P. 1
Faktor Fundamental Yg Mempengaruhi Harga Saham

Faktor Fundamental Yg Mempengaruhi Harga Saham

|Views: 14,025|Likes:
Dipublikasikan oleh Rowland Pasaribu
This study aimed to test five fundamental factors (growth, profitability, leverage, liquidity, and efficiency) and two market ratios (earning ratio, and price earning ratio) that predicted to influence stock price in several groups of manufacturing industries listed in Jakarta Stock Exchange from 2003 till 2006. The result of this ratios, using multiple regressions shows that all the fundamentals factors and market ratio has significant influence simultaneously and partially in all industries. Earning per share was the dominant influence variable in six industries, where profitability factors in farming industries and liquidity factors in the property and real estate industry.
This study aimed to test five fundamental factors (growth, profitability, leverage, liquidity, and efficiency) and two market ratios (earning ratio, and price earning ratio) that predicted to influence stock price in several groups of manufacturing industries listed in Jakarta Stock Exchange from 2003 till 2006. The result of this ratios, using multiple regressions shows that all the fundamentals factors and market ratio has significant influence simultaneously and partially in all industries. Earning per share was the dominant influence variable in six industries, where profitability factors in farming industries and liquidity factors in the property and real estate industry.

More info:

Published by: Rowland Pasaribu on Oct 26, 2009
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/02/2013

pdf

text

original

Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol 2, No.

2, Juli 2008 (101-113) ISSN: 1978 – 3116

PENGARUH VARIABEL FUNDAMENTAL TERHADAP HARGA SAHAM PERUSAHAAN GO PUBLIC DI BEI
Rowland Bismark Fernando Pasaribu1 Abstract This study aimed to test five fundamental factors (growth, profitability, leverage, liquidity, and efficiency) and two market ratios (earning ratio, and price earning ratio) that predicted to influence stock price in several groups of manufacturing industries listed in Jakarta Stock Exchange from 2003 till 2006. The result of this ratios, using multiple regressions shows that all the fundamentals factors and market ratio has significant influence simultaneously and partially in all industries. Earning per share was the dominant influence variable in six industries, where profitability factors in farming industries and liquidity factors in the property and real estate industry. All proxy has coefficient of determination range 21,98% 85,41%. Keywords: growth, profitability, leverage, liquidity, efficiency, earning ratio, price earning ratio, stock price.

1

Email: rowland.pasaribu@gmail.com

2

Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol 2, No. 2, Juli 2008 (101-113) ISSN: 1978 – 3116

PENDAHULUAN
Latar Belakang Harga suatu produk berdasarkan definisi klasik adalah gambaran titik temu antara sisi penawaran dan permintaan, sebab untuk beberapa produk tertentu ada yang sama sekali tidak terkait langsung dengan permintaan atau penawaran. Oleh karenanya, banyak hal yang mampu dan capable untuk mempengaruhi titik temu kedua sisi tersebut. Harga saham misalnya, tidak cukup hanya sisi permintaan dan penawaran (atau bahkan sama sekali tidak) yang merepresentasikan terbentuknya harga produk tersebut. Fabozzi (1999) menyatakan bahwa dalam analisis sekuritas ada dua pendekatan yang digunakan yaitu analisis fundamental dan teknikal. Analisis fundamental didasarkan pada dua model dasar penilaian sekuritas yaitu earning multiplier dan asset values, sedangkan analisis teknikal secara umum memfokuskan perhatian pada perubahan volume dan harga pasar sekuritas. Faktor fundamental yang sering digunakan untuk memprediksi harga saham atau tingkat pengembalian saham adalah rasio keuangan dan rasio pasar. Rasio keuangan yang berfungsi untuk memprediksi harga saham antara lain: return on assets (ROA), debt equity ratio (DER), dan book value per Share (BVS). Rasio pasar yang sering dikaitkan dengan harga atau tingkat pengembalian saham adalah price book value (PBV). Faktor teknikal diukur dengan beberapa indikator antara lain inflasi, nilai tukar mata uang, dan resiko pasar. Saham perusahaan yang go public adalah komoditi investasi yang berisiko, karena bersifat peka terhadap perubahan –

3

Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol 2, No. 2, Juli 2008 (101-113) ISSN: 1978 – 3116 perubahan yang terjadi, baik perubahan di dalam negeri maupun perubahan dari luar negeri. Perubahan-perubahan ini tentunya merupakan risiko bagi investor. Risiko ini terbagi menjadi risiko sistematis dan risiko tidak sistematis. Sharpe (1999) mendefinisikan risiko sistematis sebagai bagian dari perubahan aktiva yang dapat dihubungkan kepada faktor umum yang juga disebut sebagai risiko pasar atau risiko yang tidak dapat dibagi. Risiko sistematis merupakan tingkat minimum risiko yang dapat diperoleh bagi suatu portofolio melalui diversifikasi sejumlah besar aktiva yang dipilih secara acak. Risiko tidak sistematis adalah risiko yang unik bagi perusahaan, seperti pemogokan kerja oleh pekerja perusahaan, bencana alam yang menimpa perusahaan, dan lain-lain sejenisnya (Fabozzi, 1999). Penelitian sebelumnya juga terlihat berusaha menambah item-item yang menurut mereka capable untuk mempengaruhi harga saham, diantaranya adalah: a) arus kas (Sloan, 1996; Triyono dan Hartono, 2000; Pradhono dan Christian, 2004;
Sukartaatmadja 2005; Setiawan, 2005; Daniati dan Suhairi, 2006; Meythi, 2006); b)

indikator ekonomi makro (Reza, 2000; Hilda, 2003; Auliyah, 2006; Ernawati 2007); c) penciptaan nilai tambah ekonomis (Sartono dan Setiawan, 1999; Praweti, 2003; Rohmah dan Trisnawati, 2004; Dewi, 2004; Sasongko dan Wulandari, 2006) dan; d) momen atau peristiwa tertentu (Sularso, 2003; Susilo dan Jaryono, 2004; Iramani dan Mahdi, 2006; Siaputra dan Atmadja, 2006). Sementara pada beberapa penelitian sebelumnya yang menghubungkan antara faktor fundamental (rasio keuangan) dengan harga saham menunjukkan hasil yang variatif, baik itu yang berpengaruh signifikan (Kusdiyanto, 1996; Rahadjo, 2001; Rosyadi, 2002; Riska, 2002; Wibowo,

