Anda di halaman 1dari 54

BAB I KONSEP DASAR

A. Pengertian Fibroadenoma adalah suatu tumor jinak yang merupakan pertumbuhan yang meliputi kelenjar dan fibrosa. (Raybun E. William, 2002 :2 !" Fibroadenoma mammae adalah tumor jinak yang paling sering terjadi pada #anita. $umor ini terdiri dari gabungan antara kelenjar dan fibrosa. (http:%%fkuii.org%tiki&inde'.php(page)Fibroadenomamammae" *ari beberapa pendapat dan referensi diatas dapat disimpulkan bah#a pengertian fibroadenoma mammae adalah suatu tumor jinak pada kelenjar dan fibrosa pada payudara. B. Penyebab . Fibrodenoma ini terjadi akibat adanya kelebihan hormone esterogen. +iasanya ukurannya akan meningkat pada saat menstruasi atau saat hamil karena produksi hormon esterogen meningkat. (http:%%fkuii.org%tiki&inde'.php(page)Fibroadenomamammae" 2. -. ,enetik : payudara Faktor&faktor predisposisi : a. b. 1. d. e. f. .sia : / -0 tahun 0enis kelamin ,eografi 2ekerjaan 3ereditas *iet

g. h.

4tress 5esi prekanker

C. Pathofisiologi Fibroadenoma merupakan tumor jinak payudara yang sering ditemukan pada masa reproduksi yang disebabkan oleh beberapa kemungkinan yaitu akibat sensiti6itas jaringan setempat yang berlebihan terhadap estrogen sehingga kelainan ini sering digolongkan dalam mamary displasia. Fibroadenoma biasanya ditemukan pada kuadran luar atas, merupakan lobus yang berbatas jelas, mudah digerakkan dari jaringan di sekitarnya. 2ada gambaran histologis menunjukkan stroma dengan proliferasi fibroblast yang mengelilingi kelenjar dan rongga kistik yang dilapisi epitel dengan bentuk dan ukuran yang berbeda. 2embagian fibroadenoma berdasarkan histologik yaitu : . Fibroadenoma 2eri1anali1ulare 7akni kelenjar berbentuk bulat dan lonjong dilapisi epitel selapis atau beberapa lapis. 2. Fibroadenoma intra1anali1ulare 7akni jaringan ikat mengalami proliferasi lebih banyak sehingga kelenjar berbentuk panjang&panjang (tidak teratur" dengan lumen yang sempit atau menghilang. 2ada saat menjelang haid dan kehamilan tampak pembesaran sedikit dan pada saat menopause terjadi regresi. Fibroadenoma ini terjadi akibat adanya kelebihan hormon estrogen.

ii

+iasanya ukurannya akan meningkat pada saat menstruasi atau pada saat hamil karena produksi hormon estrogen meningkat. 4e1ara histologi: intra1anali1ular fibroadenoma8 fibroadenoma pada payudara yang se1ara tidak teratur dibentuk dari peme1ahan antara stroma fibrosa yang mengandung serat pada jaringan payudara epitel. yang

peri1anali1ular

fibroadenoma8

fibroadenoma

menyerupai kelenjar atau kista yang dilingkari oleh jaringan epitel pada satu atau banyak lapisan. $umor ini dibatasi letaknya dengan jaringan mammae oleh suatu jaringan penghubung. Fibroadenoma mammae timbul akibat pengaruh kelebihan hormon estrogen. (Raybun E. William : 2002 :220"

iii

Pathway
,enetik 2ayudara .sia / -0 tahun 4ensiti6itas jaringan yang +erlebihan terhadap esterogen 9amary displasia Fibroadenoma mammae Fibroadenoma 2eri1anali1ulare (berbentuk bulat, lonjong, kalapis" Fibroadenoma intra1anali1ulare 3erditas 2ekerjaan

2enumpukan kelenjar dan 4truma jaringan ikat ,angguan body image 2embedahan (masektomi" :urang 2engetahuan =n'ietas 9asektomi parsial ;nsisi tumor Resiko terjadi infeksi +enjolan :erusakan jaringan saraf 4uplay 6askularisasi ,angguan rasa nyaman <yeri

(Raybun E. William : 2002 :220"

i6

D. Manisfestasi Klinik an Pe!eriksaan Pen"n#ang . 4e1ara makroskopik : tumor bersimpai, ber#arna putih keabu > abuan, pada penampungan tampak jaringan ikat ber#arna putih kenyal. 2. -. ?. @. =da bagian yang menonjol kepermukaan. =da penekanan pada jaringan sekitar. =da batas yang tegas. +ila diameter men1apai 0 > @ 1m mun1ul fibroadenoma

mammae raksasa ( ,iant fibroadenoma ". A. B. C. !. 0. 9emiliki kapsul dan soliter. +enjolan pada gerakan. 2ertumbuhannya lambat. 9udah diangkat dengan lo1al surgery. +ila tidak segera ditangani tidak menyebabkan kematian. (Raybun E. William : 2002 :220" 2emeriksaan penunjang : . D > R=7 pada mammae ( .ltrasound ". 2. 2emeriksaaan biopsi ( pengambilan kultur jaringan ". 2engambilan sampel biopsi ini dapat dilakukan dengan mengiris bagian mammae atau dengan memasukkan jarum yang ke1il dan panjang untuk mengambil sampel sel fibroadenoma tersebut. -. 2enilaian klinis terhadap benjolan payudara ini harus

mempertimbangkann umur :

:arsinoma : umumnya menyerang pada usia menjelang menopause. Fibroadenoma: umumnya menyerang #anita usia di ba#ah -0 tahun. (http:%%fkuii.org%tiki&inde'.php(page)Fibroadenomamammae" E. Diagnosa Ke$erawatan . ,angguan rasa nyaman nyeri berhubungan dengan suplay

6asokolarisasi. 2. ,angguan body image berhubungan dengan perubahan bentuk tubuh. -. Resiko infeksi berhubungan dengan insisi tumor. ?. =nsietas berhubungan dengan kurang pengetahuan tentang

pembedahan. %. %ok"s Inter&ensi . ,angguan rasa nyaman nyeri berhubungan dengan suplay 6asokolarisasi. :riteria hasil : a. $ampak rileks, mampu tidur % istirahat. b. 9engekspresikan penurunan nyeri. ;nter6ensi : a. :aji kebutuhan nyeri, perhatikan lokasi, lamanya dan intensitas ( skala 0 > 0 ". b. +erikan teknik relaksasi dan distraksi.

6i

1. +erikan tindakan kenyamanan dasar ( misalnya : responsisi, gosokan punggung " dan akti6itas hiburan ( misalnya : musik, tele6isi ". d. +antu pasien menentukan posisi yang nyaman. e. +eriakn analgetik sesuai ad6is dokter. (*oenges, !!! : 00@" 2. ,angguan body image berhubungan dengan pertumbuhan bentuk tubuh. :riteria hasil : mmengungkapkan pemahaman tentang perubahan tubuh , penerimaan diri dalam situasi. ;nter6ensi : a. $ijau ulang efeksamping yang diantisipasi berkenaan dengan pengobatan dan jenis terapi. b. *orong diskusi tentang peme1ahan masalah tentang efek pengobatan tumor. 1. +erikan dukungan emosi untuk pasien % orang terdekat selama tes diagnosti1 dan fase pengobatan. d. ,unakan sentuhan se1ara interaksi, bila dapat diterima oleh pasien. (*oenges, !!! : 00 " -. Resiko infeksi berhubungan dengan insisi tumor. :riteria hasil : ;nfeksi tidak terjadi. ;nter6ensi : a. .ji kestrelilan peralatan.

6ii

b. antibioti1. 1. aseptik. d. antibiotik.

:olaborasi

pemberian

2embedahan dengan tindakan

:olaborasi

pemberian

(*oenges, !!! : !0C" ?. =nsietas berhubungan dengan kurang pengetahuan tentang pembedahan. :riteria hasil : ;nter6ensi : a. :aji tingkat pemahaman pasien. b. $injau ulang patologi khusus dan antsipasi prosedur pembedahan. 1. *orong pasien untuk mengungkapkan pikiran dan perasaan. d. +eri penjelasan tentang pembedahan yang akan dilakukan. e. *orong menggunakn managemen stress, misalnya : nafas dalam. (*oenges, !!! : !0-" 2asien tampak rileks. 2asien tidak takut dioperasi.

