Anda di halaman 1dari 1

wah LM35DZ ya? jadi inget waktu TA, pake ini juga (nostalgia :D).

rangkaiannya juga mirip2 :D.


signal conditioningnya pake non-inverting op-amp (yg di atas, non inverting op-amp juga kan mas Chandra? udah lupa :p). Resep Spesialnya jitu tuh mas Chandra, betul itu. Waktu itu saya pake ADC 8bit dengan Vref = 5V. jadi saya buat penguatan dari sensor sebesar 5x. hasilnya jika 0 derajat = 0V = 00H dan 100 derajat = 5V = FFH. Terus Berkarya mas Chandra ^^

Mas, saya udah nyobain rangkaian yang diatas. Tapi anehnya, ketika output dari LM 35 disambung langsung ke pin mikro, pembacaan ADC malah cenderung lebih stabil dibandingkan kalo dirangkai pake yang di atas. Justru rangkaian di atas malah gak stabil sama sekali. Padahal keluaran dari op-amp stabil (diukur pake multimeter). Kira-kira apanya yang salah ya mas?Thx. FYI, saya pake ATMEGA32, ADC 10 bit, Aref 5 V.

chandramde November 1, 2011 at 9:15 pm | #86 Reply | Quote Mas Adi, fakta yang harus diperhatikan adalah keluaran dari op-amp stabil. Akan tetapi hasil konversi dari ADC pada program kok berubah-ubah (tidak stabil). Oleh karenanya perlu dicek konfigurasi ADC pada program inisialisasinya. Untuk amannya, selalu gunakan frekuensi yang paling rendah. Kemudian gunakan tegangan referensi ADC yang sesuai dengan range keluaran dari rangkaian sensor+op-amp. To All: Saya pernah mendapati keanehan pada beberapa IC mikrokontroler yang telah saya beli (ATmega8A), bahwasanya, ketika ADC running dengan setting tegangan referensi 2,56V (Internal), maka hasil konversinya tidak pernah stabil. Akan tetapi ketika digunakan referensi VCC, maka hasil konversinya normal (stabil). Mungkin IC mikrokontrolernya kurang normal (defected). Jadi, jika tegangan output op-amp sudah stabil, tapi hasil konversi ADC tidak stabil, maka perbaikilah settingan ADCnya. Demikian, Mas Adi. Semoga bermanfaat.