Anda di halaman 1dari 54

STANDAR MINIMAL PENANGGULANGAN MASALAH KESEHATAN AKIBAT BENCANA DAN PENANGANAN PENGUNGSI

PUSAT PENANGGULANGAN MASALAH KESEHATAN SEKRETARIAT JENDERAL DEPARTEMEN KESEHATAN TAHUN 2001

MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONES IA

KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 1357 / Menke /SK / !II / 2001 TENTANG STANDAR MINIMAL PENANGGULANGAN MASALAH KESEHATAN AKIBAT BENCANA DAN PENANGANAN PENGUNGSI MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Menimbang : a. bahwa ting gi Indone sia terhad ap merupakan salah terjadinya bencana satu ala m, bencana akibat ulah negara yang tergolong berisi ko manu sia

serta kedaruratan kompleks.


b. bahwa be ncana yang diikut i dengan pengungsi an menimbulkan masa lah

kesehatan yang berawal dari kurangnya air bersih dan berakibat pada buruknya kebersiha n dir i, burukny a sanita si lingkunga n ya ng

menyebabkan pengembangan beberapa jenis penyakit menular. 3. Bahwa sehubungan dengan butir a dan b terssebut diatas, maka perlu ditetapkan Keputusan Menteri Kesehatan tentang Standar Minimal. . !enanggulangan masalah Kesehatan "kibat Bencana dan !enanganan !engungsi. Mengingat : #. $ndang%undang Kesehatan &omor '3 tahun #((' tentang Kesehatan

)*embaran &egara tahun #((' &omor #++, tambahan *embaran &egara &omor (,'. Keputusan Menteri Kesehatan &omor (.(/Menkes/SK/I0/'++# tentang !rosedur 1etap !elayanan Kesehatan penanganan Bencana dan !enanganan !engungsi. 3. Keputusan Menteri Kesehatan &omor (.(/Menkes/SK/I0/'++# tentang 2rganisasi dan 1ata Kerja 3epartemen Kesehatan. . Kepres Bakornas !B! &omor ' tahun '++# tentang !edoman $mum !enggulangan Bencana dan !enanganan !engungsi.

,. Kepres Bakornas !B! &omor III tahun '++# tentang re4isi Kepres Bakornas !B! &omor 3/'++# Struktur Bakornas !B!. MEMUTUSKAN Menetapkan : !561"M" : K5!$1$S"& M5&156I K5S57"1"& 15&1"&8 S1"&3"6 MI&IM"* !5&"&88$*"&8"& M"S"*"7 K5S57"1"& "KIB"1 B5&9"&" 3"& !5&8"&"& !5&8$&8SI Standar Minimal !enangggulangan Masalah Kesehatan dan !enanganan !engungsi sebagaimana dimaksud pada diktum pertama tercantum dalam lampiran keputusan ini. Standar Minimal !enanggulangan Masalah Kesehatan dan !enanganan !engungsi merupakan salah satu upaya !emerintah dalam Bidang Kesehatan untuk menstandarisasi pelayanan kesehatan yang meliputi : pelayanan kesehatan, pencegahan dan pemberantassan penyakit gi:i menular, dan pangan, dan lingkungan serta hal%hal yang berkaitan dengan kebutuhan dasar

K53$" :

K51I8" :

kesehatan. Minimal Masalah da penangan K55M!"1 : Standar !enganggulangan Kesehatan n an !engun merupakan acuan setiap kegiatan penanggulang gsi bagi dalam an bencana dan penanganan pengungsi baik yang dilakukan oleh pemerintah, maupun oleh *SM serta swasta lainnya. K5*IM" Keputusan Menteri Kesehatan ini berlaku pada tanggal : ditetapkan 3itetapkan di : ;akarta

!ada tanggal : 3esember '++# M5&156I K5S57"1"& 6I D"# A$%&'( S)*)(+

KATA PENGANTAR !uji syukur kita panjatkan kehadirat 1uhan <M5, karena dengan 6ahmat%&ya buku Standar Minimal !enanggulangan Masalah Kesehatan "kibat Bencana dan !enanganan !engungsi dapat terselesaikan pada waktunya. 3alam menerbitkan buku pedoman ini telah ditempuh beberapa proses dan penela=ahan di tingkat !usat, 3aerah oleh berbagai program dan sektor terkait termasuk *embaga Swadaya Masyarakat )*SM-, untuk itu kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi%tingginya.
!edoman ini merupakan salah satu upaya pemerintah dalam bidang kesehatan untuk menstandarisasi akibat pelayanan kesehatan dalam penanggulangan masalah kesehatan

bencana dan penanganan pengungsi yang meliputi !elayanan Kesehatan, pencegahan dan

pemberantasan penyakit Menular, 8i:i dan pangan, dan lingkungan berkaitan dengan kebutuhan dasar kesehatan 3engan meenggunakan Standar ini diharapkan para pelaksana baik.

sert a da pat

hal%hal yang menyele ng>

garakan pelayanan kesehatan bagi korban bencana dan pananganan pengungsi dengan lebih Kami menyadari bahwa substansi buku ini masih belum dapat memenuhi keinginan yang diharapkan, untuk itu diharapkan para pengguna buku ini dapat memberikan masukan dalam penyempurnaannya. Kritik dan saran untuk perbaikan buku pedoman ini sangan diharapkan, dan semoga buku ini dapat berman?aat dalam penanggulangan masalah kesehatan akibat bencana. ;akart, &o4ember '++# Sekretaris ;enderal

D"# D'(+ S# A",'(+"e(*'- MPH

DA.TAR ISI
7alaman Kata !engantar @@@@@@@@@@@@@@@@@@@ 4i 3"A1"6 ISI @@@@@@@@@@@@@@@@@@@.. 4iii B"B I !5&3"7$*$"& @@@@@@@@@@@@@@ #

#. *atar Belakang @@@@@@@@@@@@@@. # '. "nalisa Situasi @@@@@@@@@@@@@@.. 3 3. 6uang *ingkup @@@@@@@@@@@@@@. , . !engerian atau Batasan @@@@@@@@@@@ B ,. 3asar 7ukum @@@@@@@@@@@@@@@ . B"B II. 1$;$"& 3"& S"S"6"& @@@@@@@@@@ C B"B III. K5BI;"K"& @@@@@@@@@@@@@@@.. ( B"B ID. S1"&3"6 MI&IM"* @@@@@@@@@@@. ## #. !elayanan Kesehatan @@@@@@@@@@@@@.. ## '. !encegahan dan pemberantasan !enyakit Menular @@@@@@@@@@@@@@@. @@@ # 3. 8i:i dan !aaangan @@@@@@@@@@@@@@ '# . *ingkungan @@@@@@@@@@@@@@@@@. 3( ,. 7al%hal yang berkaitan dengan kebutuhan dasar kessehatan @@@@@@@@@@@@@@@. B"B D. !5M"&1"$"& 3"& 5D"*$"SI @@@@.. ,# B"B DI. !5&$1$! @@@@@@@@@@@@@@.. ,3 .

BAB I
PENDAHULUAN
#. LATAR BELAKANG Perlu diketahui bahwa bencana yang diikuti dengan pengungsian menimbulkan masalah kesehatan yang sebenarnya diawali oleh masalah bidang/sektor lain. Timbulnya masalah kesehatan itu berawal dari kurangnya air bersih yang berakibat pada buruknya kebersihan diri, buruknya sanitasi lingkungan yang merupakan awal dari perkembangbiakan beberapa jenis penyakit menular dll. Persediaan pangan yang tidak mencukupi juga merupakan awal dari proses terjadinya penurunan derajat kesehatan dalam jangka panjang akan mempengaruhi secara langsung tingkat pemenuhan kebutuhan gizi seseorang. Dalam pengungsian tempat tinggal (shelter) yang ada sering tidak memenuhi syarat kesehatan yang mana secara langsung maupun tidak langsung akan menurunkan daya tahan tubuh dan bila tidak segera ditanggulangi akan menimbulkan masalah di bidang kesehatan. Penanggulangan masalah kesehatan merupakan kegiatan yang harus segera diberikan baik saat terjadi dan pasca bencana disertai pengungsian. ntuk itu di dalam penanggulangan masalah kesehatan pada bencana dan pengungsian harus mempunyai suatu pemahaman permasalahan dan penyelesaian secara menyeluruh. !ara ber"ikir dan bertindak tidak bias lagi secara sektoral, harus terkoordinir secaara baik dengan lintas sektor dan lintas program. #tandar minimal dalam penanggulangan masalah kesehatan akibat bencana dan penganan pengungsi ini merupakan standar yang dipakai di Dunia internasional. Dalam penggulangan masalah kesehatan akibat bencana dan penanganan pengungsi di $ndonesia diharapkan juga memakai standar ini dengan memper% hatikan hak &sasi 'anusia ((&') yaitu hak hidup, hak mendapatkan pertolongan/bantuan dan hak asasi lainnya. Dalam penerapan pemakaiannya, daerah yang menggunakan standar minimal ini diberi keleluasaan untuk melakukan penyesuaian beberapa poin yang diperlukan sesuai kondisi keadaan di lapangan. #tandar minimal ini dibuat dengan dasar pemikiran bahwa apabila tidak terpenuhinya batas minimal kebutuhan hidup masyarakat korban bencana atau

