Anda di halaman 1dari 21

MAKALAH LINGKUNGAN ETIKA DAN AKUNTANSI

DISUSUN OLEH:
MASIAS CHRISTY M SRIKANDI MATIPPANNA

ICHA MUSTAMIN SITI HUTAMI

PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS HASANUDDIN 2014

BAB I PENDAHULUAN I.1 lata B!la"a#$ Dalam bisnis yang modern ini, para pelaku bisnis dituntut untuk menjadi orang-orang yang profesional di bidangnya. Mereka dituntut mempunyai keahlian dan keterampilan bisnis yang melebihi keterampilan dan keahlian bisnis orang kebanyakan lainnya. Kaum profesional bisnis ini dituntut untuk memperlihatkan kinerja tertentu yang berada diatas rata-rata kinerja pelaku bisnis amatir. Kinerja ini tidak hanya menyangkut aspek bisnis, manajerial, dan organisasi teknis murni, melainkan juga menyangkut aspek etis. Kinerja yang menjadi prasyarat keberhasilan bisnis ini juga menyangkut komitmen moral, integritas moral, disiplin, loyalitas, kesatuan visi moral, pelayanan, dan sikap mengutamakan mutu, penghargaan terhadap hak dan kepentingan pihak-pihak terkait yang berkepentingan (stakeholder), yang lama kelamaan akan berkembang menjadi sebuah etos bisnis dalam sebuah perusahaan. Terjadinya krisis keuangan yang disebabkan skandal keuangan oleh berbagai perusahaan besar di dunia menyebabkan perubahan padapersepsi mayarakat terhadap nilai serta perilaku etika perusahaan. embentukan komite audit dan komite etika yang berisikan oleh individu di luar perusahaan, pembentukan nilai !ode of !ondu!t perusahaan serta peningkatan nilai pelaporan perusahaan untuk meningkatkan integritas adalah berbagai upaya yang dilakukan perusahaan untuk menumbuhkan kembali keper!ayaan publik tersebut. ada lingkup yang lebih ke!il, skandal keuangan mengakibatkan adanya jurang keper!ayaan (e"pe!tation gap) antara persepsimasyarakat mengenai laporan keuangan oleh akuntan serta laporan audit olehauditor dengan apa yang sebenarnya terjadi dengan keuangan perusahaan.Terjadinya jurang keper!ayaan tersebut pada akhirnya akan berujung pada aturan yang lebih ketat, hukuman yang lebih besar serta penyelidikan tentang integritas,independensi dan peranan profesi akuntan dan auditor. I.2 R%&%'a# Ma'ala( Dari latar belakang maka masalah yang akan dibahas pada lingkungan etika dan akuntansi adalah# $. %agaimana &kspektasi Masyarakat terhadap %isnis dan 'kuntansi( ). %agaimana &kepektasi %aru dalam %isnis *. %agaiman erkembangan &tika %isnis +. %agaimana ,ingkungan &tika -ntuk 'kuntan rofesional .. %elajar dari Masa ,alu rofesi 'kuntansi# Kasus &nron dan /orld!om(

BAB II PEMBAHASAN erubahan ekpektasi publik terhadap bisnis pada gilirannya melahirkan sebuah mandat baru bagi dunia usaha. Milton 0riedman ($123) memberikan pandangan bah4a bisnis hadir untuk melayani masyarakat umum, bukan sebaliknya.,ebih lanjut, ia mengatakan bah4a perusahaan didalam sistem pasar bebas,melalui eksekutif perusahaan, bertanggung ja4ab kepada pemegang saham dalam bentuk menghasilkan laba tetapi harus menyelaraskan hal tersebut dengan aturan dasar yang ada dalam masyarakat. Kedua hal tersebut kemudian di4ujudkan dalam bentuk aturan hukum dan aturan etika. 5al tersebut menjadikan ukuran kinerja perusahaan tidak hanya terlihat dari kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba tetapi juga bagaimana perusahaan dapat selaras dengan aturan hukum dan etika yang diharapkan oleh publik. erubahan ekpektasi publik terhadap bisnis juga akan mempengaruhi ekspektasi publik terhadap peran akuntan. Trade 6ff antara akuntan sebagai bagian dari perusahaan dan sebagai penjaga kepentingan publik bisa dikatakan sulit. ada satu sisi, akuntan sebagai bagian dari perusahaan diharapkan mampu dalam memenuhi tanggung ja4abnya sebagai karya4an dalam sebuah perusahaan, sisi lainnya adalah publik mengharapkan agar akuntan juga tetap profesional dan memegang teguh nilai-nilai objektivitas, 7ntegritas dan kerahasiaan untuk melindungi kepentingan publik. 5ubungan saling ketergantungan antara perusahaan dan masyarakat mulai menjadi pokok perhatian pada dekade $183 an. erusahaan kemudian menanggapi harapan masyarakat, baik sebagai shareholder maupun sebagai stakeholder dengan menghadirkan# a. Menghadirkan konsep tata kelola perusahaan yang baik (good !orporate governan!e) melalui pembentukan sistem pengendalian internal untuk menjamin ter!apainya tujuan perusahaan dalam menghasilkan laba dan melindungi hak-hak pemegang saham b. Membuat serangakaian !ode of !ondu!t sebagai pedoman bagi internal perusahaan dalam hubungannya dengan para stakeholder seperti karya4an, pemerintah dan masyarakat umum. II.1 E"')!"ta'* Ma'+a a"at t! (a,a) B*'#*' ,a# A"%#ta#'* erusahaan memerlukan dukungan dari stakeholders seperti pemegang saham, pega4ai, konsumen, kreditur, supplier, pemerintah, dan aktivis untuk dapat men!apai tujuan

