P. 1
reaksi2 kimia

reaksi2 kimia

|Views: 2,264|Likes:
Dipublikasikan oleh riza ummul khusniah

More info:

Published by: riza ummul khusniah on Oct 26, 2009
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/23/2013

pdf

text

original

I.

JUDUL PERCOBAAN

: REAKSI REAKSI KIMIA reaksi III.DASAR TEORI

II. TUJUAN PERCOBAAN : Mengamati perubahan yang terjadi pada suatu

Reaksi kimia dikatakan atau berlangsung apabila salah satu hal berikut harus teramati yaitu reaksi tersebut menghasilkan gas, endapan, perubahan suhu dan perubahan warna. Jika terjadi reaksi kimia, dapat diamati tiga macam perubahan yaitu Perubahan Sifat, Perubahan Susunan, dan Perubahan Energi. Reaksi kimia adalah suatu proses dimana zat-zat baru yaitu hasil reaksi, terbentuk dari beberapa zat aslinya, yang disebut pereaksi. Biasanya suatu reaksi kimia disertai oleh kejadian-kejadian fisis, seperti perubahan warna, pembentukan endapan, atau timbulnya gas. Jenis – jenis reaksi kimia : a. Pembakaran. Suatu reaksi dimana suatu unsur atau senyawa bergabung dengan oksigen membentuk senyawa yang mengandung oksigen sederhana. Contohnya : CO2, H2O dan SO2 C3H8(g) + 5O2(g)  3CO2(g) + 4H2O(g) 2C6H14O4(g) + 15O2  12CO2(g) + 14H2O(g) b. Penggabungan (sintetis) Suatu reaksi dimana sebuah zat yang lebih kompleks terbentuk dari dua atau lebih zat yang lebih sederhana (baik unsur maupun senyawa). 2H2(g) + O2(g)  2H2O(g) CO(g) + 2H2(g)  CH3OH(g) c. Penguraian Suatu reaksi dimana suatu zat dipecah menjadi zat-zat yang lebih sederhana 2Ag2O(l)  4Ag(l) + O2(g) d. Penggantian (Perpindahan tanggal) Suatu reaksi dimana sebuah unsur pindahan unsur lain dalam suatu senyawa. Cu(l) + 2Ag+(aq)  CU2+(aq) + 2 Ag(l) e. Metatesis (pemindahan tanggal) Suatu reaksi dimana terjadi pertukaran antara dua reaksi. AgNO3(aq)  NaCl(aq)  AgCl(l) + NaNO3(aq) (Ralph H. Petrucci – Seminar, 1989)

Cara teringkas untuk memberikan suatu reaksi kimia adalah dengan menulis suatu persamaan kimia berimbang yang merupakan pernyataan kualitatif maupun kuantitatif mengenai pereaksi yang terlibat. Tiap zat diwakili oleh rumus molekulnya. Menyatakan banyaknya atom-atom dari tiap macam dalam suatu satuan zat itu. Rumus molekulnya merupakan kelipatan bilangan bulat rumus emperis zat itu yang menyatakan jumlahminimal yang mungkin dalam perbandingan yang benar atom-atom dari tiap macamnya. Tiga kelas umum reaksi yang dijumpai dengan melaus dalam kimia ialah reaksi kombinasi langsung, reaksi penukargantian sederhana dan reaksi penukargantian rangkap. Hubungan kuantitatif antara pereaksi dan hasil reaksi dalam suatu persamaan kimia berimbang menmberikan dasar staikiometri. Perhitungan staikiomentri mengharuskan penggunaan bobot atom unsur dan bobot molekul senyawa. Banyaknya suatu hasil reaksi tertentu yang menurut perhitungan akan diperoleh dalam suatu reaksi kimia rendemen teoritis untuk suatu reaksi kimia. Penting untuka mengetahui mana yang merupakan pereaksi pembatas yakni pereaksi yang secara teoritis dapat bereaksi sampaihabis, sedangkan pereaksi-pereaksi lain berlebih. (Keenan, 1984)

