Anda di halaman 1dari 25

1

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Kematian maternal adalah kematian dari setiap wanita waktu hamil,
persalinan, dan dalam 90 hari sesudah berakhirnya kehamilan dan tindakan
yang dilakukan untuk mengakhiri kehamilan(Mochtar, 1998)
Dalam kurun waktu reproduksi sehat dikenal bahwa usia aman untuk
kehamilan dan persalinan adalah 20-30 tahun. Kematian maternal pada wanita
hamil dan melahirkan meningkat pada usia 30-35 keatas.(Prawirohardjo. 2006)
Penurunan angka kematian ibu per 100 ribu kelahiran bayi hidup masih
terlalu lamban untuk mencapai target tujuan pembangunan millenium dalam
rangka mengurangi tiga per empat jumlah perempuan yang meninggal selama
hamil dan melahirkan pada 2015, demikianlah pernyataan resmi organisasi
kesehatan dunia (WHO). Itu dijelaskan untuk mencapai target pembangunan
millenium penurunan angka kematian ibu antara 1990 dan 2015 seharusnya 5,5
persen/tahun.
Kesehatan menunjukan bahwa AKI di Indonesia mencapai 290,8/100
ribu kelahiran hidup. Meski sudah menunjukkan penurunan dibandingkan
tahun-tahun sebelumnya angka tersebut masih jauh dari memuaskan. Indonesia
masih menjadi negara dengan angka kematian ibu tertinggi di Asia Tenggara.
Menurut data Dinas Kesehatan Kota Palembang tahun 2006 sasaran ibu
hamil 34.191, tahun 2007 sasaran ibu hamil 35.696 dengan faktor resiko 3.545
(12,7 %), tahun 2008 sasaran ibu hamil 35.550 dengan faktor resiko 3.623
(10,2 %).
Berdasarkan data yang kami dapat dari Puskesmas Kenten Palembang
jumlah ibu hamil dengan pre eklampsi ringan pada tahun 2006 29% dari ibu
hamil normal. Pada tahun 2007 jumlah ibu hamil dengan pre eklampsi ringan

1
2

berkisar sekitar 36% dan pada tahun 2008 jumlah ibu hamil dengan pre
eklampsi ringan semakin meningkat, berkisar antara 37% – 38% dari ibu hamil
normal. Dari data diatas dapat disimpulkan bahwa jumlah ibu hamil dengan pre
eklampsi ringan setiap tahunnya semakin meningkat.
Upaya untuk menurunkan angka kematian maternal berupa pencegahan
dengan keluarga berencana, pemeriksaan kehamilan dan pelayanan gawat
darurat serta perbaikan jaringan pelayanan kesehatan (Prawirohardjo, 2006)
Berdasarkan data diatas, maka penulis tertarik untuk membuat makalah
tentang Asuhan Kebidanan Pada Ny “K” dengan Faktor resiko dimana
merupakan aplikasi penerapan dan pembelajaran asuhan kebidanan yang telah
didapat dari pendidikan.

1.2 Perumusan Masalah


Berdasarkan yang diatas bahwa pre eklampsi ringan sangat sering
dijumpai pada ibu hamil dengan usia diatas 35 tahun di Puskesmas Kenten
Palembang.

1.3 Tujuan
1.3.1 Tujuan Umum
Mampu melakukan asuhan kebidanan secara langsung pada ibu hamil
dengan pre eklampsi ringan di Puskesmas Swakelola Kenten Palembang.

1.3.2 Tujuan Khusus


1. Mampu melaksanakan pengkajian data subjektif dan objektif pada Ny “K”
dengan pre eklampsi ringan.
2. Mampu menegakkan diagnosa pada Ny”K” setelah dilakukan pengkajian
data.
3

3. Memberikan perencanaan asuhan kebidanan pada ibu hamil.


4. Mengevaluasi hasil dari asuhan kebidanan pada Ny”K” dengan pre
eklampsi ringan.

1.4 Manfaat
1.4.1 Bagi Puskesmas
Hasil makalah ini dapat digunakan sebagai pemberian informasi atau
bahan pertimbangan dalam meningkatkan standar pelayanan di Puskesmas
Swakelola Kenten Palembang.
1.4.2 Bagi Institusi Pendidikan
Merupakan umpan balik terhadap penerapan teori secara terpadu oleh
mahasiswa dilahan praktek dan bermanfaat untuk meningkatkan mutu
pelayanan kebidanan.
1.4.3 Bagi Mahasiswa
Makalah ini dapat menambah wawasan mahasiswa tentang gambaran
pelayanan kesehatan ibu hamil dengan Pre Eklampsi Ringan.

