Anda di halaman 1dari 23

BAB II TEORI DASAR

A. Defenisi Dasar a. Getaran Getaran adalah suatu gerakan yang berulang dengan sendirinya pada suatu selang waktu tertentu yang dapat terjadi pada sistem di mana memiliki massa dan sifat elastis serta padanya bekerja gangguan. Masalah getaran terjadi bilamana ada bagian-bagian berputar atau bergerak bolak-balik dalam suatu mesin itu sendiri, bangunan di sekitarnya juga dihadapkan pada getaran dari mesin tersebut. contoh utamanya adalah lokomotif, perputaran poros dan sebagainya. Mesin suatu sistem, sangat akrab dengan masalah getaran karena memiliki massa dan sifat elastis serta adanya gangguan berupa massa berputar dan bolak-balik yang tidak seimbang.

a. Torsi Konsep torsi dalam fisika, juga disebut momen, diawali dari kerja Archimedes dalam lever. Informalnya, torsi dapat dipikir sebagai gaya rotasional. Analog rotational dari gaya, masa, dan percepatan adalah torsi, momen inertia dan percepatan angular. Gaya yang bekerja pada lever, dikalikan dengan jarak dari titik tengah lever, adalah torsi. Contohnya, gaya dari tiga newton bekerja sepanjang dua meter dari titik tengah mengeluarkan torsi yang sama dengan satu newton bekerja sepanjang enam meter dari titik tengah. Ini menandakan bahwa gaya dalam sebuah sudut pada sudut yang tepat kepada lever lurus. Lebih umumnya, seseorang dapat mendefinisikan torsi sebagai perkalian silang: di mana r adalah vektor dari axis putaran ke titik di mana gaya bekerja F adalah vektor gaya.
http://id.wikipedia.org/wiki/Torsi

B. Getaran Torsi Getaran torsi adalah getaran sudut dari poros elastis dengan putaran motor yang kaku yang terikat pada poros. Sejak ditentukan hubungan persamaan antara garis lurus dan getaran torsi didiskusikan secara teoritis dan analitis untuk bentuk dapat diaplikasikan secara merata. Karena kemiripan dan antara getaran lurus dan getaran torsi, maka teori analisa yang di bahas dalam getaran lurus berlaku pula terhadap getaran torsi. Sebuah piringan bulat dengan momen inersia(I) diikatkan keujung bawah poros tegak elastic apabila massa poros kecil dan mempunyai kekauan torsi (k) meski persamaan differensial gerakan untuk getaran torsi bebas piringan yaitu :

Gambar 1 : getaran torsi


http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20120718212552AAVWJL5

C. Perbedaan Getaran dan Gelambang Getaran adalah gerak bolak-balik melalui titik setimbang, sedangkan Gelombang adalah getaran yang merambat, selama perambatannya

gelombang membawa energi. Pada gelombang, materi yang merambat memerlukan medium, tetapi medium tidak ikut berpindah.

Dilihat dari besaran-besaran pembentuknya persamaan antara getaran dan gelombang mempunyai periode dan frekuensi, karena merupakan gerak periodic (berulang) mempunyai amplitude perbedaan antara getaran dan gelombang

gelombang memiliki panjang gelombang, sedangkan getaran tidak.

Dilihat dari bentuk persamaannya getaran y = A sin ...= A sin t

...= A sin 2ft y merupakan fungsi dari waktu gelombang y = A sin 2f (t - x/v) ...= A sin 2 (t/T - x/) ...= A sin (t - kx) y merupakan fungsi dari waktu dan posisi (2 variabel bebas)
http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20120718212552AAVWJL5

D. Karakteristik Baja da Kuningan a. Karakteritik Baja Baja karbon merupakan unsur pengeras besi yang efektif dan murah oleh karena itu umumnya sebagian besar baja komersial hanya mengandung karbon dengan sedikit paduan lain. Baja karbon rendah (C < 0,3%) memiliki kekuatan sedang dengan keuletan yang sangat baik dan digunakan dalam kondisi anil atau normalisasi untuk keperluan konstruksi jembatan, bangunan, kendaraan, dan kapal laut. Baja karbon (0,3 < C < 0,7 %) sedang dapat dicelup untuk membentuk martensit disusul dengan penemperan untuk meningkatkan ketangguhan disamping kekuatan yang telah dimilikinya. Baja karbon tinggi (0,7 < C < 1,7 %) biasanya dicelup agar keras disusul dengan penemperan pada 250 derajat celcius sehingga dapat dicapai kekuatan yang memadai dengan keuletan yang memenuhi persyaratan untuk per,die dan perkakas potong. Modulus Elastisitas baja : E = 2,01 x 10^6 kg/cm^2

b. Karakteristik Kuningan Berbeda dengan baja karbon kuningan adalah logam tahan karat, selain itu juga kuningan memiliki keuletan yang lebih baik dibandingkan dengan baja. Tetapi tingkat kekerasan dan ketangguhan kuningan lebih rendah dibandingkan dengan baja. Sedangkan untuk konduktivitas listrik kuningan lebih baik daripada baja. Modulus Elastisitas Kuningan E = 9.17x10^5 kg/cm^2

