Anda di halaman 1dari 6

Analisis Fungsionalitas Open Source ERP

Komang Agus Wira (1206227781), Muhammad Fadli Putra (1206237933), Muhammad Qolbiyan Hakim(1206227655) Sistem Informasi, Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Indonesia ERP Kelas C Semester Genap 2013/2014

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui arsitektur system, fungsionalitas, kelebihan dan kekurangan antara open source ERP. Penelitian ini membandingkan antara 4 Open Source ERP yaitu adempiere, compiere, openbravo, dan xtuple. Hasil dari penelitian fungsionalitas ini adalah suatu aplikasi yang direkomendasikan dalam penerapan ERP Keywords enterprise resource planning (ERP), open source ERP, adempiere, compiere, openbravo, xtuple. I. PENDAHULUAN Enterprise Resource Planning (ERP) adalah system informasi yang diperuntukkan bagi perusahaan atau organisasi yang mengintegrasikan proses bisnis yang menghubungkan setiap aspek pada masing masing divisi dalam suatu perusahaan. ERP juga digunakan untuk mengelola seluruh aktifitas perusahaan yakni keuangan, produksi, HRD, marketing, supply chain dan logistic. ERP Sistem adalah software yang digunakan untuk mengelola proses bisnis yang menghubungkan setiap aspek pada masing masing divisi dalam suatu perusahaan. Kriteria dalam memilih system ERP adalah system yang dapat mengintegerasikan, sharing dan dapat menyajikan realtime data dimana data dapat berubah sewaktu waktu sesuai dengan perubahaan yang terjadi pada saat pengaksesan. Dewasa ini sudah banyak system ERP yang telah dikembangkan oleh para vendor vendor pembuat software. Sistem ERP (Enterprise Resource Planning) merupakan salah satu solusi untuk mendukung proses bisnis dengan menyediakan informasi. ERP juga berguna untuk mengelola seluruh sumberdaya (resouces) yang dimiliki oleh perusahaan kedalam sebuah system yang terintegrasi, dengan begitu perusahaan dapat memanipulasi data dan informasi dalam jumlah yang besar sehingga dapat diolah dan ditampilakan dalam berntuk yang diinginkan. Penggunaan ERP pada suatu perusahaan dapat memberikan bagi perusahaan itu sendiri, yakni dapat menyediakan informasi yang akurat dan teraktual, dapat meningkatkan interaksi antara perusahaan dan pengelolaan pemesanan barang. Sebagian besar perusahaan umumnya memiliki empat area fungsi operasi yang utama yaitu Marketing and Sales,

Supply Chain Management, Accounting and Finance, dan Human Resource [5]. ERP sebagai software yang cukup populer adalah kemampuannya dalam mengintegrasikan data dan proses bisnis dalam suatu organisasi [1][2]. ERP sendiri terbagi kedalam dua tipe dalam penjualannya yaitu Propierty Software/Non Open Source ERP dan Open Source ERP. Pemilihan dalam menggunakan kedua tipe memiliki masalah tersendiri. Faktor flexibility, customization, maintenance dan scalability sistem menjadikan pertimbangan dalam memilih Software ERP [3]. Selain factor tersebut, factor biaya merupakan factor utam yang sangat penting, Open Source Sistem ERP menawarkan manfaat yang tidak didapat dalam menggunakan propierty software, yakni mengurangi biaya, menurunkan tingkat ketergantungan perusahaan pada suatu vendor, dan meningkatkan adaptabilitas[4]. Saat ini ada empat macam system Open Source ERP yang banyak dipakai yaitu Adempiere, Compiere, OpenBravo, dan XTuple. Penulis akan membahas dan membandingkan arsitektur, fungsionalitas, kelebihan dan kekurangan dari 4 aplikasi ERP. Dengan mengetahui arsitektur dan fungsionalitas dalam masing masing system ERP, dapat dianalisiskan kelebihan dan kekurangan antarsistem ERP tersebut. Dengan begitu dapat disimpulkan Open Source system ERP yang baik dan dapat menjalankan fungsi fungsi ERP dengan baik.

