional. Selain itu perlu diperhatikan pula upaya guna menajamin agar penyediaan dan konsumsi pangan penduduk aman dari berbagai pencemaran bahan berbahaya yang merugikan kesehatan. Selanjutnya perkembangan komunikasi, informasi, dan edukasi, dimanfaatkan secara optimal guna meningkatkan jangkauan dan efektifitas kegiatan penyuluhan giBi. Pesan giBi disesuaikan dengan nilai-nilai agama, kepercayaan, dan keyakinan serta kebiasaan setempat. Aleh karena itu, pemanfaatan media massa dimanfaatkan sebesar-besarnya, baik media cetak, elektronik maupun media massa tradisional berupa kesenian-kesenian daerah. 4. 6paya penanggulangan masalah giBi-kurang ditingkatkan, yaitu +a, gangguan akibat kurang iodium5 +b, anemia giBi besi dan kurang vitamin 5 dan +c, kurang energi dan protein. Aleh karena masalah

121

giBi tersebut umumnya erat kaitannya dengan masalah kemiskinan. Penanggulangannya sejauh mungkin dipadukan dengan upaya penanggulangan kemiskinan di daerah perdesaan. 5. Produktivitas dan efisiensi pengelolaan upaya perbaikan giBi ditingkatkan, antara lain melalui peningkatan jumlah dan mutu tenaga giBi yang professional untuk berbagai jenjang dan tingkatan5 peningkatan kegiatan penelitian unggulan di bidang pangan dan giBi5 pengembangan penerapan teknologi pangan pascapanen untuk memenuhi kebutuhan konsumsi pangan yang beraneka ragam dan bergiBi5 pengefektifan koordinasi berbagai kegiatan upaya perbaikan giBi dalam sektor-sektor pertanian, industri, perdagangan, kesehatan, kependudukan dan keluarga sejahtera, pendidikan, agama dan lainnya. Selain itu, dalam pengelolaan upaya perbaikan giBi ditingkatkan kemitraan antara pemerintah dan swasta. 5. PENGEMBANGAN USAHA DAERAH 1. Pengembangan usaha daerah dilakukan dalam rangka menata struktur dunia usaha yang lebih berimbang, merata, berkeadilan, kukuh, dan mandiri. 6ntuk itu, diupayakan dengan membina dan melindungi usaha kecil, informal, dan tradisional serta golongan ekonomi lemah terhadap persaingan yang tidak seimbang melalui kepastian hukum yang menjamin ruang geraknya secara proporsiona dalam mengembangkannya menjadi pengusaha kecil yang tangguh. 2. !alam rangka mewujudkan pengusaha menengah dan kecil, agar menjadi tangguh dilaksanakan upaya peningkatan prakarsa, etos kerja dan peransertanya di segala bidang kehidupan ekonomi masyarakat. 6ntuk itu, diupayakan peningkatan kemampuan kewirausahaan dan manajemen, serta kemampuan penguasaan dan pemanfaatan teknologi bagi para pengusaha menengah dan kecil. Selain itu, guna meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan peran serta

122

pengusaha menengah dan kecil dalam pembangunan diupayakan perluasan akses terhadap faktor produksi termasuk pemanfaatan sumber daya alam secara optimal, teknologi, dan pasar5 penyempurnaan kebijaksanaan yang mendukung5 dan penyediaan sarana dan prasarana yang memadai. 3. Khusus untuk mengembangkan peran pengusaha kecil khususnya pengusaha tradisional, dilakukan upaya dengan menata dan mengembangkan kelembagaan usaha5 meningkatkan kemampuan pemupukan dan pemanfaatan modal5 mengembangkan sarana dan prasarana pemasaran5 meningkatkan akses terhadap sumber permodalan5 memberikan kemudahan dan perlindungan usaha5 serta meningkatkan kerja sama, keterkaitan, kemitraan usaha dengan koperasi, pengusaha menengah, dan perusda. 6. PENGEMBANGAN PERDAGANGAN 1. Penyempurnaan penyempurnaan periBinan dan prasarana perdagangan yang yang meliputi 0

penyempurnaan sistem administrasi bidang perdagangan, termasuk peraturan-peraturan penyederhanaan diperlukan, sistem serta peningkatan dayaguna

pelaksanaannya5 pembangunan pasar, tempat-tempat pelelangan, dan pusat-pusat perdagangan lainnya. 2. Peningkatan pemasaran dan meliputi penyempurnaan 0 pembinaan organisasi organisasi dan lembaga dan

pemasaran

perdagangan serta pada pedagang pada khususnya5 peningkatan peranan dan pengembangan lembaga-lembaga pemasaran termasuk bursa komoditi5 pembinaan pengembangan lembaga konsumen5 pembinaan kerjasama antara perusahaan daerah5 swasta5 dan koperasi5 serta mengembangkan mutu barang-barang yang dipasarkan terutama bagi pengusaha kecil.

123

3. -eningkatkan daya saing dan diversifikasi komoditas ekspor dengan cara 0 meningkatkan produktivitas di sektor produksi5 dan menyederhanakan penyaluran barang. 4. -emperluas pasar barang-barang produksi5 menyelenggarakan dan mengikuti kegiatan pameran dagang secara kontinyu5 membina serta mengembangkan sistem informasi pasar secara terpadu5 dan meningkatkan kontak-kontak dagang. 5. -eningkatkan kegiatan pengumpulan dan penyebaran informasi untuk pengembangan ekspor. 7. PEMBANGUNAN KOPERASI 1. -eningkatkan akses dan pangsa pasar, antara lain dengan meningkatkan keterkaitan usaha, kesempatan usaha dan kepastian usaha, memperluas akses terhadap informasi usaha, mengadakan pencadangan usaha, membantu penyediaan sarana dan prasarana usaha yang memadai, serta menyederhanakan periBinan. Serta mengembangkan sistem pelayanan informasi pasar, harga, produksi dan distribusi yang memadai. 2. -emperluas akses terhadap sumber permodalan, memperkukuh struktrur permodalan dan meningkatkan kemampuan pemanfaatan modal koperasi, antara lain dengan meningkatkan jumlah pagu dan jenis pinjaman untuk koperasi5 mendorong pemupukan dana internal koperasi5 menciptakan berbagai kemudahan untuk memperoleh pembiayaan dan jaminan pembiayaan5 mengembangkan sistem perkreditan yang mendukung dan sesuai dengan kepentingan koperasi pada khususnya dan perekonomian rakyat pada umumnya5 mengembangkan sistem pembiayaan termasuk lembaga pengelola yang sesuai keuangan lainnya yang sudah ada. prosedur pengumpulan, pengadaan5

