Anda di halaman 1dari 6

BAB I PENDAHULUAN

I.1.

Latar Belakang Hipertensi dalam kehamilan merupakan salah satu komplikasi penyebab kematian pada wanita hamil atau nifas yang menempati peringkat kedua (24%) setelah perdarahan (28%) (Survei demografi dan kesehatan Indonesia 2!"2)# Hipertensi emergensi dalam kehamilan adalah Hipertensi berat (tekanan sistolik lebih dari sama dengan "$! mmHg dan atau dengan diastolik lebih dari sama dengan ""! mmHg) dengan onset akut dan menetap (bertahan selama "% menit atau lebih) pada wanita hamil atau nifas# &ekanan sistolik yang sangat tinggi merupakan prediktor yang paling penting dari ke'adian cerebral haemorrhage dan infarction pada pasien tersebut dan 'ika tidak ditangani se(epatnya akan menyebabkan kematian# Selain itu 'uga terdapat resiko pada 'anin termasuk Acute fetal distress dan solusio plasenta yang 'uga dapat menyebabkan kematian pada 'anin ()unior 2!!%)# *emberian obat anti hipertensi pada wanita dengan hipertensi dalam kehamilan tergantung dari tingkat tekanan darahnya# +anita hamil dengan tekanan darah kurang dari "$!,""! mmHg tidak membutuhkan penanganan yang akut termasuk pemberian obat anti hipertensi# -arena belum ada bukti

yang mendukung keefektifitasannya (.uley / 2!!0)# 1amun wanita hamil dengan tekanan darah sistolik dan diastolik yang sangat tinggi (2"$!3""! mmHg) dalam onset akut butuh penanganan se(ara akut dengan menggunakan obat anti hipertensi# &u'uan dari terapi adalah untuk menurunkan tekanan darah dengan segera hingga pada batas tekanan darah aman bagi ibu maupun bayi yang dikandungnya tanpa menyebabkan penurunan tekanan darah se(ara mendadak# -etika tekanan darah telah terkontrol dapat dilakukan terminasi kehamilan dengan segera apabila umur kehamilan sudah (ukup# .ikenal % kelompok obat yang la4im digunakan dalam menangani hipertensi se(ara umum yaitu 5 .iuretik -blocker, Angiotensin Converting Enyme Inhibitor (ACE-inhibitor), Angiotensin Rece tor !locker (AR!) dan 6ntagonis -alsium# 6783Inhibitor dan 69: bersifat fetoto"ic pada 'anin yang dikandung# *emberian diuretik 'uga dapat merugikan yaitu

memperberat hipovolemia memperburuk perfusi uteroplasenta# Sehingga hanya golongan -blocker dan Calcium Channel !locker yang dapat digunakan sebagai pilihan terapi# *enghambat saluran kalsium telah la4im digunakan untuk mengobati hipertensi kronis preeklamsia ringan dan hipertensi emergensi# *enghambat saluran kalsium menghambat kalsium pada sel otot polos pembuluh darah dan miokard# .i pembuluh darah antagonis kalsium menimbulkan efek relaksasi terutama pada arteriol sedangkan vena kurang dipengaruhi oleh *enghambat

saluran kalsium# 1ifedipine merupakan satu3satunya obat dari golongan penghambat saluran kalsium yang digunakan dalam terapi hipertensi emergensi dalam kehamilan karena diperkirakan tidak menimbulkan resiko teratogenik terhadap 'anin yang terekspos# Selain itu 1ifedipine 'uga tidak menyebabkan penurunan aliran darah dalam rahim yang sangat bermanfaat pada kese'ahteraan 'anin yang dikandung (6ugust dan *odymow 2!!8)# *enghambat reseptor beta (-!locker) sering digunakan untuk menangani hipertensi dalam kehamilan# /abetalol merupakan obat dari golongan tersebut yang diperkirakan tidak menimbulkan resiko teratogenik pada 'anin yang dikandung# /abetalol yang diberikan se(ara parenteral digunakan pada hipertensi berat karena insidensi maternal hipotensi dan efek samping lainnya yang rendah (6ugust dan *odymow 2!!8)# Islam menga'arkan hal3hal yang berhubungan dengan men(ari obat membuat obat mendeteksi penyakit dan bela'ar tentang ilmu yang

berhubungan dengan pengobatan telah tersirat dalam beberapa hadits yang memberikan petun'uk agar men(ari tahu obat suatu penyakit# 9asulullah Saw bersabda 5 #!erobatlah kalian maka sesungguhnya Allah $%& tidak mendatangkan enyakit kecuali mendatangkan 'uga obatnya( $elain satu

yang tidak ada obatnya yaitu tua) (H9# 6t3&irmi4i)# *enggunaan 1ifedipine sebagai pilihan terapi pada hipertensi emergensi dalam kehamilan menurut perspektif Islam tidak disebutkan se(ara khusus baik di dalam 6l3;uran

maupun Hadits# Sehingga belum ada ke'elasan hukum Islam mengenai penggunaan 1ifedipine sebagai pilihan terapi pada hipertensi emergensi dalam kehamilan# I.2 Permasalahan "# 6pa yang dimaksud dengan hipertensi emergensi dalam kehamilan< 2# 6pa sa'a terapi obat anti hipertensi yang dapat digunakan pada hipertensi emergensi dalam kehamilan< =# :agaimana efektivitas calcium channel antagonist (1ifedipine) dalam menangani hipertensi emergensi dalam kehamilan< 4# :agaimana pandangan Islam mengenai pengobatan anti hipertensi pada hipertensi emergensi dalam kehamilan< I.3 Tujuan I.3.1 Tujuan umum >elakukan ka'ian literatur untuk lebih mengetahui atau memperoleh pengertian yang lebih mendalam mengenai efektifitas (*enghambat saluran kalsium) 1ifedipine pada hipertensi emergensi dalam kehamilan menurut pandangan kedokteran dan Islam# I.3.2 Tujuan Khusus

"# >engetahui dan mampu men'elaskan hipertensi emergensi dalam kehamilan# 2# >engetahui dan mampu men'elaskan efektifitas penghambat saluran kalsium (1ifedipine) pada hipertensi emergensi dalam kehamilan# =# >engetahui dan mampu men'elaskan pandangan Islam mengenai terapi 1ifedipine pada hipertensi emergensi dalam kehamilan# I.4 an!aat I.4.1 an!aat "ag# $enul#s .engan adanya skripsi ini diharapkan penulis dapat melatih keterampilan dan logika berpikir penulis dalam pembuatan tulisan ilmiah se(ara baik dan benar dan dapat lebih memahami efektifitas antagonis kalsium pada hipertensi emergensi dalam kehamilan ditin'au dari kedokteran dan Islam# I.4.2 an!aat "ag# un#%ers#tas .engan adanya skripsi ini diharapkan dapat men'adi khasanah ilmiah bagi kepustakaan ?akultas -edokteran @niverstitas Aarsi sehingga dapat menambah pengetahuan (ivitas akademika mengenai efektifitas

1ifedipine pada hipertensi emergensi dalam kehamilan ditin'au dari kedokteran dan Islam# I.4.3 an!aat "ag# mas&arakat .engan adanya skripsi ini diharapkan dapat menambah pengetahuan masyarakat mengenai efektifitas 1ifedipine pada hipertensi emergensi dalam kehamilan#