pengungsi, langsung maupun tidak langsung akan berakibat timbulnya masalah kedaruratan kesehatan. Dalam penanggulangan masalah kesehatan akibat bencana dan penganan pengungsi diperlukan standar)standar yang dapat dipakai sebagai pegangan atau patokan ukuran untuk merencanakan, memberi bantuan dan untuk menge*aluasi. Dibuatnya standar minimal ini untuk pegangan dalam setiap kegiatan penanggulangan bencana dan penanganan pengungsi baik yang dilakukan oleh pemerintah maupun oleh +#' serta swasta lainnya. '. ANALISIS SITUASI ,encana yang disertai dengan pengungsian sering menimbulkan masalah kesehatan masyarakat yang besar. Pada tahun -... jumlah pengungsi internal ($DPs) di $ndonesia telah mencapai lebih dari /,- juta orang. Dalam situasi bencana selalu terjadi kedaruratan di semua aspek kehidupan. Terjadinya kelumpuhan pemerintahan, rusaknya "asilitas umum, terganggunya system komunikasi dan transportasi, lumpuhnya pelayanan umum yang mengakibatkan terganggunya tatanan kehidupan masyarakat. 0atuhnya korban jiwa, hilangnya harta benda, meningkatnya angka kesakitan merupakan dampak dari adanya bencana. Pada pasca bencana beberapa hal yang perlu mendapatkan perhatian dan kajian lebih lanjut adalah 1 /. Perkiraan jumlah orang yang menjadi korban bencana (meninggal, sakit, cacat) dan ciri)ciri demogra"inya. '. 0umlah "asilitas kesehatan yang ber"ungsi milik pemerintah dan swasta. 3. 2etersediaan obat dan alat kesehatan. . Tenaga kesehatan yang masih melaksanakan tugas. ,. 2elompok)kelompok masyarakat yang berisiko tinggi (bayi, balita, ibu hamil, buni"as dan manula) B. 2emampuan dan sumberdaya setempat $denti"ikasi dan kecenderungan masalah #etelah diketahui terjadi suatu bencana, langkah berikutnya segara melakukan kegiatan identi"ikasi masalah. Dalam mengidenti"ikasi masalah yang perlu diperhatikan yaitu 1

Penyebab masalah, besar ) kecil dan berat ) ringannya masalah dan berdampak pada masyarakat luas atau terbatas. Dalam banyak hal mengenai bencana baik karena alam atau karena ulah manusia (kon"lik sosial dengan kekerasan) yang disertai dengan pengungsian, timbulnya masalah kesehatan sering terkait dengan menurunnya pelayanan kesehatan, timbulnya kasus penyakit menular, terbatasnya persediaan pangan dan menurunnya status gizi masyarakat, memburuknya sanitasi lingkungan karena kurangnya persediaan air bersih, terbatasnya tempat penampungan pengungsi (papan) serta sandang. Dalam pemberian pelayanan kesehatan pada kondisi bencana sering tidak memadai. (al ini terjadi akibat rusaknya "asilitas kesehatan, tidak memadainya jumlah dan jenis obat serta alat kesehatan, terbatasnya tenaga kesehatan, terbatasnya dana operasional pelayanan di lapangan, ,ila kondisi tersebut tidak segera ditangani dapat menimbulkan dampak yang lebih buruk akibat bencana tersebut. Pada situasi bencana yang mengakibatkan rusaknya lahan pertanian yang mengakibatkan produksi menurun, terputusnya sarana dan prasarana transportasi yang akan mempengaruhi kelancaran distribusi pangan, terputusnya jaringan komunikasi yang mengakibatkan terlambatnya in"ormasi, terjadinya konsentrasi massa disuatu tempat menimbulkan peningkatan kebutuhan bahan makanan. 2ondisi tersebut diatas menciptakan situasi rawan pangan. Pemberian yang tidak sesuai dengan standar kebutuhan pangan dalam jangka panjang akan menurunkan status gizi masyarakat. Terbatasnya persediaan air bersih, sanitasi lingkungan yang buruk, menurunnya daya tahan tubuh merupakan masalah yang sering timbul dalam kondisi bencana dan penanganannya belum memadai. Penanganan yang diberikan belum merujuk pada suatu standar pelayanan minimal. Dapat diprediksi akan terjadi peningkatan kasus penyakit menyular. #etelah mengetahui kemungkinan yang akan terjadi dari anlisis diatas diperlukan suatu program kegiatan yang bias mempertahankan derajat kesehatan masyarakat. 3encana kegiatan yang akan dilaksanakan dalam penanggulangan bencana dan penganan pengungsi disamping mengacu kepada protap dan

pedoman)pedoman yang ada, juga diperlukan memakai standar minimal penanggulangan masalah kesehatan 3. RUANG LINGKUP ,uku ini membahas tentang standar minimal yang meliputi pelayanan kesehatan, pencegahan dan pemberantasan penyakit menular, gizi dan pangan, lingkungan serta papan dan sandang. . PENGERIAN ATAU BATASAN #. Standar Minimal &dalah ukuran terkecil atau terendah dari kebutuhan hidup (air bersih dan sanitasi, persediaan pangan, pemenuhan gizi, tempat tinggal dan pelayanan kesehatan) yang harus dipenuhi kepada korban bencana atau pengungsi untuk dapat hidup sehat, layak dan manusiawi. '. Bencana &dalah peristiwa/kejadian pada suatu daerah yang mengakibatkan kerusakan ekologi, kerugian kehidupan manusia serta memburuknya kesehatan dan pelayanan kesehatan yang bermakna sehingga memerlukan bantuan luar biasa dari pihak luar. 3. Tolok Ukur &dalah pertanda yang menunujukkan bahwa suatu standar sudah (atau belum) tercapai. Tolok ukur ini menyediakan cara untuk mengukur/ menilai dan mengkomunikasikan dampak atau hasil suatu program, juga prosesnya dan metoda)metodanya. Tolok ukur bisa bersi"at kuantitati" (berupa angka)angka yang menunjukkan jumlah atau persentase), bisa juga bersi"at kualitati" (berbenruk paparan keadaan atau status) . ,. #. DASAR HUKUM ndang ) undang 2esehatan nomor -4 tahun /55- tentang kesehatan '. 2eputusan Presiden nomor 4 tahun -../ ,akornas P,P. 3. 2eputusan 'enteri 2esehatan nomor /4. tahun -... tentang 6rganisasi dan tata kerja Depkes. . 2eputusan 'enteri 2esehatan nomor 778 tahun -../ tentang tata kerja Depkes dan 2esos.

,. 2eputusan 'enteri 2esehatan nomor 778 tahun -../ tentang Prosedur Tetap Pelayanan 2esehatan penanggulangan ,encana dan Penganan Pengungsi. 2eputusan #ekretaris ,akornas P,P nomor - tahun -../ tentan Pedoman Penanggulangan ,encana dan penanganan Pengungsi. mum

BAB II TUJUAN DAN SASARAN #. TUJUAN mum 1 Terselenggaranya pelayanan kesehatan bagi korban akibat bencana dan pengungsi sesuai dengan standar minimal. 2husus 1 #. Terpenuhinya pelayanan kesehatan bagi korban bencana dan pengungsi sesuai standar minimal. '. Terpenuhinya pemberantasan dan pencegahan penyakit menular bagi korban bencana dan pengungsi sesuai standar minimal. 3. Terpenuhinya kebutuhan pangan dan gizi bagi korban bencana dan pengungsi sesuai standar minimal. . Terpenuhinya kesehatan lingkungan bagi korban bencana dan pengungsi sesuai standar minimal. ,. Terpenuhinya kebutuhan papan dan sandang bagi korban bencana dan pengungsi sesuai standar minimal '. SASARAN Petugas kesehatan dan organisasi terkait dalam penanggulangan bencana dan penanganan pengungsi.

BAB III KEBIJAKAN #. #etiap korban bencana dengan masalah kesehatan akan mendapatkan pelayanan kesehatan secara optimal. '. 'engurangi risiko terjadinya penularan penyakit melalui upaya pencegahan dan pemberantasan penyakit dengan peningkatan sur*eilans epidemiologi. 3. 'emberikan pelayanan pangan dan gizi dalam jumlah dan jenis yang cukup
untuk mempertahankan dan meningkatkan status kesehatan dan keadaan

gizi yang terdiri dari. #. Penanggulangan masalah gizi pengungsi melalui orientasi dan pelatihan secara pro"essional oleh tenaga lapaangan. '. 'enyelenggarakan kedaruratan inter*ensi gizi dilaksanakan pre*alensi, berdasarkan keadaan tingkat penyakit, dengan memperhatikan

ketersediaan sumberdaya (tenaga, dana dan sarana). kebijakan yang ada, kondisi penampungan sera latar belakang social budaya 3. 'elakukan sur*eilans gizi untuk memantau perkembangan jumlah pengungsi, keadaan status gizi dan kesehatan. . 'eningkatkan koordinasi lintas program, lintas sector, +#', dan ormas dalam penanggulangan masalah gizi pada setiap tahap, dengan melibatkan tenaga ahli dibidang 1 gizi, sanitasi, e*aluasi dan monitoring (sur*eilans) serta loghistik. ,. Pemberdayaan pengungsi dibidang pemenuhan kebutuhan pangan dilakukan sejak awal pengungsian. B. &pabila pengungsian bertempat tinggal di pemukiman penduduk, maka untuk penanganannya perlu dikoordinasikan dengan palayanan kesehatan se% tempat. . 'engurangi risiko terjadinya penularan penyakit melalui media lingkunga akibat terbatasnya sarana kesehatan lingkungn yang ada ditempat pengungsian, melalui pengawasan dan perbaikan kualitas 2esehatan +ingkungan dan kecukupan air bersih. ,. 'emberikan bantuan teknis dalam upaya pemenuhan papan dan sandang yang memenuhi syarat kesehatan.

