Anda di halaman 1dari 10

BORANG DESKRIPSI BATUAN BEKU Nama Kode Peraga : Ria Nur Andini : 35

Jenis Batuan Beku : Basa Batuan berwarna hitam, mempunyai struktur masif, ukuran kristal <1- 1 mm (fenokris : mm, massa dasar < 1 mm), menunjukan tekstur berdasarkan kristalinitas holokristalin, tekstur berdasarkan granularitas afanitik, berdasarkan hubungan antar kristal allotryomorphic granular, komposisi batuan : mineral utama mineral mafik, mineral aksesori mika biotit. Deskripsi Mineralogi : (diurutkan berdasarkan kelimpahan mineralnya) Mineral mafik, warna hitam, ukuran kristal <1 mm, bentuk kristal kristalin, kilap tanah, belahan tidak teramati, struktur masif, kelimpahan 95 %, hadir sebagai matriks dalam batuan. Mineral mica biotit, warna hitam, ukuran kristal 1 mm, bentuk kristal kristalin, kilap kaca, belahan tidak teramati, struktur granular, kelimpahan 5 %, hadir sebagai fragmen dalam batuan.

Nama Batuan Beku (Klasifikasi) : Basalt (Fenton, 1940) Genesa dan Keterdapatan Batuan : Basalt merupakan batuan beku extrusif yang bersifat basa. Terbentuk oleh adanya aktivitas vulkanik berupa pembekuan lava yang cepat. Karena sifatnya yang cair juga dapat terbantuk dari lava tebal lembaran. Basalt terbentuk secara luas di daerah kontinental yakni pada daerah dasar samudera. Salah satu studi tentang basalt vulkanik yang paling terkenal terdapat digunung Maona Loa kepulauan Hawai.

Daftar Pustaka : Pellant, Chris.1996.Rocks and Minerals.London.Dorling Kindersley. (page 202)

BORANG DESKRIPSI BATUAN BEKU Nama Kode Peraga : Ria Nur Andini : 37

Jenis Batuan Beku : Basa Batuan berwarna hitam, mempunyai struktur masif, ukuran kristal <1- 8 mm (fenokris : 2 - 8 mm, massa dasar < 1 mm), menunjukan tekstur berdasarkan kristalinitas holokristalin, tekstur berdasarkan granularitas porfiroafanitik, berdasarkan hubungan antar kristal hypidiomorphic granular, komposisi batuan : mineral utama plagioklas, mineral aksesori mika biotit dan piroksen. Deskripsi Mineralogi : (diurutkan berdasarkan kelimpahan mineralnya) Mineral biotit, warna hitam, ukuran kristal <1 mm, bentuk kristal kristalin, kilap tanah-kaca, belahan tidak teramati, struktur granular, kelimpahan 55 %, hadir sebagai matriks dalam batuan. Mineral plagioklas, warna putih, ukuran kristal 2 8 mm, bentuk kristal kristalin, kilap tanah, belahan tidak teramati, struktur masif, kelimpahan 40 %, hadir sebagai fragmen dalam batuan. Mineral piroksen, warna hijau, ukuran kristal <1- 2 mm, bentuk kristal kristalin, kilap kaca, belahan tidak teramati, struktur granular, kelimpahan 5 %, hadir sebagai fragmen dalam batuan.

Nama Batuan Beku (Klasifikasi) : Diabase (Fenton, 1940) Genesa dan Keterdapatan Batuan : Diabas batuan beku ekstrusif yang bersifat basa. Terbentuk akibat adanya intruksi magma yang menerobos kepermukaan bumi seperti dan membentuk seperti tiang tiang. Adapun mineral piroksen dan plagioklas yang terkandung akan berbentuk seperti jarum yang saling bersilangan.

Daftar Pustaka : S.R Nocklods, R.W. OB Knox, G. A. Chinner. PETROLOGY FOR Cambridge.Cambridge University Press (page 136) STUDENT.