6iii

BAB III PEMBA'ASAN

2ada bab ini penulis akan membahas tentang proses :epera#atan yang telah penulis laksanakan dalam =suhan :epera#atan pada <y. 4 dengan Firoadenoma mammae. 2embahasan meliputi keseluruhan proses :epera#atan, yaitu mulai dari 2engkajian, *iagnosa :epera#atan, ;nter6ensi, ;mplementasi dan E6aluasi. 4elain itu akan dibahas pula pembenaran dari data, diagnosa, inter6ensi, dan implementasi sertan hasil e6aluasi yang kurang tepat, dan tidak sesuai dengan teori akibat dari kelalaian dan keterbatasan penulis pada saat pelaksanaan asuhan kepera#atan. *alam pembuatan karya tulis ini penulis mengikuti proses perkembangan perjalanan penyakit pada <y. 4 selama 2 hari di ruang +ougen6ille R4. dr. R. 4oetrasno Rembang. =dapun proses pembahasan meliputi : a. Pengka#ian 2engkajian adalah tahap a#al dalam proses kepera#atan yang berguna untuk mengumpulkan informasi tentang pasien agar dapat mengidentifikasi adanya masalah kepera#atan dan kesehatan pada pasien.

i'

*alam data penulis menggunakan beberapa tehnik yaitu : #a#an1ara, obse6asi, dan dokumenasi. *alam pembuatan asuhan kepera#atan penulis belum

men1antumkan status pasien dan pendidikan terakhir pada identitas pasien karena kelalaian dan keterbatasan penulis. *isini penulis akn menambakan status klien : sudah menikah dan pendidikan terakhir *;;; 2,4*. +erdasarkan tinjauan teori, terdapat tanda dan gejala yang mun1ul dan tidak mun1ul pada pasien. =dapun tanda dan gejala yang mun1ul pada pasien antara lain : a. A anya ben#olan $a a !a!!ae. 4aat pengkajian didapatkan data pasien adanya benjolan pada mammae sebelah kanan. =danya benjolan pada mammae terjadi akibat produksi hormon esterogen yang berlebihan dan keturunan. Fibroadenoma mammae pada payudara yang tidak teratur dibentuk dari peme1ahan antar stroma fibrosa yang mengandung serat jaringan epitel terdiri gabungan kelenjar glanduter dan fibrosa. b. A anya nyeri saat hai 2asien mengatakan mengalami nyeri saat haid disebabkan fibroadenoma yang membesar pada saat haid dan pada kehamilan karena produksi hormon esterogen meningkat. (Raybun E. William, 2002 :220" (. %aktor ket"r"nan

'

2asien mengatakan ibunya juga menderita penyakit yang sama % menurun pada ibunya. 3al ini disebabkan faktor genetik yang menurun dari tumor itu sendiri. 4elain mendapatkan data dari pengkajian, terdapat juga data yang perlu ditambahkan karena ada kekurangan dalam

men1antumkan data. Eleh karena itu penulis bermaksud mengadakan pembenaran data. *ata > data tersebut meliputi : 2ada ri#ayat penyakit sekarang , penulis melakukan penambahan data yaitu theraphy yang diberikan saat di .,* adalah FetaGin gram (;H", :alne' @00mg (;H", $erasi1 amp (;H", infus

R5 20 tpm. b. Diagnosa) Inter&ensi) I!$le!entasi an E&al"asi. +erdasarkan analisa data yang telah dibahas dalam pengkajian penulis dapat menarik beberapa diagnosa :epera#atan yang akan dibahas dalam bab ini. Diagnosa $erta!a a alah Nyeri berh"b"ngan engan istraksi otot. *iagnosa ini sebenarnya kurang tepat karena tidak menyebutkan jenis nyeri sesuai dengan <=<*= . $etapi diagnosa yang tepat adalah nyeri akut berhubungan dengan disraksi otot.

'i

<yeri akut adalah keadaan dimana indi6idu mengalami adanya ketidak nyamanan yang hebat atau sensasi yang tidak menyenangkan selama A bulan % kurang. (Fapernito, !!C : @@" 2ada pasien <y. 4 dengan fibroadenoma mammae ini mun1ul masalah nyeri karena kelebihan hormon esterogen sehingga menyebabkan pertumbuhan yang meliputi kelenjar dan fibrosa. Eleh karena itu penulis menempatkan nyeri akut ini sebagai prioritas utama dalam diagnosa kepera#atan dimana jika nyeri akut ini tidak ditanggulangi maka akan menimbulkan masalah diantaranya pemenuhan akti6itas baik berpakaian, toileting, makan, dan sebagainya. 4elain itu dengan nyeri akan meningkatkan ke1emasan dari pasien akan keadaannya. 2enulis menetapkan tujuan dimana nyeri pasien akan berkurang dengan kriteria hasil tampak rileks, mengekspresikan penurunan nyeri. *engan 1riteria #aktu ' 2? jam diharapakan nyeri akan berkurang atau

teratasi. :arena dengan nyeri yang berlangsung lama akan dapat menimbulkan berbagai masalah. .ntuk dapat mengurangi nyeri yang terjadi pada pasien, maka penulis merumuskan beberapa tindakan yaitu : *. Ka#i keb"t"han nyeri. *ari penulisan diatas kaji kebutuhan nyeri inter6ensi ini kurang tepat, yang tepat adalah kaji skala nyeri.

'ii

Rasional : untuk dapat membantu pemulihan dan intensitas nyeri pada pasien, apakah ada perbaikan atau untuk mengidentifikasi yang mungkin terjadi. (*oenges, !!! : 00@"

+.

Berikan teknik istraksi an relaksasi. *ari penulisan diatas kurang tepat, yang tepat adalah ajarkan teknik distraksi dan relaksasi. Rasional : untuk memfokuskan kembali perhatian, meningkatkan relaksasi, menurunkan keteganggan otot dan kelelahan serta meningkatkan rasa 1ontrol. (*oenges, !!! : 00@"

,. nya!an.

Bant" $asien

ala! !enent"kan $osisi yang

Rasional : meningkatkan relaksasi dan memfokuskan kembali perhatian. (*oenges, !!! : 00@" -. Kolaborasi $e!berian analgetik. Rasioanal : untuk mengurangi rasa nyeri. (*oenges, !!! : 00@" Ren1ana kepera#atan diatas dapat penulis melaksanakan semua tindakan. 2ada dasarnya pasien kooperatif hal ini dibuktikan dengan pasien

'iii

melakukan teknik relaksasi dan distraksi yang diajarkan untuk mmengurangi rasa nyeri. 4etelah dilakukan tindakan kepera#atan selama ' 2? jam

diharapkan nyeri klien dapat berkurang % teratasi pada hasil e6alasi pada tanggal 2? 0uni 200C W;+ diperoleh data subjektif pasien mengatakan sudah tidak nyeri lagi, data objektif klien tampak tenang dan tidak gelisah dengan tanda > tanda 6ital 00%B0 mm3g, nadi C2 '%menit, suhu -B IF, pernafasan 22 '%menit, sehingga dapat disimpulkan masalah nyeri teratasi. 5angkah selanjutnya penulis meren1anakan untuk mempertahankan keadaan % kondisi. Diagnosa yang ke "a a alah $e!en"han n"trisi k"rang ari keb"t"han berh"b"ngan engan anoreksia. *iagnosa ini masuk kedalam diagnosa ketiga karena keterbatan penulis dan kelalaian penulis dalam perumusan diagnosa. 2emenuhan nutrisi kurang dari kebutuhan adalah intake nutrisi tidak 1ukup untuk memenuhi kebutuhan metabolik. (<anda, 200@ : -!" 2emenuhan nutrisi kurang dari kebutuhan yang terjadi dikarenakan adanya perasaan tidak nafsu makan. 3al ini dibuktikan dengan adanya data pasien malas makan karena tidak nafsu makan sehingga mengalami

penurunan berat badan yang berhubungan dengan makanan yang tidak adekuat atau nutrisi yang tidak adekuat untuk kebutuhan metabolik. (Fapernito, 2000 : 2@!"

'i6

.ntuk melaksanakan diagnosa pemenuhan nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan anoreksia penulis melakukan inter6ensi % tindakan antaralain : a. Ka#i $enyebab ti ak nafs" !akan. Rasional : mengidentifikasi defisiensi nutrisi. (*oenges, !!! : 00A"

b.

Dorong $asien "nt"k !akan se ikit ta$i sering. Rasional : kebutuhan jaringan metabolik ditingkatkan dan dapat memainkan peran penting dalam mempertahankan

masukan kalori dan protein yang adekuat. (*oenges, !!! : 00A" (. Kolaborasi engan ahli gi.i (ara $enya#ian !akanan yang hangat an !enarik. Rasional : memeberi ren1ana diet khusus untuk memenuhi kebutuhan indi6idu dan menurunkan masalah berkenaan dengan mal nutrisi protein % kalori dan defisiensi mikronutrien. (*oenges, !!! : 00C" Ren1ana yang ditulis penulis dilaksanakan semua. 2ada dasarnya pasien kooperatif terlihat dari saran yang diberikan penulis dilaksanakan oleh pasien. 4etelah dilakukan tindakan :epera#atan selama ' 2? jam

diharapkan pemenuhan nutrisi kurang dari kebutuhan terpenuhi pada tanggal

'6

2? 0uni 200C diperoleh data subjektif pasien mengatakan sudah makan habis satu porsi, data objektif keadaan umum pasien tidak lemas. 4ehingga penulis dapat menentukan analisa pemenuhan nutrisi teratasi. Ren1ana selanjutnya penulis mempertahankan kondisi pasien. Diagnosa yang ketiga a alah resiko infeksi berh"b"ngan engan $e!be ahan. 2ada diagnosa ini seharusnya berada pada diagnosa kedua dan diagnosa pemenuhan nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan anoreksia berada pada diagnosa ketiga. 3al ini dikarenakan keterbatasan dan kelalaian penulis dalam menuliskan laporan. Resiko infeksi adalah suatu keadaan dimana indifidu mengalami peningkatan resiko untuk terserang oleh bakteri pathogen. (9i 0a :im, ddk, !!? : 2!" Resiko infeksi yang dialami oleh pasien disebabkan karena tidak adekuatnya daya tahan tubuh terhadap bakeri pathogen. (9i 0a :im, dkk, !!? : 2!" *iagnosa ini penulis prioritaskan kedalam diagnosa kedua, karena masih merupakan diagnosa resiko, #alaupun masalah resiko masalah ini harus segera ditangani karena apabila tidak ditangani dapat menimbulkan infeksi pada luka pembedahan. .ntuk diagnosa ini penulis menentukan kriteria #aktu ' 2? jam

karena semakin 1epat masalah ini diatasi akan memperke1il resiko terjadinya infeksi.

