Anda di halaman 1dari 29

DIFRAKSI KRISTAL

dan KISI RESIPROK


3/7/2012
1
Rita Prasetyowati
Tujuan
3/7/2012 Rita Prasetyowati
2
Menentukan/mempelajari struktur kristal secara eksperimen
Syarat agar terjadi difraksi pada kristal :
Menggunakan gelombang radiasi dengan panjang
gelombang yang seorde dengan jarak antar atom dalam
kristal (dalam angstrom) .
Dengan mengetahui puncak-puncak difraksi dari
gelombang yang dipantulkan oleh bidang kristal (lebih
tepat atom-atom pada bidang), maka struktur kristal
dari cuplikan yang bersangkutan dapat dipelajari atau
mungkin dapat di-rekonstruksi.
3/7/2012 Rita Prasetyowati
3
Sumber radiasi yang dapat digunakan untuk keperluan
difraksi kristal meliputi :
sinar-x
berkas neutron termal
berkas elektron

Difraksi dapat terjadi bilamana panjang gelombang berkas
radiasinya sekitar 1 angstrom.
3/7/2012 Rita Prasetyowati
4
Sinar-x

Radiasi sinar-x dibangkitkan oleh tabung sinar-x.
Spektrum keseluruhan dari sinar-x bersifat polikhromatis
(spektrum malar dan karakteristik).
Untuk keperluan difraksi digunakan spektrum
karakteristik dengan intensitas yang terkuat, biasanya
spektrum K

.
Agar berkas sinar-x benar-benar monokhromatis
diperlukan filter.
Bahan filter bergantung pada panjang gelombang
spektrum K

yang akan dipakai.
3/7/2012 Rita Prasetyowati
5
Sinar-X adalah radiasi EM dengan panjang gelombang
berorde 1 .
Energi sinar-X cukup tinggi, antara 200 eV sampai 1 MeV.

Sinar-X diproduksi dengan menggunakan hubungan interaksi
antara bagian luar elektron dengan elektron kulit atom di
dalamnya.
Menembakkan elektron cepat pada logam (anoda) yang
berada pada ruang vakum.
Berkas elektron dihasilkan oleh katoda yang dipanaskan
dengan filamen
Berkas elektron tertarik menuju anoda karena adanya beda
potensial
Interaksi antara elektron berenergi Ek dengan logam anoda
menyebabkan terjadinya pancaran sinar-X
3/7/2012 Rita Prasetyowati
6
Radiasi yang dipancarkan : radiasi spektrum kontinu dan
radiasi spektrum diskret.
Radiasi spektrum kontinu : rentang gelombang lebar, energi
radiasi naik seiring bertambahnya nomor atom dan sebanding
dgn kuadrat tegangan.
Terjadi karena perlambatan mendadak gerak elektron dari
katoda ketika mendekati anoda oleh gaya elektrostatika antar
elektron tsb dgn elektron pada anoda.

Radiasi spektrum diskret : bersesuaian dgn karakteristik logam
yang ditembak, hanya mempunyai energi untuk mengeluarkan
satu elektron dari dalam kulitnya.
Elektron lain dari level yang lebih tinggi kemudian mengisi
kekosongan tsb, dengan memancarkan sinar-X sewaktu transisi
3/7/2012 Rita Prasetyowati
7
DIFRAKSI SINAR X
Difraksi dapat memastikan stuktur atomik dari kristal dan
mengambarkan tiga dimensi susunan sesungguhnya atom
atomitu.
Contoh kristal NaCl :
Tiga Dimensi
Dua Dimensi
d
Bagan difraksi sinar-X
3/7/2012 Rita Prasetyowati
8
3/7/2012 Rita Prasetyowati
9
Difraksi Sinar-X

Difraksi kristal menggunakan berkas sinar-x ditinjau dari
kesederhanaan teknik pembangkitnya serta maksimalnya
hasil difraksi dalam memberikan informasi tentang struktur
kristal.

Difraksi sinar-x oleh sebuah materi terjadi akibat dua
fenomena:
(1) hamburan oleh tiap atom
(2) interferensi gelombang-gelombang yang dihamburkan
oleh atom-atom tersebut.
Interferensi ini terjadi karena gelombang-gelombang yang
dihamburkan oleh atom-atom memiliki koherensi dengan
gelombang datang dan, demikian pula, dengan mereka
sendiri.
The path difference between ray 1 and ray 2 = 2d Sinu
For constructive interference: n = 2d Sinu
d
u
u
u
u
Ray 1
Ray 2
u
Deviation = 2u
Misal ditinjau dua berkas sinar-x yang mengenai atom-atom pada bidang kristal (hkl) pada
gambar.
Berkas sinar pertama dan kedua memiliki beda lintasan sebesar (2d sin ) untuk sampai pada
titik pengamat.
Agar terjadi interferensi yang konstruktif (saling menguatkan), maka beda lintasan yang
bersangkutan haruslah merupakan kelipatan bulat dari panjang gelombang sinar-x
tersebut.

