Anda di halaman 1dari 10

1. Kemungkinan Ami belum mempunyai keturunan selama 12 tahun.

Jika pada pria umumnya karena mutu dan jumlah sperma, maka pada wanita penyebabnya lebih beragam. Diantaranya:

Faktor usia, pria berusia 40 tahun kurang subur dibandingkan dengan pria yang lebih muda.

Faktor vagina. Umumnya karena adanya sejenis jamur dan kuman yang menimbulkan radang. Adanya penyumbatan atau penyempitan leher rahim, polip dan peradangan yang menahun Kelainan rahim, misalnya karena tumor otot rahim, polip, perlekatan rahim dan infeksi, mengakibatkan zygote tidak dapat membenamkan dirinya pada selaput lendir rahim. Rahim yang bertekuk ke belakang sering pula disebutsebut sebagai penyebab kemandulan, karena dengan demikian saluran telur menjadi tersumbat. Tertutupnya saluran telur karena perlekatan akibat radang usus buntu, tbc, infeksi karena keguguran, pernah dikuret (terjadi luka) dan lain-lainnya, dapat menyebabkan sel telur dan sperma tidak bisa bertemu. Sel telur yang sangat diperlukan tidak keluar atau tidak dihasilkan sama sekali, karena istri tidak pernah mendapat haid, menderita kelainan lapisan rongga rahim, atau si wanita menjalani pengobatan dengan hormon seperti estrogen dan progesteron. Pertumbuhan selaput lendir rahim diluar tempatnya (endometriosis pelvik) yang disebabkan leher rahim menyempit. Keadaan ini dapat menyebabkan darah haid disertai jaringan rahim kembali masuk ke dalam rahim lalu melekat di sembarang tempat. Kembalinya darah haid ini bisa juga karena tertekuknya rahim secara berlebihan, serta perlekatan saluran telur dan indung telur. Sudah lama orang mengetahui bahwa emosi seseorang ternyata juga mempengaruhi ketidaksuburan. Keadaan ini dapat menyebabkan kelainan haid, kesulitan bersenggama, penekanan produksi sel telur, penyempitan saluran telur dan gangguan hormon.

Penyebab infertilitas pada wanita, antara lain: Kerusakan atau penyumbatan tuba falopi biasanya akibat adanya inflamasi di tuba falopi (salpingitis) yang penyebab utamanya yaitu infeksi penyakit menular seksual (Chlamydia). Endometriosis terjadi ketika jaringan rahim tertanam dan tumbuh di luar rahim, sehingga bisa mempengaruhi fungsi sperma, sel telur dan indung telur, uterus, dan tuba falopi. Gangguan ovulasi akibat cedera, tumor, aktivitas yang berlebihan, berat badan kurang, atau pemakaian obatobatan tertentu. Peningkatan prolaktin (hyperprolactinemia) Polycystic ovary syndrome (PCOS) merupakan suatu kondisi di mana tubuh menghasilkan terlalu banyak hormon androgen, dan dikaitkan dengan resistensi insulin dan obesitas. Menoupase dini yaitu suatu kondisi berhentinya menstruasi dan penipisan folikel ovarium dini sebelum usia 40 tahun. Meski penyebanya sering tidak diketahui, namun kondisi tertentu berhubungan dengan menopause dini, sepertti penyakit sistem imun, pengobatan radiasi dan kemoterapi, dan merokok. Penyebab lainnya: pemakaian obat-obatan tertentu, gangguan tiroid (hipertiroid, hipotiroid), kanker dan pengobatannya, atau gangguan kesehatan lainnya yang terkait dengan keterlambatan pubertas atau amenorrhea seperti Cushings disease, sickle cell disease, penyakit ginjal dan diabetes. Infeksi TORSH-KM (toksoplasma, rubella, sitomegalus, herpes simpleks, klamidia, mikoplasma). Selain itu beberapa faktor risiko bisa meningkatkan infertilitas pada pria dan wanita, seperti: usia, kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol, kelebihan atau kekurangan berat badan, dan aktivitas yang berlebihan. Akibat yang tak kalah riskan dari penanganan yang terlambat pada kasus-kasus pasca keguguran adalah synechia. Yakni perlengketan endometrium akibat terambilnya jaringan paling dalam di rahim dalam jumlah cukup tebal saat terjadi tindakan kuretase. Kalau hal ini terjadi berarti si ibu tak bakal menstruasi dan tak lagi bisa hamil meski hormonnya masih bekerja karena berarti tak ada lagi tempat buat menempel bagi sel telur. Karena itulah 2 minggu sesudah keguguran, pasien harus kontrol dan diharapkan bulan berikutnya si ibu sudah kembali menstruasi. Bila tak menghendaki kehamilan, saat kontrol biasanya dibarengi dengan pemasangan IUD. Sedangkan jika tak ber-KB dan bulan berikutnya tak juga haid, harus dicurigai apakah si ibu sudah hamil kembali atau memang terjadi kasus perlengketan. Ibu yang mengalami abortus pada kehamilan pertamanya sering dibayangi kecemasan. Abortus kehamilan pertama yang tidak ditangani secara tepat, tidak jarang menimbulkan kesulitan untuk memperoleh keturunan selanjutnya. Mungkin itu sebabnya ibu menjadi cemas terhadap kemungkinan kegagalan memperoleh anak. Penyebab keguguran dalam suatukehamilan adalah suatu hal yang sangat tidak diinginkan para ibu hamil yang merindukan kehadiran sang buah hati di tengah-tengah keceriaan keluarga mereka. Karena memang banyak pula hal yang bisa menyebabkan wanita sulit hamil sehingga untuk mendapatkan seorang anak dalam keluarga harus banyak berusaha dan berdoa serta menjalankan pengobatan untuk wanita yang sulit hamil. Maka apabila telah ada tanda ciri keguguran abortus dalam kehamilan maka hal ini harus mendapatkan penanganan dan pengobatan yang tepat bila memang kehamilannya bia diselamatkan.

Kehamilan bisa terjadi bila ada proses berikut: tubuh wanita melepaskan sel telur dari salah satu indung telur (proses ovulasi), sel telur itu akan berjalan melewati tuba falopi menuju uterus (rahim). Selama perjalanan menuju uterus tersebut harus ada sperma dari pria yang akan bergabung dengan sel telur (proses pembuahan). Sel telur yang telah dibuahi akan menempel ke bagian dalam uterus (proses implatansi). Terdapatnya gangguan atau masalah di salah satu proses di atas bisa mengakibatkan infertilitas. Apa penyebabnya? Infertilitas bisa disebabkan oleh salah satu pasangan atau mungkin bahkan keduanya, dan masing-masing memiliki peluang yang sama besar sebagai penyebab infertilitas. Penyebab infertilitas pada pria, antara lain: Kegagalan menghasilkan sperma berkualitas akibat cacat bawaan sejak lahir (genetik), kegagalan testis (buah zakar) untuk turun ke kantung buah pelir (scrotum) selama pubertas, infeksi berulang, atau penyakit pada masa pertumbuhan anak. Gangguan pada pengeluaran sperma akibat adanya gangguan seksual seperti ejakulasi dini atau painful intercouse (dyspareunia); gangguan kesehatan seperti retograde ejaculation; penyakit genetik tertentu seperti cystic fibrosis; atau gangguan struktural seperti penyumbatan pada saluran sperma (epididymis). Faktor gaya hidup dan lingkungan seperti pola makan, obesitas, polusi udara (paparan zat beracun), kebiasaan minum alkohol dan merokok, mengkonsumsi obat-obatan tertentu, pekerjaan yang mengharuskan duduk berjam-jam dan bersinggungan dengan radiasi tinggi, serta kebiasaan memangku laptop. Gangguan yang terkait dengan kanker dan pengobatannya seperti radiasi dan kemoterapi.