'6i

=dapun tujuan yang diharapkan oleh penulis adalah tidak terjadi infeksi dengan kriteria hasil infeksi tidak terjadi. .ntuk mengatasi masalah kepera#atan diatas, penulis mengemukakan tindakan kepera#atan antara lain : *. /anti bal"t bekas o$erasi * hari sekali. Rasional : meminimalkan terjadinya infeksi. (*oenges, !!! : 0 "

+. Kolaborasi $e!berian antibiotik. Rasional : mungkin digunakan untuk mengidentifkasi infeksi atau diberikan se1ara profalatik pada pasien imunosupresi. (*oenges, !!! : 0 ,. Monitor tan a 0 tan a &ital. Rasional : mengidentifikasi tanda > tanda infeksi dan terapi yang tepat. (*oenges, !!! : 0 " "

*alam pelaksanaan belum semua inter6ensi yang penulis dilaksanakan karena pasien pada tanggal 2- 0uni 200C pukul !.?@ W;+ dilakukan tindakan operasi sehingga ganti balut hari sekali belum

terlaksana. 2elaksaan ganti balut luka post operasi dilakukan minimal 2 hari setelah dilakukan operasi. 2ada tanggal 2? 0uni 200C penulis melakukan e6aluasi dan didapatkan data objektif balutan luka post operasi Firoadenoma mammae kering. 4ehingga analisa masalah resiko infeksi teratasi sebagian.

'6ii

2eren1anaan penulis yang dibuat adalah pera#atan luka post operasi 2 hari sekali, kolaborasi pemberian antibiotik.

BAB III PEMBA'ASAN

2ada bab ini penulis akan membahas tentang proses :epera#atan yang telah penulis laksanakan dalam =suhan :epera#atan pada <y. 4 dengan Fibroadenoma mammae. 2embahasan meliputi keseluruhan proses :epera#atan, yaitu mulai dari 2engkajian, *iagnosa :epera#atan, ;nter6ensi, ;mplementasi dan E6aluasi. 4elain itu akan dibahas pula pembenaran dari data, diagnosa, inter6ensi, dan implementasi sertan hasil e6aluasi yang kurang tepat, dan tidak sesuai dengan teori akibat dari kelalaian dan keterbatasan penulis pada saat pelaksanaan asuhan kepera#atan. *alam pembuatan karya tulis ini penulis mengikuti proses perkembangan perjalanan penyakit pada <y. 4 selama 2 hari di ruang +ougen6ille R4. dr. R. 4oetrasno Rembang. =dapun proses pembahasan meliputi : (. Pengka#ian

'6iii

2engkajian adalah tahap a#al dalam proses kepera#atan yang berguna untuk mengumpulkan informasi tentang pasien agar dapat mengidentifikasi adanya masalah kepera#atan dan kesehatan pada pasien. *alam data penulis menggunakan beberapa tehnik yaitu : #a#an1ara, obse6asi, dan dokumenasi. *alam pembuatan asuhan kepera#atan penulis belum

men1antumkan status pasien dan pendidikan terakhir pada identitas pasien karena kelalaian dan keterbatasan penulis. *isini penulis akn menambakan status klien : sudah menikah dan pendidikan terakhir *;;; 2,4*. +erdasarkan tinjauan teori, terdapat tanda dan gejala yang mun1ul dan tidak mun1ul pada pasien. =dapun tanda dan gejala yang mun1ul pada pasien antara lain : . A anya ben#olan $a a !a!!ae. 4aat pengkajian didapatkan data pasien adanya benjolan pada mammae sebelah kanan. =danya benjolan pada mammae terjadi akibat produksi hormon esterogen yang berlebihan dan keturunan. Fibroadenoma mammae pada payudara yang tidak teratur dibentuk dari peme1ahan antar stroma fibrosa yang mengandung serat jaringan epitel terdiri gabungan kelenjar glanduter dan fibrosa. e. A anya nyeri saat hai 2asien mengatakan mengalami nyeri saat haid disebabkan fibroadenoma yang membesar pada saat haid dan pada kehamilan karena produksi hormon esterogen meningkat.

'i'

(Raybun E. William, 2002 :220" f. %aktor ket"r"nan 2asien mengatakan ibunya juga menderita penyakit yang sama % menurun pada ibunya. 3al ini disebabkan faktor genetik yang menurun dari tumor itu sendiri. 4elain mendapatkan data dari pengkajian, terdapat juga data yang perlu ditambahkan karena ada kekurangan dalam

men1antumkan data. Eleh karena itu penulis bermaksud mengadakan pembenaran data. *ata > data tersebut meliputi : 2ada ri#ayat penyakit sekarang , penulis melakukan penambahan data yaitu theraphy yang diberikan saat di .,* adalah FetaGin gram (;H", :alne' @00mg (;H", $erasi1 amp (;H", infus

R5 20 tpm. d. Diagnosa) Inter&ensi) I!$le!entasi an E&al"asi. +erdasarkan analisa data yang telah dibahas dalam pengkajian penulis dapat menarik beberapa diagnosa :epera#atan yang akan dibahas dalam bab ini. Diagnosa $erta!a a alah Nyeri berh"b"ngan engan istraksi otot. *iagnosa ini sebenarnya kurang tepat karena tidak menyebutkan jenis nyeri sesuai dengan <=<*= . $etapi diagnosa yang tepat adalah nyeri akut berhubungan dengan disraksi otot.

''

<yeri akut adalah keadaan dimana indi6idu mengalami adanya ketidak nyamanan yang hebat atau sensasi yang tidak menyenangkan selama A bulan % kurang. (Fapernito, !!C : @@" 2ada pasien <y. 4 dengan fibroadenoma mammae ini mun1ul masalah nyeri karena kelebihan hormon esterogen sehingga menyebabkan pertumbuhan yang meliputi kelenjar dan fibrosa. Eleh karena itu penulis menempatkan nyeri akut ini sebagai prioritas utama dalam diagnosa kepera#atan dimana jika nyeri akut ini tidak ditanggulangi maka akan menimbulkan masalah diantaranya pemenuhan akti6itas baik berpakaian, toileting, makan, dan sebagainya. 4elain itu dengan nyeri akan meningkatkan ke1emasan dari pasien akan keadaannya. 2enulis menetapkan tujuan dimana nyeri pasien akan berkurang dengan kriteria hasil tampak rileks, mengekspresikan penurunan nyeri. *engan 1riteria #aktu ' 2? jam diharapakan nyeri akan berkurang atau

teratasi. :arena dengan nyeri yang berlangsung lama akan dapat menimbulkan berbagai masalah. .ntuk dapat mengurangi nyeri yang terjadi pada pasien, maka penulis merumuskan beberapa tindakan yaitu : 1. Ka#i keb"t"han nyeri. *ari penulisan diatas kaji kebutuhan nyeri inter6ensi ini kurang tepat, yang tepat adalah kaji skala nyeri.

''i

Rasional : untuk dapat membantu pemulihan dan intensitas nyeri pada pasien, apakah ada perbaikan atau untuk mengidentifikasi yang mungkin terjadi. (*oenges, !!! : 00@"

2.

Berikan teknik istraksi an relaksasi. *ari penulisan diatas kurang tepat, yang tepat adalah ajarkan teknik distraksi dan relaksasi. Rasional : untuk memfokuskan kembali perhatian, meningkatkan relaksasi, menurunkan keteganggan otot dan kelelahan serta meningkatkan rasa 1ontrol. (*oenges, !!! : 00@"

3. nya!an.