Syarat Bragg
3/7/2012 Rita Prasetyowati
11
d : jarak antar bidang (hkl) yang sama
: sudut difraksi
: panjang gelombang sinar-x yang digunakan.
3/7/2012 Rita Prasetyowati
12
3/7/2012 Rita Prasetyowati
13
Pada difraktometer sinar-x, posisi kristal sedemikian
sehingga pengukuran dilakukan pada sudut 2, yaitu
sudut yang dibentuk oleh sinar hambur.

Pengukuran tersebut menghasilkan data intesitas berkas
sinar hambur (I) dan sudut difraksi (2).

Dari data itu, dapat dihitung jarak antar bidang dari
bidang-bidang yang mendifraksikan berkas sinar-x.

melalui difraksi sinar-x dapat diketahui beberapa
parameter kisi dan struktur kristal dari cuplikan yang
diamati.
Struktur kristal mempunyai 2 kisi,
yaitu kisi kristal dan kisi resiprok

jika kristal di sinari dengan sinar-
x, maka akan dihasilkan pola
difraksi yang merupakan peta kisi
resiprok kristal tersebut.

Bila sinar-x mengenai kristal
sebagai kisi nyata, maka di
hasilkan pola difraksi yang
berbentuk kisi resiprok
3/7/2012 Rita Prasetyowati
16
Jika suatu kristal terdiri dari atom-atom yang
tersusun secara teratur dan periodik dalam
ruang dan jarak antar atom hampir sama
dengan panjang gelombang sinar-x, maka
kristal tersebut dapat berfungsi sebagai kisi-
kisi yang menghamburkan cahaya.
Sinar-x mempunyai panjang gelombang yang
mendekati jarak antar atom, maka difraksi
dapat terjadi kalau kristal dikenai oleh sinar-
x.
Difraksi dan Kisi Resiprok
17
Sel satuan (unit cell) kristal dibagun oleh vektor-vektor
basis a1, a2 dan a3.
Kisi dalam ruang (real/nyata) tiga dimensi tersebut disebut
kisi langsung (direct-lattice).
Sebaliknya, dapat didefinisikan kisi balik (reciprocal-
lattice) yang dibangun oleh vektor-vektor basis dalam
ruang balik b1, b2, dan b3, menurut hubungan :
b1 = (2/Vprim) (a2 x a3)
b2 = (2/Vprim) (a3 x a1)
b3 = (2/Vprim) (a1 x a2)

Vprim = a1 . a2 x a3
18
Vektor dalam kisi resiprok Ghkl

(semacam vektor translasi
T dalam kisi langsung) dinyatakan sebagai berikut :
Ghkl

= hb1 + kb2 + lb3
k0 : vektor gelombang
datang

k : vektor gelombang
hambur

Ghkl : vektor normal
bidang
19
k0 : vektor gelombang datang

k : vektor gelombang hambur

s : vektor hamburan
hamburan dianggap elastik : k = k0
Jika dinyatakan dalam vektor normal (tegak lurus) bidang (hkl) :
20
mengingat kembali syarat Bragg : 2d sin = , maka :




syarat Bragg dalam ungkapan vektor hamburan dan vektor dalam kisi resiprok.

C
Scattering by the Unit cell (uc)
Coherent Scattering
Unit Cell (UC) is representative of the crystal structure
Scattered waves from various atoms in the UC interfere to create the
diffraction pattern
The wave scattered from the middle plane is out of phase with the
ones scattered from top and bottom planes
d
(h00)

u
B

u
Ray 1 = R
1

Ray 2 = R
2

Ray 3 = R
3

Unit Cell
x
M
C
N
R
B
S
A
'
1
R
'
2
R
'
3
R
(h00) plane
a
h
a
d AC
h
= =
00
:: :: AC MCN
x AB RBS :: ::
h
a
x x
AC
AB
= =

u o = = = ) ( 2
00
2 1
Sin d MCN
h R R
o
h
a
x
AC
AB
RBS
R R
= = =
3 1
o

2
=
a
x
h
h
a
x
R R
t

t
2
2
3 1
= =
x coordinate fractional
a
x
'

x h
R R
' = t 2
3 1
Extending to 3D
2 ( ) h x k y l z t
' ' '
= + + Independent of the shape of UC
Note: R
1
is from corner atoms and R
3
is from atoms in additional positions in UC
o
t

