Anda di halaman 1dari 91

Dr. der Nat. Poerbandono, S.T., M.M.

Ir. Eka Djunarsiah, M.T.

Suruei Hidrografi

dengauf<onuibusi:

In Samsul Bachri, M.Eng., Ph.D.

In Hasanuddin Z. Abidin, M.Sc., Ph.D.

In Irdam Adil, M.T

RF. TEK. i 1. 0t. 2005

Dr. der Nat. Poerbandono,

Survei Hidrografi

Editor

Setting

Desarn Sampul

S.T., M.M. & lr. Eka Djunarsiah, M.T.

: Rose Herlina, S.Si.

: Teddy Soleh Susandi

: lman Taufik, B.A.

Diterbitkan & dicetak oleh pT. Refika Aditama

Jl. Mengger Cirang No. 98,

Bandung 40254

Telp. (022) 5205985, Fax. (022) 52OS}B4

e-ma il : re{ika I @rad. net. id

Anggota IKAPI

Cetakan Pertama: Maret 2005

lsBN 979- ) )01-24-)

Hak Cipta DilinclLrngi Unrlang-urrrl;rng.

Dilar.rng meng,uttp,tt.tu n)(,ml)(,rlr,rrry,rk

TANPA lZlN TERTULIS rl,rri lrr.rrr.rlrir

sel;agian,rt,trr scluruh isi br-rku ini

Savnbutaw

Hidrografi sebagai suatu ilmu pada awalnya difokuskan untuk menunjang

navigasi kapal-kapal di laut. Sejalan dengan perkembangan teknologi serta

meningkatnya kebutuhan manusia yang berkembang dengan pesatnya serta

setelah beberapa perguruan tinggi terkenal mengantisipasi perkembangan

tersebut dengan memasukkan h idrografi sebagai mata kul iah, i I mu hidrografi

menjadi disiplin yang mulai dipelajari secara intensif dan ilmiah pada suatu

prograrn studi. Departemen Teknik Ceodesi, lnstitut Teknologi Bandung,

sebagai

pelopor pendidikan geodesi di lndonesia, telah mulai mengembangkan

ilmu hidrografi sejak tahun .1982.

lndonesia sebagai salah satu negara maritim yang besar, sudah

sepantasnyalah ikut berperan serta dalam pengembangan hidrografi tersebut, terutama dalam bidang pendidikan untuk menghasilkan sumberdaya manusia yang akan mengelola wilayah perairan kita yang sangat luas ini. Sayangnya,

literatur yang tersedia untuk mempelajari serta mengembangkan ilmu

hidrografi tersebut sangat terbatas. Kekurangan literatur hidrografi itu tidak

hanya terasa di lndonesia saja, akan tetapi juga di luar negeri. Oleh sebab itu, penerbitan buku hidrografi yang sederhana ini, minimal akan merupakan bacaan berharga bagi mahasiswa serta siapa sa.ja yang berminat dalam bidang hidrografi untuk mempelajari serta menambah wawasannya. Selain

itu, mudah-mudahan buku hidrografi ini dapat menjadi pancingan bagi ilmuwan-ilmuwan lain untuk membahas serta menulis, baik dalam bentuk

makalah maupun buku mengenai hidrografi.

Para kontributor tulisan-tulisan dalam buku ini, terutama upaya

Dr. Por.rlr.rn<lr>no sebagai penulis utama l-ruku ini, yang telah berusaha dan

h.kr,ri,r kcr,rs rl,rl,rnr mcwujurlkan lltrkrr ini, pattrt kita hargai. Murlah-rnucJahan

buku ini dapat memberikan lndonesia.

sumbangan dalam pengembangan hi<lrogr,rlr rlr

Bandung, Januari 2005

Dr.-lng. lr. Siamsir Mira

Dosen di Departemen Teknik Ceodesi llB (1962-2004),

Kebangsaan Malaysia (1972-1975),

Curu Besar ITB (1 981 -2OO4),

Pendiri (19S2) dan Ketua KK Hidrografi (1982-2004), Anggota Advisory Board IHO (1985-1990),

Dosen Tamu di lnstitutTeknologi

An ggota Eclitori al Adv i so ry Board Hydrol NTE RN ATIO N AL ( 1 997'2002\,

Pendiri (1993)dan Ketua Pusat Penelitian Kelautan ITB (1993-1999)'

Pengantar penw[is

Terminologi hidrografi telah bergeser dan berkembang dari akrivir,rs

penunjang navigasi laut (survei dan pemetaan laut) dan survei untuk inrltrslri

lepas pantai (survei seismik dan batimetri laut dalam) menjadi disiplin ilrrrrr

yang mulai diselenggarakan sebagai program akademik setingkat magistr,r rlr

beberapa universitas di lnggris, Jerman, Amerika serikat, Selandia ll,rrrr,

Malaysia dan lndonesia. Sebagai sebuah disiplin, hidrografi meliputi bc.lx.r,r1r,r topik yang berhubungan erat dengan disiplin geodesi, survei dan pemct,r,rrr,

geomatika, fisika, hidrolika, oseanografi, geografi fisik, geologi, geofisik,r,

nautika dan hukum laut. Beberapa referensi asing yang menjelaskan spektrrrrr

disiplin hidrografi ditulis oleh Dyer [Dyer, K. R. (1 979). Estuarinr

Hydrography and sedimentation. Cambridge University press. Cambridgc, UKI dan deJong et al. [deJong, C. D., Lachapelle C., Skone, S. & Elema, l. A. (2002). Hydrography. Delft University Press. Delft, The Netherlandsl.