jangka panjangnya. Dukungan untuk bisnis se!ara umum tergantung pada kredibilitas penempatan stakeholders dalam komitmen perusahaan, reputasi perusahaan, dan kekuatan dari keunggulan kompetitif perusahaan. Kini, stakeholder menginginkan kegiatan perusahaan akan lebih menghargai kepentingan dan hal-hal yang bermanfaat bagi mereka, dalam arti luas perusahaan diminta untuk menentukan sikap etis dalam men!apai kesuksesan. 6leh karena itu, kini direksi perusahaan berkeinginan untuk memimpin perusahaan mereka se!ara lebih beretika,yang berarti perusahaan memperhatikan eksekutif dan pega4ai se!ara etis. ,ebih dari itu, perusahaan diharapkan lebih bertanggung ja4ab kepada stakeholder dalam hal transparansi dan sikap etis. enilaian keberhasilan kini tidak hanya sekedar apa yang telah di!apai perusahaan tapi juga menyangkut bagaimana keberhasilan itu dapat di!apai se!ara etis. %erikut ini beberapa faktor yang menyebabkan perubahan ekspektasi publik terhadap perilaku bisnis# a. -rusan ,ingkungan 5al ini dimulai dengan masalah pen!emaran udara yang berfokus pada !erobong dan pipa asap pabrik yang dapat menyebabkan iritasi dan kelainan pada masyarakat sekitar pabrik. 9elain pen!emaran udara, hal lain yang harus diperhatikan adalah pen!emaran air. b. 9ensitivitas moral 9ensitivitas moral berkaitan dengan tekanan publik akan adanya suatu keadilan dalam ketenagakerjaan. 5al tersebut kini telah di!antumkan dalam hukum, peraturan, kontrak dan kegiatan-kegiatan perusahaan. !. enilaian buruk dan aktivis Terkadang masyarakat atau kelompok tertentu menyerang instansi yang dinilai buruk, seperti perusahaan sepatu :ike yang diboikot karena mempergunakan tenaga kerja diba4ah umur. ara investor berpandangan bah4a investasi mereka seharusnya tidak hanya untuk mendapatkan pendapatan namun juga untuk masalah-masalah etis. d. &konomi dan tekanan persaingan erkembangan pasar global memberikan kesempatan bagi perusahaan untuk mendistribusikan produknya ke seluruh penjuru dunia. 6leh karena itu diperlukan restrukturisasi yang memungkinkan produktivitas yang lebih tinggi dan biaya yang lebih rendah. e. 9kandal keuangan# kesenjangan ekspektasi dan kesenjangan kredibilitas enyalahgunaan jabatan dalam bidang keuangan telah membuat krisis keper!ayaan terhadap laporan keuangan perusahaan dan pemerintah. 5al tersebut menyebabkan

terjadinya

kesenjangan

ekspektasi

dimana

seharusnya

pihak

perusahaan

menyampaikan keadaan perusahaan sebenarnya tapi malah melakukan manipulasi. f. Kegagalan kepemimpinan dan penilaian resiko emerintah menyadari penting untuk melindungi kepentingan publik, dimana de4an direksi perusahaan telah memperkirakan penilaian dan meyakini bah4a risiko yang dihadapi perusahaan telah diatur dengan baik, serta risiko etika kini telah menjadi aspek kun!i proses pen!apaian tujuan perusahaan. g. eningkatan keinginan transparansi Kurangnya keper!ayaan stakeholder akan kegiatan yang dijalankan perusahaan menimbulkan peningkatan keinginan akan transparansi pada bagian yang menyangkut kepentingan investor dan stakeholder yang lain. h. 9inergi semua faktor dan penguatan institusional 5ubungan diantara semua faktor berdampak pada ekspektasi publik terhadap masalah etika. Dimana akibatnya masyarakat akan lebih sadar akan pentingnya kontrol terhadap perilaku perusahaan yang tidak etis. Kesadaran publik tersebut berimbas pada dunia politik, yang menyatakan reaksinya dalam hal penyusunan hukum dan peraturan. 5al tersebut akan mengakomodasi kesadaran publik dalam proses penguatan institusi dan penegakan hukum. Ta-!l 1. Fa"t. P!#+!-a- P! %-a(a# E"')!"ta'* P%-l*" 0isik Moral enilaian buruk 'ktivis &konomi Kompetisi enyalahgunaan jabatan keuangan Kesalahan pemerintah Transparansi 9inergi enguatan institusi Kualitas air dan udara, keamanan Keinginan atas keadilan dan hak di rumah dan lingkungan Mengoperasikan kesalahan dan kompensasi eksekutif. 7nvestor yang bersikap etis, konsumen dan pe!inta lingkungan. Kelemahan, tekanan untuk selamat, dan emalsuan Tekanan global %erbagai skandal, korban, ketamakan engakuan terhadap penilaian masalah etis dan pemerintahan yang baik. Keinginan untuk melakukan Transparansi ublisitas, keberhasilan perubahan eraturan baru

II.2 E"!)!"ta'* Ba % ,ala& B*'#*' &kepektasi %aru dalam %isnis akan meliputi# a. Tugas baru dunia bisnis erubahan ekspektasi publik telah menyebabkan evolusi tugas-tugas dalam dunia bisnis. Kini kesuksesan perusahaan sangat tergantung pada seberapa sanggup perusahaan menyeimbangkan profit dan kepentingan stakeholder. b. Kepemimpinan baru dan kerangka transparansi Kinerja de4an direksi harus merefleksikan kepentingan stakeholder dalam hal pen!apaian tujuan, proses, dan hasil. !. enguatan aturan untuk profesional akuntan &kspektasi publik akan kebenaran laporan kinerja perusahaan tidak lepas dari profesional akuntan yang menyiapkan atau mengaudit laporan keuangan tersebut. rofesional akuntan tersebut berfokus pada loyalitas kepada kepentingan publik dan adoptasi prinsip independensi, penilaian, objektivitas dan integritas. d. Kejelasan kepemimpinan dan model transparansi stakeholder 9ering dengan perubahan yang terjadi, perusahaan mulai memusatkan perhatian pada bagaimana menerapkan etika pada aktivitas perusahaan mereka, dan untuk mengurangi terjadinya masalah-masalah etika. Dari hal tersebut semakin jelas terlihat bah4a komando tradisional dan pendekatan pengendalian dari atas ke ba4ah tidak lagi !ukup dan perusahaan perlu membuat lingkungan yang !o!ok untuk memelihara perilaku etika. Tanggung ja4ab perusahaan yang berkait dengan transparansi ditujukan kepada pemegang saham, pega4ai, konsumen, suplier, aktivis, pemerintah dan kreditor. Dimana dalam hal ini perusahaan bertanggungja4ab untuk melakukan transparansi atau pengungkapan atas laporan finansial dan nonfinansial perusahaan. e. Manajemen berdasarkan nilai, reputasi, dan risiko Dalam rangka menggabungkan kepentingan stakeholder ke dalam kebijakan, strategi dan operasi dari korporasi mereka, direksi, khususnya bila eksekutif manajer, dan karya4an lainnya harus memahami sifat kepentingan stakeholder mereka dan nilainilai yang mendukung mereka. f. 'kuntabilitas Mun!ulnya kepentingan pelaku kebijakan dan akuntabilitas dan deba!les keuangan yang menakjubkan dari &nron, 'rthur 'ndersen, dan /orld;om, telah meningkatkan keinginan untuk laporan yang lebih relevan dengan berbagai kepentingan stakeholder, lebih transparan, dan lebih akurat daripada di masa lalu.