http://iwansugiyarto.blogspot.com/2011/11/puntiran.html

E. Derajat Kebebasan Banyak sistem yang dapat bergetar dengan banyak atau satu cara dan arah. Jika sistem dipaksa lalu sistem tersebut dapat bergetar hanya pada satu bentuk/cara atau jika hanya satu koordinat bebas diharapkan untuk menyelesaikan secara khusus dari lokasi geometrik dari massa pada sistem dalam ruang, maka sistem itu dinamakan sistem dengan satu derajat kebebasan. Di bawah ini diberikan beberapa contoh sistem dengan satu derajat kebebasan. Sistem gaya pegas ditunjukkan pada gambar di samping. Jika massa m dipaksa untuk bergetar vertikal, hanya satu koordinat (x (t)) untuk mendefinisikan lokasi massa. Pada waktu kapan pun dari posisi

keseimbangan. Dengan demikian, sistem ini


F dikatakan mempunyai satu derajat kebebasan.

Jika pendulum torsi dipaksa untuk


s bergerak pada sumbu longitudinal dari poros, i

konfigurasi dari sistem dapat dikhususkan oleh satu koordinat (t). ini juga disebut sistem dengan satu derajat kebebasan.
t n

Sistem massa gaya pegas pada cakra ditunjukkan pada gambar di samping di mana

disebut sebagai sistem dengan satu derajat kebebasan karena keduanya, baik y(f) atau (t) tidak bebas satu sama lain.
m X k

Dengan menahan dasar dari bodi yang gerakannya diukur seperti Gerakan yang diberikan akan dapat ditunjukkan pada

gambar di samping. mengukur gerakan Osilasi dari bodi ini mungkin dengan gerakan relatif dari dasar dan massa, karena hanya satu koordinat yang dibutuhkan khusus untuk konfigurasi sistem.
http://id.wikipedia.org/wiki/Derajat_kebebasan_%28fisika_dan_kimia%29

k
X

F. Jenis-Jenis Peredam Pada kenyataannya, kebanyakan sistem spesimen permesinan selama gerakan bergetarnya mempunyai gesekan atau tahanan dalam bentuk peredam. Peredam terdiri dari bermacam-macam bentuk antara lain: 1) Peredam viscous, yaitu peredam di mana efek redaman yang terjadi pada permukaan luncur yang dilumasi dari dashpot dengan kecepatan rendah dan celah yang kecil.

Gambar 3 : Peredam Viscous http://www.kiosban.com/jenis-jenis-peredam-kejut/ 2) Peredam Coulomb (gesekan kering), yaitu peredam di mana efek redamannya terjadi jika dua permukaan dalam keadaan kering (tanpa dilumasi) di mana gaya hambat redaman praktis konstan.

Gambar 4 : peredam coulomd http://www.kiosban.com/jenis-jenis-peredam-kejut/

3) Peredam struktur, yaitu peredam di mana efek redamannya terjadi karena adanya gesekan dalam dari molekul.

Gambar 5 : Peredam struktur


http://www.kiosban.com/jenis-jenis-peredam-kejut/

4) Peredam antar permukaan, yaitu peredam di mana energi getarannya diserap oleh slip mikroskopik antara permukaan yang kontak di bawah pengaruh beban berfluktuasi. dengan bagian mesin

Gambar 6 : Peredam antar permukaan http://www.kiosban.com/jenis-jenis-peredam-kejut/

5) Peredam arus Eddy, yaitu peredam plat konduktor persegi non ferrous yang bergerak dalam arah tegak lurus garis fluks magnetik.

Gambar 7 : Peredam arus Eddy http://www.kiosban.com/jenis-jenis-peredam-kejut/

Selain itu dikenal pula beberapa jenis peredam yang lain, yaitu: a. Peredam udara. Peredam kejut pneumatik dan hidraulik umumnya mengambil bentuk sebuah silinder dengan piston yang bergerak di dalamnya. Silinder harus diisi dengan cairan kental, seperti minyak hidraulik atau udara.

Gambar 8 : peredam udara


http://id.wikipedia.org/wiki/Peredam_kejut

b. Peredam gesekan fluida. Jika suatu getaran gesekan mereduksi energy total system, maka getarannya dinamakan energy teredam. Bila bergerak dalam fluida benda akan mendapatkan peredamkarena kekentalan fluida.

Gambar 9 : peredam gesekan fluida http://www.kiosban.com/jenis-jenis-peredam-kejut/ c. Peredam magnetis. beberapa bagian dari peralatan eketronik atau listrik tanpa peredam medan magnet ada di sekitar pesawat TV.

Gambar 10 : peredam magnetis http://seziajis.blogspot.com/2011/07/tentang-tv.html d. Peredam pegas. Dengan sifat pegas yang elastis, pegas berfungsi untuk menerima getaran atau goncangan roda akibat dari kondisi jalan yang dilalui dengan tujuan agar getaran atau goncangan dari roda tidak menyalur ke bodi atau rangka kendaraan. Pegas ulir (coil spring), dikenal juga dengan nama 'per keong', jenis yang digunakan adalah pegas ulir tekan atau pegas ulir untuk menerima beban tekan. Pegas daun (leaf spring), umumnya digunakan pada kendaraan berat atau niaga dengan sistem suspensi dependen. Pegas puntir atau dikenal dengan nama pegas batang torsi (torsion bar spring), umumnya digunakan pada kendaraan dengan beban tidak terlalu berat.

