Anda di halaman 1dari 17

Kata Pengantar

Pada kesempatan kali ini, kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Daryani selaku dosen Mata kuliah Sistem Perwakilan Politik yang telah memberiikan kami tugas membuat makalah mengenai Badan Perwakilan Rakyat yang untuk kesempatan ini kami mengangkat judul makalah mengenai Transparansi dan Akuntabilitas Parlemen DPR R ! Begitu juga terimakasih kami kepada para anggota kelompok ini dalam ketersediaan tenaga dan waktunya untuk menyelesaikan kewajiban membuat makalah ini! Makalah tentang Transparansi dan Akuntabilitas Parlemen DPR R ini ditulis untuk menganalisis dan mengkritisi tugas para anggota parlemen dalam menciptakan parlemen yang semakin terbuka dan semakin bertanggung jawab kepada rakyat! Pentingnya transparansi dan akuntabilitas parlemen DPR R akan menjadi pokok pembahasan dalam makalah ini! "eterbukaan in#ormasi publikm juga akan turut dibahas, yang menjelaskan mengenai perlunya akses yang mudah bagi masyarakat untuk mengetahui kerja parlemen yang terlihat didalam rapat kerja, anggaran dan laporan kegiatan! "ami mohon maa# apabila terdapat hal$hal yang kurang berkenan dalam proses pembuatan makalah ini! "ami telah membuat makalah ini sesederhana mungkin, semoga makalah kami dapat dengan mudah dibaca dan dimengerti! %arap dimaklumkan bila ada kesalahan dalam makalah ini!

Salam %angat,

Da#tar si

Pendahuluan
Latar Belakang
Badan &egislati# 'Parlemen( yaitu lembaga yang )legislate* atau membuat undang$undang yang anggota$anggotanya merupakan representasi dari rakyat ndonesia dimanapun dia berada 'termasuk yang berdomisili di luar negeri( yang dipilih melalui pemilihan umum! Dewn Perwakilan Rakyat Republik ndonesia masa bakti +,,-$+,./ merupakan wakil rakyat hasil pemilu ketiga setelah masa re#ormasi, ujung tombak berkembangnya demokrasi di ndonesia! Dibandingkan pemilu diawal setelah re#ormasi, hasil pemilu tahun +,,- ini dapat dikatakan melewati prosese demokrasi yang lebih matang! Berbicara mengenai transparansi dan akuntabilitas dalam pembahasan ini ialah Transparansi adalah upaya dan sistem yang memberikan in#ormasi, akses dan jaminan hukum kepada masyarakat untuk mengetahui in#ormasi publik! Sementara akuntabilitas adalah pertanggungjawaban pejabat dan badan publik atas setiap penggunaan keuangan dan kewenangan publik baik dalam sisi input, proses, output maupun dampaknya! "ekuasaan legislati# 'Parlemen( memainkan peranan penting untuk menciptakan negara yang demokratis dan tata pemerintahan yang baik 'good go0ernance(! Dalam #ungsinya sebagai organ negara yang membuat 1ndang$1ndang, pengawasan terhadap kekuasaan eksekuti#, penetapan politik anggaran dan otorisasi penggunaan sumber daya serta merepresentasikan kepentingan masyarakat peran parlemen luar biasa penting! Mereka memegang peran kunci dalam membentuk lingkungan yang kondusi# untuk mempromosikan pertumbuhan dan menjamin akuntabilitas dan transparansi keseluruhan lembaga$lembaga penyelenggaraan negara dan pemerintahan!