Buku ini ditulis untuk menjadi acuan akademik bagi mahasiswa

program sarjana dan buku teks pengantar bagi mahasiswa program magistr.r

dalam ilmu-ilmu kebumian dan rekayasa lingkungan. pembagian, pengurut,rr

dan penya.iian materi dalam buku ini drrancang berdasarkan kebutulr,rrr umum mahasiswa program sarjana dan magister di program studi rcknik ceodesi dan ceomatika, lnstitut Teknologi Bandung yang diselenggarak,rrr oleh Kelompok Kepakaran Hidrografi, Departemen Teknik ceorlesi, Fakulr.rs

Teknik sipil dan Perencanaan. Buku ini juga disarankan bagi l>ara nrahasisw,r

yang strl,rrrg hclajar atau meminati disiplin geografi fisik, tcknik p,rrrt,ri, grrrlogi, orr',tttogt,tfi [isik serta disiplin lain yang mcnartrh pcrlr,rti,rp p,rrl,r

[t'ttoltrr.rr,r ;irr,rl' lr,rrl,rrr ,rir rlan interaksinya rlongirn rl;rs,rr pcr.,rir,rn. l,r,rrrrlis

btlr,tsttltt',t lr,rlrw,r l,r'tttlr,rr,r lrott'nsial brrku ilri tcl,rlt nrr,ngr,rr.rl lisik,r <l,rs,rr,

sl,rlislrk rl,rtt l.,rlIttlrr'. y.rtr1i p,r,,li tcl,rlr rlillcril<,trr rli tirrli[,rt l)r.tt,un,r,rl,r1 [r.

il

i1

rlua di fakultas-fakultas tckrrik, kcbumian alau ilmu pengct.rlrrl,rtt ,rl,tttt. Selain itu, pemahaman terhadap beberapa materi di buku ini akan lebih

baik jika pembaca telah mengenal dasar-dasar ilmu ukur tanah dan pemetaan.

Topikropik yang disajikan dalam buku ini dipilih sedemikian rupa

untuk menggambarkan sebagian dari lingkup hidrografi modern, karenanya

-untuk sementara- topik hidrografi klasik (navigasi laut dan survei industri

lepas pantai) ditinggalkan. Survei hidrografi adalah sebagian dari aktivitas

hidrografi. Pemilihan kata 'survei' pada judul buku ini sengaja dipakai

untuk memperkuat konsentrasi pembahasan pada teknik-teknik pengadaan data hidrografi secara setempat (in-situ) dan ilustrasi penEEunaannya secara

deskriptif. Pengetahuan yang disajikan diusahakan terhindar informasi yang

bersifat nice to know dengan sedapat mungkin memilih hal-hal yang has to

be known.

Salah satu kesulitan yang dihadapi dalam penulisan buku ini adalah

dalam menentukan kedalaman pembahasan. Tingkat kedalaman pembahasan yang dituliskan di buku ini merupakan pandangan subjektif penulis terhadap

kebutuhan pembaca dan dianggap sebagai topik-topik yang harus diketahui

pembaca. Beberapa detil, terutama operasi persamaan-persamaan

matematika, sengaja tidak disajikan untuk menghindari jumlah halaman yang akan menjadi terlalu banyak. Kesulitan lain yang dihadapi adalah

penyeragaman simbol. Simbol yang digunakan di buku ini masih didasarkan

pada kelaziman pemakaian di tiaptiap topik pembahasan. Karenanya,

sehubungan dengan itu dan tentu saja hal-hal lainnya, dalam rangka

menghindari perbedaan pemahaman, penulis membuka kesempatan untuk berdiskusi dengan para pembaca. Diskusi tersebut akan sangat bermanfaat untuk perbaikan isi dan penyajian buku ini pada edisi berikutnya'

