Anda di halaman 1dari 6

Askep klien dgn Tumor Orbita

Tumor Orbita dibagi menjadi 2 jenis 1. Primer : tumor yang berasal dari jaringan orbita sendiri 2. Secunder : tumor merupakan metastase dari organ lain. Pembagian tumor orbita dapat berada di bagian 1. Eksternal : palpebra, konyungti va,kornea dan sakus lakrima lis 2. Intra Okuler 3. Orbita

1. Eksternal a. Jinak : kista dermoid, merupakan tumor congenital walaupun kadang-kadang manifest pada usia 30 40 tahun. Tindakan dengan eksisi total Tumor dermoid : merupakan tumor congenital terjadi didae rah limbus terdiri dari jaringan ikat yang diliputi epithel berla pis gepeng Tindakan eksisi dan mengganti kor nea yang hilang

b. Karsinoma sel basal : epitelioma merupakan tumor ganas yang paling sering dijumpai di kelo pak mata, jarang menimbul kan anak sebar. Terjadi pada usia 50 55 tahun Tindakan dengan cara: * eksisi total * Radioterapi * Krioterapi : dengan suhu ( -25 sampai - 30) C, bila suhu ini dapat dengan cepat dicapai, atau dengan Nitrogen cair menggunakan probe

* Bedah kimia cara Mohs * Kuret dan elektrodesikasi c. Karsinoma Epidermoid = squam uos cell carcinoma Tumor ini meliputi kurang dari 5 % dari tumor ganas,pertumbuhan lambat tapi menyebar ke kelenjar getah bening. Tindakan sama dengan di atas

2. Intra Okuler a. Melanoma maligna Iris Secara klinis tampak sebagai daerah berwarna gelap, ber ukuran kecil atau luas dan difus dapat merubah warna seluruh permukaan iris mata yang terkena dikenal dengan Sindroma Heterokhromika Hiperkhromik Akuisita Unilate ral, kadang-kadang sudut COA tertutup maka terjadi glukoma sekunder.

Tindakan dengan Iridektomi eksisi onal. Pada tumor yang difus dilakukan enukleasi

b. Melanoma maligna korpus siliaris Tumor dapat menembus basis iris dan masuk ke dalam COA, bila menembus sclera akan terli hat massa hitam peribulber yang mirip dengan stafiloma Tindakan iridosiklektomi atau Enukleasi

Tahapan pemeriksaan Yang harus diperhatikan 1. Riwayat penyakit yang dapat membantu terjadinya protosis (keluarnya bola mata dari margin orbita) antara lain : a. arteri malformasi akibat trauma b. Penyakit infeksi, sinusitis, abses gigi c. Penyakit tyroid d. Tumor retrobulber

2. Pemeriksaan: a. Tajam penglihatan b. Seluruh organ mata c. Lapang pandang d. Tekanan Intra Okuler 3. Pemeriksaan orbita Pengukuran proptosis dengan Hertel Eksofthalmus dan Valsava Maneuver 4. Pemeriksaan Diagnostik Radiologi standar, Tonografi, Ultra sonografi, CT-Scan, Arterio grafi, Venografi

Askep Klien dg Retino Blastoma

Pengertian Retinoblastoma adalah neoplasma ganas retina sering bersifat congenital, dapat timbul sejak lahir atau terlihat pertama kali pada masa anak-anak awal. Tumor ini mungkin heriditer (diwariskan). Waktu pertama kali diketahui sebagai masa putih di belakang pupil yang memberi gambaran sebagai refleks mata kucing. Kadang-kadang tumor ini dapat diditeksi lebih awal dengan alasan juling (strabismus) karena menurun nya penglihatan akibat tumor

Etiologi : Diduga hasil mutasi gen Domina autosomal, tetapi sekarang diang gap disebabkan oleh alel (gen dlm pasangan) pada lokus didalam pita kromosom 13 atau 14 yang mengontrol kedua bentuk tumor baik yang diwariskan maupun yg tidak diwariskan. Kira-kira 94 % retinoblastoma berasal dari mutasi oleh karena itu hanya 6 % yg familial.

Patofisiologi Retinoblastoma berawal dari retina posterior, metastase melalui syaraf optic ke otak dan pembuluh darah Klasifikasi Gol I : tumor dengan prognosis sangat baik,soliter atau multipel ukurannya < 4 diameter papil Gol II : prognosis baik, satu atau beberapa tumor berukuran empat sampai sepuluh diameter papil

Gol III : Prognosis meragukan, tumor ada di depan ekuator atas tumor soliter yang berukur an > 10 diameter papil Gol IV : Prognosis tidak baik Gol V Prognosis buruk dan separuh retina terkena dengan benih di badan kaca Tindakan : Bila termasuk gol I atau II bisa dite rapkan pengobatan radiasi,kriyo digabung dg kemoterapi, jika sudah gol IV,V harus di enukleasi