IV. ALAT DAN BAHAN Alat ○ Tabung reaksi ○ Gelas kimia ○ Rak tabung reaksi ○ Pembakar spiritus ○ Pipa pengalir bersumbat ○ Pipet tetes ○ Gelas ukur Bahan ○ HCl ○ NaOH ○ ZnSO4 ○ NH4OH ○ BaCl2 ○ K2CrO4 ○ K2Cr2O7 ○ KI 0,05 M ○ (NH4)2SO4 ○ H2SO4 pekat ○ C12H22O11 ○ CaCO3 serbuk ○ Indikator universal 0,5 M 0,05 M/0,5 M 0,05 M 0,05 M/0,5 M 0,1 M 0,5 M 0,1 M 0,2 M 0,1 M ○ CH3COOH

○ Ba(OH)2 0,2 M

TabungNaOH 0,05 M 1 mL HCl 0,05 M 1 mL 3 1 + 1 tetes indikator + 1 tetes indikator

1)

Dicampur campuran Larutan dan diamati

TabungNaOH 0,05 0,05 M 1 mL CH3COOH M 1 mL 4 2 + 1 tetes indikator + 1 tetes indikator

Dicampur campuran Larutan dan diamati

Tabung 1 ZnSO4 0,1 M 1 mL + 5 tetes NaOH 0,5 M Ditambah NaOH terus menerus sampai terjadi perubahan

Tabung 2

1)

1 mL ZnSO4 0,1 M + 5 tetes NH4OH 0,5 M Ditambah NH4OH terus menerus sampai terjadi perubahan

Larutan campuran Dimasukkan tabung reaksi 3 mL (NH4)2SO4 3 mL + 2 mL NaOH 0,5 M Tutup tabung dengan sumbat berpipa pengalir Ujung pipa dikenakan pada kertas lakmus merah yang dibasahi air Perubahan diamati

Larutan campuran Dimasukkan tabung reaksi 0,2 gr serbuk CaCO3 + 3 mL HCl 0,5 M Segera ditutup dengan sumbat berpipa pengalir Ujung pipa dimasukkan dalam tabung yang telah diisi Ba(OH)2 0,2 M Perubahan diamati

b)

Tabung 2BaCl2 0,1 M 1 mL + 1 mL K2Cr2O7 0,1 M

Tabung 1BaCl2 0,1 M 1 mL + 1 mL K2CrO4 0,1 M

Tabung 3

1 mL BaCl2 0,1 M + HCl 0,5 m + 1 mL K2CrO4 0,1 M

Larutan campuranreaksi Dimasukkan tabung reaksi Gula 1/3 tabung Ditetesi air dan diaduk sampai merata +1 mL H2SO4 pekat dengan hatiati Diaduk Dibiarkan beberapa menit Perubahan diamati

2)

Perlakuan 1 . • Tabung 1

I. DATA PENGAMATAN Pengamatan Sebelum Sesudah HCl = tidak berwarna Indikator = jingga (+ Larutan +++) berwarna Indikator = jingga (+ +++) NaOH = tidak b Larutan = ungu jernih (+) = jingga jernih (++) CH3COOH = tidak Larutan = jingga

1 mL HCl 0,05 M + 1 tetes indikator • Tabung 2 1 mL CH3COOH 0,05 M + 1 tetes indikator • Tabung 3

1 mL NaOH 0,05 M + 1 tetes erwarna indikator • Tabung 4 Indikator = jingga (+ +++) NaOH = tidak Larutan = ungu