Rumusan Masalah .! Apa peran rakyat sebagai kunci kedaulatan yang sebagaimana diatur dalam 1ndang$1ndang 2omor ./ tahun +,,3 tentang keterbukaan n#ormasi Publik '11 " P( 4 +! Apa hakekat dari transparansi dan akuntabilitas bagi parlemen DPR R 4 5! Apa #aktor penghambat transparansi dan akuntabilitas yang terjadi di DPR R 4 Bagaimana solusinya 4 Tujuan Makalah ini bertujuan antar lain 6 Mendorong partisipasi masyarakat dalam proses pengambilan kebijakan publik Meningkatkan peran akti# masyarakat dalam pengambilan kebijakan publik dan pengelolaan badan publik yang baik Mewujudkan penyelenggaraan negara yang baik, yaitu yang transparan, e#ekti# dan e#isien, akuntabel serta dapat dipertanggungjawabkan Man#aat Man#aat yang terdapat dalam makalah ini adalah dapat mengembangkan ilmu pengetahuan dan mencerdaskan kehidupan bangsa dan meningkatkan pemahaman mengenai pengelolaan dan pelayanan in#ormasi di lingkungan Badan Publik untuk mengahasilkan layanan in#ormasi yang berkualitas!

Pembahasan
A. Pentingnya Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik (UU KIP). Setiap warga negara terlepas apapun latar belakang sosial, politik, ekonomi, pendidikan, suku, gender dan agamanya berhak untuk memperoleh in#ormasi! %ak ini dijamin secara hukum sebagaimana diatur dalam 1ndang$1ndang 2o! ./ tahun +,,3 tentang "eterbukaan n#ormasi Publik '11 " P(! 1ndang$1ndang tersebut merupakan pengejawantahan dari hak$hak konstitusinal warga negara yang tertuang dalam 11D .-/7 pasal +3 8 bahwa setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh in#ormasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya! Mereka juga berhak untuk mencari, memperoleh, memiliki, dan menyimpan in#ormasi dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia! Dengan demikian hak untuk mem eroleh informasi meru akan hak a!asi manusia sebagai er"u#udan kehidu an berbangsa dan bernegara yang demokratis. 9aminan konstitusional warga negara dalam 11D .-/7 untuk mendapatkan in#ormasi publik merupakan hal yang sangat mendasar dalam penciptaan transparansi dan akuntabilitas! %anya dengan tersedianya in#ormasi masyarakat dapat akti# terlibat baik dalam proses pengambilan keputusan terkait dengan penyelenggaraan negara maupun pelaksanaannya! Partisipasi masyarakat tidak dapat dilakukan tanpa adanya jaminan hukum atas in#ormasi publik! n#ormasi publik dimaksud adalah in#ormasi yang dihasilkan, disimpan, dikelola, dikirim, dan:atau diterima oleh suatu badan publik yang berkaitan dengan penyelenggara dan penyelenggaraan negara dan:atau penyelenggara dan penyelenggaraan badan publik lainnya, serta in#ormasi lain yang berkaitan dengan kepentingan publik! Penjelasan 11 2o! ./ tahun +,,3 menyebutkan bahwa keberadaan 1ndang$ 1ndang ini dimaksudkan sebagai landasan hukum terkait dengan6 .! %ak setiap orang untuk memperoleh in#ormasi +! kewajiban Badan Publik menyediakan dan melayani permintaan in#ormasi secara cepat, tepat waktu biaya ringan:proposional dan cara sederhana

5! pengecualian yang bersi#at ketat dan terbatas /! kewajiban Badan Publik untuk membenahi sistem dokumentasi dan pelayanan in#ormasi Dengan demikian, 1ndang$1ndang ini tidak saja memberikan hak kepada masyarakat untuk memperoleh in#ormasi publik, tetapi juga menjamin ketersediaan dan layanan in#ormasi sesuai dengan ketentuan perundang$undangan! Pada dasarnya semua informasi masyarakat. Pembatasan terhada didasarkan ada ublik harus da at diketahui oleh informasi hanya da at dilakukan se$ara

