Anda di halaman 1dari 36

Perdarahan

SMF EMERGENCY RS. KARTIKA HUSADA PONTIANAK

Perdarahan (haemorrhage) adalah kehilangan darah pada sistem sirkulasi. kehilangan volume darah sekitar 20% atau sekitar 1 liter, tekanan darah Perdarahan internaldarah keluar karena kebocoran pembuluh darah di dalam tubuh Perdarahan eksternal darah keluar dari vagina, mulut, atau anus, atau karena kerusakan dari kulit.

Perdarahan Luar
Perdarahan dari kapiler: Perdarahan tidak hebat Keluar perlahan - lahan berupa rembesan Biasanya perdarahan berhenti sendiri walaupun tidak diobati Mudah untuk menghentikan dengan perawatan luka biasa.

Perdarahan Luar
Perdarahan vena : Warna darah merah tua Pancaran darah tidak begitu hebat dibanding perdarahan arteri Perdarahan mudah dihentikan menekan dan meninggikan anggota badan yang luka lebih tinggi dari jantung.

Perdarahan Luar
Perdarahan dari arteri : Warna darah merah segar Keluar secara memancar sesuai irama jantung Biasanya perdarahan sukar untuk dihentikan

Perdarahan Dalam

Perdarahan dalam adalah perdarahan yang terjadi di dalam rongga dada, rongga tengkorak, rongga perut. PenyebabnyaPukulan keras, terbentur hebat, luka tusuk, luka tembak, penyakit, robeknya pembuluh darah akibat terkena ujung tulang yang patah.

Diagnosis Banding Perdarahan Luar

Epistaksis
Epistaksis adalah perdarahan akut yang berasal dari lubang hidung, rongga hidung atau nasofaring Etiologi: trauma, infeksi, neoplasma, kongenital, perforasi septum, benda asing, kelainan darah dan hipertensi Tatalaksana 1. Perbaiki KU penderita 2. penderita diperiksa dalam posisi duduk 3. Perdarahan anterior dihentikan dengan cara duduk,kepala ditegakkan, cuping hidung ditekan ke arah septum 4. Perdarahan posterior tampon posterior atau tampon Bellocq

Perdarahan Telinga

Dapat disebabkan oleh:tusukan benda tajam, tulang kepala retak, ledakan yang keras yang memecahakan gendang telinga. Penatalaksanaan: sesuai etiologi

Perdarahan Saat Kehamilan


Perdarahan trimester 1 Abortus iminen: perdarahan minimal, nyeri minimal atau tidak ada keluhan. Pemeriksaan hormon hCG dg tes urin (+prognosis baik.) PX tirah baring, obat spasmolitik agar uterus tidak berkontraksi dan obat hormon progesteron. Abortus Insipien: Perdarahan dengan gumpalan, nyeri lebih kuat. Bila perdarahan banyak kuretase Abortus komplit: Perdarahan dan nyeri minimal seluruh hasil konsepsi telah dikeluarkan.

Perdarahan Saat Kehamilan


Abortus Inkomplit: Perdarahan hebat dan sering menyebabkan syok. Sebagian jaringan konsepsi tertinggal di dlm uterus. PX pengularan sisa konsepsi secara manual, disusul dengan kuretase Missed Abortion: Janin telah mati dalam kandungan selama 6-8 minggu tapi belum dikeluarkan, perdarahan minimal. <12 minggukuretase 12 -20 minggu dilakukan induksi terlebih dahulu untuk mengeluarkan janin

Perdarahan Saat Kehamilan


Pada Trimester II kehamilan perdarahan sering disebabkanpartus prematurus, solusio plasenta, mola dan inkompetensi servik. Solusio plasenta adalah terlepasnya sebagian atau seluruh plasenta sebelum janin lahir pada umur kehamilan 20 minggu. Komplikasikehilangan banyak darah, infeksi, syok neurogenik, gangguan pembekuan darah dan gagal ginjal akut. Pada janinasfiksi, prematur, infeksi dan BBLR

