Anda di halaman 1dari 20

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pneumonia (infeksi pada parenkim paru) pada anak-anak umumnya ditemui dalam praktek sehari-hari, dan anak-anak yang sehat biasanya melakukannya dengan baik dengan pengobatan rawat jalan. Hal ini penting, namun, untuk mengenali anak-anak yang berisiko atau yang sudah mengalami pneumonia berat atau rumit dan untuk memonitor dan memperlakukan mereka. Pneumonia biasanya dapat didiagnosis secara klinis, meskipun radiografi mungkin berguna untuk menguatkan temuan klinis atau mengidentifikasi komplikasi. Pilihan antibiotik adalah penting, dan dokter yang merawat harus mempertimbangkan organisme lazim, usia anak, dan adanya faktor risiko untuk organisme atipikal atau resisten. adang-kadang, dalam kasus yang lebih berat atau rumit, rawat inap mungkin diperlukan untuk menyediakan intra!ena ("#) antibiotik, cairan, oksigen, dan langkah-langkah pendukung lainnya dan untuk memfasilitasi prosedur in!asif diperlukan untuk mendiagnosa dan mengobati komplikasi. $ntungnya , imunisasi yang tepat dan kebersihan pribadi yang tepat dapat pergi jauh dalam mencegah pneumonia.% Pneumonia merupakan salah satu indikator keberhasilan program pengendalian penyakit dan penyehatan lingkungan seperti tertuang dalam &encana 'trategis adalah sebesar %)),. -ujuan Pembangunan .ilenium (.+/) ke- * (mengurangi 0ngka ematian 0nak) hanya dapat dicapai melalui upaya-upaya intensif yang fokus pada penyebab utama kematian anak, yaitu1 pneumonia, diare, malaria, kekurangan gizi, dan masalah neonatal. +iperkirakan dari 2,2 juta kematian anak di dunia pada tahun ())2, %,3 juta adalah akibat Pneumonia dan %,4 juta karena
1

ementrian

esehatan

tahun ()%)-()%*. +an ditargetkan

presentase penemuan tatalaksana penderita pneumonia balita pada tahun ()%*

diare.

ematian karena penyakit ini sangat terkait dengan kekurangan gizi,

kemiskinan dan kurangnya akses perawatan kesehatan. 5ebih dari 62, kematian pneumonia dan diare pada anak-anak terjadi di 32 negara berkembang.(

BAB II PNEUMONIA A. DEFINISI .enurut 7H8 (())6), Pneumonia adalah proses infeksi akut yang meliputi al!eolus dan jaringan interstitial. Pneumonia didefinisikan berdasarkan gejala dan tanda klinis, serta perjalanan penyakitnya. World Health Organization (7H8) mendefinisikan pneumonia hanya berdasarkan penemuan klinis yang didapat pada pemeriksaan inspeksi dan frekuensi pernafasan. 9erbagai mikroorganisme dapat menyebebkan pneumonia, antara lain !irus, jamur, dan bakteri.4 .enurut 7idagdo (()%(), pneumonia adalah suatu proses inflamasi pada al!eoli paru-paru disebabkan oleh mikroorganisme dan non-mikroorganisme yaitu aspirasi makanan, isi lambung, hidrokarbon, bahan lipoid, reaksi hipersansititas, imbas obat dan radiasi.* B. ETIOLOGI 'ebagian besar pneumonia disebabkan oleh mikroorganisme (!irus:bakteri) dan sebagian kecil disebaban oleh hal lain misalnya bahan kimia (hidrokarbon, lipoid sistances): benda asing yang teraspirasi. Pola kuman penyebab pneumonia biasanya berbeda sesuai dengan distribusi umur pasien. 'ebagian besar kasus pneumonia disebabkan oleh !irus, sebagai penyebab tersering adalah respiratory synctial !irus (&'#), parainfluenza !irus, influenza !irus dan adeno!irus. 'ecara umum bakteri yang berperan penting dalam pneumonia adalah 'treptococcus pneumonia, Haemophillus influenze, Staphyloccocus aureus, Streptococcus group B, serta kuman atipik lamidia dan mikroplasma. ; Pada masa neonatus 'treptococcus group 9 dan Listeriae monocytogenes merupakan penyebab pneumonia paling banyak. #irus adalah penyebab terbanyak pneumonia pada usia prasekolah dan berkurang dengan bertambahnya usia. 'elain