4

Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol 2, No. 2, Juli 2008 (101-113) ISSN: 1978 – 3116
Idawati, Kharisma, Lestari, Santoso, Sitobang, Sudarto, dan Havid, 2003; Fahrani, 2004; Wulandari, Mawardi, 2005; Enggarini, Asna dan Nugraha, 2006; Faridl, 2007) atau tidak

berpengaruh sama sekali (Riska, 2002; Haryanto, dan Sugiharto, 2003; Hengki, 2004;
Anggraeni dan Sugiharto 2004; Suharli, 2005; Puspasari, 2006; Siyami, 2007).

Hasil penelitian yang variatif tersebut mendorong untuk dilakukan penelitian lanjutan tentang hubungan atau pengaruh faktor fundamental (rasio keuangan) dengan harga saham. Perbedaan dengan penelitian sebelumnya adalah penambahan pada proksi faktor fundamental yang tidak hanya terpaku pada profitabilitas dan leverage, tapi juga pertumbuhan, dan efisiensi operasional perusahaan, cakupan luas sampel, dan periode penelitian. Tujuan Penelitian Berdasarkan latar belakang tersebut, disusun tujuan penelitian ini sebagai berikut, yakni untuk mengetahui: 1. Pengaruh signifikan (baik secara simultan dan parsial) faktor fundamental (pertumbuhan, profitabilitas, leverage, likuiditas, dan efisiensi) terhadap harga saham. 2. Faktor fundamental apa yang dominan dalam mempengaruhi harga saham emiten. 3. Kemampuan faktor fundamental dalam menjelaskan variansi harga saham.

5

Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol 2, No. 2, Juli 2008 (101-113) ISSN: 1978 – 3116 TINJAUAN LITERATUR Kajian Penelitian Terdahulu Riska (2002) menganalisis pengaruh earning per share, price earning ratio, dan return on equity terhadap harga saham emiten industri properti di Bursa Efek Jakarta. Hasil penelitiannya menyatakan bahwa secara simultan dan parsial, tidak satupun variabel independen yang berpengaruh signifikan terhadap harga saham. Haryanto dan Sugiharto (2003) meneliti pengaruh rasio profitabilitas (ROA dan NPM) terhadap harga saham emiten industri makanan dan minuman periode 2000-2001. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ROA dan NPM secara simultan dan parsial dan tidak berpengaruh signifikan terhadap harga saham. Enggarini (2006) menganalisis pengaruh variabel fundamental dan teknikal terhadap harga saham emiten yang tergabung dalam LQ 45 periode 2002-2004. Penelitiannya bertujuan untuk mengetahui besarnya pengaruh variabel

fundamental, (EPS, ROA, ROE), dan variabel teknikal (harga saham masa lalu), terhadap harga saham emiten. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial EPS dan harga saham masa lalu berpengaruh signifikan terhadap harga saham. Hasil ini berbeda dengan penelitian yang dilakukan Puspasari (2006) mengenai pengaruh current ratio, debt to equity ratio, net profit margin ratio, return on equity ratio, dan dividend payout ratio terhadap perubahan harga saham pada perusahaan manufaktur yang go public di Bursa Efek Surabaya (BES) untuk periode 2000-2004. Dimana hasil penelitiannya adalah: a) secara simultan, variabel independen tidak

6

Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol 2, No. 2, Juli 2008 (101-113) ISSN: 1978 – 3116 berpengaruh terhadap perubahan harga saham; b) secara parsial, hanya variabel DER yang berpengaruh terhadap harga saham. Penelitian Faridl (2007) bertujuan untuk mengetahui: 1) EPS, PER, dan ROE terhadap harga saham, secara simultan maupun secara parsial; 2) variabel bebas yang dominan berpengaruh terhadap harga saham. Hasil penelitiannya

menunjukkan bahwa EPS, PER, dan ROE berpengaruh signifikan secara simultan terhadap harga saham. Secara parsial, EPS berpengaruh signifikan terhadap harga saham. Temuan lain penelitian adalah EPS merupakan variabel bebas yang dominan diantara variabel-variabel bebas yang lain. Siyami (2007) menggunakan variabel independen yang sama dengan penelitian Faridl disertai penambahan variabel teknikal (harga saham masa lalu) yang dianggap berpengaruh signifikan terhadap harga saham emiten industri farmasi di BEJ. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua variabel independent mempunyai pengaruh yang signifikan secara simultan dan parsial terhadap variabel dependent. Temuan lainnya adalah bahwa harga saham masa lalu merupakan variabel yang dominan pengaruhnya terhadap harga saham emiten. Pengembangan Hipotesis Berdasarkan penjelasan yang disampaikan sebelumnya, maka dapat diangkat hipotesis penelitian ini sebagai berikut: H1: Pertumbuhan perusahaan berpengaruh positif terhadap harga saham perusahaan yang tergabung di delapan kelompok industri.

7

Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol 2, No. 2, Juli 2008 (101-113) ISSN: 1978 – 3116 H2: Profitabilitas perusahaan berpengaruh positif berpengaruh positif terhadap harga saham perusahaan yang tergabung di delapan kelompok industri. H3: Leverage perusahaan berpengaruh positif terhadap harga saham perusahaan yang tergabung di delapan kelompok industri. H4 : Likuiditas perusahaan berpengaruh positif terhadap harga saham perusahaan yang tergabung di delapan kelompok industri. H5 : Efisiensi perusahaan berpengaruh positif terhadap harga saham perusahaan yang tergabung di delapan kelompok industri.