Perdarahan Saat Kehamilan


Pada Trimester III selusio plesenta atau plasenta previaplasenta yang terletak pada segmen bawah rahim, menutupi sebagian atau seluruh ostium uteri internum. Perdarahan hebat mengganggu sirkulasi O2 dan CO2 serta nutrisi dari ibu kepada janin. Bila usia kehamilan 37 minggu, perdarahan sedikit keadaan ibu dan anak baikdipertahankan sampai aterm. Bila perdarahan banyak seksio sesaria

Perdarahan post partum

Atonia uteri uterus gagal untuk berkontraksi sesudah janin keluar dari rahim. Pemeriksaan uterus membesar dan lembek pada palpasi, perdarahan aktif walau plasenta telah lahir. Tatalaksana:

Sikap tredelenburg Pemberian oksitosin Pemberian derivat prostagalandin F2 Pemberian misoprostol 800-1.000 g per-rektal Kompresi bimanual eksteral dan internal

Perdarahan post partum


Retensio Plasenta Plasenta tertinggal dalam uterus setengah jam setelah anak lahir Pada retensio plasenta, sepanjang plasenta belum terlepas maka tidak menimbulkan perdarahan. Tetapi bila sudah terlepas (sebagian) dapat menimbulkan perdarahan cukup banyak dan harus diantisipasi dengan placenta manual

Perdarahan post partum

Repture uterus sering terjadi akibat jaringan parut sebelumnya mengalami laserasi, persalinan pervaginam dengan bayi besar, terminasi kehamilan dengan vacuum atau forcep Semua sumber perdarahan yang terbuka harus dikelm, diikat, dan luka ditutup dengan jahitan sampai perdarahan berhenti

Diagnosis Banding Perdarahan Dalam

Perdarahan Rongga Kepala

Perdarahan epidural adalah antara tulang kranial dan dura mater. Perdarahan subaraknoid adalah perdarahan antara rongga otak dan ruang subaraknoid Perdarahan subdural adalah perdarahan antara dura mater dan araknoid

Perdarahan Rongga Kepala


Penatalaksanaan Trauma Kepala Pastikan jalan napas, pernapasan, dan sikulasi adekuat Lakukan pemeriksaan, yaitu; kesadaran pasien, GCS, pemeriksaan ukuran pupil dan reaksinya, gerakan mata, fungsi motorik di wajah dan ekstremitas, refleks, perdarahan dari telinga atau hidung Hematom epidural dan hematoma subdural harus segera dievakuasi di ruang operasi Monitoring tanda-tanda vital dan status neurologis Kejang dikendalikan dengan diazepam 10-15 mg IV, 5 mg/menit Peningkatan tekanan intrakranial ditangani dengan manitol 1-1,5 gr/kg IV

Perdarahan Rongga Kepala


Stroke Stroke adalah sindrom yang disebabkan oleh gangguan peredaran darah otak (GPDO) dengan awitan akut, disertai manifestasi klinis berupa defisit neurologis dan bukan sebagai akibat tumor, trauma ataupun infeksi susunan saraf pusat

Perdarahan Rongga Kepala


Tatalaksana Stroke di UGD Stabilisasi jalan napas dan pernapasan Stabilisasi hemodinamik Pemeriksaan fisik awal: Tekanan darah, pemeriksaan jantung, pemeriksaan neurologi umum awal. Pengendalian tekanan intrakranial Pengendalian kejang Pengendalian suhu tubuh

Perdarahan Dalam Rongga Perut


Ruptur Hati ditemukan adanya fraktur costa VII IX. Pxnyeri pada abdomen kuadran kanan atas, nyeri tekan dan Defans muskuler ( 2 jam post trauma)
Perdarahan Limpa ditemukan adanya fraktur costa IX dan X kiri, Px abdomen kuadran kiri atas terasa sakit,takikardi, nyeri tekan dan defans muskuler, hipotensi. Penegakan diagnosis dengan menggunakan CT scan.