Naskah-naskah yang menjadi bahan utama dalam buku ini tidak mungkin

terpublikasikan tanpa kesediaan Refika Aditama untuk menerbitkannya. Kami menyampaikan pujian kepada Refika Aditama atas keberaniannya memilih

naskah dari topik keilmuan yang dijalani sedikit orang untuk diterbitkan

sebagai referensi akademik nasional. Selain itu, banyak pihak yang membuat

kami bersemangat menyelesaikan buku ini. Untuk itu, kami sangat berterima

kasih kepada para kontributor: Samsul Bachri, Ph.D., Hasanuddin Z. Abidin, Ph.D. dan lrdam Adil, M.T. atas sumbangan tulisan mereka yanS sanSat berarti untuk memperkuat isi buku ini. Kami juga berterima kasih kepada

guru kami, I)r.-lng. Sjamsir Mira, atas kesediaannya membaca dan

memlx'rb;tikr naskah final kami serta memberikan kata sambtltiltl' IJ<';tPan

It'tittt,t [,t',tlr;rr1i,r l,rtrrt ',,rtrr1),rl\,url\('1,,r(l,r rck,rtr tcl<,rrr rlr Kr,lorrrlrol. Kr,,rlrlr,rn

I lirlrtlgr,rlr ,tl,r', prrlr,rlr,rrr rl,rrr lr,rnlu,rtr ntt.rt.k.r. Sr,t,rr,r klrrrsrrs k,rrrrr rnlirrr memanl,t,tll(,ur l\(,\('nrl),rl,rrr irri untuk herterima k.rsih at,rs kcrj,r kr,r,rs llrrr Rose l-lt'rlin.t, S.Si rlirri licfika Aditama serta bantuan yanll rlilrr.rik,rrr ok.lt

mahasisw;r kami, Melissa Suryaningtyas, dalam menyiapkan gamlrirr-g,rnrlr,rr

dan mengumpulkan naskah-naskah dasar yang berserakan di trtas nrt'j,r kcrj,r,

lemari dan komputer karni. Buku ini kami persembahkan untuk nr,rrrl,rrr

guru-guru kami dan para mahasiswa -yang kami harap dapat memlx,rik,rrr umpan balik atas materi yang ditulis dalam buku ini.

Bandung, Januari 2(X)',

Dr. der Naf. Poerbandono, S.T., M.M. & lr. Eka Djunarsiah, M.T.

poerbandono@gd.itb.ac.id ; http://laul.gtl rllr ,rt rl

oaftar Isi

SAMBUTAN

PENGANTAR PENUTlS

DAFTAR ISI

Bab 1 PENDAHULUAN -- 1

A. Terminologi dan Perkembangan Hidrografi

B. Definisi dan Lingkup Hidrografi

C. Kelembagaan Hidrografi

D. Kompetensi

E. Konfigurasi Survei Hidrografi

Profesi dan Akademisi Hidrografi

F.

Referensi Akademik Hidrografi

Referensi

Bab 2 SISTEM REFERENS! GEODETIK DAN PENENTUAN POStSt DI TAUT

9

A. Sistem Referensi Ceodetik

a. Sistem Koordinat

b. Datum Ceodetik

c. Proyeksi Peta .

I

)

4

4

lt

(r

9

I0

1',2

14

B.

Penentuan Posisi di Laut

 

20

a.

Ceometri Caris Posisi

20

b.

Penentuan Posisi Berbasis Caris Posisi.

)2

c.

Teknik Penentuan

Posisi secara Optik

24

rl.

Pr.rrcntuan Posisi secara Elektronik

2()

C. l'r,rrr.rrlu.rrr l'osisi rlengan CPS

l2

,r

k,rr,rIlr.r l.,lrk \rslom CPS

il

lr

lvt,lnrh' l'r,rrr.rrlu,rrr l'osisi rk'rrg.rrr (;l'S

t/

C. Ketelitian Posisi CPS

d. Aplikasi Penentuan Posisi CPS dalam Bidang Survei

Kelautan

e. Keunggulan Metode
f.

Kendala CPS dalam

Referensi

Penentuan Posisi CPS

Penentuan Posisi

Bab 3

PASUT DAN DATUM VERTIKAL -- sl

A.

Pasut

a.

b.

c.

Teori Pasut

Model Matematika Pasut dan Konstanta Harmonik

Tipe Pasut

B. Arus Pasut

C. Datum Vertikal

'

a. Pengamatan Pasut

b. Pengikatan Stasiun Pengamat Pasut .

D. Prediksi Pasut.

a. Analisis Harmonik

b. Prediksi LAT

c. Pengaruh Faktor-faktor Non-Harmonik

Referensi

Bab +

A. Pengukuran Kedalaman

PEMERUMAN -- 71

a. Desain Lajur Perum

b. Prinsip Penarikan Caris Kontur

c. Teknik Pengukuran Kedalaman

B. Akustik Bawah Air untuk Pemeruman

a. Sifat Celombang Akustik

b. Alat Perum Cema

c. Sumber Kesalahan dan Kalibrasi

d. Pemeriksaan Data Pemeruman

".

C. Detil Situasi dan Caris Pantai

a. Caris Pantai

b. Pengukuran Detil Situasi dan Caris Pantai

D. Beberapa Ketentuan tentang Kartografi Peta Laut

Referensi

Bab 5

A. Pengukuran Arus .

PENGUKURAN ARUS DAN SEDIMEN -- 97

,r.