Resiko kesehatan dan keselamatan fisik Pada saat melakukan aborsi dan setelah melakukan aborsi ada beberapa resiko yang akan dihadapi seorang wanita, seperti yang dijelaskan dalam buku Facts of Life yang ditulis oleh Brian Clowes, Phd yaitu: 1. Kematian mendadak karena pendarahan hebat 2. Kematian mendadak karena pembiusan yang gagal 3. Kematian secara lambat akibat infeksi serius disekitar kandungan 4. Rahim yang sobek (Uterine Perforation) 5. Kerusakan leher rahim (Cervical Lacerations) yang akan menyebabkan cacat pada anak berikutnya 6. Kanker payudara (karena ketidakseimbangan hormon estrogen pada wanita) 7. Kanker indung telur (Ovarian Cancer) 8. Kanker leher rahim (Cervical Cancer) 9. Kanker hati (Liver Cancer) 10. Kelainan pada placenta/ari-ari (Placenta Previa) yang akan menyebabkan cacat pada anak berikutnya dan pendarahan hebat pada saat kehamilan berikutnya 11. Menjadi mandul/tidak mampu memiliki keturunan lagi (Ectopic Pregnancy) 12. Infeksi rongga panggul (Pelvic Inflammatory Disease) 13. Infeksi pada lapisan rahim (Endometriosis) Toksoplasmosis Sebabkan Kemandulan? Infeksi toksoplasma yang berlangsung terus menerus dapat menginfeksi saluran telur wanita. Bila saluran ini menyempit atau tertutup, sel telur yang telah dihasilkan oleh ovarium (indung telur) tidak dapat sampai ke rahim untuk dibuahi oleh sperma. Hal inilah yang akan dapat menyebabkan kemandulan pada kaum wanita. Toksoplasmosis tidak hanya menginfeksi kaum wanita. Kaum pria juga tidak terlepas dari kemungkinan terinfeksi penyakit ini. Pada pria, infeksi akut toksoplasma dapat menyebabkan pembengkakan kelenjar getah bening. Toksoplasma menyebabkan peradangan pada saluran sperma. Radang yang berlebihan dapat menyebabkan terjadinya penyempitan bahkan tertutupnya saluran sperma. Akibatnya pria tersebut bisa mengalami kemandulan, karena sperma yang diproduksi tidak dapat dialirkan untuk membuahi sel telur. Penyebab selanjutnya : Endometriosis dapat menyebabkan tidak berfungsinya beberapa organ reporoduksi wanita, biasanya dapat mengganggu dari saluran telur, indung telur dan lainnya. Endometriosi dapat menyebabkan sulitnya proses pembuahan, sehingga janin akan sulit terbentuk. Inilah penyebab pengidap endometriosi akan sulit mendapatkan anak. Kemudian, jika terjadi kehamilan, maka, terjadinya kehamilan ektopik (kehamilan di luar kandungan) akan berpeluang besar. Endometriosis juga dianggap sebagai penyakit wanita karier. Terutama dengan adanya kecenderungan masa kini, banyak wanita yang mendahulukan karier dan menunda masa pernikahan dan kehamilannya. Pendapat tersebut berdasarkan teori bahwa sistem hormon wanita dipersiapkan untuk proses melahirkan anak pada masa reproduksi, sehingga wanita yang menunda kehamilan sampai diujung masa reproduksinya (umur 30-an) menampilkan risiko lebih besar untuk mengalami ketidakseimbangan hormon terutama estrogen. Atas fakta ini, sebagian dokter menganggap kehamilan sebagai salah satu pilihan pengobatan bagi endometriosis. Ini terlihat bahwa 50% dari penderita endometriosis yang mencapai kehamilan ini gejala-gejala endometriosisnya hilang, tetapi pada 50% lagi mengalami kekambuhan setelah melahirkan. Endometriosis bisa menyebabkan INFERTILITAS karena berbagai keadaan berikut : Parameter Hormonal Dibandingkan dengan siklus normal, fase folikular penderita endometriosis lebih singkat, kadar estradiol lebih rendah, dan nilai puncak produksi LH (LH surge) berkurang. Folikel yang terbentuk pada saat LH surge cenderung berukuran lebih kecil.

Luteinized Unruptured Follicle Syndrome (LUF) LUF adalah kegagalan pelepasan sel telur dari ovarium. Pengaruh Peritoneal Pada penderita endometriosis ditemukan peningkatan jumlah dan aktivitas cairan peritoneum dan makrofag peritoneum. Sistem Kekebalan Endometriosis mempengaruhi sistem kekebalan dan secara langsung bisa mengakibatkan infertilitas. Produksi Prostaglandin Prostaglandin diduga dihasilkan oleh sel-sel endometriosis muda, menyebabkan spasme atau kontraksi otot. Akibat pengaruh prostaglandin, tuba menjadi kaku dan tidak dapat mengambil sel telur yang dihasilkan ovarium serta terjadi penolakan perlekatan janin dalam rahim. Selain itu gerakan sperma juga berkurang sehingga mempengaruhi kemampuannya menembus sel telur.

2. Hubungan usia dengan keadaan Ami? Pada umumnya, usia dan kesuburan saling terkait secara terbalik, dan penuaan dari sistem reproduksi memainkan peranan penting dalam ketidaksuburan perempuan. Potensi turunnya kesuburan yang paling cepat terjadi di usia 35, data ini ditemukan dan sudah dikonfirmasi oleh Amerika Nasional Biro Statistik Kesehatan dalam studi yang dilakukan antara tahun 1965 dan 1988. Studi ini menggunakan batas 12 bulan sebagai definisi ketidaksuburan, dan semua hasil menunjukkan bahwa dengan usia lebih dari 35 tahun, satu dari tiga perempuan akan mendapatkan kesulitan kehamilan karena masalah kesuburan. Wanita yang berumur lebih dari 35th tahun, fungsi reproduksinya akan mengalami penurunan. Dalam 10 hingga 15 tahun sebelum putus haid (menopause), terdapat percepatan yang bertahap yang menyebabkan kehilangan follicular yang berhubungan dengan terjadinya peningkatan dalam follicle stimulating hormone (FSH). Perubahan ini mencerminkan adanya penurunan kualitas dan kemampuan penuaan follicles. Pada waktu yang sama dengan adanya perubahan yang sedang berlangsung saat itu, sebuah perubahan besar dalam siklus haid juga terjadi. Sementara siklus haid dapat tetap biasa pada tahun-tahun sebelum menopause, pengurangan dari siklus panjang terjadi karena tahap follicular menjadi lebih singkat. Siklus yang menjadi pendek ini, ditandai dengan penurunan siklus rata-rata 3 sampai 4 hari dibandingkan dengan sebuah siklus panjang wanita di akhir usia 20-an. Hal ini menunjukkan perkiraan telah terjadinya penurunan kesuburan. Faktor-faktor lain juga dapat mempengaruhi fungsi reproduksi pada perempuan yang lebih tua. Diantaranya: Frekuensi hubungan, dengan semakin bertambahnya usia mungkin kuantitas hubungan akan berkurang juga lamanya berhubungan; ovulation yang tidak biasa, yang terjadi karena tingkat hormon perempuan yang berubah karena umur; dan kekurangan fase luteal, yang terjadi karena terlalu sedikit progesterone yang dihasilkan untuk menjaga kandungan uterine yang akan digunakan untuk menanamkan telur. Secara keseluruhan, umur (dalam sistem reproduksi perempuan) berhubungan kepada berbagai bahaya psikologi, seperti : * Aborsi Spontan (spontaneous abortion): risiko akan meningkat pada perempuan yang berusia lebih dari 40. * Eksposur untuk penyakit yang dapat mempengaruhi sistem reproduksi: termasuk endometriosis dan penyakit seksual seperti penyakit pelvic inflammatory. * Ectopic kehamilan (Ectopic pregnancy): selain perempuan antara usia 15 dan 19, pada perempuan yang berumur 40 tahun atau lebih memiliki kasus kematian yang berhubungan dengan kehamilan ectopic. * Tingkat Kematian: walaupun tidak tinggi, risiko kematian terkait dengan kehamilan dan persalinan pada usia tua. Pada wanita, kesuburan berarti kemampuan untuk menjadi hamil dan melahirkan bayi. Masa reproductive wanita diawali ketika dia mulai mengalami siklus haid pada masa puber (sekitar umur 13 tahun). Kemampuan untuk memiliki anak biasanya berakhir pada usia

sekitar 45 tahun, namun masih ada potensi untuk hamil juga pada seorang wanita sampai dengan akhir periode mati haid (sekitar umur 51 tahun).

3. Penyebab Infeksi Toksoplasma dan Infeksi toksoplasma menyebakan Ami abortus Infeksi ini tidak memberikan gejala. Pemeriksaan yang dapat dilakukan adalah pemeriksaan infeksi TORCH. Salah satu pemeriksaan yang dapat dilakukan adalah melakukan tes IgG atau IgM.

