Anda di halaman 1dari 11

KESEIMBANGAN ASAM DAN

BASA

Bagian Fisiologi Fakultas Kedokteran

Keasaman ekstrasel dan intrasel secara umum akan dipertahankan tetap sel sangat peka terhadap perubahan keasaman pH merupakan nilai yang dapat menggambarkan kadar H+ tubuh kadar H+ darah sekitar 0,00004 meq/L pH yang merupakan logaritma negatif 0,00004 sama dengan 7,4 Penurunan pH sebesar 1 unit , misalnya dari 7,0 menjadi 6,0 menggambarkan peningkatan kadar H+ 10 kali pH cairan ekstrasel : 7,40 dengan variasi sekitar 0,05 unit

pH arteri dalam keadaan normal adalah 7,4 dan di plasma vena agak sedikit lebih rendah Secara teknis, keadaan asidosis timbul bila pH lebih rendah dari 7,4 dan alkalosis bila lebih tinggi dari 7,4 (meski ada variasi 0,05 unit) pH tubuh dipertahankan oleh kapasitas dapar yang dimiliki cairan tubuh Dapar ( = penyangga = buffer ) adalah suatu zat yang mempunyai kemampuan mengikat dan melepaskan H+ dalam larutan, sehingga pH larutan relatif konstan, walaupun ditambahkan asam atau basa dalam jumlah yang cukup besar

Dapar dalam darah : 1. Protein dalam darah terutama protein plasma 2. Hemoglobin 3. Sistem asam karbonat-bikarbonat Protein plasma merupakan dapar yang efektif karena baik gugus karboksil bebasnya maupun gugus amino bebasnya akan berdisosiasi RCOOH RCOO- + H+ RNH3 RNH2- + H+

Hemoglobin merupakan dapar karena disosiasi gugus imidazol residu histidin H C


NH HC NH+ C NH HC

H C
N + H+ C

Sistem asam karbonat- bikarbonat H2CO3 H+ + HCO3-

H2CO3

CO2 + H2O

Enzim anhidrase karbonat Enzim anhidrase karbonat tidak terdapat dalam plasma. Banyak didapatkan dalam sel darah merah, juga dalam dalam sel-sel yang mengsekresi asam di lambung, dan juga pada selsel tubulus ginjal

Anhidrase karbonat merupakan suatu protein dengan BM 30.000 yang mengandung sebuah atom seng pada tiap molekulnya. Kerjanya dihambat oleh sianida, azida dan sulfida. Sulfonamid juga menghambat enzim ini turunan sulfonamid digunakan di klinik sebagai diuretika karena efek inhibisinya pada anhidrase karbonat di ginjal Sistem H2PO4 H+ + HPO42- , merupakan dapar yang kurang berperan dalam plasma tetapi sangat berperan sebagai dapar pada intrasel

Asidosis dan alkalosis respiratorik Peningkatan PCO2 arteri akibat berkurangnya ventilasi akan menyebabkan asidosis respiratorik Penurunan PCO2 akibat ventilasi yang bertambah akan menyebabkan alkalosis respiratorik Kompensasi ginjal : Kecepatan reabsorpsi HCO3- sebanding dengan PCO2 menyebabkan sekresi H+ bertambah

Asidosis metabolik

Bila asam yang lebih kuat dari HHb dan pendapar lain ditambahkan ke dalam darah, maka akan terjadi asidosis metabolik Kompensasi respiratorik akan berusaha meningkatkan pH dengan menurunkan PCO2 Kompensasi ginjal : sel tubulus ginjal akan mensekresi H+ ke cairan lumen dengan cara pertukaran dengan Na+ untuk setiap H+ yang disekresi satu Na+ dan satu HCO3akan ditambahkan ke dalam darah

Alkalosis metabolik Bila kadar H+ berkurang karena penambahan basa atau kehilangan asam maka akan terjadi alkalosis metabolik kadar HCO 3- plasma dan pH meningkat Kompensasi respiratorik berupa penurunan ventilasi PCO2 meningkat Kompensasi ginjal : sekresi H+ yang lebih besar akan digunakan untuk meningkatkan reabsorpsi HCO3-.