Anda di halaman 1dari 18

JENIS-JENIS SEMEN PORTLAND

Yuli Ristianingsih, S.T., M.Eng Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

JENIS-JENIS SEMEN
1. 2.

Semen Portland (Semen Abu) Semen Putih (Gray Cement)

3.
4.

Oil Well Cement


Mixed and Fly Ash Cement

SEMEN PUTIH (GRAY CEMENT)

semen yang lebih murni dari semen abu dan digunakan untuk pekerjaan penyelesaian (finishing), seperti sebagai filler atau pengisi. Semen jenis ini dibuat dari bahan utama kalsit (calcite)

limestone murni.

OIL WELL CEMENT (SEMEN SUMUR MINYAK)

semen khusus yang digunakan dalam proses pengeboran minyak bumi atau gas alam, baik di darat maupun di lepas pantai.

MIXED AND FLY ASH CEMENT

campuran semen abu dengan Pozzolan buatan (fly ash). Pozzolan buatan (fly ash) merupakan hasil batubara yang sampingan dari pembakaran

mengandung amorphous silica, aluminium oksida, besi oksida dan oksida lainnya dalam variasi jumlah. Semen ini digunakan sebagai campuran untuk membuat beton, sehingga menjadi lebih keras.

SEMEN PORTLAND

bubuk/bulk berwarna abu kebiru-biruan, dibentuk dari bahan utama batu kapur/gamping berkadar kalsium tinggi yang diolah dalam tanur yang bersuhu dan bertekanan tinggi Semen ini biasa digunakan sebagai perekat untuk memplester. Semen ini berdasarkan prosentase kandungan penyusunannya terdiri dari 5 tipe, yaitu tipe I sampai tipe V.

SIFAT-SIFAT SEMEN PORTLAND (1)


1)

Hiderasi semen Hiderasi semen adalah reaksi antara komponen-komponen

semen dengan air.

Kalsium silikat (C2S dan C3S) akan terhidrolisa menjadi kalsium hidroksida Ca(OH)2 dan kalsium silikat hidrat pada

suhu 300C.
2 (3CaO.SiO2) + 6H2O 2 (2CaO.SiO2) + 4 H2O 3 CaO. 2SiO2. 3 H2O + 3 Ca(OH)2 3 CaO. 2SiO2. 2 H2O + Ca(OH)2

SIFAT-SIFAT SEMEN PORTLAND (2)

Adanya kalsium hidroksida akan membuat pasta semen bersifat basa kuat (PH=12,5) hal ini dapat menyebabkan

pasta semen sensitif terhadap asam kuat tetapi dapat


mencegah baja mengalami korosi.

Hiderasi C3A dengan air yang berlebih pada suhu 30 0C

akan menghasilkan kalsium aluminat hidrat (CAH)


C3A + 6 H2O 3CaO.Al2O3.6H2O (tanpa gypsum) 3CaO.Al2O3.3CaSO4.32H2O

C3A + +3CaSO4+ 32H2O

SIFAT-SIFAT SEMEN PORTLAND (3)

Hiderasi C4AF dengan air yang berlebih pada suhu 30 0C C4A F+ +Ca(OH)2+10 H2O Settling dan Hardening Settling dan hardening merupakan pengikatan dan 3CaO.Al2O3.6H2O+

3CaO.Fe2O3.6H2O
2)

pengerasan semen setelah terjadi reaksi hidrasi.

SIFAT-SIFAT SEMEN PORTLAND (4)


Semen dicampur dengan air Pasta yang dapat dibentuk
Dormand period (karakteristik pasta tdk berubah)

Final set

Hardened cement pasta (kekuatan semen bertambah)

Initial set (pasta mjd kaku dan tdk bs dibentuk)

Hardening (semen mjd sngt kuat)

SIFAT-SIFAT SEMEN PORTLAND (5)


3)

Panas Hiderasi Panas yang dilepaskan selama semen mengalami proses

hiderasi.
Kekerasan awal semen yang tinggi dan panas hiderasi yang besar kemungkinan menyebabkan bangunan

menjadi retak hal ini disebabkan oleh fosfor yang timbul


sukar dihilangkan sehingga terjadi pemuaian pada proses pendinginan.