Sif.rr Ct'r.tk.ttt Bitrlitn Air

l(l

40

46

47

4B

51

52

55

55

57

59

63

66

67

6B

69

69

70

73

73

74

74

B1

B2

B3

B6

B9

91

91

92

94

96

97

()7

lr. l'ro,,r'rlttr l'r,rrlirrkut,ttt Artts

(

.

rl.

l'rrrr,,rp l'r.rrgrrkrrr.rrr Arus dengan C,tra Akuslik

l'r,rrgol,rlran dan Penyajian Data Pengukurarr Arus

B. Pr.rrl3,ukuran dan Analisis Sedimen

l(x)

l0i

t07

l0()

a. Karakter Sedimen

ilt

b. Pengambilan Contoh Sedimen

|)

c. Analisis Distribusi Ukuran Butir .

d. Analisis Konsentrasi Sedimen

Referensi

Bab 6

PENETAPAN BATAS IAUT -- 123

I t7

I I ()

t)t

A. Konsep Batas Laut Berdasarkan UNCLOS 1982

124

B.

Wilayah Perairan Berdasarkan UNCLOS 1982

12lt

a.

Perairan Pedalaman

b.

Laut Teritorial

c.

Zona Tambahan

d. Zona Ekonomi Eksklusif

t'),,

l.f 5

I ) (t

I )7

e. Landas Kontinen

I )7

f. Laut Lepas

I

2t)

C. Penetapan Batas

Laut di lndonesia

I

)tl

D.

lmplementasi Penetapan Batas Laut Daerah di Lapangan

a. Penentuan Lokasi Daerah Survei

l)

I

I l)

b. Pemasangan Pilar Titik Referensi

l

.i

r

c. Penggambaran dan Penentuan Koordinat Titik Batas

l.]4

Referensi

135

Lampiran A

Transformasi Koordinat

1 37

Lampiran B

Model Matematika Penentuan Posisi

141

Lampiran C

Segiempat dan Elips Kesalahan

147

Lampiran D

Standar Ketelitian Survei Hidrografi

.l5ir

TENTANG PENUTIS .- 163

!

Pendahulurrn

A. TERMINOLOGI DAN PERKEMBANGAN HIDROGRAFI

Kata hidrografi merupakan serapan dari bahasa lnggris ,hydrograplry,.

secara etimologis, 'hydrography' ditemukan dari kata sifat dalam lr,rh,rs,r

Prancis abad pertengahan 'hydrographique',

sebagai kata yang berhul)un,.l,ur

dengan sifat dan pengukuran badan air, misalnya: kedalaman rl;rrr ,rrrrr

(Merriam-Webster online, 2004). Tabel 1 .1 memperlihatkan beberap;r rn,rkn,r

leksikal' hydrography' beserta sumbernya.

Tabel 1.1 Makna leksika! 'hydrography'

DEFINISI

The art and science of compiling and

producing charts, or maps, of water-covered

areas of the Earth's surface. The sclence of the measurement and

description and mapping of the surface of the

earth with special reference to navigation The art of measuring and describing the sea, lakes, rivers, and other waters, with their phenomena. That branch of surveying which embraces the determination of the contour of the bottom of

a harbor or other sheet of water, the depth of

soundings, the position of channels and shoals, with the construction of charts

:' x !: ! t ! ltSL h e:spptaybr

SUMBER

Encyclopaedia

Britannica

(2004)

HyperDictionary

(2004)

Webster's '191.1

QOOa);

BrainyDictionary

(20O4)

rrrt '\^rr'

/f'lr"'t''tl'

I

J----

-t

Br--tt:-r*ir

-

r-r

E---

t lirrgga scl(it.u',rl<lrir l1)t|0-an, l<cgiatan ltirlrogr.rfi utamilny,t tltrlottttn,r',t

oleh survei dan pemetaan laut untuk pembLlatan peta navigasi laut (rr,rtrlir ,r/

chart) dan survei untuk eksplorasi minyal< dan gas bumi (lngham, lr975).

Peta navigasi laut memuat informasi penting yang diperlukan untuk menjamin keselamatan pelayaran, seperti : kedalaman perairan, rambu-rambu navigasi, garis pantai, alur pelayaran, bahaya-bahaya pelayaran dan sebagainya. selain

itu, kegiatan hidrografi juga didominasi oleh penentuan posisi dan kedalaman

di laut lepas yang mendukung eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas

bumi.

Selama 20 tahun terakhir, telah terjadi pergeseran mendasar pada lingkup

dan aplikasi hidrografi. Hidrografi tidak lagi semata-mata dikaitkan dengan

pemetaan laut dan penentuan posisi, melainkan juga dengan Hukum Laut (Law of the Sea) dan aspek fisik dari Pengelolaan Kawasan Pesisir secara

Terpadu (lntegrated CoastalZone Management) (Dyer, 1979; de Jong et al.,

2OO2). Pergeseran ini diakibatkan oleh kemajuan teknologi instrumen pengukuran dan komputasi. selain itu, pergeseran inijuga diakibatkan oleh

permintaan masyarakat dan industri pengguna produl< hidrografi sebagai

akibat dari meningkatnya kegiatan manusia di kawasan perairan.