Bant" $asien

ala! !enent"kan $osisi yang

Rasional : meningkatkan relaksasi dan memfokuskan kembali perhatian. (*oenges, !!! : 00@" 4. Kolaborasi $e!berian analgetik. Rasioanal : untuk mengurangi rasa nyeri. (*oenges, !!! : 00@" Ren1ana kepera#atan diatas dapat penulis melaksanakan semua tindakan. 2ada dasarnya pasien kooperatif hal ini dibuktikan dengan pasien

''ii

melakukan teknik relaksasi dan distraksi yang diajarkan untuk mmengurangi rasa nyeri. 4etelah dilakukan tindakan kepera#atan selama ' 2? jam

diharapkan nyeri klien dapat berkurang % teratasi pada hasil e6alasi pada tanggal 2? 0uni 200C W;+ diperoleh data subjektif pasien mengatakan sudah tidak nyeri lagi, data objektif klien tampak tenang dan tidak gelisah dengan tanda > tanda 6ital 00%B0 mm3g, nadi C2 '%menit, suhu -B IF, pernafasan 22 '%menit, sehingga dapat disimpulkan masalah nyeri teratasi. 5angkah selanjutnya penulis meren1anakan untuk mempertahankan keadaan % kondisi. Diagnosa yang ke "a a alah $e!en"han n"trisi k"rang ari keb"t"han berh"b"ngan engan anoreksia. *iagnosa ini masuk kedalam diagnosa ketiga karena keterbatan penulis dan kelalaian penulis dalam perumusan diagnosa. 2emenuhan nutrisi kurang dari kebutuhan adalah intake nutrisi tidak 1ukup untuk memenuhi kebutuhan metabolik. (<anda, 200@ : -!" 2emenuhan nutrisi kurang dari kebutuhan yang terjadi dikarenakan adanya perasaan tidak nafsu makan. 3al ini dibuktikan dengan adanya data pasien malas makan karena tidak nafsu makan sehingga mengalami

penurunan berat badan yang berhubungan dengan makanan yang tidak adekuat atau nutrisi yang tidak adekuat untuk kebutuhan metabolik. (Fapernito, 2000 : 2@!"

''iii

.ntuk melaksanakan diagnosa pemenuhan nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan anoreksia penulis melakukan inter6ensi % tindakan antaralain : . Ka#i $enyebab ti ak nafs" !akan. Rasional : mengidentifikasi defisiensi nutrisi. (*oenges, !!! : 00A"

e.

Dorong $asien "nt"k !akan se ikit ta$i sering. Rasional : kebutuhan jaringan metabolik ditingkatkan dan dapat memainkan peran penting dalam mempertahankan

masukan kalori dan protein yang adekuat. (*oenges, !!! : 00A" f. Kolaborasi engan ahli gi.i (ara $enya#ian !akanan yang hangat an !enarik. Rasional : memeberi ren1ana diet khusus untuk memenuhi kebutuhan indi6idu dan menurunkan masalah berkenaan dengan mal nutrisi protein % kalori dan defisiensi mikronutrien. (*oenges, !!! : 00C" Ren1ana yang ditulis penulis dilaksanakan semua. 2ada dasarnya pasien kooperatif terlihat dari saran yang diberikan penulis dilaksanakan oleh pasien. 4etelah dilakukan tindakan :epera#atan selama ' 2? jam

diharapkan pemenuhan nutrisi kurang dari kebutuhan terpenuhi pada tanggal

''i6

2? 0uni 200C diperoleh data subjektif pasien mengatakan sudah makan habis satu porsi, data objektif keadaan umum pasien tidak lemas. 4ehingga penulis dapat menentukan analisa pemenuhan nutrisi teratasi. Ren1ana selanjutnya penulis mempertahankan kondisi pasien. Diagnosa yang ketiga a alah resiko infeksi berh"b"ngan engan $e!be ahan. 2ada diagnosa ini seharusnya berada pada diagnosa kedua dan diagnosa pemenuhan nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan anoreksia berada pada diagnosa ketiga. 3al ini dikarenakan keterbatasan dan kelalaian penulis dalam menuliskan laporan. Resiko infeksi adalah suatu keadaan dimana indifidu mengalami peningkatan resiko untuk terserang oleh bakteri pathogen. (9i 0a :im, ddk, !!? : 2!" Resiko infeksi yang dialami oleh pasien disebabkan karena tidak adekuatnya daya tahan tubuh terhadap bakeri pathogen. (9i 0a :im, dkk, !!? : 2!" *iagnosa ini penulis prioritaskan kedalam diagnosa kedua, karena masih merupakan diagnosa resiko, #alaupun masalah resiko masalah ini harus segera ditangani karena apabila tidak ditangani dapat menimbulkan infeksi pada luka pembedahan. .ntuk diagnosa ini penulis menentukan kriteria #aktu ' 2? jam

karena semakin 1epat masalah ini diatasi akan memperke1il resiko terjadinya infeksi.

''6

=dapun tujuan yang diharapkan oleh penulis adalah tidak terjadi infeksi dengan kriteria hasil infeksi tidak terjadi. .ntuk mengatasi masalah kepera#atan diatas, penulis mengemukakan tindakan kepera#atan antara lain : -. /anti bal"t bekas o$erasi * hari sekali. Rasional : meminimalkan terjadinya infeksi. (*oenges, !!! : 0 "

1. Kolaborasi $e!berian antibiotik. Rasional : mungkin digunakan untuk mengidentifkasi infeksi atau diberikan se1ara profalatik pada pasien imunosupresi. (*oenges, !!! : 0 2. Monitor tan a 0 tan a &ital. Rasional : mengidentifikasi tanda > tanda infeksi dan terapi yang tepat. (*oenges, !!! : 0 " "

*alam pelaksanaan belum semua inter6ensi yang penulis dilaksanakan karena pasien pada tanggal 2- 0uni 200C pukul !.?@ W;+ dilakukan tindakan operasi sehingga ganti balut hari sekali belum

terlaksana. 2elaksaan ganti balut luka post operasi dilakukan minimal 2 hari setelah dilakukan operasi. 2ada tanggal 2? 0uni 200C penulis melakukan e6aluasi dan didapatkan data objektif balutan luka post operasi Firoadenoma mammae kering. 4ehingga analisa masalah resiko infeksi teratasi sebagian.

''6i

2eren1anaan penulis yang dibuat adalah pera#atan luka post operasi 2 hari sekali, kolaborasi pemberian antibiotik.

BAB III PEMBA'ASAN

2ada bab ini penulis akan membahas tentang proses :epera#atan yang telah penulis laksanakan dalam =suhan :epera#atan pada <y. 4 dengan Firoadenoma mammae. 2embahasan meliputi keseluruhan proses :epera#atan, yaitu mulai dari 2engkajian, *iagnosa :epera#atan, ;nter6ensi, ;mplementasi dan E6aluasi. 4elain itu akan dibahas pula pembenaran dari data, diagnosa, inter6ensi, dan implementasi sertan hasil e6aluasi yang kurang tepat, dan tidak sesuai dengan teori akibat dari kelalaian dan keterbatasan penulis pada saat pelaksanaan asuhan kepera#atan. *alam pembuatan karya tulis ini penulis mengikuti proses perkembangan perjalanan penyakit pada <y. 4 selama 2 hari di ruang +ougen6ille R4. dr. R. 4oetrasno Rembang. =dapun proses pembahasan meliputi : e. Pengka#ian

''6ii

2engkajian adalah tahap a#al dalam proses kepera#atan yang berguna untuk mengumpulkan informasi tentang pasien agar dapat mengidentifikasi adanya masalah kepera#atan dan kesehatan pada pasien. *alam data penulis menggunakan beberapa tehnik yaitu : #a#an1ara, obse6asi, dan dokumenasi. *alam pembuatan asuhan kepera#atan penulis belum

men1antumkan status pasien dan pendidikan terakhir pada identitas pasien karena kelalaian dan keterbatasan penulis. *isini penulis akn menambakan status klien : sudah menikah dan pendidikan terakhir *;;; 2,4*. +erdasarkan tinjauan teori, terdapat tanda dan gejala yang mun1ul dan tidak mun1ul pada pasien. =dapun tanda dan gejala yang mun1ul pada pasien antara lain : g. A anya ben#olan $a a !a!!ae. 4aat pengkajian didapatkan data pasien adanya benjolan pada mammae sebelah kanan. =danya benjolan pada mammae terjadi akibat produksi hormon esterogen yang berlebihan dan keturunan. Fibroadenoma mammae pada payudara yang tidak teratur dibentuk dari peme1ahan antar stroma fibrosa yang mengandung serat jaringan epitel terdiri gabungan kelenjar glanduter dan fibrosa. h. A anya nyeri saat hai 2asien mengatakan mengalami nyeri saat haid disebabkan fibroadenoma yang membesar pada saat haid dan pada kehamilan karena produksi hormon esterogen meningkat.

''6iii

(Raybun E. William, 2002 :220" i. %aktor ket"r"nan 2asien mengatakan ibunya juga menderita penyakit yang sama % menurun pada ibunya. 3al ini disebabkan faktor genetik yang menurun dari tumor itu sendiri. 4elain mendapatkan data dari pengkajian, terdapat juga data yang perlu ditambahkan karena ada kekurangan dalam

men1antumkan data. Eleh karena itu penulis bermaksud mengadakan pembenaran data. *ata > data tersebut meliputi : 2ada ri#ayat penyakit sekarang , penulis melakukan penambahan data yaitu theraphy yang diberikan saat di .,* adalah FetaGin gram (;H", :alne' @00mg (;H", $erasi1 amp (;H", infus

R5 20 tpm. f. Diagnosa) Inter&ensi) I!$le!entasi an E&al"asi. +erdasarkan analisa data yang telah dibahas dalam pengkajian penulis dapat menarik beberapa diagnosa :epera#atan yang akan dibahas dalam bab ini. Diagnosa $erta!a a alah Nyeri berh"b"ngan engan istraksi otot. *iagnosa ini sebenarnya kurang tepat karena tidak menyebutkan jenis nyeri sesuai dengan <=<*= . $etapi diagnosa yang tepat adalah nyeri akut berhubungan dengan disraksi otot.