g.

erkembangan etika bisnis Dua perkembangan ini berguna untuk memahami etika bisnis dan bagaimana bisnis dan penerapan profesi. Mereka adalah konsep stakeholder dan konsep kontrak sosial perusahaan

h.

endekatan etis pengambilan keputusan melalui analisis dampak pemangku kepentingan eningkatan akuntabilitas kepada para pemangku kepentingan dalam versi yang lebih baru dari kontrak sosial telah membebankan tanggung ja4ab pada eksekutif untuk memastikan keputusan mereka men!erminkan nilai etis untuk sebuah perusahaan. endekatan ini dimulai dengan identifikasi stakeholder yang signifikan, investigasi kepentingan mereka, dan peringkat kepentingankepentingan untuk memastikan bah4a pemberian perhatian yang memadai pada analisis dan pertimbangan lebih besar pada tahap keputusan. 9ebagai lingkungan etis untuk bisnis berubah, pengamat dan eksekutif menyadari

bah4a orang lebih banyak dari pemegang saham hanya memiliki kepentingan dalam perusahaan atau aktivitasnya. 9ebagaimana di!atat sebelumnya, meskipun beberapa tidak memiliki klaim hukum pada korporasi, mereka memiliki kapasitas yang sangat nyata untuk mempengaruhi perusahaan baik atau tidak baik. 9elain itu, seiring berjalannya 4aktu , klaim dari beberapa pihak yang berminat membuat modifikasi melalui undang-undang atau peraturan. 7ni menjadi jelas bah4a kepentingan dari seseorang dengan saham dalam bisnis atau dampaknya yang terpengaruh oleh atau dapat mempengaruhi pen!apaian organisasi objektif harus dipertimbangkan dalam ren!ana perusahaan dan keputusan. -ntuk kemudahan referensi, orang-orang ini datang untuk diketahui sebagai stakeholder dan kepentingan pihak mereka sebagai hak-hak merka . ;ontoh kelompok stakeholder akan men!akup karya4an, pelanggan, pemasok, kreditur, debitur, masyarakat tuan rumah, pemerintah, lingkungan, dan tentu saja, pemegang saham. stakeholder normal '!orporation telah di petakan.

Ga&-a 1 : P!ta A"%#ta-*l*ta' )!&!$a#$ 'a(a&

Ga&-a 2: K! a#$"a A"%#ta-*l*ta' Sta"!(.l,! ,a# Tata K!l.la P! %'a(aa#


P!&!$a#$ Sa(a& F%#$'* Uta&a D!/a# P!#$!#,al*a#: M!#!ta)"a# -*&-*#$a# ,a# -ata'a# "!-*1a"a#0 ".,!0 -%,a+a0 "!)at%(a# 2(%"%&0 !$%la'*0 at% a#3 M!#$at% a a( 't at!$*0 'a'a a# !&%#! a'*0 *#'!#t*4 M!#%#1%" CEO0 CFO0 ,a# !"'!"%t*4 la*##+a M!#$at% '%&-! ,a+a M!&a#ta% feedback .)! a'*.#al0 "!)at%(a# "!-*1a"a#0 la). a# "!%a#$a# La). a# %#t%" )!&!$a#$ 'a(a&0 )!&! *#ta( M!#!#t%"a# a%,*t.

Sta"!(.l,!

M!&*l* (

D!/a# D* !"'*0 S%-".&*t! A%,*t0 Tata K!l.la0 K.&)!#'a'*

A%,*t.

Al% I#4.

T*#,a"a#

ara direktur, eksekutif, manajer, dan karya4an lain harus memahami sifat dari kepentingan stakeholder dan nilai yang dapat mendukung mereka untuk menggabungkan kepentingan stakeholder ke dalam kebijakan, stategies, dan kegiatan operasional perusahaan. <eputasi perusahaan dan tingkat dukungan dari stakeholder akan tergantung pada pemahaman dan kemampuan perusahaan untuk mengelola risiko yang dihadapi perusahaan