1.5 Waktu dan Tempat


Asuhan Kebidanan dilakukan pada Ny “K” hamil 24 minggu dengan Pre
Eklampsi Ringan , Pada tanggal 27 Juli sampai dengan 15 Agustus 2009 di
Puskesmas Swakelola Kenten Palembang.
4

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 KONSEP DASAR


2.1.1 Definisi
Pre eklampsi adalah suatu kondisi yang terjadi pada kehamilan yang
membahayakan ibu dan bayinya (Alexender, 2002)
Pre Eklampsi adalah timbulnya hipertensi disertai proteinuriadan
edema akibat kehamilan setelah usia kehamilan 20 minggu atau segera setelah
persalinan (Mansjoer,2001)
Pre Eklampsi adalah penyakit dengan tanda-tanda hipertensi, edema
dan proteinuria yang timbul Karena kehamilan (Prawirihardjo, 2006)
Pre Eklampsi adalah kondisi seorang wanita hamil yang mengalami
hipertensi, sehingga merasakan keluhan seperti pusing, sakit kepala, gangguan
penglihatan, nyeri perut, muka yang membengkak, kurang nafsu makan
(www.google.com)
Pre Eklampsi Ringan adalah timbulnya hipertensi disertai proteinuria
dan edema setelah umur kehamilan 20 minggu atau segera setelah
persalinan.gejala ini dapat timbul sebelum umur kehamilan 20 minggu pada
penyakit trofoblas.(www.google.com)

2.1.2 Etiologi
Sebab pre eklampsi belun di ketahui dengan pasti. Faktor-faktor
predisposisi :
1. Primugravida atau Multipara terutama pada umur reproduksi eksterm
yaitu teneger atau umur 35 tahun ke atas

4
5

2. Multigravida dengan kondisi klinis


a. Kehamilan ganda dan hidrop fetalis
b. Penyakit vaskuler termasuk hipertensi esensial kronik dan diabetes
mellitus
c. Penyakit-penyakit ginjal
3. Hiperplasentorik
Mola hidatidosa, kehamilan ganda, hidrop fetalis, bayi besar.
4. Riwayat keluarga pernah pre eklampsi dan eklampsi

2.1.3 Patofisiologi
Penyebab pre eklampsi ringan belum di ketahui secara jelas.Penyakit
ini dianggap sebagai “maladaptation syndrome” akibat vasospasme general
dengan segala akibatnya.

2.1.4 Klasifikasi
Pre-eklampsi digolongkan ke dalam pre-eklampsi ringan dan pre-
eklampsi berat dengan gejala dan tanda sebagai berikut :
a. Pre-eklampsi Ringan
1. Kenaikan tekanan darah sistol 30 mmHg atau lebih, diastole 15 mmHg
atau lebih dari tekanan darah sebelum hamil pada kehamilan 20
minggu atau lebih, atau systole 140 mmHg sampai kurang 160 mmHg,
diastole 90 mmHg sampai kurang 110 mmHg.
2. Proteinuria :secara kuantitatif lebih 0,3 gr/liter dalam 24 jam atau
secara kualitatif positif 2 (+2).
3. Edema pretibia, dinding abdomen, lumbosakral, wajah atau tangan.
6

b. Pre-eklampsi Berat
Bila salah satu diantara gejala atau tanda diketemukan pada hamil sudah
dapat di golongkan pre-eklamps berat :
1. Tekanan darah 160/110 mmHg
2. Oliguria, urin kurang dari 400 cc/24 jam
3. Proteinuria lebih dari 3 gr/liter
4. Keluhan Subjektif seperti nyeri epigastrium, gangguan penglihatan,
nyeri kepala, edema paru, sianosis, dan gangguan kesadaran.
5. Pemeriksaan kadar enzim hati meningkat disertai ikterus, perdarahaan
pada retina, dan trombosit kurang dari 100.000/mm

2.1.5 Diagnosis
Diagnosis pre-eklampsi ditegakkan berdasarkan :
1. Peningkatan TD yang lebih besar atau sama dengan 140/90 mmHg.
2. Atau peningkatan tekanan systole > 30 mmHg atau diastole > 15 mmHg.
3. Proteinuria signifikan 300 mg /24 jam atau > 1 gr/ml.
4. Di ukur pada 2x pemeriksaan dengan jarak waktu 6 jam.
5. Edema umum atau peningkatan berat badan berlebihan.
(Josoprawiro, 2005).

