Anda di halaman 1dari 23

BAGIAN 3

Ketidaksempurnaan Pasar dan Peran Pemerintah

13 Monopoli dan Kebijaksanaan Antitrust

Penerbit Erlangga

BAB 13 Monopoli dan Kebijaksanaan Antitrust

PERSAINGAN TAK SEMPURNA DAN KEKUATAN PASAR 1


Monopoli murni adalah industri berisi perusahaan dengan produk yang tidak memiliki substitusi dekat dan terdapat hambatan untuk memasuki industri tersebut Ada banyak hambatan masuk, antara lain:
Waralaba dan lisensi dari pemerintah Kepemilikan atas faktor produksi langka Paten Skala ekonomis
Penerbit Erlangga

BAB 13 Monopoli dan Kebijaksanaan Antitrust

PERSAINGAN TAK SEMPURNA DAN KEKUATAN PASAR 2


Kekuatan pasar memerlukan empat keputusan alihalih tiga:
Seberapa banyak komoditas yang diproduksi Bagaimana cara memproduksinya Seberapa banyak permintaan di tiap pasar input Berapa harga yang akan dikenakan pada output

Penerbit Erlangga

BAB 13 Monopoli dan Kebijaksanaan Antitrust

PERSAINGAN TAK SEMPURNA DAN KEKUATAN PASAR 3


Kekuatan pasar tidak berarti kebebasan menentukan harga berapapun Monopoli tetap dibatasi oleh permintaan pasar

Penerbit Erlangga

BAB 13 Monopoli dan Kebijaksanaan Antitrust

KEPUTUSAN HARGA DAN OUTPUT DALAM MONOPOLI MURNI 1


Dalam pasar monopoli, perusahaan sama dengan industri Pelaku monopoli tidak memiliki kurva penawaran, karena mereka memilih satu titik pada kurva permintaan pasar Pelaku monopoli akan:
Membatasi output Menetapkan harga lebih tinggi Menghasilkan laba positif
Penerbit Erlangga

BAB 13 Monopoli dan Kebijaksanaan Antitrust

KEPUTUSAN HARGA DAN OUTPUT DALAM MONOPOLI MURNI 2


Bagi pelaku monopoli:
Peningkatan output tidak hanya memperbanyak barang, tapi juga menurunkan harga output tersebut Maka, penerimaan marjinal tidak sama dengan harga produk melainkan lebih rendah

Penerbit Erlangga

BAB 13 Monopoli dan Kebijaksanaan Antitrust

KEPUTUSAN HARGA DAN OUTPUT DALAM MONOPOLI MURNI 3


Dalam jangka pendek, pelaku monopoli juga dibatasi oleh faktor produksi tetap Dalam jangka panjang, pelaku monopoli yang tidak menghasilkan cukup penerimaan untuk menutup biaya juga akan keluar dari bisnis

Penerbit Erlangga

BAB 13 Monopoli dan Kebijaksanaan Antitrust

BIAYA SOSIAL MONOPOLI 1


Penetapan harga melampaui biaya marjinal menyebabkan inefisiensi dari bauran output Penurunan laba konsumen lebih besar daripada laba monopolis, sehingga terjadi kerugian bersih dalam kesejahteraan sosial

Penerbit Erlangga

BAB 13 Monopoli dan Kebijaksanaan Antitrust

BIAYA SOSIAL MONOPOLI 2


Tindakan perusahaan dalam melindungi laba positif, disebut perilaku pencari rente Perilaku pencari rente mengkonsumsi sumber daya dan menambah biaya sosial, sehingga penurunan kesejahteraan sosial semakin drastis

Penerbit Erlangga

BAB 13 Monopoli dan Kebijaksanaan Antitrust

DISKRIMINASI HARGA 1
Diskriminasi harga adalah penetapan harga yang berbeda terhadap pembeli yang berbeda Motivasi diskriminasi harga adalah penetapan harga yang lebih tinggi terhadap konsumen tertentu akan menghasilkan laba lebih besar

Penerbit Erlangga

BAB 13 Monopoli dan Kebijaksanaan Antitrust

DISKRIMINASI HARGA 2
Diskriminasi harga sempurna adalah penetapan jumlah maksimum yang siap dibayar konsumen untuk setiap unit produk
Diskriminasi harga sempurna ternyata memproduksi kuantitas yang efisien