se!ara langsung, maupun risiko yang berdampak pada para stakeholder. <eputasi ditentukan oleh empat faktor, yaitu kredibilitas, keandalan, keper!ayaan dan tanggungja4ab. 9uatu hypernoms adalah nilai-nilai yang dihormati oleh sebagian besar kelompok atau budaya di seluruh dunia. Hypernoms terdiri dari enam nilai dasar, yaitu kejujuran, keadilan, empati, integritas, prediktabilitas, tanggung ja4ab. Keenam hypernorms memiliki relevansi yang signifikan terhadap keberhasilan perusahaan di masa depan. 6leh karena itu, hypernorms tersebut harus dikembangkan menjadi sebuah kode etik, kebijakan, strategi, dan kegiatan perusahaan sebagai upaya untuk memastikan bah4a kepentingan kelompok stakeholder dihormati, dan bah4a reputasi perusahaan akan memperoleh dukungan maksimal. Mun!ulnya kepentingan stakeholder dan akuntabilitas telah meningkatkan keinginan untuk membuat laporan kinerja perusahaan yang lebih transparan dengan mempertimbangkan kepentingan para stakeholder. 5al tersebut membuktikan bah4a laporan perusahaan seringkali tidak memiliki integritas karena tidak men!akup beberapa isu, dan juga tidak selalu memberikan presentasi yang jelas dan seimbang tentang bagaimana kepentingan para stakeholder akan terpengaruh. Kadang-kadang masalah akan disebutkan, tetapi dengan !ara tidak jelas, sehingga kurangnya transparansi akan membuat pemahaman pemba!a menjadi samar. 'kurasi atau representasi yang tepat merupakan dasar untuk memahami fakta-fakta yang mendasarinya. erbaikan integritas, transparansi dan akurasi telah memotivasi para akuntan profesional untuk mengenali pedoman (aturan dan prinsip) yang seharusnya digunakan untuk menyusun laporan keuangan. Keinginan tersebut melahirkan laporan keuangan yang bersifat nonfinansial dan telah disesuaikan dengan kebutuhan para stakeholder yang berupa laporan ;9<. II.5 P! "!&-a#$a# Et*"a B*'#*' Terdapat beberapa konsep dan istilah yang telah dikembangkan untuk memfasilitasi adanya perubahan akuntabilitas bisnis dan mengambil keputusan etis. $. endekatan 0ilosofis untuk &tika erilaku Terdapat beberapa teori etika terkait dengan perilaku bisnis yaitu menurut filusuf =unani ('ritoteles), filusuf >erman (7mmanuel Kant), filusuf 7nggris (>ohn 9tuart Mill), filusuf 'merika (>ohn <a4ls. Teori ini menetapkan standar tinggi dalam perilaku bisnis yang dapat diterima. Teori ini dapat membantu direktur, eksekutif, dan akuntan untuk lebih memahami dasar etika bisnis dan dasar untuk melakukan bisnis yang bertanggung ja4ab se!ara sosial.

).

endekatan -ntuk engambilan Keputusan &tis erkembangan akuntabilitas terhadap stakeholders dalam versi kontrak sosial perusahaan yang terbaru telah menjadikan eksekutif bertanggung ja4ab untuk memastikan bah4a keputusan mereka men!erminkan nilai etika yang diterapkan untuk perusahaan, dan tidak mengabaikan hak-hak para stakeholder. 5al ini menyebabkan perkembangan pengambilan keputusan etis yang menggabungkan kedua pendekatan filosofis dan teknik praktis, seperti analisis dampak stakeholder. rinsip-prinsip etika yang dikembangkan oleh filsuf memberikan 4a4asan tentang dimensi kun!i penalaran etis. embuat keputusan harus memahami tiga pendekatan filosofis dasar# konsekuensialisme, deontologi, dan etika moralitas. Konsekuensialisme mensyaratkan bah4a keputusan memiliki konsekuensi etis yang baik? deontologi menyatakan bah4a suatu tindakan etis tergantung pada tugas, hak, dan keadilan yang terlibat, dan etika moralitas menganggap suatu tindakan etis jika menunjukkan kebajikan yang diharapkan dari peserta. enggunaan analisis dampak stakeholder dalam manajemen pengambilan keputusan dan manajemen berbagai isu yang bertentangan akan memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pengembangan dan pemeliharaan dukungan para stakeholder pada kegiatan perusahaan.

II.4 L*#$"%#$a# Et*"a U#t%" A"%#ta# P .4!'*.#al 'presiasi terhadap berlangsungnya arus perubahan dalam lingkungan etika untuk bisnis merupakan hal yang penting untuk memahami suatu informasi tentang bagaimana akuntan profesional harus menafsirkan kode profesi mereka sebagai karya4an perusahaan. Meskipun masyarakat mengharapkan semua akuntan profesional untuk menghormati nilainilai profesional objektivitas, integritas, dan kerahasiaan, yang diran!ang untuk melindungi hak-hak dasar publik, seorang karya4an-akuntan harus merespon ke arah manajemen dan kebutuhan pemegang saham saat ini. 'kuntan profesional harus memastikan nilai-nilai etika mereka saat ini dan mereka siap untuk bertindak mematuhi nilai etika tersebut serta menjaga kredibilitas profesi akuntan. @lobalisasi dan internasionalisasi telah berkembang dalam dunia usaha, pasar modal, dan akuntabilitas perusahaan. Dalam profesi akuntansi, gerakan menuju harmonisasi se!ara global dalam sekumpulan prinsip-prinsip akuntansi dan audit yang berlaku umum (@'' ) dan (@''9) untuk memberikan efisiensi analisis bagi penyedia pasar modal dunia serta efisiensi komputasi san audit di seluruh dunia. 'kibatnya, ada ren!ana untuk menyelaraskan

se!ara bertahap sekumpulan @'' yang dikembangkan oleh berbagai negara yang menjadi suatu rangkaian umum yang berlaku di semua negara. 9e!ara bersamaan, 0ederasi 'kuntan 7nternasional (70';) sedang mengembangkan kode etik yang bersifat internasional untuk para akuntan profesional, dan prinsip dalam kode tersebut akan menjadi dasar perilaku dan pendidikan para akuntan di dunia di masa mendatang. Kantor akuntan publik juga sedang mengembangkan standar audit global untuk melayani klien mereka, dan standar perilaku yang mendukung untuk memastikan bah4a penilain mereka independen, objektif, dan akurat. Dalam lingkungan global baru-baru didefinisikan ulang, pena4aran layanan nonaudit kepada klien audit, yang merupakan isu perdebatan untuk 'rthur dalam ben!ana &nron, akan dibatasi sehingga ekspektasi konflik kepentingan yang lebih ketat dapat dipenuhi. profesional lain yang mereka pekerjakan berbeda dengan profesi akuntansi. Dampak meningkatnya ekspektasi untuk bisnis pada umumnya dan untuk direktur, eksekutif dan akuntan pada khususnya, telah memba4a tuntutan reformasi tata kelola, pengambilan keputusan etis dan pengelolaan yang akan mendapat manfaat dari pemikiran terkini tentang bagaimana mengelola risiko etika dan peluang. endekatan manajemen krisis telah dikembangkan untuk memastikan bah4a perusahaan dan para eksekutif tidak mengalami kehan!uran yang lebih buruk atas prospek dan reputasi yang mereka inginkan. ada kenyataannya apabila aspek etis dan krisis telah dikelola dengan baik, maka reputasi dapat ditingkatkan. Kombinasi antara etika dengan manajemen krisis dapat mengubah risiko menjadi peluang . II.6 B!la1a ,a * Ma'a Lal% P .4!'* A"%#ta#'*: Ka'%' E# .# ,a# 7. l,8.& II.6.1 Ka'%' E# .# ,a# KAP A t(% A#,! '!# &nron merupakan perusahaan dari penggabungan antara 7nter:orth (penyalur gas alam melalui pipa) dengan 5ouston :atural @as. Kedua perusahaan ini bergabung pada tahun $18.. %isnis inti &nron bergerak dalam industri energi, kemudian melakukan diversifikasi usaha yang sangat luas bahkan sampai pada bidang yang tidak ada kaitannya dengan industri energi. Diversifikasi usaha tersebut, antara lain meliputi future transa!tion, trading !ommodity non energy dan kegiatan bisnis keuangan.Kasus &nron mulai terungkap pada bulan Desember tahun )33$ dan terus menggelinding pada tahun )33) berimplikasi sangat luas terhadap pasar keuangan global yang di tandai dengan menurunnya harga saham se!ara drastis berbagai bursa efek di belahan dunia, mulai dari ara akuntan profesional harus me4aspadai terjadinya konflik, di mana nilai-nilai dan kode