Gambar 11: peredam pegas http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_suspensi_%28kendaraan%29

e. Peredam karet. Peredam karet O, mengurangi suara berisik motor dan bajaj yg masuk melalui celah pintu karena karet pintu yang gepeng terjepit.

Gambar 12 : peredam karet http://peredam-checkmat.blogspot.com/p/harga-paket-checkmat-bulanmaret-2012.html

G. Perbedaan Getaran Bebas dan Getaran Paksa a. Getaran bebas Getaran bebas adalah getaran suatu sistem tanpa adanya gaya dari luar yang memaksa terjadinya getaran, melainkan karena adanya keadaan awal yang diberikan sehingga sistem tersebut bergetar. Getaran bebas adalah getaran yang diamati sebagai sistem yang berpindah dari kedudukan keseimbangan statis. Getaran bebas dari sistem memenuhi sistem masa dan sifat elastisitas dan pada kondisi awal tidak bekerja eksitasi dari luas.

(Tanpa peredam) (Dengan peredam) Gambar 13 : tanpa peredam dengan peredam http://id.wikipedia.org/wiki/Getaran Gaya yang bekerja adalah gaya bebas gesekan dan berat. Massa akibat adanya gesekan getaran hilang sesuai dengan waktu getaran ini transier. Xc c nt ( A cos d sin dt ) Dimana: Xc n d t = Amplitudo = Frekuensi pribadi = Frekuensi pribadi redaman = Waktu

contoh getaran bebas dalam kehidupan sehari-hari yaitu : Gempa bumi yang menyebabkan getaran pada gedung bertingkat Angin yang menyebabkan getaran kabe-kabel transmisi dan pohon. getaran tanah yang disebabkan oleh peristiwa alam dan kegiatan manusia

b. Getaran paksa Getaran paksa adalah getaran yang terjadi karena adanya gaya luar yang bekerja pada suatu sistem sehingga sistem tersebut bergetar. Bila gaya luar, biasanya f(t) = fc sin nt atau fc cos nt bekerja pada sistem getaran paksa. Sistem cenderung bergetar pada frekuensi sendiri di samping mengikuti gaya eksitasi. Dengan adanya gesekan bagian gerakan yang ditahan oleh gaya sinusoidal secara perlahan hilang. Dengan demikian, sistem akan bergetar pada frekuensi pribadi sistem. Bagian getaran yang berlanjut terus disebut getaran keadaan steady atau respon sistem keadaan steady dibutuhkan dalam analisa getaran karena efek sinambungnya.
Xp Fc sin( n t ) ((k m 2 ) 2 ( 2 )
c km 2
1 2

Sedang sudut fasanya adalah:

tan 1
Dimana: Fc m c

Xp = Amplitudo getaran = Besar gaya eksitasi = Massa sistem = Koefisien peredam = Frekuensi gaya eksitasi

http://id.wikipedia.org/wiki/Getaran

H. Alat Ukur Getaran Alat pengukur getaran sangat penting dalam sistem getaran. Alat ini terdiri dari tumpuan/ dasar atau massa dengan gaya pegas. Tumpuan atau dasar ini diikatkan dengan bagian yang gerakannya akan diukur. Gerakan relatif antara massa dan tumpuan ditekan oleh putaran tromol atau peralatan yang lain. Di dalam alat dapat mengindikasi gerakan dari bagian alat ini.. Seismograf adalah sebuah perangkat yang mengukur dan mencatat gempa bumi. Pada prinsipnya, seismograf terdiri dari gantungan pemberat dan ujung lancip seperti pensil. Dengan begitu, dapat diketahui kekuatan dan arah gempa lewat gambaran gerakan bumi yang dicatat dalam bentuk seismogram.

Gambar 14: seismograf http://vibrasi.wordpress.com/2009/03/13/bab-iv-pengukuran-getaran/

vibrometer digunakan untuk mengukur perpindahan dari elemen mesin dimana frekuensi natural lebih rendah dibanding dengan getaran yang diukur

Gambar 15 : vibrometer http://vibrasi.wordpress.com/2009/03/13/bab-iv-pengukuran-getaran/

Alat yang paling populer adalah pengukur kecepatan getaran, kemudian disusul oleh alat pengukur percepatan getaran dan spesifikasi getaran yang lain . penempatan sensor peralatan tersebut harus tepat berada pada lokasi yang akan di ukur sebab ketidak tepatan pada pada penempatan sensor peralatan tersebut harus tepat berada pada lokasi yang akan di ukur sebab ketidak tepatan dalam penempatan sensor ini bisa mengakibatkan penyimpangan pada data yang dihasilkan.

