Anda di halaman 1dari 7

1

Definisi:
Misalkan n anggota bilangan positif. Fungsi -Euler dari n (ditulis (n)) didefinisikan sebagai banyaknya bilangan pada {1,2,3,,n 1}
yang saling prima dengan n.
Sistem residu tereduksi modulo n didefinisikan sebagai |o
1
,o
2
,o
3
,,o
q(n)
| yang memenuhi:
1. J ika i ], maka o

o
]
(moJ n)
2. ie{1,2,,(n)}saling prima dengan n
[Lemma 1.1]
Misalkan |o
1
,o
2
,o
3
,,o
q(n)
| merupakan sistemresidu tereduksi modulo n, maka berlaku:
1. me
+
, |o
1
+mn,o
2
+mn,o
3
+mn,,o
q(n)
+mn| merupakan sistem residu tereduksi modulo n
2. J ika FPB(m,n) =1 (m saling prima dengan n), maka |mo
1
,mo
2
,mo
3
,,mo
q(n)
| merupakan sistem residu tereduksi modulo n
[Teorema 1.1] Teorema Euler
Misalkan oe dan n adalah bilangan bulat positif yang saling prima dengan o, maka
o
q(n)
1 (moJ n)
Pembuktian:
Misalkan |r
1
,r
2
,r
3
,,r
q(n)
| adalah sistemresidu tereduksi modulo n, maka terdapat oe
+
dengan FPB(o,n) =1 sehingga
or
1
.or
2
.or
3
..or
q(n)
r
1
.r
2
.r
3
..r
q(n)
(moJ n) dan dapat ditulis sebagai o
q(n)
.r
1
.r
2
.r
3
..r
q(n)
r
1
.r
2
.r
3
..r
q(n)
(moJ n).
2

Karena |r
1
,r
2
,r
3
,,r
q(n)
| sistemresidu tereduksi modulo n, maka FPB(r

,n) =1, ie{1,2,,(n)}sehingga FPB(r


1
.r
2
.r
3
..r
q(n)
,n) =
1. Dari hasil tersebut, n|(o
q(n)
1) yang menyebabkan o
q(n)
1 (moJ n).
[Teorema 1.2]
Misalkan p: prima, maka (p) =p 1.
Pembuktian:
Dengan menggunakan kontradiksi. Andaikan p: bilangan komposit (bukan prima), maka terdapat o,be
+
; 1 <o,b <p sehingga p =ob.
Terlihat bahwa FPB(o,p) 1 dan FPB(b,p) 1 yang menyebabkan nilai maksimum (p) adalah p 3.
[Teorema 1.3]
Misalkan p: prima, maka (p
u
) =p
u
p
u-1
, oe
+
.
Pembuktian:
Bilangan-bilangan yang dapat dibagi oleh p adalah
p,2p,3p,4p,,(p +1)p,,(p +p)p =2p
2
,,p.p
u-1
. Secara umum, bilangan-bilangan tersebut berbentuk kp dengan 1 k p
u-1
. Ada
sebanyak p
u-1
yang tidak saling prima dengan p. Maka, banyaknya bilangan pada himpunan {1,2,3,,p 1}yang saling prima dengan p
adalah p
u
p
u-1
. Kesimpulan: (p
u
) =p
u
p
u-1
, oe
+
.

3

Definisi:
1. dikatakan fungsi multiplikatif (m.n) =(m).(n),m,ne
+
,FPB(m,n) =1.
2. dikatakan fungsi multiplikatif lengkap (m.n) =(m).(n),m,ne
+
.
[Teorema 2.1]
Misalkan : fungsi multiplikatif dan ne
+
dengan n = p

u
i
k
=1
, p

: prima, o

e
+
, maka
(n) =_(p

u
i
)
k
=1

Pembuktian:
PemPembuktianan menggunakan induksi matematik pada k.
i. Langkah basis
Untuk k =1, n =p
1
u
1
sehingga (n) =(p
1
u
1
) (Benar)
ii. Langkah induksi
Misalkan untuk k =m yang menyatakan
(n) =(p
1
u
1
.p
2
u
2
..p
m
u
m
) =_(p

u
i
)
m
=1

merupakan pernyataan yang benar. Akan ditunjukkan untuk k =m+1 juga benar. Karena : fungsi multiplikatif, maka
(p
1
u
1
.p
2
u
2
..p
m
u
m
.p
m+1
u
m+1
) =(p
1
u
1
.p
2
u
2
..p
m
u
m
).(p
m+1
u
m+1
) =[ (p

u
i
)
m
=1
].(p
m+1
u
m+1
) = (p

u
i
)
m+1
=1

Kesimpulan: Berdasarkan prinsip induksi matematik, (n) = (p

u
i
)
k
=1
.
4

[Teorema 2.2]
Misalkan m,ne
+
dengan FPB(m,n) =1, maka (m.n) =(m).(n).
Pembuktian:
Daftarkan bilangan-bilangan dalamm baris dan n kolom,