getah bening. Infeksi parasit ini pada manusia sehat tidak menyebabkan sakit berat karena sistem kekebalan tubuh dapat menghancurkan parasit ini. Pada keadaan di mana terjadi penurunan kekebalan seperti pada penyakit AIDS, pemakaian kortikosteroid jangka lama, dan penderita keganasan dengan kemoterapi, maka parasit yang semula diam dalam bentuk kista dapat pecah dan tibatiba mengganas serta mematikan. Pada seorang wanita hamil, infeksi toksoplasma berisiko menyebabkan keguguran (abortus), lahir mati, atau cacat bawaan seperti kebutaan (retinokoroiditis), hidrosefalus, meningoencephalitis(radang otak), tuli, pengapuran otak,retardasi mental, kejang-kejang, dan gangguan neurologis lainnya. Biasanya tanda-tanda radang otak(encephalitis) dan serebral palsi berkembang dalam beberapa hari sampai sebulan setelah bayi lahir. Risiko seorang ibu hamil yang terinfeksi akut dengan toksoplasma menurunkan infeksi pada bayi bila tidak segera mendapat pengobatan sangat variatif,. Pada kehamilan trimester pertama risiko penurunan 25 persen, trimester kedua 54 persen dan 65 persen pada trimester ketiga. DIAGNOSA toksoplasma dapat ditegakkan dengan mengidentifikasi parasit di sekresi jaringan, cairan tubuh atau adanya peninggian titer antibodi yang sangat tinggi sampai delapan kali. Pada kasus-kasus terbatas dan hanya menggunaan test tunggal dengan peninggian titer antibodi IgM, seseorang sudah dikatakan terinfeksi akut toksoplasma . Walaupun secara klinis diagnosis penyakit ini sulit ditegakkan, tetapi dapat mudah diketahui apakah seseorang bebas dari penyakit, sedang sakit atau telah kebal, melalui pemeriksaan darah terhadap antibodi Toxoplasma dengan teknik Enzyme Linked Immunosorbent Assay (ELISA). Pemeriksaan darah seperti ini dapat dilakukan di banyak laboratorium kesehatan, sayangnya biayanya cukup mahal, sehingga pemeriksaan ini benar-benar dilakukan pada kelompok wanita yang berisiko tinggi, seperti kelompok wanita yang memelihara kucing, suka makan daging tidak matang, dan adanya abortus ataupun ada riwayat kematian janin dalam rahim. Pencegahan. Secara umum sebenarnya infeksi parasit ini dapat dihindarkan dengan cara hidup bersih seperti mencuci tangan sebelum makan atau saat selesai kerja di kebun, memasak atau memanggang daging sampai matang, dan mencuci sayur atau buah sebelum dimakan. Pencegahan ini sangat penting dilakukan oleh wanita yang hamil, mengingat risiko menurunkan infeksi pada bayinya. Penting pemeriksaan darah terhadap kemungkinan infeksi penyakit ini pada masa pranikah atau sebelum kehamilan bagi kelompok yang mampu, karena penyakit ini dapat diobati sehingga dampak negatif seperti keguguran, lahir mati atau cacat setelah lahir dapat dihindari . Tidak dianjurkan pemeriksaan skrinig toxoplasma secara masal mengingat biaya relatif tinggi dan masih tingginya hasil positif palsu dari laboratorium. Hindari para wanita hamil makan daging yang tidak dimasak matang. Jika ibu hamil terinfeksi dengan parasit Toksoplasma gondii, maka akan berdampak pada janin yang dikandungnya. Janin bisa mengalami abortus (keguguran), lahir mati, cacat dan gangguan saraf pada bayi yang dilahirkan, serta bisa juga mengakibatkan terjadinya hidrocephalus (ukuran kepala bayi besar karena berisi cairan) Perlu diketahui bahwa kapan ibu hamil mendapat infeksi mempengaruhi keparahan dampak dari toksoplasmosis. Pada kehamilan trimester (3 bulan) pertama, kemungkinan ibu hamil terinfeksi toksoplasma paling kecil, tetapi dampaknya pada janin akan makin berat (parah). Pada trimester kedua, risiko ibu hamil terinfeksi relatif lebih sering, akan tetapi risiko kerusakan janin lebih kecil. Sementara itu, pada trimester ketiga, risiko ibu hamil terinfeksi paling besar, akan tetapi risiko kerusakan pada janin justru yang paling kecil. 4. Indikasi dan Kontraindikaasi Kontrasepsi, resikonya dan hubungan dengan keadaan Ami Kontrasepsi adalah upaya untuk mencegah terjadinya kehamilan. Upaya ini dapat bersifat sementara, dapat pula bersifat permanen.

Di tanah yang tercemar, ookista(toxoplasma) dapat dibawa oleh lalat, kecoak, semut atau cacing tanah ke berbagai tempat di kebun. Ookista dapat menempel di sayuran, buah-buahan atau termakan oleh hewan ternak seperti ayam, kambing, anjing, sapi, dan menembus epitel usus, berkembang biak dengan membelah diri serta menetap dalam bentuk kista pada organ hewan tersebut. Bentuk parasit T gondii seperti batang melengkung dengan ukuran lebih kecil dari sel darah merah (3-6 mm) bergerak dengan gerakan aktinomisin di bawah membran plasma, dapat menembus sel secara aktif masuk ke berbagai jaringan seperti otot, otak, mata, dan usus. Kucing yang menderita toksoplasmosis akan mengeluarkan beribu-ribu ookista yang tetap infektif selama berbulan-bulan di tanah yang tidak terkena sinar matahari. Ookista yang tertelan akan membentuk trofozoit dan ikut aliran darah serta memasuki sel berinti organ tubuh atau membentuk kista. Manusia dapat terinfeksi bila tertelan ookista atau makan daging ternak seperti ayam, kambing atau sapi yang mengandung kista dan tidak dimasak matang. Secara umum, infeksi Toxoplasma tidak menunjukkan gejala klinis sehingga diagnosis terhadap penyakit ini sering terabaikan dalam praktik dokter sehari-hari. Umumnya, penderita hanya merasa demam ringan, lemas, mual, dan pembesaran kelenjar

Penggunaan kontrasepsi merupakan variabel yang mempengaruhi fertilitas. Kontrasepsi adalah pencegahan konsepsi atau kehamilan. (Dorland, 2002). Sejak KB (Keluarga Berencana) menjadi program nasional RI pada tahun 1970, berbagai cara kontrasepsi telah ditawarkan dalam pelayanan KB, mulai dari cara tradisional, barier, hormonal, (pil, suntikan, susuk KB), Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR), dan kontrasepsi mantap (kontap) berupa vasektomi dan tubektomi. (Hanafiah, et. al., 1999). Kontrasepsi mantap (kontap) dilakukan dengan cara mengikat atau memotong saluran telur (pada wanita, disebut tubektomi) atau saluran sperma (pada pria, disebut vasektomi). (Anonim, 2008). Vasektomi adalah pengangkatan duktus (vas) deferens atau sebagian darinya secara bedah. (Dorland, 2002). Vasektomi berguna untuk menghalangi transport spermatozoa di pipa-pipa sel mani pria. (Anonim, 2008). Tubektomi adalah pengangkatan bedah tuba uterina. (Dorland, 2002). Kontra indikasi bagi vasektomi adalah radang di sekitar skrotum, hernia, diabetes melitus, kelainan mekanisme pembekuan darah, dan kejiwaan tidak stabil. Kontra indikasi bagi tubektomi adalah penderita dengan penyakit jantung, paru-paru, hernia, pernah dioperasi di daerah perut, berat badan lebih dari 70 kg, dan pasangan yang masih ragu menggunakan metode ini. (Anonim, 2008). Alat kontrasepsi hormonal mengandung hormon-hormon reproduksi wanita. Alat kontrasepsi hormonal mencegah proses pematangan sel telur sehingga tidak bisa dibuahi. Metode kontrasepsi ini terdiri dari jenis pil, suntikan, dan susuk. (Anonim, 2008). Kontra indikasi pil adalah penderita sakit kuning, kelainan jantung, varises, hipertensi, diabetes, migrainm, dan pendarahan tanpa sebab yang jelas. Kontra indikasi suntik adalah ibu hamil, penderita tumor/kanker, penyakit jantung, hati, hipertensi, diabetes, dan penyakit paru-paru. Kontra indikasi susuk adalah penderita tumor, gangguan jantung, hati, hipertensi, diabetes, usia >35 tahun, dan pendarahan tanpa sebab yang jelas. Wanita yang belum mempunyai anak tidak dianjurkan menggunakan susuk KB. (Anonim, 2008). Kontrasepsi hadir dalam berbagai metode dan efektivitas. Meskipun berbeda, tujuan mereka satu: mencegah kehamilan yang tidak diinginkan. Beberapa jenis kontrasepsi juga melindungi terhadap penyakit menular seksual (PMS). 1. Kondom Kata kondom berasal dari kata Latin condus yang berarti baki atau nampan penampung. Kondom adalah semacam kantung yang Anda sarungkan ke penis ereksi sebelum melakukan hubungan seksual. Kondom dijual dalam berbagai ukuran dan bentuk. Kondom memiliki kelebihan melindungi dari PMS dan tidak memengaruhi hormon. Kekurangannya adalah efektivitasnya. Sekitar 2-15% wanita masih hamil meskipun pasangannya menggunakan kondom. Selain itu, banyak pria merasakan berkurangnya sensasi seksual dengan pemakaian kondom. 2. Kondom wanita Kondom wanita adalah sebuah kantung berlubrikasi dengan dua cincin fleksibel di ujung-ujungnya. Sebuah cincin lunak yang dapat dilepas memudahkan pemasangannya dan menjaga kondom di tempat. Sebuah cincin fleksibel yang besar tetap berada di luar vagina, yang meliputi pembukaan vagina (vulva) dan memberikan perlindungan tambahan. Kondom wanita sangat efektif bila digunakan dengan benar. Kondom wanita memiliki keuntungan melindungi dari PMS, tidak mudah slip atau bocor, tidak memengaruhi hormon dan tidak menimbulkan alergi (karena terbuat dari polyurethane, bukan lateks). Kondom ini juga dapat dipasang jauh sebelum melakukan hubungan seksual (sampai 8 jam sebelumnya) sehingga tidak perlu jeda selama bermesraan. Kerugiannya adalah beberapa orang merasakan kurang nyaman, tidak efektif untuk semua posisi, dan harganya mahal. Kondom wanita tidak dapat digunakan bersamaan dengan kondom pria karena dapat menyebabkan posisinya bergerak keluar. 3. Diafragma Diafragma adalah topi karet lunak yang dipakai di dalam vagina untuk menutupi leher rahim (pintu masuk ke rahim). Fungsinya adalah mencegah sperma memasuki rahim. Agar diafragma bekerja