Pergeseran ini juga ditandai dengan munculnya program-program

pendidikan akademik setingkat sarjana dan magister di Amerika (misalnya:

L)niversity of Southern Mississippi), lnggris (misalnya: I,Jniversity of

Plymouth dan Unlversity College London), Jerman (Fachhochschule

Hamburg-Harburg), Malaysia (Universiti Teknologi Malaysia) dan

lndonesia (Di nas H idro-oseanografi TN l-AL dan I nstitut Teknologi Bandung).

Dewasa ini, hidrografi mulai dipahami sebagai salah satu cabang ilmu yang

secara khusus di lndonesia mulai dikembangkan pada tahun 1990an (Mira, 1998; 1999).

B. DEFINISI DAN LINGKUP HIDROGRAFI

Defi n isi akademi k untuk terminologi h idrografi, dikemul<akan pertama

kali oleh !nternational Hydrographic Organization (lHO) pada Specia/ Publication Number 32 (SP-32) tahun 1970 dan Croup of Experts on

Hydrographic Surveying and Nautica/ Charting dalam laporannya pada

Second lJ nited Nations Regional Cartographic Conference for the Americas

di Mexico City tahurn 1g79.lHO

,that hranch of applied .scrence which deals with measurement and

mengemukakan bahwa hidrografi adalah

i,,,,i,i,i,i,,i,i,i,l,l,.i,i,,i,,i,,i,i,ll,:;.,;;,;,;,;,,:,;,;,;;;,i;,1;;.

atxt ,tdfufiting r o.lrl,rl rtr(ln, wilh spe,<'i,tl 1,[sJp111'1' kr lhrir tnt, llt

lln,

purposc ttl' tt,tvig,rlitnr'. (,toul) <i Exlrcrls on f ly<lu4it,11rlrrr \rrrvt,yrrt1l ,rttrl

Naulir,r/ ( lr.rrtrtrli rut'rrgcrnul<al<an bahwa hidrogr,rli ,rrl.rl,rlr 'tlrc s(ir.,r(t ()l'

measurirtl4, describing, and depicting nature and configuratittrt of lht,

seabed, geographical relationship to landmass, and chara<'ft,nslrcs ,urrl dynamics of the sea'.

Perkembangan hidrografi juga mengakibatkan perulr:rh.rn rk,lrnrsr hidrografi yang oleh IHO didefinisikan sebagai 'that branch of appli<rl sciences which deals with the measurement and description of tht

features of the seas and coastal areas for the primary purpose of

navigation and all other marine purposes and activities, inclucling

-inter alia- offshore activities, research, protection of the environm<ml,

and prediction services' (Corziglia, 2004). Buku ini mengadopsi <ft'l'irrrsi hidrografi yang didokumentasikan oleh Kelompok Keahlian (KK) l'litlrrrgr,rlr,

Departemen Teknik Ceodesi, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaarr, lrrstrtrl

Teknologi Bandung, yaitu 'cabang ilmu yang berkepentingan rleng,ur

pengukuran dan deskripsi sifat dan bentuk dasar perairan dan rlirranrik.r badan air'(KK Hidrografi, 2004).

Fenomena dasar perairan yang disebut dalam definisi di al.rs rrrr,lrprrtr

batimetri atau'topografi'dasar

dasar laut. Sementara dinamika badan air yang disebut dalam rk'lrrrrsr rlr atas meliputi: pasut (dan muka air) dan arus. Data mengenai ft'rrorrrr,rr,r

laut, jenis material dasar laut clarr rlrorlrlogr

dasar perairan dan dinamika badan air diperoleh melalui pengukur,rrr y,rrrlg

kegiatannya disebut sebagai survei hidrografi. Data yang diperolclr rl,rrr

survei hidrografi kemudian diolah dan disajikan sebagai informasigcosp,rsi,rl

atau informasi yang terkait dengan posisi di muka bumi. Sehubungarr rlt.rrg,rrr

itu maka seluruh informasi yang disajikan harus memiliki data posisi rl,rl,rrrr

ruang yang mengacu pada suatu sistem referensi tertentu. Oleh karen,tny,r,

posisi suatu objek di atas, di dalam dan di dasar perairan merupakarr titik perhatian utama dalam hidrografi. lnformasi hidrografi utamanya rlittrjrrl<,rrr

u ntu k:

(1) Navigasi dan keselamatan pelayaran,

(2) Ponetapan batas wilayah atau dacrah rli laut; <l.rn

( l) \lr rr li r lirr,rmika pesisir dan tr;engclol.titn strnrlx.rr l,ry,r l,rut.

l'r'tt1i11 rr,r lr,rlrrk lrirlrografi tt.xliri rl,rri llcrl r,rli,ri scLlor, rrl,rnr,rny,r