=
2
If atom B is different from atom A the amplitudes must be weighed by the
respective atomic scattering factors (f)
The resultant amplitude of all the waves scattered by all the atoms in the UC gives
the scattering factor for the unit cell
The unit cell scattering factor is called the Structure Factor (F)
Scattering by an unit cell = f(position of the atoms, atomic scattering factors)
electron an by scattered wave of Amplitude
uc in atoms all by scattered wave of Amplitude
Factor Structure F = =
[2 ( )] i i h x k y l z
E Ae fe
t ' ' ' + +
= =
2 ( ) h x k y l z t
' ' '
= + +
In complex notation
2
F I
[2 ( )]
1 1
j j j j
n n
i i h x k y l z
hkl
n j j
j j
F f e f e
t ' ' ' + +
= =
= =

Structure factor is independent of the shape and size of the unit cell
For n atoms in the UC
If the UC distorts so do the planes in it!!
n ni
e ) 1 ( =
t
) (
2
u
u u
Cos
e e
i i
=
+

Structure factor calculations
A Atom at (0,0,0) and equivalent positions
[2 ( )]
j j j j
i i h x k y l z
j j
F f e f e
t ' ' ' + +
= =
[2 ( 0 0 0)] 0 i h k l
F f e f e f
t + +
= = =
2 2
f F = F is independent of the scattering plane (h k l)
t t ni ni
e e

=
Simple Cubic
1
) (
=
t i n odd
e
1
) (
+ =
t i n even
e
B Atom at (0,0,0) & (, , 0) and equivalent positions
[2 ( )]
j j j j
i i h x k y l z
j j
F f e f e
t ' ' ' + +
= =
1 1
[2 ( 0)]
[2 ( 0 0 0)]
2 2
[ 2 ( )]
0 ( )
2
[1 ]
i h k l
i h k l
h k
i
i h k
F f e f e
f e f e f e
t
t
t
t
+ +
+ +
+
+
= +
= + = +
F is independent of the l index
C- centred Orthorhombic
Real
] 1 [
) ( k h i
e f F
+
+ =
t
f F 2 =
0 = F
2 2
4 f F =
0
2
= F
e.g. (001), (110), (112); (021), (022), (023)
e.g. (100), (101), (102); (031), (032), (033)
If the blue planes are scattering in phase then on C- centering the red planes will
scatter out of phase (with the blue planes- as they bisect them) and hence the (210)
reflection will become extinct
This analysis is consistent with the extinction rules: (h + k) odd is absent
D Atom at (0,0,0) & (, , 0) and equivalent positions
[2 ( )]
j j j j
i i h x k y l z
j j
F f e f e
t ' ' ' + +
= =
] 1 [
) ( ) ( ) (
)]
2
( 2 [ )]
2
( 2 [ )]
2
( 2 [
)] 0 ( 2 [
h l i l k i k h i
h l
i
l k
i
k h
i
i
e e e f
e e e e f F
+ + +
+ + +
+ + + =
(

+ + + =
t t t
t t t
t
Face Centred Cubic
Real
f F 4 =
0 = F
2 2
16 f F =
0
2
= F
(h, k, l) unmixed
(h, k, l) mixed
e.g. (111), (200), (220), (333), (420)
e.g. (100), (211); (210), (032), (033)
(, , 0), (, 0, ), (0, , )
] 1 [
) ( ) ( ) ( h l i l k i k h i
e e e f F
+ + +
+ + + =
t t t
Two odd and one even (e.g. 112); two even and one odd (e.g. 122)
Mixed indices CASE h k l
A o o e
B o e e
( ) ( ) ( )
CASE A: [1 ] [1 1 1 1] 0
i e i o i o
e e e
t t t
+ + + = + =
( ) ( ) ( )
CASE B: [1 ] [1 1 1 1] 0
i o i e i o
e e e
t t t
+ + + = + =
0 = F
0
2
= F
(h, k, l) mixed e.g. (100), (211); (210), (032), (033)
Mixed indices
Two odd and one even (e.g. 112); two even and one odd (e.g. 122)
Unmixed indices CASE h k l
A o o o
B e e e
Unmixed indices
f F 4 =
2 2
16 f F =
(h, k, l) unmixed
e.g. (111), (200), (220), (333), (420)
All odd (e.g. 111); all even (e.g. 222)
( ) ( ) ( )
CASE A: [1 ] [1 1 1 1] 4
i e i e i e
e e e
t t t
+ + + = + + + =
( ) ( ) ( )
CASE B: [1 ] [1 1 1 1] 4
i e i e i e
e e e
t t t
+ + + = + + + =