dengan benar, penempatan diafragma harus tepat. Diafragma seefektif kondom, namun dapat dicuci dan digunakan lagi selama satu sampai dua tahun. Kekurangannya, Anda harus menempatkan diafragma sebelum berhubungan seks (sampai 24 jam sebelumnya) dan mencopotnya setelah enam jam. Beberapa wanita mungkin kesulitan menyisipkankannya dan memiliki reaksi alergi (karena terbuat dari lateks). 4. Pil KB Pil KB atau kontrasepsi oral berisi bentuk sintetis dua hormon yang diproduksi secara alami dalam tubuh: estrogen dan progesteron. Kedua hormon tersebut mengatur siklus menstruasi wanita. Pil KB bekerja dengan dua cara. Pertama, menghentikan ovulasi (mencegah ovarium mengeluarkan sel telur). Kedua, mengentalkan cairan (mucus) serviks sehingga menghambat pergerakan sperma ke rahim. Pil KB sangat bisa diandalkan (efektivitasnya mencapai 99%). Pil KB juga memberikan kendali di tangan wanita untuk mencegah kehamilan. Kekurangan Pil KB adalah tidak melindungi terhadap PMS, harus diambil setiap hari sesuai jadwal (tidak boleh terlewatkan barang sehari pun agar efektif), dan menambah hormon sehingga meningkatkan risiko trombosis, penambahan berat badan, sakit kepala, mual dan efek samping lainnya. Pil KB tidak boleh diambil oleh wanita dengan kondisi kesehatan tertentu, seperti diabetes, penyakit liver, dan penyakit jantung. 5. Susuk (Implan) Susuk KB adalah batang kecil berisi hormon yang ditempatkan di bawah kulit di bagian lengan wanita. Batang itu terbuat dari plastik lentur dan hanya seukuran korek api. Susuk KB terus-menerus melepaskan sejumlah kecil hormon seperti pada pil KB selama tiga tahun. Selama jangka waktu itu Anda tidak perlu memikirkan kontrasepsi. Bila Anda menginginkan anak, susuk KB dapat dicopot kapan pun dan Anda pun akan kembali subur setelah satu bulan. Biaya murah dan pemakaian yang tidak merepotkan adalah keunggulan lain susuk KB. Kekurangannya, menyebabkan sakit kepala dan jerawat pada beberapa wanita, tidak melindungi terhadap PMS dan sekitar 20% wanita tidak lagi mendapatkan haid atau haidnya menjadi tidak teratur. 6. Kontrasepsi suntik Kontrasepsi suntik atau injeksi adalah suntikan hormon yang mencegah kehamilan. Setiap tiga bulan sekali Anda mendapatkan suntikan baru. Selama periode tersebut, menstruasi Anda normal. Keunggulan kontrasepsi suntik adalah keandalannya yang setara dengan pil KB atau susuk dan Anda hanya perlu memikirkan kontrasepsi setiap 3 bulan sekali. Kelemahannya, Anda tidak terlindungi terhadap PMS dan mendapatkan hormon. Anda juga tidak bisa menghentikannya tiba-tiba karena hormon selama tiga bulan tetap aktif di dalam tubuh. Anda mungkin perlu waktu lama untuk subur kembali. 7. AKDR (IUD) ADKR (alat kontrasepsi dalam rahim/Intrauterine divice) atau dalam bahasa populernya disebut spiral adalah alat kontrasepsi kecil yang ditempatkan dalam rahim wanita. Ada dua jenis AKDR: AKDR tembaga yang terbuat dari plastik kecil dengan tembaga meliliti batangnya dan AKDR progestogen yang berbentuk T kecil dengan silinder berisi progestogen di sekeliling batangnya. Walaupun telah digunakan lebih dari 30 tahun untuk mencegah kehamilan, cara kerja AKDR masih belum sepenuhnya dipahami. AKDR memengaruhi gerakan dan kelangsungan hidup sperma dalam rahim sehingga mereka tidak dapat mencapai sel telur untuk membuahi. AKDR juga mengubah lapisan rahim (endometrium) sehingga tidak cocok untuk kehamilan dan perkembangan embrio janin. Efektivitas AKDR adalah 98%, hampir sama dengan pil KB. Keunggulan AKDR adalah berjangka panjang (minimal lima tahun), mudah mempertahankan (Anda tidak mungkin lupa menggunakannya), lebih murah dibandingkan kontrasepsi lain (lebih mahal pada awalnya, tetapi lebih murah dalam jangka panjang) dan jika Anda ingin hamil, kesuburan Anda dapat dikembalikan dengan cepat setelah Anda melepaskannya. AKDR progestogen memiliki manfaat tambahan mengurangi perdarahan haid. Kekurangan AKDR adalah bila gagal dan wanita menjadi hamil, perangkat ini harus dibuang sesegera mungkin karena meningkatkan risiko keguguran. Selain itu, ada risiko kecil infeksi setelah pemasangan AKDR, kehamilan ektopik dan berbagai efek samping seperti menstruasi tidak teratur, vagina kering, sakit kepala, mual dan jerawat. 8. Sterilisasi

Sterilisasi adalah kontrasepsi yang paling efektif. Pada sterilisasi pria (vasektomi), vas deferens ditutup sehingga tidak ada sperma yang keluar, meskipun tetap ejakulasi. Pada sterilisasi wanita (tubektomi), saluran tuba falopi ditutup sehingga sel telur tidak keluar. Keuntungan sterilisasi adalah Anda tidak akan perlu memikirkan kontrasepsi selamanya. Kekurangannya, sifatnya permanen (tidak bisa dibatalkan), tidak memberikan perlindungan terhadap PMS, dan memerlukan operasi mayor. Perlu diingat bahwa tidak ada kontrasepsi yang 100% efektif. Masih ada 1% kemungkinan kehamilan pasca sterilisasi, bahkan bertahun-tahun setelah operasi dilakukan. Hormon Penyebab Infertilitas Alat kontrasepsi yang diminum (Oral Contraceptives). Menurunkan fertilitas karena menyebabkan naiknya hormon estrogen sintesis. Estrogen sintetis ditemukan pada obat-obatan, seperti pil, kapsul dan produk non-organik lain. Selain itu, juga biasa dijumpai pada daging, ikan, dari air yang tercemar pestisida, serta unsur pembuat plastik. Pada pria, terlalu banyak hormon estrogen akan mengurangi jumlah sperma. Sementara bagi wanita, terlalu banyak estrogen bisa dikaitkan dengan penyakit endometriosis dan kista. Keduanya berpengaruh pada fertilitas (kesuburan). Walaupun hanya satu sperma yang bakal membuahi sel telur, menurut teori kedokteran, dibutuhkan puluhan juta (minimal 20 juta) sperma agar kemungkinan terjadinya pembuahan lebih besar. Pasalnya, perjuangan untuk bisa mencapai sel telur luar biasa beratnya bagi kebanyakan sel sperma. Selama dalam perjalanan panjang menuju indung telur, banyak sperma berguguran. Namun, belakangan para androlog tidak lagi berpatokan pada teori ini, yang terpenting bukan jumlahnya, melainkan kualitas spermanya. Walaupun sang suami hanya memiliki 5-6 juta sperma, tapi kalau gerakannya cukup gesit, bisa saja membuahi sel telur. Yang jadi masalah, kalau jumlah sperma sedikit dan gerakannya lamban. Ya, mereka akan berguguran sebelum mencapai tujuan! Pada pasangan yang menggunakan kontrasepsi seperti pil dan suntik KB, walaupun terjadi kontak antara sperma dan sel telur dalam tubuh wanita, pembuahan takkan terjadi. Sedangkan pada KB IUD (spiral) pembuahan bisa terjadi, namun biasanya langsung gugur. Menurut para pakar dalam penelitian tadi, selama penggunaan alat kontrasepsi, pembentukan antibodi terhadap sperma akan terus terbentuk. Bahkan, semakin lama kadarnya semakin tinggi dan pertahanannya semakin kuat. Diduga, inilah pemicu utama kesulitan mendapatkan keturunan. Dengan kata lain, dalam tubuh si wanita telanjur timbul kontrasepsi alami, atau tercipta antibodi kuat penolak kehadiran sperma yang hendak membuahi sel telurnya. Kalaupun sampai terjadi pembuahan, bisa jadi, akan membentuk efektor imun lebih dahsyat. Efektor imun adalah sistem imun seluler (yang dibawa oleh leukosit, makrofag, dan lain-lain) yang mampu menimbulkan peradangan terhadap janin dan plasenta yang mulai berkembang dalam rahim sang ibu. Penolakan imun ini bisa berujung pada keguguran. Jika pascapenggunaan kontrasepsi mengalami kesulitan hamil, pasutri dianjurkan menjalani terapi kondom atau sarung KB. Jadi, setelah setop menggunakan obat antihamil, selama 6-10 bulan berikutnya, sebaiknya menggunakan sarung KB. Selama itu antibodi akan menurun, dan terjadi pembersihan sehingga ia tak ada lagi di daerah organ reproduksi sang istri. Saat pemanfaatan sarung KB dihentikan, pada masa subur sperma akan bermigrasi sampai ke saluran indung telur untuk menjumpai ovum tanpa hambatan apa pun. Memang, hasil penelitian soal antibodi antisperma sebagai biang keladi tadi masih berlumuran pro-kontra. Kalaupun penyebabnya masalah antibodi yang meningkat, belum tentu hanya gara-gara kontrasepsi itu, tapi mungkin juga karena dalam tubuh wanita secara alami terbentuk antibodi antisperma yang kuat. Dalam kasus ini, biasanya dokter akan memberikan obat imunosupresi yang akan menekan pembentukan antibodi terhadap sperma, tak perlu dengan terapi sarung KB. Tapi, penggunaan obat imunosupresi ini pun masih banyak ditentang, sebab efek sampingannya, tubuh calon ibu akan kekurangan antibodi sehingga