124

3. -eningkatkan kemampuan organisasi dan manajemen, antara lain dengan meningkatkan kemampuan kewirausahaan dan profesionalisme anggota, pengurus, pengawas, dan karyawan koperasi5 mendorong koperasi agar benar-benar menerapkan prinsip koperasi dan kaidah usaha ekonomi5 mendorong proses pengembangan karir karyawan koperasi5 mendorong terwujudnya tertib organisasi dan tata hubungan kerja yang efektif5 mendorong berfungsinya perangkat organisasi koperasi5 meningkatkan partisipasi anggota5 mendorong terwujudnya keterkaitan antarkoperasi, baik secara vertical maupun horiBontal dalam bidang informasi, usaha dan manajemen5 meningkatkan kemampuan lembaga gerakan koperasi agar mampu berfungsi dan berperan dalam memperjuangkan kepentingan dan membawa asipirasi koperasi5 dan meningkatkan pemahaman terhadap nilai-nilai dan semangat koperasi melalui peningkatan pendidikan, pelatihan, dan penyuluhan perkoperasian, baik bagi anggota koperasi, pengelola koperasi maupun masyarakat. 8. ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI 1. Pengembangan nilai-nilai iptek yang mampu mendorong peningkatan kemampuan dalam memanfaatkan, mengembangkan, dan menguasai iptek, serta membentuk budaya iptek di masyarakat dalam rangka memecahkan masalah pembangunan seperti teknik produksi, teknologi, ilmu pengetahuan terapan, dan ilmu pengetahuan dasar. !ilakukan sedini mungkin, baik melalui lingkungan keluarga, lingkungan sekolah maupun lingkungan masyarakat melalui kegiatan organisasi, media massa dan forum komunikasi lainnya dengan menyesuaikan keragaman dan kondisi lingkungan sosial budaya dalam masyarakat. 2. -elalui pemanfaatan, pengembangan, dan penguasaan iptek, diharapkan dapat menumbuhkan kemandirian dan keunggulan

125

produksi daerah dalam melaksanakan transformasi kemampuan pada berbagai industri yang dalam jangka panjang akan menghadapi persaingan global dan daya saing sektor produksi secara luas. 9. PENGELOLAAN KELAUTAN DAN PESISIR 1. !alam rangka meningkatkan harkat dan taraf hidup masyarakat pantai dan nelayan sebagai bagian dari upaya mengentaskan kemiskinan ditetapkan kebijaksanaan untuk mendorong usaha peningkatan hasil tangkapan melalui peningkatan produksi usaha nelayan skala kecil dan tambak serta membina industri kecil pengolahan hasil laut5 menyempurnakan pola hubungan kerja antara K6! dan nelayan dengan pengusaha dalam rangka meningkatkan keandalan sistem distribusi. !i samping itu, kebijaksanaan dalam pembangunan kelautan dan pesisir adalah mengembangkan sentra produksi perikanan dalam upaya meningkatkan produktivitas dan peran serta masyarakat desa pantai5 dan meningkatkan kesejahteraan dan kemampuan masyarakat desa pantai melalui pemantapan organisasi dan pemerintahan desa pantai, pengembangan prasarana sosial untuk menggerakkan kehidupan ekonomi, dan pencarian alternatif kesempatan kerja. 2. !alam rangka mempertahankan daya dukung dan kelestraian fungsi lingkungan laut, ditetapkan kebijaksanaan untuk menanamkan budaya kelautan dan jiwa bahari sedini mungkin, baik melalui lingkungan keluarga, lingkungan sekolah maupun lingkungan masyarakat melalui kegiatan organisasi, media massa dan forum komunikasi lainnya, dan melalui penyebarluasan produk kelautan, peningkatan produk dan pelayanan wisata bahari, penyebarluasan informasi fungsi ekosistem laut dan keragaman hayati5 melindungi dan meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan hidup melalui pemahaman fungsi ekosistem pantai dan keragaman hayati seperti terumbu karang, hutan bakau

126

dan nipah sehingga fungsinya sebagai penghalang gelombang, habitat dan pembiakan ikan sekaligus sebagai potensi wisata, dapat terjamin5 serta menyusun dan menetapkan tata ruang laut yang berwawasan lingkungan untuk dijadikan pedoman bagi perencanaan pembangunan agar penataan lingkungan hidup dan pemanfaatan sumber daya laut dapat dilakukan secara aman, tertib, efisien, dan efektif. J. PEMBANGUNAN PERKOTAAN DAN PERDESAAN Pembangunan Perkotaan '. Kebijaksanan pembangunan perkotaan dalam upaya peningkatan kemampuan dan produktivitas kota adalah mengembangkan kemampuan pemerintah daerah, untuk melaksanakan investasi pembangunan secara mandiri5 meningkatkan peran masyarakat dan dunia usaha dalam pembangunan prasarana dan sarana perkotaan5 merangsang perkembangan investasi di sektor ekonomi5 serta memanfaatkan ruang dan potensi kota secara efisien melalui kegiatan penataan kota dan penataan bangunan. 2. Pembangunan perkotaan dilakukan secara terencana dan terpadu dengan memperhatikan asas keterbukaan dalam pengambilan keputusan sesuai dengan hak dan tanggung jawab pemerintah, swasta dan masyarakat. 3. Pembangunan terpelihara dengan perkotaan mampu aspek diselenggarakan mendukung hukum dan untuk mewujudkan yang fisik

lingkungan fisik dan sosial ekonomi perkotaan yang berkualitas dan serta pembangunan penataan asepek berkelanjutan. >ingkungan fisik perkotaan dikembangkan dan diatur penataan penggunaan tanah guna menjamin tersedianya tanah yang diperlukan

