Anda di halaman 1dari 7

Kontra Pemberian Mannitol pada Pasien Gagal Ginjal Akut

Acute Kidney Injury: Pendekatan Klinis dan Tata Laksana Robert Sinto, Ginova Nainggolan
Departemen Ilmu Penyakit Dalam, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta

Maj Kedokt Indon, Volum: 60, Nomor: 2, Pebruari 2010

mannitol meningkatkan translokasi cairan ke intravaskuler sehingga dapat digunakan untuk tata laksana AKI khususnya pada tahap oligouria. Namun kegunaan manitol ini tidak terbukti bahkan dapat menyebabkan kerusakan ginjal lebih jauh karena bersifat nefrotoksik, menyebabkan agregasi eritrosit dan menurunkan kecepatan aliran darah. Efek negatif tersebut muncul pada pemberian mannitol lebih dari 250 mg/kg tiap 4 jam. Penelitian lain menunjukkan sekalipun dapat meningkatkan produksi urin, pemberian mannitol tidak memperbaiki prognosis pasien
(http://indonesia.digitaljourn als.o rg /ind ex .p hp /idn med /article/download/712/709 )

Better, O.S., Rubinstein, I., Winafer, J.M., Knochel, J.P., 1997, Mannitol Therapy revisited (1940-1997). Kidney Int 52, 886. Ellison, D.H., Okusa, M.D., Schrier, R.W., 2007, Mechanism of Diuretic action, In : Diseases of the Kidneyand Urinary Track, 8 edition, vol III, 2122-2125.

Pasien dengan akumulasi mannitol dapat terjadi gagal ginjal akut yang bersifat reversibel. Komplikasi ini pada umumnya hanya terjadi pada pasien yang telah mengalami gangguan fungsi ginjal sebelum pemberian mannitol.

Van Hengel, P., Nikken, J.J., de Jong, G.M., Hesp., W.L., Van Bommel, E.F., 1997, Mannitol-induced acute renal failure, Neth J Me, Jan, 50 (1), 21-24.

Penumpukan mannitol yang terjadi pada kondisi gagal ginjal tersebut diantaranya pernah dilaporkan terjadi pada seorang wanita 71 tahun dengan gagal ginjal kronis yang disebabkan nefropati dabetika. Wanita tersebut mengalami distrofi simpatetik refleks pasca trauma, dan sehubungn dengan kondisi tersebut diberikan terapi mannitol. Setelah pemberian mannitol, terjadi peningkatan nilai osmolal gap yang cepat dan terjadi gagal ginjal akut anuria.

Penggunaan manitol : dampaknya pada ginjal Mochammad Syabani Sub Bagian Ginjal Hipertensi, Bagian Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada/RSUP Dr Sardjito, Yogyakarta

Pemberian mannitol dosis tinggi memiliki potensi nefrotoksik, terutama pada penderita dengan gangguan fungsi ginjal.

http ://nefrolo gyner s .files.wordpress.com/ 201 2/02/penggunaan -manitol dampaknya-pada -ginjal .pdf

Penggunaan manitol : dampaknya pada ginjal Mochammad Syabani Sub Bagian Ginjal Hipertensi, Bagian Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada/RSUP Dr Sardjito, Yogyakarta

Pemberian mannitol menyebabkan agregasi sel-sel darah merah dan menurunkan kecepatan aliran darah. Penurunan aliran darah dan peningkatan agregasi sel darah merah tersebut kemungkinan juga berperan serta dalam proses terjadinya gagal ginjal akut.

http ://nefrolo gyner s .files.wordpress.com/ 201 2/02/penggunaan -manitol dampaknya-pada -ginjal .pdf

Manitol sebagai diuretik osmotik yang non-metabolized, akan difiltrasi ke dalam lumen tubulus sehingga meningkatkan osmolalitas cairan tubulus.

Manitol bersifat toksisitas toksisitas yang paling besar dipengaruhi adalah meningkatnya osmolalitas plasma. Dengan berkurangnya rate filtrasi glomerulus (CHF atau gagal ginjal), manitol tersebar di ECF , hal ini menyebabkan keluarnya air dari sel ke ECF dan menyebabkan gagal jantung berat. Pada sisi lain, perpindahan air dari sel menyebabkan hiponatremia.