2.1.6 Pencegahan
Pemeriksaan antenatal yang teratur dan diteliti dapat menemukan
tanda-tanda dini pre-eklampsi dan dalam hal itu harus dilakukan penanganan
yang semestinya. Kita perlu lebih waspada akan timbulnya pre-eklampsi
dengan adanya factor-faktor predisposisi.
Penjelasan tentang manfaat istirahat dan diet berguna dalam
pencegahan. Istirahat tidak selalu berarti berbaring di tempat tidur namun
pekerjaan sehari-hari perlu dikurangi dan dianjurkan lebih banyak duduk dan
berbaring kearah punggung janin sehingga aliran darah menuju plasenta tidak
7

mengalami gangguan. Diet tinggi protein dan rendah lemak, karbohidrat,


garam dan penambahan berat badan yang tidak berlebihan perlu dianjurkan.
(Prawirohardjo, 2006)

2.1.7 Penatalaksanaan pada ibu


Penatalaksanaan pre eklampsi ringan :
1. Dapat dikatakan tidak mempunyai resiko bagi ibu maupun janin
2. Tidak perlu segera diberikan obat anti hipertensi atau obat lainya, tidak
perlu dirawat kecuali tekanan darah meningkat terus(batas aman 140-
150/90-100 mmHg)
3. Istirahat yang cukup (berbaring atau tidur minimal 4 jam pada siang hari
dan minimal 8 jam pada malam hari)
4. Pemberian Luminal 1-2 x 30 mg/hari bila tidk bisa tidur
5. Pemberian asam asetil salisilat atau (aspirin)1 x 80 mg/hari
6. Bila tekanan darah tidak menurun, dianjurkan dirawat dan di beri obat anti
hipertensi : metildopa 3 x 125 mg/hari (max, 1500 mg/hari)
7. Diet rendah garam dan diuretic tidak perlu
8. Jika maturitas janin masih lama, lanjutkan kehanilan, periksa tiap minggu
8

BAB III
GAMBARAN UMUM PUSKESMAS

3.1 Visi, Misi dan Motto


a. Visi
Terciptanya puskesmas Kenten sebagai pusat pelayanan kessehatan
yang prima, menuju Palembang sehat tahun 2010.
b. Misi
1. Meningkatkan pelayanan kesehatan yang bermutu prima merata dan
terjangkau
2. Meningkatkan profesionalitas pada standart pelayanan kesehatan
3. Meningkatkan kesehatan Individu dan keluarga
c. Motto
1. Bekerja dengan ikhlas dan senang hati
2. Kepuasan anda adalah kebahagian kami

3.2 Letak Wilayah dan Geografi


Puskesmas Swakelola Kenten Palembang adalah salah satu puskesmas
yang berada di kecamatan Ilir Timur II Kota Palembang, memiliki Wiluah kerja
di dua kelurahan yaitu kelurahan 8 Ilir dan kelurahan kota batu, dengan luas
wilyah kerja 39,79 km, meliputi dataran tinggi, rendah dan rawa-rawa
Perbatasan puskesmas swakelola Kenten dengan wilayah sekitarnya
sebagai berikut :
1. Sebelah utara berbtasan dengan kelurahan Suka Maju
2. Sebelah Selatan berbatasan dengan Sungai Musi
3. Sebelah Timur berbatasan dengan kelurahan Duku, 5 Ilir, Lawang Kidul
4. Sebelah Barat berbatasan dengan kelurahan 20 ilir, 9 Ilir, 10 ilir dan 11 Ilir