Peralatan monitoring getaran ada yang portabel sehingga bisa dibawa kelokasi-lokasi yang memerlukan , ada pula yang sifatnya tetap berada pada mesin yang di monitor (bersifat permanen ). Melalui sesi ini kita akan membahas peralatan monitoring getaran tersebut. Piranti yang digunakan untuk mengukur getaran terdiri dari : a. Alat pengukur kecepatan (velocity pick-up )

b. Alat pengukur ekselerasi (accelerometer ) c. Alat pengukur tampa kontak (noncontact pick-up) Untuk lebih jelasnya mari kita bahas satu per satu sebagai mana diuraikan di bawah ini : a) Alat pengukur kecepatan (velocity pick up) Pada umumnya peralatan ini memanfaatkan pegas dan prinsip elektromaknit . terdiri dari kumparan yang dipegang pegas , dikelilingi oleh maknit permanen yang menempel pada rumah pengukur kecepatan. bila rumah pengukur kecepatan bergerak oleh getaran mesin, maknit akan bergetar bolak-balik melewati kumparan yang berada dalam posisi diam. akibatnya fluk maknit yang dipotong oleh kumparan menimbulkan tegangan listrik yang besarnya sebanding dengan kecepatan getaran.

Gambar 16 : velocity pick up http://vibrasi.wordpress.com/2009/03/13/bab-iv-pengukuran-getaran/

piranti ini memiliki kelebihan yaitu tidak memerlukan banyak perhatian . sekalipun didesain untuk mengukur kecepatan getaran, tetapi bila dilengkapi dengan instrumen yang memiliki kemampuan integrasi, piranti ini bisa dipakai untuk mengukur perpindahan getaran.

b) Alat Pengukur Akselerasi Prinsip kerja piranti ini memiliki cara kerja yang berbeda dengan alat pengukur kecepatan. terdiri dari kristal piozoelectric yang ditempatkan diantara rumah pengukur dengan suatu massa. kekuatan komprensi terhadap kristal piezoelectric akan membangkitkan muatan yang sebanding.dengan demikian pada saat dihubungkan dengan getaran mesin terjadi tekanan pada kristal yang dilakukan oleh massa sehingga terjadi keluaran tegangan listrik .

Gambar 17 : Alat Pengukur Akselerasi http://vibrasi.wordpress.com/2009/03/13/bab-iv-pengukuran-getaran/

Selain dipakai untuk mengukur akselerasi getaran, piranti ini juga mampu untuk mengukur kecepatan dan pemindahan apabila dilengkapi dengan instrumen yang memiliki kemampuan integrasi dan integrasi ganda. a) Alat Ukur Nonkontak suatu kumparan berkawat halus ditempatkan pada ujung piranti yang akan membangkitkan medan magnit apabila arus listrik bolak-balik berfrekuensi sangat tinggi dikenakan padanya. bila kumparan berada didekat permukaan penghantar seperti misalnya poros, medan magnit menimbulkan arus eddy pada poros yang bertindak selaku tahanan listrik tambahan pada sirkuit kumparan. pada saat poros bergetar, keluaran tegangan bervariasi sesuai dengan amplitudo perpindahan pada getaran poros. dengan demikian piranti ini mampu mendeteksi celah diantara piranti dengan poros, dan amplitudo perpindahan getaran bila velocity-pick-up dan accelerometer mengukur nilai gerakan absolut , lain halnya dengan piranti non kontak didesain untuk mengukur gerakan relatif diantara poros dan bantalan ..

Gambar 18 :Alat Ukur Nonkontak http://vibrasi.wordpress.com/2009/03/13/bab-iv-pengukuran-getaran/

b) Vibration Meter vibration- meter tangan yang mampu mengukur setiap perpindahan atau percepatan .Unit tersebut dipakai untuk mengetahui kondisi mekanis pada periode waktu tertentu, termasuk kelengkapan mikroposesor yang mampu mencatat informasi getaran. piranti inni memiliki layar LCD untuk membimbing operator agar memperoleh hasil pengukuran yang benar.

Gambar 19 : Vibration Meter http://vibrasi.wordpress.com/2009/03/13/bab-iv-pengukuran-getaran/

Operator cukup menempatkan piranti tersebut dengan benar dan memijit kunci store untuk mencatat informasi getaran.

Gambar 10 : Cara penggunaan Vibration Meter http://vibrasi.wordpress.com/2009/03/13/bab-iv-pengukuran-getaran/

c) Vibration-analyzer Memang benar vibration meter merupakan piranti yang tepat untuk memperoleh informasi kondisi mekanis pada suatu mesin. akan tetapi piranti ini tidak mampu menunjukan dengan tepat lokasi gangguan atau kerusakan . untuk itu diperlukan piranti lain yang dikenal dengan nama vibration analyzer.

