Anda di halaman 1dari 14

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Kebutuhan cairan merupakan bagian dari kebutuhan dasar manusia secara fisiologis, yang memiliki proporsi besar dalam bagian tubuh, hampir 90 % dari total berat badan tubuh. Sementara itu, sisanya merupakan bagian padat dari tubuh. Untuk mempertahankan kesehatan dibutuhkan keseimbangan cairan, elektrolit dan asam-basa di dalam tubuh. Keseimbangan ini dipertahankan oleh asupan, distribusi, dan haluan air dan elektrolit, serta pengaturan komponen-komponen tersebut oleh system renal dan paru. Banyak faktor yang dapat menyebabkan ketidakseimbangan, salah satunya karena penyakit. meliputi leh karena itu, asuhan kepera!atan untuk beragam klien dan perbaikan ketidakseimbangan atau upaya pengka"ian

mempertahankan keseimbangan cairan, elektrolit dan asam-basa. 1.2 Tujuan #u"uan pembuatan makalah ini adalah untuk men"elaskan asuhan kepera!atan pada masalah cairan dan elektrolit.

BAB II PEMBAHASAN
2.1 Sistem yang Ber eran Dalam !e"utu#an $airan% Elektr&lit 'an !eseim"angan Asam(Basa a. ginjal fungsi gin"al yaitu % $. &engatur konsentrasi garam dan darah '. &engatur keseimbangan asam-basa dalm darah (. )kskresi bahan buangan atau kelebihan garam b. kulit kulit merupakan bagian penting yang berperan dalam kebutuhan cairan dan elektrolit yang terkait dalam proses pengaturan panas. &roses ini diatur olehpusat pengatur panas yang disarafi oleh *asomotorik dengan kemampuan mengendalikan arterio kutan dengan cara *asodilatasi dan *asokonstriksi. c. paru-paru paru-paru berperan dalam pengeluaran cairan dengan cara menghasilkan insensible water loss kurang lebih +00 ml,hari. d. gastrointestinal gastrointestinal berperan dalam mengeluarkan cairan melalui proses penyerapan dan peneluaran air. &engeluaran cairan dapat dilakukan melalui sistem endokrin - ./0 % meningkatkatkan reabsorbsi air, .ldosteron % absorbsi natrium, &rostaglandin % merespon radang, mengendalikan tekanan darah, kontraksi uterus, mengatur pergerakan gastrointestinal, 1lukokortikoid % mengatur peningkatan sorbsi natrium dan air, 2ekanisme rasa haus % merangsang pelepasan rennin yang dapat menimbulkan produksi angiotensin 33 sehingga merangsang hipotalamus untuk rasa haus.

'

2.1 Pengkajian !e era)atan &era!at melakukan pengka"ian untuk mengidentifikasi klien yang berisiko tinggi atau yang memperlihatkan adanya tanda dan ge"ala ketidakseimbangan cairan dan elektrolit. &elaksanaan pengka"ian kepera!atan sangat penting. &engka"ian cairan dan elektrolit membantu pera!at dalam mengantisipasi kebutuhan klien akan suatu asuhan kepera!atan. Salah satu fungsi pengka"ian kepera!atan yang paling penting adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor resiko ter"adinya ketidakseimbangan cairan dan elektrolit. 4aktor resiko tersebut antara lain % usia, penyakit kronik, trauma, terapi, dan kehilangan cairan melalui saluran gastroinfestinal. '.$.$ 5i!ayat kepera!atan &engka"ian kepera!atan pada masalah kebutuhan cairan dan elektrolit meliputi "umlah asupan cairan yang dapat diukur melalui "umlah pemasukan secara oral, parenteral, atau enteral. 6umlah pengeluaran dapat diukur melalui "umlah produksi urin, feses, muntah atau pengeluaran lainnya, status kehilangan , kelebihan cairan, dan perubahan berat badan yang dapat menentukan tingkat dehidrasi. Berikut adalah komponen-komponen yang terdapat dalam ri!ayat kepera!atan % a. &embedahan &rosedur pembedahan menyebabkan perubahan keseimbangan cairan pada hari kedua sampai kelima setelah pembedahan karena respon stress tubuh terhadap trauma pembedahan. Semakin luas pembedahan semakin besar respon tubuh. b. 7uka bakar Semakin luas permukaan tubuh yang terbakar, semakin besar kehilangan cairan. c. 1angguan kardio*askular Kegagalan "antung membuat penurunan curah "antung. .kibatnya, perfusi ke gin"al menurun dan haluan urine berkurang.