8
9

3.3 Data Demografi


3.3.1 Data Dasar Kesehatan
Data Dasar 8 Ilir Kuto Batu Total
Jumlah Penduduk 24.024 15301 39.325
Laki-laki 11984 7523 19.430
Perempuan 12040 7778 19.645
Jumlah KK
Gakin 1.178 1.757 1.935
Non Gakin 2.440 1.307 3.747
Jumlah Bumil 589 375 964
Jumlah Bulin 565 359 924
Jumlah WUS 5213 3320 8537
Jumlah PUS 3987 2534 6521
Jumlah Peserta KB aktif 3075 1958 5033
Jumlah bayi(0-1 thn) 540 344 884
Jumlah balita (1-5thn) 2498 1591 4089
Jumlah remaja 5477 3488 8966
Jumlah usila 1777 1132 2909
Jumlah rumah 3256 2228 5484
Jumlah rumah sehat 2012 1113 3125
SAB(sumur gali) 1605 27 1632
Jumlah panti pijat 1 0 1
Jumlah Hotel 2 0 2
Jumlah restoran 18 10 28
Jumlah dept.store 4 0 4
Jumlah salon 6 3 9
Jumlah masjid 11 1 12
Jumlah gereja 4 2 6
Jumlah Pura 1 0 1
Jumlah vihara 2 0 2
10

3.3.2 Data Sarana Kesehatan


Sarana Kesehatan 8 Ilir Kuto Batu Jumlah
Puskesmas Pembantu 2 - 2
Posyandu Balita 12 12 24
Posyandu Lansia 4 4 8
Rumah Bersalin 1 - 2
Pengobatan Tradisional 2 3 5
Praktek Dokter umum 3 8 11
Praktek dokter gigi 2 2 4
Praktek dokter bersama - 1 1
Praktek dokter spesialis 2 4 6
Apotek 3 3 6
Optik 1 - 1
Tokoh Obat - 1 1`
Bidan Praktek Swasta 8 2 10
PosKesKel 1 - 1
11

3.3.3 Ketenagaan Puskesmas swakelola Kenten


No Jenis Pendidikan Jumlah Keterangan
1 Dokter Umum 2 org Aktif : 2 org
2 Dokter gigi Poly gigi PKM
1 org
kenten
3 Sarjana kesehatan masyarakat Ka.TU : 1 org
(SKM) 3 org BP :1 org
Gizi :1 org
4 Akademi Bidan 1 org PKM Kenten
5 Bidan PKM Kenten : 6 org
8 org
Pustu : 2 org
6 Perawat PKM Kenten : 4 org
6 org
Pustu :2 org
7 Akademi Perawat 1 org PKM Kenten
8 SPAG 1 org PKM Kenten
9 Sanitarian -
10 Perawat gigi 2 org PKM Kenten
11 SMF 3 org PKM Kenten
12 Akademi Analis Kesehatan -
13 LPCK 2 org PKM Kenten
14 SLTA 1 org PKM Kenten

3.4 Unit Pelayanan Kesehatan


Unit Pelayanan kesehatan yang tersedia di puskesmas kenten terdiri dari
KIA, P2M Konseling, KM, KIE, Gizi, pengobatan, UKS, gigi dan mulut,
Puskesmas Kenten memiliki pelayanan sebagai berikut :
12

3.4.1 Pelayanan kesehatan Ibu dan Anak


1. Ibu hamil, menyusui dan nifas
2. Kb : Konseling, implant, suntikan, pil, IUD dan kondom
3. Klinik MTBS

3.4.2 Pelayanan Pengobatan


1. Emergency
2. Pengobatan gigi dn mulut
3. Pengobatan umum
4. Rujukan

3.4.3 Penyuluhan Kesehatan


1. Penyuluhan di Posyandu
2. Penyuluhan di Puskes
3. Penyuluhan di Sekolah
4. Penyuluhan di Kader

3.4.4 Laboratorium Sederhana


1. Darah Rutin
2. Urine Rutin
3. Tes Kehamilan
4. Golongan Darah

3.4.5 Klinik Sehat Gilingan Mas


1. Pelayanan Gizi /Klinik gizi
2. Pelayanan Imunisasi
13

BAB IV
TINJAUAN KASUS

ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU HAMIL PADA Ny “K”


