Anda di halaman 1dari 3

DEFINISI Kumpulan gejala yang ditandai dengan adanya anovulasi (tidak keluarnya ovum/sel telur) kronis (yang berkepanjangan/dalam

waktu lama) disertai perubahan endokrin (seperti: hiperinsulinemia, hiperandrogenemia). PCOS adalah kelainan endokrin wanita yang paling sering dijumpai, yang melibatkan 5-10% dari wanita dalam masa reproduksi. (Speroff, (2005). Manifestasi Klinik PCOS adalah sindroma yang sangat beragam dalam hal gejala klinik maupun manifestasi laboratorium. Sementara dasar dari kelainan ini terletak pada ovarium, ekspresi klinik dan beratnya gejala tergantung pada faktor diluar ovarium seperti obesitas, resisten terhadap insulin dan konsentrasi luteinizing hormone (LH). Kombinasi dari berbagai gejala dapat dijumpai, dari hirsutism yang ringan dengan ovulasi yang regular dan ovarium polikistik sampai dengan gejala yang lengkap dari sindroma Stein-Leventhal yaitu amenorrhoea, hirsutism, acne, infertility dan obesitas. Demikian juga dengan terjadi pada hasil laboratorium biokimia. Hampir 50% dari kasus akan didapatkan peningkatan konsentrasi LH (terutama pada yang berat badan normal), dan hanya lebih kurang 30% yang didapatkan peningkatan total testosterone pada pemeriksaan sesaat. (Ehrmann,2005). Ditandai dengan : a) Oligo/anovulation b) Gejala hiperandrogen baik secara klinik maupun biokimia c) Adanya gambaran morfologi ovarium yang polikistik dengan USG (12 atau lebih folikel-folikel dengan ukuran diameter antara 2-9 mm dan/atau peningkatan volume

ovarium (>10 ml). JAWAB NON FARMAKOLOGI MONITORING Langkah pertama dalam penatalaksanaan PCOS adalah melakukan olahraga secara teratur, mengkonsumsi makanan sehat dan menghentikan kebiasaan merokok. Ini merupakan pilihan utama terapi dan bukan sekedar menghasilkan perubahan gaya hidup. Terapi tambahan tergantung pada keluhan penderita dan apakah dokter merencanakan agar penderita dapat memperoleh kehamilan. Menurunkan berat badan sudah sangat membantu dalam menjaga keseimbangan hormonal sehingga siklus haid menjadi teratur dan terjadi ovulasi.

Olah raga teratur dan melakukan diet untuk menurunkan berat badan merupakan langkah utama dan sangat penting bagi penderita bila menghendaki kehamilan.

Menghentikan kebiasaan merokok. Perlu diketahui bahwa merokok dapat meningkatkan kadar androgen. Selain itu kebiasaan merokok akan meningkatkan resiko terjadinya penyakit jantung

JAWAB NO 4 .

Menurunkan BB bertujuan untuk meningkatkan sensitifitas insulin, mengembalikan siklus haid normal dan memperbaiki ovulasi.

Monitoring kondisi klinik : Cek BMI, Cek kadarLH dan FSH,cek kadar estrogen, cek kadar gula darah

Monitoring kondisi pasien dari keluhan dan gejala : Apakah masih pendarahan atau tidak Apakah siklus masih tidak teratur atau tidak Cek Komplikasi : Komplikasi PCOS Jangka Panjang: 1. Diabetes Melitus tipe 2 2. Dislipidemia 3. Kanker endometrium 4. Hipertensi 5. Penyakit kardiovaskular 6. Gestational DM 7. Pregnancy-induced hypertension (PIH) 8. Kanker ovarium 9. Kanker payudara

DAFTAR PUSTAKA Ehrmann DA (2005). Polycystic ovary syndrome. New England Journal of Medicine, 352(12): 12231236. Speroff L, Fritz MA (2005). Anovulation and the polycystic ovary. Clinical Gynecologic Endocrinology and Infertility, 7th ed., pp. 465498. Lippincott Williams and Wilkins.