Anda di halaman 1dari 12

TELAAH KASUS

Manajemen SDM

Fakta di lapangan
Ji Sam Soe dijual ke PT Philip Morris:
Ribuan buruh demo

Pabrik sepatu pindah dar Indonesia ke Vietnam


Karyawan ke mana?

Buruh perkebunan teh


Upah di bawah UMR Keterpaksaan karena gak ada alternatif lain

Lapangan kerja terbatas


Persaingan global Perusahaan kecil VS raksasa

Angkatan kerja bertambah


KB tak berhasil?

Pengangguran
Pilih2 kerja ???

PNS
PNS = Pegawai Negeri Sipil Pegawai Nyaman Sekali PGPS = Pinter Goblok Pendapatan Sama

Hubungan industrial
Korpri = Korps Pegawai RI satu-satunya organisasi buruh PNS

Dampak peraturan pegawai


Pendidikan S1 tak ada jabatan maka tak bisa naik ke golongan IV Mengejar S2 untuk profesionalisme dan penghargaan

Sertifikasi guru
Profesionalisme dan penghargaan Kecenderungan yang dikejar penghargaan

KASUS PT DJARUM
Rokok low tar dan low nikotin
Dalam kurun 2005-2007 menunjukkan kenaikan permintaan 3%/ tahun

Sistem produksi
Sigaret Kretek Tangan (SKT)
Vol produksi 60 juta batang per hari Ada 32 tempat dengan jumlah karyawan 58 ribu orang Rata-rata 600 batang / jam

Sigaret Kretek Mesin (SKM)


Vol produksi 90 juta batang per hari Ada 18 mesin, tenaga kerja 7 orang per mesin Produktivitas mesin = 7000 batang per menit

Produksi rokok
Vol produksi rokok Jarum 150 juta batang/ hari Market share:
PT Philip Morris (Sampurna dan Malboro) = 23% PT Gudang Garam = 21% PT Djarum Kudus =18,9%

Pajak cukai Rp. 23 M per hari Tahun 2006


Produksi 38 Miliar batang Cukai Rp. 6,99 T

PPRKK
Persatuan Perusahaan Rokok Kretek Kudus
Ada 600 perusahaan rokok Menentukan upah Survei kecepatan giling tangan 600 batang/ jam/ orang Ditetapkan upah Rp 950/ 1000 batang

Tantangan
Harus menuliskan bahaya merokok Membayar cukai dan harga yang telah ditentukan pemerintah
SKT harga Rp.420/ batang + cukai 22% SKM harga Rp.510/ batang + cukai 40% Per Oktober 2007 ditambah Rp.7/ batang
Rp 5 untuk APBN Rp 2 dibagi (60% untuk kab/kota; 20% untuk provinsi; dan 20% untuk kab/kota di dalam provinsi)

Tidak bebas melakukan pemasaran


Tidak boleh memberi rokok gratis Materi iklan tidak boleh mempertontonkan aksi merokok ataupun asap rokok Waktu penayangan iklan rokok terbatas jam 21.30 06.00

Strategi
Harga per batang Rp410 + 22% = Rp 665 Harga per pak isi 12 = Rp 6650 Retail eceran sebanyak 30% pangsa pasar Pembulatan harga jual eceran Rp.500, dengan memberikan subsidi cukai selisih harga sebenarnya Rp650x22%