Anda di halaman 1dari 24

Konflik dimulai 100 th yg lalu, dimana konflik adalah suatu kejadian yg alamiah dan pasti terjadi di organisasi Awal

abad 20 konflik diindikasikan sbg suatu kelemahan manajemen di organisasi dan harus dihindarkan Keharmonisan suatu organisasi sangat diharapkan tetapi konflik selalu merusaknya Konflik dapat dihindari dg mengarahkan staff thd tujuan yg jelas dan ketidakpuasan staff harus di eksoresikan secara langsung

Abad 19 : ketidakpuasan staff dan umpan balik atasan tidak ada, konflik diterima scr pasif dan dianggap kejadian normal Meskipum konflik dlam organisasi suatu penghambat staff, tetapi diakui bahwa konflik dan kerjasama dapat terjadi secara bersamaan shg lebih baik diselesaikan dari pada menghindari konflik

Teori interaksi 1970 : Konflik suatu hal yg penting dan secara aktif mengajak organisasi untuk terjadinya suatu konflik yang berarti juga sbg pertumbuhan produksi Teori ini menekankan bahwa konflik dapat berakibat pertumbuhan produksi dan kehancuran organisasi tergantung bagaimana manajer mengelola

Meskipun konflik berakibat terhadap stress, konflik dapat meningkatkan produksi dan kreatifitas Manajemen konflik yg konstruktif akan menghasilkan lingk yang kondusif, komunikasi yg terbuka melalui express feeling, dan tukar pikiran serta tanggung jawab yg menguntungkan dalam menyelesaikan perbedaan ( Erwin, 1992)

Salah satu bentuk ketidakserasian yang disebabkan oleh tidak sejalannya pikiran antara kedua belah pihak yg terlibat dlm hub.interpersonal Kondisi yg ditimbulkan o/ adanya kekuatan yg saling bertentangan.kekuatan ini bersumber pd keinginan manusia (Luthans,1981)

Pengertian :

Masalah internal dan ekternal yang terjadi akibat perbedaan pendapat (Marquis & Huston) Konflik dapat dikategorikan sebagai suatu kejadian dan proses (Littlefield)

Kategori Konflik :
1.

Konflik Intrapersonal 2. Konflik Interpersonal 3. Intergroup Menurut Marquis & Huston,1998 konflik dlm organisasi : Vertikal dan horizontal

KONFLIK INTRAPERSONAL KONFLIK INTERPERSONAL KONFLIK ANTAR INDIVIDU DAN KELOMPOK KONFLIK ANTAR KELOMPOK KONFLIK ANTAR ORGANISASI

Perilaku menentang Stress Kekuasaan / pemimpin Komunikasi salah & mispersepsi Tujuan tidan sama Keyakinan, nilai dan sasaran berbeda Perilaku kompetisi Peran yang membingungkan

meningkatkan solidaritas sesama anggota kelompok (ingroup) yang mengalami konflik dengan kelompok lain. keretakan hubungan antar kelompok yang bertikai. perubahan kepribadian pada individu, misalnya timbulnya rasa dendam, benci, saling curiga dll. kerusakan harta benda dan hilangnya jiwa manusia. dominasi bahkan penaklukan salah satu pihak yang terlibat dalam konflik.

Konflik laten : tahapan konflik yg terjadi terus menerus dalam organisasi Felt konflik : konflik yg dirasakan :sbg ancaman, ketakutan, tdk percaya dan marah. Konflik yang manpak ?sengaja dimunculkan Resolusi konflik/penyelesaian Konflik aftermath : Terjadi akibat tdk terselesaikan konflik pertama

Diagram proses konflik (Marquis & Huston,1998)


a k K Konflik

laten

Konflik yg dirasakan (Felt)

Konflik yg dialami

Konflik yg nampak

Penyelesaian /Manajemen konflik

Konflik After math

Introspeksi diri Mengevaluasi pihakpihak yang terkait Identifikasi sumber konflik Mengetahui pilihan penyelesaian konflik/penanganan konflik yg ada dan memilih yg tepat

1. 2.

Langkah-langkah : pengkajian, Identifikasi, Intervensi Strategi penyelesaian /Manajemen konflik

1.

2.

3.

Pengkajian Analisa situasi : identifikasi jenis konflik, falidasi fakta, pengkajian > dalam, siapa yg terlibat dan peran masing2 Analisa mematikan isu yang berkembang: jelaskan masalah dan prioritas fenomena yg terjadi, tentukan masalah utama yg memerlukan penyelesaian, hindari penyelesaian semua masalah dlm satu waktu Menyusun tujuan : jelaskan tujuan yang spesifik akan dicapai

Identifikasi 4. Mengelola perasaan : hindari respon emosional : marah, dimana setiap orang punya respon berbeda thd kata2, ekspresi dan tindakan Intervensi 5. Masuk pd konflik yg diyakini dapat diselesaikan 6. Menyeleksi metode yg paling sesuai dalam menyelesaikan konflik

1.

2.
3. 4. 5. 6.

Menghindar Akomodasi Kompetisi Kompromi atau negosiasi Smoothing Kolaborasi

1.

2.

Menghindar :Dipilih bila ketidaksepakatan membahayakan, biaya besar, perlu orang ketiga, terselesaikan dg sendirinya Akomodasi : mengakomodasi permasalahan, memberi kesempatan klp lain untuk menang. Masalah utama tdk terselesaikan.Digunakan pd politik / merebut kekuasaan dg berbagai konsekuensi

3.

4.

Kompetisi : Win-Lose : hanya ada satu klp /orang yang menang tanpa mempertimbangkan yang kalah Kompromi atau negosiasi :Lose-lose solution : semua yg terlibat saling menyadari dan sepakat untuk kepentingan bersama.Digunakan oleh midle dan top manajer

5.

6.

Smoothing : Penyelesaian dg mengurangi komponen emosional dlm konflik, mencapai kebersamaan dg penuh intropeksi diri.Diterapkan pd konflik ringan, untuk konflik besar misalnya persaingan produksi/ pelayanan tdk bisa Kolaborasi :Win-win Solution : Kedua unsur yg terlibat memutuskan tujuan bersama dan bekerja sama dlm mencapai tujuan.Tdk bisa diterapkan dlm kompetisi insentif, kemampuan dlm memyelesaiakn masalah kurang, tdk ada kepercayaan dln klp tersebut

WIN-LOSE STRATEGY WIN-WIN STRATEGY LOSE-LOSE STRATEGY