BAB I STANDAR MINIMAL #. PELA!ANAN KESEHATAN #. Pelayanan 2esehatan 'asyarakat Pelayanan kesehatan masyarakat korban bencana didasarkan pada penilaian situasi awal serta data in"ormasi kesehatan berkelanjutan, ber"ungsi untuk mencegah pertambahan/menurunkan tingkat mekatian dan jatuhnya korban akibat penyakit melalui pelayanan kesehatan yang sesuai dengan kebutuhan. Tolok Ukur 1 #- Puskesmas setempat, Puskesmas Pembantu, ,idang Desa dan Pos kesehatan yang ada. '- ,ila mungkin, 3# #wasta, ,alai pengobatan #wasta, +#' +okal maupun +#' $nternasional yang terkait dengan bidang kesehatan bekerja sama serta mengkoordinasikan upaya)upaya pelayanan kesehatan bersama. 3- 'emakai standar pelayanan puskesmas. - Dalam kasus)kasus tertentu rujukan dapat dilakukan melalui system rujukan yang ada. ,- / (satu) Pusat 2esehatan pengungsi untuk -..... orang. B- / (satu) 3umah #akit untuk -...... orang

Dalam keadaan darurat terjadi perubahan angka kematian dari biasanya. Tingkat kematian kasar 1 Tolok ukur " /) -) 4) 7) :) 9ormal rate Darurat terkontrol Darurat kerusakan serius Darurat tidak terkontrol 2erusakan berat .,4 sampai .,://..... pddk/hari ; ///..... pddk/hari < ///..... pddk/hari < -//..... pddk/hari < ://..... pddk/hari

Tingkat kematian bayi dibawah : tahun 1 Tolok ukur 1 /) -) 4) 7) 9ormal rate Darurat terkontrol Darurat kerusakan serius Darurat tidak terkontrol ///..... pddk/hari ; -//..... < -//..... pddk/hari < 7//..... pddk/h ari pddk/h ari

'. 2esehatan 3eproduksi 2egiatan yang harus dilaksanakan pada kesehatan reproduksi adalah 1 #. 2eluarga ,erencana (2,) '. 2esehatan $bu dan &nak antara lain 1 #. Pelayanan kehamilan, persalinan dan ni"as. '. Pelayanan pasca keguguran. 3. Deteksi Dini dan penanggulangan P'# dan ($=/&$D# . 2esehatan 3eproduksi 3emaja 3. 2esehatan 0iwa Penanggulangan penderita stress paska trauma bisa dilakukan di lini lapangan sampai ketingkat rujukan tertinggi, dalam bentuk kegiatan penyuluhan, bimbingan, konseling, dalam bentuk kegiatan penyuluhan, bimbingan, konseling, yang tentunya disesuaikan dengan kemampuan dan kewenangan petugas di setiap jenjang pelayanan. Penanggulangan penderita stress paska trauma di lini lapangan dapat dilakukan oleh para relawan yang tergabung dalam lembaga/organisasi masyarakat atau keagamaan maupun petugas pemerintah ditingkat desa dan atau kecamatan, Penanggulangan penderita stress paska trauma bisa dilakukan dalam 4 (tiga) jenis kegiatan, yaitu 1 #. Penyuluhan kelompok besar (lebih dari -. orang) '. &hli Psikologi 3. 2ader masyarakat yang telah dilatih. Persyaratan sarana rujukan penderita Post Traumatic #tress (PT#) #. Puskesmas

'. 2linik Psikologi 3. 3umah #akit mum . 3umah sakit 2husus 0iwa

#$ PEN%EGAHAN DAN PEMBERANTASAN PEN!AKIT MENULAR #. ak&ina&i =aksinasi campak harus dijadikan prioritas sedini mungkin dalam kekeadaan darurat. Program *aksinasi harus segera dimulai begitu tenaga kesehatan, *aksin, peralatan dan perlengkapan lain sudah tersedia, tanpa menunda)nunda lagi. Tidak perlu menunggu sampai *aksin ) *aksin lain tersedia, atau sampai sudah muncul laporan adanya penderita campak dilokasi, 'ungkin (namum sangat jarang terjadi) tim penilai situasi awal memutuskan bahwa *aksinasi campak tidak perlu dilakukan. ,ila demikian keputusan ini haruslah di dasari oleh "aktor % "actor epidemiologis, misalnya pelaksanaan kampanye *aksinasi sebelumnya didaerah itu, tingkat cangkupan *aksinasi yang sudah dijalankan, serta perkiraan jumlah penduduk yang paling rentan terkena campak. Dampak kondisi lain, tim penilai situasi awal mungkin merekomendasikan agar setiap orang yang telah berusia lebih dari /: tahun harus pula di*aksin, dengan alasan kuat bahwa nampak terbukti tingkat usia ini pun rawan terkena campak. Tolok ukur kunci 1 #- ,ila muncul satu kasus campak (yang baru dalam tahap diduga ataupun sudah dipastikan) ini berarti harus diadakan pemantauan dilokasi termasuk mengenai status *aksinasi dan usia pasien . '- Dalam pengendalian wabah campak pemberian *aksin kepada anak usia 8 bulan sampai /: tahun atau lebih dan pemberian dosis *it & yang tepat adalah kuncinya. 3- !acar air (/.> dari penduduk berusia 8 bulan sampai : tahun belum diimunisasi. - Penyakit in"eksi perna"asan (ada kecenderungan peningkatan kasus) ,- Diare (ada kecenderungan peningkatan kasus) ,ila yang dihadapi di lapangan adalah situasi pengungsian, para pendatang baru ke lokasi/kamp/penampungan/pemukiman sementara secara sistematis harus di*aksin. #emua anak usia 8 bulan hingga /: tahun menerima *aksin campak dan *itamin & dengan dosis yang tepat. Tolok ukur kunci 1

dilaksanakan oleh Puskesmas dibawah koordinasi Dinas 2esehatan 2abupaten dan bekerja sama dengan instansi terkait. #- #ampai /..> dari semua anak dalam kelompok sasaran (termasuk para pendatang baru di kamp pengungsian ) sudah di*aksin. '- Pasokan *aksin di lokasi setara dengan /7> kelompok sasaran, termasuk /:> untuk kemungkinan terbuang/tidak terpakai dan -:> cadangan 1 kebutuhan bagi pendatang baru diproyeksikan 1 bila belum tersedia *aksin harus didatangkan. 3- ?ang digunakan hanyalah *aksin dan jarum)jarum suntik sekali pakai yang memenuhi ketentuan @(6. - 3antai pasokan harus terus dipantau sejak pembuatannya sampai kelokasi pemberian *aksin untuk menjamin kelayakannya. ,- Persediaan jarum suntik di lokasi setara dengan /-:> kelompok sasaran, termasuk -:> cadangan jarum)jarum suntik berkapasitas : mililiter untuk melarutkan dosis)dosis jamak tersedia. Diperlukan satu jarum suntik untuk setiap zat yang akan dilarutkan bersama. B- 2otak pengaman yang sesuai dengan rekomendasi @(6 tersedia untuk masing)masing jarum suntik sebelum dibuang sesudah digunakan. 2otak) kotak dibuang sesuai ketentuan @(6. .- Pasokan *itamin & setara dengan /-:> kelompok sasaran termasuk -:> cadangan bila akan digunakan bersamaan dengan kampanye *aksinasi campak. C- 2epala Puskesmas merencanakan kebutuhan *aksin, 2'#. ,uku induk khusus penanganan kesehatan pengungsi, peralatan dan tenaga kesehatan (juru imunisasi) dengan memperhitungkan jumlah sasaran sekaligus pemberian *itamin & #+- Tanggal pemberian *aksin dicatat setiap catatan kesehatan anak (memakai buku induk). ,ila mungkin disediakan juga catatan kesehatan. ##- ,ayi yang di*aksin sebelum usia 5 bulan memerlukan re*aksinasi bila usianya mencapai 5 bulan. #'- Puskesmas melaksanakan memastikan *aksinasi berkesinambungan yang rutin terhadapa setiap pendatang baru di kamp pengungsian, dan anak)anak yang butuh *aksinasi)kedua (bayi yang mengidenti*ikasi

mencapai usia 5 bulan)

#3- Pesan ) pesan yang rele*an dalam bahasa daerah etempat disebarluaskan kepada kelompok ) kelompok ibu atau pengasuh anak yang tengah menunggu giliran mencakup antara lain man"aat *aksin, apa kemungkinan e"ek sampingnya, kapan harus kembali untuk memperoleh re*aksinasi, dan mengapa harus menyimpan 2artu 'enuju #ehat (2'#) '. Ma&ala' Umum Ke&e'atan di Pen(un(&ian ,eberapa jenis penyakit yang sering timbul pada keadaan darurat dan penyebab dari penyakit tersebut serta tindakan pencegahannya adalah sebagai berikut 1 Penyakit Diare Penyebab
? ? ? ? Pemukiman terlalu padat Pencemaranairdan makanan

Tindakan Pre*enti*
?? 'enyediakan cukup area yang

??Pendidikan mengenai ??2esehatan ?? 'embagikan pembersih

?? #anitasi jelek

sabun

?? 2esadaran kebersihan makan dan pribadi


a i Penyediaan r makanan yang cukup.

??

ber sih

dan

!acar

? ? ? ?

Pemukiman terlalu Padat =aksinasi tak jalan

? ?

'enyediaka n

ar ea

yan g

cukup ?? $munisasi untuk anak balita ? ? da n ? ? . ar 'enyediaka e yan n a g cukup Perlindungan yang cukup seperti pakaian yang layak dan selimut yang memadai 'emberanta tem s pat ber kembangbiaknya nyamuk

Penyakit perna"asa n

? ? ? ? ? ?

Perumah an 2urangan ya pakaian

kumuh selimut

'erokok di tempat umum ? ?

? ?