DENGAN PRE EKLAMPSI RINGAN UMUR DI ATAS
35 TAHUN DI PUSKESMAS KENTEN
PALEMBANG

Tanggal Pengkajian : 03 Agustus 2009 Jam : 10.30 wib

A.DATA SUBJEKTIF
I. Biodata
Nama Ibu : Ny. “K” Nama suami : Tn. “H”
Umur : 37 th Umur : 36 th
Agama : Islam Agama : Islam
Suku/Bangsa: Indonesia Suku/Bangsa : Indonesia
Pendidikan : SMA Pendidikan : SMA
Pekerjaan : IRT Pekerjaan : Wiraswasta
Alamat : Jln. Dr.M.Isa Lr.Fajar Alamat : Jln.Dr.M.Isa Lr.Fajar
Rt.14 No.1028 Rt.14 No.1028
Palembang Palembang

II. Keluhan Utama : Pada tanggal 03 Agustus 2009, pukul 10.30 wib, ibu
datang ke Puskesmas Kenten untuk memeriksakan
kehamilannya, mengaku hamil 6 bulan anak ke 2.Mengeluh
agak sedikit pusing, dan penglihatan agak sedikit kabur.

14
14

III. Data Kebidanan


a. Haid
Menarche :11 th Teratur/Tidak : Tidak teratur
Siklus : 28 hari Sifat Darah : Encer
Lamanya : 8-9 hari Disminorhoe :Tidak
Banyaknya : 2 x ganti pembalut
b. Status Perkawinan
Kawin : Iya 1x dengan suami sekarang.
Usia kawin pertama : 30 th.
Lamanya perkawinan : 9 th
c. Riwayat Kehamilan, Persalinan dan Nifas yang lalu
Tanggal Tempat Umur Jenis Keadaan
No Penolong penyulit Ket
Partus Partus Kehamilan Persalinan Nifas Anak
1. 28-10-04 Klinik Aterm Spontan Bidan Tdk ada Baik Baik Jk:pr
2. Ini

d. Riwayat Kehamilan Sekarang


GPA : G2 P1 A0
HPHT : 18-2-2009
TP : 25-11-2009
ANC : 3X Di Bidan
Imunisasi : Sudah mendapat TT1
Keluhan : Ibu mengeluh kepalanya agak sedikit pusing dan
pandangannya kabur.
e. Riwayat Kb
Pernah mendengar tentang Kb : Iya Pernah
Pernah menjadi akseptor kb : Pernah
Alat Kontrasepsi yang digunakan : Pil kb
Alasan berhenti menjadi akseptor Kb : Ingin punya anak
15

IV. Data Kesehatan


a. Pribadi
Penyakit yang pernah di alami :Tidak ada
Operasi yang pernah dialami :Tidak ada
b. Riwayat Kesehatan keluarga
Penyakit/Kelainan dalam keluarga : Tidak ada
Keturunan Kembar : Tidak ada

V. Data Kesehatan Sehari-hari


a. Nutrisi
Makan : 3x sehari
Porsi : Sedang (1 piring nasi, lauk, sayur dan buah)
Keluhan : Tidak ada
Pantangan : Tidak ada
b. Eliminasi
Pola BAB : ±1-2x sehari
Pola BAK : ±5-6x sehari
c. Olahraga yang sering dilakukan : Tidak Pernah
d. Istirahat
Tidur Siang : ± 2 jam
Tidur Malam : ± 7 jam (sering terbangun)
e. Personal Hygiene
Mandi : 2x sehari
Sikat gigi : Setiap kali selesai makan

VI. Data Psikososial


a. Pribadi
Alasan datang kepetugas kesehatan : Ingin memeriksakan kehamilannya dan
ibu cemas akan keadaannya.
16

Harapan terhadap persalinan : Normal


Rencana tempat persalinan : Bidan Praktek Swasta
Persiapan yang telah di lakukan : Biaya dan Mental
Rencana menyusui : ASI ekslusif
Rencana perawatan anak : Rawat Sendiri
Alkon yang di pakai : Belum tahu
Rencana jumlah anak : Belum tahu
b. Keluarga
Tanggapan Suami/keluarga terhadap kehamilan : Sangat diharapkan
Dorongan yang diberikan : Materi dan spiritual
c. Budaya
Adat/kebiasaan yang dilakukan terhadap kehamilan : Tidak ada

B. DATA OBJEKTIF
I. Pemeriksaan Fisik
Keadaan umum : Kurang Baik TB : 162 cm
Kesadaran : Composmentis BB Sebelum hamil : 58 kg
TD : 140/100 mmHg BB Saat hamil : 68 kg
Nadi : 86 x/m Lila : 28 cm
RR : 24 x/m
Temp : 37º C