'merika, &ropa, sampai ke 'sia. &nron, suatu perusahaan yang menduduki ranking tujuh dari lima ratus perusahaan terkemuka di 'merika 9erikat dan merupakan perusahaan energi terbesar di '9 jatuh bangkrut dengan meninggalkan hutang hampir sebesar -9 A *$.) milyar. Dalam kasus &nron diketahui terjadinya perilaku moral haBard diantaranya manipulasi laporan keuangan dengan men!atat keuntungan C33 juta Dollar '9 padahal perusahaan mengalami kerugian. Manipulasi keuntungan disebabkan keinginan perusahaan agar saham tetap diminati investor. Kronologis, fakta, data dan informasi dari berbagai sumber yang berkaitan dengan han!urnya &nron (deba!le)# $. %oard of Dire!tor (de4an direktur, direktur eksekutif dan direktur non eksekutif) membiarkan kegiatan-kegiatan bisnis tertentu mengandung unsur konflik kepentingan dan mengijinkan terjadinya transaksi-transaksi berdasarkan informasi yang hanya bisa di akses oleh ihak dalam perusahaan (insider trading), termasuk praktek akuntansi dan bisnis tidak sehat sebelum hal tersebut terungkap kepada publik. ). &nron merupakan salah satu perusahaan besar pertama yang melakukan out sour!ing se!ara total atas fungsi internal audit perusahaan. a. Mantan ;hief 'udit &"e!utif &nron (Kepala internal audit) semula adalah partner K' 'ndersen yang di tunjuk sebagai akuntan publik perusahaan. b. *. Direktur keuangan &nron berasal dari K' 'ndersen. 'ndersen melakukan evaluasi terhadap !. 9ebagian besar 9taf akunting &nron berasal dari K' 'ndersen. ada a4al tahun )33$ patner K' kemungkinan mempertahankan atau melepaskan &nron sebagai klien perusahaan, mengingat resiko yang sangat tinggi berkaitan dengan praktek akuntansi dan bisnis enron. Dari hasil evaluasi di putuskan untuk tetap mempertahankan &nron sebagai klien K' 'ndersen. +. 9alah seorang eksekutif &nron di laporkan telah mempertanyakan praktek akunting perusahaan yang dinilai tidak sehat dan mengungkapkan kekha4atiran berkaitan dengan hal tersebut kepada ;&6 dan partner K' 'ndersen pada pertengahan )33$. ;&6 &nron menugaskan penasehat hukum perusahaan untuk melakukan investigasi atas kekha4atiran tersebut tetapi tidak memperkenankan penasehat hukum untuk mempertanyakan pertimbangan yang melatarbelakangi akuntansi yang dipersoalkan. 5asil investigasi oleh penasehat hukum tersebut menyimpulkan bah4a tidak ada hal-hal yang serius yang perlu diperhatikan.

..

ada tanggal $C 6ktober )33$, &nron menerbitkan laporan keuangan tri4ulan ketiga. Dalam laporan itu disebutkan bah4a laba bersih &nron telah meningkat menjadi A*1* juta, naik A$33 juta dibandingkan periode sebelumnya. ;&6 &nron, Kenneth ,ay, menyebutkan bah4a &nron se!ara berkesinambungan memberikan prospek yang sangat baik. 7a juga tidak menjelaskan se!ara rin!i tentang pembebanan biaya akuntansi khusus (spe!ial a!!ounting !hargeDe"pense) sebesar A$ miliar yang sesungguhnya menyebabkan hasil aktual pada periode tersebut menjadi rugi AC++ juta. ara analis dan reporter kemudian men!ari tahu lebih jauh mengenai beban A$ miliar tersebut, dan ternyata berasal dari transaksi yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan yang didirikan oleh ;06 &nron.

C.

ada tanggal ) Desember )33$ &nron mendaftarkan kebangkrutan perusahaan ke pengadilan dan meme!at .333 pega4ai. ada saat itu terungkap bah4a terdapat hutang perusahaan yang tidak di laporkan senilai lebih dari satu milyar dolar. Dengan pengungkapan ini nilai investasi dan laba yang di tahan (retained earning) berkurang dalam jumlah yang sama.

2. &nron dan K'

'ndersen dituduh telah melakukan kriminal dalam bentuk

penghan!uran dokumen yang berkaitan dengan investigasi atas kebangkrutan &nron (penghambatan terhadap proses peradilan). 8. Dana pensiun &nron sebagian besar diinvestasikan dalam bentuk saham &nron. 9ementara itu harga saham &nron terus menurun sampai hampir nilainya. 1. K' 'ndersen diberhentikan sebagai auditor enron pada pertengahan juni )33), sementara K' 'ndersen menyatakan bah4a penugasan 'udit oleh &nron telah berakhir pada saat &nron mengajukan proses kebangkrutan pada ) Desember )33$. $3. ;&6 &nron, Kenneth ,ay mengundurkan diri pada tanggal ) >anuari )33) akan tetapi masih dipertahankan posisinya di de4an direktur perusahaan. ada tanggal + ebruari Mr. ,ay mengundurkan diri dari de4an direktur perusahaan. $$. Tanggal )8 ebruari )33) K' 'ndersen mena4arkan ganti rugi 2.3 >uta -9 dollar untuk menyelesaikan berbagai gugatan hukum yang diajukan kepada K' 'ndersen. $). emerintahan 'merika (The -9 @eneral 9ervi!es 'dministration) melarang &nron dan K' 'ndersen untuk melakukan kontrak pekerjaan dengan lembaga pemerintahan di 'merika. tidak ada

