Anda di halaman 1dari 36

Studi Kasus Pelayanan Kefarmasian Kelompok 3

Albert Christy Melly Kusumardini Citra Rachma Yunisa Rahma A Elsa Elfrida M. Okta Febi A

suatu kondisi peradangan pada kulit yang dapat menyebar dan menyebabkan rasa gatal yang tidak tertahankan yang umumnya dimulai pada awal masa kanak-kanak.

TANDA DAN GEJALA


Gatal yang intens
Vesikel yang berisi cairan

Papul

Kulit kering dan timbul retakan

Rasa terbakar pada kulit

Eritema

Faktor Resiko

1. faktor genetik,
2. hipersensitivitas akibat peningkatan kadar immunoglobulin IgE total

1. trauma fisik-kimia-panas,
2. bahan iritan (sabun, detergen, bahan pakaian kasar, asap) 3. Areoalergen : bulu, rumput, serbuk sari, debu rumah 4. Makanan : telur, susu, kacang, gandum 5. infeksi mikroba, 6. perubahan iklim (peningkatan

dan spesifik,
3. kondisi kulit yang relatif kering

suhu dan kelembaban),


7. kebersihan lingkungan

Ibu siti membawa putra kecilnya Tono umur 7 bulan, ke

apotek anda. Ibu siti mencemaskan gatal & ruam yg


hilang timbul pada tono . Menurut bu siti ruam ini dimulai sejak tono berumur 4 bln. Ruam tsb timbul di pipi & sekitar mulutnya. Akhir2 ini kadang muncul pula di torso dan anggota badan tono sering menggaruk daerah ruam. Bu siti mengatakan bahwa daerah diaper justru tdk terkena ruam

Cont
Bu siti telah mencoba berbagai body lotion tetapi tdk yakin apakah

ada gunany. Di rumah tdk ad org lain yg mengalami hal yg sama dg


Tono. Tono trmasuk sehat & pertumbuhan normal. Ayah tono punya riwayat asma.

Pada saat diperiksa Tono cukup responsiv. TTV (tanda2 vital) dbn.
Pemeriksaan kulit di pipi ada bercak simteris, erythema terang, bersisik, warna pink, hal yg sama walaupun lebih lemah ditemukan

di torso & anggota badan(lengan kaki)


Menurut Dokter, Tono mengalami Atopic Dermatitis

Walaupun obat yang dipilihkan tepat Tetapi pada kunjungan berikutnya minggu ke 3 belum ad perbaikan

Apakah yang terjadi???

Pharmaceutical Care

Subjective
Ruam Disekitar pipi dan mulut Muncul di torso dan anggota badan lain (lengan dan kaki) Ayah menderita asma

Objective
Tanda tanda vital dalam batas normal Bercak simetris di kulit & pipi Erythematous terang, bersisik, warna pink. Keadaan yang sama pada torso dan anggota badan Tono cukup responsif

Penyakit: atopic dermatitis tipe moderate


Tanda Fisik / Kulit Clear Mild Pengaruh terhadap Kehidupan Pasien Tidak ada pengaruh Sedikit berpengaruh pada aktivitas sehari-hari, tidur dan psikososial Berpengaruh pada kehidupan sehari-hari, psikososial, dan mengganggu tidur Sangat berpengaruh pada aktivitas sehari-hari, psikososial, dan sama sekali tidak bisa tidur Kulit normal, tidak ada bukti None adanya AD Kulit kering, gatal (dengan Mild atau tanpa sedikit area kemerahan ) Kulit kering, gatal, Moderate kemerahan/ ruam (dengan atau tanpa penebalan kulit) Kulit kering dengan area Severe yang luas, menggaruk terus menerus, kemerahan/ ruam (dengan atau tanpa penebalan kulit, pendarahan, kulit pecah dan perubahan pigmentasi )

Moderate

Severe

Obat pilihan
1. 5 hari sekaligus tinggi kemudian taper (burst and

taper) kortikosteroid oral:


penggunaan kortikosteroid oral tidak diperuntukkan untuk bayi, hanya diberikan saat penyakit AD sangat parah

(mengalami pembusukan, infeksi)


2. 3 minggu kortikosteroid oral: penggunaan kortikosteroid oral tidak diperuntukkan untuk

bayi, hanya diberikan saat penyakit AD sangat parah


(mengalami pembusukan, infeksi) contoh : Prednisone

Cont
3. Grup 5 kortikosteroid topikal: paling berpotensi pengobatan AD pada pediatrik, digunakan dari konsentrasi paling rendah terlebih dahulu (konsentrasi: grup 1-7, grup 1 paling potensial)

contoh : Betamethasone valerate 0,1%, Hydrocortisone valerate


4. Grup 1 kortikosteroid topikal: paling berpotensi pengobatan AD pada pediatrik, seharusnya hanya digunakan untuk severely linchenified/ thickened plaques dan / very brief courses. Disarankan menggunakan kortikosteroid topikal dari konsentrasi paling rendah terlebih dahulu,

grup 1 dimungkinkan terlalu potensial dan dapat menimbulkan


efek samping yang tidak diinginkan contoh obat: Clobetasol propionate, halobetasol propionate

Penggunaan Emolien bagaimana???????