II. Pemeriksaan Obstetrik


a. Inspeksi
1. Kepala
Rambut : Bersih tidak ada ketombe
Mata : Konjungtiva merah muda dan sklera bening
Muka : Tidak ada odema dan tdk ada chloasma
Mulut/Gigi : Bersih tidak ada caries dan stomatitis
17

2. Leher
Kel. Tyroid : Tidak ada pembesaran kelenjar
Tumor : Tidak ada
3. Payudara
Pembesaran : Simetris
Areola mammae : Coklat
Puting susu : Menonjol
Colostrum : Tidak ada
4. Perut
Pembesaran perut : Sesuai umur kehamilan
Linea : Nigra
Striae : Livide
Bekas Operasi : Tidak ada
Kelainan : Tidak ada kelainan
5. Genetalia Eksterna
Labia mayora : Tidak ada kelainan
Kel.Bartholini : Tidak ada pembesaran
Pengeluaran vagina
a. Jenis secret : Tidak ada
b. Warna : Tidak ada
c. Bau : tidak ada
6. Ekstremitas
Tungkai : simetris
Odema : Ada, pada pretibia
Varises : Tidak ada
b. Pal Kelainan : Tidak ada
18

b. Palpasi
Leopold I : TFU setinggi pusat (mc.Donald 23 cm)
Leopold II : Bagian terbesar janin berada disebelah kanan perut ibu
dan bagian terkecil janin berada di sebelah kiri ibu
Leopold III : Presentasi kepala,kepala belum masuk PAP
Leopold IV : Belum masuk pintu atas panggul
c. Auskultasi
Lokasi DJJ : 2 jari dibawah pusat disebelah kanan perut Ibu.
Frekuensi DJJ :130 x/m
d. Perkusi
Reflek patella ka/ki : + (positif)
e. Pemeriksaan panggul
Distancia Spinarum : 26 cm
Distancia Cristarum : 29 cm
Konjungata Exsterna : 20 cm
Lingkar Panggul : 90 cm

III. Pemeriksaan Laboratorium


a. Darah
HB : 12 gr %
Gol Darah :A
b. Urine
Glukosa : (-)
Protein : +1
19

C. ASSESMENT
Diagnosa Kebidanan : G2 P1 A0 hamil 24 minggu dengan pre eklampsi ringan
umur di atas 35 tahun, janin tunggal hidup presentasi
kepala
Masalah : 1. Ibu cemas dengan keadaannya.
2. Ibu mengalami Insomnia ( tidak bisa tidur )
3. Ibu mengalami sakit kepala
4. Ibu mengalami gangguan pada penglihatannya

Kebutuhan : 1. Informasi tentang keadaan ibu saat ini.


2. Informasi tentang bahaya kehamilan usia >35
tahun
3. Informasi tentang Istirahat yang cukup
4. Informasi tentang nutrisi
5. Informasi tentang pemberian obat-obatan
6. Informasi tentang kunjungan ulang
Diagnosa Potensial : Pre eklampsi berat
Tindakan Segera :-

D. PLANNING
Perencanaan / Pelaksanan :
1. Beri informasi tentang keadaan ibu saat ini
Memberitahu ibu bahwa keadaan ibu saat ini kurang baik. Berdasarkan hasil
pemeriksaan yaitu TD :140/100 mmHg, N :86 x/m, RR :24 x/m, Temp :37 ºc.
2. Beritahu ibu tentang bahaya kehamilan usia > 35 tahun
Memberitahu kepada ibu bahwa pada usia > 35 tahun merupakan usia yang
tidak produktif untuk hamil. Karena pada usia > 35 tahun terjadi perubahan
dalam sruktur dan fungsi sel, jaringan serta system organ. Sehingga jika ibu
20

hamil, berisiko terjadi disfungsi plasenta yang dapat menyebabkan hipertensi


dalam kehamilan.
3. Beri informasi tentang Istirahat yang cukup
Memberi informasi kepada ibu untuk mengurangi pekerjaan rumah tangga
yang terlalu berat. Dan anjurkan ibu untuk sering duduk atau berbaring
menghadap kearah punggung janin sehingga darah mengalir dengan baik.
4. Beri Informasi tentang Nutrisi
Menganjurkan pada Ibu untuk mengurangi makan-makanan yang tinggi
karbohidrat, lemak dan garam.agar tidak terjadi penambahan berat badan yang
terlalu berlebihan.
5. Berikan Informasi tentang obat-obatan
Memberikan obat-obatan ringan yang dianjurkan oleh dokter seperti Luminal
3x30mg(selama 7 hari) atau Dea zepam 3x2 mg. Aspilet 1x80 mg /hr (per
oral).
6. Beri informasi tentang kunjungan ulang.
Menganjurkan kepada ibu untuk melakukan kunjungan ulang setiap 1 minggu
sekali selama dua minggu .

