Anda di halaman 1dari 2

Anak maha Anak maha, kau lahir kira-kira di masa di mana di sana hal-hal yang akan saya tu liskan

terjadi. Tidak berarti apa-apa, hanya saja aku yakin, saat kau besar nant i, kau akan hidup di dunia yang sudah pasti berbeda dengan apa yang aku hidupi s aat ini, dunia yang sejatinya gelap walau matahariku dan mataharimu adalah matah ari yang sama terangnya, dunia yang terasa tidak lagi romantis walau bulanku dan bulanmu adalah bulan yang sama syahdunya, dan dunia yang sebegitu anehnya, wala u alam semestaku dan alam semestamu adalah alam semesta yang sama. Hal demi hal ini ku alami, ku hidupi, ku menjadi bagiannya, tapi sesekali aku tertawai. di masa kau terlahir, orang-orang seakan berlari terburu-buru ke arah yang sama, tapi bertabrak-tabrakan, saling menginjak dan tidak menghiraukan. Arah yang di lambing mata angin tidak tertera. Arah yang di warisan-warisan kebajikan tidak t ertera. Arah yang ternyata tidak ada yang tau itu dimana. Maka di masa kau terla hir, adalah masa maha chaos. di masa kau terlahir, orang-orang mempercayai Tuhan pencipta alam semesta sebaga i mitos. Yang membuat orang-orang menghentikan mesin2nya, turun dari pelananya, tertegun, tersenyum dan bahkan menangis saat ceritannya di dongengkan. Lalu saat dongengnya usai, mereka mulai lapar, lalu mereka menyalakan mesin-mesin itu lag i meloncat lagi ke pelananya, lalu berputar gila dan menggerus rakus lagi. maka di masa kau terlahir, adalah masa maha tak tau malu di masa kau terlahir, orang-orang tidak bertegur sapa seperti manusia. Setiap or ang mempunyai wakil berupa angka atau kode yang dengannya setiap orang bisa menj adi siapa saja yang bukan dirinya, dan bertemu dengan siapa saja yang sebenarnya tidak ada. Wakil bertemu wakil, kode bertemu kode. Daging bertemu daging tidak lagi penting, hati bertemu hati tidak lagi sejati. Maka di masa kau terlahir, ad alah masa maha palsu di masa kau terlahir, orang-orang berlomba menuju masa depan yang cerah. Perlomb aan ini sampai pada puncak prosesinya. Setiap orang seakan berhak menggengam dun ia yang sangat luas tak berbatas ini dengan telapak tangan dan ujung-ujung jarin ya. Sebegitu hebatnya sampai membuat orang-orang kegirangan dan heran, lupa berk edip, lupa menoleh, lalu tidak sadar bahwa mereka hanya melihat satu titik kecil dan melupakan sisa luasnya semesta. Maka di masa kau terlahir, adalah masa maha sempit. di masa kau terlahir, orang-orang hidup di bawah matahari yang bersinar sempurna , sesempurna mataharimu sekarang, menerangi setiap jimpit ruang yang kita jejaki . Tapi tetap saja orang-orang menyampar dan menendang apa-apa yang mereka temui. Sepertinya sengaja sekali orang-orang ini memejamkan mata dan tidak mau terkaru niai dengan melihat lalu menghargai. Maka di masa kau terlahir, adalah masa maha gelap. di masa kau terlahir, orang-orang dengan hidup sempurna tercontoh rapi di kotak dengan ukuran diagonal dalam inci, bercahaya dan bersuara. Menangkap dan menyiar kan pesan-pesan yang beragam rupa dan cara, yang pada akhirnya tersimpulkan: bel i, beli, beli dan beli. Jika tidak mampu mengikutinya, maka terlemparlah kita di intipnya kasta, yang berarti hina. Maka di masa kau terlahir, adalah masa maha beli. di masa kau terlahir, orang-orang bersepakat bahwa ajaran terpopuler adalah memb enci. Ajaran ternorak adalah mencintai. Batu, parang dan peluru adalah jajanan l aris manis. Cium dan peluk adalah jualan yang tidak pernah laku lagi. semakin ka u membenci, semakin kau diakui. Semakin kau mencintai, semakin kau dijauhi. di m asa kau terlahir, adalah masa maha benci. di masa kau terlahir, orang-orang tersediakan jalan dan jembatan dibangun panjan

g bercabang-cabang, halus dan kokoh. Siap menghantarkan setiap orang kemana saja . Tapi ada satu jalan yang sangat diminati, berjubellah orang-orang disitu. Adal ah jalan pintas. Karena setapak demi setapak adalah buang waktu bukan lagi prose s, karena belokan dan tanjakan adalah kebingungan yang memutusasakan bukan lagi tantangan, bagi orang-orang yang tidak mampu berfikir panjang. Maka di masa kau terlahir, adalah masa maha pendek. di masa kau terlahir, orang-orang berparas murung, tapi berucap sa kau terlahir, menjadi bahagia sebegitu rumitnya.. aku gembira . di ma

di masa kau terlahir, aku tertawa-tawa atas apa yang aku lihat. Aku berjalan ber lawanan arah, menantang arah orang-orang ini. Di persimpangan besar nan ramai ya ng selalu aku temui setiap beberapa meter langkah kaki ini, aku bersenggolan den gan orang-orang ini, kadang berjabat tangan, bahkan berpelukan dengan meraka. Se sekali melihat orang lain yang adalah ternyata adalah aku sendiri, berada di ker umunan itu. Anak maha, jangan lepaskan gandeng tangan bapak maha dan ibu maha, pilihlah jala nan yang sepi seperti apa yang bapak dan ibu maha juga pernah pilihkan untuk bel iau berdua sendiri. Sepi membuatmu punya ruang dan waktu yang lebih untuk dirimu sendiri lalu menjadi. Menjadi tidak seperti orang-orang di kerumunan tadi. Tida k juga sepertiku. Selamat ulang tahun anak maha.. semoga menjadi.. Jogja, Desember 2011 Oom farid