'alaria

Tempat tinggal yang tidak kondusi" untuk perkembangbiakan nyamuk

Penyemprota da jug n n a menjaga kebersihan lingkungan ? penyediaan ? kelambu ? Penyedia ? an obat pencegah yang aman untuk anak kecil dan ibu hamil ? ? ? ? minim unt #tandar al uk tempat tinggal yang layak $munisas sesua denga i i n anjuran dokter minim al unt uk

'eningitis

? ?

pemukiman yang terlalu padat

Tuberculoss e

? ? ? ? ? ? ?

Pemukiman yang terlalu padat Aagal gizi 3entan terhadap *irus T,! Pemukiman yang padat

? ?

#tandar

? ? ?

tempat tinggal yang layak $munisa si #atanda minim unt

Typhoid

? ? ? ? ? ? ?

? 2esadaran kebersihan kurang 2urangnya air bersih 2urangnya sanitasi

al

uk

? ? ? ? ? ?

tempat tinggal yang layak &ir bersih yang cukup #anitasi yang memadai 2esadaranak an pentingnya kebersih an.

!acing an

? ? ? ?

pemukimanyang padat #anitasi tidak memadai

? ?

#tandar minimal untuk tempat tinggal yang layak ? #anitasi yang ? laya ? 'emakai alas ? kaki ?? 2esadaran akan kesehatan indi*idu ? ? ? ? #tandar minimal untuk tempat tinggal yang layak !ukup tersedianya air bersih dan sabun pembersi h

#cabi es

? ? ? ?

Pemukim an padat 2urangny a

yan g

kesadara n

kesehatan diri Beroph tal mia kuran g *it & &nemi a ? ? 'alar ia, kuran g "olate . Tetanu s ? ? +uka diraw at z a t cacingan , b e da si n ? ? Tindakan pencegah dari sumber ) sumber penyakit 'engatur pola makan P42 yang memadai $munisasi bagi ibu penyuluh an alat cukur tenta ng hamil dan kebersih an membe ri gunting , / ? ? ? ? Diet yang tidak sesuai Disebabk an penyakit in"ek cacar da si, air n diare ? ? !ukup mengkonsumsi makanan yang mengandung*itamin & $munisas mencega i untuk h tersebut

? ?

penyak it

? ? ? ? ? ?

yang

tida k

? ?

#ala 1 h perlakuan wakt kelahirka u n menyebabkan penyakit tetan us Tidak ?

(ipatit

Penyediaan air bersih yang

is

bersih a i r da n

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

cukup #anitasi yang memadai Ttans"usi darah yang aman

?? Pencemaran makanan / ? ? ? ? ? ?

#TD ($=

Tidak bermasyarakat 2esalahan trans"usi 2urangnya in"ormasi

Tes #yphilis selama kehamilan Tes darah untuk Tans"usi Tindakan pencegahan Pendidikan kesehatan Penyediaan kondom Tidak berganti pasangan

3. Mana)emen Ka&u& #emua anak yang terkena penyakit menular dirawat selayaknya agar risiko) risiko lebih jauh terhindarkan, termasuk kematian. Tolok ukur 2unci 1 #- #istem pelacakan yang meliputi seluruh penduduk dengan menggunakan de"inisi kasus standar dan merujuk kepada kasus)kasus campak, yang dicurigai maupun yang sudah dikon"irmasi, dijalankan.

'- #etiap pasien menerima *itamin & dan perawatan untuk komplikasi seperti misalnya pneumonia, gastroenteritis, kekurangan gizi yang parah, dan miningoencephalitis, yang dapat mengakibatkan kematian. 3- #tatus anak penderita campak dipantau, dan bila perlu dimasukkan dalam program pemberian bantuan pangan/gizi . Sur*eilan& #ur*eilans dilakukan terhadap beberapa penyakit menular. Tolok kur 2unci 1 #- Puskesmas dibawah koordinasi Dinas 2esehatan 2abupaten bertanggung jawab atas pemantauan dan pengendalian secara jelas ditetapkan (Protap penaggulangan 'asalah 2esehatan akibat bencana dan penanganan Pengungsi), dan seluruh +#' kemanusiaan di lokasi mengetahui kemana harus mengirimkan laporan bila menjumpai kasus penyakit menular, baik yang baru dalam tahap dicurigai ataupun sudah dikon"irmasikan. '- Pemantauan dilangsungkan sepanjang waktu agar bisa secepatnya melacak dan
mengambil tindakan jika didapati kasus penyakit menular sedini mungkin.

,. Ketena(aan 0umlah kebutuhan tenaga kesehatan untuk penanganan pengungsi antara /..... ) -..... 1 /) -) 4) 7) :) 8) C) D) 5) Pekerja kesehatan lingkungan ,idan Para medis Dokter &sisten &poteker Teknisi +aboratorium Pembantu mum /. ) -. orang ) /. : orang 7 ) : orang / orang / orang / orang ) /. : orang - ) 7 orang /. )-. orang

Pengawas #anitasi &sisten Pengawas #anitasi

3. GI+I DAN PANGAN A$ Penan((ulan(an ma&ala' (i,i di-en(un(&ian adala' &e.a(ai .erikut "

#. 'elakasnakan pro"esionalisme tenaga lapangan untuk penanganan gizi pengungsi melalui orientasi dan pelatihan.

'. 'enyelenggarakan inter*ensi gizi dilaksanakan berdasarkan tingkat kedaruratan dengan memperhatikan pre*alensi, keadaan penyakit, ketersediaan seumberdaya (tenaga, dana dan sarana), kebijakan yang ada, kondisi penampungan serta latar belakang social budaya. 'elakukan sur*eilans gizi untuk memantau perkembangan jumlah pengungsi, keadaan status gizi dan kesehatan 3. 'eningkatkan koordinasi lintas program, lintas sektoral, +#', dan ormas gizi pada setiap dalam penanggulangan masalah tahap, dengan melibatkan tenaga ahli di bidang 1 (#ur*eilans) serta +ogistik . Pemberdayaan pengungsi bidang pemenuhan dan dapat dimemperta hankan status gizi. semp at meng identi "ikasi peng ungsi secar a lengk ap 3. ,elu m ada peren cana an pemb erian maka nan terinc i sehin #asarannya adalah seluruh pengungsi, dengan kegiatan 1 #. Pemberian makanan jadi dalam waktu sesingkat mungkin. '. Pendataan awal , jumlah pengungsi, jenis kelamin, Aizi, #anitasi, E*aluasi dan 'onitoring gga semua golongan menerima makanan sama Fase ini maksimum selama : hari Fase ini bertujuan memberikan makanan kepada masyarakat agar tidak lapar. umur bahan yang

kebutuhan panganTahap ini terdiri dari dilakukan sejak- "ase awal pengungsian. yaitu 1 Prinsip penanganan gizi #. Fase pertam a ("ase darurat terdiri dari - tahap /) yaitu tahap penyelamatan adalah saat 1 dan tahap tanggap #. Pen darurat serta melakukan gun gsi pengamatan/#ur*eilans baru terk gizi. ena ben can Ta'a- Pen/elamatan a. Tahap penyelamatan '. Pet uga merupakan kegiatan s yang bertujuan agar para belu m pengungsi tidak lapar

golongan umur.

3. Penyelenggaraan dapur umum (merujuk ke Depsos), dengan standar minimal. '. Fasse kedua ("ase $$) adalah saat 1 #. Pengungsi sudah lebih dari : hari bermukim ditempat pengungsian. '. #udah ada gambaran keadaan umum pengungsi (jumlah, golongan umur, jenis kelamin keadaan lingkungan dan sebagainya), sehingga

perencanaan pemberian bahan makanan sudah lebih terinci, 3. Pada umumnya bantuan bahan makanan cukup tersedia. #asaran pada "ase ini adalah seluruh pengungsi dengan kegiatan 1 #. Pengumpulan dan pengolahan data dasar status gizi. '. 'enentukan strategi inter*ensi berdasarkan analisis status gizi. 3. 'erencanakan kebutuhan pangan untuk suplementasi gizi . 'enyediakan paket ,antuan pangan (ransum) yang cukup, mudah dikonsumsi oleh semua golongan umur dengan syarat minimal ssebagai berikut G #- #etiap orang diperhitungkan menerima ransum senilai -./.. 2kal, 7. gram lemak dan :. gram protein per hari. '- Diusahakan memberikan pangan sesuai dengan kebiasaan dan ketersediaan setempat, mudah diangkut, disimpan dan didistribusikan. 3- (arus memenuhi kebutuhan *itamin dan mineral. - 'endistribusikan ransum sampai ditetapkannya jenis inter*ensi gizi berdasarkan hasil data dasar (maksimum - minggu) ,- 'emberikan penyuluhan kepada pengungsi tentang kebutuhan gizi dan cara pengolahan bahan makanan masing)masing anggota keluarga. Ta'a- Tan((a- Darurat Tahap ini dimulai selambat)lambatnya pada hari ke -. di tempat pengungsian. Ke(iatan #. 'elakukan penapisan (screening) bila pre*alensi gizi kurang balita /.)/7.5> atau :)5..> yang disertai dengan "actor pemburuk.