itu Streptococcus pneumonia merupakan penyebab paling utama pada pneumonia bacterial. Mycoplasma pneumoniae dan Chlamydia pneumoniae merupakan penyebab yang sering didapatkan pada anak diatas ; tahun. ;

-able %. .ikroorganisme penyebab pneumonia menurut umur $sia 5ahir = () hari <tiologi yang sering Bakteri E. colli Streptoccus group B Listeria monocytogenes <tiologi yang jarang Bakteri 9akteri anaerob Streptoccous group Haemophilllus influenzae Streptococcus pneumoniae !reaplasma urealyticum Virus #irus sitomegalo #irus Herpes simpleks 4 minggu = 4 bulan Bakteri Chlamydia trachomatis Streptococcus pneumoniae Virus #irus 0deno #irus "nfluenza #irus Parainfluenza %,(,4 #espiratory Syncytial $irus * bulan = ; tahun Bakteri Chlamydia pneumoniae Mycoplasma pneumoniae Streptococcus pneumoniae Virus #irus 0deno #irus "nfluenza #irus Parainfluenza #irus &ino #espiratory Syncytial &irus Bakteri Chlamydia pneumoniae Mycoplasma pneumoniae Bakteri Bordetella pertusis Haemophilus influenzae tipe B Mora"ella catharalis Staphylococcus aureus !reaplasma urealyticum Virus #irus sitomegalo Bakteri Haemophillus influenzae tipe B Mora"ella catharalis %eisseria meningitidis Staphylococcus aureus Virus #irus #arisela->oster

; tahun = remaja

Bakteri Haemophillus influenzae Legionella sp


5

Streptococcus pneumoniae

Staphylococcus aureus Virus #irus 0deno #irus <pstein-9arr #irus "nfluenza #irus Parainfluenza

C.

LASIFI ASI a. Pneumonia omuniti (community-ac?uired pneumonia) @enis yang paling umum dari pneumonia , disebabkan oleh bakteri, !irus, dan organisme lain yang didapat dari luar rumah sakit atau layanan kesehatan lainnya. b. Pneumonia Aosokomial (hospital-ac?uired pneumonia:Aosocomial pneumonia). Pneumonia Aasokomial ( H0P ) terjadi setidaknya *2 jam setelah seseorang telah dirawat di rumah sakit . Hal ini dapat disebabkan oleh bakteri dan organisme lain yang biasanya berbeda dari Pneumonia omuniti. H0P biasanya lebih serius daripada B0P karena bakteri dan organisme bisa lebih sulit untuk mengobati , dan karena orang-orang yang mendapatkan H0P sudah sakit c. Pneumonia 0spirasi. Pneumonia aspirasi terjadi ketika cairan atau iritasi lainnya yang terhirup ke paru-paru. @enis yang paling umum dari pneumonia aspirasi disebabkan oleh menghirup isi perut setelah muntah . 8rang-orang dengan masalah medis (misalnya stroke, 05') yang mempengaruhi menelan berada pada peningkatan risiko dari jenis pneumonia. d. Pneumonia pada penderita immunocompromised. Pneumonia oportunistik terjadi pada orang dengan sistem kekebalan yang lemah (misalnya orang dengan 0"+', kanker , transplantasi organ). 8rganisme yang biasanya tidak berbahaya