127

bagi pembangunan, memberikan kepastian hukum, dan menunjang terwujudnya kelestarian lingkungan hidup. Pembangunan Perdesaan 1. -eningkatkan kemampuan produksi dan masyarakat nilai melalui

pengembangan dan penerapan teknologi tepat guna untuk dapat meningkatkan kapasitas, kualitas, tambah produksi5 meningkatkan faislitas permodalan dan akses masyarakat terhadap modal, dengan mengembangkan koperasi serta lembaga ekonomi dan keuangan lainnya5 serta memperluas sarana produksi pertanian, pengolahan hasil pertanian dan sarana pemasarannnya. 2. -eningkatkan sarana dan prasarana perhubungan di perdesaan dan memperluas jaringan pelayanannya, memperluas pelayanan listrik5 mengembangkan sentra produksi dan pemasaran industri pertanian, dan industri rakyat lainnya5 meningkatkan dan memeratakan ketersediaan fasilitas sosial bagi kesehatan, pendidikan, air bersih dan sarana penyehatan lingkungan5 serta mengembangkan jaringan irigasi perdesaan. 3. -eningkatkan pengelolaan kemampuan dan aparat pemerintah desa dalam

administrasi

pembangunan5

meningkatkan

kemampuan pemerintah desa dalam menggali sumber-sumber keuangan desa5 menyediakan prasarana dan sarana pemerintahan desa5 mengembangkan sistem informasi yang mendukung kegiatan perencanaan pembangunan desa5 serta mengembangkan dan memantapkan kemampuan dan fungsi lembaga kemasyarakatan desa dalam menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat perdesaan. 11. SUMBERDA9A ALAM DAN LINGKUNGAN HIDUP 1. 2nventarisasi sumber daya alam dan lingkungan hidup merupakan kegiatan utama yang akan dilakukan. Kebijakan ini erat kaitannya

128

dengan penetapan kawasan lindung dan pemanfaatan kawasan budi daya serta penempatan lokasi pembangunan yang tepat dalam pola tata ruang daerah. 2. Pengembangan sumberdaya air akan dilaksanakan dengan

memusatkan perhatian pada sungai yang mempunyai fungsi strategis dan atau yang telah mengalami degradasi fungsi. Selain itu, akan ditingkatkan pula pencegahan intrusi air laut ke dalam air bawah tanah, terutama pada kawasan padat pembangunan. 1al itu dilakukan melalui penataan ruang, pengembangan teknologi, penetapan baku mutu lingkungan dan baku mutu limbah. 3. *ehabilitasi lahan kritis dengan pendekatan pengelolaan ! S akan ditingkatkan dan dilakukan secara lebih terpadu demikian pula halnya dengan penanganan lahan pasca tambang. 4. Pengamanan sumber daya laut dan pesisir yang berupa terumbu karang, rumput laut dan daya hutan alam bakau dari perusakan dan dan pemanfaatan yang berlebihan akan ditingkatkan untuk mencegah kerusakan sumber tersebut memelihara kelestariannya. 12. PENATAAN RUANG 1. !alam mewujudkan pola tata ruang yang terpadu, serasi, selaras, dan seimbang dilakukan penyusunan tata guna lahan, air, dan sumber daya alam lainnya dalam satu pola tata ruang yang menggambarkan keseimbangan. keterpaduan, !alam proses keserasian, keselarasan, dan penyusunannya dipertahankan

penggunaan tanah produktif untuk pertanian, kawasan hutan dimanfaatkan sesuai dengan fungsinya, dan kawasan lindung dipertahankan fungsi lindungnya. 2. Kegiatan penataan ruang ditingkatkan agar makin efektif, dilengkapi dengan kelembagaan yang kuat, serta ditunjang dengan aparat yang

129

mampu dan terlatih. !alam pengembangan dan pemanfaatan kemampuan kelembagaan diperjelas batas wewenang dan kewajiban masing-masing untuk menghindari tumpang tindih wewenang dan kewajiban antarlembaga dalam penataan ruang. 3. Peran serta masyarakat sangat penting dalam penataan ruang. !alam rangka mengikutsertakan masyarakat dan dunia usaha dalam penataan ruang dikembangkan mekanisme yang melibatkan masyarakat pada tahap tertentu dalam proses perencanaan tata ruang, pemanfaatan ruang dan pengendalian pemanfaatan ruang. Peran serta masyarakat dikembangkan untuk menegakkan dan memasyarakatkan ketentuan yang telah diatur di dalam rencana tata ruang sehingga dapat berjalan dengan baik karena mendapat dukungan masyarakat yang seluas-luasnya. 4. 6ntuk mendukung pengelolaan tata ruang dalam mengatur

keterpaduan serta keserasian, keselarasan, dan keseimbangan penggunaan sumber daya yang ada, baik di daratan maupun di lautan, perangkat peraturan perundang-undangan dikembangkan dan disempurnakan sehingga memberi arah yang jelas dan memberi kepastian. 6paya ini meliputi pula penyerasian berbagai peraturan perundang-undangan yang ada serta penegakan hukum untuk menjamin bahwa pembangunan berjalan dalam kerangka tata ruang yang telah disepakati dan ditetapkan. 13. POLITIK, IN:ORMASI, KOMUNIKASI DAN MEDIA MASSA Politik 1. -engembangkan iklim dan budaya politik yang demokratis dengan mengaktualisasikan prinsip persamaan, kesetaraan, kebebasan dan keterbukaan yang berbasis pada konstitusi dalam kehidupan bermasyarakat.