terbatas dan ketat sesuai dengan UU% ke atutan dan ke entingan umum yang engu#ian atas konsekuensi yang timbul akibat dibukanya informasi ublik ke ada masyarakat. Berbagai persiapan harus dilakukan agar DPR:DPD dapat memenuhi kewajiban menyampaikan in#ormasi kepada masyarakat! Pembenahan terutama harus dilakukan dan dimulai dari paradigma, bahwa keberadaan DPR:DPD dan juga terpilihnya Anda sebagai anggota dewan adalah untuk memperjuangkan sebaik$baiknya kepentingan masyarakat! Pada dasarnya, kewajiban badan publik atas masyarakat mengenai in#ormasi publik meliputi tiga hal yaitu6 .! in#ormasi yang wajib diumumkan kepada masyarakat +! in#ormasi yang wajib desiediakan 5! pengumuman layanan in#ormasi publik itu sendiri Sebagai badan publik yang membuat dan mensyahkan 1ndang$1ndang " P, maka DPR:DPD harus memberikan contoh teladan bagi masyarakat dan badan publik lainnya! ;ontoh yang baik 'best practices( harus bisa dimulai dari DPR:DPD! "eterbukaan in#ormasi publik dengan demikian menjadi tantangan tersendiri bagi DPR:DPD secara kelembagaan maupun bagi anggotanya! Demikian pula masyarakat dapat membandingkan antara program yang direncanakan dan hasil yang dicapai oleh DPR:DPD serta setiap rupiah yang dipergunakan oleh DPR:DPD untuk menjalankan #ungsi legislasi, budgeting dan pengawasan! "eputusan$keputusan politik DPR:DPD harus akuntabel dan transparan, karena masyarakat setiap saat berhak memperoleh in#ormasi yang terkait dengan #akta$#akta yang dijadikan sebagai dasar dalam pembuatan keputusan DPR:DPD!

B. Pentingnya &rans aransi dan Akuntabilitas Parlemen DP' 'I. "ekuasaan legislati# 'parlemen( memainkan peranan penting untuk menciptakan negara yang demokratis dan tata pemerintahan yang baik 'good go0ernance(! Dalam #ungsinya sebagai organ negara yang membuat 1ndang$1ndang, pengawasan terhadap kekuasaan eksekuti#, penetapan politik anggaran dan otorisasi penggunaan sumber daya serta merepresentasikan kepentingan masyarakat peran parlemen luar biasa penting! Mereka memegang peran kunci dalam membentuk lingkungan yang kondusi# untuk mempromosikan pertumbuhan dan menjamin akuntabilitas dan transparansi keseluruhan lembaga$lembaga penyelenggaran negara dan pemerintahan! Parlemen yang dipilih secara demokratis merepresentasikan spektrum kepentingan masyarakat yang luas dan menjadi tempat yang paling memungkinkan bagi masyarakat untuk menyampaikan keluhan, permintaan dan harapan! Pada sisi lainnya parlemen juga merupakan tempat terjadinya diskusi tentang pre#erensi$pre#erensi masyarakat yang kemudian menjadi kebijakan dan program! Artikulasi kepentingan dan pre#erensi masyarakat tersebut la<imnya dituangkan dalam produk legislasi yang menjadi kebijakan nasional atas suatu permasalahan bersama! Dengan #ungsinya itu parlemen merupakan kekuasaan negara yang sangat penting dalam sebuah sistem politik yang demokratis! Pada saat yang sama, parlemen juga dapat menjadi batu sandungan bagi demokrasi apabila terjadi penyalahgunaan wewenang dan #ungsi$#ungsi keparlemen! Misalnya parlemen didominasi kekuasaan tertentu, menjadi bagian dari kudeta militer atau dikendalikan kekuasaan yang diktator! Dibandingkan dengan kekuasaan eksekuti# atau judikati#, sesungguhnya kekuasaan legislati# merupakan cabang kekuasaan yang paling dekat dengan masyarakat! Pengambilan keputusan dalam kekuasaan eksekuti# la<imnya dilakukan secara tertutup oleh para birokrat, demikian pula pengambilan keputusan oleh para hakim dalam kekuasaan yudikati# juga dilakukan secara rahasia! Sebaliknya dalam kekuasaan legislati#, proses pengambilan keputusan dilakukan secara terbuka, di mana argumentasi persetujuan atau penolakan atas suatu rencana 1ndang$1ndang, atas otorisasi penggunaan anggaran dan penggunaan hak angket sebagai