$*. Tanggal $+ Maret )33) departemen kehakiman 'merika memvonis K' 'ndersen bersalah atas tuduhan melakukan penghambatan dalam proses peradilan karena telah menghan!urkan dokumen-dokumen yang sedang di selidiki. $+. K' 'ndersen terus menerima konsekuensi negatif dari kasus &nron berupa 'ndersen kehilangan klien, pembelotan afiliasi yang bergabung dengan K' yang lain dan pengungkapan yang meningkat mengenai keterlibatan pega4ai K' dalam kasus &nron. $.. Tanggal )) Maret )33) mantan ketua 0ederal <eserve, !itra K' 'ndersen mengusulkan agar manajeman K' aul Eolk!er, yang 'ndersen yang ada direkrut untuk melakukan revisi terhadap praktek audit dan meningkatkan kembali diberhentikan dan membentuk suatu komite yang diketuai oleh aul sendiri untuk menyusun manajemen baru. $C. Tanggal )C Maret )33) ;&6 'ndersen >oseph %erandino mengundurkan diri dari jabatannya. $2. Tanggal 8 'pril )33) seorang partner K' 'ndersen, David Dun!an, yang bertindak sebagai penanggungja4ab audit &nron mengaku bersalah atas tuduhan melakukan hambatan proses peradilan dan setuju untuk menjadi saksi kun!i di pengadilan bagi kasus K' 'ndersen dan &nron . $8. Tanggal 1 'pril )33) >effrey M!Mahon mengumumkan pengunduran diri sebagai presiden dan ;hief 6pereting 6ffi!er &nron yang berlaku efektif $ >uni )33). $1. Tanggal $. >uni )33) juri federal di 5ouston menyatakan K' 'ndersen bersalah telah melakukan hambatan terhadap proses peradilan. Ka*ta# Ka'%' E# .# ,!#$a# Et*"a B*'#*': 'dapun kaitan kasus &nron dengan &tika %isnis, jika dilihat dari &kspektasi Masyarakat terhadap %isnis dan 'kuntansi yaitu >ika dilihat dari prinsip keuntungan dan etika menurut teori fraud ada * komponen utama yang menyebabkan orang melakukan ke!urangan, menipulasi, korupsi dan sebangsanya (prilaku tidak etis), yaitu opportunity? pressure? dan rationaliBation, ketiga hal tersebut akan dapat kita hindari melalui meningkatkan moral, akhlak, etika, perilaku, dan lain sebagainya, karena kita meyakini bah4a tindakan yang bermoral akan memberikan implikasi terhadap keper!ayaan publik (publi! trust). raktik bisnis &nron yang menjadikannya bangkrut dan han!ur serta berimplikasi negatif bagi banyak pihak. ihak yang dirugikan dari kasus ini tidak hanya investor &nron saja, tetapi terutama karya4an &nron yang menginvestasikan dana pensiunnya dalam saham perusahaan serta

investor di pasar modal pada umumnya (so!ial impa!t). Milyaran dolar kekayaan investor terhapus seketikadengan melun!urnya harga saham berbagai perusahaaan di bursa efek. >ika dilihat dari 'gen!y Theory, 'ndersen sebagai K' telah men!iderai keper!ayaan dari pihak sto!k holder atau prin!ipal untuk memberikan suatu fairrness information mengenai pertanggungja4aban dari pihak agent dalam mengemban amanah dari prin!ipal. ihak agent dalam hal ini manajemen &nron telah bertindak se!ara rasional untuk kepentingan dirinya (self interest oriented) dengan melupakan norma dan etika bisnis yang sehat. ,alu apa yang dituai oleh &nron dan K' 'ndersen dari sebuah ketidak jujuran, kebohongan atau dari praktik bisnis yang tidak etis( adalah hutang dan sebuah kehan!uran yang menyisakan penderitaan bagi banyak pihak disamping proses peradilan dan tuntutan hukum. Dampak 'kibat Kasus &nron dan K' 'ndersen# a. emerintah '9 menerbitkan 9arbanes-6"ley '!t (96F) untuk melindungi para investor dengan !ara meningkatkan akurasi dan reabilitas pengungkapan yang dilakukan perusahaan publik. 9elain itu, dibentuk pula '!!ounting 6versight %oard) yang bertugas# $. ). *. +. .. Mendaftar K' yang mengaudit perusahaan publik Menetapkan atau mengadopsi standar audit, pengendalian mutu, etika, independensi dan standar lain yang berkaitan dengan audit perusahaan publik Menyelidiki K' dan karya4annya, melakukan dis!iplinary hearings, dan mengenakan sanksi jika perlu Melaksanakan ke4ajiban lain yang diperlukan untuk meningkatkan standar professional di K' Meningkatkan ketaatan terhadap 96F, peraturan-peraturan ;'6%, standar professional, peraturan pasar modal yang berkaitan dengan audit perusahaan publik b. erubahan-perubahan yang ditentukan dalam 9arbanes-6"ley '!t $. -ntuk menjamin independensi auditor, maka K' dilarang memberikan jasa non audit kepada perusahaan yang diaudit. %erikut ini adalah sejumlah jasa non audit yang dilarang # $. embukuan dan jasa lain yang berkaitan. ). Desain dan implementasi sistem informasi keuangan. *. >asa appraisal dan valuation +. 6pini fairness .. 0ungsi-fungsi berkaitan dengan jasa manajemen ;'6% ( ubli! ;ompany