BORANG DESKRIPSI BATUAN BEKU Nama Kode Peraga : Ria Nur Andini :9

Jenis Batuan Beku : Intermediet Batuan berwarna hijau kehitaman, mempunyai struktur masif, ukuran kristal <1- 5 mm (fenokris : 1- 5 mm, massa dasar < 1 mm), menunjukan tekstur berdasarkan kristalinitas holokristalin, tekstur berdasarkan granularitas porfiroafanitik, berdasarkan hubungan antar kristal hypidiomorphic granular, komposisi batuan : mineral utama plagioklas, kuarsa, mineral aksesori mika biotit dan piroksen. Deskripsi Mineralogi : (diurutkan berdasarkan kelimpahan mineralnya) Mineral piroksen, warna hijau, ukuran kristal <1 mm, bentuk kristal kristalin, kilap lemak, belahan tidak teramati, struktur granular, kelimpahan 60 %, hadir sebagai matriks dalam batuan. Mineral plagioklas, warna hitam kehijauan, ukuran kristal <1 mm, bentuk kristal kristalin, kilap tanah, belahan tidak teramati, struktur granular, kelimpahan 20 %, hadir sebagai matriks dalam batuan. Mineral kuarsa, warna colourless - putih, ukuran kristal 1 - 2 mm, bentuk kristal subhedral, kilap kaca, belahan tidak teramati, struktur granular, kelimpahan 15 %, hadir sebagai fragmen dalam batuan. Mineral biotit, warna hitam, ukuran kristal 2 - 5 mm, bentuk kristal kristalin, kilap kaca, belahan tidak teramati, struktur masif, kelimpahan 5 %, hadir sebagai fragmen dalam batuan.

Nama Batuan Beku (Klasifikasi) : Porfiri Diorit Kwarsa (Travis, 1955) Genesa dan Keterdapatan Batuan : Porfiri Diorit Kwarsa merupakan batuan hasil terobosan batuan beku (instruksi) yang Terbentuk dari hasil peleburan lantai samudra yang bersifat mafic pada suatu subduction zone. biasanya diproduksi pada busur lingkaran volkanis, dan membentuk suatu gunung didalam cordilleran ( subduction sepanjang tepi suatu benua, seperti pada deretan Pegunungan). Terdapat emplaces yang besar berupa batholiths ( banyak beribu-ribu milkwadrat) dan mengantarkan magma sampai pada permukaan untuk menghasilkan gunung api gabungan dengan lahar andesite. Daftar Pustaka : Pellant, Chris.1996.Rocks and Minerals.London.Dorling Kindersley. (page 187)

BORANG DESKRIPSI BATUAN BEKU Nama Kode Peraga : Ria Nur Andini : 05

Jenis Batuan Beku : Asam Batuan berwarna Coklat kehitaman, mempunyai struktur masif, ukuran kristal <1-15 mm (fenokris : 3 - 15 mm, massa dasar < 1 mm), menunjukan tekstur berdasarkan kristalinitas holokristalin, tekstur berdasarkan granularitas porfiroafanitik, berdasarkan hubungan antar kristal hypidiomorphic granular, komposisi batuan : mineral utama feldspatoid, orthoklas, kuarsa, mineral aksesori mika biotit. Deskripsi Mineralogi : (diurutkan berdasarkan kelimpahan mineralnya) Mineral orthoklas, warna abu - abu, ukuran kristal <1 mm, bentuk kristal anhedral, kilap tanah, belahan tidak teramati, struktur tidak teramati, kelimpahan 35 %, hadir sebagai matriks dalam batuan. Mineral kuarsa, warna colourless, ukuran kristal 3 - 15 mm, bentuk kristal subhedral, kilap kaca, belahan tidak teramati, struktur granular, kelimpahan 30 %, hadir sebagai fragmen dalam batuan. Mineral biotit, warna hitam, ukuran kristal 5 - 15 mm, bentuk kristal subhedral, kilap kaca, belahan tidak teramati, struktur granular, kelimpahan 25 %, hadir sebagai fragmen dalam batuan. Mineral feldspatoid, warna coklat, ukuran kristal <1 mm, bentuk kristal anhedral, kilap tanah, belahan tidak teramati, struktur tidak teramati, kelimpahan 20 %, hadir sebagai matriks dalam batuan.

Nama Batuan Beku (Klasifikasi) : Sianit Nefelin (Travis, 1955) Genesa dan Keterdapatan Batuan : Sianit Nefelin merupakan batuan beku intrusif yang bersifat intermediet. Terbentuk pada dyke akibat adanya aktivitas plutonik. Sianit nefelin terbentuk pada kristalisasi magma yang terkadang berasosiasi dengan batuan yang mengandung alkali yang tinggi.