''i'

<yeri akut adalah keadaan dimana indi6idu mengalami adanya ketidak nyamanan yang hebat atau sensasi yang tidak menyenangkan selama A bulan % kurang. (Fapernito, !!C : @@" 2ada pasien <y. 4 dengan fibroadenoma mammae ini mun1ul masalah nyeri karena kelebihan hormon esterogen sehingga menyebabkan pertumbuhan yang meliputi kelenjar dan fibrosa. Eleh karena itu penulis menempatkan nyeri akut ini sebagai prioritas utama dalam diagnosa kepera#atan dimana jika nyeri akut ini tidak ditanggulangi maka akan menimbulkan masalah diantaranya pemenuhan akti6itas baik berpakaian, toileting, makan, dan sebagainya. 4elain itu dengan nyeri akan meningkatkan ke1emasan dari pasien akan keadaannya. 2enulis menetapkan tujuan dimana nyeri pasien akan berkurang dengan kriteria hasil tampak rileks, mengekspresikan penurunan nyeri. *engan 1riteria #aktu ' 2? jam diharapakan nyeri akan berkurang atau

teratasi. :arena dengan nyeri yang berlangsung lama akan dapat menimbulkan berbagai masalah. .ntuk dapat mengurangi nyeri yang terjadi pada pasien, maka penulis merumuskan beberapa tindakan yaitu : 5. Ka#i keb"t"han nyeri. *ari penulisan diatas kaji kebutuhan nyeri inter6ensi ini kurang tepat, yang tepat adalah kaji skala nyeri.

'''

Rasional : untuk dapat membantu pemulihan dan intensitas nyeri pada pasien, apakah ada perbaikan atau untuk mengidentifikasi yang mungkin terjadi. (*oenges, !!! : 00@"

*6.

Berikan teknik istraksi an relaksasi. *ari penulisan diatas kurang tepat, yang tepat adalah ajarkan teknik distraksi dan relaksasi. Rasional : untuk memfokuskan kembali perhatian, meningkatkan relaksasi, menurunkan keteganggan otot dan kelelahan serta meningkatkan rasa 1ontrol. (*oenges, !!! : 00@"

**. nya!an.

Bant" $asien

ala! !enent"kan $osisi yang

Rasional : meningkatkan relaksasi dan memfokuskan kembali perhatian. (*oenges, !!! : 00@" *+. Kolaborasi $e!berian analgetik. Rasioanal : untuk mengurangi rasa nyeri. (*oenges, !!! : 00@" Ren1ana kepera#atan diatas dapat penulis melaksanakan semua tindakan. 2ada dasarnya pasien kooperatif hal ini dibuktikan dengan pasien

'''i

melakukan teknik relaksasi dan distraksi yang diajarkan untuk mmengurangi rasa nyeri. 4etelah dilakukan tindakan kepera#atan selama ' 2? jam

diharapkan nyeri klien dapat berkurang % teratasi pada hasil e6alasi pada tanggal 2? 0uni 200C W;+ diperoleh data subjektif pasien mengatakan sudah tidak nyeri lagi, data objektif klien tampak tenang dan tidak gelisah dengan tanda > tanda 6ital 00%B0 mm3g, nadi C2 '%menit, suhu -B IF, pernafasan 22 '%menit, sehingga dapat disimpulkan masalah nyeri teratasi. 5angkah selanjutnya penulis meren1anakan untuk mempertahankan keadaan % kondisi. Diagnosa yang ke "a a alah $e!en"han n"trisi k"rang ari keb"t"han berh"b"ngan engan anoreksia. *iagnosa ini masuk kedalam diagnosa ketiga karena keterbatan penulis dan kelalaian penulis dalam perumusan diagnosa. 2emenuhan nutrisi kurang dari kebutuhan adalah intake nutrisi tidak 1ukup untuk memenuhi kebutuhan metabolik. (<anda, 200@ : -!" 2emenuhan nutrisi kurang dari kebutuhan yang terjadi dikarenakan adanya perasaan tidak nafsu makan. 3al ini dibuktikan dengan adanya data pasien malas makan karena tidak nafsu makan sehingga mengalami

penurunan berat badan yang berhubungan dengan makanan yang tidak adekuat atau nutrisi yang tidak adekuat untuk kebutuhan metabolik. (Fapernito, 2000 : 2@!"

'''ii

.ntuk melaksanakan diagnosa pemenuhan nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan anoreksia penulis melakukan inter6ensi % tindakan antaralain : g. Ka#i $enyebab ti ak nafs" !akan. Rasional : mengidentifikasi defisiensi nutrisi. (*oenges, !!! : 00A"

h.

Dorong $asien "nt"k !akan se ikit ta$i sering. Rasional : kebutuhan jaringan metabolik ditingkatkan dan dapat memainkan peran penting dalam mempertahankan

masukan kalori dan protein yang adekuat. (*oenges, !!! : 00A" i. Kolaborasi engan ahli gi.i (ara $enya#ian !akanan yang hangat an !enarik. Rasional : memeberi ren1ana diet khusus untuk memenuhi kebutuhan indi6idu dan menurunkan masalah berkenaan dengan mal nutrisi protein % kalori dan defisiensi mikronutrien. (*oenges, !!! : 00C" Ren1ana yang ditulis penulis dilaksanakan semua. 2ada dasarnya pasien kooperatif terlihat dari saran yang diberikan penulis dilaksanakan oleh pasien. 4etelah dilakukan tindakan :epera#atan selama ' 2? jam

diharapkan pemenuhan nutrisi kurang dari kebutuhan terpenuhi pada tanggal

'''iii

2? 0uni 200C diperoleh data subjektif pasien mengatakan sudah makan habis satu porsi, data objektif keadaan umum pasien tidak lemas. 4ehingga penulis dapat menentukan analisa pemenuhan nutrisi teratasi. Ren1ana selanjutnya penulis mempertahankan kondisi pasien. Diagnosa yang ketiga a alah resiko infeksi berh"b"ngan engan $e!be ahan. 2ada diagnosa ini seharusnya berada pada diagnosa kedua dan diagnosa pemenuhan nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan anoreksia berada pada diagnosa ketiga. 3al ini dikarenakan keterbatasan dan kelalaian penulis dalam menuliskan laporan. Resiko infeksi adalah suatu keadaan dimana indifidu mengalami peningkatan resiko untuk terserang oleh bakteri pathogen. (9i 0a :im, ddk, !!? : 2!" Resiko infeksi yang dialami oleh pasien disebabkan karena tidak adekuatnya daya tahan tubuh terhadap bakeri pathogen. (9i 0a :im, dkk, !!? : 2!" *iagnosa ini penulis prioritaskan kedalam diagnosa kedua, karena masih merupakan diagnosa resiko, #alaupun masalah resiko masalah ini harus segera ditangani karena apabila tidak ditangani dapat menimbulkan infeksi pada luka pembedahan. .ntuk diagnosa ini penulis menentukan kriteria #aktu ' 2? jam

karena semakin 1epat masalah ini diatasi akan memperke1il resiko terjadinya infeksi.

'''i6

=dapun tujuan yang diharapkan oleh penulis adalah tidak terjadi infeksi dengan kriteria hasil infeksi tidak terjadi. .ntuk mengatasi masalah kepera#atan diatas, penulis mengemukakan tindakan kepera#atan antara lain : 3. /anti bal"t bekas o$erasi * hari sekali. Rasional : meminimalkan terjadinya infeksi. (*oenges, !!! : 0 "

4. Kolaborasi $e!berian antibiotik. Rasional : mungkin digunakan untuk mengidentifkasi infeksi atau diberikan se1ara profalatik pada pasien imunosupresi. (*oenges, !!! : 0 5. Monitor tan a 0 tan a &ital. Rasional : mengidentifikasi tanda > tanda infeksi dan terapi yang tepat. (*oenges, !!! : 0 " "

*alam pelaksanaan belum semua inter6ensi yang penulis dilaksanakan karena pasien pada tanggal 2- 0uni 200C pukul !.?@ W;+ dilakukan tindakan operasi sehingga ganti balut hari sekali belum

terlaksana. 2elaksaan ganti balut luka post operasi dilakukan minimal 2 hari setelah dilakukan operasi. 2ada tanggal 2? 0uni 200C penulis melakukan e6aluasi dan didapatkan data objektif balutan luka post operasi Firoadenoma mammae kering. 4ehingga analisa masalah resiko infeksi teratasi sebagian.

'''6

2eren1anaan penulis yang dibuat adalah pera#atan luka post operasi 2 hari sekali, kolaborasi pemberian antibiotik.