d. 1angguan pernapasan Banyak gangguan pernapasan yang men"adi faktor bagi klien untuk mengalami asidosis respiratorik. 2isalnya, perubahan yang terkait pneumonia, kelebihan sedati*e dan penyakit paru obstruktif menahun, akan mengganggu eliminasi karbon dioksida. e. 1angguan gin"al 1agal gin"al mengubah keseimbangan cairan dan elektrolit. Kadangkala, gagal gin"al akut yan diakibatkan oles syok atau penurunan cairan ekstra sel dapat me"adi re*ersible -dapat kembali ke fungsi yang normal8. 9alaupun gagal gin"al kronik bersifat progresif, klien dapat diobati dengan sukses melalui pengontrolan diet asupan protein dan garam, obat-obatan diuretic dan pembatasan cairan. f. Kanker #ipe ketidakseimbangan cairan dan elektrolit yang diobser*asi pada klien dengan kanker bergantung pada tipe dan perluasan kanker. g. :edera kepala :edera kepala dapat menyebabkan edema cerebral h. 1angguan saluran cerna &engisapan gastroenteritis dan nasogastrik menyebabkan kehilangan cairan, kalium dan ion-ion klorida. 3on hydrogen yang "uga hilang mengakibatkan kehilangan asam basa. i. &emeriksaan fisik karena gangguan cairan, elektrolit, dan asam basa dapat mempengaruhi semua sistem, pera!at harus mengidentifikasi secara sistematis setiap adanya abnormalitas pada tubuh selama melakukan pemeriksaan fisik.

". Berat badan harian Ketidakseimbangan cairan bergantung pada perubahab berat badan. k. &enghitungan asupan dan haluaran cairan &encatatan asupan dan haluaran sangat penting untuk memperoleh data dasar yang akurat. 3nformasi ini membantu mempertahankan berkesinambungan e*aluasi untuk status hidrasi yang ter"adinya mencegah

ketidakseimbangan cairan berat. l. &emeriksaan laboratorium &emeriksaan laboratorium dilakukan untuk memperoleh data ob"aktif lebih lan"ut tentang keseimbangan cairan, elektrolit, asamm-basa. &emeriksaan ini meliputi kadar elektrolit serum, hiting darah lengkap, kadar BU;, kadar kreatini darah, berat "enis urine, dan kadar gas dalam arteri. '.$.' 4aktor yang berhubungan 4aktor yang berhubungan meliputi faktor-faktor yang mempengaruhi masalah kebutuhan cairan, seperti sakit, diet, lingkungan, usia perkembangan dan penggunaan obat. '.$.( &engka"ian fisik &engka"ian fisik meliputi sistem yang berhubungan dengan masalah cairan dan elektrolit, seperti sistem integumen -status turgor kulit dan edema8, sistem kardio*askular -adanya distensi *ena "ugularis, tekanan darah dan bunyi "antung 8, sistem penglihatan - kondisi dan cairan mata 8, sistem neurologi -gangguan sensorik , motorik, status kesadaran dan adanya refleks8, dan sistem gastrointestinal -keadaan mukosa mulut, lidah dan bising usus8.

<

'.$.+ &emeriksaan laboratorium atau diagnostik lainnya &emeriksaan laboratorium dan diagnostik lainnya dapat berupa pemeriksaan kadar elektrolit - natrium, kalium, klorida, berat "enis urine, analisis gas darah, dan lain-lain 8. 2.2 Diagn&sis !e era)atan $. Kekurangan *olume cairan berhubungan dengan % a. &engeluaran urine secara berlebihan akibat penyakit diabetes mellitus atau lainnya. b. &eningkatan permeabilitas kapiler dan hilangnya e*aporasi pada pasien luka bakar atau meningkatnya kecepatan metabolisme. c. &engeluaran cairan secara berlebihan d. .supan cairan yang tidak adekuat e. &endarahan '. Kelebihan *olume cairan berhubungan dengan% a. &enurunan mekanisme regulator akibat kelainan pada gin"al b. &enurunan curah "antung akibat penyakit "antung c. 1angguan aliran balik *ena akibat penyakit *askular perifer atau thrombus d. 5etensi natrium dan air akibat terapi kortikosteroid e. #ekanan osmotik koloid yang rendah 2.* Peren+anaan !e era)atan #u"uan % 2empertahankan *olume cairan dalam keadaan seimbang 5encana tindakan % $. 2onitor "umlah asupan dan pengeluaran cairan serta perubahan status keseimbangan cairan.

