Anda di halaman 1dari 1

Akhmad Zaky Fanani 2211106029

DESAIN DAN IMPLEMENTASI KONVERTER BOOST MULTILEVEL SEBAGAI PENGGERAK MOTOR INDUKSI 1 FASA STUDI LITERATUR : Boost konverter konvensional hanya tersusun dari 1 induktor, 1 kapasitor, 1 beban R, 1 dioda dan 1 Mosfet sebagai switch. Konverter ini memanfaatkan charging dan discharging dari arus induktor. Kapasitor berfungsi untuk menyimpan dan meratakan tegangan output. Berdasarkan tugas akhir yang dikerjakan oleh saudara Dedhy Mahendra Adhie Putra yaitu Perencanaan Dan Simulasi Konverter Boost dengan Predictive State Observer dan Arus Loop Controller. Di bukunya berisi ulasan tentang perbandingan antara konverter boost dua loop konvensional dan konverter boost dua loop dengan metode Predictive State Observer. Kesimpulan dari tugas akhir ini adalah konverter boost dua loop dengan metode Predictive State Observer mempunyai nilai efisiensi yang lebih besar dari konverter boost dua loop konvensional. Konverter boost dua loop dengan metode Predictive State Observer menggunakan switching frekuensi tinggi untuk meningkatkan efisiensi, dimana dalam konverter ini digunakan 2 buah switch. Penggunaan 2 buah switch sangat menyulitkan dalam pengaturan proses switching. Mohammad Haris P.P. dalam tugas akhir yang berjudul Desain dan Simulasi Boost Konverter dengan Dua Induktor yang Dilengkapi Transformator Tambahan Untuk Meningkatkan Efisiensi, menjelaskan tentang perbandingan kinerja antara konverter boost konventional dengan boost konverter dengan dua induktor yang dilengkapi dengan transformator tambahan. Hasil dari tugas akhir ini adalah nilai efisiensi rata-rata dari boost konverter dengan dua induktor yang dilengkapi transformator tambahan lebih tinggi dibandingkan dengan boost konverter konvensional. Pada rangkaian boost konverter dengan 2 induktor yang dilengkapi transformator tambahan menggunakan 2 switch, 2 induktor, 2 kapasitor filter, serta 2 dioda sehingga jumlah komponen yang diperlukan semakin banyak sehingga memerlukan ukuran rangkaian yang semakin besar. Penggunaan 2 buah switch juga menyulitkan dalam proses pengaturan proses switching. Berdasarkan kondisi demikian, maka dalam tugas akhir ini penulis akan melakukan pengembangan dalam peningkatan nilai efisiensi konverter boost dengan menggunakan sebuah konverter boost multilevel. Konverter boost multilevel tidak menggunakan transformator dan hanya menggunakan 1 switch untuk menaikkan besar nilai efisiensi sehingga pengaturan proses switching dapat dilakukan dengan lebih mudah. Selain itu, konverter boost multilevel dapat menghasilkan riak yang rendah tanpa harus menaikkan frekuensi switching. Konverter boost multilevel dapat menghasilkan tegangan output yang lebih stabil dengan nilai ratio tegangan yang lebih besar daripada konverter boost konvensional.Dengan demikian diharapkan dapat memperoleh besar nilai efisiensi konverter boost yang lebih maksimal.