lebih mudah kemasukan kuman atau virus seperti rubela, campak, dan lain-lain, yang membahayakan janin. Karenanya, kalaupun pasangan muda ingin menunda kehamilan, sebaiknya menggunakan cara yang lebih aman, yaitu dengan kondom. Ia akan mencegah pembuahan sekaligus mencegah kontak antara antigen suami dengan sistem imun istri, sehingga antibodi pada tubuh istri tidak meningkat. Tapi, kalau mau lebih aman lagi, sebaiknya pasangan suami istri tidak menunda masa kehamilan. Jadi, miliki satu anak dulu, barulah ber-KB. (dr. Suzilawati)

5. Hasil anamnesis pada Ami dan kemungkinan kelainan pada lapisan endometriumnya Kemungkinan kelainan pada lapisan endometrium : Endometriosis Penyebab endometriosis secara pasti belum diketahui, tapi ada beberapa teori yang diajukan selama ini, yaitu : Menstruasi retrograd, di mana sebagian aliran darah menstruasi dari rahim keluar ke rongga perut melalui tuba Gangguan sistem kekebalan yang memungkinkan sel-sel endometrium melekat dan berkembang Kelainan genetis Jaringan endometrium menyebar melalui sistem kelenjar getah bening dan aliran darah Faktor lingkungan, misalnya paparan terhadap dioxin Endometriosis bisa timbul di berbagai tempat dan mempengaruhi gejala yang ditimbulkan. Tempat yang paling sering ditemukan adalah di belakang rahim, pada jaringan antara rektum dan vagina dan permukaan rektum. Tapi kadang-kadang ditemukan juga di tuba, ovarium, otot-otot pengikat rahim, kandung kencing dan dinding samping panggul. Mengikuti siklus menstruasi, setiap bulan jaringan di luar rahim ini mengalami penebalan dan perdarahan. Perdarahan ini tidak mempunyai saluran keluar seperti darah menstruasi, tapi terkumpul dalam rongga panggul dan menimbulkan nyeri. Jaringan endometriosis dalam ovarium menyebabkan terbentuknya kista coklat. Akibat peradangan jaringan secara kronis, terbentuk jaringan parut dan perlengketan organ-organ reproduksi. Sel telur sendiri terjerat dalam jaringan parut yang tebal sehingga tidak dapat dilepaskan. Sepertiga penderita endometriosis tidak mempunyai gejala apapun selain infertilitas. Penderita yang lain mengalami berbagai gejala dengan gejala utama nyeri. Beratnya endometriosis tidak berhubungan dengan derajat nyeri, bisa jadi endometriosis yang berat hanya menimbulkan nyeri ringan. Tanda-Tanda dan Gejala 1. Nyeri perut bagian bawah dan di daerah panggul progresif. 2. Disminorea (nyeri hebat di perut bagian bawah saat haid yang menganggu aktifitas). 3. Dispareunea (nyeri ketika melakukan hubungan seksual), disebabkan karena adanya endometriosis di kavum douglas. 4. Nyeri ketika buang air besar atau kecil (disuria), khususnya pada saat menstruasi. Disebabkan karena adanya endometriosis pada dinding rektosigmoid. 5. Poli dan hipermenorea (siklus lebih pendek dari normal < 21 hari, darah lebih banyak atau lama dari normal lebih dari 7 hari). 6. Infertilitas (kemandulan), apabila mobilitas tuba terganggu karena fibriosis dan karena perlekatan jaringan disekitarnya. 7. Menstruasi yang tidak teratur (misalnya spoting sebelum menstruasi). 8. Haid yang banyak (menorragia)

Diagnosa Banding Tumor ovarium,metastasis di kavum Douglas, mioma multipel, karsinoma rektum, dan radang pelvis. Gejala yang sering timbul :

Nyeri, hebatnya nyeri ditentukan oleh lokasi endometriosis o nyeri pada saat menstruasi o nyeri selama dan sesudah hubungan intim o nyeri ovulasi nyeri pada pemeriksaan dalam oleh dokter Perdarahan o perdarahan banyak dan lama pada saat menstruasi o spotting sebelum menstruasi o menstruasi yang tidak teratur o darah menstruasi yang berwarna gelap yang keluar sebelum menstruasi atau di akhir menstruasi Keluhan buang air besar dan kecil o nyeri pada saat buang air besar o darah pada feces o diare, konstipasi dan kolik o nyeri sebelum, pada saat dan sesudah buang air kecil

Kadangkala endometriosis sama sekali tidak bergejala. Namun lebih sering memberikan gejala nyeri yang sangat beragam pada masa haid (dismenorea), karena ketika pelepa-san endometriosis, terjadi perdarahan dan peradangan pada daerah sekitarya. Gejala tambahan seringkali berupa kejang-otot (kram) rahim pada masa haid yang makin berat. Selain itu dapat pula timbul nyeri berkemih (disuria), nyeri sanggama (dispareunia), nyeri buang air besar (diskezia), nyeri pertengahan siklus haid (Mittelschmerz), dan nyeri selama ovulasi (pelepasan sel telur). Dampak lain yang sering ditemukan pada pengidap endometriosis adalah gangguan kesuburan sehingga sukar hamil (infertil). Ini dialami oleh sekitar 30-40% wanita atau dua kali kejadian pada populasi umum. Pada kelompok wanita infertil yang memeriksakan diri ke spesialis ternyata hampir 93% mengidap endometriosis. Bagaimana menentukan adanya endometriosis? Diagnosis endometriosis tidak selalu mudah. Penentuan yang paling tepat adalah dengan melakukan pemeriksaan endodkopi rongga perut, yang lebih dikenal sebagai laparoskopi, yaitu suatu pemeriksaan dengan menggunakan alat teleskop (teropong) yang dimasukkan ke dalam rongga perut dan rongga panggul (pelvis) melalui suatu pembedahan kecil di daerah pusar (umbilikus). Lepasnya lapisan endometrial pada manusia disebabkan oleh menstruasi sepanjang tahun-tahun subur seorang wanita. Fungsi utama rahim adalah menerima pembuahan ovum yang tertanam ke dalam endometrium, dan berasal makanan dari pembuluh darah yang berkembang secara khusus untuk maksud ini. Infeksi pada rahim (endometritis) pada umumnya tidak terjadi selama tahun-tahun reproduksi karena rahim tersebut dilindungi oleh asam vagina dan sekresi lendir dan dilindungi juga oleh leher rahim. Melahirkan atau keguguran, atau prosedur bedah intra-uterine atau menggunakan alat sisipan kontrasepsi berhubungan erat dengan peningkatan risiko infeksi pada rahim. Hal lain yang menyebabkan gangguan pada rahim adalaha kurangnya progresterone pada setengah siklus haid yang menyebabkan pendarahan intermenstrual atau menorrhagia (haid berat). Diagnosis Banding Karena dari perubahan fisiologis kehamilan, kehadiran ditinggikan pengejar leukocyte bangsawan atau hitungan neutrofil tidak menunjukkan endometritis. Oleh karena itu, temuan klinis lebih dapat diandalkan daripada laboratorium temuan dalam mendiagnosis endometritis setelah bersalin. Masalah lain yang harus dipertimbangkan dalam pasien dengan mungkin endometritis meliputi: - Pyelonephritis - Virus sindrom - Panggul thrombophlebitis - Chorioamnionitis 6. Menarche pada Ami Menarke adalah menstruasi pertama perempuan yang umumnya terjadi pada usia sekitar 10-11 tahun. Rangsangan pancaindra dengan diubah di dalam korteks serebri dan melalui nukleus amigdala disalurkan menuju ke hipotalamus. Rangsangan pada hipotalamus, merangsang pembentukan dalam bentuk gonadothropic releasing factor (hormon) yang merangsang hipofisis anterior dengan system portal sehingga hipofisis mengeluarkan follicle stimulating hormone (FSH) yang akan merangsang ovarium (folikel de graaf) untuk mengeluarkan hormon estrogen. Keadaan ini terjadi pada perempuan berusia sekitar 8-9 tahun. Sebagian besar menarke berlangsung tanpa diikuti ovulasi pada tahun pertama. Mekanisme ini sangat penting untuk memberikan kesempatan yang cukup agar tanda-tanda seks sekunder perempuan berkembang dengan baik. Kini usia menarke pada anak perempuan makin rendah seiring dengan derasnya arus informasi melalui media massa, TV dan lainnya yang meningkatkan rangsangan pancaraindra. Menstruasi sesungguhnya yang disertai dengan ovulasi sebagian besar dicapai pada umur sekitar 17-18 tahun. Resiko tinggi terjadinya endometriosis ditemukan pada