Gambar 21 : Vibration-analyzer http://vibrasi.wordpress.com/2009/03/13/bab-iv-pengukuran-getaran/

Tipe vibration analyzer yang paling umum digunakan adalah tunable-filter yang dilengkapi dengan pengukur getaran dan stoboscope, dan type terakhir analyzer dan balancer yang di lengkapi dengan key phasor atau trigger sensor. disini bisa diketahui parameter-parameter getaran berupa amplitudo, frekuensi, fasevbration-analyzer tipe tunable filter memiliki kemampuan untuk memilah berbagaigetaran dengan berbagai karakteristik masing-masing berupa amplitudo frekuensi dan fase. hal ini sangat penting mengingat getaran yang terjadi pada mesin merupakan kombinasi dari beberapa getaran individual. pada pemakaian piranti ini operator tingal membaca ukuran amplitido dan frekuensi, dan melihat fase melalui stroboscop.
http://vibrasi.wordpress.com/2009/03/13/bab-iv-pengukuran-getaran/

I. ARTIKEL APLIKASI GETARAN TORSI ANALISA, GETARAN,CRANKSHAFT ENGINE, Pada dunia otomotif, kehandalan engine dan kenyamanan kendaraan menjadi aspek tujuan kontrol kualitas. Kehandalan ini bisa berkaitan dengan kekuatan rancangan mesin dan bodi, effisiensi penggunaan bahan bakar, kemampuan menahan terpaan angin, kekuatan dan kestabilan roda dalam kecepatan dan kondisi jalan tertentu, kualitas material, serta kehandal ankehandalan spesifik masing-masing elemen lainnya. Salah satu bagian engine yang sangat penting adalah Crankshaft. Melalui crankshaft ini daya engine diteruskan melalui roda gila dan disc clutch ditransmisikan ke propeller shaft untuk menggerakkan roda ( Drive Shaft ) lewat differensial gear. Tekanan gas hasil pembakaran mendorong piston dari Titik Mati Atas ( TMA ) menuju Titik Mati Bawah ( TMB ) dan melalui batang engkol memutar crankshaft membentuk suatu siklus. Dalam kondisi dinamis tersebut,dimana crankshaft berfungsi merubah gayagaya dari gerak bolak balik menjadi gerakan torsional sehingga menimbulkan gaya-gaya inersia dan mempengaruhi gaya-gaya yang diterima oleh rangka ( bantalan ). Gaya-gaya yang besar dan arahnya berubah-ubah tersebut menyebabkan terjadinya efek gaya-gaya getaran sehingga mengakibatkan terjadinya ketidak seimbangan dan getaran. Getaran merupakan fenomena teknik yang terjadi pada mekanisme rekayasa yang bekerja secara dinamis. Untuk banyak penggunaan konstruksi mesin, gejala ini tidak dikehendaki. Karena efeknya yang memberikan kerugiankerugian seperti kerugian energi, ketidak nyamanan penggunaan, serta sering kali menyebabkan deformasi kontruksi bahkan terjadinya kerusakan. Untuk mekanisme rekayasa yang bekerja secara dinamis, gejala ini hampir tidak bisa dihindari. Studi tentang getaran bermanfaat untuk menghindari atau meminimalisir efek-efek yang tidak diharapkan melalui analisis dan mengidentifikasi sifat-sifat mekanisme yang terdapat pada struktur fisik maupun operasional konstruksi. Untuk itulah analisis getaran torsional pada crankshaft engine ini dilakukan sebagai wahana kajian teoritis spesifikasi karakteristik getaran yang dialami struktur konstruksi yang ada. Oleh karena sifat kerja crankshaft yang melakukan gerakan rotasional dan mengalami torsi maka analisis diarahkan sesuai sifat-sifat getaran pada mekanisme yang bekerja secara torsional terutama pada crankshaft engine 4 tak 4 silinder.

Deskripsi Alternatif : Pada dunia otomotif, kehandalan engine dan kenyamanan kendaraan menjadi aspek tujuan kontrol kualitas. Kehandalan ini bisa berkaitan dengan kekuatan rancangan mesin dan bodi, effisiensi penggunaan bahan bakar, kemampuan menahan terpaan angin, kekuatan dan kestabilan roda dalam kecepatan dan kondisi jalan tertentu, kualitas material, serta kehandalankehandalan spesifik masing-masing elemen lainnya. Salah satu bagian engine yang sangat penting adalah Crankshaft. Melalui crankshaft ini daya engine diteruskan melalui roda gila dan disc clutch ditransmisikan ke propeller shaft untuk menggerakkan roda ( Drive Shaft ) lewat differensial gear. Tekanan gas hasil pembakaran mendorong piston dari Titik Mati Atas ( TMA ) menuju Titik Mati Bawah ( TMB ) dan melalui batang engkol memutar crankshaft membentuk suatu siklus. Dalam kondisi dinamis tersebut,dimana crankshaft berfungsi merubah gayagaya dari gerak bolak balik menjadi gerakan torsional sehingga

menimbulkan gaya-gaya inersia dan mempengaruhi gaya-gaya yang diterima oleh rangka ( bantalan ). Gaya-gaya yang besar dan arahnya berubah-ubah tersebut menyebabkan terjadinya efek gaya-gaya getaran sehingga