%. 9erdasarkan klinis dan epidemiologis 2

bagi orang dengan sistem kekebalan tubuh yang sehat menyebabkan suatu infeksi. (. 9erdasarkan agen penyebab a. Pneumonia 9akterial : tipikal adalah pneumnia yang dapat terjadi pada semua usia. 9eberapa kuman mempunyai tendensi menyerang seorang yang peka misalnya klebisela pada penderita alkoholik dan staphylococcus pada penderita pasca infeksi influenza. b. Pneumonia atipikal adalah pneumonia yang disebabkan oleh Mycoplasma, Legionella dan Chlamydia c. Pneumonia !irus d. Pneumonia jamur adalah sering merupakan infeksi sekunder. Predileksi terutama pada penderita daya tahan tubuh lemah 'immunocompromised( 4. lasifikasi pneumonia berdasarkan predileksi infeksi a. Pneumonia lobaris adalah pneumonia yang terjadi pada satu lobus atau segmen dan kemungkinan disebabkan oleh adanya obstruksi bronkus, misalnya pada aspirasi benda asring atau adanya proses keganasan. @enis pneumonia ini jarang terjadi pada bayi dan orang tua dan sering pada pneumonia bakterial. b. 9ronkopneumonia adalah pneumonia yang ditandai dengan adanya bercak-bercak infiltrat pada lapang paru. Pneumonia jenis ini sering terjadi pada bayi dan orang tua, disebabkan oleh bakteri maupun !irus dan jarang dihubungkan dengan obstruksi bronkus. c. Pneumonia interstisial

D.

PATOFISIOLOGI

'ebagian besar pneumonia timbul melalui aspirasi kuman atau penyebaran langsung kuman dari saluran respiratorik atas. Hanya sebagian kecil merupakan

akibat sekunder dari !iremia:bakteremia atau penyebab dari infeksi intra abdomen. +alam keadaan normal saluran respiratorik bawah mulai dari sublaring hingga unit terminal adalah steril. Paru terlindung dari infeksi melalui beberapa mekanisme termasuk barier anatomi dan mekanik diantaranya adalah filtrasi partikel di hidung, pencegahan aspirasi dengan refleks epiglottis, ekspulsi benda asing melalui refleks batuk, pembersihan kearah kranial oleh lapisan mukosilier. 'istem pertahanan tubuh yang terlibat baik sekresi lokal immunoglobulin 0 maupun respon inflamasi sel-sel leukosit, komplemen, sitokin, immunoglobulin, al!eolar makrofag dan cell mediated immunity. Pneumonia terjadi bila satu atau lebih mekanisme diatas mengalami gangguan sehinga kuman patogen dapat mencapai saluran nafas bagian bawah. "nokulasi patogen penyebab pada saluran nafas menimbulkan respon inflamasi akut pada penjamu yang berbeda sesuai dengan patogen penyebabnya. #irus akan mengin!asi saluran nafas kecil dan al!eoli, umumnya bersifat patchy dan mengenai banyak lobus. Pada infeksi !irus ditandai lesi awal berupa kerusakan silia epitel dengan akumulasi debris ke dalam lumen, respon inflamasi awal adalah infiltrasi sel-sel mononuklear ke dalam submukosa dan peri!askular. 'ejumlah kecil sel-sel P.A akan didapatkan dalam saluran nafas kecil. 9ila proses ini meluas, dengan adanya sejumlah debris dan mucus serta sel-sel inflamasi yang meningkat dalam saluran nafas kecil maka akan menyebabkan obstruksi baik parsial maupun total. &espon inflamasi ini akan diperberat dengan adanya edema submukosa yang mungkin bisa meluas ke dinding al!eoli. &espon inflamasi di dalam al!eoli ini juga seperti yang terjadi pada ruang interstitial yang terdiri sel-sel mononuclear. Proses infeksi yang berat akan mengakibatkan terjadinya denudasi (pengelupasan) epitel dan akan terbentuk eksudat hemoragik. "nfiltrasi ke interstitial sangat jarang menimbulkan fibrosis. Pneumonia !iral pada anak merupakan predisposisi terjadinya pneumonia bacterial oleh karena rusaknya barier mukosa. Pada infeksi bakteri, saat terjadi kontak antara bakteri dengan dinding al!eoli maka akan ditangkap oleh lapisan cairan epiteleal yang mengandung opsonin dan tergantung pada respon imunologis penjamu akan terbentuk antibodi