Diagnosa Seorang wanita dengan gejala yang khas atau infertilitas yang tidak bisa dijelaskan biasanya diduga menderita endometriosis. Sebagai tambahan pemeriksaan laboratorium tertentu bisa membantu seperti kadar Ca 125 dalam darah dan aktivitas endometrial aromatase. Tapi alat diagnosa yang paling dapat dipercaya adalah dengan laparoskopi, yang dilakukan dengan memasukkan alat laparoskop melalui sayatan kecil di bawah pusar. Dengan alat ini dokter dapat melihat organ-organ panggul, kista dan jaringan endometriosis secara langsung. Apakah penyebab endometriosis? Hingga kini penyebab endometriosis secara pasti belum diketahui. Beberapa pendapat telah dikemukakan, salah satu diantaranya menyatakan bahwa ketika haid serpihan endometrium, ada yang membalik masuk ke dalam saluran telur dan terus masuk ke dalam rongga panggul, kemudian menjadi penyerang (agresor) bagi selaput lendir perut (peritoneum) untuk berubah perangai dan bentuk menjadi tetumbuhan (seperti benalu) yang dapat menyusuk (implant) pada indung telur dan daerah sekitarnya. Proses ini dapat terus tumbuh berkembang. Pendapat lainnya adalah bahwa jaringan endometrium itu berpindah melalui pembuluh darah menuju ke berbagai tempat atau organ tubuh dan kemudian melekat dan bertumbuh. Selain itu diduga pula ada faktor bawaan (herediter) atau keturunan dalam keluarga untuk berbakat mempunyai komponen sel yang menjadi endometriosis tetapi ini tidak ada hubungannya dengan kanker (tumor ganas). Mikroorganisme yang menyebabkan endometritis diantaranya : Campylobacter foetus, Brucella sp, dan trichomonas foetus. Endometritis juga dapat diakibatkan oleh bakteri oportunistik spesifik seperti : Corynebacterium pyogenes, Eschericia coli dan Fusobacterium necrophorum. Organisme penyebab biasanya mencapai vagina pada saat perkawinan, kelahiran, sesudah melahirkan atau memulai sirkulasi darah. Terdapat banyak faktor yang berkaitan dengna endometritis, yaitu retensio sekundinarum, distokia, faktor penanganan, dan siklus birahi tertunda. Selain itu, endometritis biasa terjadi setelah kejadian aborsi, kelahiran kembar, serta kerusakan jalan lahir sesudah melahirkan. Endometritis dapat terjadi sebagai kelanjutan kasus distokia atau retensi plasenta yang mengakibatkan involusi uterus pada periode sesudah melahirkan menurun.Endometritis sering juga berkaitan dengan adanya Korpus Luteum Persistem (CLP).

Apa saja gejala endometriosis?

1. 2. 3. 4. 5.

Wanita yang ibu atau saudara perempuannya menderita endometriosis Wanita yang siklus menstruasinya 27 hari atau kurang Wanita yang mengalami menarke (menstruasi pertama) terjadi lebih awal Wanita yang biasa mengalami menstruasi selama 7 hari atau lebih Wanita yang mengalami orgasme ketika menstruasi

o o

Faktor risiko kejadian menarche dini adalah rendahnya asupan serat dan tingginya asupan lemak maupun kalsium, dimana faktor risiko yang paling dominan adalah asupan serat yang rendah. Riwayat ibu yang mengalami menarche dini dan asupan tinggi protein hewani berisiko kecil terhadap kejadian menarche dini. Akan tetapi rendahnya asupan protein nabati tidak terbukti memiliki risiko terhadap usia menarche dini. Sebuah penelitian yang dilakukan di Amerika, disebutkan bahwa masa pubertas akan lebih cepat diperoleh saat anak-anak diberikan junk food lebih sering. Lebih mengejutkan, pubertas akan dialami seorang anak meski usia mereka baru 6 atau 7 tahun. Dari data penelitian sebelumnya pada 1860, para ilmuwan tersebut menemukan bahwa usia rata-rata untuk masa pubertas pada anak perempuan adalah di usia 16,6 tahun. Sementara itu, pada 1920 hasil penelitian mengenai masa pubertas awal yaitu pada usia 14,6 tahun, pada 1950 di usia 13,1 tahun, pada 1980 12,5 tahun, dan terakhir pada 2010 usia rata-rata masa pubertas anak perempuan di umur 10,5. "Di seluruh dunia, telah terjadi penurunan usia menstruasi pertama atau menarche selama bertahun-tahun," kata Eduardo Villamor, profesor epidemiologi University of Michigan School of Public Health seperti dilansir esciencenews. Endometriosis pada wanita menopause tidak terjadi dan telah digambarkan sebagai bentuk agresif penyakit ini ditandai dengan resistensi progesteron lengkap dan tingkat yang sangat tinggi ekspresi aromatase. Dalam kasus umum kurang, perempuan mungkin memiliki gejala endometriosis sebelum mereka bahkan mencapai menarche. 7. Dismenorea yang hebat pada Ami, Polimenorea, Menoragia, dan Dispareunia Dismenore berdasarkan ada tidaknya kelainan atau sebab yang dapat diamati 1. Dismenore primer umumnya dijumpai pada wanita dengan siklus ovulasi awal. Dismenore primer sering dimulai pada waktu wanita mendapatkan haid pertama dan sering dibarengi rasa mual, muntah, dan diare. Gadis dan wanita muda dapat diserang nyeri haid primer. Dinamakan dismenore primer karena rasa nyen timbul tanpa ada sebab yang dapat dikenali/idiopatik. Nyeri haid primer hampir selalu hilang sesudah wanita itu melahirkan anak pertama, sehingga dahulu diperkirakan bahwa rahim yang agak kecil dari wanita yang belum pernah melahirkan menjadi penyebabnya, tetapi belum pernah ada bukti dari teori itu. 2. Nyeri haid yang disebabkan karena kelainan yang jelas dinamakan dismenore sekunder. Nyeri haid yang barn timbul 1 tahun atau lebih sesudah haid pertama dapat dengan mudah ditemukan penyebabnya melalui pemeriksaan yang sederhana. Jika pada usia 40 tahun ke atas timbul gejala nyeri haid yang tidak pernah dialami, penting sekali baginya untuk memeriksakan diri. Penyebab tersering dismenore sekunder adalah endometriosis dan infeksi kronik genitalia interns. Dismenore sekunder lebih jarang ditemukan dan terjadi pada 25% wanita yang mengalami dismenore. Penyebab dari dismenore sekunder adalah: endometriosis, fibroid, adenomiosis, peradangan tuba falopii, perlengketan abnormal antara organ di dalam perut, dan pemakaian IUD, faktor psikologis yaitu stres. Penyebab lain dari Nyeri Haid Sekunder adalah: o Rahim yang terbalik sehingga membuat darah haid tidak mudah dikeluarkan, tetapi penyebab

o o o o

itu lebih jarang daripada yang diperkirakan sebelumnya. Benjolan besar atau kecil di rahim dapat menimbulkan keluhan perdarahan yang banyak atau sering disertai gumpalan darah. Peradangan selaput lendir rahim. Hal itu biasanya hanya terjadi dan jarang terjadi sesudah persalinan atau keguguran. Peradangan dapat pula terjadi akibat penyakit kelamin yang dilalaikan. Pemakaian spiral. Endometriosis yaitu pertumbuhan jaringan lapisan rahim di tempat lain di dalam ruang panggul. Fibroid atau tumor. Infeksi pelvis.