II.

PEMBAHASAN

A. Compiere Compiere adalah salah satu produk populer dari software ERP yang berjenis open source system . Nama Compiere sendiri berasal dari bahasa Italia yang berarti berhasil. Compiere dibuat dengan platform Java dengan edisi Java 2 Platform, Enterprise Edition (J2EE) dan dengan tampilan graphical user interface (GUI), serta untuk users yang berpengalaman, terdapat opsi untuk pemasukkan data dengan sistem keyboard-only. Arsitektur sistem :

migrasi, penggabungan atau trasformasi data. User yang memasukkan data tidak perlu takut tentang informasi yang perlu di masukkan untuk CRM, karena informasi informasi tersebut secara otomatis akan terintegrasi. 3.Aman dari Kegagalan Orang umumnya akan berusaha aman dari kesalahan. Akan tetapi sebenarnya tidak ada lingkungan yang benar benar aman, mengingat banyaknya variable keamanan. Sehingga anda pasti yakin akan adanya bug dan masalah. Sehingga, idenya adalah membangun system dimana anda dapat berbuat salah secara aman, dimana anda dapat memperbaiki kesalahan, mengulangi dari awal dan anda dapat mengatasi situasi tersebut. 4.Rich and Reach Rich mengacu pada system Clien/Server interface yang memiliki semua fitur yang diperlukan. Reach (terjangkau) mengacu kepada web interface dimana dapat diakses tanpa harus memerlukan program khusus dari sisi klien. 5. Global Market Cukup mudah membangun multi fungsi di Compiere dimana mengijinkan anda untuk berbuat di pasar global dengan bahasa yang berbeda, mata uang, dan metode akuntansi. 6. Smart User Interface Hampirs emua tampilan windows dikembangkan pada aturan dasar, berdasarkan andas. Hal ini mengijinkan untuk akses yang sangat personal dan memberikan user apa yang diperlukan. Dalam hal tersebut, Compiere benar benar memperhitungkan fakta bahwa beda orang akan memiliki kebutuhan yang berbeda pula. Penggerak Perbendaharaan data memungkinkan setup berbasis per-user. Semua windows dapat di kustomisasi dan dikurangi terhadap field dimana user sesungguhnya memerlukannya dimana hal ini memberikan flexibiltas lebih baik dari aplikasi lain. Kekurangan: 1. Instalasi yang rumit bagi orang awam 2.Tidak bisa menggunakan Java JDK 6 keatas 3.Database software hanya terbatas EnterpriseDB, PotrgeSQL, dan Oracle 4.Tidak tersedianya PDF exporter B. Adempiere

Compiere menggunakan pengembangan arsitektur Model Driven, yaitu model arsitektur dimana setiap saat pelanggan dapat mengubah struktur informasi, menyesuaikan dengan kebutuhan informasi baru. Compiere sepenuhnya didasarkan pada konsep Active Kamus data (ADD). Compiere Data Dictionary berisi definisi dari sebuah entitas data (tipe, validasi, dll), bagaimana data ditampilkan , dan aturan tampilan. Data dictionary ini juga mengandung keamanan dan aturan akses. Functionality / module : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Quote to Cash, Requisition-to-Pay, Customer relationship management, Partner Relations Management, Supply Chain Management, Performance Analysis, Warehouse, Double-entry bookkeeping, Work-flow-Management and Web Store

Kelebihan-kelebihan Compiere 1. Implementasi Cepat Dengan asumsi tanpa memerlukan proses pengambilan keputusan yang panjang, yang umumnya terjadi karena masalah perhitungan biaya dan investasi (serta kerugiannya apabila sistem ternyata gagal). Dengan Compiere resiko kerugian sangat kecil, misalnya apabila anda menghentikan proyek implementasi karena suatu alasan. Disamping itu Compiere tidak mengenal kata gagal, karena apabila sistem yang ada pada Compiere tidak dapat memenuhi kebutuhan perusahaan anda secara maksimal, anda masih dapat mengembangkannya sendiri dari source code yang tersedia. 2.Terintegrasi dengan baik Artinya semua data (ERP, CRM dan Akunting) di picu dari transaksi yang sama. Tidak diperlukan