METODE PENELITIAN Metode Pengumpulan Data Populasi dalam penelitian ini menggunakan perusahaan dalam delapan kelompok industri yang listed di Bursa Efek Indonesia. Adapun pengambilan sampel menggunakan metode judgment sampling, yaitu pemilihan sampel berdasarkan pada kriteria-kriteria tertentu. Kriteria tersebut adalah perusahaan yang sahamnya selalu terdaftar dan aktif diperdagangkan di Bursa Efek Jakarta (BEJ) minimal sejak tahun 2002 serta selalu menyajikan informasi keuangan selama periode pengamatan (Siagian, 2000). Penelitian ini menggunakan sampel perusahaan yang tergabung dalam industri pertanian, industri pertambangan, industri dasar dan kimia, aneka industri, industri barang konsumsi, industri properti dan real estate, industri infrastruktur, dan industri perdagangan. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder untuk periode tahun 2002 sampai dengan tahun 2006, yang diperoleh dari www.jsx.co.id, www.yahoo.com, dan www.reuters.com. Penelitian ini menggunakan 34 rasio untuk merepresentasikan lima proksi yang dianggap mempengaruhi harga saham perusahaan (lampiran 1).

8

Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol 2, No. 2, Juli 2008 (101-113) ISSN: 1978 – 3116 Metode Analisis Data Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian adalah menggunakan model regresi linier berganda sebagai berikut: Y = α + β1X1 + β2X2 + β3X3 + β4X4 + β5X5+ β6PER + β6X6 dimana: Y = Harga Penutupan Saham α = Konstanta β1-β6 = Koefisien Regresi X1 = Rasio Pertumbuhan Perusahaan X2 = Rasio Profitabilitas: X3 = Rasio Leverage: X4 = Rasio Likuiditas: X5 = Rasio Turn Over X6 = Price Earning Ratio X7 = Earning Per Share Tahapan Analisis Data a) Uji Hipotesis 1) Uji Significancy F Uji ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen secara simultan dengan hipotesis sebagai berikut: Ho : Variabel independen tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen Ha : Variabel independen berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen Dengan ketentuan, apabila: Sig.F > α 0,05 : Ho diterima Sig.F ≤ α 0,05 : Ha diterima 2) Uji Significancy t 9

Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol 2, No. 2, Juli 2008 (101-113) ISSN: 1978 – 3116 Uji ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh variabel independen (pertumbuhan perusahaan, profitabilitas, leverage, likuiditas, turn over performance, price earning ratio, dan earning per share) terhadap variabel dependen secara parsial dengan hipotesis sebagai berikut: Ho : Variabel independen (Xi) tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen Ha : Variabel independen (Xi) berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen Dengan ketentuan, apabila: Sig.t > α 0,05 : Ho diterima Sig.t ≤ α 0,05 : Ha diterima 3) Uji Koefisien Beta Regresi Pengujian dilakukan dengan merangking standardized coefficients beta yang diperoleh dari hasil analisis regresi berganda dengan

menggunakan SPSS. Uji ini dilakukan untuk mengetahui di antara variabel-variabel independen mana yang mempunyai pengaruh

dominan terhadap variabel dependen. b) Uji Asumsi Klasik Pengujian asumsi klasik ini bermaksud untuk memastikan bahwa model yang diperoleh benar-benar memenuhi asumsi dasar dalam analisis regresi yang meliputi asumsi: tidak terjadi multikolinearitas, tidak terjadi autokorelasi, dan tidak terjadi heteroskedastisitas. 1) Uji Multikolinearitas Pengujian terhadap ada tidaknya multikolinearitas dilakukan dengan menggunakan metode VIF (Variance Inflation Factor (Gujarati, 1995; 339). Pemenuhan terhadap asumsi non-multikolinieritas dilakukan dengan kriteria nilai VIF < 10 dan Nilai Tolerance mendekati 1 (Santoso, 2002:206). 10

Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol 2, No. 2, Juli 2008 (101-113) ISSN: 1978 – 3116 2) Uji Autokorelasi Pendeteksian Autokorelasi menurut Santoso (2002) dapat dilihat pada angka D-W (Durbin-Watson) dengan kriteria : Angka D-W di bawah -2 berarti ada autokorelasi positif. Angka D-W di antara -2 sampai +2, berarti tidak ada autokorelasi. Angka D-W di atas +2 berarti ada autokorelasi negatif. 3) Uji Heteroskedastisitas Uji gejala heteroskedastisitas dilakukan dengan menggunakan uji Glejser dengan langkah sebagai berikut : (a) Mencari nilai unstandarized residual variabel dependent dan kemudian mengabsolutkannya. (b) Nilai absolut tersebut kemudian diregress kembali terhadap variabel independen. (c) Dari hasil regresi yang didapatkan dilihat signifikan t-nya. Apabila tidak ada yang yang signifikan maka dapat disimpulkan tidak terjadi gejala heteroskedastisitas.

11

Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol 2, No. 2, Juli 2008 (101-113) ISSN: 1978 – 3116