PATOFISIOLOGI Patofisiologi dismenore sampai saat ini masih belum jelas; tetapi teori terakhir yang banyak digunakan adalah teori prostaglandin banyak digunakan; dikatakan bahwa pada keadaan dismenore kadar prostaglandin meningkat. Sehingga terjadilah nyeri saat haid. MEKANISME NYERI HAID/DISMENORE Nyeri haid berpangkal pada mulainya proses menstruasi itu sendiri yang merangsang otot-otot rahim untuk berkontraksi. Kontraksi otototot rahim tersebut membuat aliran darah ke otot-otot rahim menjadi berkurang yang berakibat meningkatnya aktivitas rahim untuk memenuhi kebutuhannya akan aliran darah yang lancar, juga otototot rahim yang kekurangan darah tadi akan merangsang ujung-ujung syaraf sehingga terasa nyeri. Nyeri tersebut tidak hanya terasa di rahim, namun juga terasa di bagian-bagian tubuh lain yang mendapatkan persyarafan yang sama dengan rahim. Oleh karma itulah maka rasa tidak nyaman juga dirasakan di bagian-bagian tubuh yang digunakan untuk buang air besar, buang air kecil, maupun otot-otot dasar panggul dan daerah di sekitar tulang belakang sebelah bawah. Hal ini disebut juga sebagai nyeri rujukan (referred pain). Peningatan kadar prostaglandin (PG) penting peranannya sebagai penyebab terjadinya dismenore. PG alfa sangat tinggi dalam endometrium, miometrium dan darah haid wanita yang menderita dismenore primer. PG menyebabkan peningkatan aktivitas uterus dan serabut-serabut syaraf terminal rangsang nyeri. Kombinasi antara pemngkatan kadar PG dan peningkatan kepekaan miometrium menimbulkan tekanan infra uterus sampai 400 mm Hg dan menyebabkan kontraksi miometrium yang hebat. Atas dasar itu disimpulkan bahwa PG yang dihasilkan uterus berperan dalam menimbulkan hiperaktivitas miometrium. Selanjutnya kontraksi miometrium yang disebabkan oleh PG akan mengurangi aliran darah, sehingga terjadi iskemia sel-sel miometrium yang mengakibatkan timbulnya nyeri spasmodik. Jika PG dilepaskan dalam jumlah berlebihan ke dalam peredaran darah, maka selain dismenore timbul pula pengaruh umum lainnya seperti diare, mual, muntah (Genie, 2009). MANIFESTASI KLINIS 1. Dismenore primer; usia lebih muda, timbul setelah terjadinya siklus haid yang teratur, sering pada nulipara, nyeri sering terasa sebagai kejang uterus dan spesifik, nyeri timbul mendahului haid dan meningkat pada hari pertama atau kedua haid. 2. Dismenore sekunder yakni; usia lebih tua, cenderung timbul setelah 2 tahun siklus haid teratur, tidak berhubungan dengan siklus paritas, nyeri sering terasa terus menerus dan tumpul, nyeri dimulai dari haid dan meningkat bersamaan dengan keluarnya darah. KELUHAN DAN GEJALA Gejala-gejala nyeri haid di antaranya yaitu: rasa sakit datang secara tidak teratur, tajam dan kram di bagian bawah perut yang biasanya menyebar ke bagian belakang, terus ke kaki, pangkal paha dan vulva (bagian luar alat kelamin wanita). Biasanya nyeri mulai timbul sesaat sebelum atau selama menstruasi, mencapai puncaknya dalam waktu 24 jam dan setelah 2 hari akan menghilang. Gejala-gejala tersebut meliputi tingkah laku seperti kegelisahan, defresi, iritabilitas/sensitif, lekas marah, gangguan tidur, kelelahan, lemah, mengidam makanan dan kadang-kadang perubahan suasana hati yang sangat cepat.

Selain itu juga keluhan fisik seperti payudara terasa sakit atau membengkak, perut kembung atau sakit, sakit kepala, sakit sendi, sakit punggung, mual, muntah, diare atau sembelit, dan masalah kulit seperti jerawat. Nyeri haid primer, timbul sejak haid pertama dan akan pulih sendiri dengan berjalannya waktu, dengan lebih stabilnya hormon tubuh atau perubahan posisi rahim setelah menikah atau melahirkan. Nyeri haid ini adalah normal, namun dapat berlebihan apabila dipengaruhi oleh faktor fisik dan psikis seperti stress, shock, penyempitan pembuluh darah, penyakit yang menahun, kurang darah, kondisi tubuh yang menurun, atau pengaruh hormon prostaglandine. Gejala ini tidak membahayakan kesehatan. Nyeri haid sekunder biasanya baru muncul kemudian, yaitu jika ada penyakit yang datang kemudian. Penyebabnya adalah kelainan atau penyakit seperti infeksi rahim, kista atau polip, tumor sekitar kandungan, atau bisa karena kelainan kedudukan rahim yang menetap. Ada juga yang disebut dengan endometriosis, yaitu kelainan letak lapisan dinding rahim yang menyebar keluar rahim, sehingga apabila menjelang menstruasi, pada saat lapisan dinding rahim menebal, akan dirasakan sakit yang luar biasa. Selain itu, endometriosis ini juga bisa mengganggu kesuburan (Mansjoer, 2003).

ENDOMETRIOSIS sel endometrium mengadakan migrasi keluar rongga rahim angara lain kedalam ovarium atau kedinding uterus Ada beberapa alasan penting yang menorrhagia harus dievaluasi oleh dokter. Pertama, menorrhagia dapat menyebabkan penderitaan emosional seorang wanita besar dan gejala fisik, seperti kram parah. Kedua, kehilangan darah bisa begitu parah sehingga menyebabkan jumlah darah berbahaya menurunkan (anemia), yang dapat mengakibatkan komplikasi medis dan gejala seperti pusing dan pingsan. Ketiga, akan ada penyebab menorrhagia berbahaya yang memerlukan pengobatan yang lebih mendesak. Ketika seorang wanita mengalami siklus menstruasi yang lebih sering (siklus menstruasi yang lebih singkat dari 21 hari), hal ini dikenal dengan istilah polimenorea. Wanita dengan polimenorea akan mengalami menstruasi hingga dua kali atau lebih dalam sebulan, dengan pola yang teratur dan jumlah perdarahan yang relatif sama atau lebih banyak dari biasanya. Polimenorea harus dapat dibedakan dari metroragia. Metroragia merupakan suatu perdarahan iregular yang terjadi di anatara dua waktu menstruasi. Pada metroragia menstruasi terjadi dalam waktu yang lebih singkat dengan darah yang dikeluarkan lebih sedikit. Pada umumnya, polimenorea bersifat sementara dan dapat sembuh dengan sendirinya. Penderita polimenorea harus segera dibawa ke dokter jika polimenorea berlangsung terus menerus. Polimenorea yang berlangsung terus menerus dapat menimbulkan gangguan hemodinamik tubuh akibat darah yang keluar terus menerus. Disamping itu, polimenorea dapat juga akan menimbulkan keluhan berupa gangguan kesuburan karena gangguan hormonal pada polimenorea mengakibatkan gangguan ovulasi (proses pelepasan sel telur). Wanita dengan gangguan ovulasi seringkali mengalami kesulitan untuk mendapatkan keturunan. Polimenorea merupakan gangguan hormonal dengan umur korpus luteum memendek sehingga siklus menstruasi juga lebih pendek atau bisa disebabkan akibat stadium proliferasi pendek atau stadium sekresi pendek atau karena keduanya. Terapi:Stadium proliferasi dapat diperpanjang dengan hormon estrogen dan stadium sekresi menggunakan hormon kombinasi estrogen dan progesteron. Stress akan mengganggu sistem metabolisme di dalam tubuh, karena stress, wanita akan menjadi mudah lelah, berat badan turun drastis, bahkan sakit-sakitan, sehingga metabolisme terganggu. Bila metabolisme terganggu, siklus haid pun ikut terganggu. Jika pasangan Anda mengalami nyeri saat penetrasi, mungkin disebabkan oleh kebersihan yang tidak benar; kondisi seperti vestibulitis, vaginusmus (kejang otot vagina) atau infeksi, trauma pada daerah kelamin; pelumasan yang tidak benar, atau reaksi kontrol kelahiran. Penyebab dispareunia pada saat penetrasi mendalam dapat termasuk sistitis, fibroid uterus, sindrom iritasi usus, prolaps rahim, endometriosis dan penyakit radang panggul. Faktor emosional juga dapat menyebabkan dispareunia. Banyak wanita mungkin merasa nyeri selama hubungan seksual yang mereka kaitkan dengan kasus pelecehan seksual masa lalu, sementara yang lain mungkin menderita masalah fisik atau kesulitan hubungan. Dalam beberapa kasus, stres dapat menjadi faktor. Dispareunia pada wanita disebabkan oleh tidak keluarnya lendir (atau keluar tetapi dalam jumlah yang sedikit) vagina yang bisa terjadi karena kurangnya rangsangan dari pasangan pada saat akan beraktivitas seksual, pengaruh obat-obatan (salah satunya adalah golongan Antihistamin) dan penyakit (penyakit kencing manis, radang vagina dan kekurangan hormon estrogen). Dapat pula disebabkan oleh infeksi dan gangguan lokal lain pada organ kelamin wanita. Lendir vagina akan dikeluarkan pada saat wanita yang bersangkutan mulai terangsang. Berkurangnya lendir pada vagina akan sangat