imunoglobin / spesifik. +ari proses ini akan terjadi fagositosis oleh makrofag (sel al!eolar tipe ""), sebagian kecil kuman akan dilisis melalui perantaraan komplemen. etika mekanisme ini tidak dapat merusak bakteri dalam al!eolar, leukosit P.A dengan aktifitas fagositosisnya akan direkrut dengan perantaraan sitokin sehingga akan terjadi respon inflamasi. Hal ini ini akan mengakibatkan terjadinya kongesti !ascular dan edema yang luas, dan hal ini merupakan karakteristik pneumonia oleh karena pneumokokus. (the pores of uman akan dilapisi oleh ohn cairan edematous yang berasal dari al!eolus ke al!eolus melalui pori-pori

ohn). 0rea edematous ini akan membesar secara sentrifungal dan

akan membentuk area sentral yang terdiri dari eritrosit, eksudat purulen (fibrin, sel-sel leukosit P.A) dan bakteri. Case ini secara hispatologi dinamakan red hepatization (hepatisasi merah). -ahap selanjutnya adalah hepatisasi kelabu yang ditandai dengan fagositosis aktif oleh leukosit P.A. Pelepasan komponen dinding bakteri dan pneumolisin melalui degradasi enzimatik akan meningkat respon inflamasi dan efek sitotoksik terhadap semua sel-sel paru. Proses ini akan mengakibatnya kaburnya struktur seluler paru. &esolusi konsolidasi pneumonia terjadi ketika antibodi antikapsular timbul dengan leukosit P.A meneruskan aktifitas fagositosisnyaD sel-sel monosit akan membersihkan debris. 'epanjang struktur retikular paru masih intak (tidak terjadi keterlibatan instertitial), parenkim paru akan kembali sempurna dan perbaikan epitel al!eolar terjadi setelah terapi berhasil. Pemebentukan jaringan parut pada paru minimal. Hambatan difusi al!eolar dapat meningkat , shunt intrapulmonary mungkin memburuk, dan !entilasi : perfusi ( # : E ) mismatch lebih lanjut dapat mengganggu pertukaran gas meskipun upaya homeostatis endogen berupa penyempitan pembuluh darah atau dilatasi telah dilakukan.

E. MANIFESTASI

LINIS

/ambaran klinis pneumonia pada bayi dan anak bergantung pada berat ringannya infeksi, tetapi secara umum adalah sebagai berikut14,3,6

/ambaran infeksi umum 1 +emam, sakit kepala, gelisah, malaise, penurunan nafsu makan, keluhan gastrointestinal seperti mual, muntah, atau diare. *,%)

/ambaran gangguan respiratorius1 9atuk, sesak nafas, retraksi dada, takipneu, nafas cuping hidung, merintih, sianosis. *,%)

F. PEME!I SAAN FISIS -anda yang mungkin ada dalah suhu F 46G B, dispne1 inspiratory effort ditandai dengan takipne, retraksi dinding dada (chest indra)ing), grunting, napas cuping hidung, dan sianosis. /erakan dinding toraks berkurang pada daerah yang terkena, perkusi normal atau redup, fremitus menurun, suara napas menurun. Pada pada pemeriksaan auskultasi paru dapat terdengar melemahnya suara napas utama dan suara napas tambahan berupa ronki basah halus nyaring di lapangan paru yang terkena. *, %) G. PEME!I SAAN PENUN"ANG a. Pemeriksaan 5aboratorium "nfeksi !irus leukosit normal atau meningkat : tidak melebihi ().))):mm dengan limfosit predominan, dan bakteri %;.)))-*).))):mm4 neutrofil yang predominan. adar leukosit berdasarkan umur1 0nak umur % bulan 0nak umur %-4 tahun 0nak umur *-H tahun 1 ;))) - %6;)) 1 3))) - %H;)) 1 ;;)) - %;;))