HASIL EMPIRIS
Bagian analisis akan dijelaskan tentang statistik deskriptif dan pengujian hipotesis Statistik Deskriptif TABEL 1 Statistik Deskriptif (2003-2006)
Variabel N Harga Saham 840 PER 840 EPS 840 Gwth_TA 840 Gwth_HT 840 Gwth_Eq 840 Gwth_Sal 840 NIWC 840 SALCA 840 SALWC 840 EBITTA 840 ROI 840 GPM 840 NPM 840 ROE 840 TETA 840 RETA 840 DTA 840 DER 840 LDTA 840 LDER 840 QATA 840 ATR 840 RETE 840 CashCL 840 CashTA 840 WCTA 840 CACL 840 CASAL 838 CATA 840 ITO 838 COLPER 838 CATO 840 FATO 840 ATO 840 WCTO 840 Sumber : Hasil Olah Data Min 15 -37872.34 -2044.859 -0.85 -1 -30.5 -1 -1416.07 0 -2795.89 -0.85 -1.27 -22.43 -45.21 -27.96 -3.37 -5.15 0 -3428.47 -0.47 -1460.36 0 0 -1349.42 0 0 -2.44 0.02 0 0.01 0 0.03 -1354.05 -104.22 -1.26 -1416.07 Max 51500 883333.33 4282.012 19.71 1222.51 86.35 26.77 1506.97 2194.51 29103.29 22.52 23.11 10.53 10.89 37.38 1 0.81 4.37 1038.7 2.45 683.81 0.82 378.08 905.74 242.21 0.8 0.86 557.62 254 0.92 160.99 10221.15 211.53 17.38 9.32 1506.97 Mean 1579.32 2539.36 135.01 0.13 2.02 0.31 0.25 0.81 11.97 122.00 0.14 0.39 -0.02 -0.18 0.11 0.38 -0.19 0.62 0.26 0.23 0.48 0.23 2.11 -1.27 1.05 0.09 0.07 4.20 2.01 0.45 1.36 102.73 -1.09 -0.15 0.04 0.81 Std. Deviasi 4687.11 35234.56 534.71 0.79 42.87 4.62 1.31 72.44 137.90 1518.58 1.33 1.37 1.12 2.19 2.38 0.42 0.77 0.42 128.00 0.24 57.92 0.17 15.58 57.34 9.45 0.11 0.42 29.36 11.20 0.22 8.64 386.37 47.68 5.32 0.50 72.44

12

Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol 2, No. 2, Juli 2008 (101-113) ISSN: 1978 – 3116 Statistik deskriptif yang akan dibahas adalah nilai minimum, maksimum, mean, dan standar deviasi dari 36 variabel penelitian selama 4 tahun (2003-2006). Tabel berikut ini menyajikan statistik deskriptif dari variabel penelitian yang digunakan. Uji Hipotesis Berikut adalah hasil uji hipotesis secara simultan dan parsial TABEL 2 Hasil Uji Signifikansi Simultan dan Parsial
Ukuran Koefisien Earning Per Share GwthTA Growth GwthSAL SALCA SALWC EBITTA Profitabilitas ROI GPM NPM Leverage RETA QATA CashTA Likuiditas WCTA CASAL CATA COLPER Efisiensi CATO Sig.F Sumber : Hasil Olah Data Tani Tambang 0.006 Ind. Dasar 0.000 An.Ind 0.000 Konsumsi 0.000 0.019 0.000 0.001 0.019 0.001 0.000 0.000 0.001 0.000 0.000 0.024 0.000 0.000 0.003 0.000 0.028 0.012 0.000 0.006 Properti Infstr dll 0.000 0.026 0.000 0.015 Dagang 0.000

0.019 0.011 0.000

0.021 0.000 0.000 0.000 0.000 0.000 0.000 0.000

Berdasarkan tabel diatas, dapat disimpulkan bahwa secara simultan dan parsial; pertumbuhan, profitabilitas, posisi leverage, likuiditas, dan efisiensi perusahaan berpengaruh signifikan terhadap harga saham di delapan industri. Secara umum, penelitian ini mendukung penelitian yang dilakukan oleh Faridl (2007), Siyami (2007), Enggarini (2006), bahwa EPS berpengaruh signifikan terhadap harga saham emiten. Hasil penelitian ini juga sejalan dengan Riska (2002) bahwa pada periode

13

Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol 2, No. 2, Juli 2008 (101-113) ISSN: 1978 – 3116 penelitian PER dan ROE memang tidak berpengaruh signifikan untuk industri properti. Penelitian ini juga mendukung Puspasari (2006), bahwa current ratio, debt to equity ratio, return on equity, dan dividend payout ratio tidak berpengaruh signifikan secara parsial terhadap harga saham emiten. Hasil penelitian ini tidak sejalan dengan Haryanto dan Sugiharto (2003), karena ternyata rasio profitabilitas berpengaruh signifikan secara parsial pada enam industri dan secara simultan pada seluruh industri. Dari hasil pemeringkatan yang dilakukan, diperoleh hasil bahwa earning per share (EPS) merupakan variabel yang memiliki pengaruh dominan pada enam industri, sedangkan profitabilitas (SALCA) hanya dominan pada industri pertanian, sementara likuiditas (CashTA) berpengaruh dominan pada industri properti dan real estate. TABEL 3 Standardized Coefficient
Ukuran Pertumbuhan Profitabilitas Koefisien EPS GwthTA GwthSAL SALCA SALWC EBITTA ROI GPM NPM RETA QATA CashTA WCTA CASAL CATA COLPER CATO 0.43 0.20 0.72 -0.27 0.25 0.45 0.19 0.20 -0.42 0.18 -0.18 -0.27 0.15 0.26 0.30 -0.26 0.36 -0.18 -0.21 0.30 -0.20 Tani Tambang 0.46 Ind.Dasar 0.84 An.Ind 0.88 Konsumsi 0.89 0.09 -0.29 0.23 Properti Infstr dll 0.45 Dagang 0.36

Leverage

Likuiditas

-0.14

Efisiensi

-0.18

Sumber : Hasil Olah Data

14

Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol 2, No. 2, Juli 2008 (101-113) ISSN: 1978 – 3116 Berdasarkan koefisien adjusted R-square diperoleh informasi bahwa kemampuan lima proksi dalam menjelaskan variasi harga saham emiten sangat beragam dengan rentang nilai 21,98%-85,41%. TABEL 4 Adjusted R Square Industri Pertanian Pertambangan Dasar dan Kimia Aneka Industri Barang Konsumsi Properti dan Real Estate Infrastruktur dll Perdagangan dll
Sumber : Hasil Olah Data