Penerbit Erlangga

BAB 13 Monopoli dan Kebijaksanaan Antitrust

MENGATASI MONOPOLI: KEBIJAKAN ANTITRUST


Sikap pemerintah terhadap industri kompetitif tak sempurna:
Pemerintah mendukung persaingan dan membatasi kekuatan pasar
Pemerintah membatasi persaingan dalam mengatur industri

Penerbit Erlangga

BAB 13 Monopoli dan Kebijaksanaan Antitrust

PENEGAKAN UNDANG-UNDANG ANTITRUST


Keluhan antitrust bisa dibawa ke pengadilan oleh warga negara perseorangan Pengadilan memperoleh wewenang untuk menjalankan penanggulangan terhadap pelanggaran undang-undang antitrust

Penerbit Erlangga

BAB 13 Monopoli dan Kebijaksanaan Antitrust

MONOPOLI ALAMIAH
Di mana perusahaan memperlihatkan skala konomis yang sangat besar, sehingga biaya rata-rata terus menurun bersama output, akan lebih efisien untuk hanya memiliki satu perusahaan dalam satu industri
Hal ini disebut monopoli alamiah

Penerbit Erlangga

BAGIAN 3

Ketidaksempurnaan Pasar dan Peran Pemerintah

14 Kompetisi Monopolistik dan Oligopoli

Penerbit Erlangga

BAB 14 Kompetisi Monopolistik dan Oligopoli

KOMPETISI MONOPOLISTIK 1
Karakteristik dari industri kompetitif monopolistik:
Ada banyak perusahaan Tidak ada hambatan masuk

Diferensiasi produk

Penerbit Erlangga

BAB 14 Kompetisi Monopolistik dan Oligopoli

KOMPETISI MONOPOLISTIK 2
Karena tersedianya barang substitusi yang relatif baik, kompetitor monopolistik mencoba mencapai kekuatan pasar dengan diferensiasi produk
Diferensiasi produk membuat perusahaan mampu menaikkan harga tanpa kehilangan semua permintaan

Penerbit Erlangga

BAB 14 Kompetisi Monopolistik dan Oligopoli

KOMPETISI MONOPOLISTIK 3
Perusahaan kompetitif monopolistis akhirnya menetapkan harga melampaui biaya marjinal Hal ini inefisien, sehingga jelas bahwa perusahaan kompetitif monopolistis tidak akan merealisasikan semua skala ekonomis yang tersedia

Penerbit Erlangga

BAB 14 Kompetisi Monopolistik dan Oligopoli

OLIGOPOLI 1
Oligopoli adalah industri yang didominasi beberapa perusahaan yang ukuran satuannya cukup besar untuk bisa mempengaruhi harga pasar
Perusahaan yang berkolusi akan memaksimalkan laba dengan:
Menetapkan harga yang disepakati Membatasi output dan membagi laba
Penerbit Erlangga

BAB 14 Kompetisi Monopolistik dan Oligopoli

OLIGOPOLI 2
Model Cournot atas oligopoli berdasarkan asumsi:
Hanya ada dua perusahaan dalam industri (duopoli) Masing-masing perusahaan menentukan outputnya Kedua perusahaan memaksimalkan laba

Model ini menyatakan bahwa tingkat output akhir oligopoli akan berada di antara tingkat output dari persaingan sempurna dan tingkat output dari monopoli
Penerbit Erlangga

BAB 14 Kompetisi Monopolistik dan Oligopoli

OLIGOPOLI 3

Kurva permintaan yang membengkok mendeskripsikan harga industri oligopoli akan cenderung lebih stabil ketimbang harganya

Penerbit Erlangga

BAB 14 Kompetisi Monopolistik dan Oligopoli

OLIGOPOLI 4
Teori permainan menganalisis perilaku perusahaan sebagai serangkaian perilaku strategis dan balasannya Teori ini membantu pemahaman atas oligopoli, tetapi dalilnya tidak lengkap dan tidak bisa menyimpulkan kecenderungan perilaku perusahaan oligopoli secara tersendiri

Penerbit Erlangga

BAB 14 Kompetisi Monopolistik dan Oligopoli

OLIGOPOLI 5
Pasar yang bisa diperebutkan dengan sempurna adalah pasar di mana perusahaan masuk atau keluar industri tanpa biaya
Dalam pasar ini:
Perusahaan harus memiliki modal bergerak Perusahaan oligopoi besar akhirnya berperilaku seperti kompetitor sempurna
Penerbit Erlangga