1 mL NaOH 0,05 M + 1 tetes berwarna indikator • Tabung 1 + tabung 3 Indikator = jingga (+ +++) Tabung 1 = jingga Larutan = jingga ++ (+) Tabung 3 = ungu Reaksi: HCl + NaOH  NaCl + H2O • Tabung 2 + tabung 4 Tabung 2 = jingga (+ Larutan = kuning +) Tabung 4 = ungu 1 . CH3COOH + NaOH  CH3COONa + H2O a) 1 mL ZnSO4 0,1 M + 5 ZnSO4 = tak Larutan = berwarna tetes NaOH keruh (+) NaOH = tak Ditambah NaOH terus berwarna menerus perubahan ZnSO4 + NaOH  Zn (OH)2 + Na2SO4 sampai terjadi putih +

b) 1 mL ZnSO4 0,1 M + 5 ZnSO4 berwarna tetes NH4OH 0,05 M NH4OH Ditambah NH4OH terus berwarna menerus perubahan sampai terjadi

= =

tak Larutan tak keruh (++)

=

putih

ZnSO4 + NH4OH  Zn(OH)2 + (NH4)2SO4 1 . a) - 3 mL (NH4)2SO4 0,5 (NH4)2SO4 = berwarna M + 2 mL NaOH 0,5 M NaOH = – Ditutup dengan berwarna sumbat pengalir. – Ujung pengalir dikenakan pada kertas lakmus merah yang dibasahi. (NH4)2SO4 + NaOH  NH4OH + Na2SO4 a) M – Segera dengan berpipa pengalir – Ujung dimasukkan tabung yang pipa dalam telah ditutup sumbat pengalir 0,2 gr serbuk CaCO3 = serbuk Terjadi gekembunggelembung Terjadi embun kecil di pada tabung CaCO3. dinding-dinding tabung reaksi pada tabung Ba(OH)2 dan terjadi besar Terdapat endapan gelembung CaCO3 + 3 mL HCl 0,5 putih HCl = tak berwarna berpipa tak Tibul gas tak Dan lakmus merah berubah menjadi biru

diisi Ba(OH)2 0,2 M putih. CaCO3 + 2 HCl  CaCl2 + H2CO3 1 . • Tabung 1 H2CO3 + Ba(OH)2  BaCO3 + H2O BaCl2 = tak berwarna Larutan = jernih 2BaCl2 + K2CrO4  BaCrO4 + 2 KCl kuning,

1 mL BaCl2 0,1 M + 1 mL K2CrO4 K2CrO4 0,1 M

kuning endapan putih (+++)

Tabung 2

BaCl2 = tak berwarna = jernih

Larutan

orange,

1 mL BaCl2 0,1 M + 1 mL K2Cr2O7 K2Cr2O7 0,1 M • Tabung 3

jingga endapan putih (++)

BaCl2 + K2Cr2O7  BaCr2O7 + 2 KCl BaCl2 = tak berwarna = jernih tabung Gula = putih H2SO4 = tak – – sampai berwarna Larutan orange, 1 mL NaOH 0,05 M + 1 tetes K2CrO4 1 . – – – – indicator – Gula Diaduk merata + 1mL H2SO4 pekat Diaduk Dibiarkan beberapa menit 1/3 kuning endapan putih (+) – Larutan menjadi hitam pekat Panas Bau menyengat

reaksi ditetesi air

VI. PEMBAHASAN
Dari hasil yang diperoleh dari percobaan yang diamati maka dapat dibahas sebagai berikut : 1. Larutan campuran berwarna jingga (+++) dari tabung 1 dicampurkan dengan tabung 3, dimana tabung 1 merupakan campuran dari larutan HCl 0,05 M dan 1 tetes indicator universal. Seharusnya warna dari larutan campuran ini adalah kuning kehijauan jernih, hal ini disebabkan reagen yang digunakan telah terkontaminasi zat lain sehingga warnanya menjadi jingga (+++). HCl + NaOH  NaCl + H2O Larutan campuran berwarna jingga kuning dari tabung 2 dicampurkan dengan tabung 4, dimana tabung 2 merupakan campuran dari larutan CH3COOH 0,05 M dan 1 tetes indicator universal. Seharusnya warna dari larutan campuran ini adalah kuning kehijauan jernih, hal ini disebabkan reagen yang digunakan telah terkontaminasi zat lain sehingga warnanya menjadi kuning. CH3COOH + NaOH  CH3COONa + H2O