instrumen

pengawasan

terhadap

eksekuti#

dilakukan

dengan

konsultasi

dan

sepengetahuan publik! "ekuasaan legislati# atau parlemen berbeda dengan cabang kekuasaan negara yang lain dari beberapa atribut yang dimilikinya! Pertama, perbedaan dari si#at dasar atributnya, yaitu bahwa parlemen adalah institusi perwakilan yang primer dalam sebuah masyarakat yang demokratik! "edua, parlemen juga berbeda dari #ungsinya, yaitu menjadi instrumen utama dalam demokrasi yang menentukan dan menetapkan 1ndang$ 1ndang dan kebijakan publik lainnya! "etiga, parlemen juga berbeda dengan cabang kekuasaan lainnya dari karakteristik prosedur dan organisasinya! Dari berbagai perbedaan itulah maka parlemen memiliki atribut konstituti# 'constituti0e attributes( yang menjadi organ representati# dalam struktur pemerintahan= menjadi satu$satunya organ negara yang anggotanya dipilih secara geograpik, dan yang setiap anggotanya memiliki hak dan kewajiban yang sama 'Da0id M! >lson, .--/, h! /(! Dalam praktik internasional ada empat tipe legislati# atau parlemen sesuai dengan perkembangan peran dan #ungsinya sebagai organ representasi rakyat '9ohnson dan 2akamura, .---(6 Tipe pertama disebut ) The Rubber Stamp &egislatures*! Tipe ini dapat dijumpai di negara penganut otorianisme atau di negara dengan corak demokarasi terpimpin! Dalam tipe ini legislati# hanya menjadi perpanjangan kekuasaan eksekuti# dan beperan mendukung penuh kebijakan eksekuti#! Tipe kedua adalah ?merging &egislatures! Dalam tipe ini parlemen telah mengalami proses perubahan yang signi#ikan dan mere#leksikan perubahan dalam semua aspek sistem politik! Parlemen dengan tipe ini memiliki peran yang lebih besa untuk penciptaan proses go0ernance dalam masyarakat! Tipe ketiga adalah Arena &egislatures! Dalam tipe ini parlemen telah menjadi tempat terjadinya peran dan #ungsi representasi dan artikulasi kepentingan masyarakat, diskusi kebijakan publik dalam perspekti# yang berbeda, dengan pengawasan serta pengukuran kinerja pemerintah dengan berbagai kriteria! Tipe keempat adalah Trans#omational &igislatures! Dalam tipe ini parlemen ber#ungsi mengartikulasikan kepentingan dan merepresentasikan berbagai pre#ensi sosial serta harapan mereka! Parlemen secara independent

membuatkebijakan berdasarkan pre#ensi yang dimilikinya! Parlemen dengan tipe Trans#ormational &egislatures ini dianut dalam sistem presidensial yang memisahkan antara kekuasaan legislati# dan kekuasaan eksekuti#! 1ntuk konteks ndonesia, parlemen 'DPR:DPD( kita tampaknya berada dalam tipe )Arena &egislatures*! Mereka ber#ungsi sebagai representasi dan mengartikulasikan kepentingan rakyat serta melakukan pengawasan terhadap penggunaan kekuasaan eksekuti# melalui hak angket! Tentu saja untuk mewujudkan DPR:DPD sebagai Arena &egislatures ini membutuhkan kapasitas internal yang memadai agar anggota DPR:DPD dapat optimal dalam menjalankan #ungsi$#ungsi kedewanannya! Pada umumnya parlemen kita menghadapi sejumlah persoalan untuk menjalankan #ungsinya itu= sumber daya manusia yang terbatas, in#ormasi yang dimiliki tak memadai, sumber daya keuangan yang juga terbatas, serta #asilitas in#rastruktur yang lemah! Democratic go0ernance dalam parlemen adalah suatu keharusan karena parlemen pada dasarnya adalah rumah rakyat 'house o# people(! Di rumah ini rakyat harus mengetahui apa yang terjadi dan apa yang dilakukan para wakilnya! nteraksi yang e#ekti# antara konstituen dengan anggota parlemen dan proses$proses yang terjadi dalam parlemen akan memperkuat hubungan masyarakat dengan pemerintahan dan memberikan sarana bagi masyarakat untuk ikut melakukan pengawasan terhadap kebijakan dan program$program pemerintah! nteraksi antara masyarakat sebagai konstituen dengan parlemen pada dasarnya akan saling menguntungkan! Sebab di satu sisi anggota parlemen membutuhkan legitimasi dan kepercayaan dari masyarakat agar peran mereka di parlemen benar$benar punya mandat dan dapat dipilih kembali kelak! Maka interaksi dengan masyarakat akan memberikan kesempatan kepada anggota parlemen untuk menyakinkan masyarakat tentang peran dan #ungsi yang dijalankannya! Pada sisi lain, masyarakat membutuhkan saluran agar pandangan dan kepentingannya dapat dijadikan kebijakan nasional! Relasi dan interaksi ini tentu akan mempengaruhi #ungsi$#ungsi utama seorang legislator yaitu representasi, pembuatan undang$undang, dan pengawasan pemerintahan, dengan mempertajam moti0asi dan insenti# bagi anggota dewan, menyediakan in#ormasi mengenai harapan masyarakat, dan dengan menyediakan cara