DIAGNOSA Diagnosa dismenore didasari atas ketidaknyamanan saat menstruasi. Perubahan apapun pada kesehatan reproduksi, termasuk hubungan badan yang sakit dan perubahan pada jumlah dan lama menstruasi, membutuhkan pemeriksaan ginekologis, perubahan-perubahan seperti itu dapat menandakan sebab dari dismenore sekunder (Mansjoer, 2003). Polimenorea : siklus haid yang lebih pendek dari biasanya (kurang dari 21 hari). Polimenorea dapat disebabkan oleh gangguan hormonal yang mengakibatkan gangguan ovulasi, atau menjadi pendeknya masa luteal. Sebab lain ialah kongesti ovarium karena peradangan, endometriosis, dan sebagainya. Bila mulai memasuki bulan menstruasi dalam beberapa tahun terakhir dan mengalami kejang-kejang, kemungkinan nyeri haid juga perlu menjadi perhatian. Namun, jika kram menstruasi terasa mengganggu dalam kehidupan selama beberapa hari sebulan atau jika sampai tua dan baru mulai mengalami kram menstruasi yang parah, pergilah ke dokter. Penyebab Selama periode menstruasi, kontrak rahim untuk membantu mengeluarkan lapisan tersebut. Hormon seperti zat (prostaglandin) yang terlibat dalam rasa sakit dan peradangan memicu kontraksi otot rahim. Tingginya tingkat prostaglandin berhubungan dengan kram pada perut akibat terjadinya menstruasi yang banyak. Banyak ahli percaya bahwa kontraksi keras menyempitkan pembuluh darah pada rahim. Rasa sakit yang dihasilkan dapat dibandingkan dengan penyumbatan yang terjadi ketika arteri koroner mengalami kekurangan pada bagian-bagian dari jantung dan oksigen. Kejang-kejang menstruasi dapat juga disebabkan oleh: Endometriosis. Dalam kondisi yang menyakitkan, jaringan yang melapisi dinding rahim terjadinya pembuluh darah pada rahim, paling sering pada saluran telur , ovarium atau jaringan yang melapisi pelvis . Penyebab Menorrhagia dapat diuraikan sebagai :

Menorrhagia. ti pendarahan atau pembekuan gangguan darah dapat menyebabkan Menorrhagia. Pada pasien tersebut ada kekurangan enzim dan agen yang menyebabkan darah menggumpal setelah pendarahan episode atau luka atau cedera. Hal ini menyebabkan pendarahan yang berlebihan. Pendarahan gangguan adalah penyebab umum Menorrhagia.

menghambat aktivitas seksual seseorang karena menimbulkan rasa sakit. Pada akhirnya, lendir yang berkurang ini juga turut mengurangi rangsangan yang diterima oleh orang tersebut. 8. Penatalaksanaan Ami Pengobatan Pengobatan yang diberikan tergantung pada gejala, rencana mempunyai anak, usia dan luasnya daerah yang terkena. Pengelolaan endometriosis dengan obat-obatan tidak menyembuhkan, endeometriosis akan kambuh setelah pengobatan dihentikan. Pada wanita dengan endometriosis ringan sampai berat, terutama dengan kasus infertilitas, maka diperlukan pembedahan untuk membuang sebanyak mungkin jaringan endometriosis dan mengembalikan fungsi reproduksi. 1. Pengobatan Hormonal Pengobatan hormonal dimaksudkan untuk menghentikan ovulasi, sehingga jaringan endometriosis akan mengalami regresi dan mati. Obat-obatan ini bersifat pseudo-pregnancy atau pseudomenopause. Yang digunakan adalah : o Derivat testosteron Danazol Gestrinone (Dimetriose) o Progestogen Medroxyprogesterone (Provera) Norethisterone (Primolut) Dydrogesterone (Duphaston) o GnRH (Gonadotropin-Releasing Hormon) analog Leuprorelin (Prostap) Goserelin (Zoladex) Nafarelin (Synarel) Buserelin (Suprecur) o Pil kontrasepsi kombinasi

2.

peradangan dan membersihkan jaringan endometriosis yang tersisa. Pembedahan Radikal Pembedahan dilakukan dengan mengangkat rahim dan ovarium di samping membersihkan jaringan endometriosisnya. Hal ini hanya dilakukan pada wanita dengan endometriosis hebat yang tidak mengalami perbaikan dengan pengobatan lain dan tidak lagi mengharapkan kehamilan. Setelah dilakukan pembedahan diberikan terapi pengganti estrogen, karena pengangkatan rahim dan ovarium menimbulkan akibat yang sama dengan menopause. Terapi pengganti ini diberikan 4-6 bulan setelah pembedahan agar semua jaringan endometriosis yang tersisa sudah habis dan tidak terbentuk kembali di bawah pengaruh estrogen.

KEHAMILAN SETELAH PENGOBATAN Endometriosis mengakibatkan infertilitas dengan banyak mekanisme yaitu gangguan ovulasi, perlengketan jaringan, sumbatan tuba, kehamilan ektopik dan sebab lain yang tidak diketahui. Keberhasilan kehamilan setelah pengobatan dengan pembedahan dan terapi hormon berkisar antara 40 70 % tergantung beratnya endometriosis. Mengupayakan kehamilan setelah pengobatan endometriosis dilakukan dengan : 1. 2. 3. Menunggu Induksi ovulasi dan inseminasi intra uterine In vitro fertilization (Bayi tabung)

Semua pengobatan hormonal ini melalui uji klinis terbukti mempunyai efektivitas yang kira-kira sama. Efek samping obatobatan ini berbeda dari satu orang ke orang yang lain. Efek Samping Pengobatan HormonalProgestogen Perdarahan di antara menstruasi, mood yang berubah-ubah, depresi, vaginitis atropik Danazol Penambahan berat, jerawat, suara menjadi lebih berat, pertumbuhan rambut, aliran panas, kekeringan vagina, pembengkakan pergelangan kaki, kram otot, perdarahan diantara menstruasi, ukuran payudara mengecil, mood berubah-ubah, gangguan fungsi hati, gangguan metabolisme lemak, carpal tunnel syndrome. GnRH analog Aliran panas, kekeringan vagina, kehilangan kalsium dari tulang, mood berubah-ubah. Pil Kontrasepsi Pembengkakan perut, pembengkakan payudara, peningkatan kombinasi nafsu makan,pembengkakan pergelangan kaki, mual, perdarahan di antara menstruasi, trombosis vena dalam. 1. Pembedahan Pembedahan bisa dilakukan secara laparoskopi atau laparatomi, tergantung luasnya invasi endometriosis. Pada penderita dengan endometriosis yang hebat pengobatan hormonal disertai dengan pembedahan. Seringkali sebelum pembedahan diberi pengobatan untuk mengurangi jumlah dan ukuran jaringan endometriosis. Pada saat pembedahan semua jaringan endometriosis yang terlihat dan dapat dijangkau harus dihilangkan, dengan sayatan atau pun pembakaran oleh sinar laser. Setelah pembedahan diberikan pengobatan hormon untuk mengurangi

PENGOBATAN/TERAPI DISMENOREA Untuk mengurangi rasa nyeri bisa diberikan obat anti peradangan non-steroid (misalnya ibuprofen, naproxen dan asam mefenamat). Obat ini akan sangat efektif jika mulai diminum 2 hari sebelum menstruasi dan dilanjutkan sampai hari 1-2 menstruasi. Selain dengan obat-obatan, rasa nyeri juga bisa dikurangi dengan: o istirahat yang cukup-olah raga yang teratur (terutama berjalan) o pemijatan o kompres hangat di daerah perut. Untuk mengatasi mual dan muntah bisa diberikan obat anti mual, tetapi mual dan muntah biasanya menghilang jika kramnya telah teratasi. Gejala juga bisa dikurangi dengan istirahat yang cukup serta olah raga secara teratur. Jika nyeri terus dirasakan dan mengganggu kegiatan sehari-hari, maka diberikan pil KB dosis rendah yang mengandung estrogen dan progesteron atau diberikan medroxiprogesteron. Pemberian kedua obat tersebut dimaksudkan untuk mencegah ovulasi (pelepasan sel telur) dan mengurangi pembentukan prostaglandin, yang selanjutnya akan mengurangi beratnya dysmenorrhea. Jika obat ini juga tidak efektif, maka dilakukan pemeriksaan tambahan (misalnya laparoskopi). Jika dysmenorrhea sangat berat bisa dilakukan ablasio endometrium, yaitu suatu prosedur dimana lapisan rahim dibakar atau diuapkan dengan alat pemanas. Pengobatan untuk dysmenorrhea sekunder tergantung kepada penyebabnya. Terapi menoragia tergantung pada penyebab dan meliputi antara lain: Medikamentosa inhibitor prostaglandin , terapi pengganti hormonal dan antibiotika Dilatase dan Kuretase (D&C) Mengganti jenis kontrasepsi Pembedahan - pengangkatan tumor, polip , mioma atau terapi kehamilan ektopik. Terapi latar belakang penyakit - Hipotiroia atau gangguan pembekuan darah. Histerektomi