'. &ertahankan keseimbangan cairan bila kekurangan cairan, hal yang harus dilakukan adalah a. rehidrasi oral atau parental sesuai dengan kebutuhan b. monitor kadar elektrolit darah c. hilangkan faktor penyebab kekurangan *olume cairan bila kelebihan cairan, hal yang harus dilakukan adalah i. pengurangan asupan garam ii. hilangkan faktor penyebab kelebihan cairan dengan cara melihat kondisi penyakit pasien terlebih dahulu iii. kurangi konstriksi pembuluh darah (. 7akukan mobilisasi melalui pengaturan posisi +. .n"urkan cara mempertahankan keseimbangan cairan 2., Pelaksanaan Upaya mencegah ketidakseimbangan cairan, elektrolit dan asam-basa adalah penting. .pabila ter"adi ketidakseimbangan, maka pera!at melakukan upaya untuk menghilangkan ketidakseimbangan tersebut. 0al ini bertu"uan untuk menggkoreksi ketidakseimbangan antara cairan dan elektrolit. .pabila *olume cairan menurun , cairan dan elektrolit dapat digantikan secara oral, melalui cairan intra*ena dan komponen darah atau pemberian ;&#, "ika kekurangan cairan disebabkan oleh malnutrisi. kalau cairanya lebih maka pera!at harus membatasi asupan cairan, mengurangi asupan nutrisi dan pemberian anti deuritik. Kelebihan cairan ni biasanya ter"adi pada klien yang mengalami gagal gin"al, gagal "antung kongestif, korpulmonal, atau S3./0. $. &engganti cairan secara enteral &enggantian cairan secara enteral dapat dilakukan secara rute oral dan selang pemberi makan. Secara oral dapat dilakukan selama klien tidak muntah, tidak mengalami kehilangan cairan dalam "umlah yang besar atau tidak mengalami obstruksi mekanis dalam cairan gastrointestinal, kecuali

>

dikontraindikasikan. Klien tidak dapat menelan makanan yang padat tetapi dapat menelan cairan. &emberian oral dapat dilakukan pada pasien yang mengalami penyakit-penyakit ringan seperti diare, saluran pernapasan, dan demam. &emberian cairan dapat "uga dilakukan dengan menggunakan selang makan seperti selang nasogastrik, gastrostomi, atau "e"unostomi. 3ni dilakukan pada pasien yang mengalami gangguan pada saluran gastrointestinal yang tidak mampu menelan cairan. '. &enggantian cairan dan elektrolit secara parenteral &enggantian cairan dan elektrolit secara parenteral dapat dilakukan melalui cairan infuse yang diberikan secara langsung ke dalam darah bukan asupan melalui sistem cerna. &enggantian parenteral meliputi pemberian nutrisi parentral total -;&#8, terapi cairan dan elektrolit intra*ena serta penggantian darah. ;#& merupakan nutrisi dalam bentuk larutan hipertonik yang adekuat terdiri dari glukosa dan nutrient serta elektrolit yang di berikan melalui kateter intra*ena sentral atau kateter intra*ena tetap. #erapi intra*ena -3?8, tu"uan pemberian cairan 3? adalah untuk mengoreksi atau mencegah gangguan cairan dan elektrolit. #ipe larutan yaitu isotonic, hipotonik, dan hipertonik. 3sotonik adalah larutan yang osmoralitasnya mendekati osmolaritas plasma, cairan ini digunakan untuk penggantian *olume eksternal sel misalnya -kelebihan *olume cairan setelah muntah yang berlangsung lama8. 0ipotonik adalah larutan yang osmolaritasnya kurang dari osmolaritas plasma. 0ipertonik adalah larutan yang osmolaritasnya lebih besar dari osmolaritas plasma.0ipotonik dan 0ipertonik digunakan atas dasar ketidakseimbangan elektrolit yang spesifik.

:ontoh % &emberian cairan melalui infuse :ara pemberiannya yaitu % dengan cara memasukkan cairan melalui intran*ena dengan bantuan infuse set. /an tu"uan nya yaitu untuk memenuhi kebutuhan cairan dan elektrolit sebagai tindakan pengobatan dan pemberian makanan. b. .lat dan Bahan $. standart infus '. infus set (. cairan sesuai dengan kebutuhan pasien +. pengalas <. tourniAuet , pembendung =. kapas alkohol >0% >. plester @. gunting 9. kasa steril $0. betadine $$. sarung tangan c. prosedur ker"a $. cuci tangan '. "elaskan prosedur yang dilakukan (. hubungkan cairan dan infus set dengan menusukkan ke dalam botol infus +. isi cairan dengan infus set dengan menekan bagian ruangan tetesan hingga ruangan tetesan berisi sebagian dan buka penutup hingga selang terisi dan udaranya keluar <. letakkan pengalas =. lakukan pembendungan dengan tourniAuet >. gunakan sarung tangan @. desinfeksi daerah yang akn ditusuk

