Anda di halaman 1dari 24

Oleh Pembimbing

: I Gede Wahyudi Prawira : Dr. Aminuddin, SpOG

1. Pendahuluan

BAB I

Infeksi virus Hepatitis B (HBV) saat ini telah dikenal

sebagai salah satu masalah utama masyarakat di seluruh dunia


Hepatitis merupakan penyakit hepar yang paling

sering mengenai wanita hamil, merupakan komplikasi yang mengenai 0,2 % dari seluruh kehamilan.

Kejadian abortus, IUFD dan persalinan preterm

merupakan komplikasi yang paling sering terjadi pada wanita hamil dengan infeksi hepatitis.

Diperkirakan 350-400 juta individu diseluruh dunia

mengalami infeksi kronik akibat virus ini. Lebih dari 50% individu tersebut mendapatkan infeksi virus Hepatitis B nya selama masa perinatal.

2 Tujuan
Mengetahui dan mempelajari fisiologi Hepar

Mempelajari Etiologi, Epidemiologi dan patofisiologi

Hepatitis B Virus Mempelajari gejala klinis, diagnosis serta penatalaksanaan Hepatitis B Virus Mempelajari Pencegahan Hepatitis B Virus

BAB II
1. Fisiologi Hepar dalam kehamilan
Tidak ada perubahan ukuran selama kehamilan. Aliran

darah hati relatif meningkat pada diameter vena portal Fungsi faal hati sedikit berubah selama kehamilan
Total alkaline phosphatase meningkat 2x. Serum AST, ALT, GGT, dan bilirubin angkanya rendah

dibanding dengan wanita tidak hamil Total albumin meningkat

2 Epidemiologi
Hepatitis B penyakit endemik. Daerah dengan

prevalensi tinggi (lebih dari 2%) antara lain: Australia aborigin, selandia baru, kepulauan Pasifik termasuk indonesia
Indonesia merupakan salah satu negara dengan

prevalensi tinggi yaitu 7,2%-9% diikuti dengan Filipina 7,0-9,0% sedangkan Malaysia berkisar antara 6,0-9,0%

Yang memiliki risiko tertular Hepatitis B :


Orang dengan perilaku seksual berisiko tinggi.

Berhubungan/ kontak erat dengan anggota keluarga


yang menderita Hepatitis B. Pemakai obat-obatan narkoba suntik. Pasien penerima transfusi darah. Risiko pekerjaan yang berhubungan dengan penyakit Hepatitis B, termasuk petugas kesehatan. Turis yang bepergian ke daerah endemis penyakit Hepatitis B

3 Etiologi
Virus Hepatitis B virus berkapsul diameter 42 nm Hepadinaviridae
Genom tersusun melingkar panjang molekul 3,2 kb terdiri dari molekul DNA

Ganda. mengandung 4 rangkaian tumpang tindih protein permukaan (HBsAg), Protein inti/core (HBc/HBeAg), polymerase virus serta transaktivator transkripsi HBx.14

4 Patofisiologi
VHB hanya infektif dan mengadakan replikasi di

dalam sel hepatosit


Respons imunitas penderita terhadap VHB, terutama

respons imunologik selular Kerusakan sel hati, dan respons ini pula yang bertanggung jawab atas berat ringannya serta perjalanan infeksi
beratnya kerusakan sel-sel hati tidak proporsional

dengan titer antigen virus dalam darah

5 Manifestasi Klinis inkubasi 45-160 hari (rata-rata 60-90 hari). Hepatitis B umumnya tidak menunjukkan gejala yang khas berupa :

Selera makan hilang Rasa tidak enak di perut Mual sampai muntah Demam tidak tinggi Kadang-kadang disertai nyeri sendi Nyeri dan bengkak pada perut sisi kanan atas (lokasi hati) Bagian putih pada mata (sklera) tampak kuning Kulit seluruh tubuh tampak kuning Air seni berwarna coklat

Pada pemeriksaan fisik sering dijumpai ikterus dan

hepatomegali, sedangkan splenomegali ditemukan pada 20-25% penderita.

hanya

Ikterus merupakan salah satu gajala klinis pada wanita

hamil dengan hepatitis, namun adapun ikterus dari penyebab lain satu dari 1500 kehamilan :
41% hepatitis virus 21% oleh karna kolestatis intahepatik

< 6% oleh karna obtruksi saluran empedu

6 Diagnosis Diagnosis penyakit hepatitis B drtegakkan berdasarkan : Gejala klinis Pemeriksaan taboratorium klinik Tanda terjadi kerusakan dan nekrosis sel hati peningkatan SGPT dan SGOT, gama GT, bilirubin

Petanda serologis hepatitis B Hepatitis B surface antigen (HBsAg) yang menandakan adanya infeksi virus Hepatitis B
Hepatitis B e Antigen (HBeAg) yang menandakan

adanya replikasi virus


Transaktivator HBx yang berkaitan dengan kemampuan

virus tersebut dalam menyatukan genomnya dengan genom host serta kemampuannya dalam menyebabkan suatu bentuk penyakit keganasan (onkogenisitas).