pada

Proyek The Adempiere dibuat pada September 2006. Perbedaan pendapat dikalangan komunitas developer open-source yang terbentuk dalam Compiere dengan pihak sponsor proyek tersebut yang mendorong untuk didirikannya Adempiere sebagai bentuk perlawanan ke Compiere. Dalam waktu seminggu, Adempiere mampu mencapai 5 besar pemeringkatan dari website the SourceForge.net , dan menjadi salah satu proyek open-source yang jempolan sejak itu. Functionality/ modules : Enterprise Resource Planning (ERP) Supply Chain Management (SCM) Customer Relationship Management (CRM) Financial Performance Analysis Integrated Point of sale (POS) solution Integrated Web Store Material Requirements Planning (or Manufacturing Resource Planning, in beta for Release 3.5), contributed by the Libero project.[7]

Management, Planning Management, Production Management, QualityManagement, Standard Costing Management, dan Distribution Management. 2. Human Resource and Payroll Modul Human Resource and Payroll juga merupakan salah satu modul yang dinantikan para pengguna adempiere, dengan adanya modul ini maka proses management karyawan dan payroll/penggajian tidak perlu dibuat secara terpisah dengan aplikasi ERP. Sehingga cukup dengan satu aplikasi ERP dan sudah memberikan solusi kepada hampir semua kebutuhan dari semua Departemen dari perusahaan. Meskipun pada penerapannya mungkin perlu beberapa modifikasi dikarenakan aturan ketenaga kerjaan yang berbeda dari masing masing negara. Demikian juga untuk penerapan di Indonesia, mungkin salah satu yang harus dipersiapkan misalnya membuat format cetak untuk laporan pajak PPH-21, formula perhitungan Pajak, Jamsostek, dll. 3. Fixed Assets Modul Fixed Assets merupakan modul yang sering ditanyakan oleh para pengguna Adempiere setelah modul Manufacturing dan Payroll. Dengan adanya modul ini, maka pengguna Adempiere tidak perlu lagi membeli software khusus untuk merawat fixed asset perusahaan. 4. Replication Replication merupakan utility yang memungkinkan kita melakukan replicate data / export import data dengan lebih mudah. Dengan fasilitas ini, maka misalnya anda memiliki 38 Store dan masing masing memiliki Adempiere dan postgreSQL di server local dengan internet 12kbps. Store store tersebut akan tetap mampu beroperasi ketika mereka tidak online/tersambung internet. Ketika mereka online maka store akan secara otomatis melakukan replication dengan Server Pusat. 5. Integration Process Fasilitas ini adalah untuk melakukan proses integrasi. Fasilitas ini di sponsori oleh Idalica, salah satu contributor ADempiere. Kekurangan : Adempiere bukanlah aplikasi siap pakai yang begitu anda install langsung bisa anda gunakan (meskipun sebagian besar proses bisnis defaultnya mengacu kepada proses bisnis standard), implementasi Compiere/Adempiere selalu membutuhkan proses setup, configurasi dan kustomisasi agar benar benar sesuai dengan proses bisnis di perusahaan anda,