'. 'enyelenggarakan

pemberian

makanan

tambahan

sesuaidengan

jenis

inter*ensi yang telah ditetapkan pada tahap / "ase $$ (P'T darurat/3ansum, P'T darurat terbatas serta P'T terapi). 3. 'elakukan penyuluhan baik perorangan atau kelompok dengan materi penyuluhan sesuai dengan butir b. . 'emantau perkembangan status gizi melalui sur*eilans. ,. 'elakukan modi"ikasi/perbaikan inter*ensi sesuai dengan perubahan tingkat kedaruratan 1 #. 0ika pre*alensi gizi kurang < /:> atau /.)/7> dengan "actor pemburuk, diberikan paket pangan dengan standar minimal per orang perhari (ransum), dan diberikan P'T darurat untuk balita, ibu hamil ibu meneteki dan lansia serta P'T terapi bagi penderita gizi buruk. 2etentuan kecukupan gizi pada P'T darurat sama seperti standar ransum. '. 0ika pre*alensi gizi kurang /.)/7.5> atau :)5.5> dengan "actor pemburuk diberikan P'T darurat terbatas pada balita, ibu hamil, ibu meneteki dan lansia yang kurang gizi serta P'T terapi kepada penderita gizi buruk. 3. 0ika pre*alensi gizi kurang ; /.> tanpa "actor pemburuk atau ; :> dengan "actor pemburuk maka dilakukan penganan penderita gizi kurang melalui pelayanan kesehatan setempat. '. Pen(amatan0Sur*eilan& Gi,i Tahapan yang dilakukan pada sur*eilans gizi pengungsi dalam keadaan darurat adalah 1 #. 3egistrasi pengungsi 3egistrasi perlu dilakukan secepat mungkin untuk mengetahui jumlah 22, jumlah pengungsi (jiwa), jenis kelamin, umur dan bumil/buteki/usila. Di samping itu diperlukan data penunjang lainnya misalnya 1 luas wilayah, jumlah camp, sarana air bersih yang dapat diperoleh dari sumber data lainnya. 3egistrasi dapat dilakukan sendiri atau menggunakan data yang telah tersedia misalnya dari #atkorlak. Data tersebut digunakan untuk menghitung kebutuhan bahan makanan pada tahap penyelamatan dan merencanakan tahapan sur*eilans berikutnya. '. Pengumpulan dan dasar gizi

Data yang dikumpulkan adalah antropometri meliputi 1 berat badan, tinggi badan, umur untuk menentukan status gizi. Data antropometri ini dikumpulkan melalui sur*ei dengan metodologi sur*eilans atau sur*ei cepat. Di samping itu diperlukan data penujang lainnya seperti 1 diare, $#P&/ Pneumonia, campak, malaria, angka kematian kasar dan kematian balita. Data penunjang ini dapat direroleh dari sumber lainnya, seperti sur*ei penyakit dari P-'. Data ini digunakan untuk menentukan tingkat kedaruratan gizi dan jenis inter*ensi yang diperlukan. 3. Penapisan Penapisan dilakukan apabila diperlukan inter*ensi pemberian makanan tambahan secar terbatas (P'T darurat terbatas) dan P'T terapi. ntuk itu dilakukan pengukuran antropometri ( ,,/T,) semua anak untuk menentukan sasaran inter*ensi. Pada kelompok rentan lainnya, penapisan dilakukan dengan melakukan pengukuran +ingkar +engan &tas /+$+& . . Pemantauan dan e*aluasi Pemantauan dan e*aluasi ditujukan untuk menilai perubahan yang terjadi terhadap status gizi pengungsi. Pemantauan dan e*aluasi terdiri dari 1 #- Pemantauan pertumbuhan balita yang dilakukan setiap bulan dengan menggunakan 2'# 1 '- Penilaian keadaan gizi seluruh balita setelah periode tertentu (4 bulan) untuk dibandingkan dengan data dasar ntuk keperluan sur*eilans gizi pengungsi, beberapa hal yang perlu disiapkan adalah 1 #. Petugas pelaksana adalah tenaga gizi (&hli gizi atau tenaga pelaksana gizi) yang sudah mendapat latihan khusus penganggulangan gizi dalam keadaan darurat. 0umlah petugas pelaksana gizi minimal tiga orang tenaga gizi terlatih, agar sur*eilans dapat dilakukan secepat mungkin. Tenaga pelaksana gizi ini akan bekerja secara tim dengan sur*eilans penyakit atau tenaga kedaruratan lainnya '. &lat untuk identi"ikasi, pengumpulan data dasar, pemantauan dan e*aluasi 1 #. Formulir untuk registrasi awal dan pengumpulan data dasar dan skrining/ penapisan, dan juga "ormulir untuk pemantauan dan e*aluasi secara periodik.

'. &lat ukur antropometri untuk balita dan kelompok umur golongan rawan lainnya. ntuk balita diperlukan timbangan berat badan (dacin/salter) alat ukur panjang badan (portable) dan medline (meteran) 3. 'onitoring pertumbuhan untuk balita (2'#) . 0ika memungkinkan disiapkan komputer yang dilengkakpi dengan system aplikasi untu pemantauan setiap indi*idu 3. 'elakukan kajian data sur*eilans gizi dengan mengintegrasikan in"ormasi dari sur*eilans lainnya (penyakit dan kematian). 3. Kekuran(an itamin A 12ero-t'almia3 Pada anak)anak usia 8 hingga C/ minggu (jika ditemukan kondisi yang sesuai dengan satu tolak ukur atau lebih, berarti perlu diambil tindakan dalam lingkup kesehatan masyarakat secara menyeluruh) Tolok kur 3abun ayam ( usia penderita antara -7 ) C/ bulan ) Berosis 2onjungti*al dengan binti ) bintik bitot Berosis cornea / pembengkakan / keratomalasi Aoresan ) goresan pada kornea 2eberadaan 'ininum

</>

< .,: >

< .,./ > < .,.: >

. Kekuran(an !odium dan -en(endaliann/a melalui !odiomi&a&i (aram 2ekuraangan ?odium bersi"at problematic, $ndikator)indikator biokimia barangkali tidak bisa diukur dalam situasi darurat atau bencana, sementara pengungkuran klinis terhambat risiko ketidakakuratan, Tetapi pemeriksaan urin untuk mengetahui kadar ?odium perlu dilakukan guna mendapatkan gambaran penuh tentang stetus ?odium, dan petunjuk kasar ke arah keparahan situasi bisa diperoleh melalui pemeriksaan klinis terhadap anak)anak usia 8)/- tahun

Tolok kur

#asaran
&n ak ) anak usia

#kala 'asalah kesehatan 'asyarakat 3ingan #edang


-...s/d-5.5>

Parah
4... > ke atas

Aondok tingkat < . Thyr oid *olume< centi ke 5C le lewat ultrasoun d Tingkatyodium dala rata)rata m urine (g / $) (ormon perangsa thyroi ng d < : / $ darah Thyroglob rata uli ) rata ( mg / ml seru m

:.. s/d/5.5 >

sekolah (8)/- tahun ) &n ak ) anak usia

:..s/d/5.5>

-... s/d -5.5 >

4...> ke atas

sekolah

&nak ) anak

:. s/d 55>

-. s / d 75

< -.

,a yi

4..s/d /5.. >

-... s/d 45.5 >

7... > ke atas

&n ) anak ak dan orang dewasa

/... s/d /5.5

-... s/d 45.5

7... ke atas

E $ Ke.utu'an 4 ke.utu'an (i,i 2adar gizi yang bisa dipakai untuk tujuan ) tujuan perencanaan dalam proses penilaian situasi awal dilapangan pada keadaan darurat atau bencana. Hat Aizi Eenergi Protein +imak =itamin & Thiamine ( ,$ ) 3ibo"l*in ( =itamin ,- ) 2ebutuhan 'asyarakat rata % rata -./.. 2 !al /. ) /- > Eergi total( :- ) 84 gram ) tetapi kurang dar /: > /C > dari energi total 5 7. gram ) /.888 + ( atau .,: mg 3E ) .,5 mg ( atau .,7 mg / masukan /.... 2 cal ) /,7 mg ( atau .,7 mg / masukan /.... 2 cal )

9iasin ( =itamin ,4 ) =itamin ! =itamin D Hat ,esi ?odium

/- mg ( atau 8,8 mg / masukan /.... 2 cal ) -D mg 4,- ) 4,D g !alsi"erol -- mg ( ketersediaan sumber alami rendah, yakni :)5> /:. g

5$ Kualita& dan keamanan -an(an Pangan yang dibagikan kepada masyarakat korban bencana bermutu baik dan di tangani secara aman sehingga layak dikonsumsi manusia Tolok ukur 2unci 1 #. Tidak dijumpai persebaran penyakit akibat pangan yang dibagikan. '. Tidak ada keluhan mengenai mutu bahan pangan yang dibagikan, baik dari penerima bantuan maupun dari petugas. 3. Para pemasok bahan pangan melaksanakan pengendalian mutu secara teratur, dan memasok koditas yang memenuhi standar)standar resmi pemerintah (sehubungan dengan masalah pengemasan, pelabelan, tanggal kadaluarsa, dan sebagainya). 7. #eluruh bahan pangan yang dipasok ke lokasi secara sistimatis di cek lebih dulu oleh ,adan Pengawasan 6bat dan 'akanan (P6') setempat. ,. #eluruh bahan)bahan pangan yang diterima dari dalam negeri memiliki batas kadaluarsa minimum hingga 8 bulan sudah diterima (2ecuali bahan)bahan seperti sayur)sayur dan buah)buahan segar, dan jagung pipilan). #emua bahan makanan ini harus sudah dibagikan sebelum lewat tanggal kadaluarsa. B. Terdapat prasarana)prasarana penyimpanan pangan yang memadai )sejalan dengan rekomendasi)rekomendasi terkini) dan pengelolahannya dilaksanakan dengan baik. .. #ta" memperlihatkan pengetahuan yang cukup mengenai ancaman)ancaman potensial bagi kesehatan dari pembagian makanan, yakni risiko)risiko dari pengelolahan yang kurang baik, penyimpanan yang tidak memenuhi syarat dan pembagian yang terlambat .. Penerimaan ter'ada- .a'an -an(an ,ahan ) bahan pangan yang dibagikan bersi"at layak dan bisa diterima oleh mereka yang menjadi sasaran bantuan. Tolok ukur kunci 1 #. #ebelum menentukan bahan)bahan pangan yang dibagikan, konsultasi dengan masyarakat penerima bantuan harus dilaksanakan agar bantuan benar%benar mereka terima (memenuhi standar kelayakan dan kepantasan mereka). $ni harus dimasukkan kedalam proses pengambilan program.