130

2. -eningkatkan pendidikan politik dan partisifasi politik masyarakat dengan mengembangkan komunikasi politik yang lebih sehat menuju terwujudnya budaya politik yang kondusif terhadap kehidupan masyarakat dan pembangunan. 3. -eningkatkan melaksanakan kemandirian fungsinya partai-partai politik agar dapat dan dalam meningkatkan kesadaran

partisipasi politik masyarakat. 4. -eningkatkan dan memantapkan pemahaman warga negara *2 mengenai wawasan kebangsaan, jati diri bangsa, pembaharuan bangsa dengan mengaktualisasikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dilandasi ketahanan bangsa yang kuat, bermuara dan fokus kepada kokohnya persatuan dan kesatuan bangsa serta utuhnya Negara Kesatuan *epublik 2ndonesia +NK*2,. 0nformasi% omunikasi% dan -edia -assa

1. -engembangkan sarana dan prasarana komunikasi sesuai dengan perkembangan dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi +iptek, agar mampu menunjang kemandirian lokal dan interkoneksitas antar tatanan dalam wilayah. 2. -eningkatkan peranan media massa dan pers dalam upaya mencerdaskan tanggung jawab. 3. -engembangkan sistem informasi yang memungkinkan pemerintah dan seluruh lapisan masyarakat dapat mengakses informasi secara cepat dan akurat. masyarakat serta mengembangkan kehidupan demokrasi di dalam masyarakat yang dilandasi oleh etika, moral dan

131

14. HUKUM 1. -engembangkan nilai-nilai tradisional yang relevan dengan sistemm hukum nasional yang terpadu dan responsif serta sesuai dengan kesadaran hukum masyarakat serta menjunjung tinggi hak asasi manusia. 2. -eningkatkan kesadaran hukum masyarakat dan aparat

penyelenggara pemerintah, melaksanakan penegakan hukum secara konsisten tidak diskriminatif, menjunjung tinggi supremasi hukum menuju kepada terwujudnya budaya hukum yang kondusif bagi peningkatan kualitas tatanan kehidupan masyarakat. 3. -eningkatkan kewibawaan aparatur hukum yang memilki kemampuan profesional dan integritas yang tinggi yang dilandasi dengan kualitas moral dan ekita sebagai pengayom masyarakat serta menciptakan kondisi yang dapat menjamin terwujudnya kemandirian aparatur penegak hukum dalam menegakkan hukum yang berintikan keadilan, kejujuran, kebenaran dan menjamin terciptanya kepastian hukum. 4. -endorong kemandirian lembaga peradilan dalam penyelenggaraan proses peradilan yang bebas, terbuka, murah dan cepat serta tidak memihak dengan tetap menjunjung tinggi asas keadilan, kejujuran dan kebenaran. 5. -engembangkan berbagai produk hukum dan peraturan perundangundangan, guna mendukung kemandirian lokal. 6. -engupayakan perlindungan hak atas kekayaan intelektual dan produk-produk daerah dari klaim pihak ketiga. 15. PEMBANGUNAN PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 4ujuan pokok pembangunan permukiman adalah meningkatkan ketersediaan rumah dan permukiman yang terjangkau oleh masyarakat

132

khususnya masyarakat berpendapatan rendah dan meningkatkan sistem permukiman yang teratur, layak huni, berbudaya, ramah lingkungan dan efisien, melalui 0 1. Pengembangan sistem penyediaan, pembangunan dan perbaikan huni layak, murah dan terjangkau oleh masyarakat, khususnya masyarakat berpendapatan rendah5 2. -engembangkan sistem subsidi hunian bagi masyarakat miskin5 3. -eningkatkan kemampuan pengelolaan pelayanan prasarana dan sarana permukiman di kawasan perkotaan dan perdesaan5 4. Pengendalian pemanfaatan sumberdaya alam dan lingkungan perdesaan yang berlebihan5 5. -eningkatkan kerjasama investasi dan pengelolaan pelayanan sarana dan prasarana pemukiman antar pemerintah swasta dan masyarakat. 16. KEAMANAN, KETERTIBAN, DAN KETENTRAMAN MAS9ARAKAT. Pembangunan bidang keamanan, ketertiban, dan ketentraman masyarakat diarahkan pada terciptanya situasi dan kondisi yang kondusif bagi terselenggaranya pembangunan daerah, melalui 0 1. -enciptakan keamanan, ketertiban dan ketentraman umum

dilingkungan kehidupan sosial masyarakat sehingga akan dapat tercipta rasa aman dan tentram baik secara batiniah maupun lahiriah5 2. -engembangkan sistem keamanan dan ketertiban masyarakat yang mampu menjamin berfungsinya sistem keamanan swakarsa serta sistem penegakan hukum sesuai dengan nilai-nilai lokal serta tetap menjamin hak asasi manusia5 3. -engembangkan sistem pengamanan wilayah dengan melibatkan semua komponen kekuatan Pemerintah !aerah, Polri dan 4N2 +atas permintaan, serta masyarakat lainnya dalam rangka upaya

133

penanggulangan terjadinya bencana alam dan kerusuhan massa dengan tetap berpedoman pada perlindungan hak asasi manusia.