9. lakukan penusukan dengan arah "arum ke atas $0. cek apakah sudah mengenai *ena -darah keluar melalui "arum infuse , abocath8 $$. tarik "arum infus dan hubungkan dengan selang infus $'. buka tetesan $(. lakukan desinfeksi dengan betadine dan tutup dengan kasa steril $+. beri tanggal dan "am pelaksanaan infus pada plester $<. cuci tangan d. :ara menghitung tetesan infus % i. /e!asa #etesan , 2enit B "umlah cairan yang masuk, lamanya infus -"am8 C ( ii. .nak #etesan , menit B "umlah cairan yang masuk,lamanya infuse -"am8 #ransfusi /arah #ransfuse darah dilakukan pada pasien yang membutuhkan darah dengan cara memasukkan darah melalui *ena dengan menggunakan alat transfuse set. #u"uannya untuk memenuhi kebutuhan darah dan memperbaiki perfusi "aringan. .lat dan Bahan % $. Standart infus '. #ransfusi set (. ;a:l 0,9% +. /arah sesuai dengan kebutuhan pasien <. 6arum infus,abocath atau se"enisnya sesuai dengan ukuran =. &engalas >. #ourniguet,pembendung @. Kapas alkohol >0%

$0

9. &lester $0. 1unting $$. Kasa steril $'. Betadine &rosedur ker"a $. :uci tangan '. "elaskan prosedur yang dilakukan (. hubungankan cairan ;a:l 0,9% dan transfuse set dengan cara memasukan +. 3si cairan ;a:l 0,9% ke dalam transfusi set dengan menekan bagian ruang tetesan hingga ruangan tetesan terisi sebagian dan buka penutup hingga selang terisi dan udara keluar <. letakan pengalas =. lakukan pembendungan dengan tourniAuet >. gunakan sarung tangan @. desinfeksi daerah yang akan ditusukkan 9. lakukan penusukkan dengan cara "arum ke atas $0. cek apakah sudah mengenai *ena -keluarnya darah melalui "arum infuse,abocath8 $$. tarik "arum infuse dan hubungkan dengan "arum infuse $'. buka tetesan $(. lakukan desinfeksi dengan betadine dan tutup dengan kassa steril $+. beri tanggal dan "am pelaksanaan infuse dan plester $<. setelah ;a:l 0,9% masuk, kurang lebih $< menit, ganti denga darah yang telah disediakan $=. sebelum dimasukkan, terlebih dahulu cek !arna darah, identitas pasien, "enis golongan darah, dan tanggal kadarluarsa $>. lakukan obster*asi tanda-tanda *ital selama pemakaian transfuse $@. cuci tangan

$$

2.- E.aluasi )*aluasi terhadap gangguan kebutuhan cairan, elektrolit dan asam-basa secara umum dapat dinilai dari adanya kemampuan dalam mempertahankan keseimbangan cairan, elektrolit dan asam-basa dengan ditun"ukkan oleh adanya kseimbangan antara "mlah asupan dan pengeluaran, nilai elektrolit dalam batas normal, berat badan sesuai dengan tinggi badan atau tidak ada penurunan, turgor kulit baik, tidak ter"adi edema, dll.

$'

BAB III PENUTUP


*.1 !esim ulan Kesimpulan yang dapat diambil dari makalah ini adalah % a. /alam pemberian asuhan kepera!atan terhadap masalah kebutuhan cairan, elektrolit dan asam-basa dapat dilakukan dengan cara enteral -oral8 dan selang pemberian makanan seperti selang naso gastrik, gastrostomi atau "e"unostomi. b. .suhan kepera!atan dalam masalah ini meliputi % pengka"ian, diagnosis, perencanaan, pelaksanaan dan e*aluasi. *.2 Saran Saran yang dapat diambil adalah % a. Kita harus dapat memenuhi kebutuhan cairan, elekrtolit dan asambasa sesuai dengan kebutuhan. b. /alam memberikan asuhan kepera!atan, sebaiknya kita "uga mengumpulkan data bukan hanya dari klien tetapi "uga dari kebudayaan, keturunan dan kebiasaan hidupnya.

$(

DA/TA0 PUSTA!A
&otter, &. D &erry , .1, $999, Buku Ajar Fundamental Keperawatan, Konsep Proses dan Praktik Keperawatan, )disi +, cetakan 3, 6akarta % ):1 .EiE .limul, 0 '00=, Kebutuhan Dasar Manusia, Aplikasi Konsep dan Proses Keperawatan, 6akarta % Salemba 2edika 9artonah, #ar!oto '00=, Kebutuhan Dasar Manusia dan Proses Keperawatan, )disi (, 6akarta % Salemba 2edika

$+