bagi masyarakat untuk melakukan pengukuran tidak saja atas kinerja parlemen, tetapi juga kinerja pemerintah! Dengan demikian democratic go0ernance adalah juga political go0ernance, yaitu proses$proses pembuatan keputusan dan kebijakan negara yang memiliki basis legitimasi yang kuat dan otoritas yang legal! Dua kata kunci ini yaitu legitimasi dan otoritas merupakan prasyarat terbentuknya parlemen yang kuat! &egitimasi diperoleh oleh kepercayaan yang besar dari masyarakat atas penggunaan kekuasaan yang dimiliki parlemen! Sedangkan otoritas menunjukkan kekuasaan legal #ormal yang dimiliki oleh parlemen yang diperoleh melalui proses yang demokratis! 1ntuk memperoleh legitimasi dan juga penggunaan otoritas yang e#ekti#, maka dalam menjalankan #ungsinya parlemen harus bekerja secara transparan dan akuntabel! Parlemen yang transparan dan akuntabel dapat meningkatkan kapasitas pribadi anggota dan kelembagaan! Dan ini merupakan kunci untuk menghadapi tantangan sekaligus memenuhi harapan$harapan masyarakat! Tujuan dari akuntabilitas dalam penyelenggaraan kewenangan publik, termasuk parlemen, adalah6 .! untuk mengontrol penggunaan kewenangan agar tidak terjadi penyalahgunaan wewenang, +! untuk menjamin penggunaan sumber daya publik secara e#isien dan e#ekti# serta berpegang pada nilai$nilai kepentingan publik, 5! untuk mendorong dan meningkatkan proses pembelajaran kinerja yang terus menerus! Disamping itu, transparansi parlemen juga dapat memperjelas proses dan prosedur penggunaan wewenang pengambilan kebijakan secara baik dan benar! %al ini akan memberikan kejelasan in#ormasi dan standar akses bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan politik di parlemen! ntegritas parlemen merupakan kontinum antara akuntabilitas dan transparansi yang sinonim dengan perilaku yang tidak korup dan kejujuran! Berbagai alasan yang telah dikemukakan diatas memberikan satu justi#ikasi bahwa parlemen harus akuntabel dan transparan untuk menjalankan otoritasnya secara legitimati#! %al ini akan menambah kepercayaan dan akseptabilitas keputusan$keputusan politik yang diambil oleh parlemen!