134

BAB IG PROGRAM PEMBANGUNAN DAERAH


Kebijakan pembangunan yang diusulkan memiliki beberapa bagian, seperti berdasarkan pembagian SKP! +Satuan Kerja Perangkat !aerah,, >intas SKP! untuk kebijakan)program yang memiliki keterkaitan dan lintas SKP!. Pendekatan yang dilakukan dalam penyusunan kebijakan pembangunan adalah pendekatan sektoral dan spatial. Pendekatan sektoral akan diterapkan oleh SKP! sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya. Sedangkan pendekatan spatial diterapkan untuk kebijakan)program lintas SKP!. . Pr!gram SKPD Program SKP! adalah sekumpulan rencana kerja suatu SKP! yang menjadi tanggung jawab langsung SKP!, seperti pertanian, industri dan perdagangan. !engan program-program yang ada merupakan program yang tidak memiliki keterkaitan dengan program lain secara jelas dan tegas. 2mplementasi program SKP! ini lebih mudah, khususnya didalam pengorganisasiannya. 1al ini mengingat program SKP! ini hanya bertumpu kepada satu unit kerja tertentu. %. Pr!gram Li"ta# SKPD Program ini adalah sekumpulan rencana kerja beberapa SKP!, program ini sangat dimungkinkan kerjasama dan pembagian kerja + #ob description, yang jelas dan tegas. -engingat program-program lintas SKP! ini memerlukan manajemen pengelolaan yang baik, maka diperlukan aturan main yang jelas tentang siapa yang mengelola, pembiayaan serta pentahapan program. 1al ini perlu terus dilakukan untuk menghindari adanya pembiayaan ganda, tumpang tindih serta kontra produktif dengan program yang dilakukan.

135

(. Pr!gram Ke/i&a'a+a" da" Li"ta# ;i&a'a+ !alam program kewilayahan ini dilakukan pada program-progam yang bukan hanya berbasis satuan kerja yang ada, tetapi bisa lintas satuan kerja dan wilayah. Penanganan air bersih, sampah, transportasi, penanggulangan banjir merupakan isu yang harus ditangani secara wilayah. ;ika hal itu hanya ditangani dengan pendekatan sektoral maka, problematika yang ada tidak bisa diselesaikan secara efektif dan efisien. Program kewilayahan menggambarkan bagaimana daerah harus terus melakukan kerjasama dengan daerah lain + inter-regional net$ork,. !engan memiliki jaringan dengan daerah lain yang baik, maka diharapkan pelayanan publik +sampah, air bersih, jalan, energi, dsb, semakin baik. !ibawah ini diuraikan program berupa kebijakan yang ada pada dokumen *P;-! ini. "eberapa kebijakan merupakan kewenangan suatu SKP!, sedangkan yang lain merupakan kebijakan lintas SKP!. 6ntuk aspek perwilayahan, program-program lintas sektoral +lintas SKP!, akan lebih bermanfaat dari pada program-program SKP!. 6ntuk itu, kerjasama antar daerah merupakan faktor kunci keberhasilan program ini. 1. Pe"i"g)ata" Kua&ita# Hidu7 1. Peningkatan ualitas Pendidikan 1. Program Pendidikan nak 6sia !ini +P 6!, 2. Program 8ajib "elajar Pendidikan !asar = 4ahun 3. Program Pendidikan -enengah 4. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Pendidikan. 5. Program Pendidikan >uar Sekolah +P>S,. 6. Program Peningkatan -utu Pendidikan dan 4enaga Pendidik. 7. Program -anajemen Pelayanan Pendidikan. 8. Program Pengembangan Perpustakaan. "udaya "aca dan Pembinaan

9. Program Pendidikan Non Dormal

136

2. Peningkatan esehatan -asyarakat 1. Program 6paya Kesehatan -asyarakat. 2. Program Abat dan Perbekalan Kesehatan. 3. Program Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit -enular. 4. Program >ingkungan Sehat dan Promosi Kesehatan. 5. Program Pelayanan Kesehatan Penduduk -iskin 6. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Kesehatan. 7. Program Pengawasan Abat dan -akanan. 8. Program Peningkatan Pelayanan Kesehatan >ansia. 9. Program Peningkatan Keselamatan 2bu -elahirkan dan nak. 2. Pem*a"gu"a" S!#ia& da" Agama 1. Penanganan kependudukan 1. Program Keluarga "erencana. 2. Program Ketahanan dan Pemberdayaan Keluarga. 3. Program Penguatan Kelembagaan dan ;aringan K". 4. Program Penataan dministrasi Kependudukan. 5. Program Kesehatan *eproduksi *emaja. 2. Pembangunan ketenagaker*aan 1. Program Peningkatan Kualitas dan Produktivitas 4enaga Kerja. 2. Program Peningkatan Kesempatan Kerja. 3. Program Perlindungan Ketenagakerjaan. dan Pengembangan >embaga nak "alita dan

3. Peningkatan peranan perempuan 1. Program Keserasian Kebijakan Peningkatan Kualitas Perempuan 2. Program Peningkatan Kualitas 1idup dan Perlindungan Perempuan. nak dan

137

3. Program Penguatan Kelembagaan Pengarusutamaan .ender dan nak. 4. Program Peningkatan Peran Serta dan Kesetaraan .ender dalam Pembangunan. 5. Program Peningkatan Peran Perempuan di Pedesaan. 4. Peningkatan kualitas aparatur 1. Program Penataan Kelembagaan dan Ketatalaksanaan. 2. Program Peningkatan Pemerintahan 3. Program !aerah. Peningkatan Sarana Kapasitas dan Prasarana paratur Pemerintah

Kelembagaan

4. Program Peningkatan Kapasitas Keuangan Pemerintah !aerah. 5. Program Peningkatan Pelayanan dministrasi. 6. Program Pendidikan dan Pelatihan paratur. 7. Program Peningkatan Kapasitas Sumberdaya paratur. 5. Peningkatan perhatian kepada penduduk usia lan*ut dan penyandang cacat 1. Program Pelayanan dan *ehabilitasi Kesejahteraan Sosial. 2. Program Pembinaan Para Penyandang Cacat dan 4rauma. 3. Program Pembinaan Panti suhan) Panti ;ompo 6. Peningkatan pemahaman nilai agama dan budaya 1. Program Pengembangan Nilai-nilai gama dan "udaya. 2. Program "udaya. 3. Program Pengembangan Kerjasama Pengelolaan Kekayaan "udaya. 4. Program Peningkatan Pelayanan dan Kualitas Kehidupan "eragama. 5. Program "antuan Sarana dan Prasarana Keagamaan. 6. Program Peningkatan Kerukunan 6mat "eragama. Pengelolaan Kekayaan "udaya dan Keragaman