DA%7AR P8S7AKA

*oenges, marilyn E

!!!, Ren1ana =suhan :epera#atan : 2edoman .ntuk

2eren1anaan *an 2endokumentasian 2era#atan 2asien (terjemahan", EF,, 0akarta. 3ttp:%%fkuii.org%tiki&inde'.php(page)Fibroadenomamammae. Fapernito, 5ynda 0uall, 2000, +uku saku diagnosa kepera#atan (terjemahan", E,F, 0akarta. <anda, 200@, 2anduan diagnosa kepera#atan (terjemahan", 2rima medika, 0akarta. 9i 0a :im, 200@, 2anduan diagnosa kepera#atan edisi @ (terjemahan", E,F, 0akarta. 0Cjjh

'''6i

BAB II RES8ME KEPERA9A7AN

A. Pengka#ian 2engkajian dilakukan dengan autoanamnesa, aulloanamnesa,

pemeriksaan fisik dan 1atatan medik pasien. 2asien bernama <y. 4 berumur 2A tahun, bekerja sebagai guru, agam ;slam dan alamat :arangturi 5asem. 2asien masuk dengan diagnosa medis Fibroadenoma mammae pada tanggal 22 0uni 200C pukul -.-0 W;+, dengan nomor 1atatan medik 2A0@-C. 2engkajian dilakukan pada tanggal 2- 0uni 200C pukul 0C.-0 W;+, dengan keluhan ada benjolan pada mammae sebelah kanan dan saat menstruasi terasa 1ekot & 1ekot. *ari ri#ayat kesehatan sekarang didapatkan data bah#a pasien masuk rumah sakit satu hari yang lalu dengan mammae 1ekot > 1ekot dan diraba ada benjolan. 2asien diba#a ke rumah sakit dr. R. 4oetrasno Rembang pada tanggal 22 0uni 200C dari .,* langsung diba#a keruang +ougen6ille dan mendapat theraphy ;nfus R5 20 tpm, FetaGin 2 ' gram,

'''6ii

:alne' ? ' @00 gram, $erasi1

'

ampul. *ari data ri#ayat penyakit

dahulu didapatkan data pasien sudah mengidap penyakit lebih dari @ tahun yang lalu dan pernah dioperasi @ tahun yang lalu. *alam ri#ayat penyakit keluarga terdapat sama. 2ada pola pengkajian fungsional diperoleh data yang menunjang =suhan :epera#atan <y. 4, antara lain pola akti6itas didapatkan data selama sakit pasien dapat melakukan akti6itas tanpa bantuan orang lain. 2ada pola istirahat dan tidur didapatkan selama sakit pasien tidur ?&@ jam sehari mdan tidak tidur siang. 2ada pola eliminasi didapatkan data pasien +=: ?&@ kali sehari dan +=+ kali sehari. 2ada pola ;ntegritas ego keluarga yaitu ;bunya yang mengidap penyakit yang

didapatkan data pasien gelisah karena mau dilakuakn pembedahan. 2ada pola nutrisi % makanan didapatkan data pasien tidak nafsu makan dan makan kali sehari. 2ada pola nyeri % kenyamanan diperoleh data pasien

nyeri pada mammae pada saat menstuasi. 2ada pola keamanan didapatkan data adanya edema pada mammae. 2ada pemeriksaan fisik didapatkan data antara lain : keadaan umum lemas, kesadaran 1omposmetis, tanda > tanda 6ital : $ekanan darah 0%

B0, <adi C? '%menit, pernafasan 22 '%menit, suhu -A,@ IF. 9ata konjungti6a tidak anemis dan fungsi pengelihatan baik, hidung tidak ada polip dan fungsi pen1iuman baik, mulut tidak ada stomatitis, mukosa bibir kering, leher tidak ada pembesaran kelenjar tiroid. 2ola pemeriksaan thora' yaitu pada paru > paru didapat data tentang pemeriksan inspeksi

'''6iii

yaitu simetris, pergerakan dada sama, palpasi tidak ada nyeri tekan, perkusi sonor, auskultasi terdengar bunyi 6esikuler,tidak ada ron1i, tidak ada #heGGing. 2ada jantung, inspeksi tidak tampak i1tus 1ordis, palpasi tidak terdapat nyeri tekan, perkusi pekak, auskultasi terdengar 4 dan 42 reguler. 2ada pemerisaan abdomen didapatkan data yaitu inspeksi datar, perkusi thympani, palpasi tidak ada pembesaran organ dan tidak ada nyeri tekan, auskultasi peristaltik usus 0 '%menit. Ektremitas atas terpasang infus R5 20 tpm pada tangan kanan, Ektermitas ba#ah kekuatan otot baik. 2ada pemeriksaan mammae didapatkan data yaitu adanya benjolan pada mammae sebelah kanan dan adanya nyeri tertusuk > tusuk. 2ada pemeriksaan laboratorium tanggal 2- 0uni 200C didapatkan hasil 3emoglobin B,0 gram% 00 ml, 5eukosit ?@00 per mmJ, $rombosit 000 ribu%mmJ, ,olongan darah +, 2rotein total B,?@ g%ml, =lbumin @,? mg% 00ml, +iliribin total 0,-B mg%ml, ,*4 C@ mg% 00ml, .ranium -B, C mg% 00ml, :reatinin 0,!0 mg% 00ml, 4,E$ Fholesterol total ?@ mg% 00ml. 4edangkan therapy dari dokter pada tanggal 2- 0uni 200C adalah infuse <aFl 20 tpm, FetaGin 2 ' $erasi1 ampul (;H". gram (;H", :alne' ? ' @00 gram (;H", @ K%5, 4,2$ 2 K%5,

B. Analisa Data *ari pengkajian yang telah dilakukan penulis, pada tanggal 2- 0uni 200C pada pukul 0C.-0 W;+, pada analisa pertama didapat data subjektif yaitu : pasien mengatakan nyeri pada mammae saat haid. *ata objektif

'''i'

yaitu adanya benjolan pada mammae dan pasien tampak meringis, dengan tanda > tanda 6ital : $ekanan darah 0 % B0 mm3g, nadi C? '%menit,

pernafasan 22 '% menit, suhu -A,@ LF. 3al ini memun1ulkan masalah <yeri disebabkan oleh *istraksi otot, sehingga dapat ditarik diagnosa Nyeri berh"b"ngan engan istraksi otot. =nalisa yang kedua didapat data subjektif yaitu pasien mengatakan tidak nafsu makan. *ata objektif pasien makan kali sehari. 3al ini

memun1ulkan masalah pemenuhan nutrisi kurang dari kebutuhan yang disebabkan tidak nafsu makan, sehingga dapat ditarik diagnosa Pe!en"han n"trisi k"rang anoreksia. =nalisa yang ketiga didapatkan data objektif yaitu adanya benjolan pada mammae sebelah kanan, tindakan pembedahan . 3al ini memun1ulkan masalah resiko infeksi yang disebabkan pembedahan, sehingga dapat ditarik diagnosa Resiko infeksi berh"b"ngan $e!be ahan. C. Prioritas Masalah +erdasarkan data subjektif dan objektif pasien dapat ditegakkan diagnosa kepera#atan yaitu : . dengan distraksi otot. 2. 2emenuhan kurang dari kebutuhan berhubungan dengan anoreksia. nutrisi <yeri berhubungan engan ari keb"t"han berh"b"ngan engan

'l

-. dengan pembedahan. D. Inter&ensi) I!$le!entasi an E&al"asi

Resti

berhubungan

*isini akan dipaparkan tentang ren1ana inter6ensi, implementasi, serta e6aluasi pada tiap > tiap diagnosa. Diagnosa $erta!a a alah Nyeri berh"b"ngan engan istraksi otot. $ujuan yang penulis ren1anakan adalah nyeri berkurang setelah dilakukan tindakan kepera#atan selama ' 2? jam dengan kriteria hasil

pasien tampak rileks dan pasien mengekpresikan penurunan nyeri. *an ren1ana tindakan bagi asien antara lain kaji kebutuhan nyeri, berikan teknik distraksi dan relaksasi, +antu pasien dalm menentukan posisi yang nyaman, kolaborasi pemberian analgetik, obser6asi tanda > tanda 6ital. *an implementasi yang dilakukan penulis pada tanggal 2- 0uni 200C adalah pengkajian pasien, dorong agar pasien agar tidak 1emas, monitor tanda > tanda 6ital, mendorong agar pasien tidak 1emas, injeksi ;H :alne' ' @00 mg, injeksi ;H $etosi1 ' amp. *ari 1atatan perkembangan

yang penulis lakukan pada tanggal 2- 0uni 200C pukul -.00 W;+ dengan 4E=2 menunjukan data : 4 : pasien mengatakan nyeri agak hilang, E : pasien meringis, pasien tampak gelisah, = : inter6ensi teratasi sebagian , 2 : +antu pasien dalam menentukan posisi yang nyaman, kolaborasi pemberian analgetik. 2ada 1atatan perkembangan yang penulis lakukan pada tanggal 2? 0uni 200C pukul 0B.00 W;+ dengan 4E=2 mendapatkan hasil 4 : pasien mengatakan masih nyeri akibat dari tindakan operasi, E :