Arsitektur Sistem : Adempiere mewarisi Kamus Data dari proyek Compiere [10] Arsitektur ini memperluas konsep Kamus Data ke dalam aplikasi,. Sehingga entitas aplikasi, aturan validasi dan tata letak layar dapat dikontrol dari dalam aplikasi itu sendiri. Dalam prakteknya, ini berarti bahwa kustomisasi aplikasi dapat dilakukan tanpa coding baru. A Koalisi Manajemen Workflow dan Object Management Group standar mesin alur kerja berbasis digunakan untuk memberikan Proses Bisnis Manajemen. Fiturfitur ini memungkinkan untuk kustomisasi cepat dari aplikasi untuk kebutuhan bisnis itu. [11] Kelebihan-kelebihan Adempiere : 1. Manufacturing Management. Modul Manufacturing merupakan modul yang ditunggu tunggu oleh kalangan industri, dimana kita ketahui Compiere dan Adempiere versi sebelumnya belum memiliki Manufacturing Management, sehingga ketika di implementasikan pada perusahaan Manufaktur masih akan memeperlukan pekerjaan manual dari sisi produksi. Dengan adanya Modul Manufacturing Management ini maka dalam waktu tidak lama lagi Industri Manufaktur sudah dapat memiliki solusi ERP yang cukup lengkap dari ADempiere yang bebasis Opensource ini. Modul Manufacturing Management yang merupakan contribusi dari eevolution ini dilengkapi dengan fitur fitur yang cukup lengkap seperti: Engineering

sehingga pada umumnya anda akan membutuhkan bantuan dari konsultan, atau paling tidak orang yang pernah menggunakan Compiere/Adempiere untuk melakukan setup dan konfigurasi yang sesuai dengan bisnis proses di perusahaan anda . C. Openbravo OpenBravo merupakan salah satu turunan Compiere yang cukup terkenal dan layak diperhitungkan. Openbravo sedikit berbeda dengan saudaranya Compiere maupun ADempiere, dimana OpenBravo hanya menggunakan User Interface berbasis Web. Openbravo merupakan OSS ERP yang didesain khusus untuk Usaha Kecil dan Menengah (UKM). Software ini dibangun di atas web based environment yang memiliki kemampuan untuk mengelola pengadaan, gudang, pengelolaan proyek dan pelayanan, produksi dan keuangan. Openbravo sudah banyak dimanfaatkan oleh perusahaan-perusahaan besar di dunia. Sistem ERP Openbravo menggunakan arsitektur Rich Internet Application (RIA). Pada arsitektur RIA, antara pengambilan data dan penampilan interface halaman webnya dilakukan secara terpisah. Arsitektur Openbravo 3.0 (OpenBravo terbaru) diimplementasikan menggunakan Openbravo Core dan beberapa modul terkait, yaitu: The JSON modul menyediakan JSON Rest Webservice , digunakan untuk komunikasi data client-server The Weld modul menyediakan injeksi ketergantungan dan manajemen komponen Kernel modul mengurus tugas-tugas sebagai infrastruktur memproses permintaan, penanganan event, kompresi dan caching Modul DataSource menggunakan modul JSON dan menyediakan fungsi permintaan data pada tingkat yang lebih tinggi untuk query dan tindakan lainnya yang berkaitan The SmartClient modul menyediakan dokumentasi antarmuka pengguna SmartClient Modul aplikasi berisi pelaksanaan navigasi bar, grid dan bentuk lainnya dan aplikasi berorientasi klien dan sisi server kode.

Gambar berikut mengilustrasikan proses aliran permintaan secara lebih rinci:

User interface pada Openbravo terdiri atas berbagai komponen-komponen yang diimplementasikan dalam bentuk modul. Sebuah komponen bisa diambil dala bentuk URL. Keseluruhan permintaan akan menghasilkan arus beroperasi sebagai berikut: 1. Permintaan (dengan jenis komponen dan id) diterima oleh modul Client Kernel (di KernelServlet ). Berdasarkan jenis komponen, modul kernel mencari modul yang bertanggung jawab untuk menangani komponen yang diminta, modul yang dipanggil kemudian untuk membuat komponen menggunakan komponen id. Modul membaca definisi komponen dari tabel atau sumber lain dan menginisiasi componen. Komponen tersebut dibuat untuk merepresentasikan sisi klien-nya. jika itu adalah komponen templated (yaitu memiliki template tertentu) maka komponen akan memanggil prosesor template. Tampilan dihasilkan dengan menggunakan template atau dengan menjalankan javascript. Javascript dikembalikan ke modul Client Kernel. Modul Client Kernel memproses hasil.

2.

3.

4. 5.

6.

7. 8.