mengakibatkan terjadinya ketidak seimbangan dan getaran. Getaran merupakan fenomena teknik yang terjadi pada mekanisme rekayasa yang bekerja secara dinamis. Untuk banyak penggunaan konstruksi mesin, gejala ini tidak dikehendaki. Karena efeknya yang memberikan kerugian kerugian seperti kerugian energi, ketidak nyamanan penggunaan, serta sering kali menyebabkan deformasi kontruksi bahkan terjadinya kerusakan. Untuk mekanisme rekayasa yang bekerja secara dinamis, gejala ini hampir tidak bisa dihindari. Studi tentang getaran bermanfaat untuk menghindari atau meminimalisir efek-efek yang tidak diharapkan melalui analisis dan mengidentifikasi sifat-sifat mekanisme yang terdapat pada struktur fisik maupun operasional konstruksi. Untuk itulah analisis getaran torsional pada crankshaft engine ini dilakukan sebagai wahana kajian teoritis spesifikasi karakteristik getaran yang dialami struktur konstruksi yang ada. Oleh karena sifat kerja crankshaft yang melakukan gerakan rotasional dan mengalami torsi maka analisis diarahkan sesuai sifat-sifat getaran pada mekanisme yang bekerja secara torsional terutama pada crankshaft engine 4 tak 4 silinder. Getaran yang dikenal dalam fisika ada banyak macamnya, tetapi semuanya mempunyai sifat dasar yang sama. Getaran yang mudah dibayangkan atau bahkan divisualisasikan adalah getaran mekanik, yaitu gerak bolak-balik

yang terjadi berulang kali. Tentunya ada tak berhingga banyak macam gerak bolak-balik sembarang sehingga untuk mendapatkan rumusan umum yang berlaku untuk semua getaran akan sangat rumit dan memusingkan kepala. Biasanya untuk mendapatkan sifat dasar dari suatu gejala baru dalam fisika dilakukan banyak penyederhanaan dan idealisasi. Meskipun hal yang ideal biasanya tidak ada (sangat sulit dijumpai), namun dengan mengasumsikan (mengandaikan) keadaan ideal sifat-sifat dasar gejala baru yang ingin diselidiki masih dapat diperoleh dan .... sebagai bonusnya rumusan matematisnya menjadi jauh lebih mudah. Tentu saja untuk mendapatkan jawaban yang lengkap dan tepat, keadaan nyata harus diperhitungkan. Tetapi hal ini dapat kita lakukan nanti ... setelah kita dapat memahami keadaan-keadaan yang lebih sederhana. Dalam mempelajari getaran, yang biasanya cukup rumit, kita juga akan melakukan penyederhanaan dan idealisasi. Sebagai langkah awal, kita akan meninjau getaran mekanik yang berupa gerak bolak-balik yang terjadi secara sinusoida dengan perioda dan energi konstan. Getaran dengan sifat demikian ini dikenal sebagai getaran harmonik. Getaran Harmonik Suatu partikel yang mengalami gaya resultan yang besarnya sebanding dengan simpangan partikel dan arahnya selalu menuju ke titik kesetimbangan partikel akan mengalami getaran harmonik. Gaya yang demikian ini dikenal sebagai gaya pemulih atau gaya Hooke, salah satu contohnya adalah gaya pegas. HUKUM GERAKAN NEWTON Persamaan gerakan merupakan bentuk lain dari Hukum gerakan Newton. Persamaan gerakan sistem dapat ditetapkan dengan hukum gerakan newton dengan baik. Beberapa kasus diantaranya lebih mudah ditetapkan dengan metoda lain motode energi, persamaan Lagrange dan sebagainya. Dengan menerapkan hukum II Newton, maka partikel bermassa m yang mengalami gaya resultan yang bersifat sebagai gaya pemulih - kx memenuhi persamaan: > - k.x = m.a Energi getaran harmonic Energi getaran harmonik terdiri atas energi kinetik dan energi potensial. Energi kinetik selalu dapat dituliskan sebagai m.v2 dan energi potensial getaran harmonik dapat dituliskan sebagai k.x2. Karena simpangan dan kecepatan getaran selalu berubah terhadap waktu, maka energi kinetik dan energi potensial getaran harmonik juga selalu berubah terhadap waktu. Namun meskipun energi kinetik dan energi potensial getaran harmonik selalu berubah terhadap waktu, tetapi jumlah energi kinetik dan energi potensial getaran selalu konstan setiap Fres = m.a -------

saat. Dengan kata lain, energi total getaran harmonik tidak berubah terhadap waktu. EK = m.v2 = kA2 sin2
o

) EP = k.x2 = kA2 cos2 t

) E T= EK + EP = kA2 ...

(konstan)

Ayunan tunggal Sebuah bola kecil yang digantung pada seutas tali yang ujung lainnya terikat tetap di suatu titik penggantung, jika disimpangkan kemudian dilepaskan akan menjalani ayunan sederhana atau ayunan tunggal. Jika gesekan antara bola dengan udara dapat diabaikan dan sudut simpangan maksimum tali penggantung (terhadap arah vertikal) cukup kecil, maka ayunan sederhana dapat dipandang sebagai ayunan atau getaran harmonik Gangguan sistem yang mempunyai inersia dan elastisitas Inersia dan elastisitas adalah sifat sifat yang dimiliki oleh semua system mekanis. Mungkin saja pengaruh salah satu sifat ini diabaikan karena system memilikinya hanya dalam tingkatan yang sangat rendah, sehingga analisis kelakuan system menjadi sederhana. Namun, pada umumnya kedua sifat tersebut ada dalam jumlah yang cukup besar, Dan pengaruh gabungannya akan meyebabkan system bergetar bila diganggu dari susunan setimbangnya. Gejala ini dapat dierangkan secara umum baik dengan memperhatikan pengaruh dinamiknya maupun dengan memperhatikan energy sistem. Misalkan sebuah sisitem elastis diubah bentuknya dari bentuk