0nak umur 2-%4 tahun 1 *;)) = %4;)) Pada hitung jenis leukosit terdapat pergeseranke kiri serta peningkatan 5<+. 0nalisa gas darah menunjukkan hipoksemia dan hipokarbia, pada stadium

10

lanjut dapat terjadi asidosis respiratorik. "solasi mikroorganisme dari paru, cairan pleura atau darah bersifat in!asif sehingga tidak rutin dilakukan.6,%% b. Pemeriksaan &adiologis elainan foto rontgen toraks tidak selalu berhubungan dengan gambaran klinis. 9iasanya dilakukan pemeriksaan rontgen toraks posisi 0P. Coto rontgen toraks 0P dan lateral hanya dilakukan pada pasien dengan tanda dan gejala klinik distres pernapasan seperti takipnea, batuk dan ronki, dengan atau tanpa suara napas yang melemah. 'ecara umum gambaran foto toraks terdiri dari 1%,; "nfiltrat interstitial, ditandai dengan peningkatan corakan

bronko!askular, peri*ronchial cuffing, dan hiperaerasi. "nfiltrat al!eolar, merupakan konsolidasi paru dengan air *ronchogram. onsolidasi dapat mengenai satu lobus disebut dengan pneumonia lobaris, atau terlibat sebagai lesi tunggal yang biasanya cukup besar, berbentuk sferis, berbatas yang tidak terlalu tegas, dan menyerupai lesi tumor paru, dikenal sebagai round pneumonia. 9ronkopneumonia, ditandai dengan gambaran difus merata pada kedua paru, berupa bercak-bercak infiltrat yang dapat meluas hingga daerah perifer paru, disertai dengan peningkatan corakan peribronkial. H. DIAGNOSIS +iagnosis ditegakkan bila ditemukan 4 dari ; gejala berikut 4,6 %. 'esak nafas disertai dengan pernafasan cuping hidung dan tarikan dinding dada riteria takipneu menurut 7H8 1 0nak umur I (bulan 1 F 3) J:menit 0nak umur (-%% bulan1 F ;) J:menit

11

0nak umur %-; tahun 1 F *) J:menit 0nak umur F ; tahun 1 F 4) J:menit (. Panas badan 4. &onkhi basah sedang nyaring (crackles) *. Coto thoraJ .enunjukkan gambaran infiltrat difus ;. 5eukositosis 1 Pada infeksi !irus tidak melebihi ().))):mm4 dengan limfosit predominan, dan bakteri %;.)))-*).))):mm4 neutrofil yang predominan. adar leukosit berdasarkan umur1 0nak umur % bulan 0nak umur %-4 tahun 0nak umur *-H tahun 1 ;))) - %6;)) 1 3))) - %H;)) 1 ;;)) - %;;))

0nak umur 2-%4 tahun 1 *;)) = %4;)) Pedoman diagnosis dan tatalaksana sederhana berdasarkan 7H8 14 Bayi berusia di bawah 2 bulan Pneumonia 9ila ada napas cepat (K 3) J:menit) atau sesak napas Harus dirawat dan diberikan antibiotik

9ukan pneumonia -idak ada napas cepat atau sesak napas -idak perlu dirawat, cukup diberikan pengobatan simptomatis

Bayi dan anak usia 2 bulan 5 tahun

12

Pneumonia sangat berat 9ila ada sesak napas, sianosis sentral dan tidak sanggup minum Harus dirawat dan diberikan antibiotik

# #

Pneumonia berat 9ila ada sesak napas, tanpa sianosis, dan masih sanggup minum Harus dirawat dan diberikan antibiotik Pneumonia ringan 9ila tidak ada sesak napas 0da napas cepat dengan laju napas -idak perlu dirawat, diberikan antibiotik oral.