2. Pada tabung 1, larutan yang dhasilkan dari pencampuran 1 mL ZnSO4 0,1 M dan 5 tetes NaOH 0,5 M adalah larutan berarna putih keruh beserta endapam putih. Demikan adalah persamaan reaksi dari percobaan tersebut: ZnSO4 + NaOH  Zn(OH)2 + Na2SO4 Pada tabung 2, larutan yang dhasilkan dari pencampuran 1 mL ZnSO4 0,1 M dan 5 tetes NH4OH 0,5 M adalah larutan berarna putih keruh beserta endapam putih. Dan persamaan reaksinya adalah ZnSO4 + NH4OH  Zn(OH)2 + (NH4)2SO4 Dari dua percoban tersebut dapat disimpulkan bahwa endapan putih merupakan Zn(OH)2. 3. Pada percobaan (a), reaksi menghasilkan gas, dan gas tersebut merupakan suatu basa. Hal ini dibuktikan dengan kertas lakmus merah yang telah dibasahi air berubah menjadi biru setelah dikenakan pada gas tersebut. Gas tersebut merupakan gas NH4OH. Persamaan reaksi sebagai berikut (NH4)2SO4 + NaOH  NH4OH + Na2SO4 Pada percobaan (b), reaksi menghasilkan gas. Terjadi gelembunggelembung kecil pada tabung yang telah berisi CaCO3 dan HCl. Gelembung gas tersebut merupaka gas H2CO3. Gas H2CO3 kemudian mengalir melalui pipa pengalir pada tabung yang telag berisi Ba(OH)2. Terjadi embun di dinding-dinding tabung reaksi dan terjadi gelembung besar pada pipa serta endapan putih. Embun tersebut merupakan H2O dan endapan tersebut merupakan Ba(CO)3. Demikian persamaan reaksinya: CaCO3 + 2 HCl  CaCl2 + H2CO3 H2CO3 + Ba(OH)2  BaCO3 + H2O Pada kedua percobaan ini terjadi gelombang gas. 4. Pada percobaan tabung 1, 2, dan 3 terdapat endapan berwarna putih pudar (kuning muda). Endapan tersebut merupakan Ba2CrO4 dan Ba2Cr2O7. Kedua larutan tersebut merupakan endapan larutan yang mempunyai sifat padat. Peran HCl pada tabung 3 merupakan sebuah katalisator. Demikian persaman reaksinya 2BaCl2 + K2CrO4  BaCrO4 + 2 KCl BaCl2 + K2Cr2O7  BaCr2O7 + 2 KCl

5. Percobaan ini menghasilkan larutan hitam pekat, panas, dan berbau menyengat. Larutan H2SO4 inilah yang menyebabkan terjadi kenaikan suhu, karena larutan ini mempunyai sifat melepaskan panas yang banyak jika bercampur dengan air. Bau menyengat tersebut merupakan gas H2. VII.KESIMPULAN Dari paparan pembahasan dapat disimpulkan: Suatu reaksi akan mengalami perubahan, seperti perubahan warna, pembentukan endapan, timbulnya gas, dan perubahan energi.

VIII.DAFTAR PUSTAKA
Keenan, A. Hadyana Pudjaatmaja, PH. CL, 1992, Kimia Untuk Universitas, Jilid 1. Erlangga, Bandung. Petrucci, H. Ralph, Suminar,1989, Kimia Dasar, Edisi Ke-4 Jilid 1. Erlangga, Jakarta. Tim Kimia Dasar, 2004. Penuntun Praktikum Kimia Dasar I. Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Surabaya.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->