Anda di halaman 1dari 6

Jawaban 2010/2011 1.

Mekanisme pembuatan bensin dari butana dan butyline

2. Flowsheet asam asetat dari aldehid dan mekanisme reaksinya

Penjelasannya: 3. Oksidasi Hidrokarbon (n-butana) dan oksidasi asetaldehida fase cair

Sebelum komersialisasi proses Monsanto, kebanyakan asam asetat diproduksi melalui oksidasi asetaldehida. Namun, metode manufaktur ini masih yang paling penting, meskipun tidak sekompetitif dengan metode karbonilisasi metanol.Dalam produksi asetaldehida dapat dihasilkan melalui oksidasi dari butana atau nafta ringan, atau hidrasi dari etilena. Ketika butana atau cahaya nafta dipanaskan dengan udara di hadapan berbagai logam ion, termasuk mangan, kobalt dan kromium; peroksida bentuk dan kemudian membusuk untuk menghasilkan asam asetat sesuai dengan persamaan kimia: 2C4H10 + 5O2 4CH3COOH + 2H2O Dalam reaksi ini dijalankan pada suhu dan tekanan yang tinggi namun tetap menjaga butana dalam keadaan cair. Tipikal kondisi reaksinya ialah pada temperature 150C, tekanan 55 atm dan yield 70-80 %. Produk sampingan mungkin juga terbentuk termasuk butanone, etil asetat, asam format, dan asam propionat. Produk sampingan ini juga bernilai komersial, dan kondisi-kondisi reaksi dapat diubah untuk menghasilkan lebih banyak dari mereka jika ini bermanfaat secara ekonomis. Namun, pemisahan asam asetat dari produk tersebut dapat menambah biaya proses. Di bawah kondisi yang sama dan menggunakan sejenis katalis sebagaimana digunakan untuk oksidasi n-butana, asetaldehida dapat dioksidasi oleh oksigen di udara untuk menghasilkan asam asetat (Prosen Hoescht AG) 2CH3CHO + O2 2CH3COOH Dengan menggunakan katalis modern, reaksi ini dapat menghasilkan asam asetat lebih besar dari 95%. Produk sampingan utama adalah etil asetat, asam formatdan formaldehida, yang semuanya memilki titik didih yang lebih rendah dari asam asetat sehingga dapat dipisahkan dengan teknik destilasi. 3. Karena gugus meta, intermediatnya kurang stabil jika dinitrasi dibandingkan pada posisi orto dan para. Dan zat antarara ordo dan para keduanya mempunyai sistem sambungan struktur yang mempunyai muatan positif yang berdampingan dengan subsitusi( C-H). A. Reaksi/ Mekanisme reaksi Dalam makalah ini kami menggunakan proses hidrogenasi

nitrobenzene yang reaksinya adalah: Aniline yang dibuat dengan proses ini dibuat dengan

nitrobenzene sebagai bahan baku utama serta menggunakan tembaga sebagai katalis. Katalis dibuat dari silica hidrogel diatas adsorbed

cupproaammonium sulfate. Katalis yang berbentuk powder ( 10-20 % tembaga ) (20- 150 m) diaktifkan didalam tempat sebuah reactor melalui perlakuan dengan hydrogen pada suhu 250 C. Campuran antara nitrobenzene dengan uap hydrogen umpan melalui piringan kedalam dasar fluidizied bed mempertahankan suhu 270 C dengan tekanan 5 Psi. Kelebihan panas dari reaksi diubah dengan sirkulasi, pada heat transfer dingin melalui pipa suspense di dalam bed katalis. Gas yang keluar disaring secara bebas,dari katalis yang masih baik pada pemisah penyaring stainless steel pada bagian atas reactor. Produk gas yang sudah disaring dikondensasi sehingga menjadi dingin kemudian dikirimkan kepemisah cairan / didekanter. Ekses hydrogen dikembalikan pada proses awal untuk digunakan sebagai bahan baku. Lapisan paling bawah pada cairan didalam separator ( aniline yang kotor mengandung kurang dari 0,5 % nitro benzene dan 5% air) destilat dipindahakan ke boiler. Air dan uap aniline dilewatkan diatas pemisah. Lapisan paling atas (cairan aniline) dari separator dipompakan menuju kolom ekstrasi dimana melalui arah yang berlawanan supaya nitro benzene dingin untuk mendaur ulang aniline yang terlarut.

5. mekanisme pembuatan vanilin dari iso eugenol

Beri Nilai