138

3. Pemerataa" Pem*a"gu"a" da" Pe"a"ggu&a"ga" Kemi#)i"a" 1. Penanggulangan kemiskinan dalam bidang ekonomi 1. Program Pemenuhan Pelayanan !asar "agi -asyarakat -iskin. 2. Program Pengembangan -asyarakat -iskin. 3. Program Pengembangan -asyarakat -iskin. 6saha :konomi Produktif "agi bagi

2nfrastruktur

Perdesaan

4. Program Peningkatan Keberdayaan -asyarakat !esa. 5. Program Pengembangan >embaga :konomi Pedesaan 7. Program Pengembangan 2ndustri Kecil dan -enengah 2. Pengembangan sarana dan prasarana Prasarana ;alan dan ;embatan 1. Program Pembangunan ;alan dan ;embatan 2. Program *ehabilitasi dan Pemeliharaan ;alan dan ;embatan. 3. Program Pembangunan Saluran !rainase. 4. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Kebinamargaan 1 4ransportasi !arat 1- >alu >intas ngkutan ;alan 1. Program Pengelolaan Sarana dan Prasarana 4ranportasi !arat. 2. Program *ehabilitasi dan Pemeliharaan Prasarana dan Dasilitas >> ;. 3. Program Kelaikan Pengoperasian Kendaraan "ermotor. 4. Program Pengendalian dan Pengamanan >alu >intas 5. Program 2 4ransportasi >aut '. Pembangunan dan !ermaga)Pelabuhan. *ehabilitasi Dasilitas Penunjang Pembangunan Prasarana dan Dasilitas Perhubungan.

139

1 4ransportasi 6dara 1. Program Pembangunan, *ehabilitasi, Prasarana dan Dasilitas 4ransportasi 6dara. 2 Sumberdaya ir 1. Pembangunan dan *ehabilitasi Dasilitas Penunjang !ermaga)Pelabuhan 2. Program Pengembangan dan Pengelolaan ;aringan 2rigasi. 3. Program Penyediaan dan Pengelolaan ir "aku 4. Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan ir -inum dan ir >imbah. 3. Perencanaan pembangunan '. Program Perencanaan Pembangunan !aerah. #. Program Perencanaan :konomi, Sosial "udaya, Prasarana 8ilayah dan Sumberdaya lam. %. Program Kerjasama Pembangunan. 4. Pe"i"g)ata" Keta+a"a" Pa"ga" da" Gi8i 1. Program Peningkatan Ketahanan Pangan +Pertanian,. 2. Program Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit 4ernak. 3. Program Perbaikan .iBi -asyarakat. 4. Program Peningkatan Kesejahteraan Petani. 5. Program Peningkatan Produksi Pertanian. 6. Program Penerapan 4eknologi Pertanian. 7. Program Pemberdayaan Penyuluh Pertanian)Perkebunan >apangan. Pemeliharaan

5. Pe"gem*a"ga" U#a+a Daera+ 1. Program Peningkatan Pendapatan !aerah. 2. Program Pengembangan :konomi dan Kerjasama !aerah. 3. Program Peningkatan dan Pengelolaan set)Kekayaan !aerah 4. Program Peningkatan 2klim 2nvestasi dan Kerjasama 2nvestasi.

140

5. Program Peningkatan !aya Saing Produksi !aerah. 6. Program Peningkatan Promosi dan Kerjasama 2nvestasi 6. Pe"gem*a"ga" Perdaga"ga" 1. Program Peningkatan :fisiensi Perdagangan !alam Negeri. 2. Program Peningkatan dan Pengembangan :kspor. 3. Program Perlindungan Konsumen dan Pengamanan Perdagangan 4. Program Pembinaan Pedagang Kaki >ima dan songan. 7. Pem*a"gu"a" K!7era#i 1. Program Pengembangan Kewirausahaan dan Keunggulan Kompetitif 6K-. 2. Program Pengembangan Sistem Pendukung 6saha "agi 6saha -ikro Kecil -enengah. 3. Program Peningkatan Kualitas Kelembagaan Koperasi. 8. Pe"gem*a"ga" I&mu Pe"geta+ua" da" Te)"!&!gi 1. Program Pengkajian dan Penelitian "idang 2nformasi dan Komunikasi 2. Program Pengembangan !ata ) 2nformasi ) Statistik !aerah 3. Program Pendidikan Kedinasan 4. Program Pembinaan dan Pengembangan paratur 5. Program Penelitian dan Pengembangan. 9. Pe"ge&!&aa" Ke&auta" da" Pe#i#ir 1. Program Pengembangan Sumberdaya Kelautan. 2. Program Pengelolaan dan *ehabilitasi :kosistem Pesisir dan >aut 3. Program Pemberdayaan :konomi -asyarakat Pesisir. 4. Program Pengembangan Kawasan "udidaya >aut.

141

10. Pem*a"gu"a" Per)!taa" da" Perde#aa" 1. Program Penataan Perdesaan. >ingkungan Permukiman Perkotaan dan

2. Program Pembangunan Sarana dan Prasarana ir "ersih Perkotaan dan Perdesaan. 3. Program Pembangunan Pasar Perdesaan. 4. Program Pembangunan ;alan dan ;embatan Perdesaan. 5. Program Peningkatan Keberdayaan -asyarakat Pedesaan. 6. Program Peningkatan Partisipasi -asyarakat dalam -embangun !esa 7. Program Peningkatan Kapasitas paratur Pemerintah !esa 8. Program Perencanaan Pengembangan Perkotaan. 9. Program Pengembangan 8ilayah Perbatasan. 10. Program Perencanaan Pengembangan 8ilayah Strategis dan Cepat 4umbuh. 11. Pe"i"g)ata" Sum*erda'a A&am da" Li"g)u"ga" Hidu7 1. Program Perencanaan Pengembangan, Pengelolaan dan Konservasi Sumberdaya ir5 2. Program Penataan Kelembagaan Pengelolaan Sumberdaya ir 3. Program Pembangunan Sarana Prasarana Pengairan Pengendalian "anjir dan Pengamanan Pantai. 4. Program Pengawasan dan Pengendalian Perusahaan Penghasil >imbah. 5. Program Peningkatan Sumberdaya paratur Pengawas Pencemaran >ingkungan. 6. Program Pengendalian Pencemaran dan Perusakan >ingkungan 1idup. 12. Pe"ataa" Tata Rua"g 1. Program Perencanaan 4ata *uang