Adapun functionalitas/module dari openbravo adalah: 1. Master Data Management Merupakan pusat koherensi dari semua data yang ada pada perusahaan dan berfungsi untuk mendefenisikan skema data dasar dari data perusahaan.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

Procurement Management Berfungsi untuk mendukung berbagai kegiatan yang berkaitan dengan proses supply. Warehouse Management Mengelola segala inventori perusahaan dan menghasilkan warehouse report Project and Service Management Menganggarkan budget, merencanakan fase, melakukan pembelian berbagai barang, dan kegiatan lainnya yang berkaitan dengan proyek perusahaan. Production Management Membantu dalam segala bentuk kegiatan yang berkaitan dengan produksi, seperti pembelian bahan baku, meramalkan kebutan produksi di masa depan, perawatan terhadap mesin-mesin, dan lain-lain. Sales and Customer Relationship Management Membantu dalam proses penjualan barang hingga kepada penjagaan hubungan dengan customer. Financial Mangement and Accounting Membantu dalam mengelola keuangan dan melakuka pemeriksaannya. Business Intelligence Membantu dalam proses pengambilan keputusan.

Software xTuple ERP ini dirancang opensource yang berarti software ini dapat dijalankan pada Sistem Operasi apa saja seperti Windows, Mac OS X, atau Linux. Perangkat lunak ini juga di dukung dengan database postgreSQL yang dapat berjalan di semua sistem operasi. Semua ini dapat dijalankan secara lokal, di jaringan komputer Anda atau Host di data center oleh salah satu mitra yang bekerja sama. Arsitektur xTuple merupakan jenis service-oriented architecture.. Meskipun kedengaran sudah sangat using, akan tetapi arsitektur ini mempunyai performa yang bagus dalam penerapannya. Logika bisnisnya ditulis pada database PostgreSQL. Sedangkan grafis dan laporan klien nya dibuat dengan Qt Framework. Lebih lanjut, xTuple juga menggunakan XML based application programming interface untuk mengintegrasikan aplikasi ini dengan system eksternal. Modul untuk ERP xTuple diantaranya adalah sebagai berikut. a) Bendahara: buku besar, piutang dan hutang, rekonsiliasi bank, laporan keuangan. b) Penjualan: kutipan, order masuk, laporan penjualan, pengiriman. c) Produk Definition: item, tingkat yang tak terbatas tagihan material (BOM). d) CRM: buku alamat universal, insiden manajemen, kesempatan manajemen, to-do list, manajemen proyek. e) OpenRPT: penulis laporan sumber terbuka. f) Inventory: beberapa lokasi, gudang fitur lanjutan lainnya. g) Light Manufacturing: perintah kerja, dukungan yang kuat untuk membuat untuk memesan. h) Pembelian: pesanan pembelian, penerimaan, vendor pelaporan. xTuple memiliki beberapa kelebihan, yaitu : 1. Harga yang terjangkau sehingga cocok untuk bisnis menengah ke bawah 2. Opensource sehingga bisa disesuaikan sesuai kebutuhan masing-masing perusahaan 3. Fleksibel dan simple 4. Cloud ERP System Adapun kekurangan dari xTuple yaitu: 1. Tidak terlalu terkenal sehingga kebanyakan hanya diketahui oleh para pecinta opensource

Open bravo memiliki kelebihan berupa interface yang web based dan mudah untuk dioperasikan. Selain itu Openbravo juga murah, open source, banyak pluginya, dan memiliki dokumentasi yang lengkap. Adapun kekurangan Openbravo adalah karena sifatnya web based sehingga memungkinkan bocornya data perusahaan ke luar. D. xTuple xTuple adalah sebuah perusahaan software yang mengembangkan dan memasarkan software open source di bawah nama merek xTuple ERP. xTuple awalnya bernama OpenMFG yang mengembangkan produknya dari nama yang sama awal tahun 2001. OpenMFG adalah sistem ERP berlisensi komersial yang ditargetkan untuk perusahaan kecil dan menengah. Siklus rilis dari OpenMFG adalah sekitar satu rilis utama setiap dua belas bulan. Versi 2.0 dari OpenMFG (dirilis pada 2006) menambahkan modul Master Production Schedule, multi-currency dan CRM. Pada bulan Juli 2007 mereka mengumumkan perubahan nama perusahaan mereka dari OpenMFG ke xTuple dan secara bersamaan meluncuran proyek open source xTuple PostBooks.