'li

pasien tampak meringis, = : inter6ensi teratasi sebagian, 2 : kaji skala nyeri, +antu klien dengan posisi yang nyaman, kolaborasi pemberian analgetik. *an implementasi yang dilakukan penulis pada tanggal 2? 0uni 200C adalah obser6asi keadaan pasien, menjelaskan teknik distraksi dan relaksasi, ;njeksi ;H :alne' ' @00 mg, injeksi ;H $etosi1 ' amp,

monitor tanda > tanda 6ital tekanan darah :

0%B0 mm3g, nadi : C2

'%menit, suhu -B IF, pernafasan : 22 '%menit, obser6asi nyeri pasien. 2ada 1atatan perkembangan yang dilakukan penulis tanggal 2? 0uni 200C pukul 2.00 W;+ dengan menunjukan data 4E=2 mendapatkan hasil 4 : klien mengatakan nyeri sudah hilang, E : klien tampak tenang dan tidak gelisah, tanda > tanda 6ital tekanan darah : 0%B0 mm3g, nadi : C2 '%menit, suhu

-B IF, pernafasan : 22 '%menit, = : inter6ensi teratasi, 2 : pertahankan kondisi klien. *an e6aluasi yang dilakukan penulis tanggal 2? 0uni 200C pukul 2.00 W;+ dengan menunjukan data 4E=2 mendapatkan hasil 4 : klien mengatakan nyeri sudah hilang, E : klien tampak tenang dan tidak gelisah, tanda > tanda 6ital tekanan darah : 0%B0 mm3g, nadi : C2

'%menit, suhu -B IF, pernafasan : 22 '%menit, = : inter6ensi teratasi, 2 : pertahankan kondisi klien. Diagnosa yang ke "a a alah $e!en"han n"trisi k"rang ari keb"t"han berh"b"ngan engan anoreksia. $ujuan yang penulis

ren1anakan adalah pemenuhan nutrisi kurang dari kebutuhan terpenuhi setelah dilakukan tindakan kepera#atan selama ' 2? jam dengan 1riteria

hasil pasien tidak lesu lagi, nafsu makan meningkat Ren1ana tindakan

'lii

yang untuk pasien adalah kaji penyebab tidak nafsu makan, dorong pasien untuk makan sedikit tapi sering, kolaborasi dengan ahli giGi 1ara penyajian makanan yang hangat dan menarik.*an implementasi yang dilakukan penulis pada tanggal 2- 0uni adalah pengkajian pasien, injeksi ;H injeksi ;H :alne' ' @00 mg, injeksi ;H $etosi1 ' amp. *an 1atatan

perkembangan yang penulis pada tanggal 2- 0uni 200C pukul -.00 W;+ dengan 4E=2 mendapatkan hasil, 4 : &, E : pasien mengatakan tidak nafsu makan, = : inter6ensi belum teratasi, 2 : dorong pasien untuk makan sedikit tapi sering, kolaborasi ahli giGi. 2ada 1atatan perkembangan yang penulis lakukan pada tanggal 2? 0uni 200C pukul 0B.00 W;+ dengan 4E=2 mendapatkan hasil 4 : pasien mengatakan sudah makan, E : klien tampak makan apel, = : inter6ensi teratasi, 2 : pertahankan kondisi pasien. *an implementasi yang dilakukan penulis pada tanggal 2? 0uni 200C adalah obser6asi keadaan pasien, moti6asi klien untuk makan,. 2ada 1atatan perkembangan yang dilakukan penulis tanggal 2? 0uni 200C pukul 2.00 W;+ dengan menunjukan data 4E=2 mendapatkan hasil 4 : klien mengatakan sudah mengatakan sudah makan habis porsi, E : keadaan

umum tidak lemas, = : inter6ensi teratasi, 2 : pertahankan kondisi klien. *an e6aluasi yang dilakukan penulis tanggal 2? 0uni 200C pukul 2.00 W;+ dengan menunjukan data 4E=2 mendapatkan hasil 4 : klien mengatakan sudah mengatakan sudah makan habis porsi, E : keadaan

umum tidak lemas, = : inter6ensi teratasi, 2 : pertahankan kondisi klien.

'liii

Diagnosa yang ketiga a alah resiko infeksi berh"b"ngan engan $e!be ahan. $ujuan yang penulis ren1anakan adalah resiko infeksi tidak terjadi setelah dilakukan tindakan kepera#an selama ' 2?

jam dengan 1riteria hasil infeksi tidak terjadi. Ren1ana tindakan yang penulis buat antaralain ganti balut bekas insisi 4elama hari sekali,

kolaborasi pemberian antibiotik, monitor tanda > tanda 6ital. *an implementasi yang penulis lakukan pada tanggal 2- 0uni 200C adalah monitor tanda > tanda 6ital $ekanan darah pasien keruang operasi, injeksi Hi1illin 0%C0 mm3g, mengantar gram. 2ada 1atatan

perkembangan yang penulis lakukan pada tanggal 2? 0uni 200C pukul 0B.00 W;+ dengan 4E=2 mendapatkan hasil 4 : &, E : luka post operasi kering, = : inter6ensi teratasi sebagian, 2 : pera#atan luka post operasi 2 hari sekali. *an implementasi yang dilakukan penulis pada tanggal 2? 0uni 200C adalah obser6asi keadaan pasien, tanda > tanda 6ital tekanan darah : 0%B0 mm3g, nadi : C2 '%menit, suhu -B IF, pernafasan : 22 '%menit, pedidikan kesahatan. 2ada 1atatan perkembangan yang dilakukan penulis tanggal 2? 0uni 200C pukul 2.00 W;+ dengan menunjukan data 4E=2 mendapatkan hasil 4 : &, E : luka post operasi kering, = : inter6ensi teratasi sebagian, 2 : pera#atan luka post operasi 2 hari sekali, kolaborasi pemberian antibiotik. *an e6aluasi yang dilakukan penulis tanggal 2? 0uni 200C pukul 2.00 W;+ dengan menunjukan data 4E=2 mendapatkan hasil 4 : &, E : luka post operasi kering, = : inter6ensi teratasi sebagian, 2 : pera#atan luka post operasi 2 hari sekali.

'li6

BAB III PEMBA'ASAN

2ada bab ini penulis akan membahas tentang proses :epera#atan yang telah penulis laksanakan dalam =suhan :epera#atan pada <y. 4 dengan Firoadenoma mammae. 2embahasan meliputi keseluruhan proses :epera#atan, yaitu mulai dari 2engkajian, *iagnosa :epera#atan, ;nter6ensi, ;mplementasi dan E6aluasi. 4elain itu akan dibahas pula pembenaran dari data, diagnosa, inter6ensi, dan implementasi sertan hasil e6aluasi yang kurang tepat, dan tidak sesuai dengan teori akibat dari kelalaian dan keterbatasan penulis pada saat pelaksanaan asuhan kepera#atan. *alam pembuatan karya tulis ini penulis mengikuti proses perkembangan perjalanan penyakit pada <y. 4 selama 2 hari di ruang

'l6

+ougen6ille R4. dr. R. 4oetrasno Rembang. =dapun proses pembahasan meliputi : A. Pengka#ian 2engkajian adalah tahap a#al dalam proses kepera#atan yang berguna untuk mengumpulkan informasi tentang pasien agar dapat mengidentifikasi adanya masalah kepera#atan dan kesehatan pada pasien. *alam data penulis menggunakan beberapa tehnik yaitu : #a#an1ara, obse6asi, dan dokumenasi. *alam pembuatan asuhan kepera#atan penulis belum

men1antumkan status pasien dan pendidikan terakhir pada identitas pasien karena kelalaian dan keterbatasan penulis. *isini penulis akn menambakan status klien : sudah menikah dan pendidikan terakhir *;;; 2,4*. +erdasarkan tinjauan teori, terdapat tanda dan gejala yang mun1ul dan tidak mun1ul pada pasien. =dapun tanda dan gejala yang mun1ul pada pasien antara lain : #. A anya ben#olan $a a !a!!ae. 4aat pengkajian didapatkan data pasien adanya benjolan pada mammae sebelah kanan. =danya benjolan pada mammae terjadi akibat produksi hormon esterogen yang berlebihan dan keturunan. Fibroadenoma mammae pada payudara yang tidak teratur dibentuk dari peme1ahan antar stroma fibrosa yang mengandung serat jaringan epitel terdiri gabungan kelenjar glanduter dan fibrosa. k. A anya nyeri saat hai

'l6i

2asien mengatakan mengalami nyeri saat haid disebabkan fibroadenoma yang membesar pada saat haid dan pada kehamilan karena produksi hormon esterogen meningkat. (Raybun E. William, 2002 :220" l. %aktor ket"r"nan 2asien mengatakan ibunya juga menderita penyakit yang sama % menurun pada ibunya. 3al ini disebabkan faktor genetik yang menurun dari tumor itu sendiri. 4elain mendapatkan data dari pengkajian, terdapat juga data yang perlu ditambahkan karena ada kekurangan dalam

men1antumkan data. Eleh karena itu penulis bermaksud mengadakan pembenaran data. *ata > data tersebut meliputi : 2ada ri#ayat penyakit sekarang , penulis melakukan penambahan data yaitu theraphy yang diberikan saat di .,* adalah FetaGin gram (;H", :alne' @00mg (;H", $erasi1 amp (;H", infus

R5 20 tpm. +. Diagnosa) Inter&ensi) I!$le!entasi an E&al"asi. +erdasarkan analisa data yang telah dibahas dalam pengkajian penulis dapat menarik beberapa diagnosa :epera#atan yang akan dibahas dalam bab ini. Diagnosa $erta!a a alah Nyeri berh"b"ngan engan istraksi otot.