7. Pengaruh kehamilan terhadap infeksi akut VHB


Angka morbiditas, Mortalitas dari Infeksi VHB pada

wanita hamil = wanitia tidak hamil, Masalah malnutrisi Morbiditas, Mortalitas meningkat kehamilan trimester I atau permulaan trimester II. Gejala = pada wanita tidak hamil yang terinfeksi HVB Kehamilan trimester III dapat menunjukkan gejala hepatitis fulminan

Hepatitis fulminan pada kehamilan trimester III?


defisiensi faktor lipotropik
kebutuhan janin akan nutnsi yang meningkat. Hal ini

menyebabkan ibu mudah terjadi hepatik nekrosis

8. Pengaruh infeksi VHB terhadap kehamilan dan janin


10-20 % ibu hamil HBsAg positif yang tidak mendapatkan

imunoprofilaksis menularkan virus pada neonatusnya


90 % wanita hamil dengan seropositif untuk HBsAg dan

HBeAg menularkan virus secara vertikal kepada janinnya dengan insiden 10 % pada trimester I dan 80-90 % pada trimester III

Adapun faktor predisposisi terjadinya transmisi

vertikal adalah:
Titer DNA VHB yang tinggi

Terjadinya infeksi akut pada trimester III


Pada partus memanjang yaitu lebih dari 9 jam

90 % janin yang terinfeksi kronis resiko

kematian akibat sirosis/kanker hati sebesar 15-25 % pada usia dewasa nantinya

Untuk ibu carier VHB dapat terinfeksi pada saat

persalinan (baik pervaginam maupun perabdominan)/melalui ASI


Infeksi VHB dapat melalui ASI sehingga wanita yang

karier dianjurkan mendapat Imunoglobulin hepatitis B sebelum bayinya disusui menurunkan resiko penularan (Hill JB, dkk)
Efek Infeksi VHB terhadap janin BBLR, Abortus

IUFD dan persalinan preterm

9. Penanganan Kehamilan pada Ibu pengidap VHB persalinan pervaginam usahakan dengan trauma sekecil mungkin dan rawat bersama dengan spesialis Penyakit Dalam (spesialis Hepatologi)
Ibu Hamil dengan Viral Load tinggi dipertimbangkan

pemberian HBIG atau Lamivudin pada 1-2 bulan sebelum persalinan


Persalinan sebaiknya jangan dibiarkan berlangsung lama

10. Prognosis infeksi VHB pada kehamilan dan janin

tergantung dari berat ringannya penyakit, penyakit

penyerta dan komplikasi-komplikasi yang terjadi.


Prognosis baik Infeksi VHB pada penderita tanpa

menimbukan gejala klinis dan juga tidak ada penyakit penyerta.


Prognosis Buruk Terdapat penyakit jantung,

diabetes millitus dan anemia

11. Pencegahan
Kewaspadaan universal (universal precaution)
Hindari hubungan seksual dan pemakaian alat atau

bahan dari pengidap. Vaksin VHB bagi seluruh tenaga kesehatan Skrining HBsAg pada ibu hamil Imunisasi

Ringkasan
Hepatitis merupakan penyakit hepar yang paling

sering mengenai wanita hamil. Diperkirakan 350-400 juta individu diseluruh dunia telah terinfeksi oleh virus Hepatitis B.
Hepatitis virus merupakan komplikasi yang mengenai

0,2 % dari seluruh kehamilan.

Angka morbiditas, Mortalitas dari Infeksi VHB pada

wanita hamil = wanitia tidak hamil, Masalah malnutrisi Morbiditas, Mortalitas meningkat
Perlunya pencegahan dalam mewaspadai infeksi dari

Virus Hepatitis B antara lain :


Kewaspadaan universal (universal precaution) Imunisasi Skrining HBsAg pada ibu hamil

Prognosis tergantung dari adanya penyakit penyerta

komplikasi yang terjadi

Thank You Matur Suksma Matur Sakalangkong