E. EVALUASI
1. Ibu mengerti penjelasan bidan
2. Ibu mau melakukan anjuran bidan dan mau melakukan kunjungan ulang
setiap seminggu sekali.

Mengetahui
Bidan Jaga Mahasiswi
21

BAB V
PEMBAHASAN

Kelainan hipertensi masih merupakan persoalan utama yang belum dapat


diterangkan dalam ilmu kandungan. Diagnosa hipertensi ditegakkan bila tekanan
darah 140/90 mmHg atau lebih pada saat istirahat.Gambaran klinik pre eklampsi
mulai dengan kenaikan berat badan diikuti oedema pada kaki atau tangan, kenaikan
tekanan darah, dan terakhir terjadinya proteinuria (Manuaba, 1998)
Menurut sudhaberata kejadian pre eklampsi berdasarkan umur, banyak
dijumpai pada umur diatas 35 tahun dan dibawah 20 tahun.(Sudhaberata, 2002).
Begitu juga Kartina 2002, insiden pre eklampsi paling tinggi di temukan pada
kelompok umur diatas 35 tahun dan dibawah 20 tahun.
Pada wanita usia lebih dari 35 tahun terjadi perubahan dalam struktur dan
fungsi sel, jaringan serta system organ. Sehingga jika ibu hamil, berisiko terjadi
disfungsi plasenta yang dapat menyebabkan hipertensi dalam kehamilan.
Pada kasus Ny “K”, dimana Ibu telah memeriksakan kehamilannya tiga kai
kepetugas kesehatan dan ibu disarankan untuk melakukan kunjungan ulang 1 minggu
sekali selama 2 minggu untuk memantau kondisi kehamilannya karena ibu hamil
dengan pre eklampsi ringan usia diatas 35 tahun sangat beresiko akan terjadi pre
eklampsi berat atau juga eklampsi.
Dari hasil pengamatan kami, didapatkan Ny “K” hamil 24 minggu datang
pada tanggal 3 Agustus 2009, Ibu datang ke Puskesmas Kenten Palembang. Ibu
ditimbang berat badannya, diukur tinggi badan, tekanan darah dan tinggi fundus uteri.
Ibu sudah mendapat imunisasi TT dan ibu diberi tablet tambah darah. Asuhan
kebidanan yang dilakukan pada Ny”K” di puskesmas Kenten Palembang sudah
memenuhi standar 7T,dan ibu tidak dilakukan test penyakit menular seksual (PMS)
karena bidan tidak mendengar adanya keluhan ibu atas kelainan pada alat kelaminnya

21
22

dan dari riwayat pekerjaan ibu dan suami, serta status perkawinannya kemungkinan
terjadi penyakit menular seksual sangat kecil serta dilakukan temu wicara dalam
rangka untuk menanggulangi atau menangani agar keadaan ibu tidak lebih parah lagi.
Setelah dilakukan pemeriksaan palpasi yaitu Leopold I sampai Leopold IV
didapatkan bahwa Ny “K” hamil trimester II usia kehamilan 24 minggu, janin tunggal
hidup presentasi kepala
Pada kasus Ny”K” ibu mengaku cemas terhadap kehamilannya. Untuk
mengatasi hal itu, dilakukan penatalaksanaan asuhan kebidanan pada Ny “K. Asuhan
yang telah diberikan kepada Ny”K” antara lain :
1. Informasi tentang keadaan ibu dan kondisi kehamilannya.
2. Informasi tentang bahaya kehanilan usia > 35 tahun
3. Informasi tentang Istirahat yang cukup
4. Informasi tentang nutrisi
5. Informasi tentang pemberian obat-obatan
6. Informasi tentang kunjungan ulang
Dengan demikian ibu telah mendapatkan informasi yang dibutuhkan pada saat
melakukan pemeriksaan kehamilan di puskesmas Kenten Palembang serta ibu lebih
tenang dalam menghadapi kehamilan dan persalinannya.
23