Adj. R Square 0.6119 0.6318 0.5628 0.7783 0.8541 0.3126 0.4404 0.2198

Kemampuan tertinggi dalam menjelaskan variansi terdapat pada industri barang konsumsi (85,41%) dan aneka industri (77,83%). Sedangkan pada enam industri lainnya, pertumbuhan, profitabilitas, posisi leverage, likuiditas, dan efisiensi perusahaan rata-rata mampu menjelaskan variansi harga saham emiten sebesar 46,32% sisanya sebesar 53,68% adalah pengukuran lainnya yang tidak digunakan dalam penelitian. 4.1 Hasil Uji Asumsi Klasik Berikut adalah hasil uji asumsi klasik yang terdiri dari uji multikolinearitas, uji autokorelasi, dan uji heteroskedastisitas: a) Hasil Uji Multikolinearitas Berdasarkan Tabel 5 dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi gejala multikolinearitas pada persamaan multiregresi berdasarkan kriteria nilai Tolerance (mendekati 1) dan VIF (< 10). 15

Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol 2, No. 2, Juli 2008 (101-113) ISSN: 1978 – 3116 b) Hasil Uji Autokorelasi Berdasarkan tabel 6, dapat diambil kesimpulan tidak terjadi autokorelasi pada persamaan multiregresi di delapan industri karena angka D-W terletak di antara -2 sampai +2. TABEL 6 Hasil Uji Autokorelasi
Industri Pertanian Pertambangan Dasar & Kimia Aneka Industri Br. Konsumsi Properti Infrastruktur Perdagangan DW-hitung 1.23 1.97 1.52 0.97 1.61 1.37 1.29 1.08 Keterangan Tidak terjadi autokorelasi Tidak terjadi autokorelasi Tidak terjadi autokorelasi Tidak terjadi autokorelasi Tidak terjadi autokorelasi Tidak terjadi autokorelasi Tidak terjadi autokorelasi Tidak terjadi autokorelasi

Sumber : Hasil Olah Data

c) Hasil Uji Heteroskedastisitas

TABEL 7 Hasil Uji Heteroskedastisitas
Variabel Tani Tambang EPS 0.978 GwthTA GwthSAL SALCA 0.034 SALWC 0.592 EBITTA ROI GPM NPM RETA QATA CashTA WCTA CASAL CATA COLPER CATO 0.000 Sumber : Hasil Olah Data Ind.Dasar 0.000 An.Ind 0.001 Konsumsi 0.000 0.198 0.000 0.106 0.077 0.027 0.000 0.017 0.002 0.040 0.135 0.002 0.036 0.717 0.009 0.013 0.485 0.252 0.510 0.000 Properti Infstr dll 0.019 0.201 0.010 Dagang 0.000

0.893

0.418

16

Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol 2, No. 2, Juli 2008 (101-113) ISSN: 1978 – 3116 Berdasarkan Tabel 7, dapat disimpulkan bahwa memang masih terjadi gejala heteroskedastisitas pada persamaan multiregresi berdasarkan kriteria koefisien sig.t pendekatan gletzjer karena masih terjadi signifikansi parsial (sig.t) dari hasil regres nilai absolut dari unstandarized residual variabel dependent terhadap variabel independen

SIMPULAN, KETERBATASAN PENELITIAN, DAN IMPLIKASI
Simpulan
Secara simultan dan parsial, pertumbuhan, profitabilitas, posisi leverage, likuiditas, dan efisiensi perusahaan berpengaruh signifikan terhadap harga saham di delapan industri. Temuan lainnya adalah earning per share (EPS) merupakan variabel yang memiliki pengaruh dominan pada enam industri, sedangkan profitabilitas (SALCA) hanya dominan pada industri pertanian, sementara likuiditas (CashTA) berpengaruh dominan pada industri properti dan real estate. Pertumbuhan,

profitabilitas, posisi leverage, likuiditas, dan efisiensi perusahaan mampu menjelaskan variansi harga saham emiten sebesar 85,41% pada industri barang konsumsi dan 77,83% di aneka industri sedangkan pada enam industri lainnya secara rata-rata sebesar 46,32% sisanya sebesar 53,68% adalah pengukuran lainnya yang tidak digunakan dalam penelitian

17

Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol 2, No. 2, Juli 2008 (101-113) ISSN: 1978 – 3116
Keterbatasan Penelitian Penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan sebagai berikut: 1. Masih terjadi gejala heteroskedastisitas pada beberapa persamaan multiregresi yang terbentuk.

2. Penelitian ini hanya menggunakan periode observasi selama 4 tahun (2003-2006)
dimana penggunaan data baru dilakukan secara pooling untuk masing-masing industri.. 3. Penelitian ini hanya menggunakan lima proksi faktor fundamental yang dianggap mempengaruhi harga saham emiten.

Implikasi 1. Mengkaji ulang perihal penggunaan variabel yang menimbulkan terjadinya gejala heteroskedastisitas

2. Periode penelitian agar diperpanjang, dan penggunaan data mungkin bisa diperluas
pada masing-masing tahun baik secara pooling atau parsial pada tiap industri. 3. Proksi faktor fundamental mungkin bisa dikembangkan lagi, misalnya tingkatan leverage operasional, tingkatan leverage keuangan atau elastisitas arus kas perusahaan terhadap fluktuasi nilai tukar.

18

Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol 2, No. 2, Juli 2008 (101-113) ISSN: 1978 – 3116

