Anda di halaman 1dari 25

INFEKSI KANDIDA

Oleh : A.A.Made Berastia Anis Savitri, S.Ked. (08700158) Diah Eka Wiyani, S,Ked. (08700200) Pembimbing : dr. Sylvia Marvianti, Sp.KK

Kandidiasis adalah suatu infeksi pada kulit atau selaput lendir bersifat akut atau subakut yang disebabkan oleh jamur genus Candida, terutama spesies Candida albicans dan dapat mengenai mulut, vagina, kulit, kuku, bronki, atau paru, kadang-kadang dapat menyebabkan septikemia, endokarditis, atau meningitis.

DEFINISI

Kandidiasis tersebar diseluruh dunia, dapat menyerang laki laki maupun perempuan, dapat menyerang semua usia tetapi sering terjadi pada usia muda dan tua. Gambaran klinisnya bermacam-macam sehingga tidak diketahui data penyebaranya dengan tepat. Peran candida sebagai penyebab infeksi sekunder dan infeksi nosokomial makin menonjol ketika terjadi peningkatan pemakaian antibiotik, kortikosteroid, dan sitostatik.

EPIDEMIOLOGI

Kandidiasis disebabkan oleh genus candida yang merupakan flora normal yang hidup pada saluran pencernaan, saluran alat kelamin wanita, dan orofaring. Candida sp adalah jamur sel tunggal, berbentuk bulat sampai oval. Jumlahnya sekitar 80 spesies dan 17 diantaranya ditemukan pada manusia. Candida albicans merupakan yang paling patogen yang akan patogenik bila terjadi situasi yang mendukung terjadinya multiplikasi.

ETIOLOGI

Karakteristik Menurut Dwijoseputro (1978) Jamur Candida albicans termasuk dalam : Filum : Eumycopphyta Famili : Cryptococcaceae Sub Famili : Candidoideae Kelas : Deuteuromycetes Ordo : Moniliales Genus : Candida Spesies : Candida albicans

Candida albicans

Candida yang sering muncul adalah spesies Candida albicans yang dapat diisolasi dari kulit, mulut, selaput mukosa, vagina, dan feses orang normal. Dalam peran patogenik, biasanya candida terdapat dalam bentuk tunas dan miselium. Candida sp. memperbanyak diri dengan membentuk blastospora (budding cell). Blastospora akan saling bersambung dan bertambah panjang sehingga membentuk pseudohifa. Bentuk pseudohifa lebih virulen dan invasif daripada spora. Hal itu dikarenakan pseudohifa berukuran lebih besar sehingga lebih sulit difagositosis oleh makrofag. Selain itu, pseudohifa mempunyai titik-titik blastokonidia multipel pada satu filamennya sehingga jumlah elemen infeksius yang ada lebih besar.

PATOGENESIS

KLASIFIKASI
Klasifikasi berdasarkan lokasi menurut Conant, dkk (1971) : KANDIDOSIS ORAL
(THRUSH) KANDIDOSI SELAPUT LENDIR PERLECH E VULVOVAGINA LIS

BALANITIS atau BALANOPOSTITIS


KANDIDIASIS MUKOKUTAN KRONIK KANDIDIASIS BRONKOPULMONAR & PARU

LOKALISA TA KANDIDOSI KUTIS GENERALISA TA PARONIKIA & ONIKOMIKOSIS KANDIDIASIS KUTIS GRANULOMATOSA

INTERTRIGINOS A PERIANAL

KANDIDIASIS SISTEMIK

ENDOKARDITI TS MENINGITIS

PIELONEFRI TIS SEPTIKEMIA

REAKSI ID. (KANDIDID)

FAKTOR PREDISPOSISI
PERUBAHAN FISIOLOGIK 1. 2. 3. 4. 5.

FAKTOR ENDOGEN
UMUR

Kehamilan, karena perubahan pH dalam vagina. Kegemukan, karena banyak keringat. Debilitas, karena tidak adanya daya dari tubuh. latrogenik, karena rusaknya sel sel. Endokrinopaty, karena adanya gangguan gula darah pada kulit (diabetes). 6. Penyakit kronik (TB,SLE) karena keadaan umum yang buruk dan turunnya imunitas.