C. %roker, dealer, dan penasihat investasi ). Membutuhkan persetujuan dari audit !ommittee perusahaan sebelum melakukan audit. 9etiap perusahaan memiliki audit !ommittee ini karena definisinya diperluas, yaitu jika tidak ada, maka seluruh de4an komisaris menjadi audit !ommittee. *. Melarang K' memberikan jasa audit jika audit partnernya telah memberikan jasa audit tersebut selama lima tahun berturut-turut kepada klien tersebut. +. K' harus segera membuat laporan kepada audit !ommittee yang menunjukkan kebijakan akuntansi yang penting yang digunakan, alternatif perlakuan-perlakuan akuntansi yang sesuai standar dan telah dibi!arakan dengan manajemen perusahaan, pemilihannya oleh manajemen dan preferensi auditor. .. K' dilarang memberikan jasa audit jika ;&6, ;06, !hief a!!ounting offi!er, !ontroller klien sebelumnya bekerja di K' tersebut dan mengaudit klien tersebut setahun sebelumnya. !. 96F melarang pemusnahan atau manipulasi dokumen yang dapat menghalangi investigasi pemerintah kepada perusahaan yang menyatakan bangkrut. 9elain itu, kini ;&6 dan ;06 harus membuat surat pernyataan bah4a laporan keuangan yang mereka laporkan adalah sesuai dengan peraturan 9&; dan semua informasi yang dilaporkan adalah 4ajar dan tidak ada kesalahan material. 9ebagai tambahan, menjadi semakin banyak an!aman pidana bagi mereka yang melakukan pelanggaran ini. d. 7nternational 0ederation '!!ountants (70';), pada akhir tahun )33$ merevisi kode etik bagi para akuntan yang bekerja agar menjadi 4hitstleblo4er sebagai berikut G para profesional dituntut bukan hanya bersikap profesional dalam kaidah-kaidah aturan profesi saja tetapi profesional juga dalam menyatakan kebenaran pada saat masyarakat akan dirugikan atau ada tindakan-tindakan perusahaan yang tidak sesuai dengan hukum yang berlakuH. e. '7; ' dan The %ig 0ive K' di 'merika mendukung inisiatif <eform yang melarang K' untuk mena4arkan jasa internal audit dan jasa konsultasi lainnya kepada perusahaan yang menjadi klien audit K' yang bersangkutan. f. >hon /hitehead dan 7ra Millstein, ketua bersama %lue <ibbon ;ommitte 9&;,mengeluarkan rekomendasi tentang perlunya kongres menyusun -ndang--ndang yang mengharuskan perusahaan @o ubli! melaksanakan dan melaporkan ketaatanyan terhadap pedoman !orporate governan!e.

II.6.2 Ka'%' 7. l,C.& /orld;om gagal dalam melindungi kepentingan para pemegang sahamnya ketika ;&6 /orld;om, %ernie&bbers, melakukan pelanggaran etika bisnis, dengan !ara menekan ;06 9!ott9ulivan untuk men!atatkan jumlah yang bukan sebenarnya dalam nera!a guna membohongi investor dan 4allstreet serta memudahkan merekan dalam menerimapendanaan dari kreditor. 5al itu terlihat Ketika akhirnya skandal itu mulaiter!ium, harga saham /orld;om anjlok sebesar 1+ I pada januari )33) dari hargaA C) pada tahun $111 serta ma!etnya pembayaran utang /orld;om kepadakreditornya. Manajemen /orld. ;om,akibat pelanggaran dalam hal etika diatas, menyebabkan /orld;om gagal dalammelindungi kepentingan stakeholder a) /orld;om gagal dalam melindungi kepentingan karya4andan masyarakat dalam hal kesejahteraannya. Dana pensiun /orld!om serta banyakdana pensiun masyarakat diinvestasikan dalam bentuk saham /orld;om. ketikaakhirnya /orld;om dinyatakan bangkrut, maka Dana ensiun karya4an yangditanamkan dalam saham perusahaan kemudian mengalami penurunan nilai yangsignifikan b) /orld;om gagal dalam hal kepatuhannya terhadaphukum. Manajemen /orld;om dianggap tidak mempunyai nilai kejujuran dimatapenegak hukum. /orld;om membohongipenegak hukum dengan menghan!urkan dokumen-dokumen pendukung skandal tersebutserta memberi keterangan palsu di pengadilan. Tidak adanya nilai kejujurandiatas menjadi pelengkap pelanggaran etika yang dilakukan oleh manajemen/orld;om. 9etiap praktisi tidak boleh terlibat dalam setiap bisnis, pekerjaan, atau aktivitas yang dapat mengurangi integritas, objektivitas,dan reputasi profesi yang dapat mengakibatkan pertentangan dengan jasa professional yang diberikannya. elanggaran dalam hal nilai-nilai tersebut dianggap men!ederai nilai-nilai etika profesiakuntan. Dalam kasus /orld;om, terjadi bentuk pelanggaran integritas,objektivitas, serta reputasi profesi . Dalam hal ini, ;06 /orl;om, 9!ott 9ullivan mendapatkan tekanan dari ;&6 /orld;om, %ernard &bbers, untuk men!atatkan beban yang semakin tidak terkendali kedalam pos investasi guna meningkatkan nilai nera!a perusahaan. :ilai aset dalam nera!a juga digelembungkan dengan!ara meningkatkan pos penerimaan dariJ!orporate unallo!ated revenue a!!ountsJ. 5al ini berakibat padamasyarakat, investor dan kreditor dalam hal pengambilan keputusan.