REFERENSI
Anggraeni, Silvia. dan Toto Sugiharto. Analisis Z-Skor Untuk Penilaian Kinerja Keuangan Serta Pengaruhnya Terhadap Harga Saham Perusahaan Perdagangan Di BEJ. Majalah Ekonomi dan Komputer, No.3 Tahun XII-2004; 114-123 Asna dan Andi Nugraha. 2006. Analisis Pengaruh Rasio Keuangan Terhadap Return Saham Perbankan yang Terdaftar di Bursa Efek Jakarta. Jurnal Ekonomi MODERNISASI, Volume 2, No. 3, Oktober 2006. Auliyah, Robiatul. dan Ardi Hamzah. 2006. Analisa Karakteristik Perusahaan, Industri dan Ekonomi Makro Terhadap Return dan Beta Saham syariah Di Bursa Efek Jakarta. Simposium Nasional Akuntansi 9, Padang, Agustus. KAKPM06. Dewi, Kartika Saptorini. 2004. Pengaruh EVA dan Rasio Keuangan Terhadap Perubahan Harga Saham Perusahaan Manufaktur di BEJ. Skripsi Akuntansi Universitas Sebelas Maret. Daniati, Ninna dan Suhairi. 2006. Pengaruh kandungan Informasi Komponen Laporan Arus Kas, Laba Kotor, dan Size Perusahaan Terhadap Expected Return. Simposium Nasional Akuntansi 9, Padang, Agustus. K-AKPM21. Enggarini, Titis. 2006. Analisis Pengaruh Variabel Fundamental dan Teknikal Terhadap Harga Saham Indeks LQ 45 Periode 2002-2004). Skripsi. Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Brawijaya, Malang. Ernawati, Tri Wahyu. 2007. Analisis Pengaruh Tingkat Sensitivitas Saham pada Variabel-Variabel Ekonomi Makro Terhadap Expected Return Saham Perusahaan Perbankan. Skripsi. Universitas Brawijata, Malang. Fabozzi, Frank. 1999. Manajemen Investasi, Jilid I. Salemba Empat, Jakarta. Fahrani, Reiza. 2004. Analisis Pengaruh Price Earning Ratio, Earning Per Share, dan Return on Equity terhadap Harga Saham pada Perusahaan Food and Beverage di Bursa Efek Jakarta. Skripsi. Universitas Brawijaya, Malang. Faridl, Aang Z. 2007. Analisis Pengaruh Earning Per Share, Price Earning Ratio, dan Return On Equity terhadap Harga Saham, (Studi Pada Perusahaan Farmasi Yang Terdaftar di BEJ Periode 2002-2005). Skripsi. Universitas Brawijaya, Malang. Hilda, 2003, Analisis Pengaruh Perubahan Tingkat bunga SBI, Tingkat Inflasi, Kurs Valas dan GNP terhadap Return Indeks LQ 45 di BEJ, Tesis Program Pasca Sarjana Universitas Brawijaya Malang. Haryanto, dan Toto Sugiharto. 2003. Pengaruh Rasio Profitabilitas Terhadap Harga Saham Pada Perusahaan Industri Di Bursa Efek Jakarta. Jurnal Ekonomi dan Bisnis, No. 3, Jilid 8, Tahun 2003; 141-154

19

Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol 2, No. 2, Juli 2008 (101-113) ISSN: 1978 – 3116 Hengki. Pengaruh Pergerakan Rasio Profitabilitas Emiten Terhadap Perubahan Harga Saham. Majalah Ekonomi dan Komputer, No.3 Tahun XII-2004; 145-157 Idawati, Sukirno, dan Pujiningsih. 2003. Pengaruh Perubahan Earnings Per Share terhadap Perubahan Harga Saham pada Perusahaan Perbankan yang Terdaftar di BEJ. Jurnal Pendidikan Akuntansi Indonesia, Vol. 2, No. 1; 94–104 Iramani, Rr. dan Ansyori Mahdi. 2006. Studi Tentang Pengaruh Hari Perdagangan Terhadap Return Saham Pada BEJ. Jurnal Akuntansi dan Keuangan, Vol. 8, No. 2, November: 63-70 Kusdiyanto. 1996. Analisis Beberapa Faktor yang Mempengaruhi Harga Saham Bank-Bank Go Publik di Indonesia. Empirika, No. 17, 39–49 Kharisma, Erina. 2003. Analisis Pengaruh Variabe Fundamental dan Teknikal Terhadap Harga Saham. Lintasan Ekonomi, Volume XX, No 2, Juli, hal 188203. Kormedi, R., dan R. Lipe. 1987. Earnings Innovations, Earnings Persistence, and Stock Returns. Journal of Business 60 (3). pp. 323-345. Lestari, Risfanti Amrih. 2003. Pengaruh Earning Per Share dan Tingkat Bunga Terhadap Harga Saham Pada Consumer Goods Industry Yang Tercatat Di BEJ. Skripsi. UMM, Malang. Lipe, R.C. 1990. The Relation Between Stock Return, Accounting Earnings and Alternative Information. The Accounting Review (January). pp. 49-71 Mawardi, Sigit. 2005. Analisis Variabel-variabel Fundamental Yang Mempengaruhi Penilaian Saham Dengan Pendekatan Price Earning Ratio (Studi Kasus Pada Perusahaan Otomotif dan Komponen yang Listing di Bursa Efek Jakarta pada tahun 2000-2002), Skripsi, Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Brawijaya, Malang. Meythi. 2006. Pengaruh Arus kas Operasi Terhadap Harga Saham Dengan Persistensi Laba Sebagai Variabel Intervening. Simposium Nasional Akuntansi 9, Padang, Agustus. K-AKPM01. Praweti, Novi Karunia. 2003. Economic Value Added dan Pengaruhnya Terhadap Harga Saham Perusahaan Go Publik Di BEJ. Skripsi. UMM, Malang. Pradhono dan Yulius Jogi Christian. 2004. Pengaruh Economic Value Added, Residual Income, Earnings, dan Arus Kas Operasi Terhadap Return Yang Diterima Oleh Pemegang Saham (Studi Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efej Jakarta). Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol. 6, No. 2, November: 140-166 Puspasari, Dory Erma. 2006. Analisis Pengaruh Current Ratio, Debt to Equity Ratio, Net Profit Margin Ratio, Return On Equity, Dan Dividend Payout Ratio terhadap Perubahan Harga Saham Pada Perusahaan Manufaktur Yang GoPublik Di Bursa Efek Surabaya. Skripsi. Universitas Airlangga Surabaya.