Pada le0el institusional hal ini terkait dengan mekanisme yang baku dalam Tatib yang mengatur mengenai kewajiban$kewajiban parlemen secara lembaga, misalnya apakah semua rapat:sidang dapat dihadiri oleh masyarakat luas, apakah hasil$hasil pembicaraan dan keputusan dalam rapat:sidang dapat diperoleh oleh masyarakat, dan apakah laporan kinerja dan laporan keuangan parlemen dapat diketahui oleh masyarakat! Pada le0el indi0idual, transparansi dan akuntabilitas menyangkut tanggungjawab dan kewajiban setiap anggota dewan untuk memberikan in#ormasi, menyerap aspirasi dan menyampaikan beban amanah yang sudah dilakukannya! %al ini misalnya dapat dilakukan dalam "unjungan "erja '"unker(, media rutin yang dibuat untuk komunikasi politik, dan tentu saja sikap yang dipublikasikan atas suatu masalah yang muncul! Sebagai anggota dewan, anda harus menyampaikan kepada masyarakat hal$hal yang menjadi perdebatan atas suatu masalah dan tentu saja anda sebagai anggota dewan mengenai masalah tersebut! Misalnya, bagaimana sikap anda terhadap hak angket yang dipergunakan oleh DPR atas kasus impor beras, atas kasus Da#tar Pemilih Tetap 'DPT( dan sebagainya! Demikian pula anda harus menyampaikan apa yang sudah anda perjuangkan selama ini seperti yang dijanjikan dalam kampanye pemilu, bagaimana pencapaianya dan apa hambatan$hambatannya! "arena itulah, laporan periodik akti0itas dalam menjalankan #ungsi parlemen akan membantu setiap anggota dewan untuk meningkatkan akuntabilitas secara personal! %al ini dapat dijelaskan bahwa dalam transparansi harus tersedia tiga hal yaitu, '.( disclosure in#ormasi mengenai hal$hal yang menjadi tugas dan tanggungjawab parlemen baik keterbukaan sidang, risalah, dra#t rancangan, proses pembahasan, lobby anggota parlemen sampai dengan keputusan dan kesimpulan dalam rapat= '+( tersedianya akses dan prosedur bagi masyarakat untuk mendapatkan in#ormasi tersebut, dan '5( jaminan hukum bagi terlaksananya hak$hak masyarakat untuk mendapatkan in#ormasi tersebut! "arena itulah, jika semua in#ormasi yang terkait dengan tugas$tugas parlemen dapat diketahui oleh masyarakat, maka dengan sendirinya tidak ada lagi hal$hal yang disembunyikan oleh parlemen! Dengan kata lain, jika semua pembicaraan, risalah, laporan singkat, catatan rapat, laporan kinerja dan laporan keuangan parlemen dapat

diperoleh dan ketahui olah masyarakat, maka parlemen dengan sendirinya dituntut untuk dapat mempertanggungjawabkan semua keputusan dan tindakan yang dilakukan! Mengapa pula harus akuntabel dalam pelaksanaan #ungsi parlemen4! Pertama, secara secara politis akuntabilitas merupakan modal dasar bagi perolehan suara seorang anggota dewan dan partai politik pada pemilu berikutnya! 9ika sebagai anggota dewan dapat mempertanggungjawabkan semua #ungsi yang menjadi amanah rakyat, maka rakyat dapat menilai bahwa Anda patut dipilih pada pemilu mendatang! 2amun, jika Anda tidak akuntabel, maka kemungkinan besar Anda tidak akan terpilih lagi! Akuntabel berarti Anda dapat mempertanggungjawabkan semua input sumber daya yang dipergunakan, proses pelaksanaan #ungsi anggota dewa yang baik, dan tentu saja memperjuangkan kepentingan$kepentingan masyarakat yang diwakili! "edua, secara legal, ketika Anda berlaku akuntabel, maka Anda akan terhindar dari jerat hukum yang terkait dengan penyalahgunaan wewenang! Anda bebas dari jeratan pidana korupsi! Dalam praktik selama ini, tidak sedikit anggota DPR yang terjerat kasus tindak pidana korupsi karena tidak akuntabel dalam menjalankan #ungsi sebagai anggota dewan! Secara sosial, akuntabilitas anggota dewan akan menjadi teladan dan proses pembajaran yang baik dalam rangka menciptakan bangsa ndonesia yang senantiasa mempertanggungjawabkan setiap amanah yang diembannya! Dengan kata lain akuntabilitas yang dilakukan oleh anggota dewan akan menghilangkan budaya korupsi yang saat ini sedang menggerogoti bangsa dan negara ndonesia!