142

2. Program Pemanfaatan *uang 3. Program Pengendalian Pemanfaatan *uang. 13. Pem*i"aa" P!&iti), I"$!rma#i, K!mu"i)a#i da" Media Ma##a 1. Program Peningkatan Kualitas Pelayanan 2nformasi. 2. Program penyempurnaan dan penguatan kelembagaan demokrasi 3. Program Pendidikan Politik -asyarakat. 4. Program Peningkatan Kapasitas >embaga Perwakilan *akyat !aerah. 5. Program Peningkatan Pelayanan Kedinasan Kepala !aerah) 8akil Kepala !aerah. 6. Program Pengembangan Komunikasi, 2nformasi dan -edia -assa. 7. Program Kerjasama 2nformasi dengan -as -edia. 14. Pem*i"aa" Hu)um 1. 2. 3. 4. 5. Program Pembentukan Produk 1ukum dan >egislasi !aerah Program Penataan Peraturan Perundang-6ndangan Program Peningkatan Kesadaran dan Penegakan 1ukum Program -engintensifkan Penanganan Pengaduan -asyarakat. Program Penyelesaian Konflik-Konflik Pertanahan.

15. Pe"i"g)ata" Pem*a"gu"a" Peruma+a" da" Permu)ima" 1. Program Pengembangan Perumahan. 2. Program >ingkungan Sehat Perumahan. 3. Program Pemberdayaan Komunitas Perumahan 4. Program Perbaikan Perumahan kibat "encana lam) Sosial 5. Program Pengelolaan real Pemakaman. 16. Pem*i"aa" Keama"a", Keterti*a", da" Kete"trama" Ma#'ara)at. 1. Program pemeliharaan kamtrantibmas dan pencegahan tindak kriminal. 2. Program Peningkatan Keamanan dan Kenyamanan >ingkungan.

143

3. Program Pemberdayaan -asyarakat 6ntuk -enjaga Ketertiban dan Keamanan. 4. Program Pencegahan !ini dan Penanggulangan Korban "encana lam. H. Pem*i"aa" Pemuda da" O&a+ Raga. 1. Program pembinaan dan peningkatan partisipasi pemuda. 2. Program pembinaan dan peningkatan prestasi olah raga 3. Program peningkatan sarana dan prasarana pemuda dan olah raga.

144

BAB G PENETAPAN INDIKATOR KINERJA DAERAH . spek Kesejahteraan *akyat

145

". spek Pelayanan 6mum

146

147

148

149

C. A#7e) da'a Sai"g Daera+

150

151

152

BAB GI PEDOMAN TRANSISI DAN KAIDAH PELAKSANAAN

*encana Pembangunan ;angka -enengah !aerah +*P;-!, tahun #$$&-#$'% yang berisi visi, misi, dan arah kebijakan pembangunan daerah, merupakan pedoman bagi pemerintah dan masyarakat dalam penyelenggaraan pembangunan daerah / tahun ke depan. *encana Pembangunan ;angka -enengah !aerah +*P;-!, ini juga menjadi acuan di dalam penyusunan *encana Strategis Satuan Kerja Pemerintah !aerah +*enstra-SKP!,. Keberhasilan pembangunan daerah dalam mewujudkan visi )!one lebih -a*u dalam tatanan masyarakat religius% berbudaya% mandiri dan demokratis+% perlu di dukung oleh 5 1) 2) 3) 4) Komitmen dari demokratis5 kepemimpinan daerah yang kuat dan

Konsistensi kebijakan pemerintah5 Keberpihakan kepada rakyat5 dan Peran serta masyarakat dan dunia usaha secara aktif.

BAB GII PENUTUP


*encana Pembangunan ;angka -enengah !aerah +*P;-!,

Pemerintah Kabupaten "one, disusun sebagai upaya untuk mencapai tujuan pembangunan Kabupaten "one selama kurun waktu / tahun mendatang. Sebagai tanggungjawab bersama, pencapaian tujuan pembangunan daerah, perlu dikembangkan peran aktif seluruh stake holders dalam merencanakan dan mengevaluasi pelaksanaannya. Karena keberhasilan penyelenggaraan pemerintahan, kegiatan pembangunan dan tugas kemasyarakatan, sangat bergantung pada peran aktif masyarakat, swasta, serta sikap mental, tekad dan semangat kedisiplinan, profesionalisme, transparansi, partisipasi dan akuntabel para aparatur pemerintah dan lembaga legislatif. Sehingga hasilnya dapat dinikmati sebesar-besarnya bagi kesejahteraan masyarakat secara lebih adil dan merata. Pada akhirnya, pembangunan Kabupaten "one sebagai bagian integral dari pembangunan Propinsi Sulawesi Selatan dan Nasional, akan memperkuat jatidirinya dalam suasana demokratis, berdayasaing, berbudaya yang bernafaskan keagamaan. Sehubungan dengan itu, semua kekuatan politik, organisasi kemasyarakatan dan lembaga kemasyarakatan lainnya perlu berperan aktif menyusun rencana program kerja menurut fungsi dan kemampuan masing-masing dalam menjabarkan lebih lanjut *encana Pembangunan ;angka -enengah +*P;-!, Pemerintah Kabupaten "one ini.

i i

Sebagaimana dijelaskan di atas, *P;-! ini juga akan menjadi acuan bagi penyusunan *KP! yang merupakan kegiatan pokok tahunan. !engan demikian, "upati nantinya akan mampu melihat tingkat keberhasilan yang dicapai dari indikator kinerja tahunan maupun / +lima, tahunan yang sudah ada dalam *P;-!.