Daftar Pustaka : Pellant, Chris.1996.Rocks and Minerals.London.Dorling Kindersley. (page 188)

BORANG DESKRIPSI BATUAN BEKU Nama Kode Peraga : Ria Nur Andini : Granit

Jenis Batuan Beku : Asam Batuan berwarna coklat muda, mempunyai struktur masif, ukuran kristal <1 - 10 mm (fenokris : 3 - 10 mm, massa dasar < 1 mm), menunjukan tekstur berdasarkan kristalinitas holokristalin, tekstur berdasarkan granularitas fanerik, berdasarkan hubungan antar kristal hypidiomorphic granular, komposisi batuan : mineral utama orthoklas, muskovit, kuarsa mineral aksesori mika biotit. Deskripsi Mineralogi : (diurutkan berdasarkan kelimpahan mineralnya) Mineral kuarsa, warna colourless, ukuran kristal 5 - 10 mm, bentuk kristal subhedral, kilap kaca, belahan tidak teramati, struktur granular, kelimpahan 45 %, hadir sebagai fragmen dalam batuan. Mineral orthoklas, warna putih, ukuran kristal <1mm, bentuk kristal anhedral, kilap tanah, belahan tidak teramati, struktur masif, kelimpahan 30 %, hadir sebagai matriks dalam batuan. Mineral muskovit, warna colourless, ukuran kristal 4 - 8 mm, bentuk kristal subhedral, kilap kaca - mutiara, belahan tidak teramati, struktur granular, kelimpahan 15 %, hadir sebagai fragmen dalam batuan. Mineral mica biotit, warna hitam, ukuran kristal 2 - 5 mm, bentuk kristal subhedral, kilap kaca, belahan tidak teramati, struktur granular, kelimpahan 10 %, hadir sebagai fragmen dalam batuan.

Nama Batuan Beku (Klasifikasi) : Granit (Fenton, 1940) Granit adalah batuan beku plutonik, yang terjadi dari hasil pembekuan magma berkomposisi asam pada kedalaman tertentu dari permukaan bumi. Umumnya bersifat masif dan keras, bertekstrur porfiritik, terdiri atas mineral kuarsa, ortoklas, plagioklas, biotit, dan hornblende. Merupakan batuan beku dalam yang mempunyai kristal-kristal kasar. Granit merupakan batuan intrusif yang keterdapatannya terbentuk di kedalaman tertentu dibawah kerak bumi. Daftar Pustaka : Pellant, Chris.1996.Rocks and Minerals.London.Dorling Kindersley. (page 180)

BORANG DESKRIPSI BATUAN BEKU Nama Kode Peraga : Ria Nur Andini : 15

Jenis Batuan Beku : Asam Batuan berwarna putih kecoklatan, mempunyai struktur masif, ukuran kristal <1 4 mm (fenokris : 5 - 40 mm, massa dasar < 1 mm), menunjukan tekstur berdasarkan kristalinitas holokristalin, tekstur berdasarkan granularitas porfiroafanitik, berdasarkan hubungan antar kristal hypidiomorphic granular, komposisi batuan : mineral utama orthoklas, kuarsa, mineral aksesori mika biotit. Deskripsi Mineralogi : (diurutkan berdasarkan kelimpahan mineralnya) Mineral orthoklas, warna putih, ukuran kristal <1 mm, bentuk kristal anhedral, kilap tanah, belahan tidak teramati, struktur granular, kelimpahan 55 %, hadir sebagai matriks dalam batuan. Mineral kuarsa, warna colourless, ukuran kristal 5 - 40 mm, bentuk kristal subhedrall, kilap kaca, belahan tidak teramati, struktur granular, kelimpahan 40 %, hadir sebagai fragmen dalam batuan. Mineral mica biotit, warna hitam, ukuran kristal 2 - 5 mm, bentuk kristal subhedral, kilap kaca, belahan tidak teramati, struktur granular, kelimpahan 5 %, hadir sebagai fragmen dalam batuan.

Nama Batuan Beku (Klasifikasi) : Pegmatit (Travis, 1955) Genesa dan Keterdapatan Batuan : Pegmatit merupakan batuan beku plutonik yang bersifat asam. Terbentuk karena adanya proses pendinginan magma di bagian permukaan bawah bumi yang merupakan lingkungan plutonik, dike maupun sill. Pembukuan magma terjadi secara lambat kadang berasosiasi dengan air mineral yang mengandung mineral langka.