Misalkan r saling prima dengan m, maka semua elemen pada baris ke- r saling prima dengan m dan juga dengan mn. Karena m dan n saling
prima, maka semua elemen padabaris ke- r merupakan sistemresidu lengkap modulo n. Sehingga pada baris r tersebut, terdapat (n) bilangan
yang saling prima dengan n. Karena terdapat (m) baris yang saling prima dengan m dan di setiap baris tersebut terdapat (n) elemen yang
saling prima dengan , maka dapat disimpulkan bahwa (m.n) =(m).(n).
[Teorema 2.3]
J ika n = p

u
i
k
=1
dengan n >1, maka
(n) =n _(1
1
p

)
k
=1




5


Pembuktian:
Karena : fungsi multiplikatif, maka (n) = (p

u
i
)
k
=1
.
(p

u
i
) =p

u
i
p

u
i-1
=p

u
i
.(1
1
p
i
), ie{1,2,,k}. Sehingga
(n) = (p

u
i
)
k
=1
= [p

u
i
.(1
1
p
i
)] = p

u
i
. (1
1
p
i
)
k
=1
=n.
k
=1
k
=1
(1
1
p
i
)
k
=1
.
[Teorema 2.4]
J ika ne
+
,n >2 maka (n) adalah bilangan genap.
Pembuktian:
Dibagi kedalam dua kasus,
Kasus pertama:
Untuk n: prima. n >2, maka n selalu bilangan ganjil dan dapat ditulis n =2k +1. Sehingga (n) =n 1 =2k +1 1 =2k adalah
bilangan genap.
Kasus kedua:
Untuk n: komposit. Karena ne
+
maka menurut Teorema Fundamental Aritmetika, n dapat kita tulis sebagai perkalian dari bilangan-bilangan
prima, n = p

u
i
k
=1
. Sehingga (n) = (p

u
i
)
k
=1
= (p

u
i
p

u
i-1
) =
k
=1
((p

1).p

u
i-1
)
k
=1
dengan p

: prima dan o

e
+
. Akan
dibagi lagi kedalamduakasus, kasus pertama jika p

=2, ie{1,2,,(n)}(tidak ada faktor prima ganjil), maka (n) = (2


u
i
)
k
=1
=
(2
u
i
2
u
i-1
) =2.
k
=1
(2
u
i-1
2
u
i-2
)
k
=1
yang merupakan bilangan genap. Kasus kedua, jika ada p

yang memiliki faktor prima ganjil. Kita


tahu bahwa jika p

adalah bilangan ganjil, maka p

1 merupakan bilangan genap. Dan juga perkalian dengan bilanga genap pasti bilangan
genap pula. Maka, (p

1).p

u
i-1
adalah bilangan genap, sehingga (n) = ((p

1).p

u
i-1
)
k
=1
adalah bilangan genap juga.

6

[Teorema 2.5] Teorema Gauss
J ika n anggota bilangan positif, maka
(J) =n
d|n

Pembuktian:
Buatlah partisi himpunan {1,2,3,,n}kedalam klas-klas C
d
yang didefinisikan C
d
={me
+
|m n,FPB(m,n) =J}. FPB(m,n) =J jika
dan hanya jika FPB[
m
d
,
n
d
=1, akibatnya |C
d
| =[
n
d
. C
d
membentuk partisi terhadap {1, 2, 3, , n}, akibatnya n = |C
d
|
d|n
=
[
n
d
= (J)
d|n d|n
.
Misalkan n dan J anggota bilangan bulat positif,
1) Fungsi o(n) = J
d|n
menyatakan fungsi jumlah faktor/pembagi positif dari n.
2) Fungsi (n) = 1
d|n
menyatakan fungsi banyaknya faktor/pembagi positif dari n.
[Teorema 3.1]
Misalkan F(n) = (J)
d|n
. J ika : fungsi multiplikatif, maka F: fungsi multiplikatif juga.
Pembuktian:
Misalkan m,ne
+
,FPB(m,n) =1. Akan ditunjukkan F(mn) =F(m).F(n). Diketahui F(mn) = (J)
d|mn
. Ambil J =J
1
.J
2
dengan J
1
|m
dan J
2
|n, maka F(mn) = (J)
d|mn
= (J
1
.J
2
) = (J
1
).(J
2
) =
d
2
|n d
1
|m d
2
|n d
1
|m
(J
1
). (J
2
) =F(m).F(n)
d
2
|n d
1
|m
.
Dari teorema ini, terlihat pula fungsi o(n) = J
d|n
dan (n) = 1
d|n
adalah fungsi multiplikatif.

7

Catatan:
Akan dibuktikan klaim: jika FPB(m,n) =1 dan J|mn, maka terdapat J
1
,J
2
anggota bilangan bulat positif dengan J =J
1
.J
2
, J
1
|m, dan J
2
|n.
Karena m,n anggota bilangan bulat positif dan FPB(m,n) =1, maka menurut Teorema Fundamental Aritmetika terdapat p

,q
]
: prima dan
n

,n
I
anggota bilangan bulat positif sehingga m =p
1
m
1
.p
2
m
2
..p
k
m
k
dan n =q
1
n
1
.q
2
n
2
..q
I
n
l
. p

q
]
,i,] karena FPB(m,n) =1. Kita
tahu J|mn, maka J =p
1
u
1
.p
2
u
2
..p
k
u
k
.q
1
[
1
.q
2
[
..q
I
[
l
dengan o

dan [
]
n
]
. Dengan memilih J
1
=p
1
u
1
.p
2
u
2
..p
k
u
k
dan J
2
=
q
1
[
1
.q
2
[
..q
I
[
l
, telah terbukti klaimdiatas.
[Lemma 3.1]
Misalkan p: prima dan o anggota bilangan bulat positif, maka o(p
u
) =
p
c+1
-1
p-1
dan (p
u
) =o +1.
Pembuktian:
Faktor-faktor positif dari p
u
adalah: 1, p, p
2
, p
3
, , p
u
sehingga banyaknya faktor positif dari p
u
adalah (p
u
) =o +1 dan jumlah faktor
positif dari p
u
adalah o(p
u
) =1+p +p
2
++p
u
=
p
c+1
-1
p-1
.