BAB VI
KESIMPULAN DAN SARAN

6.1 Kesimpulan
Setelah dilakukan pengkajian data, baik data subjektif yang didapat
melalui anamnesa secara lengkap dan menyeluruh maupun data objektif yang
didapat dengan melakukan pemeriksaan fisik, pemeriksaan kebidanan dan
pemeriksaan penunjang maka hasil dari pengkajian data tersebut diperoleh
diagnosa Ny “K” G2 P1 A0 hamil 24 minggu dengan pre eklampsi ringan umur
diatas 35 tahun, janin tunggal hidup, presentasi kepala, kepala belum masuk
PAP. Hal ini sesuai dengan teori Manuaba yang mengatakan apabila ibu hamil
usia lebih dari 35 tahun beresiko akan terkena hipertensi.
Pada kasus Ny “K” dengan diagnosa G2 P1 A0 hamil 24 minggu dengan
pre eklampsi ringan umur diatas 35 tahun, janin tunggal hidup presentasi
kepala, diberikan :
1. Melakukan pengumpulan data secara subjektif dan objektif pada ibu
hamildengan pre eklampsi ringan usia diatas 35 tahun
2. Mengidentifikasi dan menginterpretasikan data yang didapat untuk
menegakan diagnosa, masalah dan kebutuhan pada ibu hamil dengan pre
eklampsi ringan usia diatas 35 tahun
3. Merencanakan, mengimplementasikan dan mengevaluasikan rencana asuhan
pada ibu hamil dengan pre eklampsi ringan usia diatas 35 tahun
4. Evaluasi yang didapat dari asuhan kebidanan yang di berikan yaitu ibu dan
keluarga mengerti dengan penjelasan yang di berikan serta mau
melaksanakan apa yang dianjurkan bidan

23
24

6.2 Saran
Saran yang dianjurkan pada ibu hamil Pre eklampsi ringan yaitu :
1. Menganjurkan pada ibu hamil untuk mengkonsumsi makanan yang rendah
lemak, karbohidrat, dan garam.
2. Menyarankan pada ibu hamil untuk tidak bekerja yang terlalu berat. Atau
mengurangi sedikit beban kerja agar tidak menggangu keadaan fisik ibu dan
janin.
3. Menganjurkan kepada ibu untuk sesering mungkin memeriksakan
kehamilannya minimal 4 x kepetugas kesehatan terdekat. Untuk mengetahui
perkembangan kondisi tubuhnya dan keadaan janinnya.
4. Mengenalkan kepada ibu tanda-tanda yang menjurus ke pre eklampsi berat
yaitu :
a. Tekanan darah meningkat 160/110 mmHg
b. Sakit kepala yang hebat
c. Terlihat ada pembengkakan disekitar wajah
d. Terjadi gangguan pada penglihatan sampai bisa menyebabkan kebutaan.

Saran yang kami berikan merupakan untuk menanggulangi terjadinya pre


eklampsi yang berat dan terjadi eklampsi pada ibu hamil.
25

DAFTAR PUSTAKA

Sudhaberata, ketut.(2002).Profil Penderita Pre eklampsi di RSCC Tarakan, Kaltim.


Online, (http : // www.Tempo.co.id, diaskes 23 februari 2007)

Mansjoer, Arif dkk. 2001. Kapita Selekta Kedokteran. Jakarta :Media Aesculapius
Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia

Manuaba, Ida Bagus Gede. 1998. Ilmu Kebidanan Penyakit Kandungan Dan
Keluarga BerencanaUntuk Pendidikan Bidan. Jakarta :EGC

Josoprawiro, M.Hndaya, Winkjosastro, Gulardi H dkk.(2007). Hipertensi pada


kehamilan pre eklampsi /eklampsi (http :// www.Geocitries.go.id diaskes
tanggal 21 Agustus 2008)

Mochtar, Rustam, 1998. Sinopsis Obstetri Buku Kedokteran, Jakarta :EGC

Saifuddin, Abdul Bari. 2002. Buku Acuan Nasional layanan Kesehatan Maternal dan
Neonatal. Jakarta. Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawiro Hardjo.