Anda di halaman 1dari 4

A Definisi Aterosklerosis merupakan proses yang berbeda yang menyerang intema arteri besar dan medium.

Perubahan tersebut meliputi penimbunan lemak, kalsium, komponen darah, karbohidrat dan jaringan fibrosa pada lapisan intema arteri. Penimbunan tersebut dikenal sebagai ateroma atau plak. Meskipun proses patologis aerteriosklerosis dan aterosklerosis berbeda namun keduanya saling berhubungan, sehingga istilah tersebut sering dipakai saling mengganti, karena aterosklerosis merupakan proses yang umum bila kita menjumpainya di ekstremitas maka penyakit tersebut juga terdapat di bagian tubuh yang lain. B Etiologi Perkembangan aterosklerosis disebabkan oleh banyak faktor, dan karena itu tidak mungkin menyebut faktor etiologi tunggal atau dominant. Pada otopsi yang di lakukan apda orang dewasa muda yang meninggal akibat trauma menunjukkan adanya lesi aterosklerosis, yang kadang-kadang sangat berat. Endapan paling dini dapat terlihat pada anak-anak ke il dan enderung bertambah dan meningkatnya usia. !aju peningkatan ukuran dan jumlah ateroma dipengaruhi oleh beberapa faktor. "aktor tertentu penting dan aterosklerosis serta komplikasinya sering terjadi dalam keluarga. #rang dengan kadar kolesterol yang tinggi dan orang yang menderita diabetes melitus seringkali peka akan aterosklerosis diper epat. $ekanan darah merupakan faktor penting bagi insiden dan beratnya aterosklerosis. %ara yang tepat dimana berbagai faktor penyokong patogenesis lesi aterosklerosis belum diketahui sepenuhnya. % Manifestasi klinik $anda dan gejala klinis akibat proses aterosklerosis tergantung pada organ atau jaringan yang terkena. & Penyakit jantung 'aterosklerosis koroner( Menimbulkan gejala dan komplikasi sebagai akibat penyempitan lumen arteri dan penyumbatan aliran darah ke jantung. )umbatan aliran darah tergantung progesif dan suplai darah yang tidak adekuat yang ditimbulkannya akan membuat sel-sel otot kekurangan komponen darah yang dibutuhkan untuk hidup.

*erusakan sel akiabat iskemia terjadi dalam berbagai tingkat. Manifestasi utama iskemia miokardiumadalah nyeri dada. Manifestasi klinis lain penyakit arteri koroner dapat berupa perubahan pola E*+ ,entrikel disritmia dan kematian mendadak. & Angina pe toris Adalah suatu sindrom klinis yang di tandai dengan atau peroksima nyeri 'perasaan tertekan di dada depan(. Penyebab diperkirakan berkurangnya aliran darah koroner menyebabkan suplai oksigen kejantung tidak adekuat atau dengan kata lain, supali kebutuhan aksigen jantung meningkat. -skemia otot jantung akan menyebabkan nyeri dengan derajat yang ber,ariasi, mulai dari rasa tertekan pada dada atas sampai nyeri hebat yang disertai dengan rasa takut atau rasa akan menjelang ajal. .yeri sangat terasa pada dada didaerah belakang sternum atas sternum tengah 'retrosternal(. Meskipun rasa nyeri biasanya terlokalisasi namun nyeri tersebut dapat menyebar ke leher, dagu, bahu dan aspek dalam a/tremitas atas. Pasien biasanya memperlihatkan rasa sakit ter ekik dengan kualitas yang terus menerus, rasa lemah atau pegal dilengan atas pergelangan dan tangan akan menyertai rasa nyeri. )elama terjadi nyeri fisik mungkinakan segera meninggal. *arakteristik utama nyeri angina adalah nyeri tersebutakan berkurang apabila faktor predisposisinya di hilangkan. & -nfark miokardium .yeri dada yang tiba-tiba dan berlangsung terus-menerus terletak dibagian bawah sternum dan perut atas adalah gejala utama yang biasanya mun ul. .yeri akan terasa semakin berat sampai tidak tertahankan. 0asa nyeri yang tajam dan berat bisa menyebar kebahu dan lengan, biasanya lengan kiri tidak seperti angina, nyeri ini mun ul se ara spontan 'bukan setelah bekerja berat atau gangguan emosi( dan menetap selama beberapa jam sampai beberapa hari dan tidak akan hilang dengan istirahat atau nitrogliserin.