Pasien telah menggunakan baby lotion tapi tidak merasakan efek. Penggunaan Baby Lotion kurang efektif. Alasannya: lotion bersifat lebih encer karena mengandung jumlah air yang lebih banyak dibanding kandungan minyaknya sehingga lotion lebih mudah dicuci (hilang saat terkena air), namun daya bertahannya pada kulit lebih singkat sehingga menjadi kurang efektif. Disarankan menggunakan krim atau salep. Alasannya: krim atau salep memiliki tekstur yang lebih lengket sehingga dapat melindungi kulit dari kekeringan dengan lebih baik. Digunakan setelah mandi, dipilih krim & salep yang mengandung pewangi, pewarna dan pengawet Bagian diaper tidak timbul gatal dan ruam karena gatal dan ruam yang terjadi bukan akibat dari infeksi bakteri sehingga hanya menyerang bagian-bagian tertentu dari tubuh.

RENCANA TERAPI (PLAN)


Atopic Dermatitis (AD)

TUJUAN TERAPI
Meredakan gejala terutama gatal-gatal Mengidentifikasi dan meminimalkan paparan dari pemicu AD, alergen dari lingkungan, dan faktor-faktor yang dapat memperparah penyakit Mencegah kekambuhan Mencegah dan meminimalkan efek samping dari pengobatan

PILIHAN TERAPI
Pilihan obat untuk awal pengobatan
5 hari sekaligus tinggi kemudian taper (burst and taper) kortikosteroid oral

3 minggu kortikosteroid oral

Grup 5 kortikosteroid topikal


Grup 1 kortikosteroid topikal

ALASAN PEMILIHAN TERAPI

Kortikosteroid oral hanya digunakan pada dermatitis atopik yang parah dan biasanya digunakan oleh orang dewasa

Kortikosteroid topikal pada awal pengobatan hendaknya dimulai dengan kortikosteroid dengan potensi rendah

GRUP 5 KORTIKOSTEROID TOPIKAL (hidrokortison butirat)

RENCANA PENGOBATAN
KORTIKOSTEROID TOPIKAL GRUP 5 (hidrokortison butirat)

KOMBINASI DENGAN EMOLLIENT

EDUKASI PASIEN DAN MONITORING DALAM 2-4 MINGGU SETELAH DIDIAGNOSIS

REGIMEN TERAPI
KORTIKOSTEROID TOPIKAL
- Diberikan sekali atau
dua kali sehari, dosis 250 gram per minggu - Hentikan penggunaan - Pemakaian dibatasi hanya baby lotions 5-7 hari - Pilih emollient sediaan - Dioleskan tipis dan salep atau krim merata pada daerah yang - Gunakan segera setelah akan diobati mandi - Hidrokortison salep 1% (Cortaid) atau Betametason Valerate 0,05% (Beta-Val)

EMOLLIENT

WAKTU PEMAKAIAN
- Gunakan kortikosteroid setelah mandi - Absorbsi kortikosteroid lebih baik saat kulit lembab - Oleskan tipis secara merata di bagian ruam & diteruskan dg emolien setelah 30 menit pemberian kortikosteroiddan emolien dioleskan ke seluruh tubuh

TERAPI NON FARMAKOLOGI

Hingga kini tidak ada penyembuhan 100% untuk Atopic Dermatitis (AD) Selain dengan terapi farmakologi, penanganan non farmakologi juga sangat berperan penting dalam penyembuhan AD Diperlukan manajemen yang baik meliputi identifikasi dan menghindari pemicu eksternal, memelihara kenormalan kulit, terapi harus diindividualisasi, dan menggunakan pendekatan dari berbagai aspek. Hidrasi kulit merupakan penanganan non farmakologi yang paling utama

TERAPI NON FARMAKOLOGI

Identifikasi dan eliminasi alergen yang berpotensi memicu atau memperparah AD

Kurangi frekuensi mandi; cukup mandi sehari sekali saja


Gunakan air yang hangat ketika mandi Hindari penggunaan sabun yang dapat mengiritasi

