Anda di halaman 1dari 2

Definisi Design Thinking.

Design Thinking mengkolaborasikan proses-proses sistematis yang berpusat pada manusia sebagai penggunanya melalui proses terencana sehingga menghasilkan perubahan perilaku dan kondisi yang sesuai harapan. Terdapat empat pilas dalam Design Thinking, yakni pilar keseimbangan, kerangka berpikir, penggunaan alat/toolkits dan pola pendekatan (Glinski,2012). Design thinking adalah sebuah metode berfikir yang mengadopsi cara seorang designer memikirkan dan mengerjakan proses kreatifnya dalam mengerjakan sesuatu. Perbedaan yang menonjol dari proses berfikirnya seorang designer dibanding proses berfikir pada umunya adalah bahwa dalam proses kreatifnya, designer tidak memulai pemikirannya dengan pendekatan permasalahanya apa (problem centered approach) melainkan memulai proses kreatifnya melalui empathy terhadap kebutuhan manusia. Design thinking tidak mengajarkan mencari akar permasalahan dan menemukan solusinya, namun secara unik designer dengan empathinya akan mencari kebutuhan mendasar manusia dan sama sekali tidak perlu tahu permasalahannya . Oleh karena itu dalam design thinking seorang pemikir design akan merumuskan kendala yang akan dihadapi dalam proses kreatif dan inovatifnya secara lebih hati hati. Pemilihan kata dalam merumuskan kendala awal proses kreatif sangat penting agar tidak terjebak pada pemikiran negative. Kalimat bagaimana cara memindahkan orang dengan lebih nyaman akan lebih bagus jadi pilihan dari pada mengatakan mobil initernyata terlalu keras sehingga penumpang tidak nyaman berkendara. Dengan begitu jelas bahwa design thinking tidak terfokus pada permasalahan, tapi mengarahkan segenap kemampuan pada upaya mencari solusi agar kehidupan manusia lebih baik, selain itu design thinking juga tidak meributkan bagaimana mencari solusi atas sebuah masalah, tapi mengutamakan tindakan nyata yang cepat untuk mendapatkan solusi bagaimana membuat sejahtera kehidupan manusia. Dalam bekerja pemikir design bukan saja melibatkan pemikiran tapi juga analisa dan bahkan khayalan untuk mencapai tujuannya. Design thinking tidak terfokus pada permasalaham dan kelemahan. Proses manajerial yang didasarkan pada design thinking ini akan terlihat lebih fleksibel gerak langkahnya. Fleksibilitas berfikir design ini disebabkan karakter karakter positif yang menyertai gaya manajerial baru ini seperti pandangan yang lebih obyektif, ketelitian dalam detail, kemampuannya menampung pertanyaan yang paling menggelikan sekalipun, keluasannya dalam menjembatani ide paling konyol sekalipun, keberanian ambil resiko dan kesempatan yang luas akan munculnya ide-ide baru yang brilian. Semua hal ini bisa muncul pada pemikiran design karena gaya pemikiran ini tidak terfokus pada masalah tapi terfokus pada upaya mencari cara mensejahterakan manusia. Jadi pemikiran pemikiran positiflah yang mendominasi prosesnya dan bukan ketakutan seperti saat pikiran terpusat pada permasalahan. Konsep Design Thinking Ada beberapa konsep dalam Design Thinking, yaitu: 1. Keseimbangan Keseimbangan merupakan pilar utama dalam Design Thinking, konsep keseimbangan akan kebutuhan digunakan untuk membuktikan bahwa sebuah inovasi harus dapat diselenggarakan dan dibuktikan dengan sebuah penciptaan. 2. Kerangka berpikir yang tepat

Dalam proses berinovasi dibutuhkan pencarian ide-ide baru dengan melakukan penelitian, pola interaksi dan mempelajari mengenai apa yang baru dan dating untuk menginformasikan untuk menghasilkan sebuah persepsi yang berpusat pada manusia (human-centered). 3. Alat atau Toolkit Proses inovasi membutuhkan cara-cara baru dalam mempresentasikan ide-ide. Banyak perancang melakukan berbagai cara seperti menggambar, mengilustrasikan, membuat prototype, proses bercerita, komunikasi verbal dan berbagai dokumentasi dilakukan untuk mempresentasikan ide. Dalam dunia nyata, hal-hal tersebut dilakukan dan dieksplorasi untuk dapat mengkomunikasikan ide dengan lebih efektif. 4. Pola Pendekatan Proses inovasi dapat menjadi proses organisasi yang sistematis dan Design Thinking adalah sebuah proses bermain dan belajar yang menarik dan mampu menstimulasi pelakunya dengan sangat baik. Namun, jika tanpa kerangka berpikir dan kegiatan yang baik maka proses inovasi tidak akan berjalan dengan baik.