2. Struktur database yang kurang ramah untuk multiuser 3. User Interface yang terkesan kuno dan tidak memberikan experience bagi konsumen.

bisnis masing-masing. xTuple menggunkan interface berbasis web.

REFRENSI
III. KESIMPULAN Pada hari ini bisa dikatan bahwa ERP merupakan sebuah kebutuhan mutlak atau sumber daya teknologi informasi yang harus ada bagi setiap perusahaan/badan usaha yang ada dalam menghadapai zaman informasi seperti sekarang ini. Dalam menggunakan sistem ERP perusahaan bisa memilih antara non open source ERP atau open source ERP yang mana masing-masing sistem tersebut memiliki kelebihan dan kekurangannya tersendiri. Open source ERP menjadi alternatif bagi perusahaan yang menginginkan sebuah sistem ERP yang murah (bahkan gratis) dan mudah untuk dikustomisasi sendiri (open source code) sesuai kebutuhan perusahaan. Beberapa merek opensource ERP yang cukup terkenal adalah Compiere, Adempiere, Openbravo, dan xTuple. Compiere merupakan sistem opensource ERP yang paling tua dan sangat cocok untuk perusahan yang berbentuk group of companies. Compiere bukan merupakan software yang langsung pakai sehingga diperlukan setup dan kustomisasi terlebih dahulu oleh tenaga ahlinya. Hal inilah yang menyebabkan perusahaan kecil dengan sumber daya yang terbatas akan mengalami kesulitan dalam menggunakan Compiere. Adempiere mirip dengan Compiere, hanya saja Adempiere cocok untuk perusahaan kecil-menengah dikarenakan harganya yang murah dan fleksibitasnya dalam menyesuaikan proses bisnis yang ada di dunia. Selian itu interface yang berbasis halaman web juga menjadi suatu keunggulan tersendiri bagi Adempiere. Openbravo merupakan salah satu sistem ERP yang cocok untuk usaha kecil mengengah (UKM). Hal ini dikarenakan proses setup dan instalasinya yang mudah serta tampilan interface nya yang berbasis web dan mudah untuk dimengerti oleh user. Openbravo merupakan aplikasi ERP yang full web based interface. xTuple merupakan sistem ERP yang bisa berjalan pada hampir semua sistem operasi, seperti windows, linux, mapun mac os. xTuple cocok untuk perusahaan menengah ke bawah dikarenakan harganya yang murah dan mudah untuk disesuaiakn dengan proses [1] P. Bingi, M.K. Sharma & J. Godla, Critical issues affecting an ERP implementation. Information Systems Management, vol. 16, 715, 1999. [2] L.P. Willcocks & Richard Sykes, The Role of the CIO and IT Function in ERP, Communications of the ACM, vol. 43, pp. 3238, 2000. [3] Z. Baharum, M.S. Ngadiman & H. Haron, Critical Factors to Ensure the Successful of OS-ERP Implementation Based on Technical Requirement Point of View Third Asia International Conference on Modelling & Simulation, pp. 419 424, 2009. [4] N. Serrano & J.M. Sarriegi, Open Source Software ERPs: A New Alternative for an Old Need, IEEE Computer Societ y, vol. 23, pp. 9497, 2006. [5] E. Monk & B. Wagner, Concepts in Enterprise Resource Planning, 3rd ed., Course Technology Cengage Learning. USA, 2009. http://www.socialerp.com/xtuple-review.php http://istiqomahqori.blogspot.com http://en.wikipedia.org/wiki http://www.xtuple.com/about/technology http://webdesign4basics.blogspot.com/2009/11/xtupl e-architecture.html http://evolpe.com/software/erp/openbravoerp/description http://wiki.openbravo.com/wiki