(. )aktor Penghambat Transparansi dan akuntabilitas parlemen di ndonesia 'yaitu DPR:DPD dan DPD( masih mengalami sejumlah hambatan! Banyak hal yang menyebabkan hal ini, mulai dari #aktor kultural yaitu belum berkembangnya kesadaran tentang pentingnya kewajiban untuk menciptakan transparansi dan akuntabilitas kepada masyarakat! 8aktor kultural ini penting sekali, kali hal ini menyangkut nilai '0alue( tentang kewajiban moral anggota dewan kepada konstituennya! 8aktor kedua adalah #aktor struktural yaitu berupa hambatan kelembagaan untuk menciptakan transparansi dan akuntabilitas, misalnya daya dukung birokrasi, daya dukung sistem dan daya dukung teknologi in#ormasi dan komunikasi! 8aktor ketiga adalah #aktor legal, yaitu masih lemahnya jaminan peraturan yang mewajibkan parlemen untuk memberikan akses dan membuat sistem yang memungkinkan masyarakat memperoleh in#ormasi serta akti# berpartisipasi dalam pelaksanaan #ungsi$#ungsi parlemen! 9ika dilihat kondisi sekarang, tampaknya sudah ada sejumlah upaya untuk mewujudkan parlemen yang transparan dan akuntabel! Misalnya saja saat ini telah tersedia website DPR:DPD R dan DPD R yang dapat diakses untuk mendapatkan in#ormasi atas sejumlah hal! Di dalam website DPR:DPD R dapat diperoleh antara lain risalah rapat dan laporan singkat berdasarkan tahun sidang, pengaduan masyarakat, pro#il anggota dewan, serta berita$berita tentang akti0itas yang dilakukan baik oleh parlemen maupun oleh anggota dewan! Artinya, risalah rapat yang berisi proses dan pembicaraan dalam persidangan telah dapat diakses oleh masyarakat secara on line! %anya saja sampai saat ini belum disajikan secara elektronis laporan keuangan dan laporan kinerja DPR:DPD dan DPD yang dapat diakses oleh masyarakat secara on line untuk memperoleh gambaran mengenai hasil capaian dan penggunaan dana negara oleh parlemen! Demikian pula mekanisme persidangan, sesuai dengan Tata Tertib DPR:DPD:DPD masih adanya rapat$rapat yang bersi#at tertutup sehingga masyarakat tidak mengetahui jalannya pembahasan dalam rapat! Sesuai dengan Tatib rapat yang tertutup dapat memutuskan bahwa suatu hal yang dibicarakan dan:atau diputuskan dalam rapat tersebut tidak dimasukkan dalam risalah, catatan rapat, dan:atau laporan singkat 'pasal ..3

Peraturan Tata Tertib DPR:DPD(! "etentuan ini sebenarnya tidak saja merugikan masyarakat, tetapi juga anggota DPR:DPD, karena tidak ada bukti otentik yang dapat dipergunakan untuk mempertanyakan implementasi dari keputusan$keputusan yang dibuat dalam rapat kepada pihak$pihak yang terlibat! Artinya anggota DPR:DPD tidak memiliki dokumen yang dapat menjadi e0aluasi atas implementasi dan dampak suatu keputusan politik berdasarkan intensi yang muncul dalam pembahasan awal sampai dibuatnya keputusn tersebut! Sebagai anggota dewan, anda harus mendorong terciptanya sistem dan mekanisme koreksi atas semua risalah, catatan rapat dan laporan singkat! Dalam pasal -@ Tatib DPR dan pasal -5 Tatib DPD dimungkinkan untuk menutup rapat terbuka menjadi rapat tertutup, hal mana akan mempersempit lagi hak masyarakat untuk menghadiri rapat:sidang di parlemen! Di beberapa negara, secara konstitusional ditetapkan bahwa semua rapat:sidang dalam parlemen bersi#at terbuka! Terkait dengan transkripsi persidangan dapat disebutkan bahwa sesuai dengan Tatib DPR:DPD hanya sidang paripurna dan sidang paripurna luar biasa yang mewajibkan untuk membuat risalah! Sedangkan rapat$rapat lainnya hanya dibuatkan laporan singkat dan catatan rapat! %al ini akan memperkecil upaya untuk menciptakan transparansi, karena melalui risalah rapat masyarakat akan mengetahui secara rinci proses dan pembicaraan yang muncul dalam pembahasan suata R11 dan:atau keputusan politik lainnya! Demikian pula ketentuan bahwa risalah rapat, catatan rapat dan laporan singkat hanya dapat dibagikan kepada anggota dan pihak$pihak yang bersangkutan akan mengurangi hak masyarakat untuk mengakses dokumen dan in#ormasi parlemen! Secara umum dapat dikatakan bahwa saat ini telah terdapat berbagai sistem dan mekanisme untuk menciptakan transparansi dan akuntabilitas DPR R dan DPD R ! Meskipun demikian masih harus dilakukan sejumlah hal, baik mencakup #aktor kultural, #aktor struktural maupun #aktor legal! "etiga #aktor ini menjadi kunci keberhasilan untuk menciptakan parlemen yang transparan dan akuntabel!

