Anda di halaman 1dari 4

ANALISIS JURNAL Jurnal ini membahas tentang pengertian, klasifikasi, dan penahtalaksaan yang tepat untuk fraktur klavikula.

Tujuan dari penulisan jurnal ini adalah untuk memberikan pemahaman kepada pembaca mengenai klasifikasi fraktur klavikula dan terapi yang tepat untuk setiap jenis fraktur tersebut. Selain itu, jurnal ini juga bertujuan membandingkan keefektifan terapi pengobatan (konservatif) dengan terapi bedah untuk menangani fraktur pada klavikula. Fraktur klavikula merupakan suatu kondisi terputusnya kontinuitas tulang klavikula. Hal ini diakibatkan adanya rudapaksa yang menyebabkan kerusakan tulang. Fraktur klavikula sering terjadi pada orang dengan usia muda dan faktor resikonya akan menurun setelah pasien berusia 20 tahun. Rasio antara penderita laki-laki dan wanita akan meningkat seiring dengan peninkatan usia. Adapun penyebab dari fraktur ini pada dewasa muda dan anak-anak biasanya adalah cedera saat olahraga dan jatuh. Fraktur klavikula dapat diklasifikasikan menjadi beberapa kelompok. Setiap kelompok memiliki penatalaksanaan yang berbeda. Adapun beberapa kelompok fraktur klavikula menurut Alman antara lain: 1. yang patah ke tengah ketiga, 2. 3. fraktur distal ligamentum coraco - klavikularis dan fraktur sepertiga proksimal klavikula

Sedangkan menurut Neer, klasifikasi fraktur klavicula antara lain: 1. Fraktur mid klavikula atau fraktur 1/3 tengah klavikula (Mid Shaft Clavicular Fractures) Fraktur mid klavikula merupakan fraktur klavikula yang paling banyak ditemukan . Hal ini dikarenakan bagian tengah tulang klavikula merupakan pusat penyangga beban sehingga mudah mengalami fraktur. Biasanya fraktur ini terjadi pada medial ligament korako-klavikula (antara medial dan 1/3 lateral) akibat mekanisme trauma berupa trauma langsung atau tak langsung (dari lateral bahu). 2. Fraktur 1/3 lateral klavikula Fraktur klavikula lateral dan ligament korako-kiavikula, yang dapat dibagi: a. type 1: undisplaced jika ligament intak b. type 2: displaced jika ligamen korako-kiavikula rupture Fraktur jenis displace dibagi menjadi 2a dan 2b. Hal ini tergantung pada adanya cedera pada coraco - klavikularis (CC) ligamen. Pada cedera tipe 2a merupakan medial fraktur untuk kedua elemen ligamen CC conoid dan trapzezoid, dengan

poros menggusur relatif unggul ujung lateral. Sedangkan cedera 2b merupakan fraktur ujung lateral klavikula, dengan gangguan bagian conoid ligamentum CC. adapun penyebab dari fraktur klavikula jenis ini adalah karena kompresi dari bahu. c. type 3: fraktur yang mengenai sendi akromioklavikularis (intraartikular). 3. Fraktur 1/3 medial klavikula Insiden jarang, hanya 5% dan seluruh fraktur klavikula. Mekanisme trauma dapat berupa trauma langsung dan trauma tak langsung pada bagian lateral bahu yang dapat menekan klavikula ke sternum. Jatuh dengan tangan terkadang dalam posisi abduksi. Adapun pengobatan yang dapat dilakukan ada dua macam yakni secara konservatif dan operatif. Selama ini fraktur klavikula dapat ditangani secara nonbedah (konservatif) dengan hasil yang dapat diterima. Tindakan konservatif tersebut antara lain: 1. Sling lengan (Arm Sling) Arm sling adalah alat bantu orthopedi yang diindikasikan bagi kondisi fraktur (patah atau retak) pada tulang radius atau ulna (tulang pada lengan bawah). Prinsip pemakaiannya adalah dengan menggantungkan pada bahu. 2. Analgesia 3. Perban angka 8 di bahu (dalam kasus patah tulang poros tengah angka delapan perban di bahu sering memberikan pengobatan yang cukup. Sedangkan secara spesifik penatalaksanaan setiap jenis fraktur tulang antara lain: 1. Fraktur 1/3 tengah Terapi konservatif yang dapat dilakukan antara lain:
a.