setimbangnya yang normal.karens sifat elastisnya gaya atau torsi akan timbul dalam bahan dan berusaha mengembalikan bagian bagian sistem yang berubah keposisinya semula.ukuran pengaruh ini disebut kelakuian sistem dalam cara atau ragam perubahan bentuk tersebut.sebagai contih suatu benda transversal sehubungan dengan tiap perubahan bentuk tersebut. Jika gaya atau torsi yang menyebabkan perubahan bentik dihilangkan maka gaya atautorsi elastik akan meyebabkan bagian bagian sistem yang berubah mengalami percepatan kearah posisis setimbangnya yang normal,sesuai dengan hukum newton kedua.jika sistem tidak mempunyai

inersiadan pengaruh gesekan diaaikan maka percepatan ini adalah tak terhingga tetapi semua sistem mekanis harus karena terpaksa mempunyai sejumlah inersia karena adanya massa pada bermacam macam

komnponennya.Untukgerak linear dan inersia akan teragantung pada massa tetapi untuk gerak angularperanan inersia akan ditentukan olehg momen inersia terhadap sumbu putar.percepatan yang diberikan pada bagian bagian yang berubah bentuk pada saat dilepas tidak berubah dalam pengertian(meskipun besarnya berkurang sampai nol)sampai

posisikesetimbangan dicapai ,sehingga ketika mencapaiposisi tersebut tiap bagian yang dipercepat telah memperoleh kecepatan dan momentum yang relatif tinggi .momentumini tdak dapat dihapus dalam sesaat dan juga tak dapat diubah tanpa bekerjanya torsi atau gaya akibatnya adalah bahwa tiap bagian yang bentuk melampauposisi setimbangnya dan dngan dmikian mengahsilkan gaya atau torsi pemulih dalam arah yang berlawanan yang sedikit demi sedikit mengatasiinersia dan

menyebabakna massa diam sekali lagi sesuai dengan hukum newtonkedua .gaya dan torsi yang diperlukan untuk memperlambat sisitem dan menyebabkan berhenti akan sama dengan yang dibutuhkan untuk mempercepatnya dan karena kekakuannya konstan maka simpangannya akan dibatasi pada getaran getaran dimana pengaruh rendaman diabaikan PEREDAM Sebenarnya, banyak sistem teknik selama bergerak getarannya mengalami gesekan atau tahanan dalam bentuk predam. Peredam, dalam berbagai bentuk seperti peredam suara, gesekan fluida, gesekan Coulomb kering, peredam magnetis, peredam dalam, dan sebagainya, selalu memperlambat getaran dan menyebabkan oksilasi hilang. Apabila peredam berat , gerakan oksilasi tidak terjadi, sistem disebut terendam lebih (overdamped). Apabila peredam ringan oskilasi mungkin terjadi, sistem disebut teredam kurang (underdamped). Sistem terendam kritis (critically damped) merupakan salah satu besaran peredam gerakan resultante yang merupakan garis batas antara kedua kasus yang baru saja dibahas. Massa yang dilepas akan kembali kekedudukan kesetimbangan satisnya. Dalam banyak soal getaran, peredam udara sangat kecil sehingga diabaikan kecuali untuk kasus khusus. peredam fluida Peredam fluida pada umumnya berupa minyak silinder tersebut tertutup seluruhnya dari pada torak terdapat lubang tembus sempit yang menghubungkan kedua sisi torak tersebut. Jika torak bergerak maka

minyak akan befrpindah melalui lubang sempit tersebut. Dengan tahanan yang besar hingga gerakan torak akan terlambat. Semakin besar kecepatan torak semakin besar pula gaya yang menghambatnya. Pada suatu alat penggetar yang ditahn dengan pegas ulir dan peredam Fluida. Peredam ini banyak dipakai terutama pada kendaraan perlu dikemukakan bahwa peradam macam ini hanya berlaku untuk peredam gerakan, tapi dapat menghentikan gerakan PEREDAM KEJUT Piranti ini terdiri atas roda penerus yang dipasang pada sebuah ruang kedap udara. Ruang tersebut dipasang pada poros engkol melalui sebuah hub yang didudukkan.

Gambar 22 : peredam kejut Cincin kelembaman dipisahkan secara keseluruhan dari ruang tersebut melalui pemasangan lapisan tipis fluida yang keras. Fluida ini biasanya merupakan sejenis silikon yang memiliki viskositas tinggi pada suhu yang tinggi. Silikon tersebut berupaya untuk membuat ruang kedap udara dan cincin kelembaman berotasi secara harmonis. DAMPER MAKSIMAL BEBAS PEGAL Menunggang motor, paling enak bila getaran mesin terasa minim. Sebab, selangkangan jadi nggak pegal. Makanya, di semua bebek 4-tak anyar dilengkapi engine balancer untuk meredam vibrasi efek kerja krukas. Contohnya pada Honda Nova Sonic. Namun demi memaksimalkan peredaman, di motor itu juga dilengkapi karet damper pada bak kopling kanan. Ini terobosan baru dan belum ada di cub lain PEREDAM PENYELIP/SLIPPER Tipe peredam ini merupakan suatu piranti yang digunakan untuk memisahkan dua massa kelembaman secara friksional. Satu buah peredam dipasang pada poros engkol, dan yang lain biasanya merupakan sepasang roda penerus yang kecil. Roda penerus tidak dipasang pada poros engkol. Mereka adalah mekanisme yang dipasang secara terpisah dari permukaan gesek hub peredam.