Ir,rtr,,1 r)r l,l',r nr,lrrtrrrr rl,rrr rr,rvi1i,rsi, lrr,rrg,lol,r,rrr l<,rw,r.,,lt lx',,t,,1, r,k,,; rl,rr ,r,,r

,\",u, il,/,,'y,a/,

r

a

r

&J

-

r

r

a

r

r

r:-

Et

r

i

E&E

-r

Fr

-'

*E

lEt

I

--

-

-

E

-

-

-'

rlarr cl<sploitasi suntItc'r(l.ly.l laut, [)cnl]clola.ln lingl<urtgatt l,rtrt, tcl',ry,r',,r

lepas pantai, hukum laut dan zona ekonomi eksl<lusif serta aplik.rsi-,r1rlrl<,rsi survei di pesisir dan laut lainnya.

C. KELEMBAGAAN HIDROGRAFI

lnternational Hydrographic Organization (lHO) adalah lembaga

internasional yang berwenang untul< mengelola dan menyelenggarakan

penerbitan bg+bagai publikasi untuk l<eperluan navigasi. Lembaga ini

berkedudul<an di Monaco dan dikelola oleh representasi pakar-pakar hidrografi

dunia -dan bidang lain yang berkartan langsung-. Dalam melaksanakan tugasnya, IHO menunjuk dan membentuk kepanitiaan khusus dalam bentuk

working group. Secara teknis, kewenangan IHO dilaksanakan oleh

I nter n ati o n al Hyd rogr aph i c B u re au (l H B). I HO breran ggotakan negara-negara

yang berkepentingan dengan navigasi laut dan keselamatan pelayaran. Di beberapa negara maju, seperti Ameril<a Serikat, lnggris dan Jerman,

terdapat pula lembaga profesi yang menampung aspirasi aplikasi hidrografi

yang lebih luas. Lembaga ini disebut sebagai The Hydrographic Society atau

Masyarakat Hidrografi.

Di setiap negara, ditunjuk sebuah kantor hidrografi nasional yang diberi

kewenangan sejenis untul< wilayahnya. Semua publikasi internasional yang

dikeluarkan oleh IHO akan diratifil<asi oleh kantor hidrografi nasional di

setiap negara. Dinas Hidro-oseanografi (Dishidros) TNI-AL adalah lembaga yang berwenang menjalankan tugas sebagai kantor hidrografi nasional untuk

lndonesia. Lembaga hidrografi ini adalah badan resmi yang berwenang

menerbitl<an, merevisi dan memutakhirl<an peta laut beril<ut ketentuan

tel<nisnya, standar mutu penyelenggaraan survei hidrografi, akreditasi kualifikasi

hidrografer, penerbitan publikasi nautika (daftar pasut, berita pelaut, daftar

pelabuhan, daftar suar, daftar rambu, almanak nautika), aturan pelayaran

dan lainnya yang berkaitan dengan hidrografi, navigasi, survei serta pemetaan laut dan pelayaran.

D. KOMPETENSI PROFESI DAN AKADEMISI

HIDROGRAFI

Kompetensi profesi (praktisi) dan akreditasi pend idikan tinggi hidrografi

disertifikasi oleh IHO bersama-sama dengan lnternational Federation rtf

Surveyors (Fdddration lnternationa/e des Crrorttr)lres-FlC). Pro[t",i rl,rrr

;.1

2(X) t):

;;;;;;;"; ";;;il;;,;l;- " ; ; ;, ;il;i,;

(l) N,tttttr ,rl ( lt,rtlrrtll

(2) Military

(3) lnland Water

(4) Coastal Zone Management

(5) Offshore Seismic

(6) Offshore Construction

(7) Remote Sensing

Apl i kasi n auti cal ch arti ng (pemetaan laut) d ituj u kan u ntu k men ghirs i l l<, r n

jasa dan produk informasi hidrografi untuk keselamatan navigasi. Alrlik,rsi

military (militer) diutamakan untuk navigasi (kapal selam) dan detel<si (rirrr j,rrr)

bawah air. Aplikasi inland water (perairan pedalaman) ditujuk;rrr rrrrlrrlr

pengelolaan daerah aliran sungaidan lingkungan perairan pedalam,rrr l,rirrrry,r

(termasuk: danau dan bendungan). Aplikasi coasta/ zone nt,ttt,t;;r'ttrltrl (pengelolaan kawasan pesisir) ditujukan untuk pemelihara,ur rrv(",1,r',r (utamanya: infrastruktur perhubungan laut) di kawasan pesisir. Aplrk,r',r

offshore seismic dan construction (industri lepas pantai) diutam,rl<,rrr rrrrlrrh

mobilisasi anjungan minyak dan gas bumi serta survei seisntil<. A1rlrl.,r',r remote sensing diutamakan untuk akusisi data regional dan glolr,rl lr,rgr

kepentingan pemantauan lingkungan secara berkala.