Hindari penggunaan lap atau penggosok yang dapat mengiritasi


Lembabkan kulit yang kering, lalu tepuk-tepuk dengan lembut hingga kering Gunakan baju dan piyama yang berbahan katun

Baju harus dicuci 2 kali tanpa pemutih dan pelembut pakaian


Menjaga agar pasien tetap berada di lingkungan yang sejuk, hindarkan dari lingkungan yang terlalu panas

CONT..
Gunakan emollient segera setelah mandi Gunakan emollient yang bersifat oklusif karena mampu melambatkan kehilangan air pada lapisan kulit tanpa meninggalkan bau. Gunakan pelembab berbahan dasar minyak seperti lanolin, minyak tumbuhan, minyak mineral Jaga agar kuku tetap pendek dan bersih untuk mencegah timbulnya guratan ketika menggaruk Gunakan sarung tangan berbahan katun untuk mencegah menggaruk di malam hari Alihkan perhatian pasien dari menggaruk dengan aktivitas lain seperti bermain

EDUKASI & EVALUASI TERAPI

Tujuan umum terapi AD : untuk mengendalikan kondisi dengan mencegah timbulnya ruam sehingga memberikan kualitas hidup yang lebih baik dan mencegah timbulnya komplikasi Karena pasien masih bayi, hendaknya orang tua pasien diberikan edukasi mengenai penyakit dan terapi baik terapi farmakologi maupun non farmakologi secara lengkap dan jelas demi suksesnya pelaksanaan terapi AD Diperlukan hubungan yang baik antara profesional kesehatan dengan orang tua pasien sehingga terbangun kepercayaan orang tua pasien terhadap praktisi

EDUKASI ORANG TUA PASIEN

1. Beri penjelasan yang lengkap dan tepat pada orang tua pasien

mengenai obat yang dipilih serta bagaimana regimen terapinya


2. Beri penjelasan mengenai efek samping kortikosteroid dengan hati-hati kepada orang tua pasien. Anak-anak khususnya bayi sangat rentan terhadap efek samping, namun bukan berarti menjadi tidak diobati. Pengobatan yang tepat akan

meminimalisasi terjadinya efek samping.

Cont
3. Beri penjelasan bagi orang tua pasien mengenai berbagai pemicu AD seperti makanan, aeroalergen, dan iritan tertentu. 4. Beri pengarahan pada orang tua agar selalu memperhatikan label informasi yang tertera pada makanan. Jenis makanan yang menyebabkan alergi pada 90% anak dengan AD antara lain telur, susu formula, kacang, kacang kedelai, dan gandum. 5. Pasien perlu ditantang kembali (rechallenge) pada suatu waktu untuk menentukan apakah alergi tersebut terus berkembang atau tidak 6. Jika pasien Tono (7 bulan) masih menyusui, sebaiknya ibu pasien memperlama pemberian ASI tersebut.

EDUKASI ORANG TUA PASIEN


7. Menggaruk ruam yang gatal dapat memperparah keadaan AD. Oleh karena itu sebaiknya orangtua mengalihkan perhatian pasien dari menggaruk dengan kegiatan lain seperti bermain 8. Pasein AD rentan terhadap banyak iritan sehingga sebaiknya orang tua dapat mengidentifikasi serta mengeliminasi iritan-iritan tertentu seperti sabun, deterjen, bahan pakaian yang terlalu kasar, asap, serta paparan terhadap suhu dan kelembaban yang ekstrim 9. Orang tua dianjurkan untuk selalu memelihara

kelembaban kulit pasien dengan melakukan penanganan non farmakologi dengan baik

EVALUASI TERAPI
Pasien disarankan melakukan follow up dengan dokter atau apoteker dalam 2-4 minggu setelah diagnosis AD Jika pada minggu ketiga kondisi pasien belum menunjukkan perbaikan, maka hendaknya dilakukan tindakan sebagai berikut :

Evaluasi kepatuhan orang tua pasien dalam menjalankan terapi apakah


orang tua telah memberikan obat sesuai regimennya dengan benar atau tidak. Kegagalan terapi biasanya disebabkan oleh kesalahan dalam penggunaan

DAFTAR PUSTAKA
Anonim.2008. Iso farmakoterapi. PT.ISFI Penerbitan: Jakarta. halaman 23-51 www.medscape.org Jacob, Sharon E. 2006. Topical Corticosteroids : A Quick Guide To Potency, Structural Class And Cross-Reactivity. USA : Connectics NICE. 2007. Atopic Eczema in Children.