Daftar Pustaka : Pellant, Chris.1996.Rocks and Minerals.London.Dorling Kindersley. (page 185)

BORANG DESKRIPSI BATUAN BEKU Nama Kode Peraga : Ria Nur Andini : M 23

Jenis Batuan Beku : Basa Batuan berwarna hitam, mempunyai struktur masif, ukuran kristal <1 mm (fenokris : 2 - 4 mm, massa dasar < 1 mm), menunjukan tekstur berdasarkan kristalinitas holokristalin, tekstur berdasarkan granularitas afanitik, berdasarkan hubungan antar kristal hypidiomorphic granular, komposisi batuan : mineral utama mineral mafik, piroksen, mineral aksesori mika biotit. Deskripsi Mineralogi : (diurutkan berdasarkan kelimpahan mineralnya) Mineral mafik, warna hitam, ukuran kristal <1 mm, bentuk kristal anhedral, kilap tanah, belahan tidak teramati, struktur masif, kelimpahan 85 %, hadir sebagai matriks dalam batuan. Mineral piroksen, warna hijau - colourless, ukuran kristal 2 - 4 mm, bentuk kristal subhedral, kilap kaca, belahan tidak teramati, struktur granular, kelimpahan 10 %, hadir sebagai fragmen dalam batuan. Mineral biotit, warna hitam, ukuran kristal 2 - 3 mm, bentuk kristal subhedral, kilap kaca, belahan tidak teramati, struktur granular, kelimpahan 5 %, hadir sebagai fragmen dalam batuan.

Nama Batuan Beku (Klasifikasi) : Porfiri Basalt (Travis, 1955) Genesa dan Keterdapatan Batuan : Porfiri Basalt merupakan batuan beku extrusif yang bersifat basa. Terbentuk oleh adanya aktivitas vulkanik berupa pembekuan lava yang cepat. Karena sifatnya yang cair juga dapat terbantuk dari lava tebal lembaran. Basalt terbentuk secara luas di daerah kontinental yakni pada daerah dasar samudera. Salah satu studi tentang basalt vulkanik yang paling terkenal terdapat digunung Maona Loa kepulauan Hawai.

Daftar Pustaka : Pellant, Chris.1996.Rocks and Minerals.London.Dorling Kindersley. (page 202)

BORANG DESKRIPSI BATUAN BEKU Nama Kode Peraga : Ria Nur Andini : 24

Jenis Batuan Beku : Asam Batuan berwarna abu abu kecoklatan, mempunyai struktur masif, ukuran kristal 2 - 20 mm (fenokris : 5 - 20 mm, massa dasar 2 mm), menunjukan tekstur berdasarkan kristalinitas holokristalin, tekstur berdasarkan granularitas faneroporfiritik, berdasarkan hubungan antar kristal hypidiomorphic granular, komposisi batuan : mineral utama orthoklas, kuarsa, mineral aksesori mika biotit. Deskripsi Mineralogi : (diurutkan berdasarkan kelimpahan mineralnya) Mineral orthoklas, warna merah muda, ukuran kristal 5 - 20 mm, bentuk kristal euhedral, kilap tanah, belahan tidak teramati, struktur granular, kelimpahan 15 %, hadir sebagai fragmen dalam batuan. Mineral kuarsa, warna colourless, ukuran kristal 3 - 8 mm, bentuk kristal subhedral, kilap kaca, belahan tidak teramati, struktur granular, kelimpahan 40 %, hadir sebagai fragmen dalam batuan. Mineral mica biotit, warna hitam, ukuran kristal 2 - 4 mm, bentuk kristal anhedral, kilap kaca, belahan tidak teramati, struktur granular, kelimpahan 25 %, hadir sebagai fragmen dalam batuan.

Nama Batuan Beku (Klasifikasi) : Porfiri Granit (Travis, 1955) Genesa dan Keterdapatan Batuan : Porfiri Granit adalah batuan beku plutonik, yang terjadi dari hasil pembekuan magma berkomposisi asam pada kedalaman tertentu dari permukaan bumi. Umumnya bersifat masif dan keras, bertekstrur porfiritik, terdiri atas mineral kuarsa, ortoklas, plagioklas, biotit, dan hornblende. Merupakan batuan beku dalam yang mempunyai kristalkristal kasar. Granit merupakan batuan intrusif yang keterdapatannya terbentuk di kedalaman tertentu dibawah kerak bumi. Daftar Pustaka : Pellant, Chris.1996.Rocks and Minerals.London.Dorling Kindersley. (page 180)