'l6ii

*iagnosa ini sebenarnya kurang tepat karena tidak menyebutkan jenis nyeri sesuai dengan <=<*= . $etapi diagnosa yang tepat adalah nyeri akut berhubungan dengan disraksi otot. <yeri akut adalah keadaan dimana indi6idu mengalami adanya ketidak nyamanan yang hebat atau sensasi yang tidak menyenangkan selama A bulan % kurang. (Fapernito, !!C : @@" 2ada pasien <y. 4 dengan fibroadenoma mammae ini mun1ul masalah nyeri karena kelebihan hormon esterogen sehingga menyebabkan pertumbuhan yang meliputi kelenjar dan fibrosa. Eleh karena itu penulis menempatkan nyeri akut ini sebagai prioritas utama dalam diagnosa kepera#atan dimana jika nyeri akut ini tidak ditanggulangi maka akan menimbulkan masalah diantaranya pemenuhan akti6itas baik berpakaian, toileting, makan, dan sebagainya. 4elain itu dengan nyeri akan meningkatkan ke1emasan dari pasien akan keadaannya. 2enulis menetapkan tujuan dimana nyeri pasien akan berkurang dengan kriteria hasil tampak rileks, mengekspresikan penurunan nyeri. *engan 1riteria #aktu ' 2? jam diharapakan nyeri akan berkurang atau

teratasi. :arena dengan nyeri yang berlangsung lama akan dapat menimbulkan berbagai masalah. .ntuk dapat mengurangi nyeri yang terjadi pada pasien, maka penulis merumuskan beberapa tindakan yaitu : *,. Ka#i keb"t"han nyeri.

'l6iii

*ari penulisan diatas kaji kebutuhan nyeri inter6ensi ini kurang tepat, yang tepat adalah kaji skala nyeri. Rasional : untuk dapat membantu pemulihan dan intensitas nyeri pada pasien, apakah ada perbaikan atau untuk mengidentifikasi yang mungkin terjadi. (*oenges, !!! : 00@"

*-.

Berikan teknik istraksi an relaksasi. *ari penulisan diatas kurang tepat, yang tepat adalah ajarkan teknik distraksi dan relaksasi. Rasional : untuk memfokuskan kembali perhatian, meningkatkan relaksasi, menurunkan keteganggan otot dan kelelahan serta meningkatkan rasa 1ontrol. (*oenges, !!! : 00@"

*1. nya!an.

Bant" $asien

ala! !enent"kan $osisi yang

Rasional : meningkatkan relaksasi dan memfokuskan kembali perhatian. (*oenges, !!! : 00@" *2. Kolaborasi $e!berian analgetik. Rasioanal : untuk mengurangi rasa nyeri. (*oenges, !!! : 00@"

'li'

Ren1ana kepera#atan diatas dapat penulis melaksanakan semua tindakan. 2ada dasarnya pasien kooperatif hal ini dibuktikan dengan pasien melakukan teknik relaksasi dan distraksi yang diajarkan untuk mmengurangi rasa nyeri. 4etelah dilakukan tindakan kepera#atan selama ' 2? jam

diharapkan nyeri klien dapat berkurang % teratasi pada hasil e6alasi pada tanggal 2? 0uni 200C W;+ diperoleh data subjektif pasien mengatakan sudah tidak nyeri lagi, data objektif klien tampak tenang dan tidak gelisah dengan tanda > tanda 6ital 00%B0 mm3g, nadi C2 '%menit, suhu -B IF, pernafasan 22 '%menit, sehingga dapat disimpulkan masalah nyeri teratasi. 5angkah selanjutnya penulis meren1anakan untuk mempertahankan keadaan % kondisi. Diagnosa yang ke "a a alah $e!en"han n"trisi k"rang ari keb"t"han berh"b"ngan engan anoreksia. *iagnosa ini masuk kedalam diagnosa ketiga karena keterbatan penulis dan kelalaian penulis dalam perumusan diagnosa. 2emenuhan nutrisi kurang dari kebutuhan adalah intake nutrisi tidak 1ukup untuk memenuhi kebutuhan metabolik. (<anda, 200@ : -!" 2emenuhan nutrisi kurang dari kebutuhan yang terjadi dikarenakan adanya perasaan tidak nafsu makan. 3al ini dibuktikan dengan adanya data pasien malas makan karena tidak nafsu makan sehingga mengalami

penurunan berat badan yang berhubungan dengan makanan yang tidak adekuat atau nutrisi yang tidak adekuat untuk kebutuhan metabolik. (Fapernito, 2000 : 2@!" .ntuk melaksanakan diagnosa pemenuhan nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan anoreksia penulis melakukan inter6ensi % tindakan antaralain : #. Ka#i $enyebab ti ak nafs" !akan. Rasional : mengidentifikasi defisiensi nutrisi. (*oenges, !!! : 00A"

k.

Dorong $asien "nt"k !akan se ikit ta$i sering. Rasional : kebutuhan jaringan metabolik ditingkatkan dan dapat memainkan peran penting dalam mempertahankan

masukan kalori dan protein yang adekuat. (*oenges, !!! : 00A" l. Kolaborasi engan ahli gi.i (ara $enya#ian !akanan yang hangat an !enarik. Rasional : memeberi ren1ana diet khusus untuk memenuhi kebutuhan indi6idu dan menurunkan masalah berkenaan dengan mal nutrisi protein % kalori dan defisiensi mikronutrien. (*oenges, !!! : 00C"

li

Ren1ana yang ditulis penulis dilaksanakan semua. 2ada dasarnya pasien kooperatif terlihat dari saran yang diberikan penulis dilaksanakan oleh pasien. 4etelah dilakukan tindakan :epera#atan selama ' 2? jam

diharapkan pemenuhan nutrisi kurang dari kebutuhan terpenuhi pada tanggal 2? 0uni 200C diperoleh data subjektif pasien mengatakan sudah makan habis satu porsi, data objektif keadaan umum pasien tidak lemas. 4ehingga penulis dapat menentukan analisa pemenuhan nutrisi teratasi. Ren1ana selanjutnya penulis mempertahankan kondisi pasien. Diagnosa yang ketiga a alah resiko infeksi berh"b"ngan engan $e!be ahan. 2ada diagnosa ini seharusnya berada pada diagnosa kedua dan diagnosa pemenuhan nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan anoreksia berada pada diagnosa ketiga. 3al ini dikarenakan keterbatasan dan kelalaian penulis dalam menuliskan laporan. Resiko infeksi adalah suatu keadaan dimana indifidu mengalami peningkatan resiko untuk terserang oleh bakteri pathogen. (9i 0a :im, ddk, !!? : 2!" Resiko infeksi yang dialami oleh pasien disebabkan karena tidak adekuatnya daya tahan tubuh terhadap bakeri pathogen. (9i 0a :im, dkk, !!? : 2!" *iagnosa ini penulis prioritaskan kedalam diagnosa kedua, karena masih merupakan diagnosa resiko, #alaupun masalah resiko masalah ini

lii

harus segera ditangani karena apabila tidak ditangani dapat menimbulkan infeksi pada luka pembedahan. .ntuk diagnosa ini penulis menentukan kriteria #aktu ' 2? jam

karena semakin 1epat masalah ini diatasi akan memperke1il resiko terjadinya infeksi. =dapun tujuan yang diharapkan oleh penulis adalah tidak terjadi infeksi dengan kriteria hasil infeksi tidak terjadi. .ntuk mengatasi masalah kepera#atan diatas, penulis mengemukakan tindakan kepera#atan antara lain : *. /anti bal"t bekas o$erasi * hari sekali. Rasional : meminimalkan terjadinya infeksi. (*oenges, !!! : 0 +. Kolaborasi $e!berian antibiotik. Rasional : mungkin digunakan untuk mengidentifkasi infeksi atau diberikan se1ara profalatik pada pasien imunosupresi. (*oenges, !!! : 0 ,. Monitor tan a 0 tan a &ital. Rasional : mengidentifikasi tanda > tanda infeksi dan terapi yang tepat. (*oenges, !!! : 0 " " "

*alam pelaksanaan belum semua inter6ensi yang penulis dilaksanakan karena pasien pada tanggal 2- 0uni 200C pukul !.?@ W;+ dilakukan tindakan operasi sehingga ganti balut hari sekali belum

liii

terlaksana. 2elaksaan ganti balut luka post operasi dilakukan minimal 2 hari setelah dilakukan operasi. 2ada tanggal 2? 0uni 200C penulis melakukan e6aluasi dan didapatkan data objektif balutan luka post operasi Firoadenoma mammae kering. 4ehingga analisa masalah resiko infeksi teratasi sebagian. 2eren1anaan penulis yang dibuat adalah pera#atan luka post operasi 2 hari sekali, kolaborasi pemberian antibiotik.

li6