SIFAT-SIFAT SEMEN PORTLAND (6)


4)

Penyusutan Ada 3 macam penyusutan: o o o Penyusutan karena pengeringan (drying shringkage) Penyusutan karena hiderasi (hideration shringkage) Penyusutan karena karbonisasi (carbonation shringkage)

5)

Kelembaban Kelembaban timbul karena semen menyerap uap air dan CO2

yang berlebihan sehingga terjadi peggumpalan.


Semen yang menggumpal kualitasnya akan menurun karena bertambahnya LOI dan menurunnya spesific gravity sehingga kekuatan semen menurun. Waktu pengikatan dan pengerasan makin lama dan terjadinya false set.

SIFAT-SIFAT SEMEN PORTLAND (7)


o

LOI/ Lost On Ignition (hilang pijar) LOI dipersyaratkan untuk mencegah adanya mineral-mineral yang terurai pada saat pemijaran.

Spesific Gravity

digunakan untuk mengetahui seberapa jauh kesempurnaan


pembakaran klinker dan juga apakah klinker tercampur dengan impuritas atau tidak.
o

False Set Proses yang terjadi bila adonan mengeras dalam waktu yang singkat. False set dapat dihindari dengan cara melindungi semen dari pengaruh dara luar.

TIPE 1 (ORDINARY PORTLAND CEMENT)

dipakai untuk keperluan konstruksi bangunan biasa yang tidak memerlukan persyaratan khusus, seperti bangunan rumah pemukiman, gedung-gedung sekolah dan perkantoran, bangunan pabrik, gedung bertingkat, dll.

Kandungan semen tipe 1 adalah: 40-60% (C3S); 10-30% (C2S);


7-13% (C3A) Proses pengerasan dan kekuatan semen berlangsung selama 28 hari.

TIPE 2 (MODERATE HEAT CEMENT)

Dipakai untuk keperluan beton yang memerlukan ketahanan sulfat atau panas hidrasi sedang. Biasanya semen ini digunakan untuk bangunan pinggir laut (pelabuhan), aliran irigasi, landasan jembatan, bangunan di bekas tanah rawa, beton massa untuk dam-dam.

Kandungan C2S nya > dari tipe 1 dan C3A< dari tipe 1 51% (C3S); 24% (C2S); 6% (C3A); 11% (C4AF); 2,9% MgO; 2,5% (SO3); 0,8% hilang dalam pembakaran, dan 1,0% bebas CaO.

TIPE 3 (HIGHT EARLY STRENGHT CEMENT)

Dipakai kekuatan

untuk tekan

konstruksi tinggi

bangunan pada fase

yang

memerlukan setelah

permulaan

pengikatan terjadi dan keadaan darurat pada musim dingin.

Biasanya digunakan untuk daerah yang bersuhu dingin, bangunan bertingkat, pondasi, pembetonan pada udara dingin, produksi beton tekan dan bangunan lain yang membutuhkan kekuatan awal yang tinggi.

Kandungan C3S nya lebih besar dari tipe lainnya. Proses pengerasan dan kekuatan semen berlangsung selama 3 hari.

TIPE 4 (LOW HEAT PORTLAND CEMENT)

penggunaanya memerlukan panas hidrasi rendah karena mengandung C4AF dan C2S lebih banyak. Pengerasan dan perkembangan kekuatanya lambat. Digunakan untuk bangunan di daerah panas, pembuatan beton atau konstruksi berdimensi tebal.

Kandungan C3S dan C3A yang lebih rendah jika dibanding tipe lain (C3S sekitar 28% dan C3A sekitar 4%)

TIPE 5 (SULFATE RESISTANCE CEMENT)

semen portland dengan daya tahan sulfat yang tinggi termasuk tahan terhadap larutan garam sulfat dalam air.

Digunakan untuk bangunan yang berhubungan dengan air laut, air buangan industri, bangunan yang pengaruh gas atau uap kimia, pengeboran di laut dan bangunan yang selalu berhubungan dengan air panas.

Kandungan

C3 A

lebih

rendah

dari

tipe

lainnya

dan

kandungan C4AF lebih tinggi.