Penutu
"esimpulan Tentu saja ini tidak serta merta dapat menjamin pelaksanaan #ungsi yang tanpa cacat dan tanpa kritik! Sebab transparansi dan akuntabilitas hanyalah sebagian saja dari unsur yang harus ada dalam democratic go0ernance! Masih banyak unsur lain yang harus ditegakkan agar tercipta democratic go0ernance seperti kesamaan, e#isiensi dan e#ekti0itas! Disamping itu, #aktor konstektual yang hidup dan berkembang dalam suatu negara seperti budaya, agama dan sejarah juga akan mempengaruhi berjalannnya proses demokrasi yang go0ernance! 2amun terlepas dari itu semua, akuntabilitas dan transparansi adalah elemen dan pilar yang paling esensial dalam institusi dan proses yang go0ernance dan demokratik!

*losarium
n#ormasi Publik6 n#ormasi yang dihasilkan, disimpan, dikelola, dikirim, dan:atau diterima oleh suatu badan publik yang berkaitan dengan penyelenggara dan penyelenggaraan negara dan:atau penyelenggara dan penyelenggaraan badan publik lainnya serta in#ormasi lain yang berkaitan dengan kepentingan publik! Akuntabilitas6 Pertanggungjawaban pejabat dan badan publik atas setiap penggunaan keuangan dan kewenangan publik baik dalam sisi input, proses, output maupun dampaknya Transparansi6 1paya dan sistem yang memberikan in#ormasi, akses dan jaminan hukum kepada masyarakat untuk mengetahui in#ormasi publik Democratic go0ernance6 Pemerintahan demokratis dengan perwujudan tata kelola pemerintahan yang baik Disclosure6 Membuka dan memberikan in#ormasi kepada masyarakat Transcription system6 Sistem pencatatan semua pembicaraan dan peristiwa yang terjadi dalam sidang:rapat

Daftar Pustaka
DPR R , Peraturan Tata Tertib Dewan Perwakilan Rakyat Republik ndonesia, "eputusan ,3:DPR R : :+,,7$+,,@! DPD R , Peraturan Tata Tertib Dewan Perwakilan Daerah Republik "eputusan +-:DPD:+,,7! Aidodo, 9oko! +,,.! Bood Bo0ernance! Telaah dari Dimensi Akuntabilitas dan "ontrol Birokrasi pada ?ra Desentralisasi dan >tonomi Daerah! nsan ;endekia, Surabaya! "hatarina, Riris! +,,7! Pemetaan Masalah Parlemen6 Ditinjau dari Peraturan Tatib DPR:DPD, P5 , 9akarta! &eith, Philip! +,,3! Access to and 1se o# Publicly A0ailable n#ormation, in6 ?lectronic Bo0ernment6 ;oncept, Methodologies, Tools and Aplications! %ershey, 2ew Cork! ndonesia,