BORANG DESKRIPSI BATUAN BEKU Nama Kode Peraga : Ria Nur Andini : 34

Jenis Batuan Beku : Intermediet Batuan berwarna abu - abu kehitaman, mempunyai struktur skoria, ukuran kristal 1 - 8 mm (fenokris : 2 - 8 mm, massa dasar < 1 mm), menunjukan tekstur berdasarkan kristalinitas holokristalin, tekstur berdasarkan granularitas porfiroafanitik, berdasarkan hubungan antar kristal hypidiomorphic granular, komposisi batuan : mineral utama plagioklas, mineral mafik, mineral aksesori kuarsa. Deskripsi Mineralogi : (diurutkan berdasarkan kelimpahan mineralnya) Mineral plagioklas, warna abu - abu, ukuran kristal <1mm, bentuk kristal anhedral, kilap tanah, belahan tidak teramati, struktur masif, kelimpahan 40 %, hadir sebagai matriks dalam batuan. Mineral mafik, warna abu abu kehitaman, ukuran kristal <1 mm, bentuk kristal anhedral, kilap tanah, belahan tidak teramati, struktur masif, kelimpahan 55 %, hadir sebagai matriks dalam batuan. Mineral kuarsa, warna colourless, ukuran kristal 2 - 5 mm, bentuk kristal subhedral, kilap kaca, belahan tidak teramati, struktur granular, kelimpahan 5 %, hadir sebagai fragmen dalam batuan.

Nama Batuan Beku (Klasifikasi) : Porfiri Andesit (Travis, 1955) Genesa dan Keterdapatan Batuan : Andesit merupakan batuan beku vulkanik yang bersifat intermediet.Andesite terbentuk sebagai aliran lava letusan gunung berapi yang bersifat andesitic. Andesite terkadang berasosiasi dengan zona subduksi seperti yang terdapat pada pegunungan Andean di Amerika Selatan. Daftar Pustaka : Pellant, Chris.1996.Rocks and Minerals.London.Dorling Kindersley. (page 199)

BORANG DESKRIPSI BATUAN BEKU Nama Kode Peraga : Ria Nur Andini : 08

Jenis Batuan Beku : Intermediet Batuan berwarna hitam keabu - abuan, mempunyai struktur masif, ukuran kristal 3 - 12 mm (fenokris : 2 - 12 mm, massa dasar < 1 mm), menunjukan tekstur berdasarkan kristalinitas holokristalin, tekstur berdasarkan granularitas porfiroafanitik, berdasarkan hubungan antar kristal hypidiomorphic granular, komposisi batuan : mineral utama plagioklas, mineral mafik, kuarsa mineral aksesori mika biotit. Deskripsi Mineralogi : (diurutkan berdasarkan kelimpahan mineralnya) Mineral kuarsa, warna colourless, ukuran kristal 2 - 12 mm, bentuk kristal subhedral, kilap kaca, belahan tidak teramati, struktur granular, kelimpahan 50 %, hadir sebagai matriks dalam batuan. Mineral mafik, warna abu abu kehitaman, ukuran kristal <1 mm, bentuk kristal anhedral, kilap tanah, belahan tidak teramati, struktur masif, kelimpahan 30 %, hadir sebagai matriks dalam batuan. Mineral mica biotit, warna hitam, ukuran kristal 2 - 5 mm, bentuk kristal subhedral, kilap kaca, belahan tidak teramati, struktur granular, kelimpahan 10 %, hadir sebagai fragmen dalam batuan. Mineral Plagioklas, warna hitam, ukuran kristal <1 mm, bentuk kristal anhedral, kilap tanah, belahan tidak teramati, struktur masif, kelimpahan 10 %, hadir sebagai matriks dalam batuan.

Nama Batuan Beku (Klasifikasi) : Grano Diorit (Travis, 1955) Genesa dan Keterdapatan Batuan : Grano Diorit merupakan batuan hasil terobosan batuan beku (instruksi) yang Terbentuk dari hasil peleburan lantai samudra yang bersifat mafic pada suatu subduction zone. biasanya diproduksi pada busur lingkaran volkanis, dan membentuk suatu gunung didalam cordilleran ( subduction sepanjang tepi suatu benua, seperti pada deretan Pegunungan). Terdapat emplaces yang besar berupa batholiths ( banyak beribu-ribu milkwadrat) dan mengantarkan magma sampai pada permukaan untuk menghasilkan gunung api gabungan dengan lahar andesite. Daftar Pustaka : Pellant, Chris.1996.Rocks and Minerals.London.Dorling Kindersley. (page 187)