Perdarahan Rongga Dada/ Hemotoraks

Hemotoraks adalah pengumpulan darah didalam rongga pleura. akibat trauma dada major dan sering disertai pneumotoraks. Pxnyeri dada pleuritik,dispneu, bunyi napas meredup dan pekak pada perkusi, gambaran foto toraks menunjukkan cairan dibawah basis paru pada foto tegak. Txselang torakostomi yang berhubungan dengan sekat air, pemulihan volume darah dengan cairan atau darah IV. Indikasi melakukan torakostomi apabila perdarahan >20 ml/kg, dengan kecepatan >7 ml/kg/jam, atau jika pasien hipotensi walau sudah diberi resusitasi adekuat

Tatalaksana Perdarahan Emergency

Perdarahan masif adalah kehilangan 50% volume darah dalam waktu 3 jam atau 150 ml/ menit.

Tatalaksana pada perdarahan masif berupa: 1. Mengembalikan volume sirkulasi. Volume sirkulasi dikembalikan awalnya dengan cairan kristaloid atau koloid. Transfusi sel darah merah jikaperdarahan 30-40% dari volume darah sirkulasi. Hb >10 g/dl dan indikasi mutlak jika Hb <6 g/dl

2.

3.

4.

Kontak klinisi yang bersangkutan (Anastesi, dokter spesialis yang bersangkutan, BANK darah) Pemeriksaan laboratorium FBC, PT, APTT, Fibrinogen, contoh darah, gas darah. Ulangi pemeriksaan FBC, PT, APTT, Fibrinogen setiap 4 jam atau 1/3 volume darah yang tergantantikan. Cross-check sel darah merah: golongan dan resus, dan memastikan darah donor tidak terinfeksi penyakit.

5.

6.

Persiapan platelet untuk mengantisipasi jumlah platelet <50x109 liter1 setelah 2 x penggantian volume darah. Dan di rekomendasikan penggunaan platelet jika jumlah platelet 100x109 liter1. Persiapan FFP (1 liter atau 4 unit untuk dewasa). FFP direkomendasikan setelah 1 unit kantong darah tidak membawa perubahan. FFP dapat digunakn untuk mengoreksi defisiensi faktor koagulasi dan fibrinogen. Jika fibrinogen dibawah 1.0 g/liter maka kriopresipitat dapat digunakan.

Syok Hipovolemik

Syok hipovolemik merupakan kondisi medis atau bedah dimana terjadi kehilangan cairan dengan cepat yang berakhir pada kegagalan beberapa organ, disebabkan oleh volume sirkulasi yang tidak adekuat dan berakibat pada perfusi yang tidak adekuat. Paling sering, syok hipovolemik akibat kehilangan darah yang cepat (syok hemoragik). Keadaan yang mengancam nyawa pada syok hipovolemik berasal dari penurunan volume darah intravascularpenurunan cardiac output perfusi jaringanmetabolisme dalam sel berubah dari aerob menjadi anaerob akumulasi asam laktatasidosis metabolic

Tujuan utama dalam mengatasi syok hipovolemik adalah memulihkan volume intravascular meredistribusi volume cairan memperbaiki penyebab yang mendasari kehilangan cairan secepat mungkin.

Tatalaksana syok hipovolemik A. Pemeriksaan fisik 1. Airway and breathing: stabilkan jalan napas dan pernapasan 2. circulation: mengontrol sirkulasi dengan cara mempertahankan perfusi adekuat ke jaringan. Jika terdapat perdarahan ekternal, lakukan penekanan atau penjahitan pada luka. Perdarahan internal dapat di kendalikan dengan pembedahan. 3. disability: pemeriksaan neurologis dengan melihat kesadaran, pergerakan mata, dan respon pupil, fungsi motorik dan sensorik.

4. Exposure: pemeriksaan lengkap dari kepala sampai kaki 5. Decompression: dekompresi pada distensi lambung berguna untuk mengurangi resiko aspirasi isi lambung pada pasien yang tidak sadar, dan mengetahui isi lambung. 6. urinary catheter: untuk mengetahui jumlah pengeluaran urin B. Pemasangan Jalur Vena. Minimal 2 jalur. C. Pemberia Terapi Cairan: cairan ringer laktat dan normal saline dapat diberikan pada terapi awal. 1-2 L untuk dewasa. 20 mL/ kg untuk anak-anak. Diberikan secara cepat. Terapi cairan awal yang diberikan dihitung berdasarkan 3-for-1 rule yaitu untuk setiap 100 ml kehilangan darah diberikan 300 ml cairan kristaloid.