20

Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol 2, No. 2, Juli 2008 (101-113) ISSN: 1978 – 3116 Reza, Mochammad. 2000. Analisis Dampak Pengaruh Tingkat Suku Bunga, Tingkat Inflasi dan Kurs Tukar terhadap Return Saham dari Perusahaan-Perusahaan yang terdapat di Indonesia, Tesis Program Pasca Sarjana. Universitas Brawijaya Malang. Rahadjo, Saptono Basuki. 2001. Pengaruh Kinerja Keuangan Perusahaan Terhadap Perubahan Harga Saham Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar di BEJ. Skripsi. Akuntansi Universitas Sebelas Maret Riyanto, Bambang. 2002. Dasar-dasar Pembelanjaan Perusahaan. Edisi 4. BPFE. Yogyakarta. Riska, Potty Nova. 2002. Analisa Pengaruh Price Earning Ratio, Earning Per Share, dan Return On Equity terhadap Harga Saham pada Perusahaan Properti di Bursa Efek Jakarta. Skripsi. Universitas Brawijaya, Malang. Rosyadi, Imron. 2002. Keterkaitan Kinerja Keuangan dengan Harga Saham (Studi Pada 25 Emiten 4 Ratio Keuangan di BEJ). Jurnal Akuntansi & Keuangan, Vol, 1, No. 1, April, 24–48 Rohmah, Sholikhah Nur dan Rina Trisnawati. 2004. Pengaruh Economic Value Added dan Profitabilitas Perusahaan terhadap Return Pemegang Saham Perusahaan Rokok. Empirika, Vol. 17, No. 1, Juni, 64–78 Sartono, R. Agus dan Kusdhianto Setiawan. 1999. Adakah Pengaruh “EVA” terhadap Nilai Perusahaan dan Kemakmuran Pemegang Saham Pada Perusahaan Publik?. Jurnal Akuntansi dan Bisnis Indonesia. Vol. 14, No. 4, Oktober, 124–136 Sharpe, William F., Gordon J. Alexander, & Jeffery V. Bailey, 1999, Investasi, Terjemahan oleh Hanry dan Agustiono, Edisi Revisi, Jilid I, Penerbit Prehallindo, Jakarta. Sloan, R.G. 1996. Do Stock Prices Fully Reflect Information in Accruals and Cash Flows about Future Earnings? The Accounting Review 71 (July). pp. 289-315. Santoso, Singgih. 2002. Buku Latihan SPSS Statistik Multivariat. PT Elex Media Komputindo, Jakarta. Santoso, Joko. 2003. Analisis Beberapa Variabel Fundamental yang Berpengaruh Terhadap Harga Saham (Studi Kasus Pada Perusahaan Perbankan yang Listing di BEJ), Skripsi. Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Brawijaya, Malang. Sudarto, Hindrata Gunawan dan Muhammad Havid. 2003. Faktor-faktor Fundamental dan Teknikal serta Hubungannya dengan Harga Saham pada Perusahaan Rokok, Makanan, dan Minuman di BEJ. Jurnal Ekonomi, Bisnis, dan Akuntansi, Vol. 5, No. 2, September; 197-210

21

Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol 2, No. 2, Juli 2008 (101-113) ISSN: 1978 – 3116 Sitobang, Sonang. 2003. Pengaruh Kinerja Perusahaan terhadap Pendapatan Saham Perusahaan Industri Otomotif yang Terdaftar di BEJ. Jurnal Pendidikan Akuntansi Indonesia, Vol. 2, No. 1, 75-93 Sularso, R. Andi. 2003. Pengaruh Pengumuman Dividend Terhadap Harga Saham (Return) Sebelum dan Sesudah Ex-Dividend Date di Bursa Efek Jakarta. Jurnal Akuntansi & Keuangan Vol. 5, No. 1, Mei: 1 – 17 Susilo, Dwi. Teguh Djiwanto, dan Jaryono. 2004. Dampak Publikasi Laporan Keuangan Terhadap Perilaku Return Saham Di Bursa Efek Jakarta. SMART, Vol. 2 No.2 Mei: 97-110 Sukartaatmadja, Iswandi. 2005. Pengaruh Arus Kas Operasi dan Laba Akuntansi Terhadap Tingkat Keuntungan dan Likuiditas Saham Emiten Sektor Keuangan Di Bursa Efek Jakarta. Jurnal Ilmiah Ranggagading, Vol. 5 No.2, Oktober: 125-132. Suharli, Michael. 2005. Studi Empiris Terhadap Dua Faktor Yang Mempengaruhi Return Saham Pada Industri Food & Beverages Di Bursa Efek Jakarta. Jurnal Akuntansi dan Keuangan, Vol. 7, No. 2, November: 99- 116. Setiawan, Wahyudi. 2006. Pengaruh Informasi Laba, Arus Kas, dan Komponen Arus Kas Terhadap Harga Saham (Studi Pada Saham-Saham Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Jakarta). Skripsi. Universitas Brawijaya, Malang. Sasongko, Noer dan Nila Wulandari. 2006. Pengaruh Economic Value Added dan Rasio Profitabilitas Terhadap Harga Saham. Empirika, Vol.19 No.1 ; Juni. Siaputra, Lani. dan Adwin Surja Atmadja. 2006. Pengaruh Pengumuman Dividend Terhadap Harga Saham Sebelum dan Sesudah Ex-Dividend Date di Bursa Efek Jakarta. Jurnal Akuntansi dan Keuangan, Vol. 8, No. 1, Mei: 71-77 Siyami, Nia Isniati. 2007. Analisis Pengaruh Variabel Fundamental dan Teknikal Terhadap Harga Saham Perusahaan Farmasi Yang Listing Di BEJ Periode 2002-2004. Skripsi. Universitas Brawijaya, Malang. Triyono., dan J. Hartono. 2000. Hubungan Kandungan Informasi Arus Kas, Komponen Arus Kas, dan Laba Akuntansi dengan Harga atau Return Saham. Jurnal Riset Akuntansi Indonesia, vol. 3, no. 1 (Januari). pp. 54-68 Wibowo, Pratomo Wahyu. 2003. Pengaruh Profitabilitas, Leverage, dan Earning Per Share terhadap Return Saham Manufaktur dan Non-Manufaktur. Skripsi. Akuntansi Universitas Sebelas Maret Wulandari, Dwi. 2005. Pengaruh Variabel-variabel Fundamental dan Teknikal Terhadap Harga Saham, (online)(http:// Ekofeum.co.id, diakses 2 Juli 2006).