IMUNOLOGIK (GENETIK)

FAKTOR EKSOGEN

1. Iklim, panas, dan kelembaban yang menyebabkan perspirasi meningkat. 2. Kebersihan kulit 3. Kontak dengan penderita 4. Kebiasaan merendam kaki terlalu lama dalam air menyebabkan timbulnya maserasi serta mempermudah masuknya jamur

GEJALA KLINIS
Kandidiasis Selaput Lendir

1. Kandidiasis oral Sering mengenai bayi & pasien DM Lesi : - Pseudomembran putih coklat muda kelabu yang terdiri atas jamur, debris, sel-sel radang, desquamosa epitel sel, bakteri dan fibrin - Warna mukosa mulut di sekeliling lesi normal sampai merah. - Pembuangan plak dengan hapusan atau kerokan yang lembut memperlihatkan daerah kemerahan atau ulserasi yang dangkal - Lokasi tersering : mukosa bukal, lipatan mukosa bukal, orofaring dan lidah. - Lesi dapat terpisah, tampak seperti kepala susu pada rongga mulut.

2. Vulvovaginitis Predisposisi : - Penderita DM, Wanita hamil Keluhan : - Gatal pada vulva dan adanya duh tubuh - Rasa panas, nyeri sesudah miksi, dan dispaneuria Pemeriksaan fisik : - Hiperemia di labia minora, introitus vagina, dan vagina terutama 1/3bawah - Servik tampak normal, mukosa vagina tampak kemerahan - Terlihat bercak putih kekuningan - pH vagina < 4,5 - Edema, papulopustular serta ulkus pada labia minora dan sekitar introitus vaginal - Fluor albus disertai gumpalan sebagai kepala susu bewarna putih kekuningan

3. Perleche Lesi : fisur pada sudut mulut yang mengalami maserasi, erosi, basah dasarnya eritematosa. Faktor predisposisnya : defisiensi riboflavin. 4. Balanitis atau balanopostitis Etiologi : kontak seksual dengan wanitanya yang menderita vulvovaginitis. Lesi : erosi, pustula dengan dinding yang tipis Lokasi : glans penis, sulkus koronarius glandis

5. Kandidiasis mukokutan kronik Etiologi : kekurangan fungsi leukosit atau sistem hormonal Predisposisi : penderita dengan defisiensi bersifat genetik, umumnya pada anak Klinisnya : mirip defek poliendokrin 6. Kandidiasis bronkopulmonar dan paru Predisposisi : pasien dengan riwayat mendapatkan antibiotika lama, kortikosteroid atau punyai faktor yang menyebabkan imunodefisiensi

Kandidiasis Kutis

1.
a.

Kandidiasis kutis lokalisata


Kandidiasis Intertriginosa Predileksi : lipatan kulit ketiak, paha, payudara; intergluteal; antara jari tangan atau kaki; glands penis, dan umbilikus Lesi : - Bercak berbatas tegas, bersisik, basah, dan eritematosa - Lesi dikelilingi oleh satelit berupa vesikel dan pustul kecil atau bula yang bila pecah meninggalkan daerah erosif warna keputihan ditengahnya dengan pinggir kasar dan berkembang seperti lesi primer.

b.

Kandidiasis perianal /kandidiasis popok /diaper rash Lesi : dasarnya merah dengan pustul satelit Klinis : pruritus ani Terapi : kombinasi steroid krim dan lotion yang mengandung antibiotik

2. Kandidiasis kutis generalisata Predileksi : glabrous skin, lipat payudara, intergluteal, dan umbilikus Penyakit penyerta : glositis, stomatitis, dan paronikia Lesi : ekzematoid dengan vesikel dan pustul Predisposisi : - Bayi karena ibunya menderita kandidiasis vagina. Lesi muncul saat bayi baru lahir atau beberapa jam setelah lahir dengan Lesi pertama di muka, leher lalu ke seluruh tubuh dalam waktu 24 jam. - Bayi dengan gangguan imunologik

3.Paronikia/onikomikosis

proses peradangan kronis pada lipatan kuku proksimal dan matriks kuku. Predileksi : Hal ini terutama terjadi pada orang- orang yang tangannya sering terendam dalam air Lesi : eritema, pembengkakan tidak bernanah, kuku menjadi tebal, mengeras dan berlekuk-lekuk, kadang-kadang berwarna kecoklatan, tidak rapuh, tetap berkilat, tidak terdapat sisa jaringan di bawah kuku (seperti pada tinea unguium).