BUPATI BONE

H.A. MUH. IDRIS GALIGO,SH.

iii

DA:TAR ISI
1alaman HALAMAN JUDUL DA:TAR ISI ii BAB I PENDAHULUAN ' . > 4 * ":> K N. ". P:N.:*42 N < C. - KS6! ! N 46;6 N BAB II KONDISI UMUM DAERAH . KAN!2S2 S ". SAS2 > '& C. "6! 9
%$ %$
< '
i

4 2N2

!. P:-:*2N4 1 N

:. 2>-6 P:N.:4 16 N ! N 4:KNA>A.2 %' D. S * N ! N P* S * N %' .. PA>242K


%% %%

1. K:4:*42" N 6-6- ! N K:4:N4* - N - S9 * K 4 K:>:-" . 2. 16K6-, P * 46* P:-:*2N4 1 ! N N - S9 * K 4


%7 %7 %( %(

;. 82> 9 1 ! N 4 4 *6 N. >. S6-":*! 9

K. P:*6- 1 N ! N P:*-6K2- N

> - ! N >2N.K6N. N 12!6P

BAB III ARAH KEBIJAKAN KEUANGAN DAERAH %& . * 1 P:N.:>A> ". * 1 P:N.:>A> C. * 1 P:-"2 9 N P:N! P 4 N ! :* 1 %& N ":> N; ! :* 1 N /(
ii

7=

!. K:"2; K N 6-6- N.. * N /( BAB IC ANALISIS LINGKUNGAN STRATEGIS . D K4A* >2N.K6N. N 2N4:*N > ". D K4A* >2N.K6N. N :KS4:*N > !. N >2S2S >2N.K6N. N S4* 4:.2S a. nalisis >ingkungan 2nternal b. nalisis >ingkungan :ksternal d. sumsi BAB C TANTANGAN ". :KANA-2
&< &= &= <( &7 56 (< (= </ <(

C. S6-S2 N >2S2S ! N P2>21 N S4* 4:.2

c. Daktor-faktor Kunci keberhasilan &<

. SAS2 > "6! 9


=#

C. 2>-6 P:N.:4 16 N ! N 4:KNA>A.2 =# !. S * N ! N P* S N :. PA>242K


=% =%

D. K:4:*42" N 6-6- ! N K: - N N - S9 * K 4 =% .. 16K6-, P * 46* ! N K:>:-" . - S9 * K 4 =7 1. 82> 9 1 ! N 4 4 *6 N. ;. S6-":* ! 9


=7 =/

2. P:*6- 1 N ! N P:*-6K2- N =/ > - ! N >2N.K6N. N 12!6P

BAB CI NILAI, CISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN =( . N2> 2-N2> 2 > N! S N D2>ASAD2S
=(

". 32S2 #$$& -#$'% '$$ C. -2S2


'$'
ii i

!. 46;6 N '$# :. S S * N BAB CII STRATEGI PENCAPAIAN TUJUAN '$= . K:"2; K N P:-" N.6N N P:-:*2N4 1 N ". K:"2; K N P:-" N.6N N S6-":* ! 9 - N6S2 C. K:"2; K N P:-" N.6N N :KANA-2 !. K:"2; K N P:-" N.6N N SAS2 > "6! 9 :. K:"2; K N P:-" N.6N N P:N 4 BAB CIII ARAH DAN KEBIJAKAN PEMBANGUNAN N 82> 9 1 .
''( ''( ''< ''$ ''# ''% ''7 '$= '$%

. P:N2N.K 4 N K6 >24 S 12!6P ". P:-" N.6N N SAS2 > ! N . C. P:-:* 4 N P:-" N.6N N ! N P:N N..6> N. N K:-2SK2N N

''=

!. P:N2N.K 4 N K:4 1 N N P N. N ! N .2K2 '#$ :. P:N.:-" N. N 6S 1 ! :* 1 '## D. P:N.:-" N. N P:*! . N. N '#% .. P:-" N.6N N KAP:* S2 '#7 1. 2>-6 P:N.:4 16 N ! N 4:KNA>A.2 2. P:N.:>A> ;. P:-" N.6N N P:*KA4 K. S6-":*! 9 N ! N P:*!:S >. P:N 4 N
'#/

N K:> 64 N ! N P:S2S2* '#(


'#<

> - ! N >2N.K6N. N 12!6P '#& N *6 N. N. 16K6'#=

-. PA>242K, 2NDA*- S2, KA-6N2K S2 J -:!2 - SS A. P:-" N.6N N P:*6- 1 N ! N P:*-6K2- N P. K: - N N, K:4:*42" N ! N K:4:N4* - N - S9 * K 4

'%$
'%# '%#

'%%

iv

BAB IG PROGRAM PEMBANGUNAN DAERAH

'%/ '%/ '%/ '%(

'. P*A.* - SKP! #. P*A.* - >2N4 S SKP! %. P*A.* - K:82> 9 1 N ! N >2N4 S 82> 9 1 BAB G PENETAPAN INDIKATOR KINERJA DAERAH . SP:K K:S:; 14:*
'7/

N * K9 4 '7/
'/$

". SP:K P:> 9 N N 6-6- '7( C. SP:K ! 9 S 2N. ! :* 1 BAB GI PEDOMAN TRANSISI DAN KAIDAH PELAKSANAAN BAB GII PENUTUP '/7
4(

*:NC N P:-" N.6N N ; N.K -:N:N. 1 ! :* 1 +*P;-!, #$$&#$'% K "6P 4:N "AN:

BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH

(BAPPEDA)
2008

viii