E. KONFIGURASI SURVEI HIDROGRAFI

Survei adalah kegiatan terpenting dalam menghasilkan infornr.rsr

hidrografi. Buku ini membahas aktivitas utama survei hidrografi yang nrt.liptrli

(Gambar 'l .1):

.

.

.

.

.

.

Penentuan posisi di laut (l) dan penggunaan sistem rofercrrsi (7)

Pengukurankedalaman(pemeruman)(2)

Pengukuran arus (3)

Pengukuran (pengambilan contoh dan analisis) scrlimon (4)

Pengamatan pasut (5)

Pcngul<rrran detil situasi cl;ln g;rris 1l,rnt,ri (rrrrtul< pr,nrcl,r,rn pcsrsrr)

(l r)

.\urut,

//,,/"ot.a,l,

 

c. a

i-J

&

{

r-

-

EE-Er

rtr

E;E.-:r.Er

r

 

4

t

,!

-EE

rf

r,

-

c.}

Cambar /. / Konfigurasi survei hidrografi

Data yang diperoleh dari aktivitas-aktivitas tersebut di atas dapat disajil<an

sebagai informasi dalam bentuk peta dan non-peta serta disusun dalam

bentuk basis data kelautan.

F. REFERENSI AKADEMIK HIDROGRAFI

Sebagian besar referensi tentang hidrografi berasosiasi dengan pendidikan

profesional hidrografi dan publikasi-publikasi lHO. Daftar publikasi IHO

dapat diperoleh dari www.iho.shom.fr. Beberapa referensi akademik terpilih

tentang hidrografi antara lain ditulis oleh lngham (1975, 1984, 2OO0), lngham

& Alrolt (19()2), Dyer (1()79) clan de Jong et al. (2002). Kompilasi dari

lrt'lrt'r,rp,t rt'[r'rcnsi ,tl<,rrk'nril< 1x.rn,rh rlirlokrrmcnl.rsikan clan dipakai sch,rg,ri

,l( u,ln ,r[,rr['tttil< ok'lr Kclonrllok llirl,rng Kcl,rrrl,rn (sr.k,rritrrg: Kclorrrpok

*,l,u,o,l; ;,";.;;;;;-,;;; ; "

; ; ;,; ;i-;.

llt,'

",,,;;;-;,;,;,,

l,rirr ,r<l,rl,rlr lltt'

Ilytln44r,r1ilrtr \rrr rlll , .','rl,rttgl<,ttr ,rrtil<t'l-,rrl il<t.l illri,rlr l)()l)ul(,r tr,rrl,rrrlq

lritfrogr.t[i rliptrlrlr[,rsrl\.ur ()l('lr majalah Hydrc /N7l/(NA tl()Nt\l .

I1t,1trt111,1111111 lotrrtral y,rrrg rlrlr.rlrrlk,rrr olllr

Referensi

B ra i ny D i ctionary (2004). http ://www. brai nyd ictionary. crom.

de Jong, C. D., Lachapelle C., Skone, S. & Elema, l. A. (2oo.,)

Hydrography. Delft University Press. Delft, The Nethorl.rrrrls.

Dyer, K. R. (1979). Estuarine Hydrography and Sedimentation. C.rnrlrr.irlly,

University Press. Cambridge, UK.

Encyclopaedia Britann ica (2004). http ://www. britan n ica. com.

Corziglia, H. (2004). lnternational Hydrographic Organization A< tivitrr,,,

Dalam: Poerbandono (ed.). The Spectrum of Hydroyttltll,

Departemen Teknik Ceodesi, lnstitut Teknologi Banrlrrrrg.

H yperD ictio nary (2004). www. hyperd ictionary. com.

lngham, A. E. & Abott, V J. (i992). Hydrography for thr srrrvr'1,r,r ,ttt,l

Engineer. Blackwell Science.

lngham, O. ,. (',975). Sea Surveying.]ohn-Wiley.

lngham, O. t. (', 984). Hydrography for the Surveyor and Engintt'r. ( ro,,,,lry

Lockwood Staples.

lngham, A. E. (200O). Hydrography for the Surveyor anrl Lrtt:rrtctr

Blacl<well Science.

lnternational Hydrographic Organization - lHo (2002). -stanr/,rrr/s ,/

Competence for Hydrographic Surveyors. M-.5 9'r, Erlitiorr.

lnternational Hydrographic Bureau - lHB, Monaco.

Kelompok Keahlian Hidrografi (2oo4). Program Penelitian, Pt'nrlirlik,rrr tl,ttt

Pemberdayaan Masyarakat 2005-201 0. Nasl<ah Al<,rrlt'nril<

Departemen Tel<nil< Ceodesi, lnstitut Teknologi [3anrlun13. Kelompol< Bidang Keahlian Kelautan (1989). Pendirlikan -srrrvt'i lli<hr4;r,rrt

IT B-PERT AMINA. Diktat Kuliah. Jurusarr Tt'l<nil< ( lcor lt'si, lrrstrtr rl

Teknologi Bandung. Morri,rnt Wr.lrster Online (2004). l"rltp://www.r1t w ( ()ru.