4. Kandidiasis Granulomatosa Kelainan ini jarang dijumpai. sering menyerang anak-anak lesi : papul kemerahan tertutup krusta tebal berwarna kuning kecoklatan dan melekat erat pada dasarnya. Krusta ini dapat menimbul seperti tanduk sepanjang 2 cm, Predileksi : sering terdapat di muka, kepala, kuku, badan, tungkai, dan faring

Reaksi id (kandidid)
Reaksi terjadi karena adanya metabolit kandida Lesi : berupa vesikel-vesikel yang bergerombol, terdapat pada sela jari tangan atau bagian badan yang lain, mirip dermatofitid. Di tempat tersebut tidak ada elemen jamur. Bila lesi kandidosis diobati, kandidid akan menyembuh. Jika dilakukan uji kulit dengan kandidin (antigen kandida) memberi hasil positif.

Pemeriksaan Penunjang
pemeriksaan langsung melalui kerokan kulit, sputum, tinja, urin, sekret vagina yang diperiksa dengan larutan KOH 10% atau dengan pewarnaan Gram yang terlihat sel ragi, blastospora, atau hifa semu. Pemeriksaan biakan, yaitu bahan yang akan diperiksa ditanam dalam agar dektrosa glukosa sabouraud, lalu diberi antibiotik (kloramfenikol) untuk mencegah pertumbuhan bakteri. Koloni akan tumbuh setelah 24-48 jam berupa yeast like colony.

Kandidiasis Oral : Difteria, leukoplakia karena keganasan, dan Kheilitis Kandidiasis kutis lokalisata : 1. Erythrasma 2. Dermatitis Intertriginosa 3. Dermatofitosis (tinea)

Kandidiasis kuku : Tinea Unguium Kandidiasis vulvovaginitis : 1. Trikomonas vaginalis 2. Gonore akut 3. Leukoplakia 4. Liken planus

DIAGNOSA BANDING

Diagnosis kandidiasis ditegakkan atas adanya gejala klinik dan dengan dilakukannya pemeriksaan langsung serta biakan.

DIAGNOSA

Penatalaksanaan terpenting adalah menghindari atau menghilangkan faktor predisposisi.

Terapi topikal:
1. Larutan ungu gentian 0,5-1 % untuk selaput lendir 1-2% untuk kulit (dioleskan sehari 2 kali selama 3 hari) 2. Nistatin dapat diberikan berupa krim, salep, emulsi. 3. Amfoterisin B 4. Golongan azol krim atau bedak mikonazol 2% bedak, larutan dan krim klotrimazol 1% krim tiokonazol 1% krim bufonazol 1% krim isokonazol 1% krim siklopiroksolamin 1% Antimikotik topikal lain yang berspektrum luas.

PENGOBATAN

1. 2. 3.

Nistatin tablet Amfoterisin B IV Untuk Kandidiasis vaginalis Kotrimazol 500mg per vaginam dosis tunggal sistemik dapat diberikan ketokonazol 2x200 mg (5 hari) atau dengan flukonazol 150 mg dosis tunggal

SISTEMIK

Prognosis umumnya baik, bergantung pada berat ringanya faktor predisposisi. Biasanya dapat diobati tetapi sekali-kali sulit dihilangkan. Infeksi berulang merupakan hal yang umum terjadi.

PROGNOSA

Tidak ada cara untuk mencegah kandidiasis. Obat obatan tidak biasa dipakai untuk mencegah kandidiasis karena menyebabkan candida menjadi kebal terhadap obat-obatan. Sistem kekebalan tubuh yang sehat dan menjauhi faktor predisposisi dapat menjaga agar candida tetap seimbang.

PENCEGAHAN