'. ,ahan)bahan pangan yang dibagikan tidak bertentangan dengan tradisi) tradisi keagamaan atau adat istriadat setempat, termasuk bila ada pemali/ tantangan tertentu berkaitan dengan konsumsi ibu hamil dan/menyusui. 3. ,ahan pangan pokok yang dibagikan harus sesuai dengan yang biasa dikonsumsi oleh masyarakat penerimanya. . 'akanan tambahan bagi anak)anak balita memenuhi syarat dalam hal rasa dan sesuai dengan kemampuan pencernaan mereka. ,. 'asyarakat memiliki akses untuk mendapatkan bahan)bahan pangan tertentu yang dianggap termasuk bahan pokok merurut kebudayaan mereka (umpamanya cabe dan/gula pasir) C. Penan(anan dan keamanan Ba'an Pan(an ,ahan pangan disimpan,diolah dan dikonsumsi dengan aman dan benar, baik ditingkat rumah tangga maupun dalam konteks masyarakat secara umum. Tolok ukur kunci 1 #. Tidak didapati persebaran penyakit yang bekaitan dengan lokasi pembagian makanan (misalnya dapur umum) yang diakibatkan oleh proses pengolahan makanan yang salah. '. +aporan dari masyarakat yang dibantu berkenaan dengan kesulitan)kesulitan menyimpan, memasak dan mengonsumsi makanan yang dibagikan disampaikan ketua kelompok/regu ke #atuan Pelaksana (#&T+&2 2abupaten). 3. #etiap rumah tangga memiliki paling sedikit satu panci untuk memasak, bahan bakar yang cukup untuk memasak, wadah menyimpan air yang mampu memuat 7. liter, dan sabun seukuran -:. gram per orang per bulan. . Per orangan yang tidak bisa memasak makanan sendiri atau tidak dapat mengonsumsi makanan tanpa bantuan memiliki akses untuk didampingi seseorang yang menyediakan makanan yang layak baginya secara teratur, dan bila perlu menyuapinya ,. ,ila makanan dibagikan dari dapur umum (sudah dalam keadaan matang), sta" pelaksana memahami risiko)risiko yang mengancam kesehatan akibat proses penyimpanan, pengolahan dan penyajian makanan yang tidak memenuhi syarat.

B. ,ila diperlukan, tersedia prasarana penggilingan atau pengolah bahan pangan atau pengolahan bahan pangan lainnya dalam jarak sedekat mungkin dengan lokasi atu barak, umpamanya bila yang dibagikan adalah jagung pipilan (. Per&ediaan Pan(an Peran serta masyarakat dalam penanggulangan masalah kesehatan akibat bencana merupakan "actor penting. Pena"siran terhadap problema)problema dan kebutuhan)kebutuhan borban bencana menjadi landasan bagi perencanaan dan penerapan semua program. paya khusus harus dilakukan sehubungan dengan peranserta kaum perempuan. 'asyarakat korban atau pengungsi harus memiliki akses untuk mengambil peran dalam pembuatan keputusan, khususnya bila masalah menyangkut tingkat)tingkat jatah pangan dan kriteria pemilihan calon penerimanya. 2etertiban semacam itu akan menjamin kelangsungan dan kee"ekti"an program. Peranserta masyarakat korban bencana atau pengungsi dalam program bantuan pangan juga dapat membantu menegakkan kembali rasa percaya diri, rasa bermartabat, dan swadaya masyarakat yang bersangkutan sehabis dilanda bencana yang memporakporandakan sendi)sendi kehidupan normal mereka. 2eikut sertaan itu juga dapa memicu timbulnya rasa memiliki, sehingga, seandainyapun tidak semua anggota masyarakat memperoeh jatah bantuan atau porsinya tidak sama, tetap membantu memastikan keamanan bagi para penerima jatah bantuan pangan serta mereka yang bertanggung jawab dalam pembagiannya. Para penerima bantuan memiliki kesempatan untuk berperanserta dalam proses perancangan, pengelolaan, dan pemantauan program bila mungkin. #edangkan peran yang diberikan antara lain 1 /) Para wakil dari seluruh masyarakat korban bencana diikut sertakan dalam proses konsultasi, dan dilibatkan dalam penentuan keputusan yang berkaitan
dengan penilaian tentang kebutuhan)kebutuhan nyata mereka sendiri dan

perencanaan program '- +aki)laki maupun perempuan mengambil bagian dalam pengelolaan dan penerapan program bantuan pangan.

#+. Koordina&i #eluruh kegiatan yang berkenaan dengan bantuan yang diberikan kepada para korban bencana dan pengungsi dikoordinasikan dengan ,akornas P,P di Pusat, #atkorlak P,P di Pro*insi dan #atlak P,P di 2abupaten. #edangkan yang perlu mendapat perhatian antara lain 1 #. &danya kesepakatan di antara semua organisasi yang terlibat dalam program bantuan pangan dibawah koordinasi ,akornas P,P, #atlak P,P mengenai hal)hal dibawah ini 1 a). Prakiraan jumlah penduduk yang membutuhkan bantuan jatah pangan. b). 2riteria pemilihan calon penerima bantuan. c). #trategi pengadaan bahan pangan. d). Peran)peran dan tanggung jawab organisasi)organisasi serta kelompok) kelompok yang terlibat.
e). #aluran)saluran pelaporan dan in"ormasi. "). #istim)sistim pemantauan dan pengamatan.

'. @ilayah kerja masing)masing badan kemanusian yang terlihat ditentukan dengan tegas , tidak ada bantuan tumpang tindih. 3. Terdapat pemahaman nyata terhadap peran)peran dan kegiatan)kegiatan organisasi)organisasi lain yang ambil bagian dalam batuan pangan . &danya kesadaran nyata mengenai kemungkinan timbulnya dampak)dampak negati" akibat bantuan pangan itu sendiri, dan mengambil pendekatan lintas sektoral terkeoordinsi guna meredam dampak)dampak ini. ##. Pertan((un( )a6a.an ,ahan)bahan pangan yang akan diperbantukan serta dana)dana program dikelola dan dipertanggungjawabkan dengan menggunakan system yang transparan dan dapat diaudit. ,erkaitan dengan hal tersebut yang perlu diperhatikan antara lain 1 /) Praktik)praktik pengelolaan yang aman dipertahankan untuk menjamin bahwa semua bahan terjaga hingga dibagikan kepada yang berhak 1

#. Audang penyimpan bersih dan aman, melindungi bahan ) bahan pangan dari kerusakan dan penyusutan. '. Pihak ketiga yakni para penyedia jasa mengemban tanggung jawab penuh atas bahan%bahan yang dipercayakan kepada mereka, dan setuju untuk mengganti kerugian karena kehilangan atau penyusutan. 3. ,ahan ) bahan pangan diperiksa dengan cermat, dan bahan)bahan yang tidak layak pun dicacat untuk kemudian dibuang menurut tatacara) tatacara standar. . ,ahan)bahan yang rusak diperiksa, dan sejauh mungkin diselamatkan ,. Penghitungan "isik terhadap in*entaris dilaksanakan secara teratur seiring dengan pembukuan persediaan di gudang. - ) 2ontrak%kontrak pengadaan barang dan jasa dilakukan secara transparan dan adil. 4 ) Ditetapkan system)system pembukuan in*entaris dan pelaporannya 1 #. Dokumen berupa "aktur/nota pembelian barang atau jasa

'. ,uku ,esar (+eger) yang memuat rangkuman penerimaan, dan penye% imbangan bahan)bahan ke dan dari gudang. 3. #eluruh kehilangan atau penyusutan diidenti"ikasi dan diperhitungkan dalam +eger. . +aporan)laporan ringkasan diatas dikumpulkan dan selalu siap ditinjau ##. Pem.a(ian Bantuan Dalam program bantuan pangan, ntinya adalah metode pembagian yang baik, $nilah kunci keberhasilan (atau bila metodanya kegagalan) tidak layak,

pelaksaan program bantuan pangan sejak terjadinya bencana petugas telah melaksanakan penilaian situasi awal, masalah pembagian atau distribusi harus sudah dipikirkan dan diperhitungkan. ,antuan pangan bisa dibagi)bagikan secara bebas kepada masyarakat luas, atau hanya diberikan kepada cabang) cabang atau kelompok)kelompok tertentu saja dalam masyarakat itu. ,antuan pangan pun dapat diberikan sebagai pengganti upah kerja, atau bisa pula dijual

ke pasar komersial guna mengatasi problema pasokan.

