Anda di halaman 1dari 5

BUKU ACUAN

MODUL HIDUNG TRAUMA DAN FRAKTUR

EDISI I

KOLEGIUM
ILMU KESEHATAN TELINGA HIDUNG TENGGOROK BEDAH KEPALA DAN LEHER 2008

Modul Hidung Trauma

Buku Acuan Modul THT KL HIDUNG TRAUMA DAN FRAKTUR

TU!UAN PEMBELA!ARAN Proses, materi dan metoda pembelajaran yang telah disiapkan bertujuan untuk alih pengetahuan, keterampilan dan perilaku yang terkait dengan pencapaian kompetensi dan keterampilan yang diperlukan dalam mengenali dan menatalaksana trauma hidung seperti yang telah disebutkan diatas, yaitu: 1. 2. . !. ". Menguasai anatomi dan fisiologi hidung Mampu menjelaskan etiopatogenesis dan gambaran klinis dari fraktur hidung Menentukan dan melakukan pemeriksaan penunjang untuk trauma hidung Membuat diagnosis trauma dan fraktur hidung Melaksanakan tindakan rekonstruksi terhadap fraktur hidung Ca"a P#$%#la&a"an #aktu : 1. 2. 3. !. : ". $2 %am &uliah Small group discussion Bed side teaching 'elajar mandiri 'imbingan tindakan trakeoskopi dan esofagoskopi (. Pelatihan dan kursus 7. Countinuing Professional Development : )lide, *HP, +ideo, ,emo, -., Peserta didik sudah mempelajari 1. 'ahan acuan 2. /lmu dasar yang berkaitan dengan topik : pembelajaran . /lmu klinis dasar !. Penuntun belajar ". Tempat belajar : bangsal, kamar operasi 1. Model anatomi 2. 'inatang percobaan : . )imulasi 4. Standardize patient

Metoda Pembelajaran

Media Pembelajaran

Persiapan Pembelajaran

0lat 'antu Pembelajaran

KOMPETENSI Mampu membuat diagnosis trauma hidung berdasarkan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan1 pemeriksaan tambahan 2misalnya pemeriksaan 314ay, nasoendoskopi5. ,apat memutuskan dan mampu menangani masalah tersebut secara mandiri hingga tuntas. K#'#"a$()lan 2

Modul Hidung Trauma

Peserta didik diharapkan terampil : 1. Menjelaskan anatomi dan fisiologi hidung anak serta orang de6asa 2. Menjelaskan patogenesis dan patofisiologi berbagai trauma pada hidung . Melakukan anamnesis dan pemeriksaan klinis !. Melakukan keputusan untuk pemeriksaan penunjang seperti foto rontgen ". Menegakkan diagnosis dan diagnosis banding (. Menilai perlunya pemereiksaan tambahan dan khusus serta konsultasi ke disiplin lain $. Melakukan tindakan reposisi dan rekonstruksi terhadap trauma hidung 7. Mengenali komplikasi yang dapat menyertai fraktur hidung REFERENSI 1. 'ailey, ', Tan -&, 8asal and 9rontal )inus 9racture in : Head and 8eck )urgery1 *tolaryngology, -ippincot #illiam1#ilkins, Philadelphia, :)0, 2;;( 2. -ee, &.%, <ssential *tolaryngology Head = 8eck )urgery, /nternational edition, Mc. >ra61Hill, 2;; . 'ehrbohm H., Tardy M.< %r, <ssentials of )eptorhinoplasty, Philosophy10pproaches1 Techni?ues, Thieme Medical Publishers, /nc., 8e6 @ork, 2;;! GAMBARAN UMUM Hidung merupakan struktur yang paling prominen pada 6ajah dan fraktur tulang hidung merupakan salah satu fraktur tulang tersering. -ebih dari ";A fraktur 6ajah terjadi pada hidung dan merupakan insidensi ketiga tertinggi dari seluruh fraktur pada manusia setelah klaBikula dan pergelangan tangan. 'anyak fraktur os nasal dan septum tidak terdiagnosis dan tertangani pada a6al trauma dan menyebabkan tingginya prosedur septorinoplasti dikemudian hari disebabkan obstruksi atau deBiasi. MATERI BAKU T"au$a H)dun* Hidung merupakan bagian penting pembentuk 6ajah dan merupakan struktur yang prominen dari 6ajah. *leh karena struktur tersebut, hidung mudah terkena trauma. Trauma hidung dapat disebabkan oleh kecelakaan lalu lintas, kecerobohan dalam melakukan pekerjaan rumah tangga dan perkelahian serta kecelakaan olah raga. Trauma hidung dapat merupakan trauma sendiri ataupun bagian trauma 6ajah lainnya dan dapat mengenai kulit, jaringan subkutis, kerangka tulang, septum atau os maksila. Ana'o$) +)dun* Hidung terdiri atas kulit, jaringan subkutis, kerangka hidung dan mukosa yang melapisi kaBum nasi serta septum nasi yang membatasi rongga hidung kanan dan kiri. &erangka hidung terdiri atas kerangka tulang dan tulang ra6an. &erangka tulang terdiri atas os nasal, prosesus frontalis os maksila, prosesus nasalis os frontalis dan tulang1tulang pembentuk septum yaitu os Bomer dan os ethmoid. &erangka tulang ra6an terdiri atas cartilago upper lateral, cartilago lo er lateral dan cartilago septum. Patofisiologi &erusakan yang dapat terjadi pada trauma hidung berBariasi tergantung dari beberapa faktor : 1. :sia 2. 'esar kekuatan trauma . 0rah trauma !. *bjek C benda penyebab