Mit,t, '-

1f ')()ll) I lyrl^,f,',r,',,ty in ltxlorrcsl,r. I lyrlro lN ll l(NA ll( )Nn I ,

fJ,,r','tttlr1r I )r't t,ttt[x'r

,\u."r, /1,/*r.ul,

Br

r!

&-Jlr--

r

-

DE

-rr-

---.-.-.

r-r

r-r-r-r:D

-

=

-

>

-

-

r

Mir.r, S. (l()()()). lly<lr<44ra1il)y as a Sclenc.e. Hyr-lro lNTtRNn ll( )Nn I , A;rrrl.

Webster's 1 91 3 (2004). www.hyperdictionary.com.

2

Sis1om ltokrronsi (jrxrrk.lih

d:rn Pnnentueln lDosisi rli l,tul

Penentuan posisi (suatu objek) di laut (termasul< juga wil;ryalr 1x'r,rir,rrr

lainnya) merupakan kegiatan utama dalam survei hidrografi. ()lrjr.l( y,u11

dimal<sud dapat terletal< di (i) permukaan laut, (ii) antara permul<,r,rrr rl,rrr

dasar laut atau (iii)dasar laut. Objek tersebut diwakili oleh sehLrah titil\ y,rrti

memiliki posisi yang dinyatakan terhadap suatu sistem referr.rrsi licorh.lrl.

tertentu.

A. SISTEM REFERENSI GEODETIK

Setelah melalui sejarah yang panjang, pemahaman meng('n,rr 'lrr,rrlrrl.

bumi'telah diperbaiki mulai dari model bumi datar hingga ke nr<xk'l nr,,,l,'l berbentuk bola yang cukup memenuhi ketelitian untul< l<eperlu;rrr ck.,plor,r',r

global, navigasi dan pemetaan. Kini, dari pengamatan-penganr.rl,rrr

.,,rlr,lrt

selama bertahun-tahun, disimpull<an bahwa datum geodetik y;rrrg r or ol.

digunal<an dalam pengukuran-pengukuran adalah elipsoid. Sistem rcfcrcrr,,r geodetik menggunakan elipsoid sebagai bidang referensi untuk mcny,rl,rl<,rrr

posisi horisontal suatu titik. Elipsoid tersebut disebut sebagai datum lrorisorrl,rl

yang pusatnya berimpit dengan pusat massa bumi. Sistem yang rl<'nril<i,rrr disebut sebagai sistem geosentrik. Pada masa lalu sulit untuk mcrt.;rlis,rsil<,rrr

sistem yang geosentrik sehingga yang digunal<an adalah clatr-rm lol<,rl rl,rrr regional. Al<ibat penggunaan datum geodetik yang berberla, str.rlrr lilil< k'r.lr.rrlrr

di laut dapat mempunyai koordinat geodetil< yang br:rbcrla lrrrl;r, st'lrin1i1i,r

diperlukan hubungan antar sistem referensi gcodctil< yang rliny,rl,rl<,rrr r l,rl,rrrr

suatu persamaan transformasi koord i nat ant;r r rlat trm (r'l i 1 rsoir l).

St'j,rl< tnunctrlnya teknologi pon(.nluiln;xrsisi lrcrlr,rsis s,rlclil, rlrrrrr,r

t.t'u.nttjtt l.r',rr,rlr lx'nllgunaan rl.tltrnr gt.ork,l il< glolr,rl tttltrlili,rtrlrk,rtr rl,rlrrrrr

'!':'J!!r'!r--r

----]ErrE!--

EDD;

lok.rl rl.rrr rr.gion,rl. l).rlrrrn gloll,rl IX.'rt,lnril rlitct.rpl<,rn 1l,rrl,r l,rlrrrrr l'l(ro

deng,an nama World Ceor/etlc- -Sy-slent (WC5-60) untuk l<epcrlu,ttt 1x'tttcl,t,tn

darat dan laut serta navigasi. Versi terbaru yanB masih digunal<an hingga

saat ini adalah WCS-84, yang dikembangkan untuk menggantrkan

WCS-72, yang diperoleh dari data, teori dan teknik terbaru tentang penentuan

bentuk bumi. Pada tahun 1979, lnternational Union of Ceodesy and Ceophysics (IUCC) menerima proposal lnternasional Association of

Ceodesy (lAC) untuk menggunakan Ceodetic Reference System yang baru

(CRS B0) sebagai referensi untuk pekerjaan-pekerjaan geodetik, menggantikan

CRS 57, dan mempunyai sedikit perbedaan dengan WCS-84. Pada tahun '1983, IHO menggunakan WCS-84 sebagai sistem referensi global untul<

peta laut.

a. Sistem Koordinat

Lokasi tertentu atau posisi suatu titik di permukaan bumi dinyatakan

dalam sistem koordinat. Sistem koordinat yang paling banyal< digunakan saat ini adalah sistem