'etoda pembagian bantuan pangan bersi"at adil, berkesinambungan dan layak mengingat kondisi)kondisi setempat para penerima bantuan pangan memperoleh in"ormasi mengenai jatah yang menjadi hak mereka, dan alasan logis bagi perbedaan tingkat)tingkat jatah itu. ntuk itu dibutuhkan persiapan sebagai berikut 1 #- 'asyarakat memahami *olume dan corak jatah yang akan dibagikan bagi setiap siklus pembagian, serta alasan)alasan yang jelas mengapa ada peredaan)perbedaan dengan norma ) norma yang sudah mapan disana '- =olume dan corak bahan pangan yang direncanakan untuk dibagikan sama dengan yang benar)benar sampai ke tangan masyarakat. 3- 'etoda pembagian bahan pangan bersi"at adil, mudah diakses (dekat dengan kediaman penduduk yang bersangkutan, tanpa tatacara bertele) tele ), dan meminimalkan gangguang terhadap kegiatan)kegiatan masyarakat sehari) hari ( tidak menyita banyak waktu dan tenaga) - 'anakala mengambil keputusan menyangkut kekerapan pembagian bahan pangan (apakah akan dilaksanakan setiap bulan sekali ataukah lebih sering dari itu), ada pertimbangan matang seputar kepentingan para penerima bantuan mengenai hal)hal sebagai berikut 1 #. ,iaya pengangkutan bahan)bahan pangan dari pusat pembagian. '. @aktu yang dihabiskan untuk dating dan pulang dari pusat pembagian. 3. 2eamanan penerimaan bantuan dan bahan pangan yang diperbantukan bila sudah sampai ke tangan si penerima. . LINGKUNGAN #. Pen(adaan Air$ #emua orang didunia memerlukan air untuk minum, memasak dan menjaga kebersihan pribadi. Dalam situasi bencana mungkin saja air untuk keperluan minumpun tidak cukup, dan dalam hal ini pengadaan air yang layak dikunsumsi menjadi paling mendesak. 9amun biasanya problema)problema kesehatan yang berkaitan dengan air muncul akibat kurangnya persediaan dan akibat kondisi air yang sudah tercemar sampai tingkat tertentu. Tolok ukur kunci #- Persediaan air harus cukup untuk memberi sedikit)dikitnya /: liter per orang per hari

'- =olume aliran air ditiap sumber sedikitnya .,/-: liter perdetik. 3- 0arak pemukiman terjauh dari sumber air tidak lebih dari :.. meter - / (satu) kran air untuk D. ) /.. orang '. Kualita& air &ir di sumber)sumber harus layak diminum dan cukup *olumenya untuk keperluan keperluan dasar (minum, memasak, menjaga kebersihan pribadi dan rumah tangga) tanpa menyebabakan timbulnya risiko)risiko besar terhadap kesehatan akibat penyakit)penyakit maupun pencemaran kimiawi atu radiologis dari penggunaan jangka pendek. Tolok ukur kunci G #- Disumber air yang tidak terdisin*ektan (belum bebas kuman), kandungan bakteri dari pencemaran kotoran manusia tidak lebih dari /. coli"orm per /.. mili liter '- (asil penelitian kebersihan menunjukkan bahawa resiko pencemaran semacam itu sangat rendah. 3ntuk air yang disalurkan melalui pipa)pipa kepada penduduk yang jumlahnya lebih dari /..... orang, atau bagi semua pasokan air pada waktu ada resiko atau sudah ada kejadian perjangkitan penyakit diare, air harus didisin"ektan lebih dahulu sebelum digunakan sehingga mencapai standar yang bias diterima (yakni residu klorin pada kran air .,-).,: miligram perliter dan kejenuhan dibawah : 9T ) - 2onduksi tidak lebih dari -... j# / cm dan airnya biasa diminum ,- Tidak terdapat dampak negati" yang signi"ikan terhadap kesehatan pengguna air, akibat pencemaran kimiawi atau radiologis dari pemakaian jangka pendek, atau dari pemakain air dari sumbernya dalam jangka waktu yang telah direncanakan, menurut penelitian yang juga meliputi penelitian tentang kadar endapan bahan)bahan kimiawi yang digunakan untuk mengetes air itu sendiri. #edangkan menurut penilaian situasi nampak tidak ada peluang yang cukup besar untuk terjadinya masalah kesehatan akibat konsumsi air itu.

3. Pra&arana dan Perlen(ka-an Tolok ukur kunci 1

#- #etiap keluarga mempunyai dua alat pengambil air yang berkapasitas /.)-. liter, dan tempat penyimpan air berkapasitas -. liter. &lat)alat ini sebaiknya berbentuk wadah yang berleher sempit dan/bertutup '- #etiap orang mendapat sabun ukuran -:. gram per bulan. 3- ,ila kamar mandi umum harus disediakan, maka prasarana ini harus cukup banyak untuk semua orang yang mandi secara teratur setiap hari pada jam) jam tertentu. Pisahkan petak)petak untuk perempuan dari yang untuk laki) laki. ,ila harus ada prasarana pencucian pakaian dan peralatan rumah tangga untuk umum, satu bak air paling banyak dipakai oleh /.. orang. . Pem.uan(an Kotoran Manu&ia 0umlah 0amban dan &kses 'asyarakat korban bencana harus memiliki jumlah jamban yang cukup dan jaraknya tidak jauh dari pemukiman mereka, supaya bisa diakses secara mudah dan cepat kapan saja diperlukan, siang ataupun malam Tolok ukur kunci 1 #- Tiap jamban digunakan paling banyak -. orang '- Penggunaan jamban diatur perumah tangga dan/menurut pembedaan jenis kelamin (misalnya jamban persekian 22 atau jamban laki)laki dan jamban permpuan) 3- 0arak jamban tidak lebih dari :. meter dari pemukiman (rumah atau barak di kamp pengungsian). &tau bila dihitung dalam jam perjalanan ke jamban hanya memakan waktu tidak lebih dari / menit saja dengan berjalan kaki. - 0amban umum tersedia di tempat)tempat seperti pasar, titik)titik pembagian sembako, pusat ) pusat layanan kesehatan dsb. ,- +etak jamban dan penampung kotoran harus sekurang)kurangnya berjarak 4. meter dari sumber air bawah tanah. Dasar penampung kotoran sedikitnya /,: meter di atas air tanah. Pembuangan limbah cair dari jamban tidak merembes ke sumber air mana pun, baik sumur maupun mata air, suangai, dan sebagainya B- / (satu) +atrin/jaga untuk 8)/. orang

,. Pen(elolaan Lim.a' Padat Pengumpulan dan Pembuangan +imbah Padat 'asyarakat harus memiliki lingkungan yang cukup bebas dari pencemaran akibat limbah padat, termasuk limbah medis. #- #ampah rumah tangga dibuang dari pemukiman atau dikubur di sana sebelum sempat menimbulkan ancaman bagi kesehatan. '- Tidak terdapat limbah medis yang tercemar atau berbahaya (jarum suntik bekas pakai, perban)perban kotor, obat)obatan kadaluarsa,dsb) di daerah pemukiman atau tempat)tempat umum. 3- Dalam batas)batas lokasi setiap pusat pelayanan kesehatan, terdapat tempat pembakaran limbah padat yang dirancang, dibangun, dan dioperasikan secara benar dan aman, dengan lubang abu yang dalam. - Terdapat lubang)lubang sampah, keranjang/tong sampah, atau tempat) tempat khusus untukmembuang sampah di pasar)pasar dan pejagalan, dengan system pengumpulan sampah secara harian. ,- Tempat pembuangan akhir untuk sampah padat berada dilokasi tertentu sedemikian rupa sehingga problema)problema kesehatan dan lingkungan hidup dapat terhindarkan. B- - ( dua ) drum sampah untu D. ) /.. orang Tempat/lubang #ampah Padat 'asyarakat memiliki cara ) cara untuk membuang limbah rumah tangga sehari) hari secara nyaman dan e"ekti". Tolok ukur kunci 1 #- Tidak ada satupun rumah/barak yang letaknya lebih dari /: meter dari sebuah bak sampah atau lubang sampah keluarga, atau lebih dari /.. meter jaraknya dar lubang sampah umum. '- Tersedia satu wadah sampah berkapasitas /.. liter per /. keluarga bila limbah rumah tangga sehari)hari tidak dikubur ditempat. B. Pen(elolaan Lim.a' %air 1-en(erin(an3 #istem pengeringan 'asyarakat memiliki lingkungan hidup sehari)hari yang cukup bebas dari risiko pengikisan tanah dan genangan air, termasuk air hujan, air luapan dari sumber) sumber, limbah cair rumah tangga, dan limbah cair dari prasarana)prasarana

medis. (al)hal berikut dapat dipakai sebagai ukuran untuk melihat keberhasilan pengelolaan limbah cair 1 #- Tidak terdapat air yang menggenang disekitar titik)titik pengambilan/sumber air untuk keperluan sehari)hari, didalam maupun di sekitar tempat pemukiman '- &ir hujan dan luapan air/banjir langsung mengalir malalui saluran pembuangan air. 3- Tempat tinggal, jalan ) jalan setapak, serta prasana ) prasana pengadaan air dan sanitasi tidak tergenang air, juga tidak terkikis oleh air. .. Promo&i Ke&e'atan ,anyak masalah kesehatan atau kejadian dengan penyakit lingkungan sebenarnya maupun dapat perilaku ditanggulangi atau dicegah bila kita memperhatikan aspek perilaku, baik menyangkut perilaku sehubungan sehubungan dengan gaya hidup (sosial budaya). Di daerah yang mengalami bencana atau kon"lik atau pengungsi memungkinkan terjadinya pergeseran bahkan perubahan perilaku positi" terhadap kesehatan berubah menjadi sehingga muncullah beberapa masalah atau kesehatan (sosial dari yang tadinya berperilaku negati" terhadap kesehatan penyakit berkaitan dengan

sebagai akibat kondisi lingkungan dan gaya hidup

budaya) yang tidak kondusi". &gar perilaku masyarakat di daerah gempa atau kon"lik atau pengungsi tetap kondusi" terhadap kesehatan, maka dibutuhkan standar minimal promosi kesehatan dalam rangka penanggulangan bencana atau kon"lik atau pengungsi khususnya berkaitan dengan perilaku positi" yang mendukung kesehatan sehingga kejadian penyakit di daerah bersangkutan dapat ditanggulangi atau dicegah.

'ateri promisi 2esehatan 'ateri promosi kesehatan disesuaikan dengan permasalah atau kejadian penyakit yang biasa ada di daerah gempa atau kon"lik atau pengungsi. 2ejadian penyakit yang biasanya ada didaerah tersebut adalah penyakit diare, gizi buruk, $#P& dan penyakit kulit. 2emungkinan lainnya adalah penyakit campak, malaria,

demam berdarah.