22

TABEL 5 Hasil Uji Multikolinearitas
Variabel Pertanian Tol. VIF Pertambangan Tol. VIF 0.57 1.77 Ind.Dasar Tol. VIF 0.68 1.47 Aneka Industri Tol. VIF 1.00 1.00 Br. Konsumsi Tol. VIF 0.90 1.11 0.91 1.09 Properti Tol. VIF Infrastruktur Tol. VIF 0.84 1.19 Perdagangan Tol. VIF 0.90 1.11

EPS GwthTA GwthSAL 0.71 1.41 SALCA 0.99 1.01 0.26 3.88 0.96 SALWC 0.99 1.01 EBITTA 0.62 1.62 ROI 0.82 1.22 GPM 0.66 1.51 NPM 0.49 2.05 0.75 RETA 0.72 1.39 0.84 1.19 0.73 QATA 0.72 1.38 0.95 CashTA 0.68 1.48 0.60 1.66 0.67 1.49 WCTA 0.46 2.18 0.78 1.28 CASAL 0.27 3.72 CATA 0.67 1.50 0.49 2.06 COLPER 0.93 1.08 CATO 0.57 1.77 Sumber : Hasil Olah Data Keterangan : Suatu persamaan multiregresi memiliki gejala multiko kalau nilai tolerance > 1 dan Nilai VIF <10 (Santoso, 2002).

1.05

1.34 1.37 1.05

Lampiran 1. Definisi Operasional Variabel Ukuran Profitabilitas Rasio
NIWC SALCA SALWC EBITTA ROI GPM NPM ROE TETA RETA DTA DER LDTA LDER

:
: : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : :

Rumus
Laba bersih / Modal Kerja Penjualan / Aktiva lancar Penjualan / Modal kerja EBIT / Total Aktiva Laba bersih / Total Aktiva Laba kotor / Penjualan Laba bersih / Penjualan Laba bersih / Total Ekuitas Total Ekuitas / Total Aktiva Laba Ditahan / Total Aktiva Total Kewajiban / Total Aktiva Total Kewajiban / Total Ekuitas Hutang Jk. Panjang / Total Aktiva Hutang Jk. Panjang / Total Ekuitas (Aktiva tn - Aktiva tn-1)/ Aktiva tn-1 (Hutang tn - Hutang tn-1)/ Hutang tn-1 (Ekuitas tn - Ekuitas tn-1)/ Ekuitas tn-1 (Penjualan tn - Penjualan tn-1)/ Penjualan tn-1 (Kas + Investasi Jk Pendek + Piutang) / Total Aktiva (Kas + Investasi Jk Pendek + Piutang) / Kewajiban lancar Laba Ditahan / Total Ekuitas Kas dan setara kas / kewajiban lancar Kas dan setara kas /Total Aktiva Modal Kerja / Total Aktiva Aktiva lancar / kewajiban lancar Aktiva lancar / Penjualan Aktiva lancar / Total Aktiva Persediaan / Penjualan Piutang / Penjualan Laba bersih / Aktiva Lancar Laba bersih / Aktiva tetap bersih Laba bersih / Total Aktiva Laba bersih / Modal kerja Harga Saham / EPS Laba bersih / Jumlah Saham beredar

Leverage

Pertumbuhan GwthTA
GwthHt GwthEq GwthSAL

Likuiditas

QATA ATR RETE CashCL CashTA WCTA CACL CASAL CATA

Efisiensi

ITO COLPER CATO FATO ATO WCTO

PER EPS

Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol 2, No. 2, Juli 2008 (101-113) ISSN: 1978 – 3116 Lampiran 2. Sampel Penelitian
Pertanian AALI ATPK BASS UNSP CPDW DSFI IIKP MBAI LSIP ANTM APEX BUMI CNKO INCO MEDC TINS ALMI ARNA AMFG BRPT BRNA BUDI CPIN CTBN CLPI DUTI DYNA DSUC EKAD ETWA FASW FPNI IGAR IKAI INTP INKP INAI INCI JPFA JPRS JKSW KKGI Industri Dasar & Kimia LION LAPD LMSH MLIA PICO SRSN SMCB SMGR TKIM SIPD SIMA SOBI SULI SPMA SAIP SUDI TOTO TBMS TIRT TRST UNIC ASIA ADMG BATA CITA DOID ERTX ESTI GJTL GDYR IKBI INDR INDS IMAS JECC KBLI KBLM PAFI PBRX POLY PRAS RICY Aneka Industri MYRX MYTX NIPS SIMM SMSM SSTM SUGI SCCO TFCO VOKS ADES AISA BATI CEKA DVLA DAVO DLTA GGRM INAF INDF KAEF KLBF KICI KDSI LMPI MYOR MERK MLBI MRAT PYFA PSDN SCPI SKLT STTP SMAR SUBA TSPC TBLA TCID ULTJ UNVR ELTY Industri Properti & R. Estate BIPP BMSR CKRA CTRA CTRS DILD DART DUTI FMII GMTD .OMRE JAKA JIHD JRPT KARK KIJA KPIG LAMI LPCK MDLN MLND PTRA PWON PWSI PUDP RBMS RODA BKSL SMRA SSIA SIIP SMDM BLTA CMPP ISAT IATG MIRA PTRO RIGS SMDR SAFE TLKM Infrastrtr TMAS ZBRA PGAS ABBA TMPI AKRA ALKA ALFA ANTA ASGR BAYU BNBR DNET EPMT FAST FISH FORU GEMA BMTR HERO HEXA SHID INDX ITTG INTD INTA JSPT KONI LTLS LMAS MAMI META PLAS PANR PTSP PLIN POOL SONA TURI UNTR WAPO WICO

Dagang

Tambang

Industri Barang Konsumsi

Industri Dasar & Kimia

Aneka Industri

Infrastrtr

25

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->