D Patofisiologi Ateoslkerosi adalah penyakit yang paling sering menyerang susunan pembuluh darah arteria. Aterosklerosis mula-mula ditandai oleh deposisi lemak pada lapisan intema arteria. )elanjutnya, dapat terjadi kalsifikasi, fibrosa, trombosis dan perdarahan semua itu membantu terbentuknya suatu plak aterosklerosis atau ateroma yang kompleks. Akhirnya, tunika media mengalami degenerasi. Perjalan penyakit aterosklerosis pembuluh darah perifer yang paling sering adalah oklusi pembuluh darah. Plak ini mulai dengan penimbunan kristal kolesterol yang ke il didalam intima dan otot polos yang terletak di bawahnya. Dengan berjalannya waktu kristal berkembang lebih besar dan bersatu membentuk plak yang makin lama makin besar. Penimbunan kolesterol ditambah proliferasi menonjol lebih jauh kedalam lumen dan mengurangi aliran darah. )ering kali menutupi seluruh pembuluh darah, bahkan tanpa penyumbatan, fibroblast plak akhirnya menimbun jaringan penyambung padat yang sangat berlebihan sehingga s lerosis 'fibrosis( menjadi sangat besar dan arteri menjadi kaku dank eras, selanjutnya garam kalium sering mengendap bersama dengan kolesterol dan lipid yang lain dari plak, menimbulkan klasifikasi sekeras tulang yang membuat arteri kadang-kadang seperti saluran kaku kedua tahap lanjutan dai penyakit ini disebut 1pergeseran dari arteri2. Arteri yang mengalami arterosklerosis kehilangan sebagian besar distensibilitasnya dan karena daerah dinding pembuluh darah berdegenerasi pembuluh darah menjadi mudah rupture. 3uga tempat dimana plak menonjol kedalamaliran darah, sifat dasar dari permukaan plak menyebabkan thrombus atau embolus sehingga menutupi semua aliran darah di dalam arteri dengan tiba-tiba. Akibat langsung arterosklerosis pada arteri meliputi penyempitan 'stenosis( lumen, obstruksi oleh trombosis, aneurisme 'dilatasi abnormal pembuluh darah(, ulkus dan rupture. Akibat tidak langsungnya adalah malnutrisi dan fibrosis organ yang disuplai oleh arteri yang sklerotik tersebut. )emua sel berfugsi aktif memerlukan suplai darah yang kaya akan nutrisi dan oksigen dan peka terhadap setiap penurunan suplai nutrisi tersebut. Bila penurunan tersebut berat dan permanent, sel-sel tersebut akan mengalami nekrosis

'kematian sel akibat kekurangan aliran darah( dan diganti oleh jaringan fibrosa yang tidak memerlukan banyak nutrisi Aterosklerosis terutama mengenai arteri utama sepanjang per abangan arteri dalam berbagai derajat keparahannya, biasanya berbentuk ber ak-ber ak. %abang arteri biasanya hanya terkena pada bagian bifur ation. !esi utama yaitu ateroma merupakan plak lemak dengan penutup dengan jaringan fibrosa, perlahan-lahan menutup lumen pembuluh darah. )e ara morfologis lesi arterosklerosis terdiri atas dua jenis ber ak lemak dan fibrosa. Ber ak lemak berwarna kuning dan halus, sedikit menonjol kedaam lumen arteri, dan tersusun atas lemak dan sel-sel otot polos yang memanjang, lesi ini dapat dijumpai pada semua umur. Ber ak lemak tersebut belum jelas merupakan predeposisi pembentukan plak fibrosa atau mereka dapat menghilang, biasanya tidak menimbulkan gejala klinis. Plak fibrosa merupakan irri khas aterosklerosis, tersusun oleh sel otot polos, serabut kolagen, plasma dan lemak. Berwarna putih sampai kuning keputihan dan menonjol dalam beebagai derajat ke lumen, sampai suatu saat tonjolan tersebut menyumbat. Plak ini terutama ditemukan di aorta abdominal, arteri koroner, poplitea dan karotis interna. Plak ini di anggap tidak re,ersible. Penyempitan terhadap lumen arteri saat proses penyakit berkembang, menstimulasi perkembangan sirkulasi kolateral.