Undisplaced fraktur dan minimal displaced fraktur diterapi dengan menggunakan sling, yang dapat mengurangi nyeri.

b.

Displaced fraktur dengan gangguan kosmetik diterapi dengan menggunakan commersial strap yang berbentuk angka 8, untuk menarik bahu sehingga dapat mempertahankan alignment dan fraktur. Strap harus dijaga supaya tidak terlalu ketat karena dapat mengganggu sirkulasi dan persyarafan. Suatu bantal dapat diletakkan di antara scapula untuk menjaga tarikan dan kenyamanan. Jika commersial strap tidak dapat digunakan balutan dapat dibuat dari tubular stockinet, ini biasanya digunakan untuk anak yang berusia <10 tahun.

c.

Pemakaian strap yang baik:


1.

menarik kedua bahu, melawan tekanan dipusat, dan daerah interscapula selama

penarikan fraktur. 2. tidak menutupi aksila, untik kenyamanan dan hygiene. 3. menggunakan bantalan yang bagus. 4. tidak mengganggu sirkulasi dan persyarafan kedua lengan. Sedangkan terapi operatif dapat dilakukan dengan Plating Clavicula. Adapun tata caranya adalah sebagai berikut: 1. Gunakan insisi sesuai garis Langer untuk mengekspos permukaan superior clavikula. Hindari flap kulit undermining dan kerusakan saraf supraklavikula. Hindari juga diseksi subperiosteal pada fracture site. 2. Lakukan reduksi fragmen fraktur jika memungkinkan pasang lag screw melintasi fraktur. Plate diletakkan di sisi superior clavikula dengan 3 screw pada masing-masing sisi fraktur untuk mencapai fiksasi yang solid. 3. Jika diperlukan diletakan subkutaneus drain, luka operasi ditutup dengan jahitan subcuticular. 2. Fraktur lateral a. Undisplaced fraktur dapat diterapi dengan sling b. Displaced fraktur dapat diterapi dengan sling atau dengan open reduction dan internal fiksasi c. Jika pergeseran> setengah diameter klavikula harus direduksi dan internal fiksasi. d. Bila dibiarkan tanpa terapi akan terjadi deformitas dan dalam beberapa kasus rasa tidak enak dan kelemahan pada bahu karena itu terapi diindikasikan melalui insisi supraklavikular, fragmen fraktur diaposisi dan dipertahankan dengan pen yang halus, yang menembus kearah lateral melalui fragmen sebelah luar dan akromion dan kemudian kembali ke batang klavikula. e. Lengan ditahan dengan kain gendongan selama 6 minggu dan sesudah itu dianjurkan melakukan pergerakan penuh. Berdasarkan analisis jurnal, meskipun secara tradisional patah tulang ini telah diperlakukan non-bedah dengan hasil yang dapat diterima, sekarang ada bukti yang baik yang menunjukkan peningkatan hasil fungsional dengan fiksasi internal.

Mengetahui lebih efektifnya terapi bedah daripada terapi konservatif untuk fraktur klavikula, maka para dokter akan memprioritaskan pembedahan daripada terapi konservatif. Oleh karena itu, perawat harus melakukan perawatan pasca bedah untuk menghindari komplikasi yang mungkin terjadi. Adapu tindakan tersebut antara lain: 1. Commersial strap yang berbentuk angka 8, harus di follow upapakah sudah cukup kencang. Strap ini harus dikencangkan secara teratur. Anak anak <10 tahun menggunakan strap atau splint selama 3-4 minggu sampai bebas nyeri, sedangkan orang dewasa biasanya membutuhkan waktu 4-6 minggu; 2. Pasien dianjurkan untuk melakukan pergerakan seperti biasa begitu nyeri berkurang (strap/splint/sling sudah dilepas).