Ka*ta# "a'%' 7. l,C.& ,!#$a# Et*"a B*'#*': Dalam kasus /orld;om, jelas terlihat bah4a terjadi suatu tindakan yang melanggar etika bisnis dimana pihak manajemen dan pemilik /orld;om melakukan suatu itikad bisnis yang tidak baik. Manajemen /orld;om dengan sengaja memalsukan data keuangan mereka dengan memasukan -9A *,1 milyar dollar '9 yang merupakan biaya operasi normal ke dalam pos investasi hanya untuk agar kinerja mereka terlihat bagus yang diharapkan akan dapat menarik minat investor untuk menanamkan modalnya ke perusahaan mereka. 9elain itu, pemilik /orld;om, &bbers, juga melakukan suatu tindakan yang menyimpang dari prinsip beretika dalam bisnis. 7a menyalahgunakan 4e4enangnya sebagai pemilik untuk memperoleh keuntungan pribadi. 7ni tentunya sangat merugikan pihak lain, seperti investor dan kreditur karena mereka ditipu atas adanya praktik ke!urangan yang dilakukan oleh /orld;om. 9elain itu, K' 'rthut 'ndersen yang seharusnya melakukan pengungkapan atas 'rthur ke!urangan yang dilakukan oleh /orld;om, justru bekerjasama dengan manajemen untuk menutupi ke!urangan yang sebenarnya mudah dideteksi keberadaannya. K' &ndersen dalam hal ini telah melanggar kode etiknya sebagai akuntan, yaitu bertanggung ja4ab untuk menaikkan tingkat keandalan laporan keuangan perusahaan. Dalam hal ini, yang bertanggungja4ab dalam kasus ini adalah# $. P*(a" &a#a1!&!# )! %'a(aa#. ihak manajemen perusahaan dengan sengaja memalsukan data keuangan mereka dengan memasukan -9A *,1 milyar dollar '9 yang merupakan biaya operasi normal ke dalam pos investasi hanya untuk agar kinerja mereka terlihat bagus. ). P!&*l*" )! %'a(aa#0 +a*t% E--! '. &bbers menyalahgunakan 4e4enangnya sebagai pemilik untuk memperoleh keuntungan pribadi, dengan melakukan pinjaman sebesar -9A +33 juta dan menjadikan saham perusahaan sebagai jaminannya. *. A%,*t. *#t! #al )! %'a(aa#. 'uditor internal perusahaan tidak menggungkapkan kesalahan paktek-praktek akuntansi dan ke!urangan akuntansi yang dilakukan manajemen perusahaan. Mengingat nilai kapitalisasi yang begitu besar dan pengaruhnya terhadap nilai pendapatan bersih dan total aktiva, harusnnya praktik ini bisa diungkap lebih !epat. +. '%,*t. !"'t! #al )! %'a(aa#0 ,ala& (al *#* KAP A t(% E#,! '!#. K' 'rthur 'nderson tahu mengenai salah saji yang dilakukan pihak /orld!om. Karena seharusnya K' 'rthur 'nderson bertugas untuk mengaudit kesalah sema!am itu, apalagi kesalah ini sangat material. K' 'rthur 'nderson seharusnya lebih peka

terhadap kondisi keuangan /orld!om, yang dapat mengakibatkan manajemen perusahaan melakuakan hal diluar ke4ajaran praktek akuntansi.

BAB III KESIMPULAN erusahaan memerlukan dukungan dari stakeholders seperti pemegang saham, pega4ai, konsumen, kreditur, supplier, pemerintah, dan aktivis untuk dapat men!apai tujuan jangka panjangnya. Dukungan untuk bisnis se!ara umum tergantung pada kredibilitas penempatan stakeholders dalam komitmen perusahaan, reputasi perusahaan, dan kekuatan dari keunggulan kompetitif perusahaan. Kini, stakeholder menginginkan kegiatan perusahaan akan lebih menghargai kepentingan dan hal-hal yang bermanfaat bagi mereka, dalam arti luas perusahaan diminta untuk menentukan sikap etis dalam men!apai kesuksesan. 0aktor-faktornya terdiri dari urusan lingkungan, sensitivitas moral, penilaian buruk dan aktivis, ekonomi dan tekanan persaingan, skandal keuangan# kesenjangan ekspektasi dan kesenjangan kredibilitas, kegagalan kepemimpinan dan penilaian resiko, peningkatan keinginan transparansi dan sinergi semua faktor dan penguatan institusional. &nron dan K' 'rthur 'ndersen sudah melanggar kode etik yang seharusnya menjadi pedoman dalam melaksanakan tugasnya dan bukan untuk dilanggar. Mungkin saja pelanggaran tersebut a4alnya mendatangkan keuntungan bagi &nron, tetapi akhirnya dapat menjatuhkan kredibilitas bahkan menghan!urkan &nron dan K' 'rthur 'ndersen. Dalam kasus ini, K' yang seharusnya bisa bersikap independen tidak dilakukan oleh K' 'rthur 'ndersen. Karena perbuatan mereka inilah, kedua-duanya menuai kehan!uran dimana &nron bangkrut dengan meninggalkan hutang milyaran dolar sedangakn K' tersebut, juga berdampak pada karya4an yang bekerja di K' a. 'rthur 'ndersen sendiri kehilangan keindependensiannya dan keper!ayaan dari masyarakat terhadap K' 'rthur 'ndersen dimana mereka menjadi sulit untuk mendapatkan pekerjaan akibat kasus ini. ihak manajemen &nron telah melakukan berbagaima!am pelanggaran praktik bisnis yang sehat melakukan (De!eption, dis!rimination of information, !oer!ion, bribery) dan keluar dari prinsif good !orporate governan!e.'khirnya &nron harus menuai suatu kehan!uran yang tragis dengan meninggalkan hutang milyaran dolar. b. K' 'ndersen sebagai pihak yang seharusnya menjungjung tinggi independensi, dan profesionalisme telah melakukan pelanggaran kode etik profesi dan ingkar dari tanggungja4ab terhadap profesi maupun masyarakat diantaranya melalui De!eption, dis!rimination of information, !oer!ion, bribery. 'khirnya K' 'ndersen di tutup disamping harus mempertanggungja4abkan tindakannya se!ara hukum

DAFTAR PUSTAKA %rooks, ,eonard >. )332. Business & Professional Ethics for Directors, Executives, & Accountans. Toronto# Thomson 9outh-/estern Duska, <onald 0. and %.9. Duska. )33.. Accounting Ethics. %la!k4ell ublishing (tt):99-a&-a#$-*&a.-l.$').t.8.&9200:9119!# .#;,a#;a t(% ;8! &*#;+a#$; !ta".(t&l (tt):99*,./*"*)!,*a.. $9/*"*9E# .# (tt):99",a ,*"a.-l.$').t.8.&920129059"a'%';!# .#.(t&l (tt):99t *+at&."../. ,) !''.8.&9200:9029249l*#$"%#$a#;!t*"a;,a#;a"%#ta#'*9 (tt):99t%$a') .4!'*a"%#ta#'*.-l.$').t.8.&920119129!"')!"ta'*;&a'+a a"at;t! (a,a); -*'#*'.(t&l (tt):99<!t<%.-l.$').t.8.&920129059l*#$"%#$a#;!t*"a;,a#;a"%#ta#'*.(t&l