9ukan pneumonia 9ila tidak ada napas cepat dan sesak napas -idak perlu dirawat dan antibiotik, hanya diberikan pengobatan simptomatis. -anda bahaya pada anak usia ( bulan = ; tahun adalah tidak mau minum, kejang, kesadaran menurun, stridor, dan gizi buruk. -anda bahaya untuk bayi usia I ( bulan adalah malas minum, kejang, kesadaran menurun, stridor, mengi, dan demam:badan terasa dingin.6 I. TATALA SANA a. Penatalaksaan umum i. Pemberian oksigen lembab (-* 5:menit sampai sesak nafas hilang atau Pa8( pada analisis gas darah F 3) torr ii. Pemasangan infus untuk rehidrasi dan koreksi elektrolit. b. Penatalaksanaan khusus

13

%. mukolitik, ekspektoran dan obat penurun panas sebaiknya tidak diberikan pada H( jam pertama karena akan mengaburkan interpretasi reaksi antibiotik awal. (. 8bat penurun panas diberikan hanya pada penderita dengan suhu tinggi. 4. Pemberian antibiotika berdasarkan mikroorganisme penyebab dan manifestasi klinis Anti$i%tik 1 9ila tidak ada kuman yang dicurigai, berikan antibiotik awal ((*-H( jam pertama) menurut kelompok usia.% %. Aeonatus dan bayi muda (I ( bulan) 1 ampicillin L aminoglikosid amoksisillin-asam kla!ulanat amoksisillin L aminoglikosid sefalosporin generasi ke-4 beta laktam amoksisillin amoksisillin-amoksisillin kla!ulanat golongan sefalosporin kotrimoksazol makrolid (eritromisin) amoksisillin:makrolid (eritromisin, klaritromisin, azitromisin) tetrasiklin (pada anak usia K 2 tahun)

(. 9ayi dan anak usia pra sekolah (( bl-; thn)

4. 0nak usia sekolah (K ; thn)

0ntibiotik intra!ena diberikan pada pasien pneumonia yang tidak dapat menerima obat peroral atau termasuk dalam derajat pneumonia berat. 0ntibiotik intra!ena yang dianjurkan adalah 1 ampisilin dan kloramfenikol, ceftriaJone, dan

14

cefotaJim. Pemberian antibiotik oral harus dipertimbangkan jika terdapat perbaikan setelah mendapat antibiotik intra !ena.%,3 Nutrisi Pada anak dengan distres pernafasan berat, pemberian makanan peroral harus dihindari. .akanan dapat dberikan lewat A/- atau intra!ena. @ika memang dibutuhkan sebaiknya menggunakan ukuran yang terkecil. Perlu dilakukan pemantauan cairan agar anak tidak mengalami o!erhidrasi karena pada pneumonia berat terjadi peningkatan sekresi hormon antidiuretik. M riteria rawat inap1%( 9ayi %. usia yang sangat muda ( I 4 bulan ) (. saturasi oksigen N 6(,, sianosis 4. frekuensi nafas K 3) J: menit *. distres pernafasan, apneu intermiten ;. tidak mau minum atau menetek 3. faktor-faktor seperti dehidrasi atau muntah berat yang membutuhkan cairan "# H. keluarga tidak bisa merawat dirumah anak %. saturasi oksigen N 6(,, sianosis (. frekuensi nafas K ;) J: menit 4. distres pernafasan *. terdapat tanda dehidrasi ;. keluarga tidak bisa merawat dirumah M riteria pulang1 gejala dan tanda pneumonia menghilang asupan peroral adekuat pemberian antibiotik dapat diteruskan dirumah keluarga mengerti dan setuju untuk pemberian terapi dan rencana kontrol