Hub tersebut secara rigid dipasang pada poros engkol. Normalnya roda penerus berotasi secara harmonis dengan poros engkol, namun bisa saja peredam-peredam tersebut terselip pada poros engkol, dimana momen puntir yang menahan gerakan benar-benar terjadi. Pin setangkup/dowel pin mencegah gerakan yang ada pada di antara kedua roda penerus, dimana pada saat yang bersamaan menimbulkan gerakan di sepanjang sumbu yang berada di bawah pengaruh pembebanan per (gambar 23 ).

Gambar. 23 : peredam slip/slipper Kinerja peredam slipper tidak selamanya konsisten, yang akibat dari permukaan-permukaannya yang terus-terusan bergesekan. Peredam karet Sebuah peredam karet memisahkan dua massa kelembaman secara friksional maupun elastis. Sebuah roda penerus yang kecil atau cincin kelembaman dipasang pada hub dengan sebuah cincin karet pra-kompresi (Contohnya adalah cincin kelembaman yang terpasang pada hub). Ukuran cincin kelembaman dan kondisi karet (kekerasannya) dirancang untuk mampu meredam frekuensi normal poros engkol sebesar 80% 90%. (Gambar 24)

Gambar 24 : peredam karet Keuntungan pemakaian peredam jenis ini adalah materi tersebut memiliki berbagai pilihan jenis karet yang beragam dan biayanya rendah.
Sumber : YUDI PRABOWO (96510147),2002, Dept. of Mechanical Engineering

J. DIAGRAM TEGANGAN REGANGAN

Gambar 25 : Diagram tegangan regangan


http://www.scribd.com/doc/134212586/Diagram-Tegangan-Regangan-Bajadan-penjelasan-docx

Proportional Limit Titik O hingga A dinamakan daerah proporsional limit. Pada area ini regangan yangterbentuk proporsional dengan tegangan yang bekerja.Definisi: tegangan yang membentuk kurva tegangan regangan mulai terdeviasi dari garis lurus. Elastic Limit Titik A hingga B dinamakan daerah elastic limit. Pada area ini material akan kembalik bentuk semula ketika tegangan dihilangkan. Definisi: tegangan yang bekerja pada material tanpa menyebabkan deformasi permanen. Yield Point Jika material terus diberikan tegangan hingga di atas titik B, keadaan plastis akan tercapai,dan pada titik ini ketika beban dihilangkan material tidak akan bisa kembali ke bentuk semula.Diatas titik B, regangan yang terjadi akan bertambah dengan cepat, sedangkan pertambahantegangannya kecil hingga tercapai titik C, dan terjadi penurunan kecil tegangan pada titik D,segera setelah proses peluluhan berhenti. Sehingga ada dua titik luluh, yaitu titik C (titik luluhatas) dan titik D (titik luluh bawah). Tegangan yang bekerja pada titik luluh ini dinamakan tegangan luluh. (yield stress) Ultimate stress Titik E dinamakan titik Ultimate stress, yaitu titik dimana tegangan maksimum terjadi, yang didefinisikan sebagai beban terbesar dibagi dengan luas area mulamula (origin) dari bahan. Break Titik F dinamakan titik break dari titik E, dimana titik tersebut merupakan titik spesimen patah.
http://www.scribd.com/doc/134212586/Diagram-Tegangan-Regangan-Bajadan-penjelasan-docx

K. PENYEBAB GETARAN DAN CARA MENGATASINYA Secara umum penyebab getaran antara lain: 1. Khusus pada mesin, karena adanya massa berputar atau bolak-balik yang tidak seimbang. 2. Adanya gaya luar yang memaksa sistem untuk bergetar. 3. Gesekan kering antara dua permukaan. 4. Gempa bumi yang menyebabkan pada gedung bertingkat. 5. Angin yang menyebabkan getaran pada kabel-kabel transmisi dan pohon. Efek dari getaran dan tegangan yang berlebihan, bunyi yang tidak diinginkan, keausan dan bagian tertentu atau kelelahan dari bagian keseluruhan. Walaupun ada efek yang merugikan, pada pihak yang lai n, fenomena getaran juga dapat dimanfaatkan pada instrumen musik, saringan getar, penggetar, dan lain-lain. ` Sedangkan untuk menghindari getaran caranya antara lain: 1. Menghilangkan penyebabnya. 2. Memasang saringan jika hanya bunyi sebagai objek yang tidak diinginkan. 3. Memasang mesin pada pondasi dengan isolasi yang baik. 4. Memasang peredam kejut (shock-breaker). 5. Memasang peredam getaran dinamik.
http://erulmesin09.blogspot.com/2012/11/getaran-torsi_27.html