&spek perilaku yang kerkaitan dengan penyakit tersebut antara lain 1 membuang sampah dan kotoran tidak pada tempatnya, meminum air yang tidak di masak, tidak pernah mandi, pertukaran pakaian yang sembarangan, pakaian tidak pernah ganti, anak tidak terpenuhi gizinya, anak tidak sempat diimunisasi, dll. Promosi kesehatan ada 4 yaitu 1 #- Pemberdayaan adalah promosi kesehatan yang ditujukan kepada sasaran primer sehingga sasaran primer berdaya di bidang kesehatan minimal / minggu sekali . '- Dukungan suasana adalalh promosi kesehatan yang ditujukan kepada sasaran mau sekunder sehingga sasaran tersebut kondusi" atau

mendukung dan menyebarluaskan in"ormasi kesehatan kepada sasaran primer minimal / angkatan (-. orang) 4) Dukungan kebijakan adalah promosi kesehatan yang ditujukan kepada sasaran tertier (pengambil keputusan) sehingga memperoleh dukungan kebijakan atau sumber daya dalam rangka mengatasi permasalahan yang ada setiap bulan sekali. #asaran dalam promosi kesehatan di bagi tiga yaitu 1 #- #asaran primer adalah sasaran yang akan kita ubah perilakunya. '- #asaran sekunder adalah sasaran yang mendukung sasaran primer dalam merubah perilaku. 3- #asaran tertier adalah sasaran yang menunjang sasaran primer dan sekunder dalam rangka meminta dukungan kebijakan dan sember daya. ,. HAL4HAL !ANG BERKAITAN DENGAN KEBUTUHAN DASAR KESEHATAN !aitu " A$ Penam-un(an Keluar(a Pada saat keadaan darurat berawal, warga memperoleh ruang tertutup yang cukup untuk melindungi mereka dari dampak)dampak iklim yang dapat membahayakan mereka. 'ereka memperoleh papan yang cukup memenuhi syarat kesehatan (hangat, berudara segar, aman dan memberi keleluasaan pribadi) demi menjamin martabat dan kesejahteraan mereka.

Tolok ukur kunci 1 #- 3uang tertutup yang tersedia per orang rata)rata berukuran 4,: hingga 7,: meter persegi '- Dalam iklim yang hangat dan lembap, ruang)ruang itu memungkinkan aliran udara optimal dan melindungi penghuninya dari terik matahari secara langsung. 3- ,ila iklim panas dan kering, bahan)bahan bangunannya cukup berat untuk memastikan kapasitas pelepasan panas yang maksimal. 2alau yang tersedia hanya tenda)tenda atau lembaran)lembaran plastik saja, pertimbangkan penyediaan atap berganda atau lapisan pelepas panas. - Dalam udara dingin, bahan dan kontruksi ruang memastikan pengaturan udara yang optimal. #uhu yang nyaman bagi para pengguni diperoleh dengan cara penyekatan dipadukan dengan pakain hangat, selimut, tempat tidur, dan konsumsi kalori yang cukup. '. Sandan( Para pengungsi, termasuk masyarakat setempat, memiliki cukup selimut, pakaian, dan alas kaki untuk melindungi mereka dari iklim dan menjamin martabat serta kesejahteraan mereka. Tolok ukur kunci 1 #- Para pengungsi dan penduduk setempat memiliki akses guna memperoleh selimut yang cukup. '- +aki)laki dan anak)anak lelaki usia /7 tahun ke atas memiliki satu set sandang lengkap, dengan ukuran yang cukup pas, cocok dengan budaya, cuaca, dan iklim setempat. 3- Perempuan serta anak)anak perempuan usia /7 tahun ke atas memiliki - set pakaian lengkap, termasuk pakaian dalam yang baru, dengan ukuran yang cukup pas, cocok dengan budaya, iklim, dan cuaca setempat. 'ereka memperoleh pembalut yang cukup secara teratur setiap bulan. - &nak ) anak usia - sampai /7 tahun memiliki satu set pakaian dengan ukuran yang cukup pas, cocok dengan budaya, iklim, dan cuaca setempat, menurut jenis kelamin masing)masing. ,- &nak )anak sampai usia - tahun memiliki / handuk badan, / handuk muka, / syal bayi, - set pakaian lengkap, 8 popok dengan peniti, sabun bayi, minyak bayi, dan 4 celana plastik. &lternati"nya ini dipasok sebagi modul.

B- Perlengkapan yang sesuai dengan budaya setempat untuk memakamkan jenazah disediakan. .- Terdapat perencanaan untuk mengganti selimut dan pakaian dengan yang baru sesudah masa pemakaian tiga tahun. C- #emua orang memperoleh alas kaki bila perlu. 3. Ke.utu'an ruma' tan((a Tiap keluarga memiliki akses terhadap piranti rumah tangga, sabun untuk menjaga kebersihan pribadi dan peralatan lain yang diperlukan. Tolok ukur kunci 1 #- 2eluarga ) keluarga pengungsi maupun tuan rumah memiliki piranti yang pokok1 / panci tertutup, / baskom, / pisau dapur, - sendok kayu, - alat pengambil air yang berkapasitas antara / sampai -. liter, ditambah alat penyimpanan air tertutup ukuran -. liter. '- Tiap orang memiliki 1 / piring makan, / sendok logam, / cangkir. 3- Tiap orang mendapatkan sabun ukuran -:. gram per bulan. - Terdapat perencanaan untuk mengganti alat ) alat yang tahan lama dengan yang baru sesudah jangka waktu pemakaian 4 bulan. ,- Tiap keluarga memperoleh akses terhadap alat)alat dan bahan)bahan yang sesuai untuk kegiatan mencari na"kah, sesegera mungkin. B- &lat)alat dan bahan)bahan yang dipasok dianggap pantas oleh penerimanya dan mereka sudah terbiasa menggunakannya, dengan tingkat teknologis yang setara dengan piranti mereka sebelum terlanda musibah. ,arang) barang itu juga sesuai dengan kondisi)kondisi peman"aatannya.

BAB PEMANTAUAN DAN E ALUASI #. Pemantauan Pemantauan dilakukan untuk memastikan bahwa pelaksanaan penanggulangan masalah kesehatan akibat bencana dan penanganan pengungsi yang merupakan penjabaran dari kebijakan dilakukan berdasarkan perencanaan yang telah dibuat sebelumnya. Pemantauan di dasarkan pada 1 #. #tandar minimal dengan indikator yang ada '. Dilakukan oleh semua tingkatan yakni petugas Pusat, Pro*insi, 2abupaten/2ota dan petugas dilokasi pengungsian (para penyelenggara program di masing)masing departemen atau lembaga yang menyeleng% garakannya). 3. @aktu pemantauan (setiap hari untuk dilokasi pengungsian, sedangkan tingkat 2abupaten/2ota, Pro*insi, dan Pusat melakukannya secara berkala). . 2esiapan dan pelaksanaan serta hal)hal yang merupakan ancaman bagi derajat kesehatan masyarakat ,. !ara (dilakukan dengan kunjungan lapangan, studi dokumentasi, dan pertemuan)pertemuan dengan pelaksana dan penerima pelayanan). B. (asil)hasil pemantauan disebarluaskan sehingga masyarakat mengetahui perkembangan kemajuan yang dicapai. '. E*alua&i E*aluasi dilakukan dengan tujuan untuk 1 #. 'engetahui keberhasilan pencapaian dan dampak program yang diselenggarakan berdasarkan kebijakan dasar. '. 'emperbaiki kebijakan agar lebih dapat mendukung dan mempercepat penyelesaian pengungsi. Pelaksana e*aluasi 1 #. Petugas yang ditunjuk oleh lembaga penyelenggara program di pusat, sebanyak dua kali dalam satu tahun (e*aluasi pertama bersi"at "ormati*e untuk mengetahui "ormat pelaksanaan program, sedangkan e*aluasi kedua masalah kesehatan akibat becana dan penanganan

bersi"at summati*e untuk mengetahui hasil)hasil program).

'. Petugas Pro*insi sebanyak empat kali dalam setahun. 3. Petugas 2abupaten setiap bulan. !ara e*aluasi 1 #. 2unjungan lapangan '. @awancara 3. Pengamatan . #tudi dokumentasi (asil e*aluasi disebarluaskan untuk diketahui masyarakat dan diperoleh masukan dalam re*isi kebijakan.

BAB I PENUTUP Penanggulangan masalah kesehatan akibat bencana dan penanganan pengungsi yang dilakukan oleh semua sektor terkait. Tiga aspek dasar yang harus diakomodasikan dan merupakan landasan dalam penanggulangan masalah kesehatan dan penanganan pengungsi meliputi kemanusiaan, harga diri dan keadilan. 'empertimbangkan keberadaan masyarakat setempat adalah penting sekali dalam penanggulangan bencana dan penanganan pengungsi. 9amun dalam pelaksanaannya masih terdapat keragaman penanggulangan baik secara kualitas maupun kuantitasnya. #tandar minimal dalam penanggulangan bencana dan penanganan pengungsi ini merupakan standar yang dipakai Dunia $nternasinal. Dalam penanggulangan bencana dan penanganan pengungsi di $ndonesia diharapkan juga memakai standar ini dengan memperhatikan (ak &sasi 'anusia ((&') yaitu hak hidup, hak mendapatkan pertolongan/bantuan dan hak asasi lainnya. Dalam penerapan pemakaiannya, daerah yang menggunakan standar minimal ini diberi keleluasaan untuk melakukan penyesuaian yang diperlukan sesuai kondisi keadaan di lapangan. ,erkaitan dengan hal tersebut dan telah tersusunnya standar minimal ini, diharapkan menjadi akan menjadi acuan semua pihak yang terkait dengan penanggulangan masalah kesehatan dan penanganan pengungsi.