15

".

kondisi rumah memungkinkan untuk perawatan lanjutan dirumah. OMPLI ASI omplikasi biasanya sebagai hasil langsung dari penyebaran bakteri dalam rongga thoraJ (seperti efusi pleura, empiema dan perikarditis) atau penyebaran bakteremia dan hematologi. .eningitis, artritis supuratif, dan osteomielitis adalah komplikasi yang jarang dari penyebaran infeksi hematologi. 4,*

I. P!OGNOSIS 'embuh total, mortalitas kurang dari % ,, mortalitas bisa lebih tinggi didapatkan pada anak-anak dengan keadaan malnutrisi energi-protein dan datang terlambat untuk pengobatan.3 "nteraksi sinergis antara malnutrisi dan infeksi sudah lama diketahui. "nfeksi berat dapat memperjelek keadaan melalui asupan makanan dan peningkatan hilangnya zat-zat gizi esensial tubuh. 'ebaliknya malnutrisi ringan memberikan pengaruh negatif pada daya tahan tubuh terhadap infeksi. eduaduanya bekerja sinergis, maka malnutrisi bersama-sama dengan infeksi memberi dampak negatif yang lebih besar dibandingkan dengan dampak oleh faktor infeksi dan malnutrisi apabila berdiri sendiri. . PENCEGAHAN $ntuk mencegah pneumonia perlu partisipasi aktif dari masyarakat atau keluarga terutama ibu rumah tangga, karena pneumonia sangat dipengaruhi oleh kebersihan di dalam dan di luar rumah. Pencegahan pneumonia bertujuan untuk menghindari terjadinya penyakit pneumonia pada balita. 9erikut adalah upaya untuk mencegah terjadinya penyakit pneumonia 1 %. Perawatan 'elama .asa ehamilan $ntuk mencegah risiko bayi dengan berta badan lahir rendah, perlu gizi ibu selama kehamilan dengan mengkonsumsi zat-zat bergizi yang cukup bagi kesehatan ibu dan pertumbuhan janin dalam kandungan serta pencegahan terhadap hal-hal yang memungkinkan terkenanya infeksi selama kehamilan.
16

(. Perbaikan /izi 9alita $ntuk mencegah risiko pneumonia pada balita yang disebabkan karena malnutrisi, sebaiknya dilakukan dengan pemberian 0'" pada bayi neonatal sampai umur ( tahun. arena 0'" terjamin kebersihannya, tidak terkontaminasi serta mengandung faktor-faktor antibodi sehingga dapat memberikan perlindungan dan ketahanan terhadap infeksi !irus dan bakteri. 8leh karena itu, balita yang mendapat 0'" secara ekslusif lebih tahan infeksi dibanding balita yang tidak mendapatkannya. 4. .emberikan "munisasi 5engkap pada 0nak $ntuk mencegah pneumonia dapat dilakukan dengan pemberian imunisasi yang memadai, yaitu imunisasi anak campak pada anak umur 6 bulan, imunisasi +P- (+ifteri, Pertusis, -etanus) sebanyak 4 kali yaitu pada umur ( bulan, 4 bulan dan * bulan. *. .emeriksa 0nak 'edini .ungkin 0pabila 9atuk 9alita yang menderita batuk harus segera diberi pengobatan yang sesuai untuk mencegah terjadinya penyakit batuk pilek biasa menjadi batuk yang disertai dengan napas cepat:sesak napas. ;. .engurangi Polusi didalam dan diluar &umah $ntuk mencegah pneumonia disarankan agar kadar debu dan asap diturunkan dengan cara mengganti bahan bakar kayu dan tidak membawa balita ke dapur serta membuat lubang !entilasi yang cukup. 'elain itu asap rokok, lingkungan tidak bersih, cuaca panas, cuaca dingin, perubahan cuaca dan dan masuk angin sebagai faktor yang memberi kecenderungan untuk terkena penyakit pneumonia. 3. .enjauhkan balita dari penderita batuk. 9alita sangat rentan terserang penyakit terutama penyakit pada saluran pernapasan, karena itu jauhkanlah balita dari orang yang terserang penyakit batuk. $dara napas seperti batuk dan bersinbersin dapat menularkan pneumonia pada orang lain. arena bentuk penyakit ini menyebar dengan droplet, infeksi akan menyebar