Modul Hidung Trauma

Terdapat ! tipe fraktur hidung berdasarkan arah trauma: 1. Tipe / : ,epresi tulang hidung unilateral. ,isebabkan trauma dari arah lateral dengan kekuatan yang ringan dan sedang 2. Tipe // : 9raktur multipel dari piramid hidung akibat trauma tumpul arah 9rontolateral. Terjadi fraktur pada os nasal dan lamina perpendikularis dengan fragmen eksternal dislokasi ke lateral . Tipe /// : 9raktur bilateral dan depresi atau dislokasi os nasal karena trauma langsung dari arah frontal. 9raktur lamina perpendikularis dan kartilago dapat terjadi karena depresi yang hebat. !. Tipe /+ : &ompresi dan fraktur septum disebabkan trauma arah kaudal1 kranial D)a*no,), -"ak'u" +)dun* . 1. 4i6ayat trauma hidung dengan perdarahan 2. Pemeriksaan intranasal setelah pemberian dekongestan dapat mendiagnosis dislokasi atau hematoma septum . Palpasi hidung luar terdapat nyeri, os nasal dapat digerakkan dan terdapat krepitasi !. 9oto polos hidung dapat membantu diagnosis bila berkorelasi dengan pemeriksaan fisik ". 9oto dokumentasi penting untuk pencatatan mediko1legal P#na'alak,anaan -uka terbuka di bersihkan, pinggir luka dan os nasal di periksa hati1hati. 9ragmen fraktur di posisikan kembali dan jaringan lunak di jahit atraumatik. 4eposisi fraktur sederhana sebaiknya dilakukan pada 2! jam pertama, atau paling lambat dalam !7 jam karena fraktur mudah untuk direduksi. Tetapi bila terdapat pembengkakan jaringan yang hebat, reposisi dapat dilakukan dalam 1; hari. /ndikasi reduksi tertutup : 1 9raktur os nasal unilateral atau bilateral 1 8asal bridge yang melebar /ndikasi reduksi terbuka : 1 9raktur D dislokasi os nasal bone and septum 1 ,eBiasi pyramid hidung lebih dari setengah lebar nasal bridge 1 9raktur D dislokasi septum bagian kaudal 1 9raktur septum terbuka 1 ,eformitas yang menetap setelah dilakukan reduksi tertutup

Ko$(l)ka,)
D)n)/ '#$(o"#" <dema <kmosis <pistaEis Hematoma /nfeksi &ebocoran cairan serebrospinal La$%a' *bstruksi jalan nafas 9ibrosis, kontraktur ,eformitas )inekia )addle nose Perforasi septum !

Modul Hidung Trauma

ALGORITMA

KEPUSTAKAAN MATERI BAKU 1. 'rendan .. )tack %r. in 'ailey 'yron %, Head = 8eck )urgery1*tolaryngology, fourth edition, Bolume one, MaEillary and periorbital fractures, -ippincot #illiam1#ilkins, Philadelphia, :)0, 2;;(: $;: F$"1FF . 2. 'ailey 'yron %, Head = 8eck )urgery1*tolaryngology, third edition, Bolume t6o, 8asal 9ractures, -ippincot #illiam1#ilkins, Philadelphia, :)0, 2;;1: $10: FF"11;;7. . >uideline Penyakit THT1&- di /ndonesia, Perhimpunan ,okter )pesialis THT1&- /ndonesia, 2;;$

"