Anda di halaman 1dari 2

Kiat Mengatur dan Mengisi Waktu Pada dasarnya, manusia dimanapun dia berada, apapun rasnya, apapun agamanya

memiliki patokan waktu yang sama yaitu 24 jam atau 1 hari. Dalam 24 jam, banyak hal yang bisa dilakukan. Entah itu hal yang bermanfaat atau hal yang membuang-buang waktu saja. Dalam suatu riwayat dikatakan bahwa, nikmat yang paling banyak dilalaikan manusia adalah nikmat sehat dan nikmat waktu luang. Setiap perbuatan yang kita lakukan pasti akan ada balasannya. Bagaimana kiat mengatur dan mengisi waktu? Bila kita paham akan 2 prinsip diatas maka kita tentu akan berpikir 2 kali dalam memanfaatkan waktu. Hidup memang penuh pilihan. Diantara pilihan-pilihan itu kita harus dapat memilih mana yang paling banyak manfaatnya bagi kita dan yang paling sedikit mudaratnya bagi kita. Setiap saat kita harus terus mengevaluasi diri, apakah kegiatan yang sedang kita lakukan bermanfaat? Apakah agenda hari ini merupakan agenda yang penting? Bila kita tahu manfaat dan mudarat dari kegiatan-kegiatan yang kita lakukan, tentu kita akan memanfaatkan waktu dengan baik. Terkadang kita memang lalai dalam beraktifitas. Banyak hal-hal yang kurang bermanfaat yang kita lakukan tetapi tidak bisa terlepas darinya. Ada waktu luang, tetapi bingung mau dipakai untuk apa? Begitlah, satu hal yang harus diingat adalah manusia hidup dengan memikul dua tugas dai tuhan mereka, yaitu untuk beribadah dab menjadi kholifah di bumi. Bila suatu saat kita merasa bingung, tidak ada sesuatu yang ingin dilakukan, ngaggur, ingatlah tugas penciptaan kita. Saya yakin, banyak ilmu dunia atau akhirat yang belum kita tahu. Jadi, mari kita manfaatkan waktu kita untuk menjalankan dua tugas utama itu dengan cara sesuai pribadi masing-masing dan dengan niat ibadah kepada Alloh SWT. Sifat yang disukai Alloh : Muhsinin : orang yang berbuat baik (al baqoroh 195, ali imran 134, al araf 56) Tawwabin, mutatohirin : orang yang bertaubat dan mensucikan diri ( al baqoroh 222) Muttaqin : orang yang bertaqwa (at taubah 36) Shobirin : orang yang bersabar(ali imran 146) Muqsithin : orang yang adil ( al maidah 42) Mutawakkilin : bertaqwa kepadaNya(ali imran 159) Berjuang dijalan alloh dengan rapih : dalam berdakwah maka harus terorganisasi agar dapat sukses dan berkelanjutan(as shaaf 4)

Fasiqin : fasik Mufsidin : membuat kerusakan Dhzolimin: zalim Kafirin : kafir Khowwanin kafur : berkhianat lagi mengingkari nikmat

Mustakbirin : sombong/takabur Musrifin : berlebih lebihan Kadzibun kaffar : pendusta lagi sangat ingkar Musrifun kadzab : pemboros lagi pembohong

Kiat Mengatur dan Mengisi Waktu Pada dasarnya, manusia dimanapun dia berada, apapun rasnya, apapun agamanya memiliki patokan waktu yang sama yaitu 24 jam atau 1 hari. Dalam 24 jam, banyak hal yang bisa dilakukan. Entah itu hal yang bermanfaat atau hal yang membuang-buang waktu saja. Dalam suatu riwayat dikatakan bahwa, nikmat yang paling banyak dilalaikan manusia adalah nikmat sehat dan nikmat waktu luang. Setiap perbuatan yang kita lakukan pasti akan ada balasannya. Bagaimana kiat mengatur dan mengisi waktu? Bila kita paham akan 2 prinsip diatas maka kita tentu akan berpikir 2 kali dalam memanfaatkan waktu. Hidup memang penuh pilihan. Diantara pilihan-pilihan itu kita harus dapat memilih mana yang paling banyak manfaatnya bagi kita dan yang paling sedikit mudaratnya bagi kita. Setiap saat kita harus terus mengevaluasi diri, apakah kegiatan yang sedang kita lakukan bermanfaat? Apakah agenda hari ini merupakan agenda yang penting? Bila kita tahu manfaat dan mudarat dari kegiatan-kegiatan yang kita lakukan, tentu kita akan memanfaatkan waktu dengan baik. Terkadang kita memang lalai dalam beraktifitas. Banyak hal-hal yang kurang bermanfaat yang kita lakukan tetapi tidak bisa terlepas darinya. Ada waktu luang, tetapi bingung mau dipakai untuk apa? Begitlah, satu hal yang harus diingat adalah manusia hidup dengan memikul dua tugas dai tuhan mereka, yaitu untuk beribadah dab menjadi kholifah di bumi. Bila suatu saat kita merasa bingung, tidak ada sesuatu yang ingin dilakukan, ngaggur, ingatlah tugas penciptaan kita. Saya yakin, banyak ilmu dunia atau akhirat yang belum kita tahu. Jadi, mari kita manfaatkan waktu kita untuk menjalankan dua tugas utama itu dengan cara sesuai pribadi masing-masing dan dengan niat ibadah kepada Alloh SWT. (Dibuat oleh : Nurwachid Arbangi Waktu : 3 Maret 2013 21:31 WIB)

sifat-sifat yang dicintai Alloh muhsinin : kepribadian yg istiqomah (konsisten) dalam berbuat kebaikan