17

dengan mudah. Perbaikan rumah akan menyebabkan berkurangnya penyakit saluran napas yang berat. 'emua anak yang sehat sesekali akan menderita salesma (radang selaput lendir pada hidung), tetapi sebagian besar mereka menjadi pneumonia karena malnutrisi.

BAB III PENUTUP

18

Pneumonia merupakan proses infeksi akut yang meliputi al!eolus dan jaringan interstitial disebabkan oleh mikroorganisme. $sia pasien merupakan faktor yang memegang peranan penting pada perbedaan dan kekhasan pneumonia anak, +iagnosis ditegakkan bila ditemukan 4 dari ; gejala berikut 1 sesak nafas, panas badan, ronkhi basah sedang nyaring (crackles), foto thoraJ.enunjukkan gambaran infiltrat difus, leukositosis. -erapi yang diberikan oksigen dan antibiotik. Prognosisnya 'embuh total, mortalitas kurang dari % ,, mortalitas bisa lebih tinggi didapatkan pada anak-anak dengan keadaan malnutrisi energi-protein dan datang terlambat untuk pengobatan.

DAFTA! PUSTA A %. +@ 7illiam, ' Bhristopher. Pneumonia. +ediatrics in #e&ie). ())2D(6 1 %*H-%3)

19

(. 7 .artin, H Cransisca. 0ction 0gaints Pneumonia in Bhilderen 8utline of /lobal 0ction Plan. Buletin ,endela Epidemiologi. ()%)D )4 1 )%-(H 4. "katan +okter "ndonesia. Pneumonia. +alam1 H P 0ntonius, H 9adriur, Handryastuti ', dkk, penyunting. Pedoman Pelayanan .edis. @akarta1 "katan +okter "ndonesia, ())6 1 (;)-(;; *. 7idagdo. .asalah dan -atalaksana Penyakit 0nak +engan +emam. @akarta1 'agung 'eto, ()%( 1 3*-33 ;. &etno 0sih. '. 5andia. Bontinuing <ducation "lm OOO#"". 'urabaya1 +e!isi &espirologi 9agian "lmu $nair &'$ dr 'oetomo, ())H1 )%-(* 3. -odd @ . Pneumonia. +alam 9ehrman &ichard <, -.th edition. @akarta 1 </B, ())2 1 23%-23H H. 0nonim. Pelayanan ());. 2. @. Heit. ()%4. Pneumonia. 0!ailable at1 0ccesed at1 http1::health.ab?journal.com:BonditionCactsheet.aspJPidQ%6(. +ecember %(, ()%4 6. 9ennett A@, dkk. ()%4. Pediatric Pneumonia. 0!ailable http1::emedicine.medscape.com:article:63H2((-o!er!iew. 8ktober %), ()%4 %). 0nonim. Panduan Pelayanan .edis +epartemen "lmu Penyakit 0nak. @akarta1 &'$P. Aasional +r. Biptomangumkusumo. ())H 1 *3;-*32 %%. /ama H, Aataprawita H.. ()%(. Pedoman +iagnosis dan -erapi "lmu esehatan 0nak. <disi %*. 9andung 1 $ni!ersitas Padjajaran 0ccessed esehatan anak di &umah 'akit. @akarta 1 7H8, liegman &obert, esehatan 0nak esehatan 0nak C

Aelson 7aldo <